Pernikahan Harus Dibangun Atas Dasar Kasih Agape

Pernikahan Harus Dibangun Atas Dasar Kasih Agape

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Pernikahan itu idenya Allah. Oleh karenanya pernikahan semestinya dibangun atas dasar kasih Agape.Itulah syarat untuk dipersatukan Tuhan. Demikian dikatakan oleh seorang hamba Tuhan, Pdt. Dr. Bernalto.,Ph.D kepada Victoriousnews.com. “Tetapi jika suami posesif dan langgar privacy istri serta membunuh rasa percaya diri istri, membunuh karakter istri, membunuh pertumbuhan rohani istri, maka ini bukti bahwa dasar pernikahannya bukan berlandaskan kasih Agape alias pernikahan ini bukan dipersatukan Tuhan. Karena ciri pernikahan yang dipersatukan Tuhan itu, suami-istri dan anak lahir baru dan bukan menjadi penyembah berhala duniawi.Duniawi itu dosa (Roma 12:1-2),” tutur Bernalto.
Ironisnya, lanjut Bernalto, manusia kerap terjebak rayuan iblis sehingga pernikahan jadi transaksi kepentingan. Ibarat barang dagangan yang gampang dibeli.Tubuh dan Jiwa juga dibeli sama setan. “Sehingga rohnya terbelenggu dan Iblis plintir ayat. Jangan bercerai dari suami penyembah dunia dan tunduk pada suami penyembah dunia. Dan sekeluarga jadi penyembah dunia. Saat saya tertidur di mobil mewah atau di rumah mewah, disamping artis muda cantik sexy wangi terkenal kaya,saya tidak merasakan apapun saat saya tertidur pulas. Duniawi itu Dosa,” paparnya.
Bagi Pdt. Bernalto melakukan hubungan seksual suami istri dengan kasih Agape itu beda rasanya dengan melakukan hubungan seksual suami istri dengan nafsu birahi. “Secara sadar maupun karena pengaruh alkohol, organ seksual dirangsang baik oleh sendiri atau oleh sejenis atau diperkosa itu reaksinya sama dan sama sama bisa hamil dan punya anak.Punya anak bukan tanda kasih Agape. Tetapi itu karena proses biologis mamalia dan manusia,” pungkas Pdt. Bernalto. GT

Manajemen HMT Mohon Maaf Atas Penundaan Keberangkatan Tour Ke Israel

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Manajemen PT. Hidup Makmur Terencana (HMT Tour and Travel) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para peserta peziarah rohani asal Indonesia lantaran tertunda masuk ke negara Israel, yang semestinya berangkat tanggal 22 Februari 2019. Penundaan keberangkatan tersebut disebabkan oleh ketidaksesuaian paket tur yang awalnya disepakati antara agen di Israel dengan HMT Tour and Travel.
Demikian yang tertulis dalam Pers rilis yang diterima victoriousnews, Sabtu (23/2/2019).

Ronny Tambayong, Manajemen & Direksi HMT Tour and Travel

Menurut pimpinan HMT, Ronny Tambayong, penundaan tersebut juga sangat berdampak terhadap operasional HMT. “Kami mohon kepada member (anggota) HMT agar memberikan waktu kepada kami untuk menyelesaikan kendala-kendala yang terjadi di negara Israel dan pihak manajemen HMT akan bertanggungjawab untuk menjadwalkan keberangkatan 6 bulan ke depan” tulis rilis yang ditandatangani kuasa hukum dari PT HMT Tour and Travel ini.
Disampaikan pula, bagi anggota yang telah mendaftar dan memutuskan untuk tidak berangkat lantaran adanya penundaan ini, pihak HMT akan memproses pengembalian dana (refund). “Silahkan bagi member yang mau refund untuk menghubungi manajemen HMT,” ujar Ronny seperti tertulis dalam Pers rilis. GT

Lima Masalah dan Tantangan Generasi Muda

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Rapat Kerja BSK [Bapa Sepanjang Kehidupan] yang dipimpin Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro SpKJ, Ketua Pembinaan Keluarga BPH GBI, Ketua Pokja Keluarga GBI dan founder [pendiri] BSK digelar di Jakarta-Utara [Jumat, 15/2].
Hadir masing-masing Ketua BSK [Pdt. Hengky So, MTh], Deputi Litbang BSK [Pdm. Antonius Sitompul, Mth, SH], Departemen Networking BSK [Pdt. Togi Simanjuntak, MA]. Selanjutnya para Katalis BSK terdiri dari Pdt. Roni Taufik [Kalimantan], Pdt.Roditus Mangunsaputro [Banten dan Jakarta], Pdt. Yosep Antonius [Jawa-Barat].
Pembahasan agenda rapat antara lain pengarahan dan pembinaan oleh Pdt. Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro SpKJ. Pengarahan dan laporan kerja tahunan oleh Ketua BSK, pelaporan keuangan, laporan Unlimited Godly Generation [Pdm.Antonius Sitompul, MTh], pembahasan strategi dan rencana kerja BSK [Pdt. Togi Simanjuntak, MA].


Usai sesi Raker, Pdt. Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro SpKJ mengatakan kepada para awak media bahwa BSK telah memberikan pelatihan kepada sekitar 90 % BPD-BPD GBI se-Indonesia dan BPLN GBI di luar negeri [Asia dan Australia]. Tidak hanya internal GBI saja, tetapi BSK telah memberikan pelatihan bagi lintas Sinode seperti gereja-gereja non-GBI di luar pulau Jawa, walau tidak dalam skala massif [besar].
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa membangun sebuah kehidupan [keluarga] akan dimulai dari Bapa, kemudian dilanjutkan dengan membangun generasi berikutnya yang berkualitas.
Lima masalah dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda secara universal menurutnya, terdiri dari masing-masing : 1. Keluarga yang mengalami keretakan [Broken Home].2. Pencarian jati diri. 3. Pergaulan yang buruk. 4. Merosotnya nilai luhur dan moral akibat perubahan nilai kehidupan [lingkungan / media]. 5. Tidak memiliki tujuan hidup [visi].
“Baby boomers generation gagal menjadi teladan buat next generation,” ujarnya. Seharusnya, tambahnya seorang laki-laki harus menjadi seorang Bapa sepanjang kehidupan untuk masyarakat, kota dan bangsa. Visi BSK ialah menjadikan laki-laki untuk menjadi Bapa Sepanjang Kehidupan bagi keluarga, masyarakat, kota dan bangsa. Sementara itu, Misi BSK yakni menggerakkan setiap laki-laki berfungsi menjadi Bapa yang mengerti tujuan dan panggilannya, untuk menjadi pemimpin yang mengasihi keluarganya dengan kasih Bapa.
Founder BSK kemudian mengatakan ada MOU antara PP Aisyiah dengan WBI BPH GBI pernah ditanda-tangani dan kala itu dihadiri oleh Menko Kesra, Agung Laksono, berkaitan soal keluarga ini.
Kegiatan lain BSK per tahun yakni KPK [Konferensi Pelayanan Keluarga] yang diisi dengan Pleno, kemudian lokakarya yang terdiri dari BSK, Parenting, Sekolah Minggu Sahabat Keluarga. Khusus para Wanita, pihaknya mengadakan sesi Wanita Cakap Berdampak [WCB]. Kemudian untuk anak-anak level youth, dikenal dengan kegiatan Unlimited Godly Generation.
Untuk materi pelatihan BSK terdiri dari enam pelajaran yaitu : 1. Siapakah diri kita. 2. Makna menjadi Bapa. 3. Panggilan menjadi Bapa. 4. Fungsi seorang Bapa. 5. Ciri keutamaan laki-laki sebagai Bapa. 6.Bapa sang pemenang.
Sembari mengutip sebuah artikel terbitan The Economist beberapa waktu lalu, Ketua Pokja Keluarga GBI ini mengatakan bahwa terjadi kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan, khususnya pada diri laki-laki. Sebagai contoh, banyak perusahaan baik swasta maupun milik Pemerintah para wanita memegang tampuk sebagai pimpinan.
Bahkan, peranan seorang Bapa di Amerika-Serikat memunculkan suatu kondisi yang memprihatinkan. Seorang anak lahir tanpa memiliki Bapa, anak yang hidup tanpa kehadiran Bapa, Bapa hadir pada suatu keluarga tetapi Bapa ini tidak berfungsi. “Ada juga keluarga yang berpusat pada pelayanan gereja, dibandingkan keluarga. Sehingga ada keluarga yang collaps [beranntakan, hancur] gara-gara hal ini,” ujarnya prihatin.
Diakhir pres kon, ia memberikan info perihal tema Bulan Keluarga GBI “Strong Family” yang akan dicanangkan pada bulan Juni 2019. GT/pram

Waspada Umat Kristen Bisa Jadi Penyembah Berhala!

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Pada zamanPerjanjian Lama, penyembahan berhala mudah dikenali — tarian mengitari lembu emas, sujud menyembah patung Baal. Bahkan saat Rasul Paulus menulis surat kepada pengikut Kristus di Korintus pada abad pertama, penyembahan berhala orang kafir dipraktikkan secara terbuka. Ia memperingatkan mereka agar menjauhi segala sesuatu yang berhubungan dengan hal itu (1Korintus 10:14).
Penyembahan berhala masih menjadi suatu bahaya bagi umat Allah, walaupun kegiatannya tidak selalu terbuka atau kelihatan. Berhala biasanya lebih terselubung dan sulit dikenali, karena mereka mengisi tempat-tempat tersembunyi di dalam hati kita.
Setiap benda atau orang yang kita harapkan memberikan kepuasan, setiap sasaran atau keinginan kita yang telah menjadi lebih penting daripada Allah, semuanya merupakan “allah-allah” yang merebut kesetiaan kita dan diam-diam mengendalikan kehidupan kita. Artinya, berhala adalah segala sesuatu yang dapat mengambil alih tempat Tuhan dalam kehidupan kita. Menurut Pdt. Dr. Bernalto., Ph.D, uang, jabatan dan status juga bisa menjadi “berhala” , jika kita lebih meninggikan hal tersebut dan menomorduakan Tuhan. Contohnya, sekarang ini dalam pesta demokrasi pemilihan legislatif dan Pilpres, banyak sekali orang yang rela bertarung untuk membela calon yang punya uang. “Disinilah uang dan kekuasaan bisa menjadi berhala.Gereja dan Ministry yang melakukan “PERSONALIZE INSTITUTION” yaitu sebuah Institusi yang dipersonifikasi dengan seseorang pun bisa menjadi contoh berhala koneksi atau jaringan. Apapun jenis berhalanya, namun karakter orang yang menyembah berhala itu sama, yaitu: egois, arogan, posesive, langgar privasi orang lain, pelit dan serakah. Sekali lagi, penyembah berhala bukan saja yang menyembah patung.Dan jangan kaget mereka orang Kristen yang punya talenta nyanyi rohani hingga punya karunia sembuhkan orang dan yang aktif di gereja bahkan Pendeta.Mereka hakikinya “Penyembah berhala” dan saat seorang wanita menikah dengan penyembah berhala ini,istri akan dianiaya batinnya dan ditarik ikut suaminya menyembah berhala berhala itu.Jangan sekali sekali menikah pada penyembah berhala ini,karena Iblis akan pakai relasi keluarga ini untuk melahirkan keturunan penyembah berhala berhala yang saya sebutkan tadi,” pungkas Bernalto. GT

PERTOBATAN MEMBAWA BERKAT

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Seorang lulusan perguruan tinggi ternama di sebuah negeri, suatu kali diperhadapkan dengan permasalahan karier yang tak kunjung datang kepadanya. Berlembar-lembar surat lamaran telah disusun dan dikirimkan ke perusahaan-perusahaan, tetapi juga tak mendapatkan respon dan balasan. Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Penantian tinggal penantian saja. Keputusasaan hampir saja menghinggapi dirinya. Dalam kondisi setengah frustasi, dia menghampiri seorang pengusaha kaya. Dia coba sampaikan keinginannya, yaitu mendapatkan sebuah pekerjaan untuk karier hidupnya kelak. Sang pengusaha menerima, tapi hanya ada satu lowongan pekerjaan yang dapat diisinya, yaitu ‘Angon Bebek’ (Menggembalakan Bebek). Istilah yang agak aneh. Tetapi, lowongan pekerjaan inilah yang sangat terbuka untuknya.
Singkat cerita, pemuda ini menerima tawaran pekerjaan yang diberikan oleh pengusaha. Maka, terjadilah kisah ‘Seorang Sarjana Penggembala Bebek’. Ratusan Bebek kemudian berada dalam pengawasannya. Berbekal sebatang kayu berpanjang sedang di tangan kanannya, sang sarjana memulai petualangannya. Suara-suara Bebek yang membelah ladang dan masing-masing memilih jalan yang disukainya. Rasa frustasi pun kemudian menghinggapi sang sarjana. Sebuah kerikil kecil pun dilemparkan ke kerumunan Bebek yang coba membangkang dari gembalaannya. Seekor Bebek pun mati oleh lemparan kerikilnya. Toleh kanan dan kiri, dia membuang Bebek yang telah mati.
Namun, perilakunya ini secara tersembunyi diketahui oleh seorang pedagang keliling. Rasa takut pun kemudian menghinggapi diri sang sarjana. Tetapi, sang pedagang manawarkan jalan damai, bahwa jika tindakannya membuang Bebek yang telah mati tidak ingin disampaikan kepada pemilik Bebek-bebek itu, maka sang sarjana harus menimbakan air di kala sang pedagang membutuhkan air. Tawaran pun diterima. Rasa lelah pun mengghinggapi sang sarjana. Bergejolak pikirannya untuk mencari cara bagaimana dia tidak terus dihinggapi rasa takut. “Bagaimana pun saya harus berlaku jujur kepada pengusaha yang telah memberiku pekerjaan ini,” begitu terlintas dalam pikiran penggembala Bebek ini.
“Boss, maaf. Karena kurangnya pengalaman, ketika saya sulit mengendalikan perilaku Bebek-bebek, saya mengambiil Batu kecil dan melemparkan ke kerumunan. Maksudnya, agar Bebek-bebek tersebut terkendali. Tapi di luar dugaan, Batu kecil tersebut mengenai kepala seekor Bebek dan mati. Karena takut, saya membuang bangkai Bebek tersebut ke semak belukar. Tetapi, tindakan ini diketahui oleh seorang pedagang dan mengancam akan mengadukan tindakan saya itu kepada Boss. Karena takut, saya menerima tawarannya untuk menimbakan air di saat dia membutuhkan. Rasa lelah pun menghinggapi diri saya, Akhirnya, saya memberanikan diri menghadap dan memberitahukan keadaan yang sesungguhnya. Terima kasih sebelumnya telah memberikan kesempatan bekerja. Saya siap menerima resiko pemecatan,” demikian diucapkan penggembala Bebek.
“Terima kasih rekan kerjaku yang baik. Secara tidak kamu sadari dan ketahui, si pedagang sudah memberitahukan kepadaku perilakumu itu. Tetapi saya tidak mempedulikan itu, karena engkau telah bekerja sangat baik. Usahaku mengalami peningkatan yang signifikan ketika dirimu bergabung di perusahaan ini. Jangankan satu ekor Bebek yang mati, lebih dari itu pun, aku tidak akan melakukan pemecatan terhadapmu! Rekanku, terima kasih atas seluruh tenaga yang kamu dedikasikan di perusahaan ini. Dan, pada hari ini, aku menaikkan jabatan satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Kamu akan membawahi seluruh Penggembala-penggembala Bebek yang lain. Terimalah,” ucap sang pengusaha.
Kisah Sang Angon Bebek (Penggembala Bebek) ini diangkat Dr M Henry SE MSc saat menjadi pembicara dalam ibadah perdana di tahun 2019 dalam Ibadah Supit Family Ministry (SMF) yang diselenggarakan Senin malam pukul 17.30-19.30 WIB, 18 Februari 2019 di Lantai 6 Blok M Square Function Room. Mengangkat tema “Pertobatan Membawa Berkat” (Kisah Para Rasul 3:19), pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpangkal Kolonel ini berbicara seputar pergumulan hidup yang dilalui secara pribadi maupun bersama istri dan anak-anaknya. “24 tahun, istri saya berdoa. Saya tidak menyangka jika pada waktu tertentu, saya dapat mengikuti Jalan Kristus dan berdiri di depan umat untuk menyampaikan firman-Nya. Karena, selama itu, saya hanya berkonsentrasi mencapai cita-cita dalam karier militer agar mencapai pangkat Jenderal. Tetapi, hingga saya pensiun, saya hanya menyandang pangkat Kolonel. Saat sudah tidak ada tugas, saya dipertemukan dengan komunitas-komunitas yang luar biasa dan menyarankan agar saya dapat meniti pendidikan teologi. Selama 1,5 tahun saya belajar dan meraih gelar Doktor dengan predikat lulus terbaik Summa Cum Laude. Sepertinya masa depan selesai, ternyata Tuhan sediakan tempat yang terindah,” tandas M Henry.
“Tetapi seperti ada tertulis, ‘Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia,” ( I Korintus 2:9) semakin mempertegas penyampaikan khotbahnya. Sejumlah referensi ayat firman Tuhan termasuk Roma 5:12, Mazmur 51:5, I Samuel 15:22, II Petrus 3:1 dan seterusnya pun semakin mengokohkan diri sebagai pemberita kabar keselamatan di dalam kasih Kristus pada masanya. Tak heran, jika seorang omnya, Pdt Oke Supit SH MH MBA (73 tahun/kelahiran 10 Oktober 1944, pendiri dan pembina Persekutuan Doa Regatta/PDR) yang duduk di deretan kursi barisan ketiga dari depan tampak terpesona. Ibadah perdana SFM di kawasan Blok M (Jakarta Selatan) ini dihadiri sekitar 300 umat dari berbagai wilayah DKI Jakarta termasuk jemaat PDR, seperti Sri Ning Rahayu (kakak kandung Walikota Jakarta Timur periode 20 Desember 2012–2 Januari 2015, Drs. HR Krisdianto., M.Si), Eva Fonne Pendong (Calon Anggota DPRD Kabupatan Minahasa Selatan, Sulawesi Utara), dan lainnya. Bahkan mama mertua dan seorang tantenya, Grace Affan Supit dan Conny Arya Supit menyempatkan hadir meskipun baru tiba kembali ke tanah air setelah beberapa waktu berada di sejumlah negara termasuk di Eropa. Sang istri, Feba Affan Laluyan masih berada di sebuah negara di Eropa untuk urusan bisnis.

“Luar biasa. Seorang wanita yang memang Tuhan sudah tunjukkan dan tuntun untuk mendampingi saya. Doa yang dipanjatkan selama 24 tahun pun kemudian mencapai titik nadir. Saya pun mengambil keputusan untuk mengikuti Jejak Tuhan. Suatu pengalaman yang luar biasa juga ketika saya dan istri diundang oleh seorang pemimpin besar. Ketika itu, kursi yang diduduki istri saya, sebelumnya diduduki oleh Dr (HC) KH Abdurrahman Wahid/Gus Dur (7 September 1940–30 Desember 2009, Presiden Indonesia ke-4 periode 20 Oktober 1999–23 Juli 2001). Sungguh luar biasa,” tandas Dr M Henry dalam percakapan bersama pers usai menyampaikan khotbah.

Akhirnya, lantunan Reinhard (Personol Band Amigos) bersama sang puteri menjadi titik kulminasi pemanggilan umat-Nya terhadap Jalan Keselamatan. “Seringku tak mengerti, Jalan-jalan-Mu Tuhan; Bagai di belantara yang kelam…Tanpa seribu tanya, namun tetap percaya; Jejak-Mu Tuhan, sungguh sempurna… Seringku ‘tak mengerti,Jalan-jalan-Mu Tuhan; Bagai di belantara yang kelam… Tanpa seribu tanya, namun tetap percaya; Jejak-Mu Tuhan, sungguh sempurna…. Ajarku memahami, semua yang Kau ingini… Agar hidup ku puas ‘kan hati-Mu…, Bagi-Mu aku rela…Sepenuh hati menghamba, Serahkan diri genapi karya-Mu… Sering ku ‘tak mengerti, Jalan-jalan-Mu Tuhan; Bagai di belantara yang kelam…. Tanpa seribu tanya, Namun tetap percaya; Jejak-Mu Tuhan, Sungguh sempurna…. Ajarku memahami, Semua yang Kau ingini, Agar hidup… Serahkan diri genapi karya- Mu…Serahkan diri genapi kar… ya… Mu
Karya-Mu…” Sebuah lagu religi yang dipopulerkan Angel Karamoy (Aktris kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 16 Januari 1987) berjudul ‘Jejak-Mu, Tuhan’ semakin memantapkan diri sang kolonel untuk menggapai kedamaian bersama keluarga besar dan umat Tuhan.

Dr Kolonel Arh M Henry SE MSc sebelum pensiun sempat menduduki jabatan Inspektorat Kodiklat TNI AD. Ia mengambil keputusan untuk mengikuti Jejak Kristus medio November 2015. Sebuah kata pertobatan dibimbing oleh sang istri, Ev Feba Affan Laluyan yang terpanggil memberitakan kabar Injil keselamatan ke seluruh pelosok negeri maupun mancanegara sembari menjalankan usahanya. Henry menyelesaikan gelar doktor bidang teologi pada Mei 2018 dan ungkapan syukur dilakukan di kediamannya di kawasan Kemang (Jakarta Selatan) pada Jumat malam, 18 Mei 2018. (Epaphroditus Ph M)

Menteri Perdagangan RI, Dr.Drs. Enggartiasto Lukita Memberikan Kuliah Umum Ke 17 di STT REM

 

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emanuel (STT REM) bekerjasama dengan Conrad Supit Center kembali menggelar Kuliah Umum Kepemimpinan—menghadirkan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr.Drs.Enggartiasto Lukita sebagai pembicara. Kuliah umum ke 17 yang diselenggarakan di Kampus STT REM, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2, No. 4 G-K, Kelapa Gading-Jakarta Utara (Kamis, 14/02) 2019 pukul 19.00 Wib ini mengangkat tema “Perdagangan Untuk Kemajuan” dimoderatori oleh Direktur Conrad Supit Center, Johan Tumanduk., SH.,M.M., M.Pd.K.
Ketua STT REM, Dr. Ariasa H Supit.,M.Si dalam kata sambutannya, mengucap syukur bahwa acara kuliah umum ini dapat terselenggara dengan baik. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri yang berkenan hadir. Juga terimakasih kepada para pimpinan STT REM, dosen tetap, dosen tamu maupun Bapak/Ibu yang telah hadir saya ucapkan selamat datang dalam acara kuliah umum yang ke 17 kali. Temanya kali ini adalah ‘Perdagangan Untuk Kemajuan’. “Kenapa kami mengangkat tema ini, karena kita semua ingin maju. Kita semua bergerak maju untuk kemajuan. Dan tidak ada sumber lain yang lebih tepat selain Pak Menteri Perdagangan. Berbicara tentang perdagangan itu ada namanya misi dagang. Misi dagang adalah salah satu cara untuk meningkatkan produk dalam negeri, dijual ke luar negeri. Puji Tuhan, tahun lalu misi dagang yang dipimpin langsung pak menteri bersama 13 negara membukukan atau menghasilkan 209,17 triliun. Saya rasa Pak Presiden tidak salah memilih Pak Enggar untuk memimpin kementrian perdagangan. Kami percaya, ke depannya kita akan lebih baik lagi. Dan yang tak kalah pentingnya juga, harga pangan tahun ini stabil. Pak menteri mengatakan bahwa tidak ada lagi penimbunan,karena stock cukup. Dan distribusi pun semuanya lancar. Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih dan mengucap syukur kepada Tuhan Yesus sehingga acara ini boleh berlangsung dengan baik,” tukas Dr. Ariasa H Supit.
Menteri Perdagangan RI, Dr. Drs.Enggartiasto Lukita, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa, ekonomi suatu negara ditentukan oleh perdagangan. “Kalau kita bicara dagang, bukan hanya mau jual. Tetapi ada beli dan jual. Dan segala sesuatu itu dinamis,tidak ada sesuatu yang statis.Saya bersyukur, mendapatkan penugasan sekaligus kepercayaan Pak Presiden Jokowi karena tidak ada satupun atau cita-cita menjadi menteri. Saya juga bukan dilahirkan sebagai anak orang kaya. Saya bukan anak pejabat. Saya dilahirkan di Cirebon, dan almarhum ayah saya adalah pegawai di sebuah perusahaan swasta. Saya adalah alumni IKIP Bandung, yang seharusnya lulus 5 tahun, tapi saya tempuh 7 tahun. Karena dua tahun saya mondar-mandir menjadi demonstrans dan pengurus pusat GMKI,” ujar Enggartiasto mengawali pemaparannya.
Lanjut Enggartiasto, begitu besar kewenangan dan tanggugjawab sebagai seorang menteri. Oleh karenanya, jika kewenangan itu tidak digunakan untuk kesejahteraan dan kepentingan bangsa, betapa besar dosa saya. Itu yang menjadi beban. Saya bisa seperti ini, semuanya karena berkat Tuhan. Tetapi karena negara memberikan tugas seperti ini, maka inilah saatnya saya berbuat untuk kepentingan bangsa. Jadi kalau bicara politik, saya berpolitik 47 tahun dan masuk partai politik 40 tahun,” urai Enggartiasto.


Menurut Enggar, setiap Presiden yang memimpin bangsa Indonesia masing-masing memiliki kerja yang bagus. Mulai dari mantan Presiden Soeharto hingga kini Pak Jokowi. “Tetapi sata harus katakan bahwa Presiden Jokowi ini adalah pemimpin di luar perkiraan.Saya mengenal beliau sejak menjadi Walikota Solo. Beliau itu bekerja tanpa beban, dan semua orientasinya adalah untuk kepentingan rakyat.Jika bekerja sama beliau itu 7×24 jam harus stanby,” tandasnya.


Kata Enggar, pertumbuhan ekonomi kita mendapatkan apresiasi, karena berada di atas 5 %. Di tengah berbagai pertumbuhan ekonomi dunia melambat, proyeksi IMF dan World Bank untuk 2018 dan realisasinya, demikian juga tahun 2019. Di berbagai kesempatan saya berbicara, termasuk tadi dengan kementrian dari Rusia dan 5 negara lain, kita mencoba untuk membuka peluang pasar yang baru, terutama dalam perdagangan dan investasinya. Sehingga fundamental perdagangan dapat berjalan dengan baik,” tutur Enggar.

Menteri Perdagangan RI, Dr. Drs. Enggatiasto Lukita ketika menyampaikan kuliah umum di STT REM, Kamis (14/2)

Enggar juga mengungkapkan bahwa setiap negara pasti akan melakukan strategi dagang ekspor dan impor. “Contoh kecil saja, tempe dan tahu yang kita makan itu berasal dari kedele impor. Jangan berpikir kalau kita makan produk impor itu haram. Nah, jika itu terjadi maka orang luar negeri akan mengatakan hal sama. Makanya sebagai timbal baliknya, kita juga melakukan ekspor. Dan selama saya memimpin ekspor kita meningkat 30 %.Kita harus be smart, ambil.market share nya,” kata Enggar.
Masih kata Enggar, saat ini surplus dengan berbagai negara perdagangan lain. “Contohnya kita surplus dengan Amerika, India, Pakistan. Makanya kita tidak boleh melarang produk negara lain yang diperdagangkan di Indonesia. Saya sebagai menteri tidak pernah melarang produk lain untuk dijual di Indonesia. Karena Indonesia juga perlu ekspor ke negara lain,” tukasnya.
Sebagai ucapan terimakasih, Ketua STT REM, Dr. Ariasa H Supit.,M.Si memberikan kenang-kenangan berupa foto kepada Menteri Perdagangan Dr.Drs. Enggartiasto Lukita. GT

Sekolah Subsidi Harus Untuk Orang Miskin, Bukan Orang Kaya!

Ki-ka: Helly Maryati.,B.Sc (celeg DPRD Partai Demokrat) bersama Pdt. Dr. Bernalto.,Ph.D

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Kebijakan pemerintah tentang gas elpiji dan pupuk bersubsidi diperuntukkan orang miskin memang tepat sasaran. Namun, ada regulasi yang salah tentang sekolah subsidi untuk anak unggulan. “Menurut saya ini bertentangan dengan UUD 45. Contohnya, di Pademangan ada satu keluarga memiliki 3 anak menempati rumah ukuran 1,5 m x 3 m. Perabot yang dimiliki hanya kompor dan kasur busa lipat.Anak anaknya mau tidur saja harus antri.Akibatnya, perolehan hasil NEMnya kecil dan terlempar dari sekolah subsidi serta harus sekolah di sekolah swasta itupun yang “abal abal” karena miskin.Guru swasta tidak mau urus KJP karena tidak ada uang transport seperti guru sekolah subsidi.Alhasil rapot ditahan karena tunggakan SPP.Fakta di luar Jakarta bahkan Sekolah Subsidi ada masih pungut SPP dan biaya buku. Seharusnya sekolah subsidi itu buat orang miskin. Sehingga pemerintah bisa melihat bahwa kemampuan orang miskin itu segini. Biar anak orang miskin menjadi pintar dan anak-anak orang kaya tidak masuk sekolah subsidi,” tutur Pdt. Dr. Bernalto, Ph.D yang juga mementori salah satu Caleg DPRD DKI dari partai demokrat, Helly Maryati.,B.Sc yang beragama Muslim.
Melihat persoalan tersebut, Bernalto mengkritisi bahwa tidak seorangpun Jendral Kristen, Pejabat Kristen, Anggota DPR Kristen, Ketua Sinode, Ketua Aras atau bahkan Team Kampanye Presiden 01 dan 02 yang membahas dan memperbaiki regulasi sekolah subsidi ini. Begitu pula, tidak ada satu caleg di luar Jakartapun yang angkat itu.Mereka tidak mau keluar uang ongkos dan konsumsi ketemu masyarakat. “Padahal mau dapat uang dan pensiun seumur hidup jika jadi anggota DPR.Coba jika uang pensiun seumur hidup diganti tunjangan kematian apa masih ada yang mau jor joran jadi anggota DPR? Satu Dapil 6 kursi diperebutkan 19 partai dan masing mading partai saja majukan 6 caleg DPR per Dapil.Masih muda dan bawa nama orang tua maju jadi caleg.Sudah terkenal dan jadi artis plus bagi voucher dan sembako sehingga dipenjara,” ungkap Bernalto juga mengkritisi tidak ada Sinode yang bangun Sekolah Gratis dan Rumah Sakit Gratis.Yang ada bangun sekolah mahal dengan pake nama ayat Alkitab dan undang 1-2 orang anak Pendeta desa untuk iklan menyelubungi bisnis dan politik gereja.

Bernalto mengaku bahwa, saat ini dirinya bersama para pilantropis sejati membangun sekolah gratis dari PAUD hingga SMA yang kerjasama KJP dan Klinik Gratis kerjasama BPJS. “Makanya saya mau teruskan agar regulasi sekolah subsidi itu tepat sasaran dan berjalan baik. Saya nitip kepada caleg DPRD DKI, Ibu Helly. Saya juga nitip ke Ibu Helly agar para ibu rumahtangga itu bisa wirausaha untuk mendukung suaminya, punya penghasilan, serta kesehatan anak-anaknya dapat terjamin melalui melalui kebijakan pemerintah,” papar Bernalto. GT

Kekristenan Adalah Praktek Merubah Karakter Makin Seperti Yesus

JAKARTA,Victoriousnews com,- Di era modern saat ini tak jarang umat Kristiani yang terjerat dalam godaan iblis. Sehingga tanpa disadari, umat Kristiani pun jatuh ke dalam lumpur dosa. “Jerat Iblis ini bisa dilancarkan melalui hipnotis dan narkoba, yang memang bisa membuat orang merasa bahagia, walau stimulusnya adalah fakta kesusahaan.Hal yang sama adalah menghipnotis diri sendiri dengan motivasi yang diajarkan para motivator dan ikutan dikhotbahkan oleh para Pendeta duniawi dengan istilah ‘Positive Thinking’,” tutur Pdt.Dr. Bernalto.,Ph.D kepada Victoriousnews.com.
Menurut Pdt. Bernalto, agar umat Kristiani bebas dari jeratan iblis adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus melalui doa, rajin membaca Alkitab serta mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui perubahan karakter. Lanjut Bernalto mengutip ayat Alkitab yang terambil dalam Galatia 6:6 : “Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.”
“Jika orang Kristen sudah tidak mau mengajarkan orang jadi murid Kristus, lalu melanggar Galatia 6 ayat 6, maka tidak menghargai orang yang datang mengajarkan orang jadi murid Kristus. Lalu mau apa lagi Kekristenan kita.Inilah dosa Pendeta yang cuma ajarkan aktivitas, talenta, karunia, khotbah dan sukses TANPA MENARIK KE PERUBAHAN KARAKTER agar makin seperti karakter Kristus,” tukas Pdt. Bernalto yang mengaku telah Tuhan diizinkan untuk bangkitkan orang mati 8 kali hingga per detik ini; Berjalan di atas air per detik ini 6 kali; Menginjili umat non Kristen per detik ini rata rata 70-90 orang percaya Yesus; 4 Kali pimpin KKR di luar negeri yang dihadiri 100 ribu orang serta donasi uang per bulan rata-rata Rp1M-Rp2M.
Dalam hal perubahan karakter ini, Bernalto mengkritisi keberadaan Pendeta yang kurang respons dengan “Revolusi Mental” yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. “Ketika Presiden Jokowi bilang revolusi mental, harusnya para hamba Tuhan sambut itu. Karena sebenarnya, Amanat Agung itu untuk mengubah karakter orang agar seperti karakter Kristus, itulah metanoia. Tapi yang terjadi sekarang kan tidak. Kebanyakan kotbah pendeta hanya bicara tentang teori, tetapi tidak pernah menyentuh karakternya. Jemaat harus diajarkan dan dibimbing agar rajin membaca alkitab, bertumbuh iman, kemudian hatinya diubahkan agar karakternya menyerupai karakter Kristus. Jika hal itu tidak diterapkan, maka walaupun jemaat sudah ke gereja 32 tahun karakternya tidak pernah berubah. Ironisnya pendeta jaman sekarang seperti sales multilevel marketing, hanya cari member saja, bukan mengajarkan perubahan perilaku.
“Seringkali kita memplintir ayat alkitab, misalnya: istri harus tunduk pada suami, bukan membantu suami jadi bandar narkoba. Kemudian, kita mesti hormat pada orang tua bukan antar pelacur suruhan orang tua nyogok pejabat.Tunduk pada atasan/pimpinan juga bukan untuk buat pembukuan ganda.Tunduk pada pemerintah juga bukan mengusur orang yang tidak bersalah. Bagi saya, lebih baik bercerai dari manusia, jika relasi dengan Tuhan jadi rusak,” tandas Pdt. Bernalto mengkritisi kondisi kekristenan saat ini.

Pdt.Bernalto mengaku pernah diundang kotbah pada hari Jumat oleh sebuah komunitas. Namun,  2 jam sebelum khotbah diinformasikan bahwa honornya   baru akan ditransfer hari Senin. “Kemudian selasa siang diberitahu bahwa honor sudah ditransfer antar Bank,team saya check tidak ada yang masuk atas transfer tersebut. Setelah saya tanyakan baru diberitahu bahwa gagal kirim dan akan dicoba kemudian dan karena antar bank baru 2 hari lagi sampai. Memang jumlahnya kecil dan receh buat saya, jumlahnya 4 kali lipat dari itu saya bagi bagi gratis ke anak panti asuhan.Inilah dosa para Pendeta yang mengajarkan pelit donasi dan uang. Dan iblis selalu arahkan tindakan kita untuk manusia dan bukan Tuhan.Ini sesat total,” pungkas Pdt. Bernalto. GT

Jangan cuma teori melayani Tuhan saja, tapi lupa praktik memberi kepada sesama

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Alkitab berkata dalam 1 Yoh 4: 20-21, “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”
Saat ini kebanyakan umat Kristen termasuk pendeta hanya teori vertikal ke atas saja: menyembah, memuji dan aktif melayani di gereja, tetapi sama sekali tidak peduli terhadap sesama (horisontal) yang membutuhkan. Demikian dikatakan oleh Pdt. Dr. Bernalto.,Ph.D . “Ada sebuah gereja ketika saya berkotbah di sana. Gerejanya ambrol dan rusak berat. Ironisnya, sinodenya gak mau bantu. Hatiku tidak bisa melihat kondisi itu. Saya langsung panggil temanku kontraktor untuk perbaiki dan kutanggung biayanya serta aku sewakan gedung untuk mereka agar bisa beribadah sementara. Nah, maksudku itu jangan hanya menyembah Tuhan, tapi do somethingnya tidak ada sama sekali. Misalnya banyak pendeta yang suruh jemaatnya beri perpuluhan, tapi lupa donasi ke sesama. Ayo dong praktikkan pelayanan dengan memberi kepada sesama yang membutuhkan, jangan hanya teori saja menyembah, puji Tuhan di gereja saja tapi praktik kasih kepada sesama dilupakan,” tutur Pdt. Dr.Bernalto.,Ph.D bersemangat.
Menurut Bernalto, saat ini juga tak sedikit Pendeta yang tahunya hanya meminta tetapi tidak mau memberi maka tidak layak bersaksi tentang Kristus.Karena syarat SAKSI adalah MARTIR. “Adalah jahat menggalang dana orang lain buat keuntungan organisasi dan diri sendiri.Jangan bawa bawa nama Tuhan dan orang miskin.Ini jahat sekali.Pemerintah saja narik uang rakyat untuk dikembalikan ke rakyat.Siapapun yang terima Gratifikasi akan masuk penjara,” ungkap Bernalto mengingatkan.
Bahkan, lanjut Bernalto, memplintir ayat tentang perpuluhan itu juga jahat. “Jika mau ditarik Perpuluhan dari Perjanjian Lama maka Sunat juga harus ditarik.Dan perpuluhan itu dari HASIL ALAM yang JUJUR bukan hasil gaji Karyawan atau untung Pengusaha.Dan perpuluhan itu harus langsung dibagi 3 : Buat Pendeta dan Perawatan Gereja dan Buat orang yaitu piatu dan janda miskin.FAKTANYA : Uang perpuluhan “DITERNAKKAN” untuk buat usaha yang keuntungannya besar.Dan umat jika tidak aktif, walau miskin tetap tidak ditolong,” papar Bernalto. GT