Ragam

Christmas Celebration Keluarga Besar GBI REM Kelapagading Usung Tema “Yesus Kristus Sumber Hikmat Kita”

Pengerja sekaligus panitia Natal pose bersama

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-“Yesus Kristus Sumber Hikmat Kita (1 Kor 1: 30a) dan Sub Tema: “Setia Beribadah”, demikian tema yang diusung oleh panitia dalam perayaan Natal keluarga besar Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emanuel Ministries (GBI REM) Kelapa Gading yang diselenggarakan pada hari Minggu, 16/12/2018 lalu. Ibadah merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus ini menghadirkan Ps. Yolanda Fergina sebagai pembicara disertai dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin langsung oleh Gembala Sidang GBI REM Ps. Abraham Conrad Supit.

Tampak hadir dalam deretan kursi paling depan adalah  Gembala Sidang GBI REM, Ps. Abraham Conrad Supit bersama Ibu Levina, Pembicara (Ps. Yolanda Fergina), Bapak Ali Darmawan bersama Ibu Lotje, Ps. Yogi Dewanto (Pembina GBI REM), Ps. Jaswin Damanik (Pembina GBI REM), Ps. Binsar Pangaribuan (YMGS GBI REM Kelapa Gading), Bapak Didi Darmawan (Ketua Panitia Natal), dan Ps Antonius Natan (Sekum PGLII DKI Jakarta/Waket I STT REM).

Acara yang dihadiri sekitar 350 jiwa lebih ini dimeriahkan oleh performance Choir STT REM, Choir gabungan Deborah Woman Fellowship Kelapagading dan Hotel Ciputra, Bung Jack Bullan (Sasando player) dan Santa Claus Show with Victorious Kids. “Puji Tuhan, tahun ini keluarga besar GBI REM Kelapa Gading boleh merayakan natal bersama-sama kembali. Tema natal tahun 2018 ini juga sama dengan tema natal yang diusung oleh Persekutuan Gereja gereja di Indonesia (PGI), yaitu: “Yesus Kristus Sumber Hikmat Kita” ( 1 Kor 1: 30 a)  dan Sub Tema “Setia Beribadah”  (Roma 10: 25). Bukanlah sebuah kebetulan jika panitia mengangkat tema tersebut. Sebab, hikmat merupakan keindahan dari kekudusan. Dalam kitab Yakobus 3: 17  berkata, bahwa hikmat itu masuk akal, fleksibel, penuh pengampunan, pendamai, penuh perhatian, suka mengunjungi, bersikap sopan, dan 
ramah. Hikmat itu rendah hati, terbuka, sederhana, lembut, dan murah hati.  Disinilah kami sebagai hamba Tuhan diajar kembali, agar senantiasa berhikmat, dan menghasilkan karya Allah di dalam diri kita melalui ketaatan kita dalam memuji serta menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran,” tutur Bapak Didi Darmawan ketika didaulat menyampaikan laporan panitia oleh MC Bapak Anton Jacobus.

                Lanjut Bapak Didi, atas nama panitia Natal GBI REM Kelapa Gading mengucapkan banyak terimakasih: Pertama, Kepada Bapak Gembala, Pembina, YMGS, Jemaat Tuhan (seluruh keluarga besar GBI REM Kelapagading) yang telah mendukung  penuh terselenggaranya acara ini. “Kedua,  kami juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan jemaat GBI REM Kelapa gading atas dukungan doa maupun dana yang telah diberikan, sehingga puncak acara Natal ini bisa terselenggara dengan baik.  Ketiga, dengan segala kerendahan hati, sebagai Ketua Panitia, saya juga mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras melayani, mulai dari rapat persiapan hingga puncak acara saat ini.  Biarlah apa jerih lelah yang telah Bapak/Ibu kerjakan semua dibalaskan oleh Tuhan Yesus lewat berkatNya yang luar biasa. Kami mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini,” ungkap Didi mengakhiri laporan panitia.

                Setelah dipuaskan dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh worship leader Bapak Jantje Kodongan bersama tim musik, tibalah saatnya jemaat yang hadir mendengarkan taburan firman yang disampaikan oleh Ps. Yolanda Fergina. Pada kesempatan tersebut, Ps. Yolanda mengajak jemaat untuk membuka firman Tuhan yang terambil dalam 1 Kor 1: 18-31 dengan perikop hikmat Allah dan hikmat manusia. “Saya tidak tahu pergumulan Bapak/Ibu dan saudara sekalian. Mungkin kita semua seringkali mendengar orang lain berbicara, sudahlah tidak usah pelayanan toh kamu pelayanan juga hidupmu biasa-biasa saja. Tinggalin saja pelayanan. Mungkin hidup kita up and down. Mungkin pergumulan hidup kita seperti roller coster. Tapi saya mau katakan, seperti pengalaman yang saya rasakan selama tahun 2018 ini, sekalipun kita hidup up and down dan pergumulan kita seperti roller coster, tetapi kita mempunyai Tuhan yang setia. Saya boleh melihat penyertaan dan pembelaan Tuhan dalam kehidupan saya. Dan hal ini pun pasti terjadi dalam kehidupan Bapak/Ibu dan saudara sekalian. Sekalipun dunia mengatakan itu adalah suatu kebodohan, tetapi bagi kita yang diberikan hikmat oleh Tuhan merupakan kekuatan. Karena apa yang dikatakan bodoh bagi dunia ini, itu adalah kekuatan bagi Tuhan. Ketika kita mengalami pergumulan yang berat, disitulah waktu yang tepat bagi kita untuk mencari hikmat Tuhan. Waktu yang tepat bagi kita untuk bertanya kepada Tuhan. ‘Tuhan lewat yang aku alami saat ini, Tuhan mau ajari aku apa?’ Karena seperti kitab Roma 8:28, sekarang aku tahu bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi aku yang mengasihi Dia,” tutur Ps Yolanda dalam kotbahnya yang bersemangat.

                Ps. Yolanda juga berpesan, melalui Natal kali ini biarlah melalui kesukaran maupun pergumulan yang kita hadapi tetaplah mengandalkan Tuhan dan tetap setia dalam beribadah. “Sekalipun kita mengalami kesulitan, kita harus belajar untuk setia, belajar taat dan berpegang teguh kepada iman pengharapan kita hanya kepada Tuhan Yesus saja. “Dulu, awal kami menikah, mami saya adalah pendoa, menubuatkan suami saya akan menjadi seorang gembala. Kemudian suami saya dengan nada sinis sambil tertawa, ‘Mak lu gak tahu gue siapa’. Saya pun sempat bilang ke mami dan papi saya, sudahlah tidak usah berharap banget punya mantu hamba Tuhan. Dalam kehidupan pernikahan kami, juga mengalami pergumulan seperti roller coster, ada begitu banyak masalah tetapi juga banyak sekali kejutan dan berkat-berkat Tuhan di dalam masalah tersebut. Waktu itu saya sempat hang up, dan saya berdoa kepada Tuhan, biarlah suami saya menjadi gembala atau tidak terserah Tuhan. Yang penting saat ini suami saya sudah sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Suatu ketika, ada hamba Tuhan yang doain suami saya. Dia pun menolak, karena pasti didoain untuk menjadi gembala. Malahan suami saya bilang, kalau mau doain saya, doain usaha dan bisnis saya berhasil, jangan doain menjadi hamba Tuhan apalagi gembala. Kata suami saya tidak mau cari duit di gereja. Kalau bisnis saya berhasil, saya mau nyumbang ke gereja, gitu kata suami saya. Rancangan kita bukan rancangan Tuhan, jalan kita bukan jalan Tuhan. Tetapi satu hal bahwa rancangan dan jalan Tuhan adalah yang terbaik. Akhirnya doa mami saya dijawab Tuhan. Beberapa waktu lalu, suami saya dipercayakan untuk menggembalakan sebuah gereja kecil. Semuanya Tuhan sudah rancangkan dengan baik. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Akhirnya, suami saya saat ini boleh merendahkan dirinya di bawah rencana dan kehendak Tuhan sepenuhnya,” urai Ps. Yolanda.

                Usai firman Tuhan disusul dengan penyalaan lilin natal dengan iringan musik sasando dan lagu ‘O Holy Night’. Dilanjutkan dengan perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Gembala Sidang Ps Abraham C Supit. Di penghujung acara jemaat juga banyak sekali yang mendapat doorprize menarik yang disiapkan panitia, diantaranya adalah: TV, Kompor gas, peralatan masak, dll, dan dilanjutkan ramah tamah serta santap malam bersama beragam menu hidangan di lantai dasar yang disiapkan oleh panitia. Selamat Natal 2018 & Menyongsong Tahun Baru 2019. margianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *