Tuti Wong Gandeng Jonathan Prawira Luncurkan Album Perdana

Tuti Wong Gandeng Jonathan Prawira Luncurkan Album Perdana

JAKARTA, VictoriousNews.com — Tuti Wong menggandeng Ps Jonathan Prawira menluncurkan Album Perdananya yang terbaru: Kasih Karunia-Mu Cukup Bagiku. Album ini menjadi kesaksian hidupnya bahwa Tuhan selalu campur tangan dalam kehidupannya. Album Perdana bertajuk ‘Doa-Iman-Mukjizat’ karya Ps Jonathan Prawira ini diluncurkan di Toko Buku Immanuel, Jakarta Pusat, Sabtu (29/02/2020). Read More

Maria Pratiwi, Guru Sekaligus Pemain Harpa Indonesia Yang Cinta Tuhan!

Maria Pratiwi usai tampil di Gedung City Walk Gajahmada (Sabtu, 14/12)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Bagi anda pecinta musik klasik pasti sudah tidak asing lagi dengan alat musik yang bernama Harpa. Harpa adalah sebuah alat musik petik yang bentuknya menarik dan memikat hati. Apalagi ketika jari jemari sang professional menari-nari serta piawai memainkan dawai Harpa, pasti petikannya akan terdengar sangat merdu dan indah. Bahkan saking merdunya alat musik harpa, kerap digambarkan sebagai “Alat Musik Surga” atau alat musik para malaikat.


Meski langka dan unik, namun di Indonesia kini memiliki pemain Harpa wanita yang hebat bernama Maria Pratiwi. Maria Pratiwi adalah harpis Indonesia pertama yang meraih gelar Master of Music di bidang Harp Performance. Ia juga menjadi orang Asia pertama yang memenangkan kompetisi di The Great Hall London, bermain concerto diiringi Goldsmiths Sinfonia di The Great Hall London 2012. Bahkan, menurut data dari berbagai sumber, sebagai musisi Harpa,Maria juga pernah tampil di depan sejumlah presiden Indonesia, seperti: Megawati, B.J Habibie, dan Susilo Bambang Yudhoyono.


Kenapa menyukai musik harpa? “Pertama, karena suara yang dihasilkan musik Harpa itu Angelik atau seperti alat musik surgawi yang menghasilkan suara khas dan indah. Kedua, karena bentuknya menarik. Ketiga, karena saya dapat jatuh hati dengan musik Harpa. Meski dulu saya juga suka main piano, biola dan gitar. Tapi justru jatuh cintanya sama harpa. Tuhan telah memberikan talenta, ya semuanya aku kembalikan kepada Tuhan. Alat musik harpa itu suaranya bisa meneduhkan,” tutur Maria Pratiwi yang ditemui usai acara “Happiness A Holiday Concert” di City Walk GajahMada, Sabtu (14/12).
Guna mengembangkan talenta dalam bermain Harpa sekaligus mencari generasi penerus Harpis Indonesia, Maria pun menggagas Maria Pratiwi Harp Ensamble yang setiap tahun selalu mengadakan dua konser resmi. Pertama, konser Natal dan konser rumah. Kemudian pada 2018 Maria mendirikan Maria Pratiwi Harp School. Ini adalah sekolah khusus untuk mendidik dan mengajar para pemain harpa binaannya. Sekolah ini memiliki kurikulum sendiri dengan standar internasional dengan ujian internasional. “Kalau performance yang tadi itu jujur, murid-murid saya banyak yang baru belajar dan hanya mempersembahkan 2 lagu. Biasanya bawain 8 sd 10 lagu. Terus kita mainnya bareng orchestra dan anak-anak. Tapi puji Tuhan semuanya lancar dan happy,” kata Maria dengan semangat.
Bagaimana memaknai Natal? “Bagi aku sendiri Natal itu pastinya perubahan karakter dalam hidup. Dimana kita harus belajar untuk mengubah karakter yang dulunya gelap, terus berubah menjadi terang. Jadi Natal itu suatu momen yang bahagia, berkumpul dengan keluarga, setelah setahun bekerja. Kita bisa berkumpul bersama, dan musik-musik natal pasti bisa membuat hati yang sukacita bersama keluarga,” tandas Maria penuh sukacita. SM

Ibadah Syukur Program GoodNews Episode ke 500 & Peluncuran Buku Love Revolution

Ps. Daniel Hendrata & Ps. Debby Catharina

JAKARTA, Victoriousnews.com,- Program tayangan talk show rohani Kristen “GoodNews” (GN) telah mengudara sejak 17 September 2005 di layar televisi. Puji Tuhan, pada hari Kamis (17/10/2019), GoodNews program memasuki episode ke-500 yang ditayangkan live recording di STOREHOUSE, The Bellezza Shopping Arcade lantai 1 Nomor 115- 118 Permata Hijau, Jakarta Selatan. Dalam episode istimewa ini menghadirkan narasumber sekaligus pendiri program tersebut yakni: Ps. Daniel Hendrata dan sang isteri Ps.Debby Catharina.
Dalam episode 500 program goodnews juga ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Love Revolution” karya Ps. Daniel dan Ps Debby yang juga sebagai chairman dan co-founders dari Anugrah Ministries (www.anugrah.net), dan lead pastors dari Anugrah Church.

Momen istimewa, tiup lilin dan potong kue

Ps.Daniel Hendrata dan Ps. Debby Catharina adalah pasangan suami istri yang telah mendedikasikan hidupnya sebagai pelayan penuh waktu, yakni menggembalakan di Anugrah Ministries, dan Anugrah Church.
Ps Daniel dan Debby menikah pada 7 Februari 1998, dan dikaruniai dua orang anak bernama Angeline Catharina Hendrata, dan James Richard Hendrata.

Ki-ka: Ps.Daniel, Edward Chen dan istri, Ps. Debby Catharina

Tepatnya, pada 11 Maret 2018, mereka resmi menjadi gembala dari Gereja Anugrah. Komitmen dan arah pelayanan suami-istri pendeta ini, ialah keselamatan, keluarga, dan pembentukan karakter.

Ps Daniel dan Ps Debby meyakini, bahwa keluarga mempunyai arti yang penting dalam kehidupan, bahkan dalam suatu masyarakat atau negara. Oleh karena itu, selain berkotbah secara umum, mereka juga banyak melakukan seminar, KKR, maupun pelayanan yang lebih spesifik menjangkau keluarga.

Setelah sukses menuliskan buku Guard Your Family, yang habis terjual hingga memasuki cetakan keempat, ‘Love Revolution’ merupakan buku lanjutan dari Guard Your Family persembahan dari Ps Daniel Hendrata dan
Ps Debby Catharina.

Buku interaktif ini mengajarkan tentang arti hidup yang sejati, bagaimana tidak menyerah sampai Love Revolution terjadi dalam keluarga kita, mengenali Waktu dan Musim dalam kehidupan kita, juga Millennial Parenting.

Ps. Daniel dan Ps.Debby, membuat buku Love Revolution, berangkat dari pengalaman mereka menghadapi masalah sejak memulai keluarga, mengurus anak, pindah dari Surabaya ke Jakarta, dan membentuk tim kerja Love Revolution, untuk memproduksi Goodnews.

“Cinta membutuhkan pengorbanan. Istri masa muda, beda dengan istri muda. Sebagai Kristen, istri kita adalah istri masa muda” tukas Ps. Daniel.

Acara syukuran ini dipandu oleh host Marsya Mannopo dan Shinta Rosari serta dimeriahkan oleh penyanyi mandarin pasangan suami istri, yakni Edward Chen dan Istri. SM

Artis Senior Rima Melati Hadiri Ibadah PD Regatta sekaligus Merayakan HUT ke 85 Ibu Grace Affan Supit

5 bersaudara kakak beradik. Ki-ka: Pdt. Oke Supit, Ibu Grace, Ibu Conny, Bapak Andre, dan Pdt. Abraham C Supit

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Persekutuan Doa Reggata (PD Regatta) masih konsisten menggelar ibadah secara rutin (setiap hari Kamis malam). Dan tahun ini PD Regatta telah berusia 5 tahun. Demikian dikatakan oleh Ketua PD Regatta, Pdt. Oke F Supit dalam ibadah sekaligus merayakan HUT ke 85 Ibu Grace Affan Supit ( Kamis, 5/9).


Tampak hadir dalam ibadah tersebut adalah : Artis lawas Rima Melati, Ibu Conny Arya, Pdt. Oke Supit, Pdt. Abraham C Supit, Pdt. Feba Affan, Pdt. Ayub Vredrik,Pdt. Reo Panggabean dan para handaitaulan serta jemaat setia PD Reggata.

Artis kawakan Rima Melati (kedua dari kiri) tampak pose bersama dengan keluarga besar PD Regatta di Apartemen Regatta, Pluit Jakarta Utara

Pdt. Ramsir Talumepa dalam khotbahnya mengutip ayat alkitab yang terambil dalam Lukas 13: 22-30 dengan perikop ‘Siapa Yang Diselamatkan’. ” Sebagai umat Kristen, yang telah diselamatkan Tuhan Yesus, tentu kita juga harus menjadi terang dan garam bagi orang lain. Supaya banyak jiwa yang diselamatkan dan mengenal Yesus sebagai juruselamat,” pesan Pdt. Ramsir Talumepa dalam kotbahnya.

Pdt. Oke F Supit (Ketua PD Regatta)

Sementara itu, Ibu Grace yang berulang tahun tepat tanggal 4 September, tampak bersukacita ketika menyampaikan kesaksian didampingi Pdt. Feba Affan. “Puji Tuhan, bahwa saat ini Tuhan telah tambahkan umur setahun lagi. Dan saya masih sehat. Semuanya karena Tuhan sungguh baik dalam hidup saya,” tutur Ibu Grace.


Sedangkan Ibu Conny Arya juga sangat bersyukur kepada Tuhan, karena mujizatNya, disembuhkan dari sakit leukimia. “Puji Tuhan, saya sempat dirawat di sebuah Rumah Sakit di Singapura. Waktu itu saya divonis, sakit leukumia, dan saya hanya pasrah kepada Tuhan Yesus melalui doa. Saya juga berterimakasih karena banyak saudara dan sahabat yang mendoakan saya agar sembuh. Dan akhirnya mujizat terjadi, Tuhan sembuhkan saya. Puji Tuhan saya bisa ikut ibadah kembali di tempat ini,”papar Ibu Conny penuh syukur.
Di akhir acara, Pdt. Abraham C Supit memimpin doa berkat. Disusul dengan menyanyikan lagu Happy Bday serta tiup lilin merayakan HUT ke 85 Ibu Grace. SM

EDDY CHANDRA, Mantan Aktor Film, Kini Jadi Pelukis Yang Takut Akan Tuhan

Eddy Chandra dan hasil karya lukisannya

Jakarta,Victoriousnews.com,- Nama Eddy Chandra sebenarnya bukan orang baru dalam kancah perfilman  nasional. Namun karena perannya kerap berganti-ganti profesi, sehingga sulit sekali orang mengenalnya. Mungkin inilah salah satu kelebihan dari 4 sang aktor yang sudah membintangi 27 judul film nasional.  Pria yang pernah membintangi  sinetron “Keluarga Rahmat” ini masih saja bersemangat dalam melukis. Ternyata sang aktor ini mempunyai profesi ganda. la tidak saja pandai berakting di depan kamera tapi pandai juga melukis. “Profesi saya yang sebenarnya memang pelukis. Tapi tak menutup kemungkinan untuk terjun ke dunia film,” Ujar Eddy.

Menurutnya, sebelum terlibat dalam film nasional, Eddy mengawalinya dengan melukis. Banyak orang-orang film yang dikenalnya cuma karena lukisannya. Karena seringnya berhadapan dengan orang-orang film akhirnya ia diajak untuk main film. Pertama agak risih  juga. Biasa pegang kuas dan kanvas lalu akting di depan kamera. Apalagi film pertamanya ia harus berperan sebagai komandan polisi dengan pangkat mayor. Namun berkat saran dari teman-temannya terutama sang sutradara akhinya  ia dinyatakan berhasil melakoninya. “Pertama kali saya main film judulnya Tantangan Alam Semesta,” tukasnya.

Setelah itu ia keterusan main film hingga membintangi 27 film. ‘ Menjadi pemain film ada kebahagiaan sendiri buat Eddy. Ia menilai dan segi seni, bukan materi. “Kalau saya main film cuma karena materi, wah  enggak mungkin seperti ini hidup saya. Apa yang diharapkan dan dunia film. ltulah sebabnya saya tidak pernah minta peran. Tapi diberi peran oleh sutradara. Peran-peran yang sangat terkesan buat pelukis ini adalah film’ “Kuburan Angker”, “Gadis Diatas Roda”, “Bisikan Setan”, “Sentuhan Rumput Bergoyang”, dan masih banyak lagi.

Pria kelahiran  Jakarta 17 Januari 1942 ini memulai karir sebagai pelukis sejak kecil.  “Saya pernah diajari melukis oleh pelukis terkenal Siaw Tek Kwi alias Otoswatika. Beliau adalah pelukis cerita dan  komik jin Kwi, orangnya sangat baik dan terkenal sekali saat itu.  ‘ Kemudian saya mulai ikut pameran lukisan tahun 1982 yang diresmikan oleh Gubernur DKI Tjokropranolo”. “Semuanya karena Tuhan itu baik. Kalau bukan karena Tuhan,  saya tidak ada apa-apanya. Pak Supit pernah nasehati saya, ‘ Ed, kalau kita beserta dengan Tuhan, tanah itu bisa berubah jadi emas. Lukisan kita walaupun tidak terlalu bagus, bisa laku. Biar lukisan bagus kayak apapun,jika tidak disertai Tuhan, maka tidak bisa laku. Hal itulah yang saya terapkan sampai sekarang,” tutur Eddy yang hidupnya saat ini senantiasa mengandalkan Tuhan Yesus.

Meski usianya sudah tidak muda lagi, tetapi Eddy masih semangat dalam melukis dan berkarya. “Sebelum saya melakukan aktivitas, selalu saya awali dengan doa. Karena saya yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus pasti menolong dan memberkati setiap umatNya,” papar Eddy yang menganut aliran Naturalis dalam lukisannya.  GT

 

Hallel Voice Luncurkan Album Perdana “Gerejaku Rumahku”

Ki-Ka: Juddy Soselisa.,S.Kom, Ps. Elider Tampubolon,S.PAK.MM (Gembala GBI Volker), Edwin J Pangaribuan, & Ps. Steven R Palit.,M.Th

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,- Hallel Voice adalah sebuah grup vokal yang personilnya terdiri dari pelayan Tuhan yang setia melayani di Gereja Bethel Indonesia jemaat Volker di KMP Muara Bahari Pelita II No.3 Tanjung Priok Jakarta Utara. Kata “Hallel” terambil dari bahasa Ibrani yang berarti “Sang Pemuji Tuhan”. Bukan sebuah kebetulan, jika trio personil “Hallel Voice” yang terdiri dari : Ps. Steven R Palit.,M.Th, Juddy Soselisa.,S.Kom dan Edwin J. Pangaribuan semuanya diberikan talenta oleh Tuhan dalam dunia tarik suara.

                Olah vokalnya yang mantap dan cemerlang mendorong Trio Halllel Voice ini pun melahirkan karya dengan merilis sebuah album perdana yang berjudul “Gerejaku Rumahku” pada medio 29 November 2018 lalu. “Kami memang sangat terbeban di Gereja ini, khususnya untuk melayani. Karena kami datang ke gereja ini bukan sekedar duduk diam saja. Tapi kami terpanggil untuk melayani. Nah untuk memaksimalkan potensi yang ada pada saya, Pak Juddy dan Pak Edwin,  dan kami diberikan talenta di dunia tarik suara, ya kami mau berkarya. Salah satu wujud dari karya kami adalah dengan membuat album Gerejaku, Rumahku. Kenapa judulnya, Gerejaku Rumahku? Ya karena ini gereja kami, rumah kami. Inilah wujud aktif kami berkontribusi secara aktif di gereja  ini. Kerinduan kami, Hallel Voice dapat berkontribusi lewat penjualan CD album rohani ini. Sebagian besar akan kami berikan untuk Tuhan,  khususnya untuk gereja ini,” ujar Ps. Steven R Palit. M.Th yang juga menjadi dosen pengajar di STT REM.

                 Proses penggarapan album ini menurut,  Juddy Soselisa, dimulai sejak Desember 2017 yang lalu atau sekitar 11 bulan. “Dari 10 lagu yang terdiri dari tema gereja ini, 9 diantaranya saya yang menciptakan, 1 lagu diciptakan oleh Ps.Steven. “Kalau menciptakan lagu ini sesuai dengan apa yang saya rasa. Memang lagu gerejaku rumahku ini diminta Bapak Gembala. Cuman memang, apa yang kita rasa ada di rumah ini. Makanya kita tuangkan ke dalam lagi. Sebenarnya lagu-lagu itu sudah lama saya tuliskan. Cuman yang baru adalah Gerejaku Rumahku. Saya juga heran, Pak gembala susun tema kok bisa sama dengan lagu yang saya tuliskan. Sepertinya Tuhan sudah atur dan seperti sudah sistimatis,” tutur Juddy bersyukur.

Sementara itu,  Edwin J Pangaribuan berharap, melalui album ini bisa menyuarakan kabar baik dan menjadi berkat banyak orang. “Harapan kita simpel gak ribet. Pertama, intinya keinginan kita untuk memuji Tuhan. Kedua, bisa melayani di gereja dan orang lain bisa menjadi berkat. Jadi terlepas ini menjadi vocal grup, kita juga sebagai penginjil. Menyuarakan suara Tuhan . Untuk menginjil lewat lagu- lagu,” pungkas Edwin.

10 judul lagu yang terangkum dalam sebuah album cantik adalah tema-tema yang merupakan tema kotbah dari GBI Volker. Diantaranya adalah: Menjadi penyembah yang benar, menjadi pelayan yang benar, persekutuan denganMu Tuhan, Memberitakan Injil Adalah Amanat Agung, Pergaulan dengan Tuhan, Kenyamanan hidup membuat orang tidak mau melayani Tuhan, Bisakah saya melayani Tuhan?, Memahami Keselamatan Yang Sejati, Berpikir Alkitabiah, dan Jaminan pemeliharaanTuhan.

Gembala Jemaat Volker Pdt. Elider Tampubolon.,S.PAK. MM mendukung penuh karya yang dilahirkan oleh Hallel Voice. “Saya bersyukur karena mereka bisa menangkap apa yang menjadi visi GBI Jemaat Volker khususnya untuk tahun 2018. Dimana saya mempunyai visi, jemaat itu bukan sekedar datang beribadah dan dia tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi lebih daripada itu, saya merindukan jemaat itu datang ke tempat ini, dia merasa memiliki gerejaku rumahku.  Saya ingin mereka ini bisa mencintai gerejanya. Karena di Jakarta ini gereja begitu banyak, dan besar-besar. Ada yang di Mal dan dimana-mana. Tapi ini luar biasa GBI ini ada di tengah- tengah warga yang mayoritas Muslim. Di tengah-tengah warga yang berhadap-hadapan dengan Mesjid, dan saya rindu mereka itu mencintai gerejanya. Dan ini terinspirasi dari sebuah lagu ‘….lebih baik di sini…rumah kita sendiri…”. Walaupun tidak mewah dan berada di gang terpencil, kalau kita bisa mencintai gereja kita,  seperti rumah kita. Akhirnya jemaat itu mengalami pertumbuhan. Jemaat tidak akan mungkin mengalami pertumbuhan kalau tidak mencintai rumahnya.  Nah, tema- tema lagu itu terpampang semua diciptakan lagu oleh mereka berjumlah 10 lagu. Harapan saya,karena ini merupakan suatu karya, yang perlu dihargai dan dihormati saya berkali- kali bilang kepada mereka, tolong hargai, hormati termasuk hak cipta di dalamnya. Supaya itu murni (pure) produknya dari GBI Volker. Dan ke depan, lewat karakter kerendahan hati mereka, saya bermimpi album ini bisa booming dan mereka bisa menyiapkan volume lain lagi.Sehinggga lagu yang dibawakan mereka dapat menjadi berkat bagi orang lain.lewat karya merekapun kalau orang diberkati, merekapun pasti diberkati,” pungkas Pdt. Elider.  stevanomargianto

Merilis Album ketiga berjudul NEW HOPE, Symphony Worship Rindu Setiap Orang Dipulihkan Tuhan

Ki-ka: Ivan Handojo, Ps. Johan Handojo, Ivan Tangkulung, dan Christofer Tjandra

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,- Setelah mendulang sukses dalam merilis album pertama berjudul “Love To Worship” dan Album kedua “Freedom” yang telah mendunia, kini Symphony Worship kembali meluncurkan album terbarunya berjudul “New Hope”–yang digelar di The City Tower Thamrin lt. 3, Jl. M.H. Thamrin No.81, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).

Dibawah bimbingan dan penggembalaan Ps. Djohan Handojo, sebagai pastor dari Symphony Worship, album ini memiliki sepuluh lagu yang bertemakan pengharapan baru terhadap Yesus. “Pembuatan album ini sangat berkesan bagi kami. Sejak Live Recording Concert Symphony Worship pada 4 Agustus lalu, kami menerima banyak kesaksian atas mujizat hadirat Tuhan. Album ini kami harap akan terus menyuarakan keintiman Tuhan dan kuasaNya yang nyata bagi setiap pendengar,” ujar Ivan Handojo, Lead Singer sekaligus Song Writer dan Producer dari Symphony Worship.

                Menurut Ivan Handojo, sesuai dengan visi Symphony Worship, bahwa album ini dapat menjadi sarana voice to the nation. “Kami rindu dapat menyampaikan suara Tuhan bagi bangsa ini, dan kepada segenap orang agar terus berkomunikasi dan intim dengan Tuhan. Kita rindu hubungan umat Tuhan dapat dipulihkan,” ujar Ivan Handojo.

Senada dengan Ivan Handojo, pemain Keyboard, Ivan Tangkulung pun berharap melalui lagu-lagu yang terangkum dalam album ini dapat mendorong banyak gereja-gereja di Indonesia untuk menciptakan lagu dan merilis album yang dapat memberkati banyak orang.

Setiap lagu di album ini, ternyata ditulis langsung oleh para personil Symphony Worship yang menceritakan pengalaman pribadi mereka yang mendapatkan pengharapan dalam Tuhan yang tidak pernah mengecewakan. Bahkan Lagu-lagu dari album pertama dan kedua Symphony Worship yang berjudul “Love To Worship You” dan “Freedom” yang telah mendunia, diterjemahkan dan dinyanyikan di lebih dari 14 negara dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Beberapa lagu tersebut diantaranya adalah, Love To Worship You, Kunyanyi Haleluya, Yesus Pada-Mu Kuberseru, dan Dengan Apa Kan Kubalas. Album New Hope ini sendiri diharapkan akan dapat terus menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di dunia.

MC: Dery & Gabriela

Symphony Worship beranggotakan Ivan Handojo, Nicholas Sarasta, Josephine Widia, Theresia Fasya, Devina Wola, dan Jonathan Fernando, yang kesemuanya berposisi sebagai Singers. Selain itu ada musisi-musisi seperti Ivan Tangkulung (Keyboard), Alisan Jaya (Bass), William Lee (Drum), Jonathan Fandra (Hammond), Wawan Lee (Filler), Christofer Tjandra (Gitar), Gavin Christiantoro (Gitar), Chris Immanuel (Gitar), serta tim choir dari GBI The City Tower Jakarta. stevanomargianto

Lily Mandag Segera Rilis Album “Terimakasih Bapa” Untuk Menyenangkan Hati Tuhan & Memberkati Banyak Orang

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-Meski usianya sudah tidak muda lagi, tetapi wanita kelahiran 31 Juli 1971 ini masih tetap semangat dalam melayani Tuhan, khususnya dalam dunia tarik suara. Suaranya yang lembut pun dipersembahkan untuk memuliakan nama Tuhan. Lily Mandag—demikian nama istri dari Hermanto Widjaja yang kini dikaruniai 3 anak (Sharon, Kevin, dan Steffanie), merasa senang ketika ditawari untuk rekaman album rohani oleh sahabatnya, Anglee Jerusalem Kansil (gitaris). “Terus terang saya kenal Anglee itu di PD Regatta. Awalnya saya tak pernah terpikir untuk rekaman lagu, tetapi ketika Anglee kirim contoh lagu yang dikirim via WA kepada saya. Kemudian saya dengarkan, ternyata liriknya sangat menyentuh dan sesuai dengan pengalaman hidup saya. Lalu saya berdoa kepada Tuhan; kalau memang Tuhan memakai saya melalui puji-pujian, mohon diberikan jalan yang terbaik. Singkat cerita, kami memutuskan untuk rekaman beberapa lagu di sebuah studio di Jakarta,” tutur Lily Mandag yang kini telah merampungkan rekaman beberapa lagu untuk Ring Back Tone (RBT). Read More

Nemy Simanjuntak- RILIS ALBUM “GRATEFUL” UNTUK MEMBERKATI BANYAK ORANG

Nemy Simanjuntak bersama sang suami Jeffry Daniel Fam

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Nama lengkapnya adalah Nemy Simanjuntak. Ia adalah salah satu Worship Leader yang setia melayani di GBI Shalom di bawah penggembalaan Pdt. Jorry Tasik. Lewat kepiawaiannya dalam olah vokal inilah, mendorong istri dari Jeffry Daniel Fam (Bendum DPA GBI) untuk melebarkan pelayanannya dengan merilis sebuah album kompilasi dengan tajuk “Grateful”. Menurut Ibu dari 3 anak (Aubrey Christina Fam, Olivia Noelsa Fam dan Raguel Joseph Fam), album ini bukan untuk komersil; melainkan dibagikan secara gratis kepada umat Kristiani. “Saya rindu memberkati umat Kristen melalui album Grateful ini. Album ini juga tidak dijual atau dibagikan gratis. Kerinduan saya adalah setiap lagu yang saya ciptakan ini dapat dinyanyikan oleh umat Kristen ataupun gereja dimana saja. Itu saja saya sudah bersyukur,”  tutur Naemy yang mengaku telah memiliki talenta sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Suksesnya album perdana (2018) tersebut tak luput dari dukungan suami dan anak-anak yang setia memberikan motivasi maupun masukan yang positif dalam berolah vokal.  “Terimakasih banyak kepada Tuhan Yesus Kristus. Sungguh tak dapat dihitung perbuatan Tuhan yang ajaib dalam hidupku. Tak ada habis-habisnya berkat dan kasih karunia Tuhan melimpah dalam hidupku, salah satunya adalah terciptanya lagu-lagu rohani dalam album Grateful.  Awal Maret 2018 yang lalu Tuhan menggerakkan untuk menciptakan lagu rohani. Nah ketika Tuhan menggerakkan ciptakan lagu, dalam waktu satu bulan saya bisa menciptakan 12 lagu. Puji Tuhan ada 6 lagu yang dipilih Pak Adi Wibowo sebagai aransemen dan produser dalam album ini,” ujar Nemy.

Enam lagu yang terangkum indah dalam sebuah album Grateful ini adalah: Sumber Kekuatan-(dinyanyikan oleh Adrian Sumapode); Bersorak-Sorailah (dinyanyikan oleh Jeffry Daniel Fam); Terlalu Besar (dinyanyikan oleh Eka Deli); Kudatang (dinyanyikan oleh Maria Sinaga); Kudus-Kudus (dinyanyikan oleh Naemy Simanjuntak dan Raguel Fam); serta KasihMu melimpah (dinyanyikan oleh Aubrey Fam & Olivia Fam). “Jujur saja saya memiliki latar belakang yang buruk. Dulu waktu saya sekolah, khususnya ketika duduk di bangku SMA, saya terjerat dalam pergaulan yang buruk. Saya menjadi anak yang nakal, pernah overdosis dan hampir mati. Dalam kondisi overdosis itu, saya ditolong oleh Tuhan. Karena pada saat itu saya panggil Tuhan. Tuhan tolong aku, aku mau mati. Saat itu mata saya tidak bisa dibuka, dan saya merasakan berada di lorong yang gelap. Saya terus memanggil nama Tuhan Yesus. Singkat cerita  Tuhan benar-benar tolong, dan saya memutuskan untuk bertobat sungguh-sungguh. Dan saya juga bersedia melayaniNya sampai hari ini. Puji Tuhan, walaupun saya memiliki masa lalu yang kelam, tetapi ada orang yang diutus Tuhan untuk menerima saya sebagai istrinya. Saya bersyukur sekali karena Tuhan mengirimkan seorang suami yang baik. Suami saya itu tidak pernah neko-neko dari sejak muda. Itulah pengalaman rohani  yang membuat saya terus bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam kehidupan keluarga kami,” ungkap Nemy menyaksikan kebaikan Tuhan dalam kehidupan keluarganya. Margianto