Bazar Murah, Aksi Sosial & Konser Lilin Akan Meriahkan Jakarta Christmas Festival Di Lapangan Banteng

Bazar Murah, Aksi Sosial & Konser Lilin Akan Meriahkan Jakarta Christmas Festival Di Lapangan Banteng

JAKARTA, Victoriousnews.com,- Untuk pertama kalinya pagelaran rohani akbar, Jakarta Christmas Festival (JCF) yang diiniasi dan kerjasama berbagai interdominasi gereja akan diselenggarakan di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 11 Desember 2019. Acara yang mengusung tema “Love Jakarta” ini juga didukung oleh gereja aras nasional, Bimas Kristen Kanwil DKI dan Pemprov DKI Jakarta.
Sesuai rencana, JCF ini dimulai dari pukul 09.00 sampai pukul 22.00 Wib dan akan dihadiri oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kanan-Kiri: Pdt. Shephard Supit, Lisa Muljati (Pembimas Kanwil DKI Jakarta), Raja Joner Rambe, Pdt. Yohanes Stefanus Tompudung (Ketua Pelaksana)

Menurut Ketua Pelaksana, Pdt. Yohanes Stefanus Tompodung, Jakarta Christmas Festival merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman, merayakan kasih Kristus dalam bentuk yang inklusif tidak dalam bentuk yang sempit, namun pemahaman yang lebih luas. “Dalam JC Festival ini akan ada kegiatan sosial berupa pasar murah, pemeriksaan mata gratis, membagikan nasi bungkus kepada kaum marginal dan juga berbagai macam lomba termasuk lomba catur, paduan suara, peragaan busana Natal dan malamnya disambung dengan ibadah Natal, Nada dan Sabda, yang dikemas dalam bentuk Natal Nusantara dan Konser Lilin yang melambangkan perdamaian dan kerukunan bagi Kota Jakarta,” tutur Pdt. Yohanes Tompudung saat memberikan keterangan kepada media di kantor pembimas masyarakat Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta di dampingi Lisa Mulyati S. Sos, M.Si, Pdt. Shephard Supit, dan
Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe (Raja Tapanuli Selatan.


Tema “Love Jakarta” merupakan arti perdamaian bagi kota jakarta. Dengan didasari oleh sebuah pemahaman bahwa perayaan Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus ke dunia sebagai wujud dari begitu besarnya kasih Allah akan dunia ini, dan anak- anak Tuhan di kota jakarta dengan semangat natal ini ingin mewujudkan cinta terhadap kota jakarta yang menjadi tempat tinggalnya cinta kotanya, cinta warganya, cinta pemerintahnya.”Dalam acara nanti, kami juga akan mengangkat budaya Papua. Makanya dalam ibadah nanti, akan dilayani oleh hambaTuhan dari Papua. Jadi kami akan membawa damai Jakarta dengan Papua,” tutur Pdt. Yohanes Tompudung.
Sedangkan Pdt. Shephard Supit yang dikenal sukses sebagai penggagas sekaligus penyelenggara Paskah Nasional, berharap, ke depan acara JC Festival ini dapat menjadi agenda tahunan.“Ini penyelenggaraan pertama kalinya diadakan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) DKI Jakarta bekerjasama dengan Bimas Kristen, Pemprov DKI Jakarta, dan Kantor Wilayah DKI Jakarta Kementerian Agama. Kemarin kami (panitia) sudah menemui Gubernur DKI, Anis Baswedan. Berharap Pak Gubernur dapat hadir dalam acara JC Festival ini,” ujar Pdt. Shepharad Supit dalam konferensi pers pada Rabu (4/12/2019) di Kantor Wilayah DKI Jakarta Kementerian Agama.
Lisa Mulyati, Pembimas Kristen DKI Jakarta, mendukung dan mengapresiasi JC Festival ini. “Saya rasa Natal kali ini tidak hanya dirasakan sukacitanya oleh umat Kristiani saja, tetapi juga semua warga Jakarta. Makna perayaan Natal bisa juga dirasakan semua kalangan apalagi di acara ini mereka bisa membeli sembako murah,” ucap Lisa.
Acara bazaar pada JC Festival ini dipersembahkan kepada semua warga DKI Jakarta tanpa melihat latar belakang agamanya. Jadi bukan hanya umat Kristiani yang boleh membeli barang murah di bazaar ini, tetapi juga umat yang lain. SM

Natal & Tahun Baru 2020 Majalah NARWASTU Bersama Tokoh Kristiani Diadakan Awal Januari 2020

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos.

JAKARTA,Victoriousnews.com Seperti tahun-tahun lalu, pada 10 Januari 2020 ini Keluarga Besar Majalah NARWASTU akan kembali menggelar ibadah syukur Natal dan Tahun Baru 2020 bersama para pemuka Kristiani, tokoh-tokoh nasionalis, mitra dan para pembacanya. Acara ini akan diadakan di Graha Bethel Lantai 3, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, dengan pengkhotbah tokoh gereja aras nasional yang juga Pembina Majalah NARWASTU, Pdt. DR. Nus Reimas. Acara ini pun akan kembali diramaikan dengan Paduan Suara Kasih Anugerah dan sejumlah sahabat NARWASTU.
Dalam pernyataan persnya baru-baru ini, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos mengatakan, acara ini selain digelar untuk berdoa bersama dengan para tokoh, mitra dan pembaca NARWASTU, juga di acara ini akan diberi penghargaan bagi “21 Tokoh Kristiani 2019 Pilihan Majalah NARWASTU.” Ke-21 tokoh ini dinilai merupakan sosok yang mampu menginspirasi, mampu memotivasi, Pancasilais, peduli pada persoalan masyarakat dan pernah dipublikasikan Majalah NARWASTU. “Tokoh yang terpilih ini tentu yang pernah tampil di NARWASTU, dan ini kami seleksi atau pilih dari sekitar 100 orang tokoh Kristiani,” tukas Jonro Munthe yang merupakan peraih award sebagai “Jurnalis Muda Motivator 2009 Pilihan Majelis Pers Indonesia (MPI)” dan lulusan IISIP (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jakarta serta alumni Lembaga Pendidikan Pers Doktor Soetomo, Jakarta ini. LK

Family Gathering GBI Vifa Robinson di The Spring of Living water Cisarua

CISARUA, Victoriousnews.com-Dengan mengusung tema “Kebersamaan Dalam Kasih”, GBI Victorious Family Apartemen Robinson, menggelar acara Family Gathering di The Spring of Living Water Cisarua, Bogor, Jawa Barat (Sabtu, 9/11).


Acara bernuansa kekeluargaan ini bertujuan agar sesama jemaat dengan pengerja tercipta kebersamaan yang makin erat. Kebersamaan dalam kasih dan mesra ini ibarat satu keluarga yang utuh dalam Kristus. Kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk dukungan untuk mewujudkan visi Gereja Victorious Family yaitu Menjadi Seperti Yesus Melalui Keluarga Berkemenangan Yang Memberi Dampak.


Melalui acara ini pengerja GBI Victorious Family Apartemen Robinson, berharap, agar sesama jemaat dengan pengerja bisa menjadi keluarga yang berkemenangan di dalam Kristus Yesus.
Meski perjalanan dengan Bis dari Apartemen Robinson menuju The Spring of Living Water Cisarua memakan waktu selama 7 Jam akibat macet parah, namun acara yang diikuti 150 peserta (jemaat dan pengerja) ini berjalan lancar dan sukses. Peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti acara family gathering tersebut.
Setibanya di lokasi seluruh peserta langsung disambut dengan makan siang. Setelah itu baru acara kegiatan dimulai yang dipimpin oleh panitia. “Pertama-tama kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus, sehingga kita tiba dengan selamat dan acara berjalan baik. Saya juga berterimakasih kepada Gembala Sidang, Seluruh Panitia, para sponsor yang mendukung dan kepada seluruh peserta yang sudah mengambil bagian,” tutur Ps. Afu selaku YMGS GBI Victorious Family Apartemen Robinson dalam kata sambutannya.
Sebagai bentuk kebersamaan, dilanjutkan dengan acara games menarik, seru dan menciptakan kebersamaan seluruh jemaat dan pengerja. yang diikuti seluruh jemaat dan panitia.. Tak pelak, suasana sukacita, senang, ceria, dan penuh dengan canda tawa dirasakan oleh seluruh peserta, hingga tak terasa waktu sudah sore.
Pada akhirnya, kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada peserta yang berhasil memenangkan game. Disusul dengan sesi foto bersama, serta diakhiri dengan doa penutup oleh Tim Pendoa. FAT/ SM

 

 

 

 

Tokoh Muslim Moderat, Dr. Alwi Shihab dan Istri Alm. Gus Dur (Sinta Nuriyah Wahid) Hadiri Puncak Acara HUT Emas GYK dari OSZA di Balai Sarbini

Cendekiawan Muslim Moderat, Dr. Alwi Shihab dan Istri Alm Gus Dur (no 5 & 6 dari kiri) menghadiri Puncak HUT Emas GYK OSZA.

JAKARTA, Victoriousnews.com,- “Bangkit dan Bersinar”. Demikian judul buku yang diluncurkan sekaligus menandai puncak perayaan HUT EMAS (50 tahun) Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (GYK dari OSZA) di Indonesia yang digelar di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jl Jend Sudirman-, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10) 2019.
Dalam perayaan HUT Emas yang menampilkan acara menarik dengan konsep “Malam Pagelaran Opera Budaya Nusantara” terasa sangat istimewa. Karena, selain dihadiri oleh Elder David F Evans (Presiden GYK OSZA area Asia), Elder Djarot Subiantoro (Dewan Area 70 Indonesia), Erwin Dumalang, Agus Suparmanto (Pasak Jakarta-Jawa Barat), Sugiyanto (penyusun buku 50 tahun GYK OSZA), juga dihadiri oleh tokoh Muslim moderat, yakni: Dr. Alwi Shihab serta Istri Alm. Gus Dur (Sinta Nuriyah Wahid).

Puncak HUT ke 50 GYK OSZA tampilkan pagelaran opera budaya nusantara

Elder Djarot Subiantoro, dari area 70 Indonesia, menjelaskan Tema HUT Ke-50 GYK dari OSZA adalah “Bangkit dan Bersinar”. Menurut Elder Djarot, sebagai pengikut Kristus, Jemaat GYK dari OSZA senantiasa berusaha mengamalkan dua perintah utama yang tercantum dalam Matius 22:36-39, yakni untuk mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama manusia, dan Yohanes 14:15 yaitu bila mengasihi Tuhan, kita akan menuruti segala perintah-Nya.
“Hal ini selaras dan konsisten dengan doa dedikasi di Tanah Indonesia 50 tahun yang lalu, dengan visi, pelayanan dan kehidupan kami selagi berusaha menjadi orang-orang suci di zaman akhir.Dan diharapkan dapat bangkit dan bersinar sebagai sebuah keluarga dan komunitas, dijadikan makmur, diberkati sehingga menjadi produktif. Pekerjaan tersebut akan lah tidak mudah, namun akan berhasil karena ini adalah pekerjaan Allah,” tukas Djarot menambahkan bahwa GYK OSZA ini berada di Indonesia sejak 1969 dan didirikan di Amerika Serikat sejak April 1830.
Sementara itu, Penyusun Buku “Bangkit dan Bersinar 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia”, Sugiyanto, menjelaskan bahwa isi buku ni adalah semi antologi. Yaitu gabungan antara kumpulan mengenai pesan penting dan berita kegiatan di lapangan dalam rangka merealisasikan program kerja, atau konkretnya adalah Injil dalam Tindakan.

Ka-ki: Sugiyanto (Penyusun Buku Bangkit & Bersinar), Elder Djarot Subiantoro, dan Elder David F Evans

Lanjut Sugiyanto, isi buku ini mengandung pesan-pesan berharga dari para pemimpin yang maknanya tidak lekang oleh waktu. Selain merupakan hasil penelusuran sumber-sumber internal, juga diperkaya dengan referensi dari buku, majalah, dan sumber daya lain yang dipilih. Dengan menelaah buku ini para pembaca diharapkan menjadi lebih bijak dalam menyikapi keberadaan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, yang bukan sebuah ancaman, alih-alih sebagai mitra dalam pembangunan kerohanian, keinsyafan, kesalehan dan peradaban unggul umat manusia.
Presiden Area Asia GYK OSZA, Elder David F.Evans, kepada wartawan yang bernaung dalam Perkumpulan Wartawan Media Kristiani (PERWAMKI), mengungkapkan, bahwa, dimanapun GYK OSZA berada, selalu berusaha menghormati norma dan hukum yang ada di Negara tersebut. “Kami ingin berbagi dan memberkati suatu bangsa dimana kami berada. Saat memperkenalkan keberadaan dan pengajaran gereja, kami (GYK OSZA) tidak pernah memaksakan untuk ikut, semua diserahkan kepada orang per orang sambil melakukan perbuatan kasih seperti 2 perintah injil (Matius 22:36-39),” papar Evans yang mengaku telah membawahi GYK OSZA di 21 negara.

Dalam sambutan tertulisnya, Cendekiawan Muslim, Dr Alwi Shihab, menyampaikan, 50 tahun perjalanan Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa keberagaman terawat dengan baik di Indonesia.
“Telah 50 tahun, Gereja Yesus Kristus Dari OSZA tumbuh dan berkontribusi aktif dalam berbagai sektor kemanusiaan, bergotong royong dan bahu membahu dengan masyarakat dalam berbagai bidang, salah satunya kepedulian terhadap penanganan kebencanaan alam,” ujarnya.
Lanjut Alwi,  satu hal keunikan Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia saat ini, namun banyak komunitas beragama lain yang juga hidup dan berkembang, bahkan, sebagian besar agama dunia hidup berdampingan dalam persahabatan dan kedamaian sepanjang waktu.
Alwi mencontohkan LDS Charities yang dimiliki oleh GYK dari OSZA, telah 50 tahun di Indonesia, menempatkan keluarga sebagai unit utama kehidupan dalam rangka mencapai kedamaian peradaban yang lebih luas. “Dengan kata lain, kita harus menciptakan dalam diri kita perasaan bahwa ada banyak jalan menuju Tuhan, bahwa orang-orang dari setiap jalan dijamin dalam hubungan khusus dengan Tuhan: masing-masing dipilih, tidak hanya untuk misi tetapi juga untuk cinta khusus,” imbuhnya.
Ketiga agama yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam itu, menurut Alwi, seperti saudara kandung dalam keluarga yang sehat.
“Kita mungkin memiliki perbedaan dan persaingan yang besar, tetapi pada akhirnya kita harus berusaha untuk saling melindungi dari bahaya dan nasib buruk. Kita harus mencoba bersatu untuk memperbaiki dunia di sekitar kita, sebagai wujud peran serta dan kontribusi yang tidak bisa dinilai dari besar kecil bentuknya melainkan dari kemurnian dan keikhlasan hati,” ungkapnya.
Alwi juga mengucapkan selamat berulang tahun yang ke-50 Gereja Yesus Kristus dari OSZA, dengan harapan terus berperan serta dan berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.
“Mari kita hadirkan senyum Ibu pertiwi atas terwujudnya keharmonisan, ketoleransian, dan kerukunan beragama sebagai wujud karunia dan anugerah Ilahi yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia,” tandasnya.
Mewakili Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom, MTh, mengucapkan selamat HUT ke-50 dan Peluncuran Buku 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia.“Saya mengapresiasi pelayanan Gereja OSZA di Indonesia yang selalu tanggap dalam berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Hal ini memperlihatkan komitmen Gereja OSZA dalam aksi-aksi kemanusiaan, sebagai wujud pewartaan kabar baik di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia di tengah krisis yang dihadapinya,” ujar Gomar.SM

Persekutuan Hamba Tuhan Kawanua (PAKATUAN) Rayakan HUT Provinsi Sulut ke 55 & Doa Bersama Untuk Ambon dan Papua

Para hamba Tuhan yang tergabung dalam PAKATUAN berpose bersama usai ibadah

JAKARTA, Victoriounews.com, Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Utara ke-55 yang jatuh pada tanggal 23 September 2019 lalu, Persekutuan Hamba Tuhan Kawanua (PAKATUAN) wilayah Jakarta dan sekitarnya menggelar ibadah dan doa syukur di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Ekklesia Jl. Kayu Mas Timur No. 7 Pulo Gadung Jakarta Timur (Minggu, 29/9 2019). Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 Wib ini dihadiri sekitar 100 orang  hamba Tuhan.  Tampak hadir dalam acara tersebut adalah Pdt. Dr. Alma Shepard Supit (salah satu ketua PGI), Pdt. Dantje Wulur, MA Pendeta (Gembala GPdI Ekklesia/ mantan Sekretaris Umum PGPI),  Prof. Dr. dr. James Tangkudung, Sport.Med., M.Pd, (Guru Besar Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta UNJ), Ompu Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Dr. Jooner Ramber, SE., MM yang juga tokoh adat Tapanuli Selatan, sejumlah hamba Tuhan dari KGPM serta mantan gangster Amerika, Michael Howard.

Pdt. Dr. Shephard Supit dalam kotbah singkatnya mengutip ayat Alkitab yang terambil dalam Kisah Para Rasul 10:1-4.  Ayat ini mengisahkan tentang  seorang Perwira pasukan Italia bernama Kornelius yang takut akan Tuhan. “Setidaknya ada 3 alasan mengapa Tuhan menjawab doa Kornelius. Pertama, karena dia Saleh (ayat 2). Kedua, Karena takut akan Tuhan  dan tekun berdoa (ayat 2b). Ketiga, Banyak memberi kepada orang lain (Ayat 4).  Begitu juga dalam kehidupan kita sebagai umat Kristiani, jika kita  mengikuti teladan Kornelius, maka Tuhan pasti mencurahkan berkat yang luar biasa,” ungkap Pdt. Shephard Supit. Dalam pertemuan tersebut, Prof. James Tangkudung mengajak para hamba Tuhan agar saling peduli dan mendoakan. Prof Tangkudung juga sharing firman Tuhan yang terambil dalam kitab Hosea 6: 1-4.

Ki-ka: Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe (Raja Tapanuli Selatan) & Margianto (Ketua Perwamki) usai acara Ibadah syukur Pakatuan, (Minggu 29/9) di GPdI Ekklesia, Kayumas Timur, Jaktim

Dr. Jooner Rambe, Raja Kristen Tapsel Yang Diberi Karunia Kesembuhan Begitu pula Dr. Jooner Ramber, SE., MM yang dipercayakan sebagai Ompu Daulat Raja Agung Panuturi Hasadadon Tapanuli Selatan menyampaikan kesaksiannya luar biasa. Daulat Raja Agung Panuturi, Dr. Jonner Rambe, SE merupakan Raja Tano Tombangan (Tantom), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapatkan gelar tertinggi dalam kerajaan, dan resmi menyandang gelar baru, Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe dalam sebuah acara silaturahmi raja-raja se Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di Istana Hasadaon ; Kota Tua, Kecamatan Angkola Tantom

Daulat Raja Agung Panuturi Rambe diangkat menjadi baginda di Tantom adalah atas dasar musyawarah raja-raja, hatobangan, tokoh agama, masyarakat, pemangku adat kepala desa se-Tantom untuk kemudian dirinya mendapat pengakuan dari sejumlah sultan dan raja di Nusantara.

Dikatakannya bahwa penabalan dirinya menjadi baginda di Tantom yakni pada tanggal 29 Desember 2009 lalu yang dilaksanakan dalam sebuah acara adat di Istana Hasadaon. Acara penobatan mereka ini diadakan dengan suatu pesta besar mulai tgl 27 s/d 29 Desember 2009, dihadiri oleh 3000 orang masyarakat TapSel, yang terdiri dari 48 marga sebagai Mora atau Hula-Hula. Disamping itu pesta ini dihadiri juga oleh Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Harajaon, Raja-Raja tapanuli Selatan, Alim Ulama dan Undangan lainnya.

  Pesta ini berlangsung secara meriah sekali siang malam, karena ditampilkan juga Gondang sebangunan Tapanuli Utara dan Uning-Uningan Tradisional Tapsel. Selain itu, kepada raja-raja se Tabagsel ini bahwa dirinya juga sudah mendapatkan pengakuan sekaligus juga menjadi anggota dari Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan (AKKI) sesuai dengan surat keputusan No.057/S.Kep-AKKI/2010 tertanggal 17 Mei 2010 lalu yang ditandatangani Presiden AKKI, Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin yang juga Sultan Palembang.

Daulat Raja Agung Panuturi Rambe dan istrinya, Dra. Carolina Lumban Tobing gelar Ratu Namora Hasayangan, merupakan putra daerah Tantom yang sejak SMP sudah meningalkan Tantom untuk bekerja dan kuliah di Jakarta dan saat ini memiliki 5 perusahaan di Jakarta mengatakan, bahwa keinginannya kembali ke kampung halaman adalah dikarenakan banyak perantau yang tidak tahu lagi Batak Angkola. Hal inilah yang menuntutnya perlu dikembangkan, agar batak perantau tidak sampai kehilangan identitas sebagai suku batak.

    Selain menjadi anggota AKKI, Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe juga sudah mendapatkan pengakuan dari dari Sutan Kumala Pulungan gelar Raja Panusunan Bulung Adat Luat Sayur Matinggi dari Bagas Godang Sayur Matinggi. Sebulan Setelah penobatan itu, kabar berita tersebar di seantero Nusantara, sehingga Keraton Surakarta Hadiningrat Solo, Kanjeng Gusti Puger, dan sultan Pagarruyung Padang mengundang Baginda Agung Panuturi hasadaon dan ratu Namora Hasayangan ini untuk berkunjung ke istana mereka sekitar bulan April 2010. “Dalam pelayanan saya sebagai seorang raja, belajar untuk menerapkan kasih seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Semua masyarakat saya perlakukan sama. Meski di Tapsel itu 90 persen beragama Muslim, namun puji Tuhan saya sebagai raja beragama Kristen sangat dihormati oleh mereka, termasuk para ulama. Puji Tuhan, saya diberi Tuhan karunia kesembuhan, datanglah orang yang buta kepada saya. Kemudian saya hanya jamah dan sembuh seketika. Berita ini terdengar dan menyebar di seluruh Tapsel, mereka yang sakit pun antri di istana. Ada yang gila, ada yang lumpuh pun sembuh. Semua itu adalah pertolongan Tuhan Yesus. Melihat hal itu, raja-raja lain pun tampak cemburu, dikira saya ‘sakti’, dan ingin meracun saya melalui minuman yang diberikan. Pernah beberapa kai, saya disajikan minuman, justru gelasnya meledak sebelum saya minum. Ini adalah pertolongan dan perlindungan Tuhan,” ujar Raja Jooner Rambe dalam kesaksiannya.

Pdt. Dantje Wulur (Gembala GPdI Ekklesia Kayumas Timur/Ketua Forkop Tomas)

     Sedangkan Ketua FORKOP TOMAS, Pdt. Dantje Wulur, MA, mengungkapkan bahwa FORKOP TOMAS adalah Forum Komuniksi Pendeta asal Tompaso Baru dan Maesaan Minahasa Selatan Sulawesi Utara, yang berada di Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek.  Menurut Dantje, saat ini Forkop Tomas beranggotakan 100 orang gembala lebih, bahkan ada yang berasal dari satu desa, seperti Desa Sion, ada 50 orang lebih anggota dari sana. “Keanggotaan Forkop Tomas berasal dari berbagai latarbelakang denominasi gereja, dan tidak hanya gembala sidang, ataupun pendeta, tetapi juga ada berhimpun para evangelis, dosen, dan penatua. Saya sendiri belum lama menjabat Ketua Forkop Tomas. Dalam kepengurusan saya  sudah dua tahun berjalan dan meneruskan kepengurusan lama yang dipimpin Pdt. Mody Rumondor. Fokus kepengurusan saya saat ini, lebih kepada memperhatikan keluarga pendeta yang sakit, kedukaan bagi orangtua dikampung, dan pertukaran mimbar (memberi kesempatan anggota untuk berkhotbah digereja tempat anggota bekerja), juga aktivitas sosial, membina tahanan/narapidana, dan bantuan korban bencana,” tutur Pdt. Dantje Wulur (Gembala Sidang GPdI Jemaat Ekklesia Jl. Kayu Mas Timur No. 7 Pulo Gadung Jakarta Timur) yang menjadi tuan rumah Ibadah dan Doa Syukur HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-55.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan presentasi perdana rencana pagelaran rohani akbar “Jakarta Christmas Festival” disingkat JC Festival.  “Jakarta Christmas Festival” suatu event  tiga hari, yang akan diadakan di Lapangan Banteng pada 13-15 Desember 2019, dengan konsep dasar melakukan perayaan Natal secara terbuka dan bersifat kontekstual, direncanakan pelaksanaannya akan bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

Perwakilan panitia Martha dan Winny mempresentasikan, JC Festival akan mengangkat tema pada hari pertama: Papua Land’s Day; pada hari kedua adalah Love Jakarta. Dan pada hari ketiga adalah Philosophie of Indonesia. Rangkaian acara yang dipersiapkan oleh panitia saat ini, gambaranya adalah sebagai berikut : Sabda dan Nada, Papua Expo, Konser Amal, Kesenian Daerah, Galeri Foto, Pesta Kuliner, Aneka Lomba Dewasa dan Anak, Pasar Murah Sembako, Pemeriksaan Kesehatan, dan Bazar UMKM. “Untuk memperkuat kepanitiaan, kami akan mencari anak-anak muda yang bersedia untuk membantu kami dalam JC Festival mendatang,” ujar Martha kepada wartawan. SM

GBI Victorious Family Gelar Training Bagi Pengerja “The Basics Of Serving God”

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Guna membangkitkan serta memotivasi dalam melayani Tuhan, GBI Victorious Family penggembalaan Pdt. Abraham Conrad Supit menggelar pembekalan/ training “The Basics Of Serving God” (Sabtu, 7/9) di Apartemen Robinson.

Ki-ka: Ps. Abraham C Supit (Gembala GBI VIFA), Ps. Levina (wakil gembala 1), Ps. Monique Supit (Wakil Gembala 2), Ps. Levi Samudro dan Ps. Edward Supit usai acara training pengerja (Sabtu, 7/9)

Acara pembekalan dalam melayani Tuhan ini dihadiri sekitar 200 orang pengerja yang terhisap dalam pelayanan GBI Victorious Family (VIFA), tersebar di 8 cabang (Jakarta, Tangerang dan Bogor) yakni: VIFA Apartemen Robinson, Hotel Ciputra lt.6, Hotel Orchadz, Hotel Ozone PIK, Kelapa Gading, Ruko Mahkota Mas, Raden Saleh dan Tak Ek Tjoan Bogor.


Training The Basics Of Serving God ini digagas oleh wakil gembala II, Ps. Monique Supit serta menghadirkan dua pembicara, yakni Ps. Levi Samudro dan Ps. Edward Supit.

Ps. Levi Samudro ketika menyampaikan materi training

Senior Pastor GBI Victorious Family, Ps. Abraham C Supit menyambut baik dan tampak sukacita ketika menghadiri Training Basics of Serving God. ‘Sebagai gembala saya mengucapkan terimakasih kepada para leaders:, Pembina, YMGS, seluruh pengerja yang hadir saat ini. Terutama Ps.Monique yang telah menggagas acara ini dengan baik dan luar biasa. Walaupun persiapannya hanya 1 minggu, tapi luar biasa hasilnya saat ini bisa dihadiri seluruh cabang GBI Victorious family,” tukas Ps.Abraham Conrad Supit.


Dalam pemaparannya, Ps. Levi menyampaikan 2 judul materi: yakni “Melayani Tuhan Dengan Segenap Hati” dan “Melayani Sebagai Keluarga Allah”. “Sebagai pelayan Tuhan, kita harus melayani dengan segenap hati,” tutur Ps. Levi dengan mengutip ayat Alkitab, Matius 22: 37; Kolose 3: 23 ; dan Amsal 4:23.
Ps. Levi menegaskan jika kita tidak melayani dengan segenap hati, pasti maka kebalikannya pelayanan tersebut akan timbul dari hati yang sakit. “Ciri-ciri pelayanan yang berasal dari hati yang sakit adalah: Pertama, selalu mau bersaing supaya terlihat hebat untuk menunjukkan bahwa mereka berguna. Kedua, selalu membandingkan diri dan cemburu dengan orang lain. Ketiga, melayani supaya terlihat baik di mata manusia. Keempat, melayani untuk mendapatkan keinginannya, jika tidak mendapatkan akan tersinggung, marah dan memilih pelayanan. Kelima, tidak merasa aman dalam pelayanan. Nah, seharusnya kita wajib melayani seperti Tuhan Yesus mencontohkan hidupnya bagi kita ( 1 Yoh 2:6),” tutur Ps. Levi.
Selain itu, Ps. Levi menekankan dalam materinya, bahwa gereja adalah sebuah keluarga dengan melandasi firman Tuhan yang terambil dalam Efesus 2: 11; Roma 8: 15; Yoh 21: 5.


“Maksudnya sebagai keluarga adalah tentu, kita gereja itu seperti hubungan Bapa, Ibu dan Anak. Nah sebagai Bapa kita dalam gereja ini adalah gembala Ps.Abraham Supit. Kita semua disini adalah anak-anaknya yang bertugas membantu pelayanan Bapa,” urai Ps. Levi.

Menurut Ps. Levi, menjadi anak yang baik kita harus melakukan beberapa hal: pertama, menyadari bahwa memiliki ikatan khusus dengan Bapanya. Kedua, harus sehati sepikir, memiliki Rohnya sama dengan Bapanya. Ketiga, bersedia mendengar didikan bapanya. Keempat, memiliki kesetiaan. Kelima, mentaati Bapanya. Sedangkan sebaliknya menjadi Bapa yang baik, tentu saja harus menjadi teladan bagi anaknya, memperjuangkan anaknya supaya lebih maju, seorang Bapa harus mendoakan dan menjaga anaknya dari bahaya penyesat serta menginvestasikan waktu bagi anaknya,” papar Ps. Levi
Sementara Ps. Edward Supit menyampaikan materi berjudul “Admosphere”. Maksudnya, seorang pelayan Tuhan harus bisa menciptakan admosfer yang baik dalam pelayanan. “Misalnya, setiap pelayan atau volunteer bisa mengecek kebersihan toilet, ruang ibadah, kursi, lantai, mimbar serta seluruh peralatan (dekorasi/seating Layout) yang berkaitan dengan pelayanan ibadah,” ungkap Ps. Edward.
Menurut Ps. Edward, sebagai pelayan Tuhan, kita wajib membiasakan untuk senyum ketika memberi salam kepada jemaat atau sesama pengerja. Inilah yang namanya cark park ministry, karena jika kita tidak memberikan yang terbaik, jemaat akan menilai pelayanan kita kurang baik. “Coba sewaktu, kita melayani sebagai penerima tamu sambil cemberut, marah atau wajah kita tampak tak bersahabat, pasti minggu depan jemaat kita tidak akan datang lagi. Budayakan kita tersenyum, karena senyuman bisa membawa damai sejahtera ketika beribadah,” kata Ps.Edward.
Setelah mengikuti pembekalan, para pengerja juga mendapatkan gift tas bagi yang beruntung dan diundi berdasarkan formulir data yang telah dikumpulkan.
Para pengerja dari berbagai cabang tampak antusias dan tertib mengikuti training melayani Tuhan yang memakan waktu 5 jam lebih. “Kini saatnya saya akan membagikan sertifikat sebagai penghargaan kepada seluruh pelayan Tuhan yang hadir saat ini. Tentu mempersingkat waktu, saya akan panggil leader atau YMGSnya saja untuk maju ke depan mewakili pengerja masing-masing cabang,” papar Ps. Monique ketika memanggil para leaders dan meminta Ps. Abraham C Supit untuk menyerahkan sertifikat. Selamat Melayani Tuhan dengan segenap hati! SM.

Artis Senior Rima Melati Hadiri Ibadah PD Regatta sekaligus Merayakan HUT ke 85 Ibu Grace Affan Supit

5 bersaudara kakak beradik. Ki-ka: Pdt. Oke Supit, Ibu Grace, Ibu Conny, Bapak Andre, dan Pdt. Abraham C Supit

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Persekutuan Doa Reggata (PD Regatta) masih konsisten menggelar ibadah secara rutin (setiap hari Kamis malam). Dan tahun ini PD Regatta telah berusia 5 tahun. Demikian dikatakan oleh Ketua PD Regatta, Pdt. Oke F Supit dalam ibadah sekaligus merayakan HUT ke 85 Ibu Grace Affan Supit ( Kamis, 5/9).


Tampak hadir dalam ibadah tersebut adalah : Artis lawas Rima Melati, Ibu Conny Arya, Pdt. Oke Supit, Pdt. Abraham C Supit, Pdt. Feba Affan, Pdt. Ayub Vredrik,Pdt. Reo Panggabean dan para handaitaulan serta jemaat setia PD Reggata.

Artis kawakan Rima Melati (kedua dari kiri) tampak pose bersama dengan keluarga besar PD Regatta di Apartemen Regatta, Pluit Jakarta Utara

Pdt. Ramsir Talumepa dalam khotbahnya mengutip ayat alkitab yang terambil dalam Lukas 13: 22-30 dengan perikop ‘Siapa Yang Diselamatkan’. ” Sebagai umat Kristen, yang telah diselamatkan Tuhan Yesus, tentu kita juga harus menjadi terang dan garam bagi orang lain. Supaya banyak jiwa yang diselamatkan dan mengenal Yesus sebagai juruselamat,” pesan Pdt. Ramsir Talumepa dalam kotbahnya.

Pdt. Oke F Supit (Ketua PD Regatta)

Sementara itu, Ibu Grace yang berulang tahun tepat tanggal 4 September, tampak bersukacita ketika menyampaikan kesaksian didampingi Pdt. Feba Affan. “Puji Tuhan, bahwa saat ini Tuhan telah tambahkan umur setahun lagi. Dan saya masih sehat. Semuanya karena Tuhan sungguh baik dalam hidup saya,” tutur Ibu Grace.


Sedangkan Ibu Conny Arya juga sangat bersyukur kepada Tuhan, karena mujizatNya, disembuhkan dari sakit leukimia. “Puji Tuhan, saya sempat dirawat di sebuah Rumah Sakit di Singapura. Waktu itu saya divonis, sakit leukumia, dan saya hanya pasrah kepada Tuhan Yesus melalui doa. Saya juga berterimakasih karena banyak saudara dan sahabat yang mendoakan saya agar sembuh. Dan akhirnya mujizat terjadi, Tuhan sembuhkan saya. Puji Tuhan saya bisa ikut ibadah kembali di tempat ini,”papar Ibu Conny penuh syukur.
Di akhir acara, Pdt. Abraham C Supit memimpin doa berkat. Disusul dengan menyanyikan lagu Happy Bday serta tiup lilin merayakan HUT ke 85 Ibu Grace. SM

UPH Raih Peringkat 23 Nasional di Ranking UI GreenMetric 2018

Suasana taman UPH, Karawaci Tangerang

TANGERANG-BANTEN, Victoriousnews.com,-Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil menempati posisi ke-23 dari 66 universitas nasional serta posisi ke-451 dari 719 universitas dunia dalam ranking UI GreenMetric 2018, sistem ranking universitas yang diakui secara internasional yang berbasis kriteria-kriteria sustainability lingkungan. Kriteria penilaiannya mencakup Setting & Infrastructure (rasio dan jumlah lahan hijau di wilayah universitas), Energy & Climate Change (penggunaan energi secara efisien dan penggunaan energi terbarukan), Waste (pengolahan sampah), Water (pengolahan air), Transportation (penyediaan transportasi massal di kampus serta upaya lain untuk mengurangi polusi dari kendaraan), serta Education & Research (rasio dan jumlah mata kuliah dan organisasi mahasiswa yang berfokus pada pemeliharaan lingkungan).

Dari aspek Setting & Infrastructure,  serta pengelolaan sampah dan air, kampus UPH sudah dipersiapkan sejak awal berdirinya dan didukung infrastruktur di lingkungan Lippo Village, Karawaci, Tangerang. UPH mendesain kampus dengan konsep green campus, dimana area kampus didominasi oleh taman hijau dan rindang, menciptakan lingkungan yang aman dan sehat, serta kondusif untuk belajar begitu juga untuk beraktivitas.

Perencanaan penanaman pohon dan tanaman ini pun ditindaklanjuti dengan pemeliharaan rutin oleh tenaga outsource yang secara khusus merawat dan menjaga kebersihan taman setiap harinya. Pengelolaan sampah  di lingkungan kampus UPH diolah khusus menjadi kompos. Juga disediakan lahan untuk pembudidayaan tanaman, guna menghasilkan tanaman-tanaman baru yang  nantinya ditambahkan di lingkungan UPH, agar dapat semakin mewujudkan suasana kampus yang asri.

Selain perwujudan taman hijau, UPH juga secara rutin mengkampanyekan kampus yang bebas rokok. Setiap tahunnya, organisasi-organisasi mahasiswa bergabung untuk menyuarakan gerakan bebas rokok, yang selain menjaga lingkungan juga mewujudkan gaya hidup generasi muda yang lebih sehat.

Mahasiswa di UPH juga diajak untuk secara aktif peduli lingkungan melalui kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan semangat cinta lingkungan. Seperti project pengabdian masyarakat yang dikoordinasi departemen kemahasiswaan, diantaranya yang sudah dilakukan menanam 3.000 bibit pohon bakau di Pantai Marunda, Jakarta Utara. Mengadakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala (mahasiswa pencinta alam) yang rutin mengadakan kegiatan jelajah alam.

Bahkan dari segi transportasi, UPH mengatur infrastrukturnya sedemikian rupa sehingga tempat parkir, drop off, dan pick up di area luar kampus dan terintegrasi dengan akses menuju kampus, sehingga mahasiswa dapat menikmati kampus yang bebas polusi tanpa harus berjalan jauh setiap hari.

Para dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi juga aktif melakukan riset terkait lingkungan, seperti prodi Arsitektur, Bioteknologi, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Industri dan Biologi. Beberapa riset yang sudah dilakukan diantaranya manajemen  pengelolahan sampah, teknologi ramah lingkungan,  pemanfaatan solar cell, dan beberapa topik lainnya.

UPH terus meningkatkan aspek-aspek green campus, sebagai tanggung jawab kepada lingkungan sekaligus kepada masyarakat. Dengan demikian UPH  layak menjadi pilihan unggul bagi siswa yang mencari kampus yang kondusif untuk belajar, serta pilihan terbaik bagi orang tua untuk mengirim anak-anak mereka belajar di kampus aman dan sehat.

UI GreenMetric 2018 menyadari inisiatif UPH serta universitas-universitas lainnya untuk mendorong generasi muda lebih menyadari kepentingan menjaga kondisi bumi yang semakin lama semakin berbahaya. Posisi ke-23 nasional dan 451 sedunia ini mendorong UPH untuk terus berkembang dan lebih lagi fokus pada penyediaan ruang hijau, serta melakukan riset secara lebih mendalam di bidang pelestarian lingkungan, guna mewujudkan kampus yang sehat bagi seluruh mahasiswa dan publik. SM/MT

Pdt. Dr. Tony Mulia: Kita harus dilepaskan dari kutuk generasi

Pdt. Dr. Tony Mulia ketika menyampaikan seminar “Mematahkan & Memutuskan Kutuk Generasi”, Sabtu (24/8)

JAKARTA,Victoriousnews.com, “Berbicara mengenai memutuskan kutuk generasi ini, tidak ada dalam mata kuliah sekolah teologi. Tetapi hal ini sangat penting bagi kehidupan kita sebagai orang Kristen. Apakah benar kita sudah diputuskan dari kutuk generasi? Karena meskipun kita sudah bertobat, belum tentu kita sudah bebas dari kutuk generasi. Contohnya saya sudah bertahun-tahun sebagai pendeta, ternyata pernah mengidap sebuah penyakit aneh (bibir/wajah) bengkak dan lebam. Ketika dibawa ke RS, tidak ada penyakit dan tidak ada obatnya. Nah ketika saya belajar dari Rev. Morris Cerullo dan saya baca buku beliau, ternyata saya harus dilepaskan dari kutuk keturunan. Kalau melihat dari latar belakang keturunan Mah Oco saya (Buyut perempuan), Ng kong/ Ema (Opa/Oma). Nah Mah Oco saya dulu setiap malam jumat suka bersihkan kerisnya dikasih jeruk nipis disertai doa-doa kepada setan (mantra). Anehnya mantra yang dibacakan itu dashyat sekali, karena waktu itu banyak yang sakit dan sembuh. Nah, disadari atau tidak, bahwa setiap kita harus dari kutuk generasi, sebab bisa berimbas 1 sampai 4 generasi di atasnya. Puji Tuhan, setelah saya dilepaskan dari kutuk generasi itu, sejak tahun 2017, penyakit saya sampai sekarang tidak pernah kambuh lagi,” tutur Pdt. Dr. Tony Mulia ketika menyampaikan seminar bertema “Mematahkan dan Memutuskan Kutuk Generasi” di House of Worship GKB El-Bethel, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara (Sabtu, 24/8)


Menurut Hamba Tuhan yang menjadi ‘Anak Rohani’ dari Rev. Dr. Morris Cerullo, kita dapat lepas dari kutuk generasi tersebut, jika kita menuruti kehendak Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus sang juruselamat. “Ada banyak hal yang menyebabkan kita di bawah bayang-bayang hitam kutuk generasi. Misalnya:
• Mengakui dan menyembah dewa-dewa palsu termasuk mengultuskan sesuatu seperti New Age, uang, jimat-jimat, mantera, dan lain-lain.
• Terlibat dalam okultisme, termasuk astrologi, sihir, dukun, hipnotis, konsultasi ke paranormal, membaca garis tangan, pemanggilan arwah, dan lain-lain.
• Tidak menghormati dan menghina orangtua.
• Menindas dan berlaku tidak adil kepada yang lemah dan tidak berdaya.
• Percabulan, perzinahan, pedofilia, homoseks.
• Anti Israel dan bangsa Yahudi karena mereka adalah umat pilihan TUHAN.
• Memaksakan kebenaran diri sendiri.
• Kedagingan, hawa nafsu.
• Murtad, tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
• Pencurian: korupsi, suap, sogok.
• Sumpah palsu: berbohong di bawah sumpah.
• Mengambil hak dan milik TUHAN atau sumber lain yang menjadi milik TUHAN.
• Mengucapkan kata-kata negatif, umpatan, sumpah serapah, dan lain-lain.
• Ketakutan, kecemasan, kegelisahan, dan kekhawatiran yang berlebihan.
• Kalau dalam hidup kita atau dalam keluarga atau garis keturunan kita ada melakukan hal-hal seperti pada daftar di atas, maka kita sudah berada di bawah kutuk,” tandas Pdt. Tony.


Dalam pemaparannya, Pdt. Tony menjelaskan, bahwa, Alkitab mencatat ada sebanyak 230 kali kata kutuk (Ulangan 28:15-68) dan 410 kali kata berkat (Ulangan 28:1-14). Ini berarti bahwa Alkitab menunjukkan begitu banyak berkat diberikan kepada kita jika kita mau taat dan setia kepada TUHAN.“Berkat dan kutuk ibarat terang dan gelap. Dalam gelap kita tidak dapat melihat dan melakukan apapun. Begitu ada terang, maka kegelapan langsung lenyap. Demikian pula halnya dengan berkat. Begitu kita diberi berkat oleh TUHAN, maka kutuk langsung lenyap,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan mengenai angka 14.14.14. “ Angka tersebut menggambarkan tentang generasi. Di Alkitab ada 14 generasi dari Abraham sampai Daud, 14 generasi dari Daud-masa pembuangan, dan masa pembuangan sampai Yesus Kristus. Perhatikan, dari Abraham sampai Kristus ada 41 generasi. Dalam perjalanan kehidupannya ke-41 generasi sebelum Kristus tersebut, mereka menurunkan berkat sekaligus kutuk. Sebagai contoh, Abraham pernah tidak mengakui Sara sebagai istrinya, tetapi sebagai saudaranya supaya ia tidak dibunuh. Hal ini pun berulang terjadi kepada Ishak yang juga tidak mengakui Ribka sebagai istri untuk menyelematkan nyawanya. Kutuk Abraham turun kepada Ishak karena memanipulasi kebenaran TUHAN. Demikian pula dosa perzinahan yang diperbuat Daud menjadi kutuk bagi keturunannya dari Salomo hingga raja-raja Israel berikutnya.
Kutuk dari 41 generasi tersebut akhirnya semuanya ditanggung Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib. Salib menjadi simbol kutuk dosa dari 41 generasi tersebut dan generasi-generasi sebelumnya. Kristus memikul kutuk dosa seluruh umat manusia agar melalui kematian-Nya di kayu salib manusia berdosa yang terkutuk itu terbebaskan dari dosa kutuk. Salib Kristus berubah menjadi simbol keselamatan manusia dari hukuman kutuk dosa, sehingga bagi mereka yang menerima dan percaya kepada Kristus memperoleh berkat dari anugerah Bapa di Sorga.
Setelah generasi Kristus, generasi ke-42 belum terisi. Karena kita adalah pengikut Kristus, maka kitalah yang mengisinya sebagai generasi ke-42 yang menerima berkat,” papar Pdt Tony.

Pdt. Tony sedang mendoakan peserta

Tujuan dari seminar ini diadakan, selain mendeklarasikan kita bebas dari kutuk generasi melainkan lebih dari itu kita harus menjadi Kristen yang tidak hanya de jure, tetapi juga de facto. Artinya kita menjadi Kristen bukan sekadar pengakuan, tetapi juga nyata dalam perkataan dan perbuatan.


Di penghujung seminar, Pdt Tony Mulia mengundang peserta seminar maju ke depan untuk menerima pelepasan kutuk generasi dan didoakan. “Saya berharap setelah semua menerima pelepasan tersebut, kita harus bertobat dan menuruti apa yang dikehendaki Bapa kita, “ pungkasnya. SM