Opini

“Gaya Kepemimpinan Demokratis”

Pdt. Dr. Berthy L Momor, M.Th

Gaya kepemimpinan demokratis merupakan kerjaan semua organisasi; anggota pendapatnya tetap didengar oleh pimpinan dalam menentukan keputusan untuk organisasi atau kelompoknya. Sampai saat ini belum ada negara yang seratus persen (100%) menganut sistem demokrasi, hanya saja banyak negara yang menuju ke dalam gaya kepemimpinan demokrasi itu. Indonesia salah satunya, ciri khas demokrasi di Indonesia adalah memilih kepala negara (Presiden) dan perwakilannya sendiri melalui pemilihan umum yang dilaksanakan tiap lima tahun sekali. Kepemimpinan gaya demokrasi juga memiliki slogan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Artinya semua keputusan ide atau usulannya berasal dari rakyat kemudian dilakukan oleh rakyat, dan untuk kepentingan rakyat juga. Posisi pemimpin dalam demokrasi semuanya dari rakyat dilakukan oleh rakyat dan diperuntukkan rakyat. Pemimpin dalam negara atau organisasi yang menganut sistem demokratis biasanya menempatkan diri sebagai koordinator dan integrator. Artinya, pemimpin selalu mendiskusikan semua keputusan yang akan diambil untuk organisasinya dengan bawahannya. Pemimpin juga akan menempatkan diri sebagai pengawas, pengatur dan pengontrol karena semuanya dilakukan untuk rakyat, jadi butuh satu orang yang bertugas untuk mengontrol dan mengawasi.

Pemimpin dalam gaya demokarsi juga harus mampu membujuk agar anggotanya tidak membelah atau keluar dari tujuan bersama, juga akan memposisikan diri sebagai pengembang antar organisasi.

Kekuasaan pemimpin tidak mutlak, dalam sebuah negara atau organisasi bergaya demokrasi tidak memiliki wewenang mutlak. Keputusan dalam kebijakan negara atau organisasi dilakukan dengan jelas musyawarah mufakat, dimana pendapat bawahan selalu digunakan sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Dalam gaya demokrasi, bawahan juga memiliki hak untuk membuat keputusan tertulis sejauh mana wewenang atasan dan keterlibatan bawahan.

Komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan, tidak perlu takut jika akan mengkritik atasannya sejauh yang dilakukannya memang benar dan berlandaskan fakta. Tanggung jawab diperlukan bersama dalam gaya kepemimpinan demokrasi tentang organisasi dipikul bersama.

Artinya; keberhasilan suatu program organisasi merupakan keberhasilan bersama, begitu juga dengan kegagalan harus dipikul bersama. Dalam kebebasan berpendapat gaya kepemimpinan demokrasi memiliki keleluasaan dalam mengeluarkan pendapatnya. Gaya kepemimpinan domokrasi merupakan yang paling ideal yang dimiliki baik digunakan untuk sebuah organisasi jadi untuk bisa memenuhi semua aspirasi, memang dibutuhkan gaya kepemimpinan yang demokratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *