Profil
 
Drs. Ayub Titu Eki (kiri) menerima penghargaan sebagai tokoh Kristiani. Penghargaan diserahkan oleh Pdt. Dr. Nus Reimas (kanan)

Nama lengkapnya adalah Drs. Ayub Titu Eki, MS., Ph.D. Ia adalah tokoh kelahiran Fatuoni (Kabupaten Kupang), 5 Desember 1956, memiliki karier beragam sebelum menjadi Bupati Kupang selama 2009 hingga 2019. Meniti pendidikan umum di Sekolah Dasar (SD) GMIT Oepula (1968), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen Bantuan Kupang (1972), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Kupang, hingga meraih gelar S-1 dari FKIP Undana Kupang (1983), S-2 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (1990), dan S-3 dari Adelaide University (Australia) pada tahun 2003. Sementara, untuk mempertajam keilmuwan praktikumnya, dia mengikuti kursus atau pelatihan di Quality Management System (November 2008).

Setelah meniti karier sebagai petani dan peternak selama periode 1983-1985, suami Christina Ngadilah Titu Eki ini bekerja sebagai guru SMEA, dosen di FKIP Undana (1985-2002), dosen FKM Undana (2002-2009), Ketua Jurusan AKK FKM Undana, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Kupang selama 2004-2009.

Di sisi lain, dia juga giat dalam pelayanan di gereja. Dari menjadi diaken, penatua, ketua pembangunan gereja hingga Anggota Majelis Sinode GMIT (Gereja Masehi Injili Timor) selama periode 2011-2015. “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33) menjadi ayat favorit tersendiri baginya. Dia juga pernah menjadi Ketua Umum Persehatian Orang Timor (POT) Kabupaten Kupang (2004) dan Wakil Ketua II POT Pusat (2004).

Puncak karier politik Ayub Titu Eki dimulai ketika maju bersama Viktor Jermias Tiran sebagai calon bupati dan wakil bupati Kupang pada tahun 2009. Pasangan yang memperkenalkan diri sebagai Tutor (singkatan dari Titu dan Viktor) ini kemudian terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2009-2014. Pasangan ini unggul cukup besar atas pasangan calon lainnya, Ruben Funay dan Fritz Djubida alias Brita.

Immanuel Ballo yang ketika itu bertindak sebagai juru bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kupang di Kupang mengatakan, hasil pleno KPU Kabupaten Kupang pada Sabtu (10/1/2009) menujukkan Tutor mendapat dukungan 87.020 suara, sementara Brita mendapat 69.092 suara. “Suara sah sebanyak 156.112 dan 2.430 suara tidak sah. Selisih perolehan suara di antara kedua pasangan mencapai 17.928 suara,” jelas Immanuel Ballo pada Minggu, 11 Januari 2009.

Kemenangan Tutor diperoleh setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten putaran pertama pada 10 Oktober 2008 yang tidak satu pun pasangan mendapat dukungan 30 persen suara. Pilkada putaran kedua digelar pada 30 Desember 2008. Kemenangan Tutor diumumkan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pleno atas enam kecamatan dari Pulau Sabu Raijua yang terlambat memasukan hasil rekapitulasi.

Sebelumnya, 5 Januari 2008, KPU Kabupaten Kupang melakukan rekapitulasi atas hasil pemilihan pada 23 kecamatan yang juga dimenangi Tutor dengan dukungan suara 65.450, sementara Brita hanya 31.890 suara. Pleno lanjutan dipimpin Ketua KPU Kabupaten Kupang, Ans Ch Louk dan dihadiri anggota KPU Immanuel Ballo, Oktovianus La’a, Mikhael Nitbani, dan Yudi Tagi Huma. Penetapan calon terpilih berlangsung pada 13 Januari 2009 dan pelantikan pada 25 Maret 2009.

Karier Bupati Ayub Titu Eki berlanjut setelah kembali terpilih pada tahun 2013 dalam satu putaran saja. Bersama pasangan Wakil Bupati Korinus Masneno, dia meraih 63.229 (44,10%). Pasangan ini unggul atas pasangan calon bupati dan wakil bupati lain, yakni Silvester M Banfatin dan Anthon M Natun (23.193 atau 16,18% suara), Jerry Manafe dan Vinsensius Bureni (20.366 atau 14,21% suara), Victor Y Tiran dan Maria Nuban Saku (19.438 atau 13,56% suara), Steven Derven Manafe dan Maher Syalal Hasbaz Ora (6.691 atau 4,67% suara), Alexander Foenay dan Benny R. Ndoenboey 6.662 (4,65% suara), dan Melitus Ataupah dan Soemin Kase (3.789 atau 2,64% suara).

Ayub Titu Eki menjadi figur kepala daerah yang taat beribadah, nasionalis, dan humanis. Dalam pandangan tokoh Kristiani yang juga Ketua Yayasan Apostel Bangun Bangsa (ABB), Pdt. DR. Sarah Fifi., STh., MSi, Ayub Titu Eki adalah seorang Kristen yang taat. Ia sangat yakin dengan kuasa doa yang dahsyat. Sehingga, dia ingin masyarakat yang dipimpinnya mengalami pemulihan rohani, agar berkat Tuhan turun terhadap daerahnya. “Ayub Titu Eki adalah kepala daerah yang ingin daerahnya makmur, damai sejahtera, dan jauh dari korupsi. Tokoh yang antikorupsi inilah dibutuhkan Indonesia,” ujar mantan Ketua Bidang Teologi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) ini.

Dr. Ir. Retno Sumekar., M.Sc (Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia) dalam bukunya ‘Menabur Gagasan Menuju Perubahan Drastis’ menulis, “Saya mengenal Bupati Kupang, Ayub Titu Eki belum lama atau sekitar akhir tahun 2014. Saya mencermati, beliau seorang pemimpin yang humble, baik karakter maupun sikapnya. Tegas, welas asih, dan mengayomi seluruh warga masyarakat, khususnya warga NTT,” tulisnya.

Dia giat berdoa dan minta kepada Tuhan agar ke daerahnya dikirimkan hamba-hambaNya untuk mendoakan daerahnya agar mendapatkan pemulihan kerohanian. Karena imannya bahwa doa kepada Tuhan mampu memulihkan sebuah daerah atau negeri agar diberkati Tuhan. Doa yang terus-menerus dipanjatkan mampu membuat seseorang bertobat dan mendekat kepada-Nya. Beliau adalah tokoh Kristen yang mampu menginspirasi dan memotivasi rakyat,” ujar Pdt Sarah Fifi yang juga psikolog dan konselor masalah keluarga ini tentang Ayub Titu Eki yang mengakhiri masa jabatan Bupati Kupang pada tahun 2019 ini.

Bersama 20 tokoh lain, Bupati Ayub Titu Eki meraih penghargaan “21 Tokoh Kristiani versi Majalah Narwastu”. Pengukuhan dilakukan pada Jumat, 12 Januari 2018 di Gedung Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) di Jalan Penataran 10 (Menteng, Jakarta Pusat). Keduapuluh tokoh lain, termasuk Prof. Thomas Penturi M.Si (Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia), Piter Siringoringo SH (Ketua DPC Peradi Jakarta Timur), Drs. Steven OE Kandouw (Wakil Gubernur Sulawesi Utara), Dennis Firmansjah MM (Profesional dan Pengurus Full Gospel Business Men’s Fellowship International/FGBMFI Indonesia), Jenderal TNI (Purn) Dr. Ir. Paruntungan Girsang MSc MA (Penginjil), dr Aris Tambing MARS (Direktur Rumah Sakit Jiwa Jakarta), Pdt Dr. Robinson Butarbutar (Calon Ephorus dan Ketua Rapat Pendeta HKBP), Heben Hazer Ginting., Amd., SE (Mantan Bupati Karo), Dr. dr. Ampera Matippana S.Ked MH, Esra Manurung (Motivator), Pdt Misterlian Tomana M.Th (Tokoh masyarakat Posos dan Ketua Umum Majelis Sinode GSI), Pdt. Halomoan Simanjuntak S.Th (Sekretaris Umujm PGI Sumatera Selatan), Dr. dr. Gilbert WS Simanjuntak Sp.MK (Dokter ahli Mata), Ir. Fajar Seto Hardono., MM (Membina kaum muda melalui badan kerjasama pelayanan antar kampus), Pdt. William Wairata (Direktur LPMI), Pdt. Gunawan Iskandar., MM (Pelayanan Umat Kristiani di GKPB MDC Singapura), Pdt. Osil Totongan S.Th M.Min (Ketua Yayasan Karmel Ministry Indonesia), Jemmy Mongan (GYKOSZA), Pdt. RT Lukas Kacaribu S.Sos., SH., MM., M.PdK., (Tokoh Muda melayani DPD API Jawa Barat, dan Jefri Kadang SE (Merangkul Generasi Milenial dengan Nilai-nilai Kristen).

Sekedar informasi, Kabupaten Kupang, NTT memiliki luas 5.431,23 Km² kemudian terbentuk 27 kecamatan. Sebuah wilayah yang terletak di antara 9º19–10º57 Lintang Selatan dan 121º30–124º11 Bujur Timur. Sebuah wilayah paling selatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejumlah 21 pulau tidak berpenghuni, sementara 3 pulau telah berpenghuni. Ketiga pulau yang berpenghuni tersebut, yakni Pulau Timor yang memiliki luas 4.937.62 km², Pulau Semau (seluas 246.66 km²), dan Pulau Kera (seluas 1,5 km²). Sebuah wilayah yang beribukota di Oelamasi ini kemudian dikenal dengan Kabupaten Kupang. Kabupaten ini menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Oelamasi menjadi ibukota Kabupaten Kupang sejak 22 Oktober 2010 setelah sebelumnya berlokasi di Kota Kupang selama periode 1958-2010. (Epaphroditus Ph M dan Margianto)

https://victoriousnews.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-16-at-12.23.14-1024x768.jpeghttps://victoriousnews.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-16-at-12.23.14-150x150.jpegadminProfilNama lengkapnya adalah Drs. Ayub Titu Eki, MS., Ph.D. Ia adalah tokoh kelahiran Fatuoni (Kabupaten Kupang), 5 Desember 1956, memiliki karier beragam sebelum menjadi Bupati Kupang selama 2009 hingga 2019. Meniti pendidikan umum di Sekolah Dasar (SD) GMIT Oepula (1968), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Sekolah Menengah Pertama...Cinta Indonesia