Ragam

Jangan cuma teori melayani Tuhan saja, tapi lupa praktik memberi kepada sesama

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Alkitab berkata dalam 1 Yoh 4: 20-21, “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”
Saat ini kebanyakan umat Kristen termasuk pendeta hanya teori vertikal ke atas saja: menyembah, memuji dan aktif melayani di gereja, tetapi sama sekali tidak peduli terhadap sesama (horisontal) yang membutuhkan. Demikian dikatakan oleh Pdt. Dr. Bernalto.,Ph.D . “Ada sebuah gereja ketika saya berkotbah di sana. Gerejanya ambrol dan rusak berat. Ironisnya, sinodenya gak mau bantu. Hatiku tidak bisa melihat kondisi itu. Saya langsung panggil temanku kontraktor untuk perbaiki dan kutanggung biayanya serta aku sewakan gedung untuk mereka agar bisa beribadah sementara. Nah, maksudku itu jangan hanya menyembah Tuhan, tapi do somethingnya tidak ada sama sekali. Misalnya banyak pendeta yang suruh jemaatnya beri perpuluhan, tapi lupa donasi ke sesama. Ayo dong praktikkan pelayanan dengan memberi kepada sesama yang membutuhkan, jangan hanya teori saja menyembah, puji Tuhan di gereja saja tapi praktik kasih kepada sesama dilupakan,” tutur Pdt. Dr.Bernalto.,Ph.D bersemangat.
Menurut Bernalto, saat ini juga tak sedikit Pendeta yang tahunya hanya meminta tetapi tidak mau memberi maka tidak layak bersaksi tentang Kristus.Karena syarat SAKSI adalah MARTIR. “Adalah jahat menggalang dana orang lain buat keuntungan organisasi dan diri sendiri.Jangan bawa bawa nama Tuhan dan orang miskin.Ini jahat sekali.Pemerintah saja narik uang rakyat untuk dikembalikan ke rakyat.Siapapun yang terima Gratifikasi akan masuk penjara,” ungkap Bernalto mengingatkan.
Bahkan, lanjut Bernalto, memplintir ayat tentang perpuluhan itu juga jahat. “Jika mau ditarik Perpuluhan dari Perjanjian Lama maka Sunat juga harus ditarik.Dan perpuluhan itu dari HASIL ALAM yang JUJUR bukan hasil gaji Karyawan atau untung Pengusaha.Dan perpuluhan itu harus langsung dibagi 3 : Buat Pendeta dan Perawatan Gereja dan Buat orang yaitu piatu dan janda miskin.FAKTANYA : Uang perpuluhan “DITERNAKKAN” untuk buat usaha yang keuntungannya besar.Dan umat jika tidak aktif, walau miskin tetap tidak ditolong,” papar Bernalto. GT

READ  Pdt. Dr. Bernalto.,D.Th Memberikan Seminar Parenting & Pendidikan Budi Pekerti di SMA 91 Jakarta Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *