News Ragam Religi

Pdt. Pengky Andu: Paskah 2019 Pasca Pemilu, Akan Melahirkan Seorang Pemimpin Yang Membangkitkan Bangsa!

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Di seluruh penjuru dunia, jutaan umat Kristiani merayakan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Paskah). Paskah adalah pesta kebangkitan. Setiap tahun umat Kristiani merayakannya, namun kini apa yang perlu direfleksikan dalam pesta Paskah ini? Kata bangkit adalah kata yang menggugah orang untuk segera bersemangat keluar dari situasi tertentu. Perayaan Paskah adalah perayaan “kebangkitan”. “Bangkit” berarti mengajak kita untuk keluar dari situasi tertentu menuju “keadaban bersama”. Bangkit dari “rasa ketidakadilan”. Bangkit dari tatanan ekonomi untuk lebih mementingkan “kepentingan warga bangsa”. Bangkit untuk menciptakan misi dan visi dalam mengarahkan “tatanan politik kebangsaan” agar semakin terarah pada nilai-nilai luhur bersama. Paskah mengingatkan kita untuk segera menegakkan “hakikat hidup bersama sebagai bangsa”, sebagaimana yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa ini. Itulah Paskah sebagai lorong waktu untuk merefleksikan segalanya menuju keadaban kebangsaan-kenegaraan, sebelum menatap yang belum jelas.

Lalu bagaimana merefleksikan “Pemilu 2019 Menjelang Paskah”?. Seorang hamba Tuhan GBI REM, Pdt. Pengky Andu, mengungkapkan bahwa, merefleksikan Paskah saat ini adalah: Pertama, Tuhan Yesus ternyata tidak berpikir hanya untuk orang Yahudi saja, tetapi globalisasi atau untuk seluruh dunia. Kedua, Paskah adalah sebuah peristiwa dimana Yesus mengorbankan ego/kepentingannya. “Yang saya kuatir apakah Pemilu 2019 ini justru mengorbankan rakyat. Itu perbedaannya. Paskah itu sama dengan aniaya. Jumat Agung ini aniaya. Jika kita bertanya, mengapa orang sebaik Yesus kok disalibkan? Kita sulit menjawab. Tetapi jika kita pernah berpikir seperti itu, berarti kita memiliki hati Nurani. Yang saya takut, kita tahu orang sebaik itu kemudian dianiaya, tetapi kita tidak peduli. Saat ini kita melihat banyak sekali hoaks. Dan di Alkitab, ketika Yesus mau bangkit ada begitu banyak hoakz dimana-mana. Katakan pada mereka banyak Yesus begini-begini, ada yang bilang mayat Yesus dicuri orang. Pertanyaannya, siapa yang melakukan? Yang melakukan ya ahli Agama. Dan saat itu Yesus menjadi korban penistaan agama. Masak DIA anak Allah. Jadi Yesus korban penistaan Agama, tetapi Yesus tidak melawan. Yesus itu tidak pernah salah, tetapi teraniaya. Bahkan DIA rela karena aniayanya punya tujuan. Penistaannya punya tujuan,” tutur Pdt. Pengky bersemangat.

READ  MARGIANTO TERPILIH MENJADI KETUM PERWAMKI PERIODE 2019 S/D 2022

Menurut Pengky, Pemilu tahun ini juga punya tujuan. Tapi jangan sampai punya tujuan untuk menghalalkan segala cara. “Seperti hoaks kuburan Yesus. Kan kita tidak boleh. Saya suka dengan sebuah ilustrasi. Paskah itu sama dengan telur. Telur itu lambang kehidupan. Telur itu kalau dipecahkan dari luar, akan rusak dan tidak akan kehidupan alias mati. Tetapi kalau telur itu ditetaskan atau dipecahkan dari dalam akan ada kehidupan. Jadi telur itu harus dipecahkan dari dalam.  Jadi pemilu saya berharap bukan pecah dari luar, tetapi pecah dari dalam. Tetapi ingat walaupun ada Jumat Agung, dimana Yesus diam, ada saatnya DIA bangkit. Saya harap Pemilu ini ada kebangkitan. Yakni tujuannya adalah kebangkitan seorang pemimpin luar biasa, yakni menyatukan kembali murid-muridNya. Artinya, pemimpin sekarang bisa menyatukan kembali masyarakat Indonesia yang sempat terkotak-kotak karena perbedaan pilihan. Saya seorang Nasionalis, Pancasilais. Saya tidak rela kalau Indonesia ini dirubah. NKRI ini harus tetap satu. Kita bisa belajar dari Khilafah di Mesir, Irak, Syiria, Libia. Saya harap Indonesia tidak terjadi seperti ini.  Sekali lagi, saya berharap pemilu ini bisa melahirkan seorang pemimpin yang membangkitkan bangsa Indonesia,” pungkasnya. GT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *