Surabaya,Victoriousnews.com,-Setelah dilantik secara resmi oleh Ketua umum MPH, Pdt. Gomar Gultom pada 20 Mei 2021 lalu, Badan Pengurus Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Jawa Timur (PGIW) masa bakti 2021 sd 2026 yang dipimpin Pdt.Nathael Hermawan terus “tancap gas” dalam melakukan berbagai kegiatan. Di awal kepemimpinannya, Pdt.Nathael mengajak pengurus PGIW Jawa Timur melakukan silahturahmi lintas iman, khususnya kepada tokoh-tokoh agama di tingkat provinsi Jawa Timur. Hal ini bertujuan, untuk mempererat tali persaudaraan dan terus menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayah Jawa Timur. “Ketika saya resmi menjadi Ketum PGIW Jatim, telah bersilahturahim dengan elemen-elemen yang lain. Misalnya, mengunjungi Pengurus Wilayah NU, Pimpinan Muhamadiyah. Bukan hanya silahturahmi kepada tokoh Muslim saja, tetapi kepada lintas agama yang lain akan dilakukan.Misalnya, keuskupan Surabaya, Keuskupan Malang, bahkan PGI bersama aras nasional yang lain. Misalnya PGLII, PGPI dan sebagainya. Karena saat ini tidak bisa dipungkiri, payung yang paling lebar adalah PGI. Dengan memantapkan silahturahim itu nanti diharapkan ada sinergi lintas iman maupun program secara oikumene sesama kristen beda dominasi. Nah, dalam merajut tali silahturahmi ini juga diharapkan dapat diikuti oleh pengurus atau breakdown sampai ke tingkat PGIS atau sampai juga ke grassroot. Tentunya kita ingin hadir dalam setiap pergumulan gereja di Jawa Timur. PGI kan dipanggil untuk ikut menghadirkan Shalom/damai sejahtera bagi sesama. Kita tidak mungkin bisa sendirian, harus bersama-sama dengan elemen-elemen yang lain, baik itu pemerintah, FKUB, maupun juga ormas yang lain,” ujar Pdt. Nathael Hermawan yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum Sinode Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Malang.

Baca Juga: Pdt. Nathael Hermawan: Program Urgent PGIW Jatim Adalah Menginisiasi Lahirnya PGIS

See also  Beredar Isu Pimpinan MD GPdI Banten Ancam Pendeta Wanita Keluar Organisasi Jika Tidak Taat Aturan, Benarkah?
Pdt. Nathael Hermawan dan pengurus PGIW Jawa Timur ketika dilantik secara resmi oleh Ketum BPH PGI, Pdt. Gomar Gultom ( 20 Mei 2021) lalu.

  Selain melakukan silahturahmi lintas iman, lanjut Nathael, PGIW Jawa Timur juga banyak sekali kegiatan vaksinasi yang telah dilakukan. “Kebetulan di periode awal saya pimpin ini banyak sekali kegiatan Vaksinasi. Kegiatan vaksinasi ini terbagi dua. Pertama, vaksinasi di tingkat PGIS-PGIS atau di tingkat PGIW kerjasama dengan Polda Jatim kemudian di-breakdown sampai ke tingkat kota/kabupaten atau tingkat polresta/polres setempat. Vaksin maupun vaksinatornya serta nakesnya berasal dari polda atau polres. Kemudian tempat dan peserta yang akan vaksin itu dari PGIS-PGIS. Ini sudah dilakukan olah PGIS Madiun, PGIS Mojokerto, PGIS Surabaya, PGIS Sidoarjo, PGIS Malang, dan PGIS Batu. Kedua, kalau vaksin merdeka itu kerjasama Polda dengan PGIW. Bedanya adalah ini vaksin dari Polda, Nakes atau vaksinatornya dari PGIW yang bekerjasama dengan Rumah Sakit-Rumah Sakit seperti: RS.Marsudi Waluyo Malang, RS.Mardi Waluyo di Rampal, RS.Rekso Waluyo Mojokerto, RS. Kristen Mojowarno, Klinik Mitra Waluyo di Pare, RS.Griyo Waluyo di Ponorogo. Sedangkan pesertanya adalah kalangan warga gereja, siswa, maupun masyarakat umum,” kata Pria kelahiran Malang, 25 Desember 1975.

Sebagai pimpinan, Pdt. Nathael mengakui bahwa keberadaaan PGIW di Jawa Timur masih banyak kekurangan. “Kita masih punya kekurangan. Jangankan kehadiran, keberadaan PGIW ini masih belum sampai nge-klik. Itu terlihat ketika iuran-iuran tidak lancar. Itu signifikan. Padahal PGIW Jawa Timur itu memiliki 31 sinode anggota. Mulai dari GKJW, GSJA, GBI, dan sebagainya. Mungkin sinode anggota itu merasa PGIW itu antara ada dan tiada. Walaupun begitu, kita tetap bergerak dan banyak kegiatan. Dulu waktu periode kepemimpinan Pak Pendeta Simon, juga banyak sekali kegiatan. Tetapi mungkin kelemahan kita, tidak bisa ‘menjual diri’ atau membranding kegiatan. Padahal kita tidak muluk-muluk, agar keberadaan kita semua tahu dan ini rumah besar kita. Tapi sayangnya hanya kita atau pengurus saja yang tahu. Nah, tantangan PGIW Jawa timur adalah krisis kepercayaan dari anggota. Selain itu, kita berada di tengah masyarakat majemuk Jawa Timur, tidak bisa dipungkiri kita adalah minoritas dan masih ada minority syndrome atau inferior. Ini menjadikan kita belum terlalu maksimal di dalam kita berusaha untuk berkegiatan untuk menjadi berkat. Ya mudah-mudahan dengan seringnya kita bergaul dengan tokoh-tokoh agama lintas agama bisa sedikit egaliter. Oleh karena itu kami mohon dukungannya agar di periode ini dapat menjadikan PGIW lebih banyak dikenal oleh publik,” tutur Pdt. Nathael ketika dijumpai di kantor PGIW Jatim, Ruko Plaza Ambengan Surabaya beberapa waktu lalu. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *