Antusiasme Jemaat Sambut Seminar HIM di Kandangan-Kediri, Pdt. Pengky Andu: Orang Yang Sukses & Bahagia Adalah Orang Yang Kembali Dan Menang!

Victoriousnews.com,-Seminar House Of Inspiration And Motivation (HIM) yang digagas oleh Pendeta Pengky Andu, kini bukan hanya hadir di Jakarta saja, melainkan semakin meluas ke berbagai kota hingga pedesaan di Indonesia. “Melalui seminar HIM ini, saya ingin mencerdaskan umat Tuhan dengan memberikan pembekalan  agar kehidupannya semakin termotivasi dan semangat dalam berbagai hal. Saat ini saya sudah berumur 76 tahun masuk ke 77. Tetapi bagi saya umur hanyalah sebuah angka, semakin tua harus semakin produktif, semakin bahagia, semakin banyak uang, dan semakin diberkati oleh Tuhan. Kalau mindset  dan hati kita diubahkan Tuhan, secara otomatis akan semakin  semangat dalam melayani Tuhan serta terbeban untuk memberkati banyak orang,” tutur Pengky Andu ketika menyampaikan Seminar HIM di GPdI Anugerah Kandangan, Kediri, Jawa Timur, (Rabu, 19/1/22).

 Materi seminar motivasi yang disampaikan oleh Pdt. Pengky Andu bertajuk “Happiness is A Handmade”—Bahagia Yang Diusahakan. “Saya mau tanya, Bapak/Ibu sekalian, apakah pernah bosan dengan pasangan? Apakah kalau sudah menikah puluhan tahun masih menginginkan pasangan kita? Misalnya, suami bosan dengan istri atau sebaliknya. Saya mau jawaban yang jujur bukan jawaban yang baik. Karena kalau kita mau jujur, pasti pernah mengalami bosan, kecewa, dan sebagainya. Saya mau katakan, pernikahan bukanlah mencari pasangan yang cocok. Tetapi melalui pernikahan yang tidak cocok itu dicocok-cocokkan. Bukankah Tuhan ajarkan kita saling menghormati dan saling menyayangi?  Ketika saudara  sebelum menikah, kemudian berjuang hingga mendapatkan pasangan hingga menikah, itulah yang namanya sukses dalam membangun rumah tangga baru. Tetapi jika masih memiliki rasa  cinta dan masih menginginkan pasangan anda walaupun usia pernikahan sudah puluhan tahun dengan melewati berbagai persoalan hidup, itulah yang namanya Happiness (Bahagia). Contohnya: saya menikah dengan istri sudah 52 tahun hingga dia dipanggil Tuhan dua tahun lalu, ada begitu banyak ketidakcocokkan. Tetapi saya belajar lewat ketidakcocokan itu tetap saling menginginkan dan mencintai. Berantem? Sering sekali. Masalah? Banyak sekali. Tetapi melalui masalah, kita harus belajar mencintai pasangan kita sampai maut memisahkan,” Ungkap Pengky memberikan teladan mengenai kesetiaan dan kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Antusiasme jemaat dan hamba Tuhan mengikuti seminar HIM

 Pdt. Pengky Andu yang dikenal sebagai hamba Tuhan “merakyat” dan bisa bergaul dengan berbagai usia, termasuk dengan generasi milenial ini menjelaskan secara gamblang bagaimana cara mencapai kesuksesan dan kebahagiaan “Orang yang sukses itu belum tentu bahagia. Tetapi orang yang bahagia sudah pasti sukses. Lalu ukuran orang sukses dan bahagia itu seperti apa? Orang dikatakan sukses bila mampu mencapai tujuan, memperoleh hasil, dan mampu bertarung  secara eksternal, memiliki kuantitas. Dan ini biasanya hanya bicara secara fisik atau jasmani. Sedangkan orang dikatakan Bahagia (happiness) adalah memiliki perjalanan hidup/pengalaman dengan melewati proses secara internal sehingga menghasilkan kualitas spiritual yang bagus kepada Tuhan. Ibaratnya, kalau orang pulang ke kampung (mudik), orang yang sukses dan bahagia itu dapat dikatakan orang yang kembali dan menang,” tandas Pengky.

Pdt. Pengky Andu ketika menyampaikan seminar di Kandangan, Kediri (Rabu, 19/1/22)

Cara jitu agar kita dapat mencapai sukses dan bahagia, menurut Pengky adalah: kita harus mampu menaklukkan musuh kedamaian; yaitu: penyesalan kemarin, cemas hari esok dan tidak ada rasa syukur hari ini. “Hal utama tentang pencapaian yang dapat kita lakukan adalah, niat untuk mencapai tujuan. Jika tujuan sudah dipahami, maka pasti kita akan mengetahui caranya. Intinya adalah kita harus mengucap syukur menghadapi hari esok dengan sukacita,” urai hamba Tuhan GBI REM yang telah 30 tahun bolak-balik pelayanan setiap minggu Jakarta-Surabaya naik pesawat PP, katanya.

Sebagai tuan rumah, Gembala Gereja Pantekosta di Indonesia Anugerah (GPdI Anugerah) Kandangan, Kediri, Pdt. Joesia Prasetijanto, menyambut hangat acara seminar motivasi kepada jemaat maupun para hamba Tuhan yang melayani di Kandangan dan sekitarnya. “Seminar ini sangat kami butuhkan, karena di masa pandemi ini, kita jujur semua terdampak secara ekonomi. Mulai dari jemaat berprofesi sebagai pedagang, pemilik toko dan sebagainya. Sehingga keaktifan mereka dalam pelayanan pun berkurang. Dengan adanya seminar motivasi ini, saya bersyukur, jemaat maupun para hamba Tuhan dapat dibangkitkan Kembali supaya mereka benar-benar mendapatk an sesuatu api yang baru maupun semangat yang baru. Apalagi menghadapi tahun 2022, kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Tetapi paling tidak ada gairah, ada semangat untuk maju,” ujar Pdt. Joesia yang juga dipercayakan sebagai ketua PGPI Kabupaten Kediri dan Sekum Bamag Kabupaten Kediri.

Pose bersama dengan hamba-hamba Tuhan di Kandangan Kediri

Joesia sangat bersyukur, karena respons jemaat sangat antusias untuk mengikuti seminar motivasi. Bahkan, seminar ini bukan hanya didominasi kalangan anak muda, tetapi usia di atas 50 tahun ke atas pun sangat bergairah mengikuti acara. “Karena ini sangat menguntungkan dan memberkati kami. Bukan hanya aspek rohani saja, melainkan juga tentang jasmani, masa depan, pekerjaan dan sebagainya. Saya berharap setelah mengikuti seminar ini berdampak kepada jemaat, paling tidak mindset mereka dirubah. Pola pikir mereka yang selama ini mungkin tidak percaya diri, kuatir, takut, lemah dalam segi apapun dapat bangkit kembali untuk memulai kehidupan yang baru. Terutama rohani mereka dicas kembali,”ujar Pria kelahiran Kediri, 23 November 1964 penuh syukur.

Joesia juga sangat berterimakasih kepada Pdt.Pengky Andu yang mau berbagi berkat dengan memberikan seminar di tempat ini. “Sebagai gembala dan tuan rumah saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Pengky. Kami doakan Pak Pengky diberikan kesehatan, diberkati dalam setiap pelayanan yang dilakukan,” pungkas suami dari Pdt. Esther Pujiati yang kini dikaruniai 3 anak, Steven Titus Prasetyo, Peter Nehemia Julianto, dan Claudya Semaya Prasetyo.

Pdt. Pengky Andy berpose dengan Pdt. Joesia Prasetijanto, S.Th (Gembala GPdI Anugerah Kandangan/ Ketua PGPI Kab Kediri

Seminar yang diadakan di ruangan gereja GPdI Anugerah berkapasitas ratusan orang ini ternyata disambut antusias oleh jemaat maupun hamba-hamba Tuhan yang melayani di Kawasan Kandangan, kediri dan sekitarnya. Terbukti, seminar yang digelar hampir 3 jam dengan dibagi dua sesi, animo peserta sangat kuat dan tidak mau beranjak dari kursi.

Salah satu peserta seminar, Tatit Agus Sasongko (56 th) merasa sangat diberkati dan sangat termotivasi dengan Seminar HIM yang disampaikan oleh Pdt. Pengky Andu. Ia juga berharap ke depan ada follow up atau program lanjutan sehingga dampaknya semakin luar biasa. “Ya saya merasa sangat diberkati. Saya juga malu dengan Pak Pengky yang umurnya sudah 76 tahun masih sehat dan semangat. Sementara saya sering mengeluh menghadapi kehidupan ini. Nah, setelah mengikuti seminar ini, sayang sangat diberkati. Pikiran saya dibukakan, saya semakin semangat, termotivasi untuk menjalani kehidupan, termasuk melakukan pelayanan,” ujarnya.

Pdt. Isai Supriyadi dan Pdt. Timotius Bonadi

Senada dengan Tatit, Pdt. Isai Supriyadi juga sangat diberkati dengan seminar motivasi yang disampaikan oleh Pdt.Pengky Andu. “Kesan saya, acara seminar ini sangat bagus. Dan saya berharap kalau bisa diprogramkan supaya seminar ini bisa dilaksanakan kembali. Karena kami sangat antusias sekali. Kalau bisa diprogramkan 3 bulan sekali, atau dua bulan sekali tidak apa-apa. Hal ini memotivasi kami, di dalam hidup sehari-hari, terutama di dalam pelayanan. Selama ini, saya berpikirnya hanya rohani, ternyata jasmani dan rohani itu sangat penting. Banyak hal yang baru yang disingkapkan, sehingga kita bisa memahami,” ungkap Pdt Isai.

Tidak jauh berbeda dengan Pdt. Isai, Pdt. Timotius Bonadi juga menyampaikan sangat diberkati sekali dengan seminar ini. “Ini sangat bagus sekali dan saya sangat diberkati. Banyak sekali hal-hal yang tadinya saya tidak tahu, menjadi tahu. Kami bisa memahami hal-hal yang berbau jasmani dan rohani. Kalau dulu kami selalu membedakan hal jasmani dan rohani, ternyata keduanya sangat penting dalam kehidupan kita. Dan saya baru tahu, bahwa jasmani dan rohani itu harus ada keseimbangan,” papar Pdt. Timotius. SM

Untuk lebih detail Anda dapat menyaksikan link Youtube di bawah ini:

Leave a Reply