Jakarta,Victoriousnews.com,-Krisis kemanusiaan, ekonomi dan keuangan secara global akibat perang Rusia-Ukraina, kini mulai dirasakan oleh negara-negara di belahan benua Amerika dan Eropa. Jika perang tidak segera diakhiri, maka bisa berdampak luas hingga ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Padahal pada tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 (Group Twenty)–perhelatan berskala Internasional yang akan digelar bulan november di Bali. Ini menjadi tugas yang sangat berat, sebab negara yang sedang berperang, yakni Rusia adalah anggota G20. Disinilah peran Indonesia diuji. Artinya melalui Presidensi G20, Indonesia harus piawai memainkan peran sebagai pelopor perdamaian dunia.

Pdt. Edy Wagino, M.Th (Gembala GBI Sinona Bekasi) ketika ditemui di sebuah restoran di kawasan Jakarta Barat (Rabu, 20/4/22)

Anggota G20 adalah negara maju dan negara berkembang yang memiliki tingkat pendapatan menengah dan tinggi Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, China, Turki, dan Uni Eropa.

Menanggapi perhelatan internasional G20 yang akan diadakan di Bali, tokoh Kristiani, Pendeta Edy Wagino, M.Th sangat yakin bahwa Indonesia akan dipakai Tuhan sebagai pintu perdamaian dunia dan bagi berbagai bangsa di seluruh penjuru dunia. “Saya terlalu yakin dan percaya, kalau kita sehati berdoa dengan sungguh-sungguh, seperti Nabi Elia berdoa sungguh-sungguh, maka Indonesia akan dipakai sebagai pintu perdamaian bagi dunia dan bagi bangsa-bangsa. Harapan saya seluruh anak-anak Tuhan yang ada di Indonesia dan belahan dunia lain, mari kita terus berdoa. Apalagi dua tahun mendatang akan diadakan pemilihan Presiden. Kiranya Pilpres ini menjadi sesuatu yang indah. Dimana Presiden ini Tuhan yang pilih, dan Tuhan berikan kuasa untuk memimpin bangsa kita ini menjadi bangsa yang damai, bangsa yang diberkati oleh Tuhan,” ujar Gembala GBI Sinona, Bekasi, Jawa Barat ini ketika ditemui di sebuah restoran di kawasan Jakarta Barat, (Rabu, 20/4/22).

See also  Pesan Natal Nasional Presiden Jokowi: Jangan Lelah Bekerja Di Ladang Tuhan!
Berpose bersama dengan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki)

Menyoroti peperangan yang terjadi belakangan ini, menurut Pendeta Edy, sebenarnya semua telah dinubuatkan di dalam Alkitab. Ini merupakan sebuah kondisi atau keadaan akhir zaman. “Alkitab berkata dalam 2 Tim 3, bahwa keadaan di akhir zaman ini tidak semakin baik.Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Kita sudah lihat masa yang sukar itu sudah terjadi. Peperangan bangsa melawan bangsa, wabah sakit penyakit  yang datang silih berganti, manusia akan mencintai dirinya sendiri. Saat ini semuanya sedang terjadi. Nah,sikap kita gereja di akhir zaman ini, yaitu agar mempersatukan dengan doa. Terutama di Indonesia. Tentunya tidak mudah, tetapi kita percaya, jika kita sepakat meminta apapun pasti dikabulkan oleh Bapa di Sorga. Biarlah hari ini kita juga memaknai Paskah dan kasih Tuhan dengan cara berdoa bagi Indonesia khususnya dan bagi bangsa-bangsa,” ungkapnya.

Toleransi Itu Bukan Sekedar Kata-Kata, Tetapi Butuh Tindakan Nyata

Berbicara mengenai toleransi beragama, Pendeta Edy yang telah menggembalakan sejak tahun 2005, selalu merespon dengan tindakan nyata. Apalagi, pada tahun ini, momen perayaan Paskah berbarengan dengan bulan suci Ramadhan 1443 H, dimana umat muslim sedang menjalankan Ibadah Puasa. “Di gereja kami (GBI Sinona) memasang spanduk di depan gedung gereja dengan ucapan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa”, dan setiap orang yang lalu lalang, khususnya mereka yang mayoritas lewat, pasti melihat. Ini bukan sekedar kata-kata, tapi membuat suatu tindakan yang dapat diketahui mereka. Bahwa kita menghargai dan menghormati mereka, dan saya percaya dengan kehadiran kita. Orang akan melihat dan menilai kita sebagai umat yang menghargai toleransi,” pungkas hamba Tuhan yang terpanggil melayani umat di berbagai Lapas di Indonesia. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published.