Usai Pencanangan HSKI 17 Januari, Handi Irawan.,MBA,M.Com (Ketum MPK): Saya Usul Amphitheater Ini diberi nama “Cornelis Senen Theater”

Pencanangan HSKI di Taman Benyamin Sueb Diawali Dengan Napak Tilas, Doa Serentak Serta dihadiri Ratusan Siswa dari beberapa Sekolah Kristen

Nasional, News810 Views
Foto bersama seluruh siswa sekolah Kristen bersama para guru dan pengurus MPK 

Victoriousnews.com,-Hari Sekolah Kristen Indonesia (HSKI) resmi dicanangkan oleh Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia pada  tanggal 17 Januari. Peresmian Pencanangan HSKI ditandai dengan pemencetan tombol sirine yang digelar di Taman Benyamin Sueb (Gedung Eks Kodim), Jatinegara Timur No 76, Jakarta, Rabu (17/1/2024) pagi. Turut serta dalam pemencetan tombol sirine adalah Ir.David Tjandra, MA (Badan Pengawas MPK), Drs. Sudirman Simanihuruk.,M.Th (Direktur Pendidikan Kristen Dirjen Bimas Kristen), Handi Irawan Djuwadi, MBA, M.Com (Ketum MPK Indonesia), Pdt. Ir.Karyanto Gunawan (MPH PGI) dan Wahidin Wardiman, ST (Wakil Sekretaris Umum MPK).

Pemencetan Tombol Sirine Menandai Peresmian Pencanangan Hari Sekolah Kristen Indonesia (HSKI) di Taman Benyamin Sueb, Jatinegara, Jakarta, Rabu (17/1/24)

Ketua Umum MPK Indonesia yang juga penggagas HSKI, Handi Irawan Djuwadi, MBA, M.Com, mengatakan, pemilihan tempat pencanangan di Taman Benyamin Sueb ini dikarenakan memiliki  latar belakang sejarah. Menurut Handi, di lokasi ini, kira-kira 400 tahun yang lalu, sekitar tahun 1630-an, Cornelis Senen pernah mendirikan Sekolah Kristen Modern pertama di tanah Jawa. “Cornelis Senen  berasal dari kepulauan Banda, datang di Batavia pada tahun 1621 dan memiliki tanah dari Jatinegara hingga pasar Senen. Sebagai penyiar agama Kristen yang saleh, Cornelis Senen memiliki keyakinan bahwa pendidikan adalah sangat penting untuk memajukan bangsa dan memberi kesempatan bagi generasi muda. Itulah sebabnya, MPK ingin menghidupkan semangat ini lagi dan menjadi pengingat bagi setiap Sekolah Kristen di seluruh Indonesia,” ujar  Handi Irawan.

Ketum MPK Indonesia, Handi Irawan ketika menyampaikan kata sambutan

Pada kesempatan tersebut, Handi mengucapkan terima kasih kepada Pengelola Taman Benyamin Sueb, yakni Ibu Sriheni, yang memberikan kesempatan pertama untuk menggunakan Amphitheater Taman Benyamin Sueb yang baru dibangun, untuk digunakan sebagai tempat pelaksanaan HSKI. “Amphitheater ini, rencananya akan diresmikan Pemerintah Provinsi Jakarta pada Februari 2024. Saya berharap sekali kepada rekan-rekan dari Pemda DKI, izinkan kami bersurat supaya tempat amphitheater ini diberi nama. Tolong ibu Sriheni dan teman-teman Pemda DKI, kalau boleh MPK mengusulkan amphitheater ini diberi nama Cornelis Senen Theater. Sebab tempat ini punya sejarah,” tandas Handi ketika menyampaikan kata sambutannya.

Ratusan siswa Sekolah Kristen Yang Hadir Dalam Pencanangan HSKI

 Bila tempat ini dikabulkan diberi nama Cornelis Senen, Handi berjanji akan mengajak banyak anak untuk berkunjung supaya mereka belajar sejarah penyertaan Tuhan. Sekaligus belajar sejarah perjalanan yang tidak baik, supaya perjalanan sejarah kedepan bisa diluruskan dan sekolah Kristen bisa jadi baik. Selamat Hari Sekolah Kristen Indonesia, kiranya Tuhan Maha Kuasa menyertai perjalanan sekolah Kristen untuk tahun depan, puluhan tahun, ratusan tahun yang akan datang, sehingga muncul generasi anak-anak yang unggul, adaptif, mampu memimpin, dan berdampak positif serta berkarakter kristiani,” ungkap Handi yang juga penggagas beberapa hari yang dirayakan oleh pelaku bisnis di Indonesia. Diantaranya adalah Hari Pelanggan Nasional, Hari Marketing Indonesia dan Hari Media Sosial.

Napak Tilas & Doa Serentak Dengan 7 Pokok Doa Selama 7 Menit

Wahidin Wardiman, ST selaku Wakil Sekretaris Umum MPK  sekaligus sebagai Ketua Panitia HSKI menjelaskan, pada hari pencanangan ini dihadiri sekitar 300 murid dan Guru berbagai sekolah Kristen di Jakarta, beserta dengan 100 orang pengurus yayasan, MPK serta tokoh pendidik Kristen. “Pada saat ini, ada dua acara inti dari Pencanangan HSKI yaitu: pertama, Napak Tilas di sekitar Taman Benyamin Sueb, yang diyakini sebagai Rumah dari Cornelis Senen, untuk mengenang jasa dan semangat beliau dalam membangun Sekolah Kristen. Kedua, doa serentak sekolah Kristen di seluruh Indonesia. Doa Serentak ini, juga diikuti serentak oleh ribuan Sekolah Kristen di seluruh Indonesia pada Pukul: 7.00 WIB/8.00 WITA/09.00 WIT.  Jadi, panitia sudah memberikan 7 pokok doa dan mengajak doa serentak selama 7 menit. Diantaranya, adalah doa ucapan syukur untuk anugerah Tuhan selama 400 tahun perjalanan Sekolah Kristen, doa bagi Kepala Sekolah/Guru/Karyawan untuk dikuatkan panggilannya, doa bagi murid-murid di sekolah Kristen dan tentunya juga doa bagi bangsa Indonesia,” tandas Wahidin.

Ketua Panitia Pencanangan HSKI, Wahidin Wardiman, ST

Lanjut Wahidin, MPK saat ini memiliki anggota sekitar 418 yayasan dengan 7000 unit sekolah. “Dengan adanya HSKI ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan Sekolah Kristen bisa memiliki kesatuan hati dalam upaya untuk meningkatkan kualitas Sekolah Kristen dan mencetak anak-anak yang berkarakter Kristiani,” ungkapnya.

Doa serentak yang dipimpin oleh pengurus MPK Indonesia

Pencanangan HSKI Menjadi Tonggak Transformasi Untuk Membangun Kembali Spirit Sekolah Kristen

Pdt. Ir.Karyanto Gunawan (MPH PGI)

Dalam kata sambutannya, Pdt. Ir.Karyanto Gunawan, mewakili Majelis Pengurus Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), mendukung pencanangan HSKI yang digelar 17 Januari. “Selamat atas pencanangan Hari Sekolah Kristen Indonesia. HSKI yang dicanangkan hari ini kiranya menjadi tonggak transformasi untuk membangun kembali spirit sekolah kristen yang selama ini menjadi berkat bagi bangsa tercinta. Kalau kita mempelajari sejarah misi di Indonesia, kita dapat jumpai para misionaris mengerjakan dua hal yang penting. Pertama, membangun balai-balai kesehatan atau Rumah Sakit. Kedua, mendirikan sekolah-sekolah. Dua bidang ini sangat penting bagi pembangunan SDM. Sebuah bangsa yang kuat dimulai dengan pendidikan dan kesehatan,” tandas Karyanto.

Lanjut Karyanto, sekolah Kristen adalah sebuah wadah pendidikan, bukan tempat ibadah atau gereja. Oleh karenanya, maka sekolah kristen harus mengutamakan keunggulan akademik. “Tidak ada hal yang paling menodai kata kristen yang dicantumkan di sekolah kristen,jikalau lulusannya tidak mempunyai keunggulan di bidang akademik. Tetapi kata kristen itu tentu mempunyai nilai tambah yang seharusnya dikerjakan oleh seluruh sekolah kristen, yakni membangun spiritualitas dan karakter Kristiani,” ungkap Karyanto.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Kristen Dirjen Bimas Kristen, Drs. Sudirman Simanihuruk, MTh, juga  menyambut sangat baik pencanangan HSKI. “Pencanangan Hari Sekolah Kristen Indonesia menjadi momentum luar biasa bagi kita semua untuk merenungkan, bersyukur dan mengokohkan komitmen bersama dalam membentuk generasi muda yang memiliki dasar iman, nilai-nilai kristiani dan pengetahuan yang kokoh terhadap pengajaran-pengajaran kekristenan,” urai Sudirman.

Lanjut Sudirman, melalui sekolah kristen, kita memiliki tanggungjawab untuk mengajarkan nilai-nilai kasih, kejujuran, peduli terhadap sesama dan memiliki integritas moral. “Tentu kita berharap karakter kekristenan itu muncul, harus bisa tercermin dalam generasi kita ke depan. Kita memiliki tanggungjawab besar sebagai wadah dan cahaya inspirasi kepada siswa-siswi kita. Dengan pendekatan yang penuh kasih dan kerjasama yang erat antara guru, orangtua dan siswa, serta lembaga pendidikan kita dapat bersama-sama membina generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelek, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakar pada nilai-nilai kehidupan kekristenan. Mari kita jadikan pencanangan sekolah kristen ini sebagai titik awal kita untuk menguatkan ikatan spritual, membangun kebersamaan dan meningkatkan dedikasi kita dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak kita,” pungkas Sudirman. SM

Comment