Jakarta,Victoriousnews.com,-Perhelatan persidangan lima tahunan Musyawarah Wilayah Persekutuan Gereja gereja & Lembaga Injili Indonesia (Muswil PGLII) DKI Jakarta akan digelar pada hari Jumat,1 April 2022 di Mal Season City, Ballroom lantai 4 P, Jalan Prof. Latumenten No.33 Jakarta Barat, dengan agenda tunggal, yakni pemilihan Ketua Umum PGLII DKI Jakarta masa bakti 2022-2026.

Ketua Panitia Muswil PGLII, Pdt. Timotius Sipur, MA,M.Th ketika dijumpai di kantor Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Ancol (Rabu, 23/3/22)

Dengan tetap mentaati protokol kesehatan, persidangan Muswil PGLII akan dibatasi jumlah peserta 100 orang mewakili 48 sinode yang berada di DKI Jakarta. Sesuai dengan AD/ART PGLII Peserta Musyawarah Wilayah yang memiliki hak suara sebagai berikut: Sinode Gereja: 3 (tiga) suara; Lembaga/Yayasan : 1 (satu) suara; Pengurus Pusat : 1 (satu) suara dan Pengurus Wilayah : 1 (satu) suara.

Baca Juga:Musyawarah Wilayah PGLII DKI Jakarta 31 Maret-01 April 2022 Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Gubernur DKI Jakarta

Sedangkan persyaratan yang harus dipenuhi sebagai calon Ketua Umum PGLII DKI Jakarta adalah mengacu pada AD/ART PGLII tahun 2021, yakni: Pertama, Terdaftar Sebagai Peserta Muswil PGLII DKI Jakarta tahun 2022. Kedua, Mencalonkan dan dicalonkan. Ketiga, Usia 40 – 70 tahun. Keempat, Memiliki kemampuan Leadership dan memahami sistem organisasi PGLII dengan yang baik. Kelima, Memiliki loyalitas yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan PGLII DKI Jakarta. Keenam, Sudah pernah menjadi Pengurus Wilayah.

Pdt. Timotius Sipur Pose bersama tokoh Madura, Jakarta Utara H.Hanafi,S.Sos

Jika melihat persyaratan tersebut, tokoh muda Dayak asal Kalimantan Barat Pendeta Timotius Sipur.,MA.,M.Th ini berpeluang sebagai calon kuat untuk menduduki kursi menjadi Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) Provinsi DKI Jakarta periode 2022-2026. “Dari pantauan kami melihat ada peluang besar untuk Pendeta Timotius Sipur jika maju menjadi calon kandidat Ketum PGLII DKI Jakarta periode 2022-2026. Mengapa demikian? Karena Timotius Sipur termasuk pengurus yang sudah lama di PGLII DKI Jakarta dan pernah sebagai perintis PGLII Tangerang Selatan bersama alm. Pdt. Fredy Soenyoto, M.Th yang juga pernah menjadi Sekretaris Umum Pengurus Pusat PGLII,” kata Lawadi Nusah salah satu anggota Pengurus PGLII DKI Jakarta seperti dikutip detikborneo.com

Pdt. Dr. Nikodemus Sabudin, MA, M.Th selaku Sekretaris Umum Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI), Dosen di STT Setia dan aktif juga melayani di Gereja GKSI juga menyampaikan turut mendukung Pdt. Timotius Sipur, MA, M.Th untuk menjadi Ketua Umum PGLII DKI Jakarta Periode 2022-2026. “Ini adalah bukti dukungan dan agar ada regenerasi dalam kepengurusan di PGLII DKI Jakarta. Kaum muda diberikan kesempatan untuk memimpin dan tidak hanya di dominasi oleh kaum tua, jika dikasih kesempatan semua akan bisa menjalankan roda organisasi besar ini,” tukas Pendeta Nikodemus.

See also  Majalah Narwastu Gelar Ibadah Natal & Berikan Penghargaan Kepada Tokoh Kristiani di Sopo Marpingkir
Pdt. Timotius Sipur (paling kiri) Pose bersama Presiden Majelis Adat Dayak Nasional,Dr. Drs. Marthin Billa MM (paling kanan)

Wakil Presiden Bidang Internal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dr. Andersius Namsi, Ph.D juga mengapresiasi jika Pdt. Timotius Sipur, MA, M.Th ikut mencalonkn diri menjadi Ketua Umum PW PGLII DKI Jakarta. “Sebagai organisasi non Gereja kami siap mendukung dalam doa dan menyampaikan hal ini kepada Sinode Gereja dan Lembaga Kristen yang punya hak suara untuk mendukung Pdt. Timotius Sipur, MA, M.Th supaya terpilih dan memimpin PGLII selama lima tahun kedepan,” tandas Andersius seperti dilansir detikborneo.com.

Sejumlah komentar di atas bukanlah tanpa alasan dalam memberikan dukungan. Sebab,selain masih muda, Pendeta Timotius memiliki banyak pengalaman dalam berorganisasi, baik secara gerejawi maupun luar gerejawi, diantaranya adalah:

>Sekretaris umum PGLII Tangerang Selatan tahun 2008-2010

>Wakil Ketua PGLII DKI Jakarta Periode Tahun 2017-2022

>Wakil Ketua Departemen Misi Sinode Gepembri Tahun 2019-2024

>Ketua Formag (Forum Musyawarah Antar Gereja) Jakarta Utara Tahun 2017-sekarang

>Sekretaris Yayasan Logos Indonesia Tahun 2004-sekarang

>Ketua Alumni STT Doulos Jakarta dua periode Tahun. 2012-2015 dan 2015-2017

>Wakil Ketua Umum Forum Dayak Kalbar Jakarta (FDKJ) Periode Tahun 2020-2025.

>Ketua 1 Dewan Adat Dayak DKI Jakarta Periode Tahun 2021-2026

>Kepala Kantor Sekretariat Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Tahun 2021- sampai saat ini.

>Gembala Sidang Gereja Pemberita Injil (Gepembri) Jemaat Tanjung Priok Tahun 2010- sampai sekarang

>Ketua Bidang Antar Lembaga Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) DPD DKI Jakarta Periode Tahun 2019-2024.

>Anggota Pengurus PIKI Periode Tahun 2020-2025.

>Dosen partime STT Doulos Jakarta tahun 2017- sekarang.

Ketika ditanya mengenai kesiapannya sebagai kandidat Ketum PGLII DKI Jakarta, dengan rendah hati Pendeta Timotius yang juga dipercayakan sebagai Ketua Panitia Muswil, mengatakan, bahwa semua itu adalah kehendak Tuhan. Bagi suami dari Septinawarni, jika dipercayakan oleh forum Muswil yang memilihnya, tentu dirinya siap melayani dan berkarya bagi PGLII ke depan. “Yang perlu dibenahi di dalam tubuh PGLII ke depan adalah; pertama, sistim organisasi yang selama ini tidak berjalan dengan baik dan keputusannya hanya berkutat beberapa orang saja atau tidak dilibatkan stake holder yang ada. Kedua, saya akan memberikan kesempatan kepada lembaga atau sinode untuk terlibat langsung. Karena sekarang itu hanya beberapa sinode saja yang tidak terakomodir. Padahal PGLII itu punya motto dipanggil untuk bersekutu untuk memberitakan Injil. Artinya adalah dalam PGLII itu bukan hanya 2 atau 3 atau 4 sinode saja, tetapi semua sinode yang ada di DKI itu harus diakomodir. Supaya mereka merasakan bahwa PGLII itu adalah milik kita bersama. Saya ingin mengayomi, mendorong dan melibatkan setiap sinode untuk terlibat langsung di dalam kepengurusan nanti,” papar Ayah dari 3 anak (Stella Aprilianti, Stenly Imanuel dan Stefi Gracia) ketika ditemui di Kantor Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Ancol beberapa waktu lalu. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published.