Ragam
 

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Peristiwa teror bom di 3 gereja di Surabaya dengan melibatkan anak-anak sebagai pelaku bom bunuh diri tentu mengundang keprihatinan dan mengejutkan berbagai kalangan. Menyikapi kondisi tersebut, mendorong Pengurus Pusat Departemen Pemuda & Anak Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (PP DPA BPH GBI) menggelar konferensi Pers dengan sejumlah awak media untuk menyampaikan sikap kepeduliannya sebagai sesama anak bangsa.

Dari Kanan-Kiri: Pdt. Goring Abast (Biro Dewasa Muda), Pdt. Andre Imam (Wakil Ketua I), Pdt. Selnop Padang (Biro Pemerintahan), Pdt. Yusuf Suranta Purba (Sekretaris Umum), Pdt. Tonny Tanuwijaya (Wakil Ketua II), Pdt. Andreas Tuhenay (Biro Networking), Pdt. Ricky Rido Sinaga (Wakil Ketua III), dan Pdt. Risdianto (Biro Litbang)

Pengurus Pengurus Pusat Departemen Pemuda dan Anak yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah: Pdt. Goring Abast (Biro Dewasa Muda), Pdt. Andre Imam (Wakil Ketua I), Pdt. Selnop Padang (Biro Pemerintahan), Pdt. Yusuf Suranta Purba (Sekretaris Umum), Pdt. Tonny Tanuwijaya (Wakil Ketua II), Pdt. Andreas Tuhenay (Biro Networking), Pdt. Ricky Rido Sinaga (Wakil Ketua III), dan Pdt. Risdianto (Biro Litbang). Sedangkan Ketua Umum PP DPA GBI, Pdt. Joel Manalu berhalangan hadir karena ada pelayanan di luar kota.

Pada kesempatan tersebut, Biro Litbang PP DPA GBI, Pdt. Risdianto mengajak agar semua pihak bisa menyampaikan pernyataan-pernyataannya yang mendatangkan kesejukan, menghindarkan ucapan-ucapan yang bernada kebencian (hate speech), menahan diri, berkata-kata dengan berpikir terlebih dahulu. “DPA GBI mendukung Pemerintah, sehingga Pemerintah tidak sendirian dalam menghadapi teror,” tutur Risdianto.

Pdt. Selnop Padang, menyampaikan, bahwa saat ini generasi muda harus waspada dalam menghadapi upaya-upaya adu domba oleh pihak tertentu. “DPA GBI terus memberikan kontribusi dalam membangun kebersamaan dan mendukung Pemerintah. DPA GBI juga telah bergerak mendoakan bangsa Indonesia melalui kubu-kubu doa,” tandas Selnop.

Sekretaris Umum PP DPA GBI, Pdt. Yusuf Suranta Purba,  mendesak agar DPR segera mensahkan RUU Anti-Terorisme dan menilai pelibatan anak-anak sebagai eksekutor peledakan bom menimbulkan ketidaksetujuan dan keprihatian yang mendalam. “Kami mendorong Pemerintah agar menekankan/ mengajarkan  tentang pendidikan kebangsaan, cinta NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada anak-anak sejak dini,” papar Yusuf Suranta.

Sementara itu, Pdt. Andre Imam, mengungkapkan sangat tidak setuju dengan aksi teror bom yang melibatkan anak-anak. Menurutnya, jika anak-anak dididik dengan benar bisa menjadi pemimpin yang mumpuni di kemudian hari.

Pengurus DPA GBI pose bersama dengan sejumlah wartawan Kristiani

Sedangkan Pdt. Andreas Tuhenay menyampaikan bahwa DPA yang telah berjejaring dengan lintas agama khususnya dengan organisasi-organisasi kepemudaan. Ia pun setuju agar RUU Anti-Terorisme segera disahkan DPR. Pandangan serupa dilengkapi oleh Pdt. Ricky Rido Sinaga dengan memberikan data, bahwa DPA telah memiliki 37 Pengurus Daerah DPA di seluruh Indonesia, 5 Pengurus DPA di luar negeri dan 5.765 KPA di seluruh Indonesia.

Berikut ini adalah 6 Poin pernyataan sikap PP DPA GBI selengkapnya yang dibacakan oleh Pdt. Yusuf Suranta Purba (Sekretaris Umum)

 Pengurus Pusat Departemen Pemuda dan Anak (PP DPA) Gereja Bethel Indonesia (GBI) dan sekaligus sebagai generasi muda bangsa Indonesia yang cinta akan Bangsa dan Negara, yang cinta akan perdamaian dan kedamaian sesama anak bangsa, dengan ini kami menyatakan sikap:

1.PP DPA GBI menyatakan bahwa teroris tidak ada hubungannya dengan Agama.

2.PP DPA GBI, mengecam  dan menentang aksi kekerasan dan aksi teror yang dilakukan oleh kelompok orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa  yang terjadi di Negeri ini khususnya yang terjadi kemarin di SURABAYA terhadap beberapa Rumah Ibadah (gereja) yang ada disana dan hari ini di Mapolrestabes SURABAYA.

3.PP DPA GBI, meminta pemerintah meningkatkan kinerja Kemenham, aparat keamanan TNI, POLRI, BNPT dan elemen terkait dalam penaggulangan aksi-aksi kekerasan dan Teroris di Indonesia. 4.PP DPA GBI  mendukung Pemerintah, TNI dan Polri untuk segera  mengusut dan memberantas dengan tuntas jaringan pelaku aksi teror  dan memberlakukan hukum yang seadil-adilnya demi terciptanya persatuan dan kesatuan dan rasa keadilan bagi tiap anak bangsa.

5.PP DPA GBI, menyatakan duka yang mendalam untuk semua  korban dari aksi teror yang terjadi pada beberapa gereja di Surabaya, Tuhan kiranya memberi kekuatan buat semua keluarga yang ditinggalkan. 6.PP DPA GBI, mengajak semua organisasi kepemudaan yang ada untuk menjaga  kerukunan umat beragama dan bersama-sama menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

Kiranya Tuhan yang maha Kuasa memampukan kita semua untuk tetap menjaga Kerukunan Hidup antar umat beragama dalam berbagai perbedaan yang ada agar tetap saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain dalam bingkai NKRI.

Demikian pernyataan sikap resmi kami mewakili semua generasi muda Gereja Bethel Indonesia yang ada diseluruh negeri tercinta Indonesia dari tingkat Provinsi, Kota dan Kabupaten. #KamiTidakTakut, #DPAadalahKITA, #GenerasiDahsyat Jakarta : 14 Mei 2018, Salam Generasi Dahsyat, Pdt. Joel Manalu,M.Th Ketua PP DPA GBI, Pdt. Yusuf Suranta Purba, Sekretaris Umum PP DPA GBI. margianto

https://victoriousnews.com/wp-content/uploads/2018/05/DPA-MEI-2018-1.jpghttps://victoriousnews.com/wp-content/uploads/2018/05/DPA-MEI-2018-1-150x150.jpgadminRagamJAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Peristiwa teror bom di 3 gereja di Surabaya dengan melibatkan anak-anak sebagai pelaku bom bunuh diri tentu mengundang keprihatinan dan mengejutkan berbagai kalangan. Menyikapi kondisi tersebut, mendorong Pengurus Pusat Departemen Pemuda & Anak Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (PP DPA BPH GBI) menggelar konferensi Pers dengan sejumlah...Cinta Indonesia