Ps. Yonathan: Memberi Bukan Sekedar Materi, Tetapi Seluruh Hidup Kita Kepada Tuhan

Ps. Yonathan

“…Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” (Kis.20:35 b). Ayat Alkitab ini menegaskan bahwa Tuhan itu rindu agar setiap umatNya itu dapat melakukan perintahNya, yakni memberi. Yang dimaksud memberi dengan benar adalah; bukan sekedar uang atau materi (harta), tetapi seluruh hidup kita harus dipersembahkan kepada Tuhan (Roma 12:1-2).

Anda tahu ikan Salmon? Uniknya ikan Salmon adalah hidupnya di air asin (laut) tetapi ketika menetaskan telurnya selalu berada di air tawar. Ikan Salmon tahu persis kapan harus berada di air asin dan kapan berada di air tawar. Bahkan ketika Salmon selesai menetaskan telurnya di air tawar, dirinya rela mati dan membiarkan dagingnya dimakan oleh anak-anaknya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita rela memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan? Ketika kita mampu mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan, bisa dipastikan hari lepas hari akan mengalami sebuah “keajaiban memberi” atau mujizat dalam memberi. Apa itu keajaiban/mujizat dalam memberi? Alkitab menulis bahwa ‘siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan,….’ (Amsal 28:27; Amsal 19:17). Disini jelas, keajaiban yang dimaksud adalah Tuhan pasti memberkati secara luar biasa dan tidak akan membiarkan berkekurangan dalam segala aspek kehidupan kita.

Lalu bagaimana cara memberi yang terbaik kepada Tuhan maupun sesama? Setidaknya ada 8 (delapan) cara yang dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, Memberi dengan rela dan sukacita (2 Kor. 9:6-7). Kedua, Memberi dengan motivasi yang benar (Mat. 6: 3). Ketiga, Memberi dengan kepekaan atas kehendak Tuhan. Keempat, Memberi yang dimulai dari hal sederhana. Kelima, Memberi senyuman yang tulus. Keenam, Memberi perhatian & pelukan kepada keluarga. Ketujuh, Memberi kebaikan kepada orang lain. Kedelapan, Memberi pengampunan.

READ  Bishop Efraim Tendero (Sekjen WEA) Buka Sidang Raya WEA di Sentul, Bogor

Hal yang paling penting adalah bukan terletak seberapa banyak/besar kita dalam MEMBERI, melainkan seberapa banyak KASIH yang dapat kita berikan. Mari kita belajar memberi yang terbaik, dan persiapkan diri kita untuk menerima keajaiban atau mujizat yang luar biasa dari Tuhan! SM