Ketum PGLII Pusat, Pdt. Dr. Ronny Mandang Meresmikan Kantor Sekretariat PGLII DKI Jakarta

Ketum PGLII Pusat, Pdt. Dr. Ronny Mandang Meresmikan Kantor Sekretariat PGLII DKI Jakarta

Setelah peresmian kantor, Pengurus PGLII berpose bersama dengan Ketum PGLII, Pdt. Dr. Ronny Mandang

Jakarta, Victoriousnews.com, Pengurus Wilayah Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) DKI Jakarta resmi memiliki kantor sekretariat tetapnya di Komp. Ruko Maya Indah, Jalan Kramat Raya 3, Blok P-Q, Jakarta Pusat. ‘Teruslah menyala menjadi terang bagi warga gereja, masyarakat dan bangsa,” kata Ketum Persekutuan Gereja & Lembaga Injili Indonesia, Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th ketika menyampaikan kata sambutannya di acara ibadah syukur dan Peresmian kantor PGLII DKI Jakarta, Sabtu (29/6/2019) sore.
Peresmian kantor PGLII Jakarta ditandai dengan membuka tirai plang kantor oleh Ketum PGLII Ronny Mandang didampingi isteri, Pdt. Royke B.Rory.,S.PAK., M.Th (Ketum PGLII DKI), Dr.Antonius Natan (Sekum PGLII DKI), Lisa Mulyati.,S.Sos ( Pembimas Kristen Pemprov DKI Jakarta) dan perwakilan dari PGIW Jakarta.


Ketum Pengurus Wilayah PGLII Jakarta, Pdt, Royke Bowie Rory S.Pak., M.Th mengisahkan, sejak tahun 2018 pihaknya tidak memiliki kantor sekretariat tetap. Hal tersebut membuat kesulitan soal surat menyurat dan konsolidasi pengurus. Beruntung ada advokat Carrel Ticualu yang memberikan tempat tersebut bagi PGLII Jakarta.
“Kita hanya mengeluarkan biaya renovasi gedung. Bersyukur sekarang kita (PGLII Jakarta) sudah punya kantor tetap. Selama ini kita kalau rapat pengurus berpindah-pindah tempat, alamat surat juga menumpang di gereja tempat saya melayani. Banyak sukaduka dan tantangan untuk memperjuangan tempat ini tetapi Tuhan turut campur tangan sehingga tempat ini bias kita tempati sebagai kantor secretariat tetap PGLII Jakarta,” katanya.
Selain peresmian kantor tetap PGLII Jakarta, dalam acara tersebut juga diresmikan (launching) website pusat informasi kegiatan dan berita PGLII Jakarta. Adapun nama website tersebut adalah Terang Indonesia.
Menurut Sekum PGLII Jakarta, Pdt, Dr. Antonius Natan, portal informasi PGLII Jakarta tersebut juga memuat berita dan informasi lain selain tentang kegiatan PGLII Jakarta.
“Pemrednya Pdt, Immanuel De Fretes. Bagi gereja dan lembaga yang tergabung di PGLII Jakarta silahkan mengirim berita dan informasi kegiatan ke website ini. Selain itu, kita (PGLII Jakarta) juga membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PGLII Jakarta yang dipimpin oleh Bapak Carrel Ticualu, dan akan ada juga program Bela Bangsa bekerjasama dengan Kemendagri yang dikomandani oleh saudara Tigor,” ujar Dr.Antonius Natan yang juga sebagai Penasihat DPP PERWAMKI.

Ki-ka: Pdt. R.B Rory (Ketum PGLII DKI) dan Dr. Antonius Natan (Sekum PGLII DKI)

Anton berharap, dengan diresmikiannya kantor sekretariat ini, bisa sebagai pemicu pengurus untuk lebih memberdayakan diri. Karena memang ada beberapa bidang yang memerlukan fokus pimikiran, konsolidasi dan itu membutuhkan ruang kerja. SM.

Presiden Jokowi: Saatnya Kembali Kepada Persatuan Indonesia!

Jakarta,Victoriousnews.com,-Mahkamah Konstitusi telah memberikan putusan terkait perselisihan hasil Pemilihan Umum 2019. Dengan demikian, proses pesta demokrasi yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir telah usai. Presiden Joko Widodo, yang juga presiden terpilih, mengajak segenap komponen bangsa untuk kembali merajut persatuan dan memikirkan langkah-langkah ke depan untuk bersama memajukan Indonesia.

“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu kembali bersama-sama membangun Indonesia, bersama-sama memajukan negara kita Indonesia, Tanah Air kita tercinta,” ujarnya dalam pernyataan resmi terkait dengan hasil putusan tersebut di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis malam, 27 Juni 2019.

Dalam pernyataannya sebelum bertolak menuju Jepang untuk menghadiri KTT G20 tersebut, Kepala Negara menyatakan bahwa setelah ini tak ada lagi pengkotak-kotakan keyakinan dan dukungan terkait Pilpres 2019. Seluruh pihak diminta untuk tetap memberikan penghormatan satu sama lain meski memiliki pandangan politik yang berbeda.

“Tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada hanyalah persatuan Indonesia. Walau pilihan politik berbeda tetapi kita harus saling menghargai. Walau pilihan politik berbeda kita harus saling menghormati,” ucap Presiden.

Kepala Negara kemudian memastikan bahwa dirinya bersama dengan wakil presiden terpilih, Ma’ruf Amin, akan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

“Walau pilihan politik berbeda pada saat Pilpres, namun perlu kami sampaikan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih adalah presiden dan wakil presiden bagi seluruh anak bangsa, bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. SM/*BM/setpres

Pdt. Gomar Gultom (Sekum PGI): Pasca Putusan MK, Saatnya Kita Bersama-sama Meneduhkan Suasana Dengan Menunjukkan Persahabatan & Persaudaraan Sebagai Sesama Anak Bangsa

Jakarta, Victoriousnews.com,- “Atas nama gereja-gereja di Indonesia, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Ir. Joko Widodo dan Bapak KH. Ma’ruf Amin, yang telah mendapat pengesahan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih berdasar putusan MK Nomor 01/PHPU-PRES/XVII/2019 hari ini,” demikian dikatakan oleh Sekretaris Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom dalam rilis yang dikirimkan via whatsapp setelah Mahkamah Konstitusi (MK) resmi mengumumkan hasil putusan sengketa Pilpres (27/6).

Lanjut Pdt. Gomar, berdasarkan ini,  saya menghimbau seluruh masyarakat Indonesia, baik pemilih dan pendukung 01 maupun pemilih dan pendukung 02 untuk sama-sama menghormati keputusan MK ini yang bersifat final. “Saatnya kini semua elemen bangsa, di tengah perbedaan pilihan politik di waktu lalu, untuk bersatu menyambut kehadiran Bapak Joko Widodo dan Bapak KH Ma’ruf Amin untuk dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pada Oktober yang akan datang. Saya percaya Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan dapat merangkul semua rakyat tanpa membedakan pilihan politik, dan bertindak sebagai Presiden yang mengayomi semua kelompok masyarakat,” ungkapnya.

Pada saat yang sama Pdt. Gomar menghimbau, agar Paslon 01 dan 02 beserta seluruh elit politik kedua pasangan, bersama-sama dapat meneduhkan suasana dengan menunjukkan persahabatan dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. “Saatnya para elit bangsa ini menunjukkan keteladanan berupa kedewasaan berpolitik di tengah-tengah masyarakat yang sempat terpolarisasi akibat kontestasi Pilpres lalu.  Saya mengajak seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia untuk memetik pelajaran berharga dari pengalaman yang kita lalui sebelum, selama dan sesudah Pilpres lalu, dengan segala dinamika dan permasalahannya. Sebagai bangsa yang bermartabat, kita harus terus menyempurnakan proses-proses demokratisasi yang kita tempuh seraya semakin memperteguh komitmen kebangsaan kita,” pungkas Pdt. Gomar. SM

Kesaksian hidup yang “dramatis” Pengacara Jhon SE Panggabean.,SH.,MH: NYARIS MATI GARA-GARA ILMU PERDUKUNAN; BERTOBAT & DISEMBUHKAN TUHAN DARI SEGALA SAKIT PENYAKIT

Pengacara Jhon SE Panggabean.,SH.,MH  sebelum sakit

Pria bernama lengkap Jhon SE Panggabean., SH.,.,MH ini mengaku, sejak muda, sudah memiliki “ilmu kesaktian” untuk menjaga kekebalan tubuhnya, terjerat okultisme yang berkepanjangan hingga nyaris menghantarkannya ke dalam lembah kematian. Deretan kisah dramatis dan menegangkan, seperti kecelakaan maut, hingga sakit penyakit pun pernah dialami oleh anak dari pasangan Alm. St. P Panggabean dan ibu A Aritonang ini. Namun, ketika dirinya bertobat sungguh-sungguh, dilepaskan dari “kuasa kegelapan” serta  menyerahkan hidupnya kepadaNya, Tuhan pun menyembuhkan  secara luar biasa. Kini, Pria Kelahiran kota Tarutung 13 September 1964, ini diberkati oleh Tuhan melalui profesinya sebagai seorang pengacara (Lawyer). Bahkan, suami dari Hartaty Tiurma Pakpahan, yang kini dikarunia 3 orang anak bernama: Samuel Panggabean.,S.Th., Clara Panggabean.,SH, dan Gracia Panggabean.,SH ini rindu menjadi suratan terbuka, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Simak kesaksiannya yang dituliskan dengan gaya bertutur berikut ini.
———————————————————————————————————-
“Dalam perjalanan hidup saya, sejak SMP sudah hidup dalam okultisme (kuasa kegelapan) yaitu memegang jimat dan hidup tidak teratur yaitu hidup malam begadang, dan minum-minuman keras. Sehingga saya harus berpindah sekolah dari Tarutung ke Barus sampai ke Medan. Awalnya jimat yang saya pegang dari Om saya katanya untuk menjaga diri sebagai pertahanan sewaktu saya pindah ke kota Barus. Saya tidak hanya memakai 1 (satu) dukun bahkan berganti-ganti. Singkat ceritanya setelah lulus SMA tahun 1983 saya ikut test Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) di Universitas Sumatera Utara (USU) pilihan musikologi dan hukum, namun saya tidak lulus karena saya tidak belajar. Akhirnya kakak saya yang sudah lebih dahulu berada di kota Jakarta  menyuruh saya untuk ke Jakarta dan saya test di Universitas Kristen Indonesia Fakultas Hukum dan bersyukur lulus pada gelombang ke dua.
Sejak awal masuk kuliah saya mengajak kawan-kawan untuk minum-minuman keras, tetapi  saat itu seorang teman kuliah yang bernama Perry B. Pada yang orangtuanya tinggal di Jakarta tapi dia justru mengajak saya untuk bersama-sama kos satu kamar. Dia orang yang pintar di sekolah serta guru sekolah minggu, dia saat itu selalu belajar sedangkan saya selalu minum-minum dan pulang larut malam ke tempat kos. Saya pulang dia saya temui masih belajar dan dia selalu mengajak saya untuk berdiskusi tapi bagaimana aku bisa diskusi karena saya tidak belajar sementara dia menguasai pelajaran sehingga kalau diajak diskusi saya diam saja, tidak bisa. Suatu ketika karena malu, saya merenung dia selalu belajar dan memahami pelajaran-pelajaran yang sudah diajarkan dosen di kampus, sehingga saat itu saya bertekad untuk belajar walaupun kehidupan masih belum teratur dan saya coba terus belajar dan ternyata saya bisa mengikuti apa yang diajarkan dosen akhirnya saat ujian saya bersama dia selalu lulus di yudisium pertama. Kemudian saya baru menyadari ternyata pergaulan yang baik akan membuat kita baik, hal ini sesuai dengan Firman Tuhan.
Setelah kami tamat kuliah Sarjana Hukum (SH) tahun 1988 kawan saya Perry bekerja di Kementerian Luar Negeri dan dia bertugas di luar negeri. Saat tamat saya berumur 24 tahun dimana 1 (satu) tahun kemudian saya mendapatkan izin pengacara dan mulai menangani perkara bahkan sudah mulai banyak yang saya tangani dan saat itu rasanya gampang dapat uang. Uang tersebut saya hambur-hamburkan, hidup di kehidupan malam di bar dan jimat tetap saya pegang.Tetapi suatu ketika saya merasakan kok hidup saya hampa sementara adik saya yang bernama Juni yang tinggal bersama saya, saya lihat selalu bersukacita, kalau saya pulang dari café/bar jam 5 pagi dia mau berangkat ke gereja dan saya omelin “mau kemana sih pagi-pagi?” dia berkata ke gereja bang dan dia selalu ceria. Suatu ketika ada seorang pendeta yang datang kerumah mencari adik saya Juni biasanya kalau pendeta tersebut datang saya tidak suka dan saya pergi, namun ketika itu adik saya karena tidak ada dirumah pendeta tersebut menyatakan “bisa masuk sebentar?” saat itu saya persilahkan. Kemudian dia menyatakan ke saya; “kalau Pak Panggabean mau bahagia buanglah jimat yang dipegang amang (“Bapak”)”. Saat itu, saya hanya diam saja kemudian dia pamit untuk pulang.
Akhirnya saya mulai merasakan kok hidup saya hampa padahal uang ada. Saya mulai bosan dan tidak lagi menikmati hidup yang minum-minum dan ingin seperti adik saya Juni yang selalu ceria dan sukacita. Suatu ketika waktu pulang dari bar jam 1 pagi saya menyatakan dalam hati kepada Tuhan “kalau memang Engkau ada tolong saya ingin seperti adik saya Juni, saya mau ke gereja dan berikanlah saya jodoh,” lalu saya ketiduran, jam 4.30 saya terbangun dan saya berangkat ke gereja  (Gereja Pdt. Jusuf Roni) yang saat itu ada di UKI. Selama di gereja saya merasakan satu sisi ada sukacita dan di sisi lain ada penolakan karena ilmu yang saya pegang tersebut.
Sewaktu saya pulang gereja disitu saya bertemu dengan seorang perempuan yang kemudian menjadi istri saya. Namun, saat itu hidup saya masih tetap merasa hampa dan selalu teringat kepada perkataan Pendeta yang menyuruh saya untuk membuang ilmu saya. Kalimat itu selalu tergiang-giang di pikiran saya terus menerus akhirnya saya datangi pendeta tersebut dan kemudian jimat yang saya pegang dibakar. Setelah dibuang ilmu tersebut saya merasa lega, namun dikemudian hari perasaan saya justru terasa aneh karena tiba-tiba bisa lemas dan seperti mau terjatuh. Memang setelah ilmu saya buang saya belum sepenuhnya hidup didalam Tuhan, sehingga kuasa kegelapan justru menghantam saya sampai bertahun-tahun sakit (5 tahun) dan hampir semua rumah sakit di Jakarta sudah saya jalani. Bahkan saat itu, saya berpikir jangan-jangan di otak saya ada yang tidak benar (penyakit) sehingga saya scanning otak di RS Pondok Indah ternyata hasilnya tidak ada penyakit.

Foto Jhon ketika sakit, berat badannya turun drastis

Setelah menikah, tubuhnya sering sakit-sakitan
Akhirnya tahun 1994 kami putuskan untuk married dan sewaktu pemberkatan nikah di gereja di Medan, tiba-tiba tubuh saya merasa lemas hampir mau jatuh, sayapun tidak bisa bergerak, dalam pikiran saya, saya mati dipelaminan dan akan masuk berita di koran SIB. Namun saat itu, saya melawan perasaan dengan menyebut Nama Tuhan Yesus dan menyatakan “Tuhan Yesus tolong saya”, saya katakan berulang-ulang lama kelamaan saya ada kekuatan dan untung khotbah Pendeta panjang dan saat disuruh berdiri saya sudah ada kekuatan. Saat itulah saya merasakan bahwa didalam Nama Tuhan Yesus ada kekuatan dan kuasa.
Setelah menikah dan kembali ke Jakarta, ternyata bulan pertama sampai bulan ketiga saya sering tiba-tiba merasa lemas dan kaki saya selalu dingin dan muka saya pucat dan aneh sehingga berbulan-bulan tidak masuk kantor. Saya rasakan sebelum perasaan lemas, ada sesuatu yang mendatangi saya dan membuat saya sama sekali tidak ada tenaga dan seperti mau copot hidup saya. Suatu ketika hal tersebut sangat kencang saya rasakan dimana sesuatu mau mendatangi saya, dan saya lemas, saat itu saya berkata kepada istri saya tolong doakan saya dan ambil alkitab. Saya bersama istri saya berdoa terus dan akhirnya diberi Tuhan kekuatan dan perasaan yang lemas tersebut hilang.
Keesokan harinya, sekalipun saya sudah bosan kerumah sakit saya memutuskan untuk memeriksa secara detail keadaan tubuh dan jiwa saya ke rumah sakit. Saya ditangani oleh lebih  5 dokter ahli, terakhir neurology dan psikiater ternyata semua menyatakan saya tidak ada penyakit bahkan dokter neurology menyatakan “Panggabean kalau tidak sakit jangan kerumah sakit”. Saya dalam kebingungan saat itu karena secara medis tidak ada didapat penyakit tetapi saya merasakan sakit, maka saya dan istri  sepakat untuk selalu berdoa kepada Tuhan Yesus karena itu yang bisa memberi kekuatan dan menghilangkan perasaan-perasaan yang lemas tersebut. Suatu malam sewaktu berdoa istri saya merasakan sesuatu yang tidak enak dan menyatakan; “Pa, kalau berdoa jangan lama-lama”. Besoknya, pada saat saya pulang dari kerja ternyata istri saya yang sedang hamil 4 bulan rupanya paginya terjatuh dan seharian tidak bisa bergerak kemudian saya membawanya ke rumah sakit. Saat diperiksa, dokter kandungan menyatakan ari-ari dalam kandungan istri saya sudah mau putus dan diopname. Saat itu saya katakan dalam hati saya “Tuhan kok sampai seperti ini, saya sudah menderita beberapa tahun sakit dan sekarang istri dan anak saya di kandungan menderita juga”.

Foto Jhon setelah sembuh

Bertobat & Dilepaskan Dari Kuasa Kegelapan
Keesokan harinya saya menjumpai pendeta yang telah membakar ilmu saya. Namun, pendeta tersebut tidak ada dirumahnya tetapi yang ada istri dari pendeta yang juga ternyata seorang pendeta. Dia yang melayani dan mendoakan saya, setelah saya kasih tau keadaan saya, ia membacakan Markus 16:16-17 “Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi Nama-Ku,…” Saat itu ibu pendeta tersebut menyatakan percaya saja dan justru Pak Panggabean yang akan mengusir setan. Saya imani isi Firman Tuhan itu dan saya mau hidup baru. Setelah saya kembali kerumah sakit, saya mengajak istri saya berdoa dan baca alkitab tiba-tiba istri saya seperti mengaum, berteriak dan secara spontan saya katakan “siapa kau?” karena saya lihat muka istri saya sudah hitam, kemudian saya menelepon mertua saya yang tinggalnya tidak jauh dari rumah sakit untuk datang dan saya kasih tahu keadaannya saat itu. Kemudian mertua saya datang bersama pendeta yang lain. Sewaktu pendeta tersebut bertanya kepada istri saya “kau kenalnya ini?” menunjuk ke saya, istri saya bilang “tidak” saat itu Pendeta bernama Johnson menyatakan kepada saya “Pak Panggabean agar bertobat dan kita usir kuasa kegelapan yang ada pada istrimu”. Kemudian didoakan dan tidak begitu lama istri saya sadar. Karena hari itu adalah hari minggu, maka setelah mertua saya dan pendeta pulang saya ke gereja kebaktian, pulang dari kebaktian ke rumah sakit ternyata saya jumpai istri saya masih kesurupan lagi. Saat itu saya pergi ke ibu pendeta yang pernah mendoakan saya dan besoknya pendeta tersebut dan timnya datang ke rumah sakit untuk berdoa, pada saat lagu pujian dinyanyikan, istri saya berteriak-teriak kemudian keluar kalimat dari istri saya menyatakan “Jhon, kumatikan kau besok”, Pendeta menjawab dia sudah anak Tuhan dan tidak akan mati, di dalam hati saya, berarti selama ini kuasa kegelapan/roh jahat yang menganggu saya dan yang membuat saya sakit sehingga saat itu obat yang ada pada saya, saya buang dan menyatakan kepada istri saya yang sedang kerasukan bahwa saya anak Tuhan Yesus saya mengusir engkau. Saat lagi berdoa tersebut, ternyata rombongan saudara saya yang satu perguruan dengan saya datang dan menyatakan pesan dari Ompung (dukun saya) agar saya kembali karena didalam tubuh saya dan istri saya tidak ada penyakit hanya kembali saja disuruh untuk mengikutinya (Ompung/Guru). Saat itu saya katakan saya tidak mau, apapun yang terjadi saya akan tetap taat kepada Tuhan Yesus. Tiba-tiba salah seorang dari mereka yang datang langsung mengurut dan memijat perut istri saya yang sedang hamil dan yang sudah mau putus ari-ari kandungannya. Saya marah besar kepada yang memijat perut istri saya dan saya ancam “kalau ada apa-apa atas janin istri saya, saya tuntut kalian” sehingga mereka pulang dengan kecewa. Pendeta yang berdoa untuk istri saya pada saat itu hanya menyatakan “mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya jadi tidak perlu marah dan berdoa saja”. Saat itu saya seperti putus asa mengingat perut istri saya yang dipijat, dan malam harinya saya mendatangi gereja pendeta tersebut lagi. Dalam keadaan sangat penat saya menangis dan menyatakan “Tuhan, tolong saya” dan saat itu saya ketiduran di gereja tersebut.
Keesokan pagi harinya saya terbangun dan menangis minta tolong kepada Tuhan. Pendeta tersebut menyatakan tidak usah takut, istrimu akan sembuh dan anak dalam kandungannya akan selamat dan teruslah berdoa. Setelah kembali ke rumah sakit bertemu dengan istri saya, istri saya mengatakan “darimana pa?” dan saya peluk dia dan kami berdua berdoa terus. Dan setelah berjam-jam berdoa dan menyanyikan lagu-lagu pujian tiba-tiba istri saya merasakan ada yang loncat dari perutnya suatu hal yang hitam dirasakan keluar dan dalam pandangannya ada sesuatu yang mengintip untuk masuk lagi, tetapi istri saya mengusirnya didalam Nama Tuhan Yesus dan saat itu istri saya mengalami kesembuhan. Pada saat itu saya tetap berdoa dan mengangkat puji-pujian, tiba-tiba saya merasakan seperti minyak mengalir dari ujung kepala turun ke seluruh tubuh saya sampai ujung kaki saya dan saya merasakan kesembuhan total dan perasaan saya sukacita yang sudah beberapa tahun tidak pernah saya rasakan. Betapa bahagiannya kami pada saat itu dan setelah pulang kerumah setiap hari kami selalu berdoa untuk kandungan istri saya dan ternyata mujizat terjadi lagi 4 (empat) bulan kemudian anak saya yang sudah mau putus ari-arinya lahir normal tanpa cacat sedikit pun. Tuhan itu sangat baik, dokter kandungannya kaget karena ari-ari dalam kandungan istri saya tidak jadi putus bahkan lahir normal dan dokternya menyatakan ini sungguh luar biasa. Puji Tuhan anak saya itu saat ini sudah jadi hamba Tuhan (Pendeta).

Membuka Kantor Advokat & Melayani Di YPIAI
Sekitar 6 bulan kemudian (tahun 1995), saya membuka Kantor Advokat sendiri dengan tujuan untuk membantu orang yang tidak mampu agar bisa ikut melayani dalam persekutuan yang saat itu ada Yayasan Persekutuan Injil Advokat Indonesia (YPIAI). Saya selalu bersaksi tentang kebaikan Tuhan dimana-mana termasuk pelayanan di penjara dan saya menikmati hidup bahagia, sekalipun secara ekonomi habis-habisan dan yang tadinya naik mobil menjadi jalan kaki, tetapi saya setiap hari bersukacita. Sekalipun uang tidak ada saya selalu yakin kepada Tuhan yang akan mencukupkan kebutuhan saya. Bahkan pernah waktu kebaktian minggu uang saya tinggal Rp.6.000, selesai main musik saya masukkan ke dalam kantong kolekte uang tersebut padahal saya bersama istri dan anak saya belum makan siang tetapi uang tersebut saya berikan semua yang berarti uang saya sama sekali tidak ada lagi. Ternyata Tuhan setia menolong asal kita setia kepada Dia, dimana saya waktu itu keluar dari gedung gereja dan menyatakan “Tuhan, jangankan untuk ongkos pulang uang untuk makan siang saja sudah tidak ada”. Dan beberapa menit kemudian saya masuk lagi ke gereja dan ternyata ada seorang ibu mendatangi saya mengatakan “Pak Panggabean, hati saya digerakkan Tuhan untuk memberikan berkat kepada bapak” dan saat itu di kasih uang Rp.400.000,00 Begitulah Tuhan selalu memberikan mujizat keuangan kepada saya.
Kami jalani hidup dengan mengandalkan Tuhan, anak kedua lahir Clara Panggabean berjalan dengan baik kemudian anak ketiga Gracia Panggabean, setelah berumur 3,5 tahun sering main sendiri kalau saya panggil sering seperti tidak mendengar kecuali mulut saya dilihat baru direspon. Kami curiga, kami bawa ke dokter di pukesmas untuk konsultasi ternyata dokter menyatakan pendengarannya terganggu tapi karena peralatan di puskesmas tidak lengkap maka kami disuruh ke RS.Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kemudian di RS.Cipto anak saya diperiksa secara detail ternyata kesimpulan dokter gendang telinga anak saya rusak tidak bisa mendengar dan kalaupun bisa harus dibantu dengan memakai alat pendengar agar bisa mendengar. Pada saat mendengar keterangan dokter tersebut, saya dan istri saya sepakat untuk selalu mendoakan anak kami dan kami menemui seorang Pendeta Pak Silalahi yang pernah berkhotbah tentang mujizat kesembuhan, kami jumpai pendeta tersebut dan kami disuruh agar tetap yakin dan percaya bahwa telinga anak kami akan normal. Pada saat kami berdoa dengan Pendeta tersebut minta pertolongan kepada Tuhan, beberapa saat kemudian setelah selesai berdoa tiba-tiba anak kami Gracia berkata, “Pa, aku dengar”. Mulai saat itu anak saya sembuh telinganya mendengar secara nyaring dan sampai saat ini pendengaran anak kami Gracia sempurna tidak pernah ada masalah. Luar Biasa Tuhan itu memberikan kesembuhan kepada anak kami.
Tuhan itu sangat baik, saya diangkat, dari kantor kecil satu ruangan ke kantor yang besar bahkan pernah ada seseorang memberikan modal miliaran rupiah kepada saya untuk membuat majalah hukum. Saat itu saya selalu mengandalkan Tuhan bukan mengandalkan manusia atau kekuatan saya. Kemudian setelah mulai berkembang dari segi profesi dan keadaan ekonomi semakin membaik, yang tadinya saya melayani di penjara dan dimana-mana selalu bersaksi, mulai saya sibuk berorganisasi, sibuk dalam pekerjaan dan mulai lupa untuk melayani dan bahkan meninggalkan pelayanan. Dengan fasilitas yang ada, justru hidup saya hampir kembali ke kehidupan lama lagi sering begadang termasuk menjadi produser merekam-rekam lagu-lagu sekuler serta menghamburkan uang sementara pelayanan juga sudah tidak lagi. Ternyata Tuhan yang mengasihi kita tidak suka anak-anaknya lari dari Dia.

Kondisi Mobil yang dikendarai Jhon saat kecelakaan di tol (2016)

Selamat dari kecelakaan maut di Tol & Mujizat kesembuhan dari penyakit lupus
Beberapa lama kemudian mulai perasaan hampa datang lagi menghampiri saya dan saya mulai mengalami sakit yaitu awalnya sakit biasa, sakit asam urat bengkak susah berjalan dan kerumah sakit di opname. Saya tidak bisa makan obat karena ternyata alergi obat, karena memang sudah lebih 15 tahun tidak pernah memakan obat. Ternyata karena penyakit asam urat saya saat itu sembuh dengan sendirinya kurang lebih 5 hari. Setelah sembuh saya masih hidup dengan pola makan yang tidak benar yaitu sering makan malam dan begadang dan saya sangat gemuk. Kemudian kambuh lagi sakit asam urat saya dan kembali lagi ke rumah sakit karena kumat.
Karena tidak ada obat yang cocok (alergi), maka atas saran teman, saya makan jamu ternyata jamu tersebut BPOMnya palsu mengandung doping yang kemudian dilarang beredar, sehingga saya berhenti mengkonsumsinya. Kemudian saya sakit kembali dan masuk ke rumah sakit UKI lagi dan kemudian dirujuk kerumah sakit lain yang ada seorang professor ahli di bidang asam urat. Saya diberikan obat yang cocok (tidak alergi) namun ternyata membuat lambung saya terkikis dan saya muntah-muntah selama berbulan-bulan. Pendek cerita saya sakit terus-menerus sampai 10 kali masuk rumah sakit dan berat badan saya turun sampai 29 kg hingga berat badan saya hanya tinggal 47 kg. Keadaan saya semakin parah sampai saya tidak bisa berjalan terbaring ditempat tidur meriang terus menerus, hasil lab menyatakan tulang di tubuh saya juga keropos (osteoporosis) tidak bisa jalan atau berdiri ( kurang lebih 1 bulan pakai kursi roda), mata saya kabur tidak bisa melihat dalam jarak 10 meter dan saya juga disebut mengidap penyakit gejala lupus. Saya sangat menderita sekali keluar masuk rumah sakit sampai ke RS.Pantai Hospital Penang. Saat itu dalam hati dan pikiran saya selalu ada suara yang mengatakan bahwa saya akan mati dan masuk neraka karena pengampunan sudah tidak ada bagi saya. Saat itu saya terus berdoa meminta ampun kepada Tuhan dan mengatakan “Tuhan tolong jangan ambil nyawa saya, kalau Tuhan berkenan panjangkanlah umur saya dan beri kesempatan kepada saya lagi untuk berubah” dan suatu ketika saya berdoa “Tuhan, kalaupun Tuhan mengambil saya jangan masuk neraka”. Ternyata perasaan mau mati dan masuk neraka adalah tuduhan iblis kepada saya saat itu karena saya memberikan celah dimana kuasa kegelapan sudah di buang dari saya dan saya sudah pernah disembuhkan tetapi saya tidak setia di dalam Tuhan.
Saya bersyukur karena istri dan anak-anak saya selalu setia untuk mendampingi dan terus mendoakan saya selama sakit. Selama sakit saya selalu berdoa dan membaca firman serta mendengar lagu-lagu rohani dan khotbah di youtube melalui handphone itulah yang menguatkan saya. Kemudian waktu di periksa laboratorium kembali, dokter menyatakan penyakit lupus (autoimun) saya telah hilang, tetapi beberapa bulan berikutnya harus dicek lagi, setelah di cek ternyata masih ada lagi begitulah berulang-ulang. Karena sudah merasa capek berobat dan makan obat yang bermacam-macam akhirnya saya memutuskan menyatakan kepada istri saya agar terus berdoa dan berserah kepada Tuhan saja dan tidak usah lagi makan obat dan memohon kepada Tuhan agar menyembuhkan secara total. Ternyata Tuhan sungguh amat baik, saat ini saya sudah sembuh dan telah beraktivitas kembali. Mujizat yang diberikan Tuhan kepada saya sebelum mengalami sakit yang panjang tersebut, yang merupakan peringatan kepada saya sebelumnya sudah ada yakni kecelakaan mobil yang saya alami di tol (Juli 2016), dimana mobil yang saya kemudikan  dengan kecepatan tinggi pecah ban dan berputar-putar, saya berteriak “Tuhan Yesus, tolong saya”. Saat itu Tuhan memberikan mujizat kepada saya dimana tubuh saya berputar mengikuti perputaran mobil tersebut hingga mobil tersebut menabrak pembatas jalan dan sampai 4 (empat) separator tol putus serta mobil saya rusak berat, namun saya sama sekali tidak ada terbentur atau luka/lecet.

foto terkini Jhon: Semakin sehat!

    Saya sungguh berterimakasih kepada Tuhan yang sangat baik karena melalui peristiwa yang panjang ini saya memahami bahwa apapun yang saya alami beberapa waktu lalu kurang lebih 2 (dua) tahun sakit dibaliknya ternyata ada suatu kebaikan Tuhan yakni agar saya kembali selalu didalam Tuhan. Tuhan telah memberikan mujizat kepada saya berkali-kali dan saya mengatakan kepada istri dan anak-anak untuk selalu mendoakan saya. Sekalipun saya sepertinya harus memulai lagi dari awal sebagai seorang lawyer saya tetap bersyukur. Salah satu yang saya syukuri disaat saya sakit dan hampir tidak mampu mengelola kantor saat itu, ternyata Tuhan masih memberikan sesuatu yang membahagiakan yakni ketiga anak saya Samuel Panggabean, S.Th., Clara Panggabean,S.H., dan Gracia Panggabean,S.H telah menyelesaikan kuliahnya dengan cepat dan baik.

Pose bersama: Jhon bersama istri merasa bahagia ketika semua anak-anaknya lmenjadi sarjana

    Perjuangan hidup kita masih tetap berlangsung, tetapi saya yakin Tuhan akan selalu menolong kita sepanjang kita mau setia dan datang kepadaNya. Dengan pengalaman hidup saya ini, saya menyarankan kepada saudara-saudaraku yang mengalami penderitaan apapun agar datang dan berdoa kepada Tuhan, Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar, yang susah akan dihibur, yang lemah dikuatkan, yang sakit akan disembuhkan, yang kekurangan akan dicukupkan. Satu hal lagi yang sangat penting berdasarkan pengalaman saya ini bagi saudara-saudaraku yang sudah bertobat dan telah diberikan berkat oleh Tuhan janganlah sekali-kali kembali ke kehidupan yang lama, sekalipun telah sibuk tetaplah memberikan waktu yang terbaik kepada Tuhan dalam pelayanan”.*** SM

Kursus Musik Praktis (KMP) “Mazmur Daud”, Buka Kelas Worship Leader Untuk Mengasah Kepekaan Profetik

Ki-ka: Ps. Dewi Dirgantoro, Ps. Yusak Itong Suryana., M.Th dan Yosua Ongko Yuwono

Jakarta,Victoriousnews.com,- “Saya ini terpanggil untuk melatih orang-orang yang masuk dunia pelayanan gerejawi, khususnya di bidang musik (keyboard, gitar),  menyanyi (singer), Worship Leader, maupun menari. Nah, sekolah musik memang sudah banyak. Dan saya pernah berkecimpung di sana. Tetapi mereka punya kurikulum yang panjang (1 sd 2 tahun). Kemudian saya berpikir, kenapa kalau kita buat sekitar 3 bulan orang tidak langsung bisa melayani? Padahal itu kan hanya teknik mengajar. Ketika saya coba, ternyata orang sudah bisa terjun melayani di gereja. Minimal mereka bisa melayani pujian penyembahan yang slow beat atau slow rock.  Mulai saat itulah saya bentuk Kursus Musik Praktis (KMP) ‘Mazmur Daud’,” ujar Ps. Yusak Itong Suryana., M.Th, Pimpinan Yis Production, Majalah PRAISE, Musisi, Instruktur Musik, sekaligus Dosen STT REM kepada wartawan Kristiani di Kampus STT REM, Jakarta, (Sabtu, 22 Juni 2019).

Ps. Yusak ketika menyampaikan materi dalam kelas WL

 Kursus Musik Praktis ini, lanjut Yusak, awalnya dibuka kelas keyboard dan kelas vokal. Namun seiring berkembangnya waktu, ada banyak permintaan untuk membuka kelas baru, khususnya kelas Worship Leader (WL) atau yang terpanggil melayani Tuhan di bidang pujian. Dibukanya kelas ini bertujuan untuk memperlengkapi seorang Worship Leader agar memiliki kepekaan mendengar suara Tuhan (profetik). Kursus tersebut diadakan setiap hari Sabtu, mulai tanggal 15 Juni s/d 6 Juli 2019 di Kampus STT REM, Jalan Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4G-K, Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Kelas untuk para WL ini dibuka dengan tujuan memberikan pemahaman akan fungsi dan peranan sebagai WL. Juga, untuk mengetahui apakah seorang WL memiliki kepekaan akan suara Tuhan (profetik) atau tidak,” papar Yusak

Hal yang mendorong Yusak terpanggil dan terbeban membentuk KMP adalah karena prihatin dengan maraknya para pelayan yang menjadikan mimbar/altar sebagai panggung pertunjukan. “Ini memang agak ekstrim, panggung itu dianggap bukan panggung pelayanan melainkan untuk pertunjukan.  Jadi penonton itu bukan pihak Sorga lagi, tetapi jemaat yang menonton mereka. Meski mereka menyanyinya bagus dan aransemen musiknya bagus. Tetapi bagi saya itu sudah meleset dari hati Tuhan yang sesungguhnya. Di sini, ada pihak Sorga yang tersinggung, karena seharusnya pihak Sorgalah yang menonton. Tuhan memang menghargai kemampuan/skill menyanyi atau bermain musik, tetapi Tuhan lebih menghargai kepekaan suara Tuhan. Saya mau kasih tahu kepada para WL.  Jika mereka tidak punya karunia profetik, merekapun bisa menjadi WL. Tetapi kalau mereka tidak hati-hati akan menjadi entertain. Karena mereka tidak punya kepekaan terhadap suara Tuhan. Kenapa? Karena mereka hanya mengandalkan bakat. Bayangkan saja, orang yang habis berbuat dosa pun masih bisa melayani sebagai pemuji dan bisa bermain musik sebagus mungkin. Tetapi kepekaan/profetik itu tidak bisa membohongi. Dan ingat satu-satunya jalan menghadirkan hadirat Tuhan adalah melalui pujian penyembahan,”ungkap Yusak

Suasana kelas WL (Sabtu 22 Juni)

.Yusak menambahkan bagi para peserta yang ikut kelas untuk WL akan mendapatkan pengetahuan mulai dari persiapan ‘menyusun lagu’ hingga ‘penampilan dalam pelayanan Praise dan Worship’. Beberapa materi yang akan diterima oleh para peserta adalah: Pertama, Pemilihan lagu lambat dan cepat. Kedua, Berbagai alternatif ‘pembukaan lagu’. Ketiga, Kreativitas dalam transisi lagu. Keempat, Kekayaan kata (vocabulary) dalam bermazmur. Kelima, Mendapatkan Nyanyian baru (Tim KMP bantu penulisan not dan aransemen musiknya). Dan Keenam, Pengisian Quisioner Karunia dan Temparamen, Apakah benar anda memiliki ‘Karunia profetik ‘ yang mendukung posisi anda sebagai Worship Leader,Singers, Musisi Dan Penari.  “ Untuk point ke-6 ini penting diketahui bagi setiap orang yang sudah dan akan melayani Tuhan dalam bidang Praise and Worship sebagai salah satu persyaratan. Juga, akan meneguhkan panggilan para peserta dalam bidang Praise and Worship, Musik, Dan penari di gereja anda. Sekali lagi, melalui kursus ini para peserta dapat memperkaya teori dan praktek  dalam mengemas lagu dan arransemen musik, serta sikap yang benar ketika menjadi Worship Leader (pemimpin penyembahan),Singers (backing vocal, para penyanyi), Musisi (tim musik) dan Penari,” papar Yusak menambahkan, bahwa setelah peserta selesai mengikuti kursus ini, tanggal 27 Juli nanti akan diadakan Resital KMP yang akan menghadirkan para juri, yakni: Andrea Maulana (Jazz vocalist Juri Indonesian Idol & Singing Battle, Lia Melinda (Penyanyi, Vocal Coach & Pemimpin Paduan Suara), Yusak Itong Suryana, M.Th (Dosen STT REM & Guru Musik) dan Benny Titaley, M.Pd (Dosen STT REM & Penyanyi). “Resital ini artinya pertunjukan. Maksudnya, mereka yang telah melewati proses belajar melalui kursus nantinya akan ditampilkan dalam acara Resital KMP. Nah, dengan ada juri yang menilai,  maka mereka benar-benar akan melakukan latihan dan praktek sungguh-sungguh dan pastinya memberikan yang terbaik,” tandas Yusak.

Ibu Lia Melinda sedang melatih vokal

Salah satu peserta kelas WL, yakni Pastor Dewi Dirgantoro, mengungkapkan isi hatinya selama mengikuti kursus WL. Menurutnya,  meskipun ia telah berpengalaman menjadi seorang Worship Leader salaam 27 tahun di gerejanya, tetapi melalui kursus ini banyak sekali manfaatnya dan merasa ingin terus belajar.  “Saya mendapatkan informasi adanya kursus WL di STT REM. Sebagai manusia biasa, saya ingin menggali ilmu lebih dalam lagi. Supaya ketika saya mengajar di tempat lain, ada input yang bisa dibagikan. Ketika mengikuti kursus ini, saya mendapatkan pengetahuan yang baru tentang bagaimana sesungguhnya menjadi seorang Worship Leader. Ternyata saya mendapatkan pengajaran bahwa menjadi seorang WL itu  bukan sebatas skill menyanyi. Tetapi mesti benar-benar punya karunia profetik.  Setelah mengikuti kursus ini, ketika memimpin puji-pujian saya tidak lagi menganggap diri sedang melakukan show (pertunjukan). Kini, kalau saya sedang menjadi WL di gereja, saya berupaya memimpin pujian seperti sedang datang ke hadirat Tuhan sehingga banyak orang terjamah, terberkati dan terpulihkan,” tandas Ps Dewi yang mengaku pernah membuka kelas WL di Jawa Tengah.

Senada dengan Ps Dewi, pengalaman serupa juga diceritakan oleh peserta kursus lainnya, yaitu Yosua Ongko Yuwono. Yosua ini adalah salah satu musisi dalam komunitas yang diberi nama The New Beginning (TNB) Worship. Yosua yang aktif di sebuah gereja di kawasan Palmerah ini juga merasa butuh sekali akan pengetahuan tentang WL ini. “Saya butuh pengetahuan tentang bagaimana melakukan praise and worship yang benar agar bisa saya ajarkan untuk membimbing para jemaat yang ingin menjadi pelayan sebagai singer dan WL di gereja saya,” kata Yosua.

Yosua mengucap syukur ketika mengikuti kursus ini dia mendapatkan banyak referensi pengetahuan bagaimana sesungguhnya melakukan praise and worship yang benar. “Disini saya banyak belajar bahwa melakukan pujian penyembahan bukan hanya sekedar menyanyi seperti seorang entertain, tapi juga harus punya karunia profetik,” tuturnya.

Sebagai informasi, bagi yang tertarik untuk mengikuti kursus ini, kelas padat dibuka untuk umum dengan waktu yang terbatas ( 1 bulan – 4 kali pertemuan). Rencana diadakan mulai tgl 15 Juni 2019. Selanjutnya setiap hari Sabtu (tgl 15, 22, 29 Juli, 6 Juli) yang dimulai pukul 10.00 s/d 11.00 WIB. Tempat : Kampus STT REM Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4G-K, Kelapa Gading, Jakarta Utara (belakang Taman Jogging 1). Pembicara : Yusak Itong Suryana, M.Th (Pimpinan Yis Production, Majalah PRAISE, Pembicara, Penulis buku, Musisi, Instruktur Musik, Dosen STT REM); Dave Michael, M.PdK ( WL, Pembicara KKR, Dosen STT REM).

Fee : Rp 150.000/bulan untuk 4x pertemuan @1jam (mendapatkan paket bahan Quisioner & Sertifikat KMP STT REM) Contact Person : 081908116111 (Kezia) dan 0818740367 (Wahyu). SM

Pdt. Reymon M Laimeheriwa, MA., Th.M.,: YESUS ADALAH TUHAN & PASTI TAHU KEDATANGANNYA KEDUA KALI

Pose bersama usai Seminar Teologi

Jakarta,Victoriousnews.com,-“Benarkah Tuhan Yesus Tidak Mengetahui Tentang Kedatangan-Nya? (Matius 24:36)”. Demikian tema yang diusung dalam acara Seminar Teologi yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM), di Kampus STT REM, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE2 No. 4 G-K, Kelapa Gading-Jakarta Utara (Kamis, (20/6/2019).

Alasan yang mendasari STT REM mengangkat tema tersebut adalah karena belakangan ini banyak sekali pengkhotbah yang mengajarkan teks Kitab Matius 24:36, bahwa Yesus sendiri sebagai Anak, maka Ia sendiri tidak mengetahui perihal kedatangan-Nya kelak. Hanya Bapa sendirilah yang mengetahui tentang hal itu. Sesuai dengan teks di atas, sehingga memicu perdebatan dan pertanyaan, benarkah Tuhan Yesus Kristus tidak mengetahui tentang waktu kedatangan-Nya?.

Dosen tetap STT REM, Pdt. Reymon M Laimeheriwa, MA., Th.M., sebagai pembicara, menjawab pertanyaan sekaligus menjelaskan secara gamblang bahwa Yesus adalah Tuhan. “Yesus tahu dan pasti akan datang kembali. Karena teks dalam Matius 24:36 itu berkaitan dengan waktu kedatanganNya. Nah, jika banyak orang yang mengatakan bahwa Yesus tidak kedatanganNya, itu berarti melecehkan ketuhananNya. Pertanyaannya, kalau Dia tidak tahu, maka kapan ketuhananNya diakui? Menurut Alkitab, bahwa ketuhananNya itu sudah dimulai sejak kekekalan. Dan karena Dia sudah ada sejak kekekalan, maka Dia sampaikan tidak seorangpun yang tahu termasuk Dia, itu adalah  sebuah perkataan dan pernyataan yang bukan karena tidak tahu. Tetapi karena penolakan Israel terhadap diriNya sudah dibuktikan melalui peristiwa silsilah, mulai dari Matius pasal 1 s/d 4. Bahkan peristiwa ajaran kotbah di bukit, mujizat dan perumpamaan, pelayananNya dan misi-misi yang lainnya. Hal itu membuktikan bahwa apa yang disampaikan itu semua sesuai bahwa Yesus adalah Tuhan. Karena Dia berkata, Aku adalah Alfa & Omega,” tutur Pdt. Reymon M Laimerheriwa, MA.,Th.M.

Pdt. Reymon (Batik Coklat) ketika menyampaikan pemaparan seminar Teologi di Kampus STT REM (20/6/2019)

Lebih mendalam lagi Pdt. Reymon menegaskan bahwa Kitab Matius itu berbicara kerajaan Allah yang dimulai dengan cerita kelahiran Yesus, yaitu tibanya Raja di bumi (Mat. 1-2) dan berakhir dengan Amanat Agung, yaitu pengutusan para murid-Nya untuk membawa berita Kerajaan Allah sampai ke ujung bumi (Mat. 28:16-20). “Di dalamnya terdapat lima pemberitaan atau pengajaran khusus yang penting dan merupakan doktrin dasar dalam iman kita kepada Yesus Kristus: pertama, Khotbah di bukit (Mat. 5-7), yang mengandung hukum-hukum dan prinsip penting dalam Kerajaan Allah. Kedua, Persiapan dan pelatihan para murid-Nya untuk menyebarkan Kerajaan Allah (Mat. 10), yang menunjukkan kuasa dan cara pertumbuhan dalam Kerajaan-Nya. Ketiga, Tujuh perumpamaan (Mat. 13), yang memberitakan rahasia Kerajaan Surga. Keempat, Pengajaran tentang gereja (Mat. 18), yang memberikan pesan singkat tentang misi dan bentuk gereja. Kelima, Pemberitaan yang mengandung nubuatan tentang akhir zaman dan kedatangan Yesus kembali (Mat. 24-25), yang mempersiapkan kita bagi puncak zaman dan akhir segala sesuatu,” papar Pdt. Reymon.

Memperdalam pembahasan tersebut, mengemuka beragam pertanyaan, salah satunya adalah mengenai dosa yang menghujat Roh Kudus. Apa itu dosa menghujat Roh Kudus? Dosa menghujat Roh Kudus itu tercatat dalam Mat 12:31-32, “Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak“.  Dosa menghujat Roh Kudus juga tercatat dalam kitab Mark 3:28-29 dan Luk 12:10. Pertanyaannya, apakah meninggalkan Tuhan Yesus pindah kepercayaan/keimanan itu termasuk dosa menghujat Roh Kudus dan tidak diampuni? Apabila seseorang berbalik percaya dan bertobat kembali setelah meninggalkan Tuhan apakah diampuni? “Seseorang yang semula percaya Yesus kemudian pindah keimanan itu termasuk dosa yang menghujat Roh Kudus dan dosa tidak diampuni.  Nah apabila seseorang tersebut kembali berbalik dan bertobat kepada Tuhan, apakah Tuhan akan mengampuni? Tentu itu adalah hak prerogatifnya Tuhan. Sebab firman Tuhan berkata, dalam kitab 1 Yoh 1: 9, Jika kita mengaku dosa kita , maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.  Begitu pula tertulis dalam Yesaya 1:18, ‘Marilah, baiklah kita berperkara!–firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba’.,” ujar Pdt. Reymon.  SM

Olly Dondokambey (Gubernur Sulut) Saat Membuka Perkemahan Pemuda GPdI 2019: Pemuda Adalah Sosok Pemegang Estafet Pembangunan Masa Depan Bangsa

Ki-ka: Gubernur Olly Dondokambe (seragam coklat) didampingi oleh Ketua MD GPdI Sulut, Pdt. Yvone Awuy, Bendum MP GPdI (Pdt. Noch Mandey)

Manado,Victoriousnews.com,-Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey ketika membuka secara resmi Youth Camp Excellent (YCE) 2019 yang digelar oleh Komisi Daerah Pelayanan Pemuda (KD-Pelpap) GPdI Sulut di Pantecostal Center Buha, Kota Manado, Senin (17/6/2019) mengajak para hadirin agar mengobarkan semangat untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. “Mari kobarkan semangat kita menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali dan supaya berkat-berkat bagi kita serta seluruh masyarakat Sulawesi Utara betul-betul terwujud. Halleluya!,” ujar Gubernur Olly Dondokambey di hadapan 6500 peserta dari 290 sidang GPdI di Sulut.

Dalam kata sambutannya, Gubernur Olly juga memotivasi agar seluruh pemuda GPdI untuk mengikuti perkemahan dengan bersemangat. Menurut Gubernur Olly, pemuda dengan seluruh potensi yang dimilikinya merupakan aset berharga bagi gereja, masyarakat dan negara. “Pemuda adalah sosok pemegang tongkat estafet pembangunan sekaligus kunci bagi kemajuan maupun kemunduran suatu negara di masa depan, termasuk pembangunan daerah,” papar Gubernur Olly.

Lanjut Olly, bahwa para generasi muda harus mempersiapkan diri mengambil peluang dalam pembangunan Sulut di sektor pariwisata dan sektor lainnya. Khusus di sektor pariwisata, Olly menyebut dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan yang bakal menelan anggaran 26 triliun itu membutuhkan 262 ribu tenaga kerja. Oleh karenanya, Olly meminta seluruh pemuda GPdI dapat memanfaatkan sebaik mungkin peluang tersebut dengan menggali potensi diri agar bisa bersaing di masa depan.“Tugas adik-adik kedepan adalah mempersiapkan diri supaya peluang tersebut tidak diisi oleh orang lain karena kesempatan ini sudah terbuka lebar,” tandas Gubernur.

Sementara itu, Ketua Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara, Pdt. Yvonne Indria Awuy-Lantu dalam kotbahnya, mengingatkan agar  pemuda GPdI memiliki spirit Roh Kudus untuk menjadi generasi luar biasa (excellent). Pdt. Yvone mengutip Firman Tuhan yang terambil dalam kitab Daniel 6:3. “Daniel itu melebihi para pejabat. Dia memiliki integritas yang luar biasa. Masa depan gereja dan negara ada di tangan generasi muda. Jadilah ‘excellent generation’,” ujar Pdt Awuy sembari mengobarkan semangat para Pemuda dan jemaat serta hamba Tuhan yang hadir dengan pernyataan ‘Sekali Yesus, tetap Yesus! Sekali anak Tuhan, tetap Anak Tuhan! dan Sekali Pantekosta tetap Pantekosta’.

Tampak hadir dalam pagelaran Youth Camp Excellent adalah Bendahara Umum: Pdt. Dr. Noch Mandey, MM, Jajaran MD GPdI Sulut, Ketua KD Pelayanan Pemuda GPdI Sulut Pdt E Mamahani dan Ketua Umum Panpel YCE 2019 Pdt. Stephanus Sumolang. SM/pp

STEPHEN CURRY : “AKU BISA SEMUA HAL KARENA YESUS”

Nama lengkapnya adalah Wardell Stephen Curry. Ia adalah seorang pemain basket professional asal Amerika untuk Golden State Warriors dari National Basketball Association (NBA). Pemuda kelahiran  Akron, Ohio, 14 Maret 1988 (dibesarkan di Charlotte, North Carolina) ini adalah seorang penganut Kristen yang taat. Ia senantiasa memuliakan nama Tuhan setelah Warriors meraih kemenangan bersejarah kejuaraan NBA.

Pada 16 Juni, 2015 lalu, tim basket ball “Warriors” dari Golden State, California, memenangkan Juara NBA tahun 2015, setelah mengalahkan tim “Cavaliers” dari Cleveland, Ohio. Stephen Curry yang dipercaya sebagai kapten tim memenangkan memimpin Warriors untuk kejuaraan pertama mereka sejak 1975.

Stephen Curry sering mengacungkan jari telunjuk tangan kanannya setiap kali dia berhasil membuat tiga poin—melempar bola masuk dalam jaring basket. Menurutnya, itu adalah sebuah caranya untuk mengisyaratkan kasih dan imannya terhadap Yesus Kristus. “Saya berusaha menggunakan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk bersaksi. Saya mencoba membuat sesuatu isyarat ringkas setiap kali membuat gol basket sebagai cara untuk mengirim pesan itu dengan cara-cara kecil yang saya dapat. Setiap pertandingan adalah kesempatan berada di atas pentas yang besar dan untuk menjadi saksi bagi Kristus. Apabila saya  memasuki gelanggang, orang seharusnya dapat tahu siapakah yang saya wakili, dan kepada siapakah saya percaya,” ujar Stephen.

Stephen Curry, juga menerima penghargaan MVP (Most Valuable Player) 2014-1015, sebuah penghargaan tertinggi–Pemain Yang Paling Bernilai. Tentunya keberhasilan ini boleh membuatnya merasa amat terhormat, paling berharga, dan patut dibanggakan, bukan saja di Amerika, tetapi juga di seantero dunia. Tetapi ternyata Stephen Curry, menerima kemenangan dan penghargaan itu dengan rendah hati, dan penuh ucapan syukur.

Terlepas dari segala pergaulan buruk di Amerika, ternyata ada seorang Stephen Curry yang sangat berani secara terbuka menyaksikan nilai keluarga yang sejati, dan iman Kristen yang kuat. Dalam pidatonya yang disiarkan ke seluruh dunia, dia berkata: “Yang pertama-tama dan terpenting, saya berterima kasih kepada Tuhan dan Juru-Selamatku, Yesus Kristus, yang telah memberkatiku dengan talenta untuk bermain di pertandingan ini. Juga untuk keluargaku yang sudah mendukungku, setiap hari. Saya hanyalah hamba-Nya yang rendah saat ini, dan saya tidak dapat ungkapkan dengan kata-kata betapa penting dan berharganya iman saya, dan hanya kepada Dia [Jesus], dan bagaimana saya harus bermain dalam pertandingan in,” ujar putra dari mantan pemain NBA Dell ini bersemangat.

Luar biasa! Sebuah ungkapan iman yang setia dan kuat kepada Kristus, dan sekaligus sebuah kesaksian yang mengembalikan semua kemuliaan, kehormatan, kebanggaan, dan jasa hanya kepada Tuhan. Di awal tahun 2015, Stephen Curry juga dengan bangga meluncurkan produk sepatu bersama “Under Armor” yang memproklamirkan ayat Firman Tuhan favoritnya, Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Kristus yang memberikan kekuatan kepadaku”.

Nilai keluarga di Amerika tergolong semakin bobrok, terutama ketika keluar keputusan Supreme Court, yang mengesahkan pernikahan sejenis. Ajaran Liberal semakin liar dan moral semakin tidak karuan. Tetapi ada seorang Stephen Curry yang setia dan taat kepada Tuhan. Mirip Jeremy Lin, juga seorang pemain NBA, dia pun memiliki keberanian menyaksikan imannya.

Sebagai orang Kristen, siapkah Saudara menyaksikan imanmu di tengah ‘badai’ di dunia ini? Siapkah Saudara meninggikan Nama Kristus dalam semua aspek hidupmu? Dan, mengatakan: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36). SM/tabloid victorious edisi 835 (berbagai sumber)

Career highlights and awards:
NBA scoring champion (2016)
NBA steals leader (2016)
50–40–90 club (2016)
3x NBA All-Star (2014–2016)
All-NBA First Team (2015)
All-NBA Second Team (2014)
NBA Champion (2015)
NBA Most Valuable Player (2015)
NBA Three-Point Contest champion (2015)
AP Athlete of the Year (2015)
NBA Sportsmanship Award (2011)
NBA All-Rookie First Team (2010)
Consensus first-team All-American (2009)
NCAA Division I scoring leader (2009)
2× SoCon Player of the Year (2008, 2009)
Consensus second-team All-American (2008)

Membangun Mezbah Doa Dalam Keluarga

Gereja adalah keluarga Allah yang berdiam di dunia. Sebagai keluarga Allah kita dimaksudkan untuk menikmati Tuhan dan menikmati relasi kasih persaudaraan di dalam kehidupan bergereja.  Kita beruntung memiliki gereja untuk menjadi wadah bagi kita untuk menikmati kehidupan sebagai keluarga Tuhan. Namun, tidak berhenti sampai di sana. Tuhan pun memberikan kepada kita masing-masing keluarga dalam ikatan darah dan daging. Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.  Masing-masing kita sekaligus adalah anak dan orang tua. Dan penting bagi kita untuk menjaga kehidupan rohani keluarga kita di rumah.  Disinilah pentingnya membangun mezbah keluarga.

Sebagaimana Kristus adalah kepada gereja, Kristus seharusnya juga adalah kepala Agung dalam keluarga Kristen. Kristus adalah pusat kehidupan dalam keluarga. Dia yang menjadi alasan keluarga berdiri, dan Tuhan juga yang menjadi sumber kebahagiaan dalam keluarga. Mezbah keluarga dimaksudkan untuk menempatkan Kristus sebagai yang utama dalam keluarga orang percaya.  Inilah yang disebut sebagai mezbah keluarga.

Sederhananya, mezbah keluarga merupakan waktu yang dikhususkan oleh seisi rumah untuk menyembah Tuhan bersama sebagai keluarga. Seluruh anggota keluarga dapat: memuji Tuhan, merenungkan firman Tuhan dan berdoa bersama.  Tiga hal ini kelihatannya sama saja dengan aktifitas kita di gereja.  Jika memang sama, lalu mengapa harus dilakukan di rumah lagi?  Apa istimewanya ibadah dalam keluarga?

Doa, Pujian dan penyembahan dalam keluarga merupakan pengingatan bahwa Kristus sebagai yang utama keluarga.  Kristus tinggal dalam rumah kita. Dia adalah Kepala Keluarga Agung yang dibutuhkan oleh seluruh anggota keluarga. Mezbah keluarga merupakan saat perhentian dimana seluruh anggota keluarga diingatkan kembali bahwa Kristus hadir dalam rumah tangga kita.

Semua ini hanya dapat terjadi jika keluarga kristen sungguh-sungguh meninggikan Kristus dalam keluarga kita! Dengan Kristus sebagai Kepala Keluarga yang Agung dalam mezbah keluarga, rumah kita akan menjadi rumah berkat.  Rumah kita tidak akan menjadi rumah yang penuh dengan kutuk, sumpah serapah, perselisihan, permasalahan; jika Kristus berdiam di dalamnya.

Dunia saat ini berada dalam titik terendah kehancuran moral masyarakatnya.  Kita hampir tidak dapat menyebutkan satu dosa pun yang belum pernah dilakukan oleh manusia. Segala hukum yang pernah Allah berikan telah dilanggar seluruhnya.  Manusia—bahkan orang-orang yang mengaku diri Kristen—tidak lagi terlalu peduli dengan “kehendak Tuhan”, yang terpenting adalah “kehendak saya” yang terpenuhi.

Seks bebas kaum muda. Perselingkuhan dalam rumah tangga. Ijin menikah bagi pasangan gay dan lesbian yang mulai banyak disetujui di banyak negara.  Oleh sebab itu, Mezbah keluarga merupakan sarana terbaik untuk membangun kehidupan rohani yang baik bagi seluruh anggota keluarga.  Renungan firman dan doa yang dinaikkan akan memberikan Alkitab sebagai firman Tuhan menjadi standar kebenaran yang mutlak bagi kehidupan anak-anak.

Mulailah Sedikit demi Sedikit. Ingatlah bahwa tidak seorang pun mampu lari marathon tanpa berlatih sedikit demi sedikit terlebih dahulu. Hal yang sama berlaku untuk memulai kehidupan doa dalam keluarga. Tidak perlu mengumumkan bahwa kita akan mengambil setengah jam setiap hari untuk berdoa bersama, mulai hari ini!   Ini sangat tidak bijaksana, karena akan terdengar saat otoriter dan memaksa.

Ketika memulai mezbah keluarga, belajarlah untuk peka terhadap kenyamanan anak-anak dan semua yang ikut dalam ibadah itu. Pada prinsipnya, jangan sampai kehidupan doa keluarga ini menjadi hal yang bertele-tele dan malah dibenci oleh anak-anak. Baik sekali jika sebelum saling mendoakan, masing-masing anggota keluarga mensharingkan apa yang menjadi pergumulan mereka untuk didoakan. Dengan cara demikian, orang tua dapat lebih mengerti pergumulan anak dan anak pun mengerti pergumulan orang tuanya. tabloid victorious edisi 796

MESKI MENANG DI PENGADILAN PASCA PUTUSAN MA, FRANS ANSANAY TETAP BUKA PELUANG TEMPUH JALAN DAMAI & REKONSILIASI

Willem Frans Ansanay (Ketua Majelis Tinggi GKSI)

Jakarta,Victoriousnews.com,-Polemik  kedua belah pihak pimpinan sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) yang terjadi sejak 2014 hingga 2018 akhirnya terjawab di meja hijau. Dalam pertemuan dengan wartawan Kristiani, Ketua Majelis Tinggi GKSI, Willem Frans Ansanay didampingi oleh Pdt. Yus Selly (Plt Sekum GKSI versi Pdt. Marjio) menjelaskan mengenai perkembangan kasus GKSI pasca putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi Pdt. Matteus Mangentang terkait kasus ijazah palsu PGSD STT SETIA sudah inkrah. Kini, surat putusannya pun sedang berjalan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur dan ditembuskan ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. “Mengenai kasus ijazah palsu yang pada akhirnya kami  bisa memenangkan perkara ini. Artinya bahwa polemik yang terjadi mulai dari tahun 2014 sampai 2018, eskalasi konflik GKSI di meja hijau (pengadilan) itu sudah terjawab, berkekuatan hukum tetap (inkrah). Sebagai jawaban yang kami terima dari Mahkamah Agung atas kasasi yang dilakukan oleh teman saya mantan ketua sinode GKSI, Pdt. Mateus Mangentang,” tutur Willem Frans Ansanay kepada wartawan di rumahnya, Jalan Kerja Bakti No. 15, Kampung Makassar, Jakarta Timur (Jumat, 14/6/2019) malam.

Frans ansanay didampingi oleh Pdt. Yus Selly saat memberikan keterangan Pers

Pdt. Matheus Mangentang  selaku Rektor STT SETIA adalah terdakwa yang bertanggungjawab atas kasus penyelenggaraan pendidikan illegal atau ijazah palsu PGSD STT SETIA mengacu pada UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Ia divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjadi 7 Tahun dengan tuntutan JPU 9 Tahun. Sontak, lantaran tak terima dengan vonis PN Jaktim tersebut, Matheus Mangentang melalui pengacaranya Dr, Tommy Sihotang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi hingga MA yang berakhir dengan putusan menguatkan putusan PN Jaktim. Melalui putusannya tertanggal, 13 Februari 2019, No Reg.3319 K/PID.SUS/2018, MA menolak kasasi Matheus.

Frans Ansanay, Pdt. Yus Selly berpose dengan Wartawan Kristiani usai berbincang dan makan malam bersama

Sebagai salah satu pendiri GKSI, Frans pun menceritakan kembali sekilas sejarah berdirinya GKSI. “Saya akan menceritakan sekilas sejarah berdirinya GKSI. Jadi, sebelum kita memulai merintis GKSI  11 Mei 1987,  kami terlebih dahulu membuka secara perdana Sekolah Tinggi Injili Arastamar (SETIA). Saya adalah salah satu Dewan Pendiri.  Tetapi ironisnya, seiring dengan perkembangan zaman, karena tidak menonjolnya nama saya, maka seolah-olah bahwa hanya Pdt. Matheus Mangentang yang tertulis sebagai pendiri tunggal. Ini adalah sedikit catatan bahwa akte pendirian GKSI no 47 tahun 1988 itu Ketua Umum Pdt. Matheus Mangentang dan saya adalah Sekretaris Umum, Bendahara Umum adalah Paul Jayadi. Kami akui, seiring berjalannya waktu, awal kami melakukan pelayanan itu memang sudah ada tanda-tanda tidak menyenangkan. Tetapi sudut pandang kami adalah bahwa ini adalah melayani pekerjaan Tuhan. Nah, polemik yang terjadi di era saat itu, tidak membias seperti sekarang ini,” ungkap Frans.

 Dalam pembicaraan tersebut, Frans Ansanay dan Yus Selly pun tidak tega untuk memenjarakan Matheus. Frans, mengaku, hanya ingin membuktikan kebenaran dan keadilan ditegakkan. “Jujur saja, saya tidak tak tega kalau sampai melihat Matheus dipenjara. Biar bagaimana pun dia (Matheus) adalah Pendeta yang sudah melahirkan banyak hamba Tuhan termasuk saya. Kami sudah beberapa kali menawarkan perdamaian dan rekonsiliasi ke Matheus dengan bertanggungjawab akan nasib ratusan alumni STT SETIA yang menjadi korban ijazah palsu, tapi ditolak dan malahan menuding kami ingin merebut asset STT SETIA. Ini yang membuat kami menempuh jalur hukum agar kebenaran diungkap dan ditegakkan, supaya semua orang tahu mana yang benar dan salah, menepis tudingan bahwa Frans ingin kuasai asset SETIA,”papar Frans.

Lanjut Frans, sebenarnya jikalau Matteus Mangentang mau rekonsiliasi terkait dualisme kepemimpinan di sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) laporan atau jeratan hukum terhadapnya tidak akan terjadi. Sebab selama ini telah terjadi dualisme kepemimpinan di sinode GKSI yakni; GKSI pimpinan Pdt, Dr, Matheus Mangentang dan Pdt, Margio, S.Th, M.Th. “Sudah dimediasi oleh PGI dan Dirjend Bimas Kristen Kemenag namun dia menolak rekonsiliasi. Ya terpaksa kami selesaikan masalah tersebut dengan cara kami sendiri yakni menempuh jalur hukum. Biar bagaimanapun Matheus adalah tokoh gereja, pendeta besar yang tak layak dipenjara, namun demi mengungkapkan dan menegakan kebenaran terpaksa menempuh jalur hukum. Saya hanya minta dia tinggalkan GKSI itu saja. Dia mau ambil STT SETIA silahkan. Saya di GKSI dan STT SETIA saat kami dirikan adalah untuk pekerjaan Tuhan, tidak ada gaji, yang ada malah pengorbanan baik moril maupun materil. Tanpa GKSI dan STT SETIA penghasilan saya saat ini lebih dari cukup, saya tidak tertarik sengan asset STT SETIA,” ujar suami Juliana Br Regar ini tetap berharap agar melalui kuasa Roh Kudus, Matheus mau diajak rekonsiliasi demi melayani pekerjaan Tuhan.

 Sampai berita ini diturunkan, Matheus Mangentang saat dihubungi victoriousnews.com melalui telepon genggamnya tidak mau menjawab. Kemudian dihubungi melalui  layanan pesan WhatsApp juga belum memberikan jawaban. SM