Acara Seru Perkumpulan Alumni SMAN 19 Jakarta Dihadiri Generasi Oldest

Acara Seru Perkumpulan Alumni SMAN 19 Jakarta Dihadiri Generasi Oldest

JAKARTA — Renovasi Gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 19 Jakarta telah selesai. Perkumpulan Alumni SMAN 19 (PAS19) beramai-ramai berkumpul di sekolah tersebut untuk melihat gedung baru tersebut dan sekaligus bernostalgia bersama kawan-kawan satu angkatan mengenang masa-masa SMA jaman dulu (jadul). Acara yang diberi judul: “Create The New Frames of 19” tersebut berlangsung pada Minggu (20/1/2019). Read More

21 Tokoh Kristiani 2018 Memperoleh Penghargaan Dari Narwastu

Pemimpin Umum/Pemred Narwastu, Jonro Munthe.,S. Sos

Jakarta, Victoriousnews.com,-Majalah Kristiani Narwastu, pada Jumat malam, 11 Januari 2019 lalu, telah mengadakan ibadah Natal & Tahun Baru 2019 bersama para tokoh Kristiani, mitra dan para pembacanya yang berasal dari berbagai denominasi gereja dengan baik dan lancar. Acara yang diadakan di Graha Bethel Lantai 3, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, ini mengundang Pembina Narwastu, Pdt. Dr. Nus Reimas sebagai pemberita firman Tuhan, dan doa syafaat oleh Penasihat, Pdt. DR. Anna Nenoharan.

       Acara kali ini, diisi pula dengan memberi penghargaan kepada “21 Tokoh Kristiani 2018 Pilihan Narwastu.” Para tokoh pilihan ini dinilai adalah figur yang mampu menginspirasi, memotivasi, peduli pada persoalan masyarakat dan bangsa, serta Pancasilais. Selain itu, di acara ini ada pula doa dipanjatkan bagi para caleg Kristiani dari berbagai partai politik (parpol) agar selalu disertai Tuhan bertarung di Pemilu 2019.

      Dalam sambutannya, dan juga saat diwawancarai pers, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Narwastu, Jonro  I. Munthe, S.Sos, yang juga penerima award sebagai “Jurnalis Muda Motivator 2009 dari Majelis Pers Indonesia (MPI)” menyampaikan lima poin pesan dan seruan awal tahun 2019 ini. Pertama, kita patut bersyukur karena Firman Tuhan yang disampaikan hambaNya Pdt. Nus Reimas terasa meneguhkan iman kita. “Kita diajak agar selalu mengandalkan Tuhan di dalam menjalani Tahun Baru 2019 ini, dan supaya selalu menyembah Tuhan. Dan kita jangan menyembah kekuasaan duniawi atau harta,” ujar lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta ini kepada pers.

      Kedua, selamat kepada 21 tokoh Kristiani 2018. “Mereka adalah figur-figur berpengaruh, mampu menginspirasi, mampu memotivasi, peduli pada persoalan gereja dan masyarakat, serta Pancasilais. Bangsa ini membutuhkan figur-figur yang mampu memberi teladan. Dan kiranya tokoh-tokoh Kristiani ini mampu berbuat yang bermanfaat di tengah gereja dan masyarakat,” cetus pria yang sering diundang sebagai pembicara dan moderator untuk seminar dan diskusi seputar gereja, sosial, politik dan kemasyarakatan itu.

    Ketiga, sebagai media Kristiani tak akan berhenti menggaungkan kepada publik atau masyarakat agar bangsa ini anti terhadap hoax (berita bohong). “Jadi Bapak/Ibu, mari kita waspadai setiap berita atau informasi yang kita terima lewat media sosial (Medsos). Jangan gampang men-share berita hoax ke group WA, karena kalau informasi atau berita itu palsu, maka dampaknya tidak baik. Hoax kini cenderung mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Dan ujaran kebencian saat ini pun banyak bermunculan dari berita hoax. Mari Bapak/Ibu kita cerdas memanfaatkan medsos. Jangan sampai kita terjerat hukum karena keliru memanfaatkan medsos,” cetus Jonro.

    Keempat, kepada para calon legislatif (calon legislatif) Kristiani dari berbagai partai politik, berjuanglah untuk kebaikan bangsa, masyarakat dan negara ini. “Kalau Bapak/Ibu caleg ini nanti sudah berhasil, tolong diingat aspirasi rakyat. Dan mesti siap mendengar curahan hati rakyat, dan jangan mengecewakan rakyat. Sehingga bukalah komunikasi yang baik, termasuk responsif jika dihubungi rakyat lewat handphonenya. Kita mendukung perjuangan Bapak/Ibu, kiranya disertai Tuhan. Mari juga kita dukung Pemilu dan Pilpres 2019 agar berjalan sukses, serta kita doakan agar Indonesia selalu dilindungi Tuhan serta nyaman dan damai,” ujar Jonro I. Munthe.

       Kelima, Majalah Narwastu mengucapkan terima kasih kepada para Penasihat/Pembina, pembaca, nara sumber, insan pers dan para mitra yang selama ini punya peran signifikan dalam mendukung perjalanan Majalah yang kita cintai ini. “Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai dan memberkati kita dalam memasuki Tahun Baru 2019 ini,” ujar Jonro I. Munthe, yang juga salah satu pendiri Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) dan alumni Lembaga Pendidikan Doktor Soetomo (LPDS) ini. GT

Pdt. Dr. Bernalto., Ph.D: Praktek Hedonis adalah Dogma Iblis Yang Kini Menjadi Gaya Hidup Anak Muda

Pdt. Bernalto bersama dengan lansia

Jakarta, Victoriousnews.com,-Pendeta Dr. Bernalto Ph.D adalah salah satu hamba Tuhan yang langka di dunia. Betapa tidak, meski dirinya masuk dalam jajaran orang kaya, tetapi kasih dan hati hambanya sangat melekat dalam pribadinya. Setelah bertobat sungguh-sungguh, Bernalto mendedikasikan dirinya melayani Tuhan Yesus dan mempraktekkan firman Tuhan-yakni melayani orang termarjinal, orang yang dipenjara, orang miskin, pemulung, dan lansia yang membutukan uluran tangan. Kenapa terbeban melayani orang tak mampu? “Saya rindu Injil diberitakan kepada setiap orang. Saya punya beban untuk melayani mereka, karena banyak gereja dan pendeta sibuk hanya melayani mereka yang mampu.Setiap hari saya mengeluarkan uang pribadi dan memberikan kepada mereka. Karena saya melihat zaman sekarang gereja sibuk dengan programnya sendiri. Gereja sibuk dengan uang, tanpa memikirkan, nasib orang lain. Padahal ada begitu banyak orang yang butuh pertolongan kita,” tutur Pendeta Bernalto.

Pdt. Bernalto melayani kaum termarjinal

Hamba Tuhan yang terkenal dengan julukan “pendeta moralis” ini senantiasa belajar hidup dalam kekudusan. Bahkan ketika ada artis yang mencoba untuk menjebaknya, ia pun tak bergeming dan tidak mau jatuh gara-gara seks sesaat. “Suatu ketika ada seorang artis yang ingin mencobai saya, dan tidur tanpa busana di depan saya. Mungkin bagi lelaki lain, ‘kucing dikasih ikan asin’ pasti dimakan. Kalau saya tidak. Saya malah ambil selimut dan saya tutupi tubuhnya dengan kasih, dan saya tetap baca alkitab dan mendoakan dia. Mulai saat itulah, dia malah berbalik dan sangat menghormati saya,” papar Pendeta Bernalto yang mengaku sangat mencintai istrinya dan sangat menghormati setiap wanita.
Dalam beragam hal, Pendeta Bernalto juga kerap berkata kritis dan tanpa tedeng aling-aling. Sebagai salah satu pembicara di sebuah seminar skala nasional soal pendidikan di Indonesia, Ia minta ke pemerintah untuk mengevaluasi agar sekolah subsidi ini untuk siswa miskin dan bukan siswa pintar. “Era Digital disolusi untuk jadi pengusaha UKM,sementara sekolah hingga detik ini mempersiapkan siswa jadi pegawai dan bukan pengusaha.Itu sebab kenapa saat ini masif anak anak muda berbondong mau jadi anggota DPR karena renumerasi besar plus fasilitas plus status sosial plus pensiun seumur hidup.Juga rame rame jadi team sukses karena janji posisi jadi PNS. Mereka menghalalkan cara untuk itu. Memindahkan seseorang dari mental karyawan ke mental pengusaha siapa yang mempersiapkan???Karyawan itu aman tiap bulan pasti gajian,apalagi PNS.Tetapi pengusaha itu bukan saja bisa akhir bulan uang masuk tidak ada sama sekali, tetapi bisa bangkrut.Saya mohon agar para Pendeta kaya dan Gereja kaya dan orang Kristen kaya jangan hanya membuat sekolah mahal untuk cari uang tetapi sekolah subsidi buat jemaat yang miskin,” ungkapnya penuh harap.

Bahkan dalam sebuah kesempatan berkotbah di ibadah pemuda, Bernalto menyampaikan bahwa praktek HEDONIS adalah DOGMA IBLIS yang merusak pemuda sehingga konten “gold digger pranks” melecehkan wanita cantik yang dipancing dengan materi ini banyak diminati netizen dan yang membuat seorang Ria Ricis berhasil membeli mini cooper dari hasil keuntungannya menjadi YouTuber sekaligus Selebgram. “Gaya hidup HEDONIS anak muda lihat saja postingan mereka di medsos.Gaya hidup HEDONIS kini menjadi cita cita dan impian anak muda.Saya katakan pada anak muda jika detik ini saya jumpai wanita my first love (istri saya) rambutnya botak kena kemo plus wajahnya rusak kena kanker kulit plus kedua payudara diangkat kena kanker payudara plus rahim diangkat kena kanker rahim plus jatuh miskin jadi pemulung lusuh dan bau tinggal di emperan stasiun kereta maka saya akan ciu wanita my first love dengan setulus cinta saya dan saya ikutan tidur diemperan dan ikutan jadi pemulung dan menikahi beliau dengan sepenuh hati saya apapun keberadaan beliau sata tetap sayang pada beliau,”. Tiba tiba seorang gadis buta berdiri dan berteriak “Pa Pendeta,bolehkan saya memeluk Pa Pendeta dan difoto serta dibuat videonya” Saya menangis ,bagaimana gadis buta itu bisa melihat fotonya dan video yang mau dipostingnya???Saya turun dari mimbar menghampiri gadis itu dan menuntun beliau ke mimbar dan mempersilahkan beliau memeluk saya dan minta tolong majelis memfoto dan memvideokannya.Saya bolak balik ketemu Presiden tidak mau difoto.Pendeta posting foto makan di resto mahal kok boleh???Sementara saya makan nasi bungkus di jalanan bersama lansia pemulung miskin kok disebut ‘sombong rohani’???Iblis mau kita pamerkan HEDONIS Iblis tetapi jangan pamerkan KASIH KRISTUS, pungkas Pdt. Bernalto. GT

Kuliah Umum Kepemimpinan (KUK) ke-15 STT REM: MEMIMPIN TENTARA LANGIT

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,- Kesederhanaan, panutan seorang pemimpin, dan jati diri sebagai seorang manusia. Kesimpulan ini mengemuka ketika Johan Tumanduk., SH., MM., MMin M.PdK (Direktur Eksekutif Conrad Supit Center) yang memoderatori Kuliah Umum Kepemimpinan (KUK) ke-15 Sekolah Tinggi Teologia Rahmat Emmanuel (STT-REM) pada Kamis siang pukul 09.00-11.45 WIB, 10 Januari 2019 di Ruang Kampus STT REM, Jalan Pelepah Kuning III Blok WE 2 Nomor 4 G-K (Kelapa Gading, Jakarta Utara). Marsekal TNI Yuyu Sutisna., SE., MM (Kepala Staf Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia Republik Indonesia (KSAU TNI RI) yang didapuk sebagai pembicara membawakan tema “Memimpin Tentara Langit” memang menampilkan kesederhanaan setidaknya sebuah bolpoin yang dipakainya saat memberikan materi. Panutan sebagai pemimpin terlihat ketegasaannya dalam berkata. Jati diri sebagai seorang manusia diutarakan ketika merefleksikan seorang penerbang yang menerbangkan pesawat hingga ketinggian 55.000 kaki.

“Suatu waktu, sebuah pesawat dibongkar hingga tak berbentuk pesawat. Saat itu, saya sempat berpikir, mungkinkah itu nanti bisa terbang? Namun, karena teknisi memang menguasai bidangnya, ternyata seluruh onderdil pesawat dapat terangkai dan benar-benar menjadi pesawat. Ketika selesai dan akan diterbangkan, sebagai senior saya ditunjuk untuk menguji sejauh mana kemampuan terbang pesawat tersebut. Ketika berada di ketinggian 55.000 kaki, pandangan saya arahkan ke bumi dan terlihat sebagai peta di atas kanvas atau kertas. Saya dapat melihat bumi itu bulat dan kecil sekali. Pengalaman ini sangat menyadarkan kepada diri saya, betapa kecilnya saya ketika dibandingkan dengan kemahakuasaan Tuhan semesta alam. Saya harus mawas diri. Tidak boleh sombong. Karena kita tidak apa-apa dibandingkan Tuhan,” jelas Marsekal TNI Yuyu Sutisna sebelum mengakhiri materi kuliah umum di sekolah religi Kristiani di bawah naungan GBI Rahmat Emanuel ini.

Pada kesempatan ini, pimpinan TNI Angkatan Udara ini menjelaskan berbagai aspek terkait tugas dan wewenang TNI AU di wilayah udara Republik Indonesia. Bagaimana menjaga kedaulatan negara agar tetap utuh selamanya, termasuk beberapa hambatan ketika suatu kegiatan penerbangan memerlukan ijin dari negara tetangga. “Sejak awal kemerdekaan, pengaturan lalu lintas udara Flight Information Region (FIR) di wilayah Natuna (Kepulauan Riau) dikontrol oleh Singapura. Sampai saat ini, kami masih berupaya agar FIR wilayah Kepri yang masih dikuasai tersebut, yakni ruang udara Batam, Tanjungpinang, Karimun hingga Natuna bisa diambil alih pada 2019,” jelasnya.

KSAU menambahkan, daerah-daerah di wilayah Kepri tersebut masuk dalam ruang udara Blok ABC. Dampak dari penguasaan FIR tersebut, kata KSAU, aktivitas penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam maupun bandara yang masuk dalam Blok ABC harus menunggu pemberitahuan (izin) take-off clearance selain dari ATC Batam juga dari ATC Singapura. Untuk menunjang pengambilalihan FIR tersebut, TNI AU membangun sistem keamanan di Batam. Menurut Yuyu, ia tidak sekadar mengambil alih kendali wilayah (ruang udara Batam, Tanjungpinang dan Karimun hingga Natuna) tersebut, tetapi juga harus mampu menjamin keamanannya. Salah satunya menempatkan pesawat TNI AU dan membangun pangkalan untuk memantau situasi keamanan di ruang udara tersebut. Saat ini, pengambilalihan FIR sedang berproses yang diketuai oleh Menko Kemaritiman. Sesuai amanat UU Penerbangan No 1 Tahun 2009, FIR harus diambil alih dari Singapura pada tahun 2024.

Namun, Presiden memerintahkan agar pengambilalihan dipercepat yakni pada tahun 2019. Hal ini sesuai perintah Presiden RI melalui Instruksi Presiden pada 18 September 2015. “Semua tim sudah bergerak. Harapan kami agar pengambilalihan ini sesuai dengan rencana termasuk sebagian wilayah Pekanbaru dari tangan Singapura,” katanya.TNI AU akan membangun pangkalan kecil di Bandara Hang Nadim Batam. Tepatnya di sekitar ujung landasan Bandara Hang Nadim Batam.Rencananya, TNI AU akan menempatkan satu flight, yakni empat pesawat tempur di pangkalan tersebut. Adapun jenis pesawatnya, bisa saja Sukhoi, F16, T50, atau Hawk. Selain pesawat, TNI AU juga akan menempatkan satu komandan pangkalan untuk mengkoordinir kendali penerbangan di wilayah tersebut.Singapura mulai menguasai ruang udara di sejumlah wilayah di Kepri sejak tahun 1946. Saat itu Singapura berada di bawah jajahan Inggris.Sehingga, Singapura memiliki peralatan navigasi yang memadai untuk mengatur lalu lintas pesawat di Singapura, termasuk di Kepri. Saat ini Indonesia memiliki 2 FIR yakni FIR Jakarta dan FIR Ujungpandang.

Guyuran rintik hujan wilayah Jakarta sedari diri hari pun tidak menyurutkan Marsekal TNI Yuyu Sutisna untuk memberikan materi kuliah umumnya. Dipandu layar screen, penjelasannya semakin mudah dicermati oleh para mahasiswa-mahasiswi beserta berbagai kalangan termasuk pengusaha, pendidik, aktivis, dan wartawan. KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengajak seluruh audience khususnya mahasiswa STT REM Jakarta menjadi generasi yang selalu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif dan mampu menjawab berbagai tantangan bangsa. “Jadilah generasi yang selalu mengisi kemerdekaan dengan hal positif, mampu menjawab berbagai tantangan dan berwawasan dirgantara. Fokus pada kegiatan akademis serta jauhi narkoba dan pergaulan bebas. Pembangunan kekuatan TNI AU tidak hanya membangun alat utama sistem senjata (alutsista), namun juga mengintegrasikan alutsista dalam konsep Network Centric Warfare,” tandasnya.

KSAU juga menyampaikan karakter kepemimpinan TNI AU yaitu Tri Sakti Viratama yang meliputi aspek tanggap, tanggon, dan trengginas, yang bermakna prajurit yang memiliki kecerdasan, kepribadian yang baik serta fisik yang prima. Kehadirannya didampingi Kadispenau Marsma TNI Ir Novyan Samyoga dan Kadiskumau Marsma TNI Syahrudin Damanik SH MM juga menjelaskan peran TNI AU sebagai alat pertahanan negara di udara dan penegakan hukum serta menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

“Kita patut bersyukur memiliki negara Indonesia seluas 5.455.675 kilo meter persegi. Luas wilayah udara juga sebesar luas wilayah Indonesia yang terdiri daratan dan perairan atau lautan. Tidak mudah menjaga kedaulatan dan pertahanan udara, sehingga diperlukan kepemimpinan yang kuat serta memberikan keteladanan kepada generasi penerus bangsa,” demikian rilis disebar admin ‘Kuliah Umum dan Seminar’ media sosial WhatsApp.

Selain Ps. Abraham Conrad Supit (Pendiri Yayasan Conrad Supit Center) beserta istri dan Dr. Ariasa H Supit.,M.Si (Ketua STT REM), kuliah umum ini dihadiri sejumlah dosen. Dari kalangan luar tampak Capt Rusly Ibrahim ME juga berbaur dengan mereka.  “Terima kasih kepada Bapak KSAU yang sudah bersedia memberikan materi kuliah umum. Kehadirannya saat Jakarta diguyur hujan menunjukkan desikasi yang sesungguhnya sebagai pemimpin yang perlu diteladani,” ucap Ariasa Supit dalam sambutannya.

Ini merupakan kuliah umum pertama di tahun 2019 dan ke-15 setelah Dr. Agus Gumiwang Kartasamita M.Si (Menteri Sosial) pada Kamis siang pukul 10.00-12.00 WIB, 6 Desember 2018 bertema “Kesejahteraan Sosial Rakyat”, Dr H Imam Nahrawi SAg MKP (Menteri Pemuda dan OLahraga) pada Rabu siang pukul 10.30-12.30 WIB, 14 November 2018 bertema “Raih Prestasi Kita”, Prof Dr dr Nila Djuwita Moeloek SpM (Menteri Kesehatan) pada Selasa malam pukul 18.30-20.30 WIB, 30 Oktober 2018 bertema “Rakyat Sehat Negara Kuat”, Laksamana Madya TNI Arie Soedewo SE MH (Kepala Badan Keamanan Laut) pada Kamis malam pukul 19.00-21.00 WIB, 18 Oktober 2018 bertema “Memimpin Dunia Maritim”. Prof. Dr. Muhadjir Effendy., MAP (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) pada Kamis, 27 September 2018 bertema “Masa Depan Pendidikan yang Relevan”, H Bambang Susatyo SE MBA (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat/DPR) pada Jumat, 4 Mei 2018 bertema “Wajah Baru Wakil Rakyat”, Eko Putra Sandjojo BSEE MBA (Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi) pada Jumat malam, 6 April 2018 bertema “Percepat Pembangunan Desa”, Muhammad Hanif Dhakiri SAg MSi (Menteri Ketenagakerjaan) pada Jumat, 9 Maret 2018 bertema “Dunia Kerja Zaman Now”, Laksamana TNI Ade Supandi SE MAP (Kepala Staf Angkatan Laut/KSAL periode 31 Desember 2014–23 Mei 2018 ) pada Jumat, 2 Februari 2018 bertema “Millenials Leadership” (Kepemimpinan dalam Generasi Milenial), dan Prof Rhenald Kasali PhD (Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, penulis, pendiri Rumah Perubahan) yang bertema “Disruption—Menghadapi Lawan-Lawan Yang Tak Kelihatan” pada tanggal 8 Januari 2018.

Marsekal TNI Yuyu Sutisna SE MM (lahir di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, 10 Juni 1962) adalah perwira tinggi TNI AU yang kini menjabat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Sebelumnya, ia menjabat Wakil KSAU, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I (berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1074/Xll/2015 tanggal 18 Desember 2015) dan Panglima Kohanudnas. Ia dilantik menjadi Letnan Dua dari Akademi TNI Angkatan Udara (AAU) pada tahun 1986. Kariernya sebagai Penerbang Tempur F-5 Tiger hingga puncak jabatan sebagai Komandan Skadron Udara 14, diraih di Lanud Iswahyudi. Pada tahun 2001, Yuyu meraih Badge 2000 jam terbang dengan pesawat F-5 Tiger II.

Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/207/IIl/2014 tanggal 21 Maret 2014 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, ia dimutasi dari jabatan Danlanud Iswahyudi menjadi Kas Koopsau I, Wakil Asisten Operasi Kasau, Staf Khussus Kasau, dan menjadi Pangkoopsau I.Time line jabatan; Perwira Penerbang Skadron Udara 14 Wing 3 Lanud Iswahjudi, Instruktur Penerbang Lanud Adi Sutjipto,Danflyght Ops “A” Skadud 14 Lanud Iswahjudi,Komandan Skadron Udara 14 Wing 3 Lanud Iswahjudi (2001–2003),Pabandya Ops Kas Kohanudnas,Atase Pertahanan RI di Washington DC (Amerika Serikat), Asops Kaskohanudnas (2010),Pangkosekhanudnas III Medan (2012), Danlanud Iswahyudi (2012–2014), Kas Koopsau II (2014), Waasops Kasau (2014–2015), Staf Khussus KSAU (2015–2016), Pangkoopsau I (2016–2017), Pangkohanudnas (2017), Wakasau (2017–sekarang), dan KSAU (2018–sekarang). (EpM)

Ibadah GMB Bulan Januari 2019: BPD Batam Terima Bantuan Mobil Gran Max Ke 30

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,- Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM) secara rutin menggelar ibadah ucapan syukur bertema “Giving My Best” (GMB)—digillir  masing-masing cabang) setiap bulan sekali. Pada hari Minggu, (13/1/2019) giliran GBI REM Cabang Bogor, Gedung Bakery Tan Ek Tjoan Jl. Siliwangi No 176, Bogor yang menjadi tuan rumah. Dalam ibadah ini giliran BPD GBI Batam yang menerima bantuan kendaraan operasional Mobil Gran Max ke 30 dari total 72 mobil—dan secara simbolis diserahkan oleh Pembina GBI REM, Ps. Hadi Setiawan kepada Ketua BPD Batam Pdt. Rinetje.

Pembina GBI REM (Ps. Hadi Setiawan) Menyerahkan Simbolis Kunci Mobil Gran Max Kepada BPD Batam, Pdt. Rinetje

Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Abraham Conrad Supit dalam kotbahnya, menekankan bahwa, ketika Tuhan memberkati kita luar biasa, maka kita pun harus berani memberikan  persembahan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan, baik itu memberi persembahan sulung, ucapan syukur, maupun persembahan persepuluhan.  Bawa dalam doa setiap berkat yang Tuhan berikan, ” ujar Pdt. Conrad. Di penghujung kotbahnya, Pdt. Conrad, mengingatkan kembali bahwa saat ini gereja dan orang percaya harus memiliki tugas mulia untuk melaksanakan Amanat Agung, sesuai dengan Matius 28:18-19. “Tujuan kami memberikan bantuan, baik dalam bentuk uang maupun kendaraan adalah agar Injil diberitakan dan banyak jiwa dimenangkan untuk kemuliaan nama Tuhan.  Kita harus menyampaikan kabar Injil ini kepada siapapun, baik keluarga, teman maupun orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, GBI REM tetap konsisten untuk memberikan bantuan, baik secara internal maupun eksternal. Majelis Pertimbangan BPH GBI menerima dana bantuan sebesar Rp, 10 juta setiap bulan  dari total bantuan Rp. 200 juta yang diwakili oleh Ibu Ana Yosiana. Bantuan lain yang diberikan GBI REM yaitu untuk  Panitia Sidang Sinode GBI dengan total bantuan sebesar 500 juta yang diberikan 50 juta setiap bulan.

Juga memberikan bantuan operasional pelayanan Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) sebesar Rp. 10 Juta (ke 10) dari total bantuan Rp. 100 Juta; operasional pelayanan BPD DKI Jakarta sebesar Rp. 10 Juta (ke 10) dari total bantuan Rp.200 Juta; Operasional pelayanan Oma Betty sebesar Rp 3 juta (ke 32) dari total bantuan Rp.100 juta; Bantuan 1 tangan palsu  (kepada Bapak Anton); dan masih banyak lagi bantuan pelayanan kepada internal GBI REM.

Usai firman Tuhan dan memberikan persembahan ke depan mimbar, disusul dengan penampilan persembahan pujian angklung dan kolintang yang dibawakan  oleh anak-anak Yayasan Pondok Taruna di bawah asuhan Ibu Ana. Sebelum doa berkat, Pdt. Abraham Conrad Supit  memimpin prosesi ibadah perjamuan kudus.  Margianto