STEPHEN CURRY : “AKU BISA SEMUA HAL KARENA YESUS”

STEPHEN CURRY : “AKU BISA SEMUA HAL KARENA YESUS”

Nama lengkapnya adalah Wardell Stephen Curry. Ia adalah seorang pemain basket professional asal Amerika untuk Golden State Warriors dari National Basketball Association (NBA). Pemuda kelahiran  Akron, Ohio, 14 Maret 1988 (dibesarkan di Charlotte, North Carolina) ini adalah seorang penganut Kristen yang taat. Ia senantiasa memuliakan nama Tuhan setelah Warriors meraih kemenangan bersejarah kejuaraan NBA.

Pada 16 Juni, 2015 lalu, tim basket ball “Warriors” dari Golden State, California, memenangkan Juara NBA tahun 2015, setelah mengalahkan tim “Cavaliers” dari Cleveland, Ohio. Stephen Curry yang dipercaya sebagai kapten tim memenangkan memimpin Warriors untuk kejuaraan pertama mereka sejak 1975.

Stephen Curry sering mengacungkan jari telunjuk tangan kanannya setiap kali dia berhasil membuat tiga poin—melempar bola masuk dalam jaring basket. Menurutnya, itu adalah sebuah caranya untuk mengisyaratkan kasih dan imannya terhadap Yesus Kristus. “Saya berusaha menggunakan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk bersaksi. Saya mencoba membuat sesuatu isyarat ringkas setiap kali membuat gol basket sebagai cara untuk mengirim pesan itu dengan cara-cara kecil yang saya dapat. Setiap pertandingan adalah kesempatan berada di atas pentas yang besar dan untuk menjadi saksi bagi Kristus. Apabila saya  memasuki gelanggang, orang seharusnya dapat tahu siapakah yang saya wakili, dan kepada siapakah saya percaya,” ujar Stephen.

Stephen Curry, juga menerima penghargaan MVP (Most Valuable Player) 2014-1015, sebuah penghargaan tertinggi–Pemain Yang Paling Bernilai. Tentunya keberhasilan ini boleh membuatnya merasa amat terhormat, paling berharga, dan patut dibanggakan, bukan saja di Amerika, tetapi juga di seantero dunia. Tetapi ternyata Stephen Curry, menerima kemenangan dan penghargaan itu dengan rendah hati, dan penuh ucapan syukur.

Terlepas dari segala pergaulan buruk di Amerika, ternyata ada seorang Stephen Curry yang sangat berani secara terbuka menyaksikan nilai keluarga yang sejati, dan iman Kristen yang kuat. Dalam pidatonya yang disiarkan ke seluruh dunia, dia berkata: “Yang pertama-tama dan terpenting, saya berterima kasih kepada Tuhan dan Juru-Selamatku, Yesus Kristus, yang telah memberkatiku dengan talenta untuk bermain di pertandingan ini. Juga untuk keluargaku yang sudah mendukungku, setiap hari. Saya hanyalah hamba-Nya yang rendah saat ini, dan saya tidak dapat ungkapkan dengan kata-kata betapa penting dan berharganya iman saya, dan hanya kepada Dia [Jesus], dan bagaimana saya harus bermain dalam pertandingan in,” ujar putra dari mantan pemain NBA Dell ini bersemangat.

Luar biasa! Sebuah ungkapan iman yang setia dan kuat kepada Kristus, dan sekaligus sebuah kesaksian yang mengembalikan semua kemuliaan, kehormatan, kebanggaan, dan jasa hanya kepada Tuhan. Di awal tahun 2015, Stephen Curry juga dengan bangga meluncurkan produk sepatu bersama “Under Armor” yang memproklamirkan ayat Firman Tuhan favoritnya, Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Kristus yang memberikan kekuatan kepadaku”.

Nilai keluarga di Amerika tergolong semakin bobrok, terutama ketika keluar keputusan Supreme Court, yang mengesahkan pernikahan sejenis. Ajaran Liberal semakin liar dan moral semakin tidak karuan. Tetapi ada seorang Stephen Curry yang setia dan taat kepada Tuhan. Mirip Jeremy Lin, juga seorang pemain NBA, dia pun memiliki keberanian menyaksikan imannya.

Sebagai orang Kristen, siapkah Saudara menyaksikan imanmu di tengah ‘badai’ di dunia ini? Siapkah Saudara meninggikan Nama Kristus dalam semua aspek hidupmu? Dan, mengatakan: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36). SM/tabloid victorious edisi 835 (berbagai sumber)

Career highlights and awards:
NBA scoring champion (2016)
NBA steals leader (2016)
50–40–90 club (2016)
3x NBA All-Star (2014–2016)
All-NBA First Team (2015)
All-NBA Second Team (2014)
NBA Champion (2015)
NBA Most Valuable Player (2015)
NBA Three-Point Contest champion (2015)
AP Athlete of the Year (2015)
NBA Sportsmanship Award (2011)
NBA All-Rookie First Team (2010)
Consensus first-team All-American (2009)
NCAA Division I scoring leader (2009)
2× SoCon Player of the Year (2008, 2009)
Consensus second-team All-American (2008)

Jonatan Christie, Sang Peraih Medali Emas Asian Games 2018 Yang Utamakan Tuhan, Keluarga & Cinta Indonesia

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Nama lengkapnya adalah Jonatan Christie.  Ia adalah putra dari pasangan Andreas Adi dan Marianti Djaja. Jojo,begitulah panggilan pebulu tangkis muda kelahiran Jakarta, 15 September 1997 ini kerap berlatih keras dan disiplin sejak kecil. Tak pelak, kerja kerasnya pun membuahkan hasil—Ia mulai menuai prestasi bulutangkis dari tingkat junior hinggga senior.

Sang Ayah berperan besar dalam perjalanan karier Jojo di dunia bulutangkis. Jonatan dikenalkan bulutangkis oleh ayahnya sejak kecil. Ia mulai bermain bulutangkis ketika usianya menginjak 6 tahun. Sebelumnya, ia juga bermain olahraga lain, basket dan sepak bola. Namun, ayahnya menginginkan dirinya fokus pada bukutangkis. Sejak itulah, ia mulai serius menekuni bulutangkis. Baik mengikuti di sekolah maupun di luar sekolah. Jonatan juga berlatih di klub Taurus. Hasil latihan yang keras, ia memperoleh sejumlah piala dari berbagai turnamen. Pada 2008 menjadi tahun milik Jonatan. Dalam usia 11 tahun, ia mendapatkan 7 tropy kemenangan pada kejuaara tingkat DKI, nasional, dan internasional. Bahkan ia meraih medali emas pada ajang Olimpiade Pelajar Sekolah Dasar se-Asia Tenggara, Jakarta, pada tahun 2008.

 Atas sejumlah prestasi tersebut, tentunya mengharumkan nama bangsa, Jonatan Christie mendapatkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009. Sejumlah penghargaan yang diraihnya tak membuat Jonatan terlena. Ia terus berlatih dan ingin memiliki prestasi seperti idolanya pebulutangkis dunia Lin Dan. Tahun demi tahun, ia peroleh kemenangan. Salah satunya, ia meraih Juara Junior Asia U-15 Ichiba, Jepang, 2010. Sementara untuk gelar seniornya, pertama kali ia raih pada ajang International Challenge 2013 di Indonesia. Saat itu usianya masih tergolong muda, 15 tahun. Meski begitu, namanya mulai jadi pembicaraan publik saat mengikuti Indonesia Open 2015. Saat itu ia berhasil masuk perempat final. Wajahnya yang tampan menambah popularitas Jontan di mata kaum hawa yang terpesona ketika melihat aksi-aksinya.

Walaupun usianya terbilang masih muda, ia beberapa kali memperkuat Tim Nasional di Piala Sudirman, SEA Games, dan Thomas Uber Cup. Pada 2015, Jojo ikut berpartisipasi dalam skuad timnas di Piala Sudirman dan menjadi salah satu bagian timnas meraih emas SEA Games 2015. Ia juga menjadi bagian tim Thomas-Uber Cup 2016. Seiring bertambah jam terbangnya, permainan Jonatan makin berkembang dan matang. Ia menjadi pemain andalan Indonesia pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia. Ia pun menyumbangkan satu medali emas dari tunggal putra. Sebuah hasil yang membanggakan.

Kini, dalam ajang Asian Games 2018—pesta olahraga terbesar Asia Jakarta-Palembang yang lalu, Jonatan Christie sukses mengalahkan wakil dari China Taipei, Chou Tienchen dalam laga final bulutangkis tunggal putra di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Jojo unggul dengan skor 21-18 20-22 21-15.

Dengan kemenangan ini, Jojo berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. “Terimakasih kepada Tuhan Yesus sehingga saya diberikan berkat dan bisa menjadi seperti sekarang ini. Jika Tuhan Yesus sudah membuka jalan, maka yakin dan percaya bahwa waktuNya akan tepat. Tidak akan lebih cepat dan tidak akan terlambat,”ujar Jojo dalam video untuk memotivasi generasi muda yang viral melalui media sosial whatsapp.

Keberhasilan Jonatan Christie meraih medali emas cabor bulutangkis tunggal putra membuat sang ibunda, Marlanti Jaja, tak kuasa menahan air mata. Marlanti memberikan pelukan hangat kepada Jonatan setelah berhasil mengalahkan pebulutangkis asal Taiwan, Chou Tien Chen. “Terima kasih banyak sama Tuhan, bersyukur, ini semuanya masyarakat di Indonesia. Kami seneng banget, bangga. Kami terima kasih banyak kepada Tuhan. Dan juga bundanya yang suka dukung doa buat Jojo,” ujar Marlanti. Tak lupa, Marlanti meminta semuanya untuk mengirimkan doa dan dukungan untuk Jojo. Marlanti juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Makasih juga semua masyarakat Indonesia. terima kasih,” lanjutnya.

Usai pertandingan, Jonatan mengungkapkan bahwa ibundanya memberikan beberapa pesan khusus terhadapnya. Salah satunya, Jonatan dilarang untuk berpuas diri atas keberhasilannya. “Pertama tadi Mama bilang terima kasih banyak sudah kasih hal yang terbaik buat Indonesia. Terus juga berpesan jangan cepat puas, dan selalu bersyukur apapun yang dikasih,” ujar Jonatan. “Ini semua bukan karena kekuatan saya sendiri tapi karena berkat dari tuhan juga. Maka terus berjuang dan jangan dengarkan orang-orang yang berkomentar negatif. Sebab, Mama sering melihat,” katanya menambahkan.

Prestasi Jonatan Christie yang berhasil menjadi yang terbaik di tunggal putra membuat pundi-pundi medali emas Indonesia di Asian Games 2018 bertambah. Bonus uang senilai Rp 1,5 miliar dari pemerintah sudah dipastikan masuk kantong Jonatan Christie. Bonus didapat setelah pebulutangkis berotot kekar itu meraih medali emas Asian Games 2018 di nomor tunggal putra.

Saat ditanya apakah besaran bonus menjadi motivasi utama, Jonatan mengelaknya. Menurut pebulutangkis asal Jakarta ini, tak pernah sedikitpun terlintas dalam pikirannya untuk mengejar bonus. “Sebenarnya tidak berpikir soal bonus sih. Jadi saya main ya main saja. Saya hanya fokus bagaimana caranya bermain baik, bermain bagus. Hasil itu sudah ada yang menentukan, saya tinggal berusaha maksimal,” ujar Jonatan. Meski demikian, Jonatan mengaku sudah punya rencana setelah mendapatkan bonus. Salah satunya untuk disumbangkan kepada warga korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu. “Mungkin ada beberapa yang mau saya tabung. Terus juga ada beberapa yang dibagi-bagi. Seperti buat tim yang memberi dukungan selama persiapan Asian Games sampai sekarang. Juga buat keluarga.” “Nanti ada juga yang buat bantuan korban gempa di Lombok atau apapun itu. Saya ingin bagi-bagi berkat yang Tuhan berikan lewat saya ini,” pungkas Jonatan. Margianto/dbs

GANDA PUTRA INDONESIA KEVIN & MARCUS SUKSES PERTAHANKAN GELAR JUARA BULUTANGKIS ALL ENGLAND 2018

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses mempertahankan gelar juara di ganda putra turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia, All England. Dalam laga di Birmingham, Inggris, Minggu (18/3) petang atau Senin dini hari WIB, seperti dilaporkan Mohamad Susilo dari BBC Indonesia, Kevin/Marcus menang dua set langsung atas pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan 21-18 dan 21-17. “Senang rasanya bisa merebut gelar bergengsi. Luar biasa, bisa juara lagi,” kata Kevin kepada BBC Indonesia setelah pertandingan. Read More

PESTA OLAHRAGA TERBESAR, ASIAN GAMES KE 18 AKAN DIGELAR 18-8-2018

Sebagai event olahraga terbesar setelah olimpiade, Asian Games adalah perhelatan olahraga bergensi yang diorganisir Olimpic Council Of Asia, edisi ke 18 (XVIII)  ini Indonesia menjadi tuan rumah yang akan diselenggarakan di dua kota—yakni di kota Jakarta dan Palembang. Acara multi event olahraga regional Asia ini dimulai pada tanggal 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018. Sesuai dengan jadwal, olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 41 cabang, terdiri dari 33 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade. Read More