Perayaan Natal Kantor Advokat Jhon Panggabean bersamal wartawan Kristiani

Perayaan Natal Kantor Advokat Jhon Panggabean bersamal wartawan Kristiani

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Mengusung sebuah tema “ Marilah Kita Sujud Menyembah Dia, Kristus Sang Juruselamat (Matius 2:11-12), Perayaan Natal kantor Advokat Jhon SE Panggabean,SH.,MH bersama Persekutuan Doa Todah dan Wartawan Kristiani yang digelar di Hotel John’s Pardede International berlangsung sukses. Acara yang dipandu oleh Pdt. Dr. Tema Adiputra sebagai MC dan Pdt Nus Reimas sebagai pengkotbah ini didukung oleh sejumlah kesaksian pujian, yakni: Clara Panggabean, Tagor Pangaribuan Gitara King’s, Vokal Grup Perwamki, dan masih banyak lagi

VG Perwamki mengisi kesaksian pujian 

Selain para advokat dan wartawan, sejumlah pendeta tampak hadir menyemarakkan suasana sukacita tersebut dengan pelayanan membawa doa dan pelayanan kasih pujian.

Jhon SE Panggabean, SH, MH ketika menyampaikan kesaksian

Sedangkan Jhon SE Panggabean,.SH,MH menyaksikan betapa baiknya Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan sakitnya. Hingga ia dalam keseharian dapat beraktifitas kembali sebagai advokat. “Pertama saya katakan Tuhan itu sungguh baik. Kedua istri saya yang begitu sabar merawat saya. Saya sakit selama 2 tahun. Penyakit saya tidak bisa kena sinar matahari. Tapi penyakit itu sembuh setelah saya dan istri sepakat berdoa bersama setiap pagi. Setelah itu kami berjalan pagi di bawah sinar matahari. Ternyata sakit saya sembuh,” ungkap Jhon Panggabean.

Ketika sakit itu, menurut Jhon, uangnya telah habis dan juga telah menjual beberapa hartanya. Namun istrinya begitu setia. “Betapa dahsyatnya doa istri. Apalagi kita berdoa bersama. Dan selama sakit itu hingga menurunkan 47 kg berat badan, saya rasakan betapa besar pelayanan istri kepada saya sehingga saya semakin sayang kepada istri belakangan ini,” kata Jhon

Jhon juga mengungkapkan bahwa karena ia sakit itu, dua tahun perayaan Natal di kantornya bersama wartawan tertunda. Karena itu puji syukur setelah saya sehat kembali acara Natal ini bisa kita langsungkan lagi, tambahnya.

Jhon juga mengatakan ia sangat senang dalam perayaan Natal di tahun 2019 tersebut karena ibu kandungnya yang sudah berusia 83 tahun ikut hadir.

Saat bersaksi tersebut Jhon mengungkapkan betapa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang sudah memberkati keluarganya. Dimana dua putrinya telah menjadi pengacara setelah menyelesaikan kuliah masing masing tiga setengah tahun. Satu anak laki lakinya juga telah melayani sebagai pendeta di Surabaya.

Sebagai ungkapan syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Jhon pun menyanyikan sebuah lagu rohani berjudul “Indah Rencana Mu Tuhan.”

Pdt. Nus Reimas ketika menyampaikan kotbah

Sementara itu Pdt. Nus Reimas dalam kotbahnya mangatakan, bahwa, jemaat Kristus hendaknya meneladani Orang orang Majus dari Timur yang karena keyakinannya menempuh perjalanan jauh untuk menyembah seorang raja yang baru lahir.

Mereka tak tahu dimana Raja yang baru lahir itu tapi karena orang Majus tersebut pintar dan berkeyakinan dan peecaya sehingga mereka menemukan Yesus Kristus bersama Maria di kandang domba.

Orang Majus dari Timur ini ahirnya menyembah dan mempersembahkan emas, kemenyan dan Mur kepada sang raja. “Saya sudah 47 tahun melayani. Kenapa bisa begitu? Karena saya setiap bangun pagi terlebih dahulu bersujud menyembah Tuhan. Sebab saya tidak mempunyai persembahan emas, kemenyan dan Mur, untuk” saya persembahkan kepada Tuhan. Persembahan yang kudus adalah persembahan tubuhmu,” tukas Pdt. Nus Reimas

Seusai acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap malam bersama. SM

Maria Pratiwi, Guru Sekaligus Pemain Harpa Indonesia Yang Cinta Tuhan!

Maria Pratiwi usai tampil di Gedung City Walk Gajahmada (Sabtu, 14/12)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Bagi anda pecinta musik klasik pasti sudah tidak asing lagi dengan alat musik yang bernama Harpa. Harpa adalah sebuah alat musik petik yang bentuknya menarik dan memikat hati. Apalagi ketika jari jemari sang professional menari-nari serta piawai memainkan dawai Harpa, pasti petikannya akan terdengar sangat merdu dan indah. Bahkan saking merdunya alat musik harpa, kerap digambarkan sebagai “Alat Musik Surga” atau alat musik para malaikat.


Meski langka dan unik, namun di Indonesia kini memiliki pemain Harpa wanita yang hebat bernama Maria Pratiwi. Maria Pratiwi adalah harpis Indonesia pertama yang meraih gelar Master of Music di bidang Harp Performance. Ia juga menjadi orang Asia pertama yang memenangkan kompetisi di The Great Hall London, bermain concerto diiringi Goldsmiths Sinfonia di The Great Hall London 2012. Bahkan, menurut data dari berbagai sumber, sebagai musisi Harpa,Maria juga pernah tampil di depan sejumlah presiden Indonesia, seperti: Megawati, B.J Habibie, dan Susilo Bambang Yudhoyono.


Kenapa menyukai musik harpa? “Pertama, karena suara yang dihasilkan musik Harpa itu Angelik atau seperti alat musik surgawi yang menghasilkan suara khas dan indah. Kedua, karena bentuknya menarik. Ketiga, karena saya dapat jatuh hati dengan musik Harpa. Meski dulu saya juga suka main piano, biola dan gitar. Tapi justru jatuh cintanya sama harpa. Tuhan telah memberikan talenta, ya semuanya aku kembalikan kepada Tuhan. Alat musik harpa itu suaranya bisa meneduhkan,” tutur Maria Pratiwi yang ditemui usai acara “Happiness A Holiday Concert” di City Walk GajahMada, Sabtu (14/12).
Guna mengembangkan talenta dalam bermain Harpa sekaligus mencari generasi penerus Harpis Indonesia, Maria pun menggagas Maria Pratiwi Harp Ensamble yang setiap tahun selalu mengadakan dua konser resmi. Pertama, konser Natal dan konser rumah. Kemudian pada 2018 Maria mendirikan Maria Pratiwi Harp School. Ini adalah sekolah khusus untuk mendidik dan mengajar para pemain harpa binaannya. Sekolah ini memiliki kurikulum sendiri dengan standar internasional dengan ujian internasional. “Kalau performance yang tadi itu jujur, murid-murid saya banyak yang baru belajar dan hanya mempersembahkan 2 lagu. Biasanya bawain 8 sd 10 lagu. Terus kita mainnya bareng orchestra dan anak-anak. Tapi puji Tuhan semuanya lancar dan happy,” kata Maria dengan semangat.
Bagaimana memaknai Natal? “Bagi aku sendiri Natal itu pastinya perubahan karakter dalam hidup. Dimana kita harus belajar untuk mengubah karakter yang dulunya gelap, terus berubah menjadi terang. Jadi Natal itu suatu momen yang bahagia, berkumpul dengan keluarga, setelah setahun bekerja. Kita bisa berkumpul bersama, dan musik-musik natal pasti bisa membuat hati yang sukacita bersama keluarga,” tandas Maria penuh sukacita. SM

Letjen TNI (Purn) T. B Silalahi: Pemuda Gereja Harus Memiliki Visi Sebagai Agen Perubahan Untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0

 

Foto bersama para peserta dengan Letjen Purn TB Silalahi usai diskusi Peran Pemuda Gereja Dalam Kepemimpinan dan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Artha Graha SCBD (13/12)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Peran Pemuda Gereja Dalam Kepemimpinan dan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0”. Demikian tema diskusi publik yang diangkat oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) yang digelar di Gedung Artha Graha Lantai dasar, SCBD, Jakarta Selatan, (Kamis 13/12). Diskusi yang menghadirkan Letjen TNI (Purn) T.B Silalahi sebagai narasumber ini digagas oleh DPP GAMKI Bidang Diplomasi & Hubungan Internasional serta Bidang Ketahanan Nasional, Pertahanan & Keamanan. “Atas nama DPP GAMKI, kami menyambut gembira dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak/Ibu dalam acara seminar ini. Terutama Opung TB Silalahi yang berkenan menjadi pembicara pada saat ini. Saya berharap acara ini bisa bermanfaat bagi kader-kader GAMKI, terutama kaum milenial  dalam menyikapi revolusi industri 4.0. Saya juga berterimakasih atas kehadiran beberapa perwakilan kaum muda lintas gereja. Oleh karenanya, bila nantinya mendapat respons yang baik, saya berjanji akan ada diskusi lanjutan dengan mengangkat tema-tema terkini,” urai Sahat Sinurat selaku Sekjen DPP GAMKI dalam kata sambutannya mewakili Ketua Umum GAMKI yang berhalangan hadir.

Sekjen GAMKI, Sahat Sinurat menyerahkan Plakat sebagai kenang-kenangan kepada Letjend Purn TB Silalahi

Sebagai pembicara tunggal, Letjend TNI (Purn) T.B. Silalahi memaparkan situasi dunia terkini terkait tentang Revolusi industri yang makin mengalami kemajuan dalam beberapa dasawarsa sebelumnya. “Dulu masyarakat dunia merupakan masyarakat agraris. Hidup dengan mengandalkan lahan dan hasil bercocok tanam. Sampai kemudian beberapa kali revolusi industri. Revolusi industri 1.0 ditandai dengan penggunaan mesin sebagai pengganti tenaga manusia dan hewan. Revolusi industri 2.0 terjadi beberapa tahun setelahnya. Pada saat inilah manusia mulai mengenal listrik dan menggunakannya untuk mendukung kehidupan. Kemudian terjadilah revolusi industri 3.0 yang membuat manusia mengenal systemcomputer dan penggunaan robot dalam berbagai industri. Sedangkan yang paling akhir adalah revolusi industry 4.0. Inilah era di mana teknologi otomatisasi berkolaborasi dengan teknologi cyber,” tukas pemilik nama lengkap Letjen TNI Pur Tiopan Bernhard Silalahi .

                Menyikapi hal tersebut, Letjen Purn T.B. Silalahi menyerukan agar gereja mampu menjawab tantangan zaman. Orang-orang muda harus diperlengkapi sejak dini dengan berbagai ketrampilan agar menjadi pribadi yang kompetitif. Pelatihan ketrampilan juga harus diimbangi dengan bimbingan tentang bagaimana kecerdasan emosi (emotionalqoutient) dan kecerdasan spiritual (spiritual quotient). “Setelah ketiga hal tersebut (intelligencequotient, emotionalquotient, dan spiritual quotient), saya ingin menambahkan satu syarat lagi. Yaitu kita harus memiliki standar yang berbeda. Bukan standar yang sama atau sedikit lebih tinggi, tetapi standar yang jauh lebih tinggi dari orang lain. Jadi kalau orang lain standarnya 10, kita harus punya standar minimal 30. Hanya dengan demikianlah kita akan menjadi orang yang kompetitif,” paparnya.

                Menurut Opung T.B. Silalahi setiap pemuda gereja harus memiliki visi menjadi agent of change (agen perubahan). Orang yang memiliki kesadaran seperti itu akan lebih bertanggungjawab dalam menjalani hidup. “Kita minoritas (dari segi jumlah). Sebab itu posisi kita sebagai pemuda gereja adalah dimanapun kamu berada harus menjadi yang terbaik. Dimanapun ladang tugas dan panggilanmu berada. Kalian pemuda gereja jangan pernah berhenti untuk belajar dan belajar sampai akhir hayatmu,” tegas TB Silalahi dalam diskusi yang dipandu oleh Hendrik Sinaga SH, MH.

Lebih lanjut TB Silalahi memaparkan revolusi Industri merupakan perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Sebagai senior, Letjend TNI (Purn) T.B. Silalahi merespons postif kegiatan ini. Bahkan beliau secara khusus menyatakan siap memberikan dukungan pada GAMKI bilamana diperlukan. SM

Pdt. Elrik Simanjuntak, S.Th: Pesan Natal 2019, Jika Mau Dipakai Tuhan Harus Hidup Kudus

Pdt. Elrik Simanjuntak, S,Th ketika menyampaikan firman Tuhan

Kalimantan Tengah, Victoriousnews.com,– Gereja Bethel Indonesia (GBI) Manyahi dan Lamunti yang terletak di Kecamatan Mantangai- Kapuas, Kalimantan Tengah telah sukses menggelar perayaan Natal pada hari Selasa, 10 Desember 2019  pk. 15.00 Wita yang lalu.  Selain dihadiri oleh ratusan jemaat, juga tampak hadir pengurus Persekutuan Gereja-Gereja & Lembaga Injili Indonesia (PGLII) wilayah Kapuas-Kalteng.

Bapak Danu sebagai ketua panitia Natal mengucapkan terimakasih kepada segenap panitia yang telah berjerih Lelah menyukseskan acara Natal. “Kami juga berterima kasih kepada para hamba Tuhan serta jemaat yang berkenan hadir dalam Ibadah Natal di tempat ini. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati kita sekalian,” tukas Pak Danu dalam kata sambutannya.

Sementara itu, Ketua  PGLII (Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga Injili Indonesia) Pdt Hara P. Nababan dalam sambutannya, menghimbau untuk tidak membedakan  ras dan berbagai denominasi gereja janganlah saling bermusuhan, atau hanya mau berteman dan bersahabat satu gereja saja. “Melainkan dalam perbedaan denominasi gereja ada kerukunan, damai, dan bersatu bahwa di dalam Tuhan kita adalah satu. Dalam kegiatannya PGLII menujukkan bahwa ada kesamaan visi dan misi dalam berbagai gereja untuk memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus. Dan menjadi berkat bagi sesama dan semua orang,” papar Pdt. Hara Nababan.

Pujian Penyembahan dinaikan oleh Ibu gembala setempat sebagai Worship Leader dengan diiringi oleh Pdt. Samuel Situmorang, S.TH (PGLII) sebagai pemain keyboard. Disusul dengan Doa pembukaan oleh:  Pdt Bernard Situmorang (PGLII /GBI Barigas Kuala Kapuas). Berbagai pujian Natal yang dinyanyikan oleh Worship Leader menambah semaraknya suasana Ibadah dan Perayaan Natal. Bahkan meski sempat hujan deras ketika paduan Suara jemaat GBI Manyahi dan Lamunti tampil mengisi kesaksian pujian, ternyata tidak menghalagi sukacita natal. Sebaliknya justru mereka tampak bersukacita menyambut kelahiran sang Juruselamat.

Setelah Doa Persembahan yang dipimpin oleh Pdt. Paulus (PGLII-GPI), dilanjutkan penyampaian Firman Tuhan yang disampaikan Gembala Sidang setempat, Pdt. Elrik Simanjuntak, S.Th. Dalam kotbahnya, Pdt. Elrik mengusung Tema: “Yesus Datang Untuk Menyelamatkan Yang Hilang” Lukas 19:10. “Visi utama Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini adalah mencari yang terhilang. Karena Visi Yesus adalah rela mengorbankan segalanya termasuk nyawanya. Bahkan sebelum naik ke Surga ia berpesan tunggal agar menjadikan semua bangsa muridNya. Yesus memberi perintah, pergilah ke seluruh bumi menyampaikan kabar keselamatan apapun resikonya” Matius 28:19-20. Karena itulah Yesus datang agar kita menjadi manusia yang mengerti arti jalan kita yang sebenarnya. Hasilnya tidak ada alasan untuk tidak melayani Dia. Ingat saudaraku panggilan pertobatan dimulai dari keluarga, bukan hanya dari Pdt, penginjil dll, dan dia datang bukan untuk meneguhkan iman kita (Lukas 5:31-32) di dalam Lukas pasal 4:19 Zakheus adalah orang yang dianggab tidak baik tapi memiliki keinginan besar untuk bertemu Yesus. Penting untuk diketahui bahwa waktulah yang mengajar kita untuk mengambil keputusan. Waktu jugalah alat penggerak yang menentukan akhir perjuangan kita. Ingat kekayaan hanya pelengkap bukan penentu. Maka tidak salah orang ingin kaya, tetapi memfokuskan diri pada kekayaan, itulah yang salah. Yesus datang ke rumah Zakheus ada lawatan Tuhan yang sangat besar. Dimana Yesus memperbaiki pondasi rohani Zakheus yang salah dan menemukan hatinya. Hasilnya Lukas 9:8 setelah Zakheus mengalami perjumpaan dengan Yesus dimana akhir hidupnya dia membayar 4 kali lipat apa yang dilakukan semula. Di akhir zaman ini begitu banyak hal yang berkaitan dengan prinsip surga yang hilang dalam kehidupan umat manusia di bumi hari-hari ini yakni diantaranya:

Pertama, Jiwa (Lukas 19:10). Jadi inilah tugas kita lewat Amanat AgungNya. Itulah  kabar baiknya sehingga manusia mengalami pertobatan. Ciri-ciri jiwa yang terhilang: Egois, Bayi rohani, Pikiran yang mencari untung, Berjalan tanpa mengerti dia mau kemana, popularitas tapi menuju ke kuburan. Oleh sebab hendaklah kita  sebagai, umat Tuhan dan hamba Tuhan tugas kita harus kita lakukan memenangkan jiwa seberapapun besarnya. Kedua, Kasih (Matius 24:12). Salah satu tanda kasih, di akhir zaman adalah kasih mulai dingin (2 Tim 3:1-5), dimulai dari kita seharusnya kita menjadi panutan, pastikan jangan sampai diri kita yang terhilang.  Oleh sebab itu, pesan Natal hari ini: Kalau mau dipakai untuk pembangunan rohani kita harus hidup kudus (1 Petrus 1:15-16), sebab Tuhanlah yang memberikan karunia dan jabatan kepada kita (Efesus  4:11-12),” tukas Pdt. Elrik.

Lebih lanjut Pdt. Elrik juga memberikan tips kepada jemaat yang hadir dalam menghadapi persoalan hidup. Pertama, Jangan menyerah,  dan jangan mengambil keputusan bahwa kita tidak bisa Ingat gagal bukan karena kita melangkah akan tapi karena kita tidak mau melangkah. Kedua, Kembangkan talentamu dan jangan disimpan. Ketiga, Hargai berkat yang diberikan Tuhan dan Tuhan memberi berdasarkan kepercayaan itu,

Setelah Firman Tuhan disampaikan dilanjutkan dengan Perayaan natal yang diisi dengan Paduan suara dari PGLI, sekolah Minggu GBI Manyahi & Lamunti. Sambil berbagi kasih kepada para tamu undangan yang hadir berupa tas pelayanan, payung, slayer, CD lagu rohani, kemeja, dan sebagainya.  Disusul dengan doa Syafaat oleh Pdt. Petrus Mujimim (PGLII-GPdI), doa Berkat oleh Pdt. Elrik Simanjutak, S.Th serta diakhiri jamuan kasih makan bersama.  Yanti

Hadir Dalam Jakarta Christmas Festival, Gubernur DKI Anies Baswedan Berharap Agar Melalui Natal Dapat Memperkuat Persaudaraan Sesama Anak Bangsa

Ki-ka: Angelica Tengker (Ketum KKK), Pdt. Shephard Supit (Penggagas JCF), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, KH Lutfi Hakim (Imam Besar FBR),dan KH Ali Rahmat (Ketua FKUB Jakarta Pusat) ketika menyalakan lilin dalam perayaan Jakarta Christmas Festival (Rabu, 11/12) di Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Pagelaran rohani akbar Jakarta Christmas Festival (JCF) yang digelar di Lapangan Banteng (Rabu,11/12) telah berlangsung lancar dan sukses. Acara yang mengusung tema “Love Jakarta” ini diisi dengan beragam kegiatan sosial seperti; pasar murah, pemeriksaan mata gratis, berbagai macam lomba, paduan suara, dan puncaknya adalah pagelaran natal Papua, natal kaum marjinal, natal milenial dan diakhiri dengan perayaan natal nusantara yang menampilkan berbagai budaya di Indonesia.

Tampak hadir dalam acara tersebut adalah: Anies Bawedan (Gubernur DKI Jakarta), KH. Lutfi Hakim (Imam Besar FBR), KH.Ali Rahmat (Ketua FKUB Jakarta Pusat), Angelica Tengker (Ketua KKK), Pdt. Shephard Supit (Penggagas JCF), Lisa Muljati (Bimas Kanwil DKI Jakarta), Bayu Meganthara (Walikota Jakarta Pusat), Pdt. Daniel Henubau, Mayjen Ivan Pelealu, Brigjen Pol Frangky Mamahit, James Kandou, Hamba-hamba Tuhan dari denominasi gereja serta masyarakat lintas agama.

Dalam kata sambutanya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai, bahwa kegiatan Jakarta Christmas Festival yang diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat tersebut merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman. “Pemprov DKI mengapresiasi dan mendukung dilaksanakannya kegiatan ini, karena ini baru yang pertama kali dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman,” papar Anies.

Gubernur Anies mendorong agar festival seperti ini mampu memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa. “Di sini ada interaksi antarwarga, dari interaksi muncul pengalaman, pengalaman tentang saudara sebangsa, tentang hidup bersama dengan warga satu kota. Pengalaman membentuk pemahaman, pengertian, dan penghormatan atas satu sama lain. Terima kasih atas inisiasi yang luar biasa, suasana kemeriahan dan kedamaian bisa dirasakan bukan hanya umat Kristen tapi juga warga Jakarta,” pungkas Anies.

Pdt. Yohanes Stefanus Tompudung (Ketua Panitia JCF)

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia, Pdt. Yohanes Stefanus Tompudung, merasa bersyukur karena acara telah berjalan dengan baik. “Puji Tuhan seluruh rangkaian acara telah berjalan dengan baik. Ada acara natal Papua. Nah, ketika pasar murah, yang hadir membludak ada ribuan. Karena ada stan madu gratis, kaca mata gratis, periksa mata gratis, sembako murah, mie sedap gratis, es krim gratis, biskuit gratis. Tapi stan tersebut melayani kaum termarjinal,” tutur Pdt. Yohanes ketika ditemui wartawan disela-sela acara.

Menurut Pdt. Yohanes, jumlah peserta yang ditargetkan oleh panitia ternyata tercapai, yakni sekitar 10.000 orang yang hadir dalam meramaikan acara tersebut. “Apa yang ditargetkan panitia tercapai. Setidaknya sekitar 10 ribu orang dari lintas agama dapat hadir dan mengunjungi Lapangan Banteng ini,” papar Yohanes. SM

Dr. John N Palinggi, MBA : Esensi Penting Makna Natal Adalah Perubahan Ke Arah Lebih Baik

Dr. John Palinggi bersama KH Said Agil
Siradj (Ketum PBNU)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Setiap tahun umat Kristiani di seluruh penjuru dunia merayakan kelahiran sang Juru selamat. Beragam pernak-pernik maupun ornamen Natal pun mulai menghiasi sejumlah perkantoran, gereja, maupun pusat perbelanjaan di berbagai kota besar di Indonesia.
Memaknai Natal tahun 2019, Dr. John N Palinggi, MBA ketika dijumpai di ruang kerjanya Graha Mandiri, Menteng Jakarta Pusat (Rabu, 4 Desember 2019) mengatakan bahwa, dalam merayakan Natal itu harus dibarengi dengan perubahan karakter atau tingkah laku yang lebih baik. “Sebenarnya apa yang mendorong sehingga umat Kristiani merayakan Natal secara terus menerus? Banyak yang mengatakan rayakan Natal itu untuk menyenangkan keluarga. Tetapi sebetulnya kalau menurut saya adalah mau enggak kita merayakan natal ke arah yang lebih baik? Sebab selama ini pasti kita sudah tercemar dengan kesalahan, baik sadar maupun tidak. Apakah kita mau berubah ke arah yang lebih baik? Yang bahagia dalam merayakan natal adalah ketika damai sejahtera itu datang. Tetapi kalau kita tidak tercemar dalam berbuat jahat pada sesama manusia, apalagi mencederai Tuhan, ya jangan berharap sesudah Natal kita ada perkembangan. Itulah sebabnya banyak orang gagal dalam hidupnya. Dia selalu menyelimuti dirinya percaya kepada Tuhan. Tetapi sesungguhnya dia selalu berada dalam dosa. Sekalipun merayakan Natal, dia selalu berlimang dalam dosa terus.Dan merasa kebencian terhadap sesama itu berlangsung terus. Merendahkan orang, mencaci maki, tidak menghormati pemerintah, inilah esensi perayaan Natal,” tutur Dr. John Palinggi yang juga Ketua Umum Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) penuh semangat.
Menurut Dr. John, dalam keyakinan Kristiani,menghormati pemerintah itu wajib hukumnya. Kenapa? Karena tidak ada pemimpin di dunia ini yang tidak ditetapkan oleh Allah. Maka wajib kita menghormati. “Jadi kesadaran untuk berbuat lebih baik dari perbuatan- perbuatan dosa maupun perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Itulah esensi, bahwa kita harus berubah ke arah yang lebih baik. Termasuk saya, harus berubah ke arah yang lebih baik.
Kedua, jika kita mau berubah ke arah yang lebih baik, artinya kita memiliki semangat yang kuat dan pengharapan yang tinggi untuk meningkatkan produktivitas kita. Jangan justru merayakan natal, besoknya jadi menganggur, malas, atau tidak mau bikin apa-apa, mencari rejeki buat diri sendiri. Itu sebenarnya adalah kekalahan iman. Tuhan sediakan semua isi bumi ini, mari kita berjuang untuk memperolehnya. Jadi sekali lagi esensi natal adalah pertama, berubah ke arah yang lebih baik. Kedua harus produktif dan menghasilkan,” papar John.
Lanjut John, jika kita generasi muda yang tidak menghasilkan/produktif, maka seharusnya malu kepada Tuhan. “Yang penting harus dijaga, menghasilkan dengan cara yang baik atau berkenan di mata Tuhan. Jangan justru merayakan natal kemana-mana tetapi perbuatannya mencuri dimana-mana. Entah mencuri di kantornya atau di lingkungannya,” papar Dr. Palinggi. SM

Bazar Murah, Aksi Sosial & Konser Lilin Akan Meriahkan Jakarta Christmas Festival Di Lapangan Banteng

JAKARTA, Victoriousnews.com,- Untuk pertama kalinya pagelaran rohani akbar, Jakarta Christmas Festival (JCF) yang diiniasi dan kerjasama berbagai interdominasi gereja akan diselenggarakan di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 11 Desember 2019. Acara yang mengusung tema “Love Jakarta” ini juga didukung oleh gereja aras nasional, Bimas Kristen Kanwil DKI dan Pemprov DKI Jakarta.
Sesuai rencana, JCF ini dimulai dari pukul 09.00 sampai pukul 22.00 Wib dan akan dihadiri oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kanan-Kiri: Pdt. Shephard Supit, Lisa Muljati (Pembimas Kanwil DKI Jakarta), Raja Joner Rambe, Pdt. Yohanes Stefanus Tompudung (Ketua Pelaksana)

Menurut Ketua Pelaksana, Pdt. Yohanes Stefanus Tompodung, Jakarta Christmas Festival merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman, merayakan kasih Kristus dalam bentuk yang inklusif tidak dalam bentuk yang sempit, namun pemahaman yang lebih luas. “Dalam JC Festival ini akan ada kegiatan sosial berupa pasar murah, pemeriksaan mata gratis, membagikan nasi bungkus kepada kaum marginal dan juga berbagai macam lomba termasuk lomba catur, paduan suara, peragaan busana Natal dan malamnya disambung dengan ibadah Natal, Nada dan Sabda, yang dikemas dalam bentuk Natal Nusantara dan Konser Lilin yang melambangkan perdamaian dan kerukunan bagi Kota Jakarta,” tutur Pdt. Yohanes Tompudung saat memberikan keterangan kepada media di kantor pembimas masyarakat Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta di dampingi Lisa Mulyati S. Sos, M.Si, Pdt. Shephard Supit, dan
Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe (Raja Tapanuli Selatan.


Tema “Love Jakarta” merupakan arti perdamaian bagi kota jakarta. Dengan didasari oleh sebuah pemahaman bahwa perayaan Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus ke dunia sebagai wujud dari begitu besarnya kasih Allah akan dunia ini, dan anak- anak Tuhan di kota jakarta dengan semangat natal ini ingin mewujudkan cinta terhadap kota jakarta yang menjadi tempat tinggalnya cinta kotanya, cinta warganya, cinta pemerintahnya.”Dalam acara nanti, kami juga akan mengangkat budaya Papua. Makanya dalam ibadah nanti, akan dilayani oleh hambaTuhan dari Papua. Jadi kami akan membawa damai Jakarta dengan Papua,” tutur Pdt. Yohanes Tompudung.
Sedangkan Pdt. Shephard Supit yang dikenal sukses sebagai penggagas sekaligus penyelenggara Paskah Nasional, berharap, ke depan acara JC Festival ini dapat menjadi agenda tahunan.“Ini penyelenggaraan pertama kalinya diadakan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) DKI Jakarta bekerjasama dengan Bimas Kristen, Pemprov DKI Jakarta, dan Kantor Wilayah DKI Jakarta Kementerian Agama. Kemarin kami (panitia) sudah menemui Gubernur DKI, Anis Baswedan. Berharap Pak Gubernur dapat hadir dalam acara JC Festival ini,” ujar Pdt. Shepharad Supit dalam konferensi pers pada Rabu (4/12/2019) di Kantor Wilayah DKI Jakarta Kementerian Agama.
Lisa Mulyati, Pembimas Kristen DKI Jakarta, mendukung dan mengapresiasi JC Festival ini. “Saya rasa Natal kali ini tidak hanya dirasakan sukacitanya oleh umat Kristiani saja, tetapi juga semua warga Jakarta. Makna perayaan Natal bisa juga dirasakan semua kalangan apalagi di acara ini mereka bisa membeli sembako murah,” ucap Lisa.
Acara bazaar pada JC Festival ini dipersembahkan kepada semua warga DKI Jakarta tanpa melihat latar belakang agamanya. Jadi bukan hanya umat Kristiani yang boleh membeli barang murah di bazaar ini, tetapi juga umat yang lain. SM