Pesan Pdt. Samuel Panggabean Dalam Perayaan Natal Kantor Advokat Jhon Panggabean: Kita Harus Berdamai Dengan Sesama & Berdamai Dengan Tuhan

Jakarta,Victoriousnews.com,- Sederhana,meriah, penuh damai & sukacita.  Begitulah kesan yang terungkap dalam perayaan Natal kantor Advokat Jhon SE Panggabean., SH., MH and Associates, (Jumat,9/12/22). Perhelatan natal yang digelar di Hotel Jhon’s Pardede International Jl Raden Saleh I No 9 Jakarta Pusat ini merupakan ibadah yang perdana setelah sempat vakum 3 tahun akibat pandemi covid-19. Rangkaian acara semakin meriah dan semarak, karena diisi dengan kesaksian hidup Jhon Panggabean, S.H.,MH, kesaksian pujian Mawar Simorangkir, Clara Panggabean, Tulus Hutapea serta dipandu oleh Pdt. Dr Tema Adiputra dan Grace Panggabean sebagai MC.

Dengan mengusung tema “Sebab Bagi Allah Tidak Ada Yang Mustahil (Lukas 1:37), perhelatan Natal yang dikoordinir oleh Advokat muda Clara Panggabean, SH (putri Jhon SE Panggabean,SH.MH),  acara ini dihadiri oleh keluarga besar Jhon Panggabean, staf dan karyawan kantor hukum Jhon Panggabean, Pdt. Dr. Anna Nenoharan, tamu undangan, serta menggandeng kalangan jurnalis kristiani yang berasal dua organisasi Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI)  dan Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA).

Pdt. Samuel Panggabean.,S.Th.,M.Th ketika menyampaikan firman Tuhan dalam perayaan natal kantor advokat Jhon Panggabean di hotel Jhon’s Pardede International Cikini, (Jumat, 9/12/22)

 Pdt. Samuel Panggabean,S.Th.,M.Th (putra sulung Jhon Panggabean) dalam kotbahnya, mengupas tema ‘Sebab Bagi Allah Tidak Ada Yang Mustahil”-Lukas 1:37. Setidaknya ada 4 hal yang harus kita praktikkan, agar dapat merasakan ketidakmustahilan bagi Tuhan dalam kehidupan sehari-hari melalui berkat mujizat-Nya. Pertama, kita harus berdamai dengan diri kita sendiri. Kedua, Berdamai dengan orang di sekitar kita. Ketiga, Berdamai dengan keadaan. Keempat, Berdamai dengan Tuhan. “Ciri-ciri orang yang berdamai dengan dirinya sendiri ialah orang yang hidupnya tidak ada kekuatiran. Ia menyerahkan sepenuhnya kehidupannya kepada Tuhan. Berdamailah dengan orang di sekitarmu, memang amat sulit memaafkan bahkan mendoakan orang yang telah menyakiti hati kita tetapi kalau kita mampu melakukan hal itu percayalah kita akan merasakan damai sukacita. Damai sukacita tak dapat dibeli oleh seberapapun banyaknya uang atau harta kita. Lalu, pantaskah kita mengeluh? Padahal sudah banyak yang Tuhan perbuat untuk kita. Pertanyaannya apa yang sudah kita perbuat untuk Tuhan,” tukas Pdt. Samuel.

Jhon SE Panggabean.,SH..M.H tampak bersukacita menyampaikan kesaksian mujizat kesembuhan dari Tuhan

Pada kesempatan tersebut, Jhon Panggabean yang juga dipercayakan sebagai Wakil Ketua Umum DPN PERADI SAI, menyampaikan kesaksian ketika Tuhan nyatakan mujizat kesembuhan dari penyakit autoimun yang dideritanya beberapa tahun lalu. Bukan hanya mengalami mujizat Tuhan dan pemulihan kesehatan, tetapi Jhon juga mengalami pemulihan ekonomi yang luar biasa. “Saya mengalami ujian iman luar biasa, saya hampir mati karena sakit autoimun. Karena sakit autoimun itu tidak bisa terkena sinar matahari langsung. Berkali-kali saya dirawat di RS hingga berobat ke luarnegri (Penang-Malaysia), dan menghabiskan banyak biaya. Singkat cerita, uang saya habis dan tidak mampu lagi membeli obat. Akhirnya, saya dan istri, serta anak-anak terus berkun dalam doa, berserah dan memohon kebaikan Tuhan. Mujizat Tuhan pun terjadi, saya disembuhkan sampai sekarang. Kini sehat dan pulih kembali,” ujar Jhon Panggabean, sembari menambahkan bahwa Perayaan Natal di hotel ini adalah ibadah perdana setelah tutup selama pandemi covid-19. Kita doakan agar hotel ini diberkati Tuhan,” kata Jhon Panggabean yang juga Wakil Ketua Umum DPN PERADI SAI ini.

Mawar Simorangkir menyanyikan dua lagu dalam perayaan natal Kantor Advokat Jhon Panggabean (Jumat,9/12/22)

Sementara itu, penyanyi rohani, Mawar Simorangkir, yang mengawali pelayanannya sebagai worship leader ini menyampaikan kesaksian kisah dibalik terciptanya lagu “Hanya Yesus Jawaban Hidupku”. Menurut Mawar, latar belakang lagu tersebut tercipta, ketika dia dengan suaminya pada sekitar tahun 1995, dalam perjalanan pelayanan menuju ke Pangururan, Samosir, Sumatera Utara. Ketika melintas dekat Tapanuli Selatan, ada 2 anak-anak bersepeda jatuh dari suatu bukit menimpa mobil yang dipakai Mawar dan suami. “Pecah kaca mobil kami, anak itu ada yang geger otak, dan ada yang sekarat nadinya hampir putus, saat itu orang-orang baru selesai sembahyang. Kami takut dihakimi massa. Kemujian kami melanjutkan perjalanan, dan sepertinya kami dikejar oleh kendaraan lain, namun ternyata mobil tersebut bukan mengejar kami. Mereka ingin mendahului kami, dan mereka melihat peristiwa kecelakaan tersebut, mereka mengatakan bahwa kami tidak bersalah. Lalu kami mendatangi kantor polisi untuk melaporkan peristiwa kecelakaan itu. Saat suami diperiksa polisi, saya diruangan berbeda, bersujud berdoa, takut terjadi apa-apa dengan kami bila anak-anak tersebut terjadi apa-apa. Nah setelah selesai berdoa, saya bangun berdiri, yang tadinya tubuh ini terasa lemah dan lemas, tapi setelah berdoa, tubuh saya berasa ringan” kenang Mawar.

Setelah peristiwa menggetarkan tersebut berlalu, Mawar menuliskan surat cinta untuk Tuhan, yakni bertuliskan : “Kala kucari damai, hanya kudapat dalam Yesus. Kala kucari ketenangan. Hanya kutemui di dalam Yesus.  Tak satupun dapat menghiburku. Tak seorangpun dapat menolongku. Hanya Yesus Jawaban hidupku. Bersama Dia hatiku damai………”  Lirik tersebut menjadi salah satu lagu yang kini populer, dan telah menjadi kesaksian yang menguatkan banyak orang.

Keluarga besar Jhon Panggabean tampak bahagia. ki-ka: Grace Panggabean, Clara Panggabean, Jhon Panggabean & istri, serta Samuel Panggabean & istri

Ketua Umum Perwamki, Stevano Margianto, dalam kata sambutannya, mengatakan, sangat diberkati dengan rangkaian acara Natal yang digagas Kantor Advokat Jhon Panggabean. Menurutnya, dalam sejarah perjalanan kekristenan di Indonesia, hanya Advokat Jhon Panggabean yang bisa menghadirkan dua organisasi jurnalis Kristiani dalam merayakan natal bersama. Bukan hanya sekedar hadir, tetapi dilibatkan dan berbagi peran dalam mengisi acara, kesaksian pujian, penyalaan lilin serta menyampaikan kata sambutan natal. “Secara pribadi, saya merasa sangat diberkati dengan kotbah Pdt. Samuel serta kesaksian yang disampaikan oleh Bapak Jhon Panggabean serta Ibu Mawar Simorangkir. Hal inilah yang memotivasi saya terus belajar menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Walaupun kami di sini hadir berbeda organisasi, tetapi bersahabat, damai dan tidak bermusuhan. Nah, bertepatan dengan perayaan natal ini, ada sahabat kami Jurnalis (anggota Pewarna) bernama Bapak Alex Japalatu telah dipanggil Tuhan terlebih dahulu. Sebagai pimpinan organisasi, saya mewakili teman-teman dan anggota Perwamki menyampaikan turut berbela sungkawa kepada  keluarga besar Bapak Alex, dan juga kepada rekan-rekan sesama Jurnalis Pewarna,” ujar Margianto.

Lanjut Margianto, sebagai bentuk empati sebagai sesama Jurnalis Kristiani, pengurus  Perwamki juga mengumpulkan dana duka dan telah diberikan secara langsung kepada istri Bapak Alex. “Sebagai sesama Jurnalis Kristiani, kami turut berempati. Mohon maaf kami tidak bisa hadir di rumah duka, karena jenasah sudah diterbangkan ke Sumba, NTT (kampung halaman Bapak Alex), maka kami mengumpulkan sedikit dana duka. Jangan dilihat dari nominalnya, tetapi ini adalah bentuk sayang dan empati kami kepada Bapak Alex, rekan seperjuangan sesama Jurnalis Kristiani. Selamat Natal bagi kita semua. Tuhan Yesus Memberkati,” pungkas Margianto.

Di penghujung acara, ibadah Natal terasa semakin khusuk dan syahdu ketika lagu Malam Kudus dilantunkan. Disusul dengan seremonial penyalaan lilin yang dilakukan oleh Jhon SE Panggabean S.H., MH, Pdt Samuel Panggabean S.Th., S.Th, Ketum PERWAMKI (Stevano Margianto), Ketum PEWARNA (Yusuf Mujiono), dan Penyanyi rohani Mawar Simorangkir. SM

Leave a Reply