Resensi Buku Karya Emanuel Dapa Loka: Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi

Resensi Buku Karya Emanuel Dapa Loka: Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi

Buku setebal 214 halaman berjudul “Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi” ini ditulis oleh Emanuel Dapaloka, wartawan senior alumni Akademi Komunikasi Yogyakarta, Jurusan Jurnalistik. Buku ini terdiri dari 9 Bab dan diterbitkan pertamakali dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Altheras Publishing. Melalui buku ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca, khususnya kaum milenial zaman now agar terbeban menjadi garda terdepan dalam pencegahan tindak pidana korupsi.

Menurut Emanuel, buku ini berisi kumpulan tulisannya yang telah tersebar di beberapa media. Bukan reportase, tapi merupakan permenungan pribadi atau soliloqui atas berbagai hal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, yang kadang mendatangkan keprihatinan, perasaan jengah, marah, sedih, cemas, namun ada juga yang menyulut kegembiraan dan harapan. “Yang paling memprihatinkan adalah berbiaknya perilaku korup, maling, rakus, fitnah, jegal-menjegal di tengah-tengah para elit dan kaum terpelajar. Diantara mereka terasa kuat prinsip: senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Sesungguhnya, inilah tipe manusia pengkhianat kelas dewa, Namun, hebatnya, orang semacam ini panda mengolah kata-kata untuk memanipulasi fakta atau setidaknya mengaburkan daya kritis orang, lalu tetap memujanya sebagai orang paling baik nan suci sedunia,” tukas Eman yang juga mantan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) periode 2008 s/d 2010.

Pertanyaannya yang mengemuka di benak pembaca, adalah mengapa judulnya ‘Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi’? Pertama, judul tersebut saya ambil dari salah satu tulisan dalam buku ini. Dan tulisan tersebut tentang korupsi. Dan patut segera dicatat bahwa melalui tulisan-tulisan pada bab korupsi saya tidak sedang mengupas ikhwal korupsi dari sudut hukum. Tulisan tersebut sekedar entakan-entakan kecil dari sisi moral untuk mengingatkan kita bahwa perilaku korup adalah tindakan keji yang bisa membunuh manusia, melumpuhkan nurani, daya nalar dan membangkrutkan negara. Kedua, perilaku korup sudah sampai pada stadium parah. Bahkan merwka yang ditangkap lalu divonis, karwena apes saja. Banyak pelaku lain yang masih selamat karena lincah bermain-main di atas gelombang korupsi. Tapi yakinlah, ibarat tupai yang sangat pandai melompat kesana kemari, suatu saat bisa jatuh juga. Atau kalaupun para koruptor itu tidak tertangkap di dunia ini, di dunia lain yang jaraknya hanya seutas nafas manusia itu, mereka pasti akan mendapatkan bayaran yang setimpal. Mengapa? Karena mereka menari-nari di atas penderitaan rakyat yang sepanjang tahun berjuang habis-habisan bahkan menyabung nyawa,” tandas suami dari Suryani Gultom & Ayah dari Theresia Loise Dapaloka yang juga sukses merilis 9 judul buku sebelumnya, yakni: In Providentia Dei, Narasi Rahmat Allah, Orang-Orang Hebat; Dari Mata Kaki ke Mata Hati; Ikhlas Adalah Kekuatanku; Entrepreneurship Seorang Purnawirawan; For The Glory of God; Menyeberangi Ngarai Berbagi Kasih; Iman Mereka Hidup.

Peluncuran Buku di kantor Majalah Narwastu, Selasa, 25/8/2020 Siang. Ki-ka: Jonro Munthe (Pemimpin UmumMajalah Narwastu-Pembina Perwamki), Pdt. Sapta Siagian (Kabid Rohani Perwamki), Agus Panjaitan (Sekum Perwamki), Roy Agusta (Pemred Chronos Daily.com ), Stevano Margianto (Ketum Perwamki), Emanuel Dapaloka (Pembina Perwamki/Penulis Buku Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi) & David Pasaribu (Pengurus Perwamki DKI Jakarta)

Pada bab pertama, penulis mengentak kesadaran tentang nistanya korupsi dan sang koruptor. Pada bab pertamalah tulisan berjudul Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi tersua bersama empat buah artikel lain yang juga berbicara tentang korupsi: Imajinasi adalah Sayap, Agar Manusia Tidak jadi Kera, Habitus Non Facit Monachum dan Hidupkan Imajinasimu.

Seperti dikatakan Yustinus Prastowo dalam kata pengantarnya, melalui buku ini, penulis tidak sedang menguliti korupsi dan bagaimana mengatasinya. “Emanuel membidik korupsi bukan sebagai persoalan hukum atau birokrasi, melainkan persoalan moral,” tulis Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu.

Yustinus pun menjabarkan kata “moral” di negeri ini yang telah terlanjur menjadi istilah klise. Kata Yustinus, kata moral itu terlalu sering dikhotbahkan secara mubazir sampai kita bosan mendengarnya, bahkan muak. “Dalam buku ini Emanuel memang banyak menulis tentang moral, tetapi bukan dengan gaya kotbah melainkan kisah. Tanpa terlalu banyak konsep, kisah dan kesaksian punya daya lebih kuat daripada kotbah sama seperti teladan punya daya lebih kuat untuk menggerakkan orang daripada nasihat-nasihat yang nyaris tak mungkin disanggah,” papar Yustinus yang juga pendiri dan Ketua FoRGES (Forum Gaudium et Spes). Bagi Anda yang ingin mendapatkan buku ini silakan menghubungi No HP. 0812.1347.1015. SM

PASTI! BULAN SEPTEMBER 2020, PERWAMKI & STT LETS GELAR PELATIHAN JURNALISTIK MELALUI APLIKASI ZOOM

Jakarta, Victoriousnews.com,-Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki) pastikan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik kepada kaum milenial dan masyarakat umum, pada hari Selasa, 1 September 2020, pukul 19.30 melalui zoom. Pelatihan Jurnalistik Perwamki yang rencananya digelar 5 kali pertemuan (setiap Selasa) ini bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teologia Lighthouse Equipping Theologia School (STT LETS). “Sebagai Ketua umum DPP Perwamki, saya melihat pelatihan jurnalistik ini sangat baik dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat umum, terutama mahasiswa ketika melakukan penulisan skripsi atau tesis, “ jelas Ketua Umum DPP Perwamki, Stevano Margianto.

Menurut Margianto, melalui pelatihan jurnalistik ini juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk dapat melahirkan karya-karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang. Serta dapat diperkaya oleh para narasumber yang kompeten dan berpengalaman dalam dunia jurnalistik. “Apalagi di Era teknologi canggih ini, kita semua dituntut untuk cerdas mengikuti perkembangan zaman, terutama di media sosial yang kerap viral. Nah, jika Kita sudah dibekali ilmu jurnalistik, maka kita bisa membedakan mana berita hoax, berita yang tendensius bernuansa SARA, dan berita2 lainnya,” papar Margianto.

Sementara itu, Kordinator Pelaksana Emanuel Dapa Loka mengatakan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan kaidah-kaidah jurnalistik kepada siapa saja yang tertarik di bidang kewartawanan, khususnya di media Kristiani.

Lanjut wartawan tempusdei.id ini, pelatihan tersebut akan diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom, setiap Selasa malam selama September mulai 19.30 WIB. Ada beberapa nama yakni Jonro I. Munthe, Agus R. Panjaitan, Paul Maku Goru, Roy Agusta, Antonius Natan dan Emanuel Dapa Loka sendiri yang akan menjadi narasumber.

Sedangkan Roy Agusta selaku sekretaris panitia pelaksana, menyampaikan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan secara berkesinambungan selama 5 kali atau total selama 7.5 jam, akan mendapatkan E-Sertifikat. “Untuk paket Dasar Jurnalistik ini kami kenakan kontribusi Rp100 ribu untuk 5 kali pertemuan daring,” tambah Roy.

Penasihat PERWAMKI Dr. Antonius Natan, MTh menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik ini sangat penting mengingat profesi jurnalis sekarang ini tidak bisa lagi dianggap sebagai profesi “mainan” yang siapa saja boleh punya kartu pers selama dia kenal seseorang yang bekerja di media. “Citizen Journalism boleh saja berkembang sesuai eranya, tetapi jurnalis Wartawan Kristen Berbagi Ilmu Melalui Pelatihan Jurnalistik kristiani harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip jurnalistik secara profesional,” kata Antonius.

Perwamki adalah organisasi wartawan yang mewadahi para wartawan kristiani. Para wartawan yang bergabung dalam organisasi ini mendapat kesempatan untuk saling memperkaya dalam wawasan dan keterampilan jurnalistik. “Kini waktunya kita ikut berbagi. Kalau kita tak punya sembako untuk berbagi, ya kita bagi ilmu dan pengalaman,” pungkas Emanuel Dapa Loka.

Emanuel Dapaloka pernah jadi juara III penulisan artikel yang diadakan “Kompas” pada 2013 dan Jonro I. Munthe pernah terpilih jadi “Jurnalis Muda Motivator 2009 Pilihan Majelis Pers Indonesia”

Jonro I. Munthe, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi majalah NARWASTU menyebutkan, PERWAMKI hadir sebagai lembaga para jurnalis dan media Kristiani diawali pada September 2003 dibicarakan pendiriannya di kantor tabloid Victorious dan saat itu tuan rumah pertemuan Suratinoyo dan Margianto, lalu di kantor NARWASTU pada Oktober 2003 dibentuk pengurus dengan tuan rumah Jonro Munthe, dan pengurus terpilih saat itu Suratinoyo jadi ketua dan Emanuel Dapaloka jadi sekretaris.

Sejak berdiri PERWAMKI pada Oktober 2003 sudah diadakan Munas I pada 2005 di Puncak (Bogor), Munas II di Ciawi (Bogor) pada 2008, Munas III di Cipanas, Jawa Barat, pada 2010, Munas IV di Denpasar (Bali) pada 2013, Munas V di Singapura pada 2016 dan Munas VI di Bogor pada 2019.

PERWAMKI memiliki kader-kader berprestasi hingga jadi pemimpin media massa, penulis buku dan mendapat penghargaan dari organisasi atau lembaga pers serta sering diundang jadi pembicara soal jurnalistik dan fenomena media sosial. Silakan segera mendaftarkan diri melalui no WA: 0812.1353.8181. SM

Salurkan 250 paket Sembako, Pdt.Nuah Ginting (Gembala GBI Bumi Bekasi Baru): Gereja Harus Hadir Untuk Menolong Sesama Yang Terdampak Pandemi

Jakarta, Victoriousnews.com,-Di tengah pandemi corona yang berkepanjangan saat ini, mendorong banyak pihak untuk berlomba berbagi kasih kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid 19. Hal itulah yang juga dilakukan oleh GBI Bumi Bekasi Baru (GBI BBB) Rayon V Rawalumbu Bekasi yang digembalakan oleh Pdt. Nuah Ginting. GBI BBB terpanggil untuk memberikan bantuan berupa bahan pokok kepada para hamba Tuhan khususnya yang melayani di daerah Bekasi. Selain para hamba Tuhan, GBI BBB juga menyalurkan bantuan kepada jurnalis Kristen yang tergabung dalam organisasi PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia) pada hari Selasa (26/05) siang.

Pdt. Nuah Ginting (Kanan) Memberikan Simbolis paket sembako kepada stevano, Steano Margianto (ketua Perwamki), Selasa, 26 Mei Siang.

Penyaluran paket bantuan bahan pokok berupa: beras 10 kg, Minyak goreng, Indomie dan sarden ini dilakukan di Aula Gereja GBI Bumi Bekasi Baru lantai 2, Jalan Jambrud Rawalumbu, Bekasi.
Gembala GBI Bumi Bekasi Baru, Pdt. Nuah Ginting mengungkapkan, bahwa aksi peduli kasih yang telah dilakukan sudah 8 kali selama pandemi corona (2 bulan). “Kami telah melakukan aksi peduli kepada warga di sekitar lingkungan Gereja, kepada para OJOL dan terakhir sebelum baksos ini Gereja juga membagi paket sembako kepada 250 pemulung dan orang yang tidak mampu di daerah Bantar Gebang, dan hampir setiap sore kita juga membagi makanan di sekitar Gereja,” tutur Pdt. Nuah yang saat itu menyalurkan bansos 250 paket kepada hamba Tuhan di wilayah Bekasi.


Lanjut Pdt. Nuah, aksi berbagi kasih itu dilakukan karena merasa terpanggil saat melihat langsung kondisi jemaatnya dan warga yang terkena imbas dari pandemi ini, dimana mereka kewalahan untuk sekedar bertahan hidup saja, beras tidak ada, sementara anaknya lebih dari satu, belum lagi kewajiban membayar kontrakan. “Saya kira Gereja harus hadir dan berperan disini, saya mengajak teman-teman lainnya untuk ikut membantu jangan berdiam diri saja,” tukas hamba Tuhan yang mempunyai 500 jemaat ini.
Pdt. Nuah berdoa, seluruh jemaat dan seluruh masyarakat Indonesia diluputkan Tuhan dari covid- 19 dan pandemi ini dapat segera berlalu agar situasi normal kembali termasuk kegiatan ibadah dapat dilakukan di Gereja kembali. “ Ke depan kami masih terus melakukan aksi peduli hingga pandemi ini berakhir,” paparnya. SM

Peduli Covid-19, Permata Libels Berbagi Kasih Kepada Rekan Sesama Alumni SMAN 15

Jakarta,Victoriousnews.com,-Guna meringankan beban pemerintah dalam menghadapi pandemi covid19, belakangan ini banyak sekali masyarakat berlomba-lomba berbuat kebaikan membantu orang lain. Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi global virus corona telah melumpuhkan berbagai sektor, termasuk ekonomi masyarakat kelas bawah yang paling parah terkena imbasnya. Hal itulah yang mendorong sebuah wadah Perkumpulan Umat Percaya alumni SMAN 15 atau dikenal dengan sebutan PERMATA Libels untuk melakukan aksi sosial kepada sesama rekan alumni di Permata Libels yang terdampak pandemi virus Corona, Sabtu (16/5/2020).


Dalam aksi peduli tersebut, Permata Libels menyalurkan 20 paket bahan pokok berupa (kemasan beras 5 kg, Susu, Mie Instant, Minyak Goreng dan Gula 1 Kg) kepada rekan alumni di Permata Libels yang membutuhkan bantuan. ”Sebenarnya kami yakin masih banyak lagi rekan-rekan kami yang layak dibantu akibat pandemi virus Corona ini. Namun, belum terdata semua, yang berhasil kami data baru 20 orang. Mungkin yang selanjutnya akan dihandle oleh pengurus PERMATA,” kata Sherly Coloay, koordinator Baksos Libels di kafe LOL, Jalan Bugis, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (16/5/2020) siang, sembari menjelaskan bahwa Permata Libels adalah Persekutuan Doa para alumni SMAN 15, Jakarta Utara yang beragama kristiani lintas angkatan.


Menurut Sherly, bantuan paket bahan pokok ini bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, sebanyak 15 paket bahan pokok juga sudah disalurkan kepada rekan- rekan Permata Libels. “Semua dana yang dikeluarkan untuk aksi sosial ini berasal dari sumbangsih swadaya anggota PERMATA Libels,” jelas Sherly. SM

Perkuat Tali Silahturahmi & Persaudaraan Dalam Bulan Suci Ramadhan, Ketua Harian BISMA Berkunjung Ke Kantor PBNU

Dr. John Palinggi,MM,MBA (ketiga dari kiri) berpose bersama dengan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A, (Ketum PBNU) didampingi oleh sejumlah pengurus PBNU usai memberikan bantuan di kantor PBNU lantai 3 (Rabu,13/5)

Jakarta,Victoriousnews.com,-Dalam rangka memperkuat tali silahturahmi serta persaudaraan antar sesama di bulan suci Ramadhan, tokoh kerukunan umat beragama, Dr. John N Palinggi., MM, MBA melakukan kunjungan ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya No.164, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, (Rabu,13/5/2020) siang. Kunjungan Ketua Harian BISMA (Badan Interaksi Sosial Masyarakat), ini juga dilandasi untuk memberikan dukungan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.“Kunjungan ke PBNU ini adalah dalam rangka memperkuat silaturahmi, persaudaraan, dengan ketulusan. Walaupun sedikit, memberikan bingkisan kasih sayang, terhadap seluruh karyawan di PBNU,” jelas Dr. John kepada wartawan di kantornya, Graha Mandiri, Jl. Imam Bonjol 61, Menteng-Jakarta Pusat sebelum berangkat ke kantor PBNU.

Ki-ka: Dr. H. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), Dr. John Palinggi & Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A (Ketum PBNU)

Dr. John mengungkapkan bahwa dirinya sangat menghormati para ulama, baik yang berada di lingkungan NU maupun ulama lain di Indonesia. “Saya sangat menghormati ulama-ulama, baik yang ada di NU, maupun lainnya. Khususnya di kalangan di NU, saya sangat menghormati. Karena saya lama berada dan bersama-sama dengan tokoh-tokoh NU, sejak tahun 1999. Di Muktamar NU di Lirboyo, sebelumnya, saya sudah kenal dengan Kyai Said Aqil Siradj, sebagai Ketua Panitia saat itu. Bahkan saya sempat turut melatih Banser di Rindam Malang, bersama Pak Sudirman, dan Pak Hidayat Kapolda. Sejarah itu panjang, dan sudah 21 tahun saya bersama-sama dengan NU,” tutur pengusaha yang sangat rendah hati dan supel terhadap siapa saja.

Dr. John Palinggi menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada salah satu pegawai Pria PBNU, Rabu (13/5) siang

Bagi Dr. John Palinggi, kedekatan dirinya dengan para tokoh di kalangan NU sudah terjalin sejak lama. Bahkan saking dekatnya dengan ulama, Dr. John diangkat sebagai anak oleh KH. Sahal Mahfudz yang pernah menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia periode 2000-2014) serta Rais Aam Syuriah PBNU selama dua periode (1999-2014). “Ada nasehat almarhum Kyai Sahal yang sangat berkesan dan sampai sekarang terus saya jalankan, yaitu: Jangan pernah jauh dari NU, usahakan agar selalu bisa bersilaturahmi dengan orang-orang NU, khususnya kepada Ulama-ulama NU,” tandas Dr. John. Bingkisan tanda kasih sayang berupa 126 karung beras (masing-masing 10 kg), 200 makser dan sejumlah dana tersebut diserahkan secara langsung kepada seluruh staff dan karyawan PBNU.

Dr. John Palinggi menyerahkan secara simbolis bantuan kepada salah satu karyawan wanita PBNU

Acara serah terima bantuan dilakukan di kantor PBNU lantai 3 dan disaksikan oleh Ketua Umum Tanfidziah Pengurus Besar Nadhlatul Ulama, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A, serta didampingi oleh Dr. H. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Robikin Emhas (Ketua PBNU/Stafsus Wapres RI), KH. Aizzudin Abdurrahman (Ketua PBNU/Sepupu Gus Dur), KH. Abdul Manan Ghani (Ketua PBNU), dan H. Isfah Abidal Aziz (Wasekjen PBNU). “Kunjungan saya di Bulan Suci Ramadhan, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan, saya mengucapkan selamat menjalankan Ibadah Puasa, menyampaikan mohon maaf lahir dan bathin, dan semoga mendapat ridho dari Allah SWT, Tuhan YME. Saya mendoakan juga supaya semua berlangsung dengan baik, dan saudara-saudara saya di NU, dijauhkan dari bahaya wabah virus Covid-19,” tukas Dr. John Palinggi .

Dr. John Palinggi tampak berbincang santai bersama K.H. Said Aqil Siraj (Ketum PBNU) usai menyerahkan bantuan.

Saat menerima kunjungan, Kyai Haji Said Aqil Siradj, mengemukakan bahwa pentingnya antara masyarakat dan pemerintah, bekerjasama dalam menekan penyebaran bahaya virus Covid-19. Kyai Haji Said Aqil Siradj juga mengapresiasi kunjungan silaturahmi Dr. John Palinggi ke PBNU, sebagai wujud kebersamaan, secara khusus dalam Bulan Ramadhan. “Hari ini beliau (Dr.John Palinggi) dalam rangka peduli korban Covid-19, beliau akan menyumbangkan untuk teman-teman karyawan yang ada di PBNU seluruhnya,” tutur Kyai Said Aqil Siradj sekaligus mengucapkan terimakasih kepada Dr. John Palinggi. Ant 

 

Dengar Keluh-Kesah Mahasiswa Perantauan Di Masa Pandemi Covid-19, Bareskrim Polri Salurkan Bantuan Sembako

Jakarta,Victoriousnews.com,-Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali memberikan bantuan sosial untuk membantu mahasiswa dan pemuda perantauan yang terdampak pandemi Covid-19. Ratusan paket bantuan sembako dari Bareskrim Mabes Polri disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 melalui Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) dan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI).

Proses serah terima bantuan dari Bareskrim Polri ke PP GMKI & DPP GAMKI (Jumat, 8/5)

Sekretaris Umum Pengurus Pusat GMKI David Sitorus menyampaikan apresiasi atas kepedulian Mabes Polri untuk membantu teman-teman mahasiswa yang sedang merantau dan terdampak Covid-19.

“Setelah mendapatkan sembako pada hari Jumat lalu (8/5), kami langsung menginventarisir beberapa kelompok mahasiswa yang sangat membutuhkan bantuan ini dan selama beberapa hari ini telah kami salurkan kepada mereka,” kata David Sitorus di Jakarta pada hari Rabu (13/5/2020).

David menyampaikan bahwa para mahasiswa perantauan yang mendapatkan sembako membutuhkan bantuan dikarenakan orangtua mereka di daerah turut terdampak pandemi, dimana pekerjaan sehari-hari orangtua mereka terganggu akibat wabah Covid-19.

Sejumlah mahasiswa di perantuan tampak gembira setelah menerima bansos.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit Prabowo yang telah mendengar keluh-kesah kami. Para mahasiswa dan pemuda perantauan kesulitan mengakses bantuan karena kebanyakan masih ber-KTP daerah. Mereka terlihat sangat senang saat mendapatkan bantuan sembako ini,” ujar David.

Bantuan disalurkan pengurus GAMKI dan GMKI kepada mahasiswa dan pemuda perantauan selama seminggu, sejak hari Jumat, 8 Mei 2020 hingga hari Jumat, 15 Mei 2020.

Bantuan sembako berisikan beras, gula, dan minyak diserahkan Bareskrim Polri kepada DPP GAMKI yang diwakilkan Sekretaris Umum, Sahat Martin Philip Sinurat dan PP GMKI yang diwakilkan Sekretaris Umum, David Sitorus pada hari Jumat lalu (8/5) di Graha Oikumene, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Selain sembako, juga diberikan bantuan berupa puluhan botol cairan desinfektan beserta alat penyemprot dan juga masker untuk membendung rantai penyebaran covid 19.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menyampaikan bahwa bantuan sosial ini disalurkan kepada mahasiswa, pemuda, dan masyarakat kurang mampu di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.

“Bantuan dari Bareskrim Polri telah disalurkan melalui Satgas Barisan Serba Guna (Brisena) Krisis Covid-19 GAMKI sejak hari Jumat lalu. Rencananya hari Kamis besok kami masih bergerak membagikan sembako, yaitu kepada mahasiswa dan pemuda perantauan asal Papua,” jelas Sahat.

Sahat mengatakan di tengah situasi pandemi ini, semua pihak harus saling bergotong-royong untuk meringankan beban masyarakat. Langkah-langkah pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 harus didukung, agar kita bisa bersama-sama bisa sehat dari pandemi covid-19 ini.

“Kami mengapresiasi Kepolisian melalui Bareskrim Polri yang telah ikut bergotong-royong bersama kami untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, khususnya para mahasiswa dan pemuda perantauan. Di masa keadaan darurat kesehatan masyarakat ini, jangan sampai ada satu orang pun yang ketinggalan. Semua harus mendapat perhatian sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” pungkas Sahat.

Bareskrim Mabes Polri yang dipimpin Kabareskrim Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo bekerjasama dengan sejumlah organisasi kepemudaan dalam penyaluran bantuan sosial kepada mahasiswa, pemuda, dan masyarakat terdampak Covid-19. Selain bekerjasama dengan DPP GAMKI dan PP GMKI, Bareskrim Polri juga bekerjasama menyalurkan bantuan sembako dengan PB SEMMI, Leppami PB HMI, dan organisasi lainnya selama masa pandemi Covid-19 ini. *SM

Pengacara Senior Jhon SE Panggabean.,SH.,MH Mengapresiasi Aksi Peduli Perwamki Ke Panti Asuhan Immaculata Bekasi

Bekasi,Victoriousnews.com,- Bertepatan dengan hari libur Waisak (Kamis, 7/5/2020), Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (DPP PERWAMKI) menggelar aksi peduli kasih ke Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PERWAMKI, Stevano Margianto mengatakan, aksi peduli ini selain sebagai wujud membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19, juga wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. “Kita (PERWAMKI) sudah lama membicarakan akan melakukan aksi sosial ini, namun kita maping dahulu kepada siapa bantuan ini nanti kita salurkan, makannya baru sekarang bisa terlaksana. Kita berusaha ‘Menjangkau yang Tak Terjangkau’, itu kita lakukan karena kita ingin bantuan yang kita salurkan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Margianto.

Ketum DPP Perwamki, Stevano Margianto menyerahkan bantuan

Menurut Margianto selanjutnya, aksi peduli ini murni hasil swadaya para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI tanpa bantuan dari pihak mana pun. “Semua orang tahulah keterbatasan wartawan, apalagi wartawan media kristiani. Tetapi kita masih mau memberi dari keterbatasan pendapatan kita karena dilandasi Kasih Kristus. Kami memberi dengan tulus,” terang Margianto.

Sementara, koordinator Aksi Peduli Covid-19 PERWAMKI, Deddy Poltak Tambunan menjelaskan, Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculatta, dipilih karena informasi yang diterima Perwamki, panti asuhan tersebut belum mendapat bansos.

Panti asuhan tersebut saat ini mengurus 53 orang, ada yang masih bayi, remaja, hingga ada yang usia 18 tahun. Panti dikelola oleh 12 orang pengurus. “Yang kita lihat, mereka ini sangat membutuhkan dukungan kita di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Deddy yang juga Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP PERWAMKI ini.

Menurut Deddy, bantuan yang diberikan Perwamki ke panti, berupa beras 100 kg, 4 botol handsanitizer, @500 ml, 12 lusin masker kain, 10 minyak telon @50 ml, 3 botol sirup jeruk, dan 6 kaleng susu bubuk,” tambah Deddy dari gerejani.com.

Penasihat Perwamki Jhon Panggabean menyerahkan bantuan

Turut hadir dalam aksi peduli Perwamki, Penasehat Bapak John S.E Panggabean, SH,MH bersama 2 orang putrinya Clara dan Grace yang juga menjadi pengacara muda. Serta hadir Bendum DPP Perwamki Nuel Wicaksono (Tabloid Mitra Indonesia), Victor Ambarita (Majalah Suara HKBP), DPD Perwamki Jabar Jack Rusto (bekasipedia.com), dan DPD Perwamki DKI Jakarta David Pasaribu (majalahtransformasi.com)

Ketum Margianto menyampaikan kata sambutan DPP, dan simbolik penyerahan bantuan beras, setelah itu Bapak John Panggabean kata sambutan mewakili Penasehat, dan menyampaikan simbolik bantuan masker, minyak telon, dan handsanitizer, berikutnya Bendum Nuel menyerahkan bantuan sirop dan susu kaleng.

Pendiri sekaligus pembina Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI), Yuliana E.T. Rahail, dalam kata sambutannya, menyampaikan terima kasih untuk bantuan yang disampaikan, dan berdoa agar Perwamki semakin diberkati Tuhan Yesus. Yuliana yang kerap disapa Yeti, mengaku mendirikan panti sebagai pemenuhan janjinya kepada Tuhan atas mujizat padanya. Lanjut Yeti,pada 11 Februari 1994, ia mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas tol Cibubur–Jagorawi yang menyebabkan tangan kirinya putus di tempat. Kecelakaan itu nyaris merenggut nyawanya. Penderitaannya tidak selesai hanya dengan kehilangan tangan. Tulang ekor dan tulang punggungnya ternyata patah, kedua kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Dokter ahli syaraf dan tulang yang menanganinya memvonis bahwa dia akan  lumpuh total. Atas pertolongan Tuhan, Yulia kemudian bisa sembuh. Dia pun menggenapi janjinya mendirikan dan mengelola panti tersebut hingga hari ini. “Pertolongan Tuhan selalu ada. Tuhan tidak akan membiarkan kami mati. Tuhan selalu menolong,” ujar Yeti yang dulunya pernah bekerja di Aspac Bank cabang Cibinong.

Yuliana-pendiri Panti Asuhan KAMI

Lanjut Yeti, setelah dinyatakan sembuh, Yeti memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memenuhi janjinya kepada Tuhan. “Dalam doa saya,saya berjanji sama Tuhan, jika disembuhkan dari kelumpuhan, saya akan melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Akhirnya saya memutuskan merawat anak-anak yang terlantar, mulai dari bayi hingga kuliah. Sampai saat ini sudah ada 4 orang yang menjadi Sarjana,” tutur Yeti sembari menambahkan bahwa Panti ini didirikan sejak 17 Mei 1996.

Menurut Yeti, banyaknya anak-anak Papua yang diasuh dalam pantinya merupakan permintaan almarhum ayahnya sebelum dipanggil Tuhan April 2019. “Sebelum dipanggil Tuhan ayah saya berpesan, agar banyak merawat anak-anak yang berasal dari tanah kelahirannya. Saya berharap anak-anak saya memiliki masa depan. Kenapa? Karena mereka sebelumnya sudah terlantar, dan saya harus merawatnya dengan baik. Kami mohon doanya, agar kami tidak patah arang. Karena menghadapi hidup ini sudah semakin sulit,” ujar Yeti

Usai aksi peduli Covid-19, Sekum PERWAMKI, Agus R Panjaitan (majalahspektrum.com), menyampaikan terima kasih kepada setiap wartawan yang berpartisipasi hingga terlaksana aksi sosial peduli Covid-19 ini. “Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang mau bergotongroyong (urunan) dana, dan naturanya untuk aksi peduli ini. Terima kasih yang tak terhingga karena saya tahu anda memberi bukan dari kelebihan anda tetapi dari keterbatasan anda,” ungkap Agus.

Agus meyakini, apa yang dilakukan para wartawan di Perwamki murni dilandaskan kasih ingin berbagi. Pasalnya, guna terlaksana aksi peduli ini, tanpa bantuan materiil atau kerja sama dari pihak mana pun. “Sengaja kita tidak minta bantuan (proposal) dari pihak luar, apalagi ada agenda kepentingan pribadi atau media tertentu, karena kita sedang menguji ketulusan dan kasih kita kepada sesama di tengah keterbatasan kita sebagai wartawan,” pungkas Agus.

Sementara itu, Jhon SE Panggabean, SH.MH selaku penasehat Perwamki sekaligus pengacara senior sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ketum Perwamki, Sekjen, Bendum serta teman-teman pengurus dalam melakukan aksi peduli kepada Panti Asuhan. “Makanya ketika saya dengar kemarin, bahwa akan dilakukan aksi peduli ke Panti Asuhan ini, saya langsung ikut. Walaupun saat ini masih masa PSBB karena pandemi corona,” Ujar Jhon.

Ki-ka: David Pasaribu, Victor Ambarita, Deddy Poltak, Jhon Panggabean (Penasihat Perwamki), Agus Panjaitan, Stevano Margianto & Nuel Wicaksono

Lanjut Jhon, ke depan, hal-hal semacam ini mesti tetap dilanjutkan. “Bukan hanya sekali ini saja, tetapi harus tetap ada kegiatan. Makanya kita akan bergotong royong, bahu membahu untuk melakukan sesuatu kepedulian kita terhadap sesama dan orang-orang yang membutuhkan. Biarlah Perwamki ke depan semakin solid. Khususnya pengurus maupun anggotanya. Dan selalu berbuat hal-hal untuk kepentingan umum. Termasuk bakti sosial seperti ini,” pungkas Jhon usai acara bakti sosial. Ant

Pekerja Terkena PHK dan Dirumahkan Akan Masuk Program Kartu Prakerja Secara Bertahap

 

Jakarta,Victoriousnews.com,-Para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akan dimasukkan ke dalam program kartupra kerja secara bertahap dan bergelombang dalam 4-5 Minggu ke depan. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Kamis (30/4). Lebih lanjut, Menko Perekonomian sampaikan bahwa saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), Presiden Joko Widodo di depan para gubernur menegaskan perhatian pada sektor-sektor usaha yang terdampak dalam oleh Covid-19 ini. “Sektor utama yang terdampak tentunya sektor yang terkait dengan pariwisata, restoran, sarana umum, transportasi dan sektor retail. Dimana dampaknya itu lebih dari 40 persen bahkan kalau sektor pariwisata itu sekitar 70 persen,” ujar Menko Perekonomian.

Namun, Menko Perekonomian juga menyampaikan bahwa selain sektor-sektor tersebut, ada juga sektor-sektor yang masih mampu bertahan yaitu antara lain industri karet kulit masih tumbuh year on year-nya 20 persen terkait dengan industri makanan pokok itu 17 persen, farmasi alat kesehatan sebesar 13 persen dan terkait dengan minyak nabati 14 persen. “Inilah sektor-sektor yang memungkinkan untuk revitalisasi di awal karena mereka secara year on year masih tumbuh sebesar 16 persen,” terang Airlangga. Menurut Menko Perekonomian, seperti diprediksi beberapa daerah utama terdampak Covid-19 yang terkait dengan pariwisata seperti Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara itu pertumbuhannya memang terdampak cukup dalam demikian halnya DKI Jakarta yang melaksanakan PSBB itu juga cukup dalam. “Selanjutnya tadi direkonsiliasi data mengenai Ketenagakerjaan, nanti di detailkan oleh Ibu Menteri Tenaga Kerja, jumlah tenaga kerja yang dirumahkan mencapai 1 juta lebih,” tandas Airlangga. Ia juga menambahkan bahwa pekerja yang terkena PHK 375.000, total yang dirumahkan sebanyak 1,4 juta, dan pekerja informal terdampak sebesar 314.833 dan juga 1,7 juta secara total. “Nah data ini adalah data yang telah dipusatkan oleh Kementerian Tenaga Kerja, diverifikasi dan ini berbasis kepada selain daripada Kementerian Tenaga Kerja juga terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya seraya menyebut kompensasi Kartu Prakerja bagi yang dirumahkan dan PHK. Secara sekilas disampaikan terkait dengan kartu prakerja, lanjut Menko Perekonomian, yang sudah mendaftar, registrasi 9 juta dan yang telah mendapatkan saldo itu adalah gelombang pertama dan kedua sebanyak 456.000 user terbanyak di Jakarta, kemudian Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, dan hampir seluruh wilayah di Indonesia ada yang sudah menggunakan kartu prakerja. “Dari pengguna kartu itu 18 persen memilih mengambil fasilitasnya dalam bentuk cash melalui perbankan, yaitu BNI, sisanya 72 persen melalui e-wallet atau e-money,” imbuhnya. Kemudian, Menko Perekonomian sampaikan juga dibahas terkait dengan relaksasi pembayaran iuran Jamsostek, nanti ada 116.705 perusahaan yang terdampak Covid-19 meminta relaksasi, nanti secara detail disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan. “Namun di sini relaksasi yang diberikan adalah pemotongan iuran sebesar 90% untuk 3 bulan dan ini bisa diperpanjang 3 bulan lagi, yaitu terkait dengan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” terangnya. Fasilitas yang diberikan untuk jaminan kecelakaan kerja itu, lanjut Menko Pereko sebanyak 2,6 triliun, jaminan kematian sebanyak 1,3 triliun, dan juga penundaan iuran jaminan pensiun sebesar 3 bulan, selama 3 bulan dan besarnya juga sekitar 8,74 triliun. Jadi dengan relaksasi Jamsostek ini melalui RPP ataupun Rancangan Peraturan Pemerintah ini jumlahnya sebesar 12,36 triliun.

Sumber: setkab.go.id

Wajah Gembira Ratusan Karyawan Perkantoran Graha Mandiri Ketika Menerima Bansos, Hendry Parulian (Chief Security): Kami Doakan Pak John Senantiasa Sehat & Usahannya Diberikan Keberkahan

Jakarta, Victoriousnews.com,- Ratusan karyawan yang bertugas sebagai security, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi di gedung perkantoran Graha Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, tampak senang ketika menerima bantuan 10 kg beras dan uang tunai dari Dr. John Palinggi ( Jumat, 1/5 2020) pagi.

Para petugas keamanan, petugas kebersihan, teknisi, dan juru parkir perkantoran Graha Mandiri berbaris rapi sebelum menerima bansos dari Dr. John Palinggi (Jumat, 1/5/2020)

Pagi itu tepat pukul 08.00 Wib, Dr. John N. Palinggi yang juga berkantor di Graha Mandiri lantai 25, dengan rendah hati dan peduli menemui seluruh karyawan yang setiap hari bergelut di bidang keamanan, kebersihan, maupun teknisi gedung.

Aksi peduli Dr. John Palinggi membagikan 10 kg beras dan uang tunai kepada karyawan perkantoran Graha Mandiri

Dr.John Palinggi dalam kata sambutannya, mengungkapkan, bahwa, pemberian bantuan ini merupakan wujud kasih persaudaraan yang telah terjalin indah selama berkantor di Graha Mandiri ini. Ia juga sangat memahami kesulitan yang terjadi sekarang ini. Apalagi Ibadah puasa dilaksanakan ditengah pandemi corona. “Oleh karenanya,sebagai bentuk kepedulian saya memberikan bantuan ini. Saya berharap bantuan ini bisa meringankan sedikit beban hidup saudara-saudaraku semua. Kita sama-sama berharap, pandemi ini bisa segera berlalu,”ujar Dr. John Palinggi di hadapan ratusan petugas keamanan, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi gedung Graha Mandiri.

Dr. John Palinggi menganggap mereka semua adalah saudaranya

Lanjut Dr. John, tugas sebagai keamanan (security), petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi tidaklah mudah. “Setidaknya, harus memastikan mereka yang berkantor di gedung tersebut aman, bersih, dan tidak ada masalah baik listrik maupun AC. Karena itu, sudah sepatutnya kita memberi apresiasi terhadap mereka yang bergelut di bidang-bidang ini,” Papar John.

 

 

Usai Menyalurkan bantuan, Dr. John Palinggi berpose bersama dengan karyawan perkantoran Graha Mandiri

Pada kesempatan tersebut Dr. John juga menyampaikan bahwa, dirinya merasa semua mereka yang bertugas mengelola gedung itu sudah seperti saudara. “Saya bersyukur bisa memberikan bantuan ini dan berharap mereka sabar dan tekun dalam menjalani pekerjaannya. Yakinlah dengan bekerja tekun, maka Tuhan akan membukakan pintu berkah,” tandas Dr. John Palinggi yang juga salah satu pendiri Asosiasi Badan Usaha Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bersama Jendral Awaludin sejak tahun 2000.


Chief Security Perkantoran Graha Mandiri, Hendry Parulian, mengungkapkan, bahwa selama ini perhatian John Palinggi demikian besar, utamanya kepada para pekerja. “Kami sangat berterimakasih kepada Pak John Palinggi yang sangat luar biasa perhatiannya kepada kami sebagai karyawan yang bekerja di Graha Mandiri ini. Kami mengenal beliau sebagai orang yang sangat baik di lingkungan kami. Dan sangat dekat dengan kami semua,terutama karyawan yang berada di lapangan, seperti: security, teknisi, juru parkir,maupun petugas kebersihan,” papar Hendry sembari menambahkan yang menerima bantuan berjumlah 140 orang, 62 orang diantaranya adalah petugas keamanan.
Hendry menilai, figur Pak John sangat berdedikasi tinggi dan sangat kepada setiap orang terutama di lingkungan perkantoran Graha Mandiri.

“Melalui bantuan ini memang sangat membantu rekan-rekan pekerja, apalagi di tengah situasi pandemi corona saat ini. Oleh karenanya kami selalu doakan Pak John dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran usaha, serta keberkahan,” pungkas Hendry mewakili puluhan karyawan yang mendapatkan bantuan. Ant

Enam Arahan Presiden Jokowi Terkait Dampak Covid19 Terhadap Sektor Ketenagakerjaan

Read More