Sorotan
 

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) kembali menyelenggarakan kuliah umum yang diadakan di kampus STT REM, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K, Kelapa Gading-Jakarta Utara. Kuliah umum STT REM keempat ini mengusung tema “Membangun Pemimpin Indonesia”–menghadirkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Mendes PDTT) RI, Eko Putro Sandjojo, BSEE, M.BA, sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Johan Tumanduk., SH.,M.M., M.Pd.K (Direktur Eksekutif Conrad Supit Center).  Selain dihadiri oleh mahasiswa/mahasiswi STT REM, alumni, dosen pengajar,tokoh Kristiani, juga tampak dihadiri oleh Prof. Dr. Abraham Conrad Supit (Ketua Yayasan Abraham Conrad Supit Center/ Gembala Senior GBI REM), Dr. Antonius Natan, M.Th ( Wakil Ketua I STT REM),  mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, LSM Papua dan utusan dari perusahaan swasta.

Ketika memberikan kuliah umum, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, BSEE, M.BA, pada awal pemaparannya, menyebut bahwa 60 persen generasi muda Indonesia masih hanya lulus SD dan SMP, karena itu beruntung bisa kuliah di STT REM apalagi berasal dari berbagia daerah. “Saya terharu tadi mendengar nyanyi adik-adik berasal dari daerah Indonesia, kalian sungguh beruntung bisa kuliah di kampus ini,” ujarnya membuka pengantar kuliah umum.

Mendes PDDT ini kemudian memaparkan tentang salah satu dari program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni membangun Indonesia dari desa dan daerah pinggiran, yang membuat Indonesia saat ini menduduki urutan 16 dunia perekonomian terbesar, berdasarkan produk domestik brutonya (PDB). “Berdasarkan data dari Business Insider, saat ini PDB kita lebih dari 1 Triliun US$ per-tahun. Diperkirakan pada Tahun 2030 Indonesia akan menempati urutan ke-9 dan di urutan ke-4 pada Tahun 2050 dengan PDB 7,2 Triliun US$,” tutur Menteri Eko Putro.

Untuk mewujudkan prediksi tersebut, kata Eko, dibutuhkan pemimpin baik yang punya attitude (sikap) baik dan melihat persoalan atau masalah sebagai sebuah tantangan, bahkan peluang bukan sebagai beban atau kendala yang pada akhirnya cenderung bersikap pesimis. “Kalau attitude atau dalam pikiran kita suatu persoalan itu rumit dan tidak mungkin dapat kita atasi ya pasti gagal. Tetapi jika melihatnya sebagai sebuah tantangan atau peluang dan pasti bisa diatasi, maka kita akan terus berupaya, belajar dan kerja keras hingga sukses,” tandasnya.

Menurut Menteri Eko, ada tiga hal yang harus diupayakan pemerintah bila ingin meningkatkan PDB-nya dan menjadi Negara dengan ekonomi terkuat dunia yakni dengan mengurangi kesenjangan ekonomi rakyat, mengurangi tingkat kemiskinan dan perkuat persatuan atau kebhinekaan NKRI. “Ada yang berusaha melemahkan Indonesia dengan cara memecah-belah masyarakat melalui isu SARA. Saat ini pembangunan dari desa dan daerah pinggiran atau tertinggal tengah berjalan dan sudah dirasakan pencapaiannya melalui berbagai pembangunan dan perbaikan infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat desa,”urai Eko.

Lanjut Eko, dari jumlah anggaran dan serapannya dana desa dari tahun 2015 hingga tahun 2017, telah mengalami peningkatan tajam, yang membuat Kementerian PDTT mencetak sejarah, sebagai satu-satunya Kementerian yang mendapat 2 rekor MURI, yakni; berhasil membangun infrastruktur terbanyak di desa-desa dalam kurun waktu tiga tahun. Kedua membuat kesepakatan kemitraan (MoU) yang melibatkan 102 kabupaten/kota dan 68 perusahaan untuk mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). “Tahun 2015 anggaran kita (Kemendes) 20,67 triliun, di tahun 2016 oleh Presiden Jokowi dinaikan 2 kali lipat menjadi 46,98 Triliun dan tahun 2017 jadi 60 triliun dengan penyerapan 97,65 persen yang membuat Kemendes menjadi Kementerian tersukses nomor 4 dari sebelumnya urutan 36,” kata Menteri Eko yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.  

Menurut Eko, upaya pemerintah membangun infrastruktur dan memperbaiki kualitas hidup desa berguna untuk membuka akses pasar dan kesempatan membuka keuntungan usaha. “Selesai dengan itu, Presiden Jokowi memberikan PR (Pekerjaan Rumah,-Red) kepada saya membangun perekonomian desa. Untuk itu, kita membuat cluster ekonomi dimana suatu desa fukos saja pada komoditi tertentu yang potensial untuk dikembangkan,” terang menteri Eko yang hobby naik sepeda.

Diceritakan ayah dari 3 anak ini, , Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten sebelumnya memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) 180 miliar, tahun 2017 dari hasil pertanian jagung saja mendapat penghasilan 1,5 triliun rupiah per-tahun. Akibat dari itu, warga di sana tidak lagi bekerja atau mencari kerja ke kota karena penghasilan mereka di desanya sudah lebih dari cukup. “Saya panggil Bupatinya, saya pertemukan dengan 9 Kementerian dan 13 perusahaan swasta yang potensial membantu finansial dan membeli hasil perkebunan jagung mereka. Dibangun jembatan dan jalan untuk mengangkut hasil perkebunan, diberikan bibit dan pinjaman lunak untuk modal sampai panen. Dari 100 ribu hektare lahan yang saya minta, saat ini baru 50 ribu hektare yang disediakan pemerintah daerah, tahun depan tidak ada lagi desa tertinggal di Pandeglang,” ungkapnya.

Terkait membangun kualitas hidup masyarakat desa, pemerintah melalui Kemendes PDDT telah membangun serapan dan drainase air di desa tertinggal dan terpencil, membuat BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), dan membangun karakter warga. Menurut Mendes, banyak Kepaala Desa (Kades) yang tamatan SD bahkan tidak sekolah, mereka jadi Kades karena dianggap sebagai tokoh masyarakat. “Itu masalah, tetapi kita didik dan arahkan, hasilnya bisa. Banyak pembangunan infrastruktur desa dikerjakan oleh warga dengan kesadaran ingin maju. Saat ini sudah 40 ribu desa tertinggal yang terangkat kehidupannya,” katanya.

                Eko menceritakan bagaimana dirinya sampai turun menemui pimpinan gereja di Sumba Timur, NTT agar masyarakat di sana menghilangkan kebiasan buruk mabuk-mabukan untuk membangun desanya dan pemerintah memfasilitasi. “Jadi percuma kita bangun infrastruktur, kita sediakan peluang usaha kalau masyarakatnya tidak punya kesadaran mau berubah. Sumba tadinya daerah tandus kini hijau, kita bangun jalan dan resapan dan penampungan air, kita kasih bibit untuk bertani, kita sediakan modal dan pembelinya. Itu tidak memakai APBN tetapi dana desa,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Eko, tahun 2015, ada 27 juta orang miskin di Indonesia yang 30 persennya mengalami gizi buruk (Stunting). kini tinggkat Stunting turun 27,5 persen tinggal 2,5 persen.  “Ini terbesar sepanjang sejarah Indonesia bahkan dunia. PR (Pekerjaan Rumah) berikutnya yang diberikan Presiden Jokowi kepada Kemendes,  adalah membangun perekonomian desa. Untuk itu kita tengah memetakan potensi desa, kita buat program Cluster ekonomi yakni fokus saja pada satu komoditi pertanian untuk dikembangkan guna menopang perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Dalam kata sambutannya, Pdt. Dr. Abraham  Conrad Supit selaku pendiri dan pimpinan Yayasan Conrad Supit Center mengucapkan terimakasih kepada Menteri Eko, STT REM dan semua peserta atas terselenggaranya Kuliah Umum ini. “Karena ada mendampingi kunjungan presiden ke Jawa Barat, mohon maaf maka Ketua STT REM Ariasa Supit tidak bisa turut serta dalam kuliah ini,” ujar Abraham Conrad Supit.

Pdt. Abraham Conrad Supit juga berharap kepada lulusan dan mahasiswa di STT REM mendapat manfaat menambah kualitas diri melalui kuliah umum, yang telah digelar sebanyak 4 kali itu (sejak awal Tahun 2018 STT REM rutin setiap bulannya menggelar kuliah umum,yakni: Bulan Januari menghadirkan . Guru Besar UI, Prof. Reinald Kasali; Bulan Februari menghadirkan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Ade Supandi., SE., MAP dan Bulan Maret menghadirkan Muhammad Hanif Dhakiri S.Ag., M.Si (Menteri Ketenagakerjaan). “Jadi bukan hanya ahli teologia saja. Lulusan STT REM juga memiliki wawasan dan pengetahuan lain, menambah wawasan dan kualitas diri sebagai bekal pengabdian nantinya di masyarakat,” tukas Pdt. Conrad Supit.

 Ketua STT REM, Dr. Ariasa H Supit, M.Si,  dalam pesan tertulisnya mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran Menteri Eko yang telah memberikan kuliah umum di STT REM. “Seluruh civitas akademika STT REM mengucapkan terima kasih kepada Menteri Desa, Pembangunan  Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Bapak Eko Putro Sandjojo  yang sudah memberikan kuliah umum di kampus STT REM Kelapa Gading, dan juga kepada bapak dan ibu yang sudah hadir kemarin. Tuhan Yesus memberkati  selalu,” tutur Dr. Ariasa dalam pesan whatsapp.   margianto

https://victoriousnews.com/wp-content/uploads/2018/04/kulumsttrem-8-1024x681.jpghttps://victoriousnews.com/wp-content/uploads/2018/04/kulumsttrem-8-150x150.jpgadminSorotanJAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) kembali menyelenggarakan kuliah umum yang diadakan di kampus STT REM, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K, Kelapa Gading-Jakarta Utara. Kuliah umum STT REM keempat ini mengusung tema “Membangun Pemimpin Indonesia”--menghadirkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (...