Jakarta,-“Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti Gunung Hermon yang turun ke atas Gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya,” demikian Mazmur 133:1-3. Abel Arya Supit, anak kedua Alm Conny Arya Supit (80 tahun plus 73 hari) menyitir ayat-ayat Kitab Suci Alkitab tersebut di Malam Penghiburan (Requiem), Senin, 12 September 2022 di hadapan jemaat perkabungan bagi Alm Conny Arya Supit, ibunya. Didampingi istri serta anak-anak dan adik, Kezia Arya Supit beserta suami dan anak-anak mereka, kalimat istimewa tersebut terngiang di sanubarinya pada hari-hari terakhir sebelum sang Mama dipanggil Sang Pencipta. Satu hal lain yang juga masih terngiang adalah ketika sang Mama menyampaikan ‘warisan’ di Hari Perayaan Ulang Tahun ke-80 pada Kamis malam, 30 Juni 2022. “Kepada anak-anak, jangan tinggalkan Tuhan Yesus,” ucap Conny Arya Supit ketika itu. Hal Itu menjadi warisan sejati di saat menjalani kehidupan di bumi ini.

Selain kedua anak beserta istri/suami dari Abel dan Kezia, ibadah penghiburan juga dihadiri kakak dan adik-adik almarhumah, yaitu Grace Affan Supit (88 tahun, kakak), Oke F Supit (memasuki usia 78 tahun pada tanggal 10 Oktober 2022), Ps Abraham Conrad Supit (75 tahun, kelahiran 9 Februari 1947) serta keponakan-keponakan dan handai taulan. Sang kakak, Tine Latief Supit (95 tahun) tidak hadir karena sedang dalam pemulihan kesehatan di kediamannya di kawasan Menteng (Jakarta Pusat). Sementara anak kedua almarhumah, Rizal Arya kala ibadah penghiburan dilakukan sedang berusaha mendapatkan tiket penerbangan pesawat dari London (Inggris) menuju Jakarta (Indonesia).

See also  Kotbah Pdt. Abraham Lewelipa Dalam PD MPR/DPR/DPD RI : Jagalah Atau Pelihara Hati

Ps Johan Lumoindong yang memimpin Ibadah Malam Penghiburan memandang sosok almarhumah sebagai wanita yang penuh inspirasi dan teladan. “Kebaikan itu selalu diberikan kepada setiap orang. Seperti yang tertera dalam Alkitab bahwa hendaklah kebaikanmu menonjol kepada semua orang,” tandas Ps Johan Lumoindong. Ps Joshua Supit yang memimpin Ibadah menjelang tutup peti jenazah juga menyoroti hal tersebut. Sementara, Ps Abraham Conrad Supit yang memimpin Ibadah Penutupan Peti hingga ke Pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo (Jakarta Selatan) juga menyampaikan hal selaras. “Saya bisa jadi pendeta juga karena kakak saya ini,” tegas Ps Conrad Supit.

Ps Feba Affan yang mendapat giliran memimpin doa di pemakaman menyampaikan bahwa usia 80 tahun telah cukup untuk menjadi alat Tuhan ketika menjalani kehidupan di bumi. “Sebagai umat-Mu, Mama Conn telah memenuhi panggilan Kristus ketika menjadi terang dan saksi Tuhan. Melalui tauladan beliau, anggota-anggota rukun dan dipersatukan di dalam kasih Kristus,” tegas Feba Affan. Sementara, Ps Paulus (Gembala Jemaat GBI REM) tampak begitu akrab dengan sidang jemaat perkabungan lainnya.

Di sisi lain, tempat persemayaman penuh dihiasi bunga-bunga bernuansa putih yang semerbak mewangi. Kiriman bunga papan yang menghiasi seluruh sisi depan rumah meluas hingga mencapai Bundaran Komplek Tampak Siring, Bukit Gading Villa. Konvoi iring-iringan kendaraan jenazah dan pengantarnya termasuk dua bus milik Markas Besar Tentara Nasional Indonesia sepanjang sekitar 1000 meter dipandu 22 kendaraan roda dua bermesin besar (Forider) menuju TPU Menteng Pulo.

Dan pemakaman almarhumah ditempatkan di posisi yang sama dengan sang suami. Prosesnya, setelah jenazah sang suami tinggal menyisakan tulang diangkat dan ditempatkan di peti yang kecil, peti jenazah almarhumah dimasukkan ke liang lahat, kemudian di atasnya ditempatkan peti kecil yang berisi tulang-tulang suami yang tersisa tadi, lalu ditimbun dengan tanah. @epa_phm/beritarem.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.