Ragam Sorotan

GBI Victorious Family Gelar Training Bagi Pengerja “The Basics Of Serving God”

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Guna membangkitkan serta memotivasi dalam melayani Tuhan, GBI Victorious Family penggembalaan Pdt. Abraham Conrad Supit menggelar pembekalan/ training “The Basics Of Serving God” (Sabtu, 7/9) di Apartemen Robinson.

Ki-ka: Ps. Abraham C Supit (Gembala GBI VIFA), Ps. Levina (wakil gembala 1), Ps. Monique Supit (Wakil Gembala 2), Ps. Levi Samudro dan Ps. Edward Supit usai acara training pengerja (Sabtu, 7/9)

Acara pembekalan dalam melayani Tuhan ini dihadiri sekitar 200 orang pengerja yang terhisap dalam pelayanan GBI Victorious Family (VIFA), tersebar di 8 cabang (Jakarta, Tangerang dan Bogor) yakni: VIFA Apartemen Robinson, Hotel Ciputra lt.6, Hotel Orchadz, Hotel Ozone PIK, Kelapa Gading, Ruko Mahkota Mas, Raden Saleh dan Tak Ek Tjoan Bogor.


Training The Basics Of Serving God ini digagas oleh wakil gembala II, Ps. Monique Supit serta menghadirkan dua pembicara, yakni Ps. Levi Samudro dan Ps. Edward Supit.

Ps. Levi Samudro ketika menyampaikan materi training

Senior Pastor GBI Victorious Family, Ps. Abraham C Supit menyambut baik dan tampak sukacita ketika menghadiri Training Basics of Serving God. ‘Sebagai gembala saya mengucapkan terimakasih kepada para leaders:, Pembina, YMGS, seluruh pengerja yang hadir saat ini. Terutama Ps.Monique yang telah menggagas acara ini dengan baik dan luar biasa. Walaupun persiapannya hanya 1 minggu, tapi luar biasa hasilnya saat ini bisa dihadiri seluruh cabang GBI Victorious family,” tukas Ps.Abraham Conrad Supit.


Dalam pemaparannya, Ps. Levi menyampaikan 2 judul materi: yakni “Melayani Tuhan Dengan Segenap Hati” dan “Melayani Sebagai Keluarga Allah”. “Sebagai pelayan Tuhan, kita harus melayani dengan segenap hati,” tutur Ps. Levi dengan mengutip ayat Alkitab, Matius 22: 37; Kolose 3: 23 ; dan Amsal 4:23.
Ps. Levi menegaskan jika kita tidak melayani dengan segenap hati, pasti maka kebalikannya pelayanan tersebut akan timbul dari hati yang sakit. “Ciri-ciri pelayanan yang berasal dari hati yang sakit adalah: Pertama, selalu mau bersaing supaya terlihat hebat untuk menunjukkan bahwa mereka berguna. Kedua, selalu membandingkan diri dan cemburu dengan orang lain. Ketiga, melayani supaya terlihat baik di mata manusia. Keempat, melayani untuk mendapatkan keinginannya, jika tidak mendapatkan akan tersinggung, marah dan memilih pelayanan. Kelima, tidak merasa aman dalam pelayanan. Nah, seharusnya kita wajib melayani seperti Tuhan Yesus mencontohkan hidupnya bagi kita ( 1 Yoh 2:6),” tutur Ps. Levi.
Selain itu, Ps. Levi menekankan dalam materinya, bahwa gereja adalah sebuah keluarga dengan melandasi firman Tuhan yang terambil dalam Efesus 2: 11; Roma 8: 15; Yoh 21: 5.

READ  Pdt.Dr. Bernalto, Ph.D: Natal adalah merayakan kesederhanaan Yesus dan peduli kepada sesama


“Maksudnya sebagai keluarga adalah tentu, kita gereja itu seperti hubungan Bapa, Ibu dan Anak. Nah sebagai Bapa kita dalam gereja ini adalah gembala Ps.Abraham Supit. Kita semua disini adalah anak-anaknya yang bertugas membantu pelayanan Bapa,” urai Ps. Levi.

Menurut Ps. Levi, menjadi anak yang baik kita harus melakukan beberapa hal: pertama, menyadari bahwa memiliki ikatan khusus dengan Bapanya. Kedua, harus sehati sepikir, memiliki Rohnya sama dengan Bapanya. Ketiga, bersedia mendengar didikan bapanya. Keempat, memiliki kesetiaan. Kelima, mentaati Bapanya. Sedangkan sebaliknya menjadi Bapa yang baik, tentu saja harus menjadi teladan bagi anaknya, memperjuangkan anaknya supaya lebih maju, seorang Bapa harus mendoakan dan menjaga anaknya dari bahaya penyesat serta menginvestasikan waktu bagi anaknya,” papar Ps. Levi
Sementara Ps. Edward Supit menyampaikan materi berjudul “Admosphere”. Maksudnya, seorang pelayan Tuhan harus bisa menciptakan admosfer yang baik dalam pelayanan. “Misalnya, setiap pelayan atau volunteer bisa mengecek kebersihan toilet, ruang ibadah, kursi, lantai, mimbar serta seluruh peralatan (dekorasi/seating Layout) yang berkaitan dengan pelayanan ibadah,” ungkap Ps. Edward.
Menurut Ps. Edward, sebagai pelayan Tuhan, kita wajib membiasakan untuk senyum ketika memberi salam kepada jemaat atau sesama pengerja. Inilah yang namanya cark park ministry, karena jika kita tidak memberikan yang terbaik, jemaat akan menilai pelayanan kita kurang baik. “Coba sewaktu, kita melayani sebagai penerima tamu sambil cemberut, marah atau wajah kita tampak tak bersahabat, pasti minggu depan jemaat kita tidak akan datang lagi. Budayakan kita tersenyum, karena senyuman bisa membawa damai sejahtera ketika beribadah,” kata Ps.Edward.
Setelah mengikuti pembekalan, para pengerja juga mendapatkan gift tas bagi yang beruntung dan diundi berdasarkan formulir data yang telah dikumpulkan.
Para pengerja dari berbagai cabang tampak antusias dan tertib mengikuti training melayani Tuhan yang memakan waktu 5 jam lebih. “Kini saatnya saya akan membagikan sertifikat sebagai penghargaan kepada seluruh pelayan Tuhan yang hadir saat ini. Tentu mempersingkat waktu, saya akan panggil leader atau YMGSnya saja untuk maju ke depan mewakili pengerja masing-masing cabang,” papar Ps. Monique ketika memanggil para leaders dan meminta Ps. Abraham C Supit untuk menyerahkan sertifikat. Selamat Melayani Tuhan dengan segenap hati! SM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *