Maknai Hari Pahlawan, Dr. John N Palinggi, MM, MBA: Meneladani Jejak Pahlawan Dengan Ketulusan Dalam Memberikan Sumbangsih Terbaik Bagi Bangsa & Negara

Nasional, News1101 Views

Victoriousnews.com,-Jasa para pahlawan yang sampai saat ini dirasakan oleh segenap rakyat Indonesia adalah kemerdekaan dari belenggu penjajahan. Itu sebabnya, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka, setiap tanggal 10 November pun ditetapkan sebagai peringatan Hari Pahlawan nasional.

Dr. John N Palinggi, MM, MBA ketika dijumpai di ruang kerjanya

Lalu bagaimanakah kita memaknai hari Pahlawan di era modern saat ini? Menjawab pertanyaan tersebut, pengusaha nasional, Dr. John N Palinggi, MM, MBA, memulainya dengan mengulas arti kata pahlawan. “Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Dalam pengertian lain, disebutkan bahwa pahlawan adalah orang-orang yang sangat berjasa, berani dan penuh pengorbanan bagi bangsa, negara, dan agama. Pahlawan juga orang yang sangat gagah berani, karena mereka telah rela mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan kemerdekaan,” ujar Ketua Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) dan pernah menjabat sebagai Ketua KADIN Kalimantan dalam usia 28 tahun.

Menurut John, sebagai bangsa yang besar dan telah dimerdekakan oleh sejumlah tokoh perintis kemerdekaan, maka hari pahlawan itu harus dimaknai dengan pernghormatan yang sungguh-sungguh. Karena mereka rela berkorban dengan ketulusan hati demi mempersatukan anak-anak bangsa agar rukun dan damai, bhinneka tunggal Ika. “Walaupun kita berbeda, tetapi tetap satu dengan semangat para founding father dalam merawat kerukunan, toleransi beragama, serta mengurus dan menjaga negara kita sangat kuat. Termasuk orang Tionghoa juga terlibat dalam mencetuskan kemerdekaan. Sejarah mencatat, Menteri keuangan RI pertama itu orang Tionghoa,” tukas Dr. John yang juga Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA).

Ironisnya, lanjut John, sekarang ini banyak orang yang membenci etnis Tionghoa. “Padahal masing-masing kita adalah orang yang beagama, kenapa harus membenci manusia ciptaan Tuhan?. Tugas kita adalah menyayangi dan mengasihi sesama manusia. Jangan sampai menebar fitnah dan merendahkan derajat sesama kita, ” tandas Pria kelahiran 1 Juni bertepatan dengan lahirnya Pancasila.

Apa yang membedakan pahlawan zaman dulu dengan sekarang? “Memang pada zaman dulu, mereka benar-benar tulus berjuang bagi bangsa dan negara. Sedangkan di era saat ini, pahlawan itu kita dapat lihat, orang yang mengorbankan dirinya bagi bangsa dan negara tanpa menghitung untung rugi. Pahlawan itu adalah manusia yang tulus berjuang bagi bangsa dan negara. Manusia yang betul-betul rela mengabdikan diri untuk masyarakat, ” ungkapnya.

Menurut John, di era saat ini ada pergeseran berpikir dalam memaknai pahlawan. “Banyak orang yang bukan pejuang bangsa, justru ingin dimakamkan di taman makam pahlawan. Ironis kan? Bayangkan saja, orang-orang yang tidak berjasa bagi bangsa, malah dimakamkan di TMP. Taman makam pahlawan jangan dikomersilkan dong. Dan orang-orang yang tidak berjasa bagi bangsa dan negara, jangan bawa keluarganya dimakamkan di sana. Mirisnya, mereka bangga dimakamkan di Taman makam Pahlawan tapi tidak ada jasanya bagi bangsa dan negara. Saran saya, yang mengurus TMP itu jangan lakukan hal itu lagi. Itu namanya menghkhianati jasa para pahlawan yang telah mati berjuang bagi bangsa dan negara,” ungkap Pria yang dianugerahi gelar dari berbagai kerajaan nusantara.

Masih menurut John, salah satu hal yang bisa kita teladani dari seorang pahlawan adalah ketulusan, keikhlasan untuk memberikan sumbangsih yang terbaik bagi bangsanya melalui kariernya, serta pengorbanan nyawanya. “Apapun profesi kita dalam bangsa ini, ketulusan, keikhlasan, rasa hormat itu penting. Jadi ketulusan, iklhas, rasa hormat dan kemauan untuk berkorban untuk bangsa dan negaranya itulah yang harus diteladani. Sekarang ini kita tidak bisa bawa senjata, tapi minimal melalui profesi kita, kita bekerja dengan baik dan jangan sampai korupsi atau mencuri uang negara,” pungkasnya. SM

Comment