Banten,Victoriousnews.com,-Selama menjadi Pembimas Kristen Prov.Banten, Dr.Junit Sihombing, mengaku, banyak sekali mengalami tantangan dan persoalan, baik secara internal maupun eksternal. Misalnya, persoalan di Banten yang paling pelik adalah bagaimana mempersatukan lembaga-lembaga gereja. “Kalau bicara aras kan sebenarnya di wilayah tidak ada. Aras itu hanya ada di tingkat nasional, kalau di daerah itu wilayah. Misalnya PGI wilayah Banten, PGPI Wilayah, dan lain sebagainya. Persoalannya sekarang PGI itu merasa dirinya kalau di daerah itu aras, jadi dia merasa lembaga yang paling super power, paling hebat, paling besar sehingga susah diajak untuk bicara. Ini persoalan pelik dari tahun ke tahun, misalnya PGI itu merasa sebagai lembaga yang diakui oleh pemerintah sehingga tidak melihat lembaga-lembaga lain yang ada. Harusnya kan tidak boleh seperti itu. Persoalan saya yang paling besar adalah bagaimana mendudukkan mereka bersama-sama, sampai sekarang belum terjadi. Karena faktor egosentris itu dan merasa diri lembaga yang paling hebat, lembaga yang besar dan dikenal oleh pemerintah sehingga tidak mau bersama-sama dengan lembaga lainnya,” kata Junit.

Dr. Junit Sihombing (dok.istimewa/google)

Lanjut Junit, kalau persoalan yang paling besar secara eksternal adalah bagaimana kita mendampingi proses perijinan gereja yang sampai saat ini masih terus kita pergumulkan. “Contoh, ada beberapa gereja yang sudah kita fasilitasi, sudah kita keluarkan rekomendasi dari FKUB, dari kepala Kemenag dan segala macam, termasuk persyaratan Perber no 8 & 9 semua sudah kita ikuti, sampai sekarang belum keluar ijinnya. Ada dua gereja yang saya dampingi. Masalahnya bukan sulit mendirikan gereja, tetapi agak lama prosesnya. Selama kita memenuhi persyaratan yang diminta, ya kita mesti sabar saja. Ini ada dua gereja yang diurus sudah 2 tahun belum keluar ijinnya. Seperti gereja GPdI Tigaraksa yang digembalakan oleh Pdt. Daud Situntun, sudah proses 10 tahun baru keluar ijinnya,” tandasnya.

See also  Dr. Ir. Benny Hutahayan, M.Th Terpilih Sebagai Ketua IKA STT REM

Baca Juga: Pdt. Dr. Junit Sihombing, M.Th : Yatim Piatu Yang Kini Sukses Jadi Pembimas Kristen Banten

Banyaknya Isu Miring Justru Memacu Dirinya Bekerja Lebih Baik 

Ketika seseorang menjadi seorang pejabat, pasti banyak yang tidak suka dan ingin menjatuhkan namanya. Demikian juga yang dialami oleh Pembimas Kristen Banten, Pdt. Dr.Junit Sihombing. “Yesus saja ditolak di Nazareth, kampungnya. Yesus saja tidak diakui di kampungnya. Tetapi Dia di luar kan disanjung orang. Mungkin juga seperti saya, banyak sekali mengalami isu-isu negatif. Tetapi bagi saya itu adalah bunga-bunga sebagai pejabat. Artinya hal itu memacu saya untuk berbuat lebih baik lagi, Yang penting kan saya melakukan tugas dengan baik dan benar. Saya tidak pernah membuat orang susah, tidak pernah membuat sesuatu yang salah,aturan-aturan sudah kita ikuti dengan benar. Saya kira sepanjang kita benar, apapun yang dibilang orang kan pasti akan mentah sendiri. Misalnya begini, saya naik jadi pejabat itu ada orang yang menolong saya. Ada yang bilang, saya pakai ini pakai itu. Silakan saja kalau bisa membuktikan. Tetapi kalau tidak bisa membuktikan, saya akan kick balik, itu adalah pencemaran nama baik dan ada pasalnya. Jadi hati-hati saja,” paparnya.

Isu-isu negatif yang kerap menghantam dirinya dan keluarga, ditanggapi dengan santai dan tidak berlebihan. “Kalau ada orang yang menyebarkan isu apapun, termasuk isu wanita, bagi saya dengar saja. Siapapun yang mengisukan seperti itu ada konsekwensinya. Jadi kalau saya tanggapi berlebihan, nanti dikira saya yang salah. Silahkan saja siapa yang mau membuat peryataan, tetapi yang bisa dipertanggungjawabkan. Harus akurat dan jangan mencemarkan nama baik orang lain. Karena pejabat saat ini banyak yang dijatuhkan. Semua kan ada waktu. Saya bisa menjabat seperti ini juga ada waktunya Tuhan. Kalau Tuhan tidak ijinkan saya, tidak akan jadi seperti ini. Bukan karena kehebatan saya. Orang saya ini kan yatim piatu, bisa apa saya. Artinya hidup kita ini ikuti saja dengan kehendak Tuhan. Yang penting saya berjalan sesuai dengan pimpinan Tuhan. Bagi saya kalau ada orang ngomong apa saja, silakan yang penting bisa membuktikan. Kalau tidak bisa membuktikan akan saya kick balik. Dan saya tidak akan menanggapi berlebihan, kalau masih isu-isu ya saya dengar saja,” pungkasnya. SM/TT 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *