Ibadah HUT Ev. Yohanes Budianto ke 66: Agar Hidup Tidak Sia-Sia, Maka Kita Harus Libatkan Tuhan!

Ibadah HUT Ev. Yohanes Budianto ke 66: Agar Hidup Tidak Sia-Sia, Maka Kita Harus Libatkan Tuhan!

Ev. Yohanes Budianto (paling kanan) didampingi oleh Ibu Ros (istri) dan anaknya

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Guratan  senyuman sukacita tampak terlukis jelas pada wajah Bapak Ev. Yohanes Budianto ketika usianya genap berusia 66 tahun yang jatuh pada hari Sabtu, 27 April 2019 lalu. Sebagai bentuk ucapan syukurnya, Pria yang kerap disapa Pak Yohanes ini  menggelar ibadah  bersama “Persekutuan Doa Budiman” yang dipimpinnya di Klub Kelapa Gading, Jl. Boulevard Raya, Blok KGC RW.01  Kelapa Gading- Jakarta Utara.

Acara  istimewa ini, selain dihadiri oleh keluarga maupun kerabat dekat, juga dihadiri oleh jemaat, pengerja, serta  para hamba Tuhan. Tampak hadir Gembala Sidang GBI REM, Ps. Abraham Conrad Supit, Ps. Binsar Pangaribuan (YMGS GBI REM Kelapa gading), Ps. Yogi Dewanto, Ps. Jaswin Damanik (Pembina GBI REM), Ps. Julius Parapat, Ps. Ara Siahaan, Ps. Steven R Palit, Ps. Paul Chang, dan masih banyak lagi tamu undangan khusus lainnya.

Ev. Yohanes ketika menyampaikan firman Tuhan dalam HUTnya ke 66

                Ada yang patut diacungi jempol dalam momen ulang tahunnya, Pria Kelahiran 27 April 1953 ini melayani sebagai pembawa firman  sekaligus mendeklarasikan diri sebagai hamba Tuhan yang siap diutus.  “Pesan kitab pengkotbah adalah manusia itu tidak ada artinya  tanpa Tuhan,” tutur Ev Yohanes Budianto mengawali kotbahnya dengan mengutip Nats ayat Alkitab yang terambil dalam kitab PKH 1: 12.

Dalam kotbahnya yang berjudul “Agar Hidup Tidak Sia-sia”, Pak Yohanes berpesan kepada para hadirin agar menomorsatukan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita. Menurutnya, bagaimana agar  hidup kita  tidak sia-sia adalah: Pertama, bila kita melibatkan Tuhan (Amsal 19: 21); Amsal 12:10. Kedua, Bila kita  mendengar dan melakukan Kehendak Tuhan ( Roma 12:2; Mat 26:39; Amsal 26:1 dan Mat 7:21. Disinilah kita harus rajin berdoa dan membaca Alkitab. Ketiga, Kita harus mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala hal (1 Tes 5:18 ; Amsal 3: 18),” ungkap Ev Yohanes sembari mengutip ayat 1 Raja-raja 3: 5-15; Mazmur 111:10 dan Amsal 2:6.

Seusai taburan firman Tuhan, sejumlah kesaksian pujian yang tampil sebagai pengisi acara semakin menambah meriahnya suasana. Diantaranya adalah kesaksian pujian: Deborah Kelapagading, Ps. Paul Chang,   Bapak Ronny & Ibu,   Ibu Grace Kawatu,  Bapak Anton Jacobus dan  Keluarga Budiman pun tak mau ketinggalan mempersembahkan pujian untuk Tuhan.

Sebelum acara tiup lilin dan potong kue, Gembala Sidang GBI REM, Ps. Abraham Conrad Supit didaulat untuk mendoakan Ev. Yohanes. Disusul dengan pengumuman doorprize dengan total uang tunai senilai Rp. 6.600.000 bagi jemaat yang beruntung. Acara diakhiri dengan doa berkat yang dipimpin oleh Ps. Poltak Sibarani, kemudian dilanjutkan dengan santap siang bersama. GT

Seminar Teologi “Pengudusan” STT REM,Reymond M. Laimeheriwa, M.A., Th.M: Pengudusan Itu Sangat Penting Dalam Kehidupan Kita

 

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Konsep pengudusan TUHAN bagi umat tebusanNya sampai hari ini masih menjadi bias bagi kebanyakan orang Kristen. Tidak terkecuali di kalangan para Sarjana Teologi dan di kalangan hamba-hamba Tuhan sendiri. Hal itulah yang mendorong Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) bekerjasama dengan Conrad Supit Center menggelar seminar teologi bertajuk “The Holiness Concept From The Perspective of Biblical Theology”—Konsep Pengudusan Dilihat Dari Perspektif Teologi Biblika, pada hari Kamis (25/4) Pkl.17.00 Wib di Kampus STT REM, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K, Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Dalam seminar yang dihadiri oleh mahasiswa/wi STT REM ini menghadirkan Pdt. Reymond M. Laimeheriwa, M.A., Th.M sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Pdt. Steven R Palit., M.Th. “Sebelum kita masuk dalam materi pembahasan tentang konsep pengudusan, setidaknya ada 5 macam teologi yang saat berkembang di dalam kekristenan. Yaitu: Teologi Alkitab (Biblical Theology), Teologi Sistematika (Sistematical Theology), Teologi Dogmatika ( Dogmatical Theology), Teologi Sejarah (Historical Theology) dan Teologi Kontemporer (contemporary Theology).


Menurut Reymond, pengudusan itu sangat penting dalam kehidupan kita sebagai umat tebusanNya. Sebab tanpa kekudusan/hidup kudus kita tidak akan bisa melihat Allah. “Start awal kekudusan adalah ketika kita mengenal Tuhan Yesus sebagai juruselamat, lahir baru (bertobat) serta mengakui Allah Tritungggal. Tahap mengakui Yesus sebagai juruselamat atau bertobat, inilah yang disebut dengan “Position Sanctification”, posisi kekudusan/menjadi umat kudus yang paling dasar. Orang yang bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan, itu diperoleh secara gratis. Dan memperoleh kekudusan itupun hak prerogatifnya Tuhan,” tutur Reymond sembari mengutip ayat-ayat alkitab yang terambil dalam kitab Ulangan 7:6, Ulangan 14: 2, 1 Pet 2: 9, 2 Kor 5: 1, 2 Kor 5: 10-11, 2 Kor 1: 2, dan 2 Kor 1:1. Lanjut Reymond, langkah berikutnya, setelah bertobat, kita harus mengikut Yesus (to follow Jesus) dengan cara memikul salib, menyangkal kedagingan untuk menjaga kekudusan. Hal inilah yang dinamakan dengan “Progressive Sanctification”. Kita harus melatih diri kita untuk mengenal kebenaran. Jangan sampai kita menjadi orang Kristen “bonsai”. Maksudnya, kita secara keimanan harus bertumbuh dan berkembang, bukan kerdil,” tukas Reymond dalam pemaparannya.


Setelah melewati tahap position sanctification dan progressive sanctification, lanjut Reymond, umat Kristen akan mengalami Perfect Sanctification, pengudusan yang sempurna yakni ketika mati di dalam Tuhan ataupun Repture (pengangkatan) orang-orang percaya. “Kesimpulannya, konsep pengudusan sesuai Alkitab adalah: status kita sebagai orang-orang kudus (lahir baru), kita akan mengalami pengampunan tak terbatas dari Tuhan. Dan sebagai umat Kristen, kita jangan terkecoh dengan adanya pemahaman yang berkembang saat ini, jangan mudah goyah tetapi kembali bacalah Alkitab. Karena konsep pengudusan yang real itu adalah berlandaskan Alkitab,”urai Reymond. GT

DALAM SIARAN PERSNYA, PGI KECAM TRAGEDI BOM DI SRI LANKA

Serangan bom yang terjadi pada saat umat Kristen di Sri Lanka merayakan Paskah pada Minggu, 21 April 2019, telah mengakibatkan setidaknya 207  orang tewas dan lebih dari 450 orang lainnya menderita luka-luka. Tiga gereja yang menjadi sasaran serangan bom adalah Gereja St. Anthony di Kochchikade, Gereja St. Sebastian di Negombo dan Gereja Zion di Batticaloa.  Selain itu, tiga hotel yang terletak di pusat ibukota Colombo juga terkena ledakan bom pada waktu yang bersamaan. Menyikapi hal tersebut, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dalam siaran Persnya yang dikirim oleh HUMAS PGI, Irma Simanjuntak menyatakan:

Pertama, Menyampaikan simpati dan dukacita mendalam bagi keluarga korban tragedi bom Sri Lanka. Tragedi ini telah menambah luka kemanusiaan, terutama karena deretan serangan bom ditujukan kepada mereka yang sedang melakukan aktifitas keagamaan. Kami berdoa agar keluarga korban mendapat kekuatan dan penghiburanNya dalam menghadapi musibah yang berat ini.

Kedua, Mengecam tindakan teror yang dilakukan oleh pelaku yang nampaknya telah direncanakan dengan baik, sebab berlangsung secara serentak dan beruntun di beberapa tempat di Sri Lanka. Betapa tragisnya bahwa serangan ini  ditujukan kepada umat yang sedang beribadah.  Segala tindakan kekerasan yang menebarkan teror, kebencian, permusuhan apalagi yang berakhir dengan pembunuhan, bertentangan dengan ajaran agama manapun.  Tindakan kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah selain hanya menimbulkan luka yang dalam yang dapat memicu  kekerasan baru.

Ketiga, Mendukung penuh upaya yang dilakukan pemerintah Sri Lanka dalam mengusut motif, pelaku serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa ini. Peristiwa seperti ini mengingatkan kita untuk tidak pernah mentolerir segala bentuk intoleransi dan kekerasan.

Keempat, Gereja dan masyarakat di Indonesia diminta untuk tetap tenang dan tetap menjaga hubungan yang harmonis antar umat beragama.   Kami mengajak kita semua untuk mendoakan korban  yang masih dalam perawatan agar dapat mengalami pemulihan.  Semoga pemerintah Sri Lanka mendapat hikmat Ilahi untuk mengusut tuntas peristiwa ini.

Kelima,  Kami mendukung dalam doa gereja-gereja di Sri Lanka agar Allah  mengaruniakan kekuatan iman dan kearifanNya dalam menghadapi bencana kemanusiaan yang berat ini.  GT

Pdt. Pengky Andu: Paskah 2019 Pasca Pemilu, Akan Melahirkan Seorang Pemimpin Yang Membangkitkan Bangsa!

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Di seluruh penjuru dunia, jutaan umat Kristiani merayakan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Paskah). Paskah adalah pesta kebangkitan. Setiap tahun umat Kristiani merayakannya, namun kini apa yang perlu direfleksikan dalam pesta Paskah ini? Kata bangkit adalah kata yang menggugah orang untuk segera bersemangat keluar dari situasi tertentu. Perayaan Paskah adalah perayaan “kebangkitan”. “Bangkit” berarti mengajak kita untuk keluar dari situasi tertentu menuju “keadaban bersama”. Bangkit dari “rasa ketidakadilan”. Bangkit dari tatanan ekonomi untuk lebih mementingkan “kepentingan warga bangsa”. Bangkit untuk menciptakan misi dan visi dalam mengarahkan “tatanan politik kebangsaan” agar semakin terarah pada nilai-nilai luhur bersama. Paskah mengingatkan kita untuk segera menegakkan “hakikat hidup bersama sebagai bangsa”, sebagaimana yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa ini. Itulah Paskah sebagai lorong waktu untuk merefleksikan segalanya menuju keadaban kebangsaan-kenegaraan, sebelum menatap yang belum jelas.

Lalu bagaimana merefleksikan “Pemilu 2019 Menjelang Paskah”?. Seorang hamba Tuhan GBI REM, Pdt. Pengky Andu, mengungkapkan bahwa, merefleksikan Paskah saat ini adalah: Pertama, Tuhan Yesus ternyata tidak berpikir hanya untuk orang Yahudi saja, tetapi globalisasi atau untuk seluruh dunia. Kedua, Paskah adalah sebuah peristiwa dimana Yesus mengorbankan ego/kepentingannya. “Yang saya kuatir apakah Pemilu 2019 ini justru mengorbankan rakyat. Itu perbedaannya. Paskah itu sama dengan aniaya. Jumat Agung ini aniaya. Jika kita bertanya, mengapa orang sebaik Yesus kok disalibkan? Kita sulit menjawab. Tetapi jika kita pernah berpikir seperti itu, berarti kita memiliki hati Nurani. Yang saya takut, kita tahu orang sebaik itu kemudian dianiaya, tetapi kita tidak peduli. Saat ini kita melihat banyak sekali hoaks. Dan di Alkitab, ketika Yesus mau bangkit ada begitu banyak hoakz dimana-mana. Katakan pada mereka banyak Yesus begini-begini, ada yang bilang mayat Yesus dicuri orang. Pertanyaannya, siapa yang melakukan? Yang melakukan ya ahli Agama. Dan saat itu Yesus menjadi korban penistaan agama. Masak DIA anak Allah. Jadi Yesus korban penistaan Agama, tetapi Yesus tidak melawan. Yesus itu tidak pernah salah, tetapi teraniaya. Bahkan DIA rela karena aniayanya punya tujuan. Penistaannya punya tujuan,” tutur Pdt. Pengky bersemangat.

Menurut Pengky, Pemilu tahun ini juga punya tujuan. Tapi jangan sampai punya tujuan untuk menghalalkan segala cara. “Seperti hoaks kuburan Yesus. Kan kita tidak boleh. Saya suka dengan sebuah ilustrasi. Paskah itu sama dengan telur. Telur itu lambang kehidupan. Telur itu kalau dipecahkan dari luar, akan rusak dan tidak akan kehidupan alias mati. Tetapi kalau telur itu ditetaskan atau dipecahkan dari dalam akan ada kehidupan. Jadi telur itu harus dipecahkan dari dalam.  Jadi pemilu saya berharap bukan pecah dari luar, tetapi pecah dari dalam. Tetapi ingat walaupun ada Jumat Agung, dimana Yesus diam, ada saatnya DIA bangkit. Saya harap Pemilu ini ada kebangkitan. Yakni tujuannya adalah kebangkitan seorang pemimpin luar biasa, yakni menyatukan kembali murid-muridNya. Artinya, pemimpin sekarang bisa menyatukan kembali masyarakat Indonesia yang sempat terkotak-kotak karena perbedaan pilihan. Saya seorang Nasionalis, Pancasilais. Saya tidak rela kalau Indonesia ini dirubah. NKRI ini harus tetap satu. Kita bisa belajar dari Khilafah di Mesir, Irak, Syiria, Libia. Saya harap Indonesia tidak terjadi seperti ini.  Sekali lagi, saya berharap pemilu ini bisa melahirkan seorang pemimpin yang membangkitkan bangsa Indonesia,” pungkasnya. GT

Pesan Ev. Yohanes MJB Dalam Kunjungan Paskah GBI REM Kelapagading ke Rutan Salemba: Mari Kita Lakukan Sesuatu Dengan Benar

JAKARTA, Victoriousnews.com,- Mengutip ayat Alkitab yang terambil dalam Matius 25:44, “Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?”,  mendorong para hamba Tuhan yang melayani di GBI REM cabang Kelapa gading untuk peduli melayani sesama, khususnya kepada umat Kristen yang berada dalam terali besi. Selain melayani secara rohani, tim pelayanan GBI REM Kelapa gading juga memberikan bantuan berupa (satu set perlengkapan mandi) dan  makanan nasi kotak untuk dibagikan kepada 125 warga binaan di Rumah Tahanan  (Rutan) Kelas 1 Salemba, Jl. Percetakan Negara Raya, RT.12/RW.4, Rawasari, Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Ev. Yohanes MJB ketika menyampaikan Firman Tuhan

                Kunjungan pelayanan dalam rangka merayakan hari Paskah yang diadakan pada hari Sabtu, 13 April 2019, Pkl. 9.00 ini diwakili oleh 11 orang hamba Tuhan (pengerja wilayah GBI REM Kelapagading & Pengerja GBI REM Pusat) yaitu: Bapak Binsar Pangaribuan (YMGS Kelapagading), Bapak Yogi Dewanto (Pembina GBI REM), Bapak Jaswin Damanik (Pembina GBI REM), Bapak Ronny, Bapak Didi, Bapak Margianto, Bapak Yohanes MJB, Bapak Ali, Bapak Pengky Andu, Bapak Johan Cramer & Bapak Gideon M. Sesampainya di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, tim pelayanan disambut oleh Ibu Magda dan Bapak Tommy (tim pelayanan penjara dari yayasan Samaritan).

Setelah melalui pemeriksaan yang ekstra ketat di pintu masuk Rutan Salemba, kemudian tim diterima dengan hangat oleh jemaat Kristen (warga binaan) yang berjumlah 125 orang yang siap untuk mengikuti ibadah yang dipimpin oleh Ps Yogi Dewanto untuk mentahbiskan dalam doa pembukaan. Antusias warga binaan ini tampak sekali ketika mereka sungguh-sungguh memuji Tuhan dan menyaksikan pertolongan Tuhan selama menjalani hidup mereka di dalam penjara.

Horas Tambun, salah satu warga binaan yang divonis selama 6 bulan penjara turut menyampaikan kesaksian bahwa pertolongan Tuhan Yesus itu sangat luar biasa. “Puji Tuhan, pertolongan Tuhan itu banyak sekali yang saya alami. Salah satu contoh, saya sebenarnya difitnah oleh teman, sehingga harus berurusan dengan hukum. Nah sebelum masuk dalam persidangan, saya berdoa, agar Tuhan beracara  dan menolong saya agar mendapatkan keringanan hukuman. Ternyata Tuhan itu baik, doa saya dikabulkan oleh Tuhan, saya diberikan keringanan hukuman hanya 6 bulan. Bukan itu saja pertolongan Tuhan dalam hidup saya, pernah saya mengalami hidup dalam kekurangan, untuk makan siang dan sore saja tidak bisa. Akhirnya saya dan keluarga berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan. Singkat cerita, hampir setiap kebutuhan saya dijawab Tuhan dan dicukupkan,” tutur Horas dalam kesaksiannya. Setelah Horas, Ps. Jaswin Damanik juga menyampaikan kesaksian yang menguatkan dan memotivasi jemaat rutan Salemba.

             Seusai kesaksian dilanjutkan firman Tuhan yang disampaikan oleh Bapak Ev. Yohanes MJB, dari GBI REM Kelapagading, dengan mengusung tema “MELAKUKAN SESUATU DENGAN BENAR”.  Bapak Yohanes mengutip  ayat  Alkitab yang terambil dalam kitab Yakobus 4:17, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”.  “Bilamana kita dapat melakukan sesuatu dengan benar? Setidaknya ada hal yang sangat penting agar kita dapat melakukan hal yang benar sesuai dengan firman Tuhan. Pertama, Bila kita taat kepada Tuhan (Mazmur 145:17-18). Kedua, Bila waspada akan keinginan daging (1Yoh 2 :16 dan Kejadian 3:6).  Ketiga, Bila kita menyenangkan hati Tuhan (Mazmur 147:11),” tukas Ev. Yohanes sembari memberikan ayat pendukung lain yang terambil dalam Ibrani 5: 11-14; Amsal 14:12

Pada kesempatan tersebut sebelum ditutup doa berkat, Ps. Pengky Andu juga diberikan kesempatan untuk memotivasi para jemaat rutan Salemba. “Sebenarnya saya senang sekali jika rumah ibadah di Rutan ini kosong. Artinya, kita umat Kristen tidak melakukan kejahatan agar tidak kena jerat hukuman penjara. Pesan saya, marilah kita terus berbuat baik. Pikirkan apa yang akan anda rasakan. Dan rasakan apa yang anda pikirkan. Artinya, sebelum kita bertindak, harus benar-benar dipikirkan agar tidak menuai jalan yang salah dan berujung dengan kasus hukum seperti ini. Saya yakin, anda semua bisa masuk di sini karena ketahuan duluan. Dan jika ketahuan duluan, berarti kesempatan untuk bertobat lebih cepat dan pasti diampuni oleh Tuhan. Karena, mungkin ada jutaan orang yang berbuat kejahatan dan belum ketahuan sampai saat ini. Puji Tuhan anda semua sudah ketahuan dan akan dipakai Tuhan luar biasa,” papar Ps. Pengky Andu dalam motivasinya disambut tepuk tangan para warga binaan rutan Salemba. GT

Aba Maulaka, Kadis Komunikasi dan Informatika Prov. NTT: BERSAMA MEWUJUDKAN NTT BANGKIT

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Terpilihnya Victor Bungtilu Laiskodat (Partai Nasional Demokrat) dan Drs Josef Nae Soi MM (Partai Golkar) menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTT) semenjak dilantik pada 5 September 2018 membawa harapan baru bagi masyarakat NTT menatap masa depan yang lebih berpengharapan. Melalui Visi “NTT Bangkit” pemimpin ini berusaha mengangkat martabat masyarakat untuk mencapai tingkat sejahtera. “Visi besar Gubernur dan Wakil Gubernur NTT adalah NTT Bangkit. Bangkit dalam banyak aspek, seperti bangkit dari kemiskinan, infrastruktur yang terbatas, normalisasi pemanfaatan potensi. Saat ini, fokus pada pariwisata,” tegas Aba Maulaka, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTT kepada wartawan ini usai menjadi nara sumber dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 pada Rabu, 10 April 2019 di Ruang Auditorium Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat Nomor ( (Jakarta Pusat) bertema “Menuju Indonesia Merdeka Sinyal”. Kehadirannya mewakili Wakil Gubernur NTT bersama nara sumber dari kementerian Kominfo, kementerian perindustrian, dan lainnya.

Di bidang komunikasi dan informatika dijelaskan, masyarakat NTT terbantu dengan adanya internet. “Dengan ketersediaan jaringan dinternet, memudahkan masyarakat berkomunikasi dengan anggota keluarga di tempat yang berbeda. Selain, pelayanan publik di pemerintahan provinsi dan jajaran terkait dapat terbantu. Aspek usaha masyarakat juga, mulai dari marketing/pemasaran juga menjadi terbantu,” jelasnya.

Bahkan, untuk memudahkan seluruh potensi yang ada di NTT, pimpinan memerintahkan agar dibuat suatu aplikasi. “Bagaimana mengetahui potensi masing-masing daerah; produknya, pemasaran, pengolahan, dan lainnya. Ini harus dapat diketahui secara online. Disiapkan aplikasi, sehingga potensi peternakan, pertanian, dan hasil ikan dapat diangkat. Investor tertarik untuk ke sana, sehingga membuat dunia usaha UMKM lebih simple dalam mengembangkan usaha. Dengan dukungan IT membuat mata rantai pemasaran menjadi pendek, Keuntungan menjadi lebih besar,” katanya.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia membentang dari Sabang di ujung barat sampai Merauke di ujung Timur. Dengan jumlah pulau mencapai 17.504 dan luas wilayah mencapai 1,91 juta persegi, Indonesia membutuhkan teknologi yang dapat mengintegrasikan seluruh willayah untuk mengatasi kesenjangan antarwilayah. Era revolusi industri 4.0 harus direspon postif dengan langkah-langkah yang tepat, sehingga Indonesia dapat memanfaatkan fenomena global untuk mengatasi kesenjangan antar daerah dan memenangkan pertarungan global di segala bidang kehidupan.

Dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, Indonesia harus memanfaatkan datangnya Revolusi Industri 4.0 dengan berbagai teknologi pendukung, di antaranya internet of things, 3D printing, cloud computing, artificial intelligence, dan big data analystics, selaon teknologi robot yang semakin otonom.  Sebagai respon atas skenario Indonesia di tahun 2045 dan Revolusi Industri 4.0 yang mendatangkan disrupsi di segala bidang kehidupan pemerintah Indonesia membangun proyek atau lebih tepatnya melanjutkan proyek yang sempat mangkrak di era pemerintahan terdahulu yaitu dengan membangun Palapa Ring.

Palapa Ring terbagi menjadi Paket Barat, Tengah, dan Timur. Palapa Ring Barat mencapai 2.275 km dan Tengah sepanjang 2.995 km. Kedua paket ini telah selesai 100 persen. Palapa Ring Paket Timur sepanjang 6.878 km, pengerjaannya hingga akhir tahun 2018 telah mencapai 89,39 persen. Ini diharapkan dapat memberikan internet yang murah bagi masyarakat, sehingga peluang masyarakat dalam menggunakan internet untuk sebuah kemajuan semamin besar. Palapa Ring diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan diharapkan dapat menjadi solusi dan mampu membuat pemerataan internet serta menjangkau seluruh eilayah dan pelosok di Indonesia.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, pada medio Rabu, 13 Maret 2019, dalam kuliah umum kepemimpinan di STT REM bertema “Insfrastruktur Digital” menjelaskan tentang Palapa Ring ini. “Dalam industri infrastruktur digital memacu daya saing agar lebih kompetitif di tingkat global. Pembangunan infrastruktur digital membutuhkan inovasi dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan,” jelasnya.

Pemerintah pusat yang dimotori oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat intens menggalakkan potensi di daerah tersebut. Air merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di NTT. Sebab itu, dibangun tujuh bendungan. Upaya pembangunan bendungan untuk mengatasi sulitnya air, termasuk untuk bercocok tanam. Setelah Raknamo di Kabupaten Kupang kemudian selesai Bendungan Rotiklot di Belu (berkapasitas 3,2 juta m3 pada Maret 2018), Bendungan Napun Gete di Sikka (berkapasitas tampung 6,9 juta m3 ditargetkan selesai tahun 2020), Bendungan Temef di Timor Tengah Selatan (kapasitas tampung 56 juta m3 ditargetkan selesai tahun 2022), Manikin (Kabupaten Kupang), Mbay (Nagekeo), dan Kolhua (Kota Kupang). (Epaphroditus Ph M)

SINTUWU MAROSO WARNAI PASKAH NASIONAL 2019 POSO

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Rangkaian Perayaan Paskah Nasional 2019 telah dimulai. Seorang pemuda pembawa obor didampingi sejumlah rekannya bersiap di halaman Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 10 (Jakarta Pusat) pada Jumat malam, 12 April 2019. Sementara, di tangga gereja yang dibangun atas dasar kese[akatan antara umat Reformasi dan Umat Lutheran di Batavia (kini Jakarta) selama 18 Agustus 1835-24 Agustus 1839 berdiri berjejer sejumlah pimpinan gereja serta perwakilan pemerintah daerah dan seorang menteri kabinet. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin secara seksama menjadi saksi penyerahan secara estafet Obor Paskah 2019. Setelah obor diserahkan kepada perwakilan pemerintah Kabupaten Toba Samosir/Tobasa (Sumatera Utara) dan perwakilan dari pemerintah Kabupaten Poso (Sulawesi Tengah). Selanjutnya, obor akan dibawa ke lokasi penyelenggeraan Paskah Nasional 2019 di Poso. Melalui sejumlah daerah, Obor Paskah diarak,

Dalam pesannya saat sambutan Pra Paskah Nasional 2019 (Minggu Sengsara) di dalam gereja beberapa saat sebelumnya, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan pentingnya fungsi pimpinan umat Kristiani di Indonesia. Menteri Agama asal Partai Persatuan Pembangunan ini berpandangan, keterkaitan antara keagamaan, kebangsaan, dan kemanusian sangat tepat. Bukan hanya terkait Indonesia, tapi juga masyarakat dunia. Saat ini di sejumlah wilayah masih terjadi tragedi kemanusian. “Para tokoh agama kita, dengan berbagai kedalaman ilmu, kesalehan ibadah, serta keragaman kearifan lokalnya menjadi semakin memiliki tingkat urgensi dan relevansi yang tinggi untuk terus menyuarakan pentingnya menjaga dan memelihara persaudaran kemanusiaan kita,” ujar Lukman Hakim.

“Pemuka agama adalah mereka yang tidak saja hatinya bergetar ketika ayat-ayat Tuhan dibaca dan didengar, tapi juga tergelitik saat agama, bangsa, dan kemanusian terusik. Karena itu, atas dasar cinta dan kedamaian, para pemuka agama berada di garda terdepan dalam menghadapi penjajahan dan ketidakadilan. Atas dasar cinta dan kasih sayang, para tokoh agama bersatu untuk menolong dan membimbing sesama manusia menuju jalan-Nya yang lapang dan lempang, jalan kebahagian dan keselamatan serta jalan kedamaian. Tokoh-tokoh agama, pemuka agama, pimpinan majelis agama, orang-orang yang tulus dan bersih tanpa pamrih. Karena laku hidupnya dipersembahkan tidak lagi hanya untuk yang bersifat fana saat ini dan kini, tapi juga untuk kekal nan abadi,” katanya.

“Tokoh dan pemuka agama dalam kehidupan sehari-hari selalu meneduhkan dan mencerahkan, di saat yang lain meresahkan dan memanaskan. Mereka juga memberi inspirasi di saat yang lain memprovokasi. Semua umat memiliki tempat terhormat sebagai makhluk-Nya. Sehingga bukan hak manusia untuk saling mencela, saling mencaci dan apalagi saling membenci sesama. Inti ajaran agama hakikatnya adalah memanusiakan manusia. Para agamawan dan pendahulu kita menyebarkan ajaran agama dengan akhlak yang mulia dan perilaku terpuji yang amat mempesona,” tegasnya.

Didampingi Eusabius Binsasi (Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik), Menteri Agama juga menandatangani prasasti Tugu Paskah Nasional. Pra-Paskah Nasional 2019 juga dihadiri Pdt Dr Henriette T Hutabarat-Lebang (Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia/PGI), Irjen Pol (Purn) Dr Drs Ronny Franky Sompie SH MH (Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia), Pdt Dr Ronny R Mandang MTh (Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia/PGLII), Dr Soritua AE Nababan LLD (Ketua Dewan Gereja Dunia periode 2009-2013), Pdt Gomar Gultom MTh (Sekretaris Umum PGI), Pdt Dr Alma Shephad Supit (Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional), Panitia Paskah Nasional 2019, sejumlah tokoh kristiani, dan seratusan insan gerejawi.

Bertema ‘Karya Terbesar’ (Yohanes 3:16) dan sub-tema ‘Sintuwu Maroso’ (Bahasa Poso yang artinya, Bersatu Kita Teguh), Paskah Nasional 2019 terdiri sejumlah rangkain termasuk Ibadah Agung Minggu Sengsara (Pra Paskah Nasional) di Jakarta pada Jumat, 12 April 2019; Seminar Kerukunan dan Pembangunan Manusia di Poso serta Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Poso pada 9 Mei 2019; Seminar Hamba-hamba Tuhan di Tentena (Kabupetan Poso) dan Ibadah Agung Paskah Nasional di Tepi Danau Poso pada 10 Mei 2019, Wisata Rohani dan Malam Kebudayaan (11 Mei 2019), Ecumenikal Visit terdiri atas pelayanan ke gereja-gereja dan Kirab Obor Paskah Nasional menuju Palu (Sulawesi Tengah) pada 12 Mei 2019, serta Kebaktian Kebangunan Rohani Paskah Nasional di Palu (13 Mei 2019).

Sejumlah pembicara yang direncanakan tampil termasuk Pdt Dr Soritua AE Nababan LLD, Pdt Dr Henriette T Hutabarat-Lebang, Laksda TNI Wuspo Lukito SE MM, Pdt Gomar Gultom MTh, Pdt Dr Jacob Nahuway MA, Pdt Gilbert Lumoindong STh, Ev Feba Affan, Pdt Dr Johny Weol, Dr Inge Handoko, Darmin Agustinus Sigilipu, dan Ketua Umum Sinode GKST. Panitia Pusat Paskah Nasional 2019 diketuai Prof Dr Yohana Susana Yembise Dip Apling MA (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak/PPPA). Pdt Debby Supit Pieter STh (Wakil Ketua Umum), Pdt Dr Anna Nenoharan (Ketua Hubungan Kelembagaan), Nova Ernny Rumondor (Ketua Pelaksana Harian), Conny Runtuwene (Sekretarus Umum), Megawati Catherine (Bendahara), dan Angelica Tengker (Kontributor).

Panitia Pengarah Paskah Nasional 2019 terdiri atas; Pdt Dr Julianus Mojau (PGI), Romo Agustinue Hery Wibowo (KWI), Laksda TNI Wuspo Lukito (Wakasal), Irjen Pol Dr Ronny F Sompie SH (Dirjen Imigrasi), Pdt Ir Hano Palit (PGPI), Dr Inge Handoko (PGLII), Kapten Jerry Rambitan (Bala Keselamatan), Pdt David Panjaitan (GMAHK), Romo Khaerul Munawar (GOI), Pdt Kus Daryono (PBI), Robby Repi SE (Convocator), dan Pdt. A Shephard Supit (Lembaga Paskah Nasional).

Pdt Dr Alma Shephad Supit, dalam sambutannya, menyatakan, oleh Anugerah Tuhan, Paskah Nasional yang dimulai pada tahun 2005, atas inisiasi warga gereja dapat berlangsung setiap tahun secara rutin dan pada tahun 2019 ini sudah memasuki yang ke-15 kalinya. “Waktu Paskah Nasional XIV di Danau Toba (Sumatera Utara) diketuai Brigjen TNI (Purn). Dr. Hj. Nurhajizah Br Marpaung SH MH (Wakil Gubernur Sumatera Utara ke-4 periode 9 Maret 2017–16 Juni 2018). Acara ini akan memberkati teman-teman di Sulawesi Tengah, seluruh Nusantara, bahkan luar negeri. Potensi sumber daya manusia, budaya, alam yang Tuhan karuniakan kepada saudara-saudara kita di Tano Batak,” ucap Shephard Supit.

Sekilas perjalanan Paskah Nasional diawali pada tahun 2005 dan dilaksanakan di kawasan Monumen Nasional (Jakarta) serta menampilkan dua pembicara masing-masing; Pdt Dr Stephen Tong dan Pdt Dr Jacob Nahuway MA. Event ini dihadiri ribuan umat Kristiani dan hamba-hamba Tuhan dari berbagai gereja dan lapisan masyarakat. Paskah Nasional yang dilakukan setiap tahun kemudian kembali dilaksanakan di Jakarta (I-VI) secara interdenominasi derngan semangat oikumene. Semuanya diinisiasi oleh jemaat Tuhan serta didukung kementerian agama, gereja-gereja, dan pemerintah.

Paskah Nasional VII tahun 2011 dilaksanakan di Jayapura (Papua). Event ini disertai Konferensi Transformasi Papua dan diadakan di Gedung Olahraga Cendrawasih. Sedang, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) selama tiga malam dilaksanakan di Lapangan Entrop (Jayapura). Paskah Nasional VIII tahun 2012 disertai Konferensi Transformasi Indonesia (KTI) dan Kovensi Pemuda Indonesia (KPI) serta diadakan di Bandung (Jawa Barat). Paskah Nasional IX tahun 2013 diadakan di Surabaya (Jawa Timur) disertai Temu Konsultasi Warga Gereja (TKWG) dan Temu Konsultasi Pimpinan Kristiani (TKPK) yang menghasilkan ‘Surabaya Consensus’, yaitu dengan diluncurkannya Gerakan Indonesia Cerdas yang berada di bawah naungan Lembaga Indonesia Cerdas. Lewat pelatihan ini sudah mentraining serta mengirim hampir 1000 guru ke pelosok Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Paskah Nasional X tahun 2014 di Manokwari (Papua Barat) disertai Konferensi Misi Indonesia sekaligus memperingati 168 tahun Injil masuk Papua. Momentum ini melahirkan Revolusi Mansinam, yang terdiri atas Komitmen Gereja-gereja di Indonesia untuk terus melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, dan mengokohkan jati diri Tanah Papua sebagai Tanah Injil yang patut disyukuri, dikembangkan diri dan kekhususan tersebut. Paskah Nasional XI tahun 2015 di Kupang (Nusa Tenggara Timur/NTT) disertai Seminar Pembangunan Manusia di Gereja GMIT Anugerah Kupang dan Pawai Paskah. Momentum ini meneguhkan untuk gereja terlibat aktif bagi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sember daya manusia, khususnya terkait dengan sumber daya manusia dari tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tenaga kerja wanita (TKW).

Paskah Nasional XII tahun 2016 dilaksanakan di Kabupaten Lanny Jaya (Papua) dan sertai Konferensi Pendidikan Kristen. Dalam konferensi ini didorong untuk misi Pendidikan Kristen, diperbarui, ditingkatkan, dan disebarkan dengan salah satu cara yaitu menyebarkan Guru-guru Misionaris, Pendidik Transformasi (Petra) Indonesia Cerdas, ke seluruh Nusantara yang diawali dengan mengirim ke semua kabupaten dan pelosok Tanah Papua. Paskah Nasional XIII tahun 2017 diadakan Manado dan Tondano (Sulawesi Utara). Event ini disertai Pekan Kerukunan Nasional 2017 serta Konferensi Misi dan Pemuda Global sekaligus memperingati 500 Tahun Reformasi (Marthen Luther 1517-2017) yang tuirut dihadiri pimpinan dewan gereja dunia (World Council of Churches (WWC), Chairperson World Christian Student Federation (WSFC), Christian Confrence of Asia (CCA) serta gereja-gereja dan badan-badan misi baik dari dalam dan luar negeri, pimpinan FKUB, pejabat-pejabat Kementerian Agama dan Duta Besar, Paskah ini mengangkat tema “Torang samua ciptaan Tuhan (We are all created by God).

Paskah XIV tahun 2018 dilaksanakan di kawasan Danau Toba (Sumatera Utara). Ibadah Agung Paskah Nasional diadakan di Belige. Obor Paskah Nasional diserahkan kepada perwakilan dari Poso. Penyerahan Obor Paskah menandai Paskah Nasional XV tahun 2019 diadakan di Poso dan Tentena (Sulawesi Tengah). Dalam rapat FUKRI di kantor PGI pada tanggal 8 Februari 2019, yang terdiri dari aras-aras gereja seperti PGI, PGPI, PGLII, GMAHK, PBI, GOI, Bala Keselamatan, dan KWI telah disepakati bahwa Paskah Nasional 2019 diadakan bersama oleh semua atas gereja. ini merupakan langkah konkrit untuk kesatuan dan kebersamaan gereja semakin terwujud. (Epaphroditus Ph M)

Indonesia Rebut 4 Penghargaan Dalam Forum WSIS 2019 di Jenewa

Victoriousnews.com,-Keunggulan ekonomi digital Indonesia menjadi perhatian peserta Forum Tahunan World Summit on the Information Society (WSIS). Dalam sesi High-Level Policy Panel WSIS 2019 bertajuk Ekonomi Digital dan Perdagangan, Direktur Jenderal Pos dan Pemberdayaan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli menyatakan Indonesia terus membangun eksositem digital dan mengukuhkan posisi sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

“Sebagai negara dengan target kontribusi GDP senilai USD 130 billion dari sektor ekonomi pada 2020 nanti, Indonesia terus membangun ekosistem digitalnya. Salah satunya adalah penyelesaian pembangunan Jaringan Tulang Punggung Berkapasitas Tinggi Nasional, Palapa Ring,” papar Ahmad Ramli, di Centre International de Conférences Genève, Jenewa, Rabu (10/04/2019) seperti dilansir dalam siaran Pers yang dikirim oleh Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu.

Menurut Dirjen Ahmad M. Ramli, ketersediaan jaringan infrastruktur Palapa Ring dapat melayani Internet berkecepatan tinggi di lebih dari 440 kota dan kabupaten. “Ditambah dengan jumlah pengguna Internet Indonesia yang kini telah berjumlah 150 juta orang, juga dapat mendorong inklusifitas dan adopsi sektor finansial dan pembayaran digital di Indonesia,” jelasnya.

Dalam membangun ekosistem digital, Ahmad M. Ramli menjelaskan pendekatan multistakeholder dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, Program Nasional 1000 Startup, Next Indonesia Unicorn (Nexticorn), Go Online Program dan Digital Talent Scholarship.

Rebut Penghargaan WSIS 2019

Sehari sebelumnya, Selasa (9/4/2019) di lokasi yang sama, Indonesia merebut empat penghargaan Champion dari PBB. Setelah melalui kompetisi yang ketat, melibatkan 1062 inisiatif yang didaftarkan dari seluruh dunia melalui ajang WSIS Prizes, empat inisiatf Indonesia yaitu Data Bojonegoro (Relawan TIK Indonesia); Baktiku Pada Petani (Telkomsel); Baktiku Negeriku (Telkomsel) dan Saintif (Mahasiswa Universitas Diponegoro) memenangkan penghargaan.

“Data Bojonegoro” merupakan layanan data, informasi, jurnal kepustakaan online bagi masyarakat dan pengampu kebijakan di Bojonegoro. Sementara “Baktiku Pada Petani” adalah program peningkatan kapasitas petani dan pertanian dengan menggunakan platform digital.

Adapun “Baktiku Negeriku” adalah program yang mendorong pemberdayaan komunitas rural dengan pendekatan berbasis teknologi informasi. Sedangkan “Saintif” adalah media online edukasi dan pengetahuan karya mahasiswa Universitas Diponegoro yang dibangun secara swadaya.

Anugerah bagi pemenang berlangsung pada hari Selasa (9/4/2019) dan diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Houlin Zhao. Kali ini terdapat 72 insiatif/karya pilihan dari berbagai negara dunia.

Penerima Champion WSIS Prizes dari Indonesia didamping khusus oleh Dirjen PPI Ahmad M. Ramli bersama dengan Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib beserta Delegasi RI.

Kompetisi WSIS Prizes adalah ajang tahunan yang mengundang seluruh pemangku kepentingan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari berbagai negara di dunia untuk menyampaikan inisiatif karya yang terbagi atas 18 kategori. Penghargaan tersebut mengumpulkan dan mengevaluasi usulan dari seluruh dunia mengenai aktivitas industri TIK, baik perangkat keras, jaringan, dan aplikasi melalui proses seleksi yang sangat ketat oleh ITU yang merupakan badan tertinggi PBB pada bidang teknologi dan informasi. GT

Indonesia Lirik Tuan Rumah Olimpiade 2032

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Calon Presiden 01 sekaligus Presiden Petahana, Ir H Joko Widodo menekankan Ibu Pertiwi sedang berprestasi. “Bukan Ibu Pertiwi sedang diperkosa, tapi sedang berprestasi,” tandas Presiden Joko Widodo di hadapan massa insan olahraga se-Indonesia dalam “Deklarasi Pemuda, Influencer, dan Disabilitas” di Gedung Indonesia Convention Exibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan (Provinsi Banten) pada Minggu malam, 7 April 2019.

Jokowi (demikian panggilan akrab Gubernur DKI Jakarta ke-14 periode 15 Oktober 2012–16 Oktober 2014 dan Walikota Surakarta ke-16 periode 28 Juli 2005–1 Oktober 2012 ini) menegaskan, saat ini Indonesia sedang berprestasi khususnya bidang olahraga. “Di Asean games 2018 di Jakarta-Palembang, Indonesia berada di urutan keempat dengan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu, total 98 medali, Asean Paragames 2018 di Jakarta berada di posisi lima (37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu, total 135 medali), serta bidang olahraga TNI berada di posisi puncak yaitu juara satu. Juara satu. Juara satu. Jadi, jangan ada yang bilang bahwa Ibu Pertiwi sedang diperkosa, tapi Ibu Pertiwi sedang berprestasinya,” tegas Jokowi disambut tepukan membahana insan olahraga.

Prestasi bidang olahraga tersebut juga dibarengi dengan perhatian pemerintah. Di Asean games dan Paragames, peraih medali emas mendapat bonus Rp 1 miliar, Rp 750 juta (peraih perak), dan Rp 500 juta (perunggu). Pemberian bonus juga diberikan kepada official olahraga yang mendukung prestasi para atlet tersebut.

Raja Sapta Otohari yang memberikan sambutan sebelumnya tampak agak gerah melihat para penggiat olahraga tidak segera memasuki ruangan acara meskipun pemimpin mereka sudah berada di dalam ruangan. “Saudaraku sebangsa dan setanah air, mohon masuk karena pemimpin kita akan memberi pesan buat kita semua,” tegas Sapta Otohari.

Ditekankan, Presiden Jokowi telah berhasil mengangkat sejarah olahraga di Indonesia. “Indonesia mampu menjadi tuan rumah Asean games dan Asean Paragames, dengan juara masing-masing keempat dan kelima. Bonus yang diberikan pemerintah juga besar dan tidak lama. Karena itu, kita angkat kembali pemimpin kita untuk masa kepemimpinan 2019-2024 bersama KH Ma’aruf Amin,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga dideklarasikan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2032. “Jo… ko…. wi…. menang, menang, menang, Amin,” teriak Sapta Otohari ditengah gemuruh bersama masa penggiat olahraga.

Deklarasi dukungan pencalonan kembali menduduki puncak pimpinan negeri ini dihadiri Raja Sapta Otohari (Ketua Penasehat Komunitas Olahraga Bersatu), Harry Warganegara (Ketua SC Komunitas Olahraga Bersatu), Richard Sambera (Ketua OC Komunitas Olahraga Bersatu), Erick Thohir (Ketua Tim Pemenangan Nasional 01), sejumlah menteri kabinet termasuk menteri olahraga dan menteri koordinator kemaritiman serta Yenny Wahid atau Zannuba Ariffah Chafsoh (Puteri alm Dr HC KH Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 periode 20 Oktober 1999–23 Juli 2001).

Pada tayangan video ditampilkan seorang disabilitas pria yang berprofesi sebagai fotografer. Dengan segala usahanya, di mampu melakukan sesuatu termasuk menulis #01 di kaos putihnya yang sudah dipakainya. (Epaphroditus Ph M)

Pesan Paskah PGI 2019: Paskah Adalah Perayaan Kebangkitan Kristus kalahkan kematian

“Kebangkitan Kristus memampukan Kita Berdiri Teguh dan Terus Melayani Semua”

(Bdk. I Korintus 15:57-59)

Saudara-saudara umat Kristiani di mana pun Saudara berada.

Salam Sejahtera dalam Yesus Kristus,

“Kristus Bangkit! Ya, benar, Kristus telah bangkit!”, itulah pekik sukacita umat kristiani menyambut Paskah, berkumandang sepanjang masa dan di berbagai tempat.

Paskah adalah perayaan kebangkitan Kristus mengalahkan kematian dan semua bentuk kesia-siaan yang sering membelenggu kehidupan manusia.  Inilah dasar iman kristiani yang memberi pengharapan bagi pengikut Kristus untuk mengalahkan berbagai tanda-tanda kematian yang dapat menghancurkan kehidupan. Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan Injil dan iman kristiani (I Kor.15:14).  Jika kematian mengurung seluruh ciptaan dalam kesia-siaan (Rm 8:20), maka kebangkitan Kristus menunjukkan kuasa Sang Pencipta yang membuka jalan baru menuju kehidupan sejati.

Inti berita Paskah adalah pertarungan melawan kekuatan-kekuatan jahat yang menyeret manusia kepada maut dan kesia-siaan, suatu pertarungan yang dimenangkan  Allah, sumber kebenaran dan kehidupan (bdk Rm 8:31-39).  Yesus dari Nazaret pun tak luput dari cengkeraman kekuatan anti kehidupan. Ia menjadi korban ketidakadilan di tangan bangsa sendiri. Pilatus yang berniat membebaskan Yesus, tunduk kepada tekanan massa yang termakan hasutan. Penyaliban Yesus dari Nazaret adalah sebuah contoh nyata kalahnya nurani, gugurnya kebenaran dan tersingkirnya keadilan (Luk 23:4; Yoh 19:4-16). Bahkan, kabar kebangkitan sebagai berita kehidupan disangkal oleh mereka yang terancam kedudukannya. Mereka mengajak orang lain  menyebarkan berita kebohongan (bdk. Matius 28: 11-15). Padahal, “saksi dusta menyatakan tipu daya” (bdk. Amsal 12:17), membuat orang tertipu dan hidup dalam kesia-siaan (1 Kor.15:14-15).

Kebangkitan Kristus adalah kenyataan yang menegaskan keberpihakan Allah pada kebenaran dan keadilan. Allah tidak membiarkan Kristus tetap dalam cengkeraman maut. Kubur kosong menjadi jaminan dan pengharapan kita untuk terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan di tengah-tengah kepungan kekuatan-kekuatan maut.

Hingga kini kekuatan-kekuatan maut masih hadir dalam berbagai wajah di tengah-tengah kehidupan kita, sebagaimana nyata dari kabar-kabar buruk yang tiada hentinya membanjiri dunia kita. Aneka wajah kekerasan anti kehidupan masih menandai kehidupan bangsa kita. Masih terjadi berbagai bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan, politik identitas atas dasar etnisitas dan agama, kekerasan yang mengatasnamakan agama, eksploitasi sesama dan alam ciptaan Tuhan karena keserakahan manusia.

Rasul Paulus menegaskan bahwa kita semua yang telah dibaptis adalah umat yang turut mengalami kematian Kristus dan telah dipersatukan dalam kebangkitan-Nya (Rm 6:3-5). Kebangkitan bersama Kristus menguak pengharapan baru dan memberi arah baru dalam kehidupan kita secara pribadi, dalam keluarga dan gereja serta dalam kehidupan berbangsa. Sebagai orang-orang yang percaya kepada berita kebangkitan Kristus yang telah mengalahkan maut, kita mempunyai pengharapan untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Rm.12:21). Kita seharusnya tidak lagi membiarkan diri kita diperalat oleh kekuatan dosa sebagai senjata kelaliman, melainkan membiarkan Allah memakai kita untuk menjadi alat kebenaran-Nya (Rm 6:11-13). Dalam Kristus kita dapat berdiri teguh, tidak tergoda dan terpengaruh oleh berita-berita bohong di sekeliling kita, tidak termakan isu yang dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa serta dapat menjauhi keserakahan kuasa dan materi.

Dalam keyakinan dan semangat kebangkitan Kristus seperti itulah kita diajak untuk terus-menerus berdiri teguh, dalam segala keadaan, melayani semua dengan tidak membedakan latar belakang agama, suku dan budaya serta status sosial dan pilihan politik. Kita baru saja menyelenggarakan sebuah hajat kebangsaan yang besar, yakni Pemilihan Umum yang terdiri dari  Pemilihan Presiden dan Pemilihan Anggota Legislatif. Berbagai dinamika mewarnai penyelenggaraan pesta demokrasi itu. Tidak sedikit gesekan dan benturan yang mungkin telah terjadi di tengah bangsa kita terutama karena perbedaan pilihan politik. Tidak jarang terjadi bahwa gesekan dan benturan itu masih berdampak dalam relasi-relasi kita setelah Pemilu berlangsung. Bahkan bisa saja terjadi permusuhan yang berkelanjutan yang dapat menciderai persaudaraan kita dalam keluarga, dalam jemaat, bahkan menciderai hubungan kita sebagai sesama anak bangsa. Hal ini tentu saja dapat berdampak bagi kelanjutan pembangunan bangsa kita menuju kesejahteraan untuk semua. Keyakinan akan kebangkitan Kristus akan memampukan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi memikirkan serta melakukan apa yang baik bagi semua orang dan berdamai dengan siapa saja (Rm.12:17-18).

Bencana alam beruntun yang terjadi di tanah air kita, juga mengajak kita semua bergandengan tangan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana tersebut.  Dalam semangat Paskah mari kita bekerjasama dengan semua komponen bangsa untuk merawat ciptaan Allah dan melepaskan diri dari kecenderungan mengeksploitasi alam demi keuntungan pribadi atau kelompok. Rasul Paulus mengajak kita untuk melanjutkan kehidupan di bumi ini dalam semangat Paskah: “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyang dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Korintus 15:58).

Selamat Paskah

Jakarta, April 2019

Atas nama Majelis Pekerja Harian PGI

Pdt. Henriette Hutabarat Lebang                                                                                       Pdt. Gomar Gultom

Ketua Umum                                                                                Sekretaris Umum