Logo & Merek GKSI Versi Pdt. Marjiyo Telah Diakui Oleh Negara Sejak Tahun 2016

Logo & Merek GKSI Versi Pdt. Marjiyo Telah Diakui Oleh Negara Sejak Tahun 2016

Jakarta,Victoriousnews.com,-“Gerakan perubahan itu bukan semata-mata untuk mengambil kekuasaan atau kedudukan. Gerakan perubahan itu pula bukan semata untuk menguasai aset GKSI. Tetapi gerakan perubahan itu dikehendaki Tuhan. Kalau bukan Tuhan yang menghendaki, maka perubahan itu tidak akan terjadi,” tutur Ketua Majelis Tinggi GKSI, Willem Frans Ansanay, SH.,M.Th ketika menyampaikan kata sambutan dalam HUT GKSI ke 32 dan pentahbisan Ketua Umum Sinode GKSI terpilih di Aula kantor pusat sinode GKSI, Jl.Kerja Bakti, Kp.Makasar, Jakarta Timur (Sabtu, 21/11/20).

Lanjut Frans, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita harus melakukan rekonsiliasi, yakni hidup damai dan mengasihi sesama. Maka Tuhan menghendaki GKSI pun harus melakukan rekonsiliasi. “Oleh karenanya saya mengajak kita semua yang berada dalam sinode GKSI agar membangun kebersamaan. Kita adalah bagian dari rencana Tuhan untuk melakukan perubahan. Saya selalu membuka pintu selebar-lebarnya untuk bersama-sama membangun GKSI kedepan,” papar Frans yang rindu agar GKSI dipulihkan dan kembali bersatu melalui jalan rekonsiliasi.

 

ki-ka: Ketua Sinode GKSI, Pdt. Marjiyo, SH, M.Th & Ketua Majelis Tinggi GKSI, Willem Frans Ansanay, SH., M.Pd

Baca Juga: Sambutan Pdt. Gomar Gultom, M.Th Dalam HUT ke 32 GKSI: Gereja Harus memikirkan Terobosan di Tengah Masa Sulit Pandemi Corona

Pada kesempatan tersebut, Frans juga mengungkapkan bahwa salah satu dari tanda heran yang diberikan Tuhan adalah pihaknya telah menerima kuasa penuh untuk menggunakan logo GKSI dan itu sudah tertuang secara resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM R.I. dengan nomor IDM000795326. “Kita, oleh Negara diberikan hak pemakaian logo atau merek GKSI. Dan sejak tahun 2016 tidak ada gugatan dari pihak manapun. Kepada pihak yang masih memakai merek atau logo GKSI, bagi kami tidak ada istilah amputasi, tetapi mari kita sama- sama melayani Tuhan. Tetapi jika tidak mau bergabung, maka konsekwensinya adalah harus berganti logo atau merek GKSI,” tandasnya sembari mengajak semua pihak agar berhati-hati dalam penggunaan logo GKSI karena yang berhak dalam penggunaan merek GKSI saat ini adalah pihaknya. Tetapi, katanya, dengan bijak, bukan berarti kita langsung menutup pintu bagi pihak yang selama ini berseberangan. SM

 

Sambutan Pdt. Gomar Gultom, M.Th Dalam HUT ke 32 GKSI: Gereja Harus memikirkan Terobosan di Tengah Masa Sulit Pandemi Corona

Jakarta,Victoriousnews.com,- Dengan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari wajib pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hand sanitizer hingga Rapid Test, bagi pesertayang hadir dalam perayaan HUT ke 32 Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI), penutupan sidang sinode serta pentahbisan Pdt. Marjiyo sebagai Ketua Umum GKSI periode 2020 sd 2024 (Sabtu,21/11/20). Acara yang digelar di Aula kantor pusat sinode GKSI, Jl.Kerja Bakti, Kp.Makasar, Jakarta Timur hanya dibatasi berkisar 20 peserta saja (secara offline) dan diikuti oleh ratusan peserta secara webinar (online) di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Logo & Merek GKSI Versi Pdt. Marjiyo Telah Diakui Oleh Negara Sejak Tahun 2016

Ketua Majelis Tinggi, Willem Frans Ansanay, SH., M.Th & Ketua Sinode GKSI Pdt. Marjiyo meniup lilin HUT ke 32 (Sabtu, 21/11)

Pendeta Gomar Gultom, M.Th yang menyampaikan kata sambutan secara virtual mengucapkan selamat atas terpilihnya Pdt. Marjiyo sebagai Ketua Umum GKSI kedua kali. Gomar memohon maaf tidak bisa hadir secara offline, karena saat ini negara kita berada di situasi sulit akibat covid-19 dan hanya melakukan melalui virtual,” tukas Pendeta Gomar memulai sambutannya.

Ketum PGI, Pdt. Gomar Gultom menyampaikan kata sambutan dalam penutupan sidan sinode ke 5 & HUT ke 32 GKSI

Menurut Gomar, pandemi ini merupakan sebuah peristiwa yang luar biasa, dan sama sekali baru bagi kita semua. Oleh karenanya tidak bisa kita hadapi dengan biasa-biasa saja. “Gereja harus memikirkan terobosan dan pendekatan baru dalam mengembangkan pelayanan dan pembinaannya di tengah masa-masa sulit ini. Pandemi ini tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi telah merambah ke masalah ekonomi dan persoalan ikutan lainnya yang tidak ringan. Angka kekerasan dalam rumah tangga meningkat. Angka perceraian juga meningkat, terutama di daerah Maluku, dan kini di Toraja tiba-tiba angka bunuh diri menjadi naik dan meningkat,” ungkap Gomar.

Pdt. Marjiyo saat ditahbiskan oleh Pdt. Iwan Tangka. M.Div didampingi oleh sejumlah hamba Tuhan yang hadir

 Lanjut Gomar, dalam masa-masa sulit seperti ini gereja termasuk GKSI terpanggil untuk mendatangkan cinta kasih dengan memperjuangkan kehidupan dari ancaman serta penderitaan akan kematian pandemi. “Oleh karenanya saya sangat menghargai bahwa acara perayaan HUT ke 32 ini dilakukan secara virtual sebagai tanggung jawab gereja GKSI untuk memutus mata rantai penularan covid19,” tutur Gomar menambahkan bahwa sebentar lagi kita akan memasuki minggu-minggu Adven. Dalam tradisi gereja, Adven adalah sebuah peziarahan dalam mempersiapkan diri menyambut kehadiran Kristus, dengan semangat Hope, Love, Joy dan Peace.

Usai sambutan dari Ketum PGI, disusul dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta Iwan Tangka, M.Div dengan mengangkat ayat yang terambil dalam kitab Injil Yohanes 17:6-19.

Di penghujung acara perayaan HUT ke 32, dilakukan tiup lilin dan pemotongan kue yang langsung dipimpin oleh Ketua Umum GKSI, Pdt. Marjiyo dan Frans Ansanay selaku Ketua Majelis Tinggi GKSI. “Saya berharap dalam HUT ke 32 GKSI, agar teman-teman hamba Tuhan termotivasi dan dewasa dalam Melayani Tuhan. Bahwa sebetulnya di masa transisi periode saya sebagai Ketua Umum selama 5 tahun ini, kita benar-benar menjadi dewasa di dalam pelayanan. Betul-betul gereja itu menjadi berkat bagi banyak orang sesuai visi misi yang sudah kita tuangkan,” kata Pdt. Marjiyo.

ki-ka: Ketum Sinode GKSI terpilih, Pdt. Marjiyo dan Ketua Majelis Tinggi GKSI, Willem Frans Ansanay, SH.,M.Th

Ketua Majelis Tinggi GKSI, Willem Frans Ansanay, SH, MPd, mengatakan bahwa GKSI yang berdiri sejak 21 November 1988, sampai 21 November 2020 telah mengalami mengalami 5 kali sidang sinode. Dalam sidang sinode itu ada perubahan yang dialami baik pencapaian atau perlu ditingkatkan. Namun, dalam sidang sinode ke-4 telah terjadi perubahan yang sangat fundamental yaitu bergesernya kepemimpinan yang cukup lama kemudian diambil alih oleh generasi yang berikut.

Masih kata Frans, pengalaman kepemimpinan bangsa Indonesia selama 32 tahun dipimpin rezim orde baru (Presiden Soeharto) dan berakhir karena digulingkan oleh sebagian masyarakat termasuk mahasiswa menjadi era dimulainya masa reformasi. Ini juga mengubah dimana kepemimpinan Presiden tidak lagi sampai puluhan tahun dibatasi hanya 2 periode. “Begitupun di GKSI dan Ini semata karena dikehendaki oleh Tuhan kalau Dia berkehendak maka tidak ada satu orang pun dapat menghalangi. Sama seperti saat Tuhan menghendaki pemerintahan Israel dari Saul kepada Daud dengan cara apapun Saul mempertahankan posisinya tetapi akhirnya beralih ke Daud karena itu rancangan Tuhan, demikian juga yang terjadi di GKSI,” urai Frans. SM

Sidang Sinode GKSI ke 5, Willem Frans Anasanay, SH.,M.Pd: Agenda Persidangan Adalah Rekomendasi Tentang Rekonsiliasi Serta Pemilihan Ketua Sinode Baru

Jakarta,Victoriousnews.com,-Perhelatan sidang sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) ke-5 digelar selama 2 hari Rabu sampai Kamis (18 sd 19 November 2020) dengan mengusung tema: “Akulah Alfa & Omega” (Wahyu 21:6) dan sub tema:’Menjadi jemaat GKSI yang mandiri, peduli, berintegritas dalam kesederhanaan pelayanan untuk mewujudkan jemaat otonom yang dewasa dalam daya & dana’.

Ketua Sinode GKSI Pdt. Marjio (ketiga dari kanan), Willem Frans Ansanay, SH.,M.Pd (Kedua dari kanan) saat memimpin persidangan sinode GKSI ke 5 (Rabu, 18/11/20).

Sehubungan masih berlakunya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi untuk menekan penularan corona di Jakarta, persidangan yang diselenggarakan di Kantor pusat sinode GKSI, Jalan Kerja Bakti, Kec.Makasar, Jakarta Timur ini diadakan dengan dua cara, yakni secara offline (tatap muka) dan online (aplikasi zoom). Secara keseluruhan Sidang Sinode ini diikuti 200 orang utusan GKSI se-Indonesia dan 25 orang utusan yang hadir hadir langsung secara offline.Dalam persidangan ini juga mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni: 3 M Mencuci tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak.

Willem Frans Ansanay, SH.,M.Pd (Ketua Majelis Tinggi GKSI)

“Agenda yang dibahas dalam sidang sinode GKSI ke 5 ini adalah AD/ART GKSI, rekomendasi sidang sinode, pemilihan yang baru, evaluasi program dan penyusunan program kerja ke depan berdasarkan program sebelumnya,” tukas Ketua Majelis Tinggi GKSI, Willem Frans Ansanay,S.H,M.Pd kepada wartawan. .

Menurut Willem Frans Ansanay yang juga pimpinan sidang, terkait rekomendasi sidang sinode kali ini sama seperti rekomendasi saat Sidang sinode sebelumnya yang diadakan tahun 2015 dan saat Rakernas tahun 2017 terdahulu yakni; mengusung adanya Rekonsiliasi di GKSI. Karena beberapa tahun ini telah terjadi dualisme kepemimpinan GKSI dibawah kepemimpinan Pdt. Marjio dan Pdt. Matheus Mangentang.

Lanjut Frans, selama ini kita selalu mengupayakan perdamaian dengan menempuh jalan rekonsiliasi di tubuh GKSI. Yang penting kita semua ada keinginan untuk berdamai. Gereja seharusnya cinta damai, kalau ada pihak yang tidak mau berdamai pasti ada yang tidak beres dengannya. “Sulitnya GKSI bersatu hingga saat ini karena ada satu pihak yang ingin mempertahankan jabatannya. Pasalnya, pihak tersebut, sejak berdirinya GKSI 32 tahun yang lalu (1988-2020), tidak pernah tergantikan sebagai ketua sinode,” ujar Frans.

Suasana persidangan sinode GKSI ke 5

Ketua Sinode GKSI sekaligus pimpinan sidang, Pdt. Marjio sangat bersyukur bahwa persidangan sinode ke 5 ini bisa berjalan lancar. Marjio juga mengucapkan terimakasih kepada pimpinan senior seperti Pak Frans Ansanay yang terus mendukung dan memberikan perhatian sehingga sinode GKSI bisa berkembang pesat sampai saat ini.SM

Stadion Chandrabaga Jadi Saksi Sejarah Perwamki Serahkan Piagam Penghargaan Kepada Walkot Bekasi, Dr.Rahmat Effendi Sebagai “Tokoh Toleransi 2020”

Bekasi,Victoriousnews.com,-Stadion Sepakbola Chandrabaga, Bekasi menjadi saksi sejarah penyerahan piagam penghargaan dari Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) kepada Wali Kota Bekasi, Dr Rahmat Effendi. Piagam penghargan tersebut diserahkan oleh Ketua Panitia HUT ke 17 Perwamki dalam apel pagi bersama para ASN di lingkungan Kota Bekasi.

Ketua Panitia HUT ke 17 Perwamki, Emanuel Dapa Loka (kedua dari kiri) Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Walkot Bekasi, Dr. Rahmat Effendi di Stadion Chandrabaga, Bekasi (Senin, 16/11/20).

Penghargaan tersebut diadakan dalam rangka HUT ke-17 Perwamki dan diberikan kepada 17 tokoh dengan kategori masing-masing antara lain: Dr. Rahmat Effendi (Tokoh Toleransi), Gus Ruchul Maani (Tokoh Ormas Non Kristen), Alm. DR (HC) Drs. Jakob Oetama (Tokoh Pers Inspiratif), Sugeng Teguh Santoso, SH (Tokoh Pengawal Hukum), Dr. Stefanus Roy Rening, SH (Tokoh Pemikir Hukum), RG Setio Lelono (Tokoh Advokasi Gereja), Handoyo Budhisejati (Tokoh Organisasi Katolik), Djasermen Purba (Tokoh Ormas Kristen), Mayjend. dr. Albertus Budi Sulistyo (Tokoh Kesehatan), J. Irwan Hidayat (Tokoh Jamu Herbal Inspiratif), Sandec Sahetapy (Tokoh Penggerak Budaya),drg. Aloysius Giyai, M.Kes (Tokoh Inovatif Kesehatan), Dr. Christiany Eugenia Tetty Paruntu (Tokoh Perempuan), Jerry Pattinasarany (Tokoh Inspiratif Muda), James Koleangan (Tokoh Pengusaha Muda), Christie Damayanti (Tokoh Disabilitas Inspiratif), dan Pdt. Rubin Adi Abraham (Tokoh Sinode). Sedangkan 4 tokoh dengan kategori khusus adalah: Pdt. Dr. Antonius Natan (Sekum PGLII DKI Jakarta/Penasehat Perwamki), Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman (MPR- Sinode GSPDI/Penasehat Perwamki), Pdt. Dr. Japarlin Marbun (Mantan Ketum Sinode GBI/Penasehat Perwamki) dan Jhon SE Panggabean, SH, MH ( Advokad, Ketum Marga Panggabean Sejabodetabek/Penasehat Perwamki).

   Saat menerima penghargaan, Pepen didampingi oleh Wakil Walikota Bekasi Dr H. Tri Adhianto Tjahyono, dan beberapa tokohnya lainnya. Pepen menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepadanya. Pepen berharap semangat untuk menumbuhkan dan merawat toleransi terpelihara dalam setiap orang Bekasi dan masyarakat Indonesia.

Menurut Emanuel Dapa Loka, Pepen dalam pelayannya kepada publik di Kota Bekasi telah menunjukkan sikap kebapaan, mengayomi seluruh warga tanpa membeda-bedakan. “Pepen adalah pemimpin yang bijaksana dan berpihak pada konstitusi. Bagi kami, Pepen adalah ‘Mentari Toleransi Indonesia dari Bekasi’. Indonesia tentu butuh banyak matahari seperti ini untuk menyuntikkan energi bagi Indonesia kita ini,” kata wartawan yang juga penulis biografi ini.

Rasnius Pasaribu, anggota DPRD Kota Bekasi yang hadir dalam kesempatan tersebut dan mendapat kehormatan mengalungkan selendang Perwamki mengatakan, Pepen sangat layak mendapatkan apreasiasi tersebut. Pepen kata Rasnius adalah pribadi yang tidak hanya basa-basi dalam toleransi. “Selamat kepada Pak Rahmat Effendi atas penghargaan ini, dan terima kasih telah menjadi teladan bagi warga Kota Bekasi dan rakyat Indonesia. Teruslah berkarya dalam memajukan Kota Bekasi dan peradaban yang bermartabat,” kata Rasnius sambil menyampaikan salam dan selamat dari Uskup Jakarta yang juga adalah Ketua KWI Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo atas penghargaan yang Pepen terima tersebut.

Menurut data survei Setara Institute pada tahun 2017 menempatkan Kota Bekasi pada urutan 53 dan DKI Jakarta di urutan 94 dalam Indeks Kota Toleran di Indonesi. Dalam survei yang sama pada dua tahun kemudian, Kota Bekasi sudah berada di peringkat ke-6. Atas kemajuan signifikan ini, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendapatkan penghargaan dari Setara Institute.

Data tersebut menunjukkan bahwa menciptakan sikap toleran di antara masyarakat Bekasi membutuhkan kerja keras dan kerja sama berbagai pihak, terutama Pemerintah dengan berbagai stakeholder di dalamnya. Dalam situasi masyarakat semacam tersebut, gereja harus tetap berusaha melayani umatnya. Dan salah satu tantangan terbesar para pemimpin gereja dalam upaya membina umatnya adalah tidak mudahnya mendapatkan IMB pembangunan gereja. Aneka bukti telah menunjukkan itu. Bahwa akhirnya sejumlah gereja mendapatkan IMB, ini membutuhkan perjuangan yang menyedot energi, pikiran, dan kesabaran. Betapa tidak dikatakan begitu? Bertahun-tahun berjuang, namun “seakan-akan” tanpa hasil. Gereja Santa Clara misalnya, harus menunggu 17 tahun. Berbagai demo penolakan mengiringi perjuangannya.

Untuk memberikan IMB dibutuhkan keberanian, semangat melayani tanpa sekat. Dan boleh dikatakan, keberhasilan beberapa gereja mendapatkan IMB di Bekasi sebagai kombinasi antara ketekunan panitia perizinan gereja, kebaikan masyarakat dan keberanian Walikota Pepen. Berkat kegigihannya, Setio Lelono bersama tim perizinan dari pihak gereja, tiga buah IMB gereja terbit. Ketiga gereja tersebut adalah Gereja Santo Mikael Kranji, Gereja Santa Clara dan Gereja Santo Yohanes Paulus II. Selain itu Gereja Santo Stanislaus Koska di Kranggan dan beberapa gereja Protestan juga mendapatkan IMB dalam masa pemerintahan Pepen. “Keberhasilan ini adalah berkat Tuhan dan akibat dukungan berbagai pihak, terutama masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Pak Walikota Rahmat Effendi,” ujar Setio Lelono. Ant

Bertepatan Hari Pahlawan, Puncak HUT ke 17 Perwamki: Meluncurkan Mars Perwamki, Buku Pers Kristiani serta Memberikan Award Kepada Tokoh-tokoh Inspiratif

Jakarta,-Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki) yang didirikan tangggal 28 Okotber 2003, kini telah genap berusia 17 tahun. Nah, dalam rangka merayakan HUT sweet seventeen Perwamki memilih dua hari bersejarah, yakni Hari Sumpah Pemuda & Hari Pahlawan untuk menggelar rangkaian acara menarik. Pertama, Diskusi Webinar tanggal 28 Oktober (Bertepatan Hari Sumpah Pemuda) dengan mengusung tema “Persekusi Terhadap Umat Kristen, Mengiba Atau Melawan” dengan menampilkan narasumber: Bonar Tigor Naipospos (Setara Institute), Pdt. Antonius Natan (Pengamat Sosial), Celestino Reda (Pengamat Media), Agus Panjaitan (Wartawan Spektrum), serta dimoderatori oleh Uya Pinta dan Paul Maku Goru.

para penerima penghargaan berpose bersama dengan panitia

Setelah sukses dengan diskusi webinar, Perwamki kemudian menggelar puncak acara HUT bertepatan dengan hari Pahlawan, Selasa 10 November 2020 di Hotel Aston Bellevue Radio Dalam, Jakata Selatan. Mata rangkaian acara menarik tersaji dalam puncak HUT ke 17 “Malam Cinta Bagi Negeri” bertajuk Berkarya & Memberi Yang Terbaik, diantaranya: Peluncuran Mars Perwamki, Peluncuran buku ‘Pers Kristiani & Makna Kehadirannya’, Musikalisasi Puisi, Tarian Etnik Maluku, Pemotongan Kue HUT serta memberikan penghargaan kepada 17 tokoh inspiratif dan 4 tokoh kategori khusus (penasehat Perwamki). Para tokoh yang memperoleh penghargaan ini dinilai telah memberikan sumbangsih bagi masyarakat, gereja, bangsa dan negara.

Ketua Panitia HUT ke 17 Perwamki, Emanuel Dapa Loka membaca puisi

Menurut Ketua Panitia, Emanuel Dapa Loka, para tokoh yang mendapat penghargaan adalah orang-orang hebat yang dengan tuntunan mata kakinya, bagai musafir berjalan kian ke mari, menyorotkan matanya melihat kehidupan sesama. Yang mereka lihat itu kemudian turun ke hati, diolah dalam batin lalu muncul dalam aneka tindakan kemanusiaan. “Inilah yang dalam istilah Jakob Oetama, Tokoh Pers Indonesia sepanjang masa, disebut sebagai ‘Kemanusiaan Transedental’ yang konkret dirasakan oleh sesama,” ujar wartawan yang juga penulis biografi ini.

Sedangkan Ketua Umum DPP Perwamki, Stevano Margianto mengatakan, bahwa, di usia Perwamki ke 17 ini menjadi catatan sejarah yang luar biasa. Karena, saat ini Perwamki sudah memiliki Mars Perwamki, meluncurkan buku dan memberikan penghargaan kepada 17 tokoh inspiratif. “Saya sangat berterimakasih kepada Bapak Eman sebagai Ketua panitia dan Bapak Roy Agusta sebagai Sekretaris panitia, serta teman-teman panitia yang telah bekerja keras menyukseskan HUT Perwamki ke 17. Saya sangat bangga karena kini Perwamki telah memiliki Mars Perwamki, buku Pers Kristiani, dan memberikan penghargaan kepada para tokoh untuk pertama kalinya sejak Perwamki didirikan,” tukas Margianto.

Ketua Umum DPP Perwamki, Stevano Margianto ketika menyampaikan sambutan

Ketujuh belas tokoh inspiratif dan empat tokoh kategori khusus pilihan Perwamki tersebut adalah: Dr. Rahmat Effendi (Tokoh Toleransi), Gus Ruchul Maani (Tokoh Ormas Non Kristen), Alm. DR (HC) Drs. Jakob Oetama (Tokoh Pers Inspiratif), Sugeng Teguh Santoso, SH (Tokoh Pengawal Hukum), Dr. Stefanus Roy Rening, SH (Tokoh Pemikir Hukum), RG Setio Lelono (Tokoh Advokasi Gereja), Handoyo Budhisejati (Tokoh Organisasi Katolik), Djasermen Purba (Tokoh Ormas Kristen), Mayjend. dr. Albertus Budi Sulistyo (Tokoh Kesehatan), J. Irwan Hidayat (Tokoh Jamu Herbal Inspiratif), Sandec Sahetapy (Tokoh Penggerak Budaya),drg. Aloysius Giyai, M.Kes (Tokoh Inovatif Kesehatan), Dr. Christiany Eugenia Tetty Paruntu (Tokoh Perempuan), Jerry Pattinasarany (Tokoh Inspiratif Muda), James Koleangan (Tokoh Pengusaha Muda), Christie Damayanti (Tokoh Disabilitas Inspiratif), dan Pdt. Rubin Adi Abraham (Tokoh Sinode). Sedangkan 4 tokoh dengan kategori khusus adalah: Pdt. Dr. Antonius Natan (Sekum PGLII DKI Jakarta/Penasehat Perwamki), Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman (MPR- Sinode GSPDI/Penasehat Perwamki), Pdt. Dr. Japarlin Marbun (Mantan Ketum Sinode GBI/Penasehat Perwamki) dan Jhon SE Panggabean, SH, MH (Advokad Senior, Ketum Marga Panggabean Sejabodetabek/Penasehat Perwamki).

Aloysius Giyai ketika mendapat kesempatan berbicara, berbagi pengalaman dalam memberikan hati dan pikirannya melayani masyarakat Papua. “Sebagai dokter, saya sangat terikat oleh sumpah. Maka saya tidak akan membiarkan seorang pun meninggal, apa pun taruhannya baik jabatan maupun nyawa. Saya pasti membela kehidupan siapa pun. Jabatan dan nyawa saya pertaruhkan,” tandas dr. Alo yang juga Direktur RSUD Jayapura ini.

drg. Aloysius Giyai, M.Kes (Tokoh Inovatif Kesehatan)

Kerelaannya mempertaruhkan segalanya dipicu oleh pengalaman masa lalu yang sangat berat bahkan diikuti banyak tragedi. “Saya tidak mau itu terulang kepada orang lain. Saya berusaha keras untuk itu walau banyak juga kelemahan kami,” ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini. Alo lalu bercerita, beberapa kali dia “melanggar” peraturan dengan tetap memberikan pelayanan secepat-cepatnya kepada mereka yang belum terdata. “Sekali lagi ini urusan nyawa. Jadi saya harus bergerak cepat, sedangkan hal administratif tetap bisa diurus kemudian,” ujarnya.

RG Setio Lelono (kedua dari kiri) menyampaikan sambutan setelah menerima penghargaan

Sementara itu, Setio Lelono yang dinobatkan sebagai Tokoh Advokasi Gereja menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diterimanya. Setio mengungkapkan bahwa dia mengurus IMB Gereja sebagai tugas yang sewajarnya sebagai seorang Katolik. Menjadi terasa berbeda karena dia mengurusnya di wilayah yang “tidak mudah”, yakni Jawa Barat, khususnya Bekasi.

Meski tidak mudah, Setio telah berhasil mengurus tiga buah IMB gereja, yakni Gereja Santa Clara, Gereja Santo Mikael dan Gereja Santo Yohanes Paulus II. Ketiganya berada di wilayah Kota Bekasi. “Saya atau kita beruntung punya walikota Pak Rahmat Effendi yang sangat mau mengayomi semua masyarakatnya. Kita berterima kasih kepada Bang Pepen dan masyarakat Bekasi,” ucap Setio.

Rahmat Effendi (Walikota Bekasi) salah satu penerima penghargaan

Rahmat Effendi atau yang akrab disapa Pepen mengatakan bahwa perbedaan keyakinan, suku dan agama sebagai anugerah Tuhan. “Tuhan menciptakan keberagaman itu untuk umat-Nya, dan harusnya disyukuri. Kalau di hati kita ini tumbuh keikhlasan bersyukur, kita tidak perlu mempertentangkan keyakinan satu dengan lainnya. Nah, merawat pluralisme itu bagian rasa syukur yang harus dipertahankan dan dikembangkan bersama. Semua yang ada di kota Bekasi ini bertanggung jawab membangun kota ini,” katanya pada sebuah kesempatan di ruang kerjanya.

Sebagai pemeluk Islam, Pepen paham betul bahwa Islam adalah rahmat bagi sekalian alam, karena itu ia selalu mengajak masyarakatnya untuk hidup harmonis, agar benar-benar menjadi rahmat bagi siapa pun. Namun Pepen menyadari, hal ini tidak mudah dilaksanakan. “Kan ada masyarakat yang berpikir ‘pokoknya’, yang merasa yang dia pikir itulah yang paling benar. Namun gak apa-apa, biarkan saja dan perlu dikasih pengertian terus,” kata Rahmat. SM

Dukung HUT Perwamki ke-17, Frans Ansanay, SH,M.Th, M.Pd: Saya Berharap Perwamki Memberitakan Kebenaran & Membawa Terang Kristus

Perayaan HUT ke 17 Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, didahului dengan diskusi webinar dengan mengusung tema “Persekusi Terhadap Umat Kristen, Mengiba atau Melawan”. Diskusi yang digelar pada hari Rabu, 28 Oktober 2020, pukul 15.30 Wib ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni: Bonar Tigor Naipospos (Setara Institute), Antonius Natan (Pengamat Sosial), Celestino Reda (Pengamat Media), Agus Panjaitan (Wartawan Spektrum), serta dimoderatori oleh Uya Pinta Panjaitan dan Paul Maku Goru.

Selanjutnya, pada puncak HUT ke 17 PERWAMKI, akan digelar pada hari Selasa, 10 November 2020 di Hotel Aviary, Bintaro, Tangerang Selatan pukul 17.00 Wib, Boulevard Bintaro, Jl. Raya Pd. Aren No.3A, Pd. Jaya, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Pagelaran puncak HUT yang mengusung tema besar “Bergeming Walau Diimpit Pandemi” diisi beragam acara menarik bakal tersaji dalam momen tersebut. Diantaranya adalah: Perwamki akan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki prestasi bagi masyarakat, gereja, bangsa dan Negara. Selain itu Perwamki juga akan meluncurkan Buku berjudul “Jurnalisme dan Makna kehadirannya”; meluncurkan Mars Perwamki; Potong Tumpeng HUT, Pagelaran Tarian Etnik Indonesia dan Musikalis Puisi.

Majelis Tinggi Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI), Willem Frans Ansanay, SH, M.Th, M.Pd, berharap kehadiran PERWAMKI dapat menjadi garam dan terang ditengah-tengah umat Kristiani di Indonesia, dalam membangun bangsa dan negara serta Gerakan Oikumenis. Seiring bertambahnya usia, lewat kiprah para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI, dapat terus membawa terang Kristus dalam setiap pemberitaan. Semoga dengan bertambahnya usia PERWAMKI, saudara-saudara wartawan yang tergabung di PERWAMKI dapat terus membawa terang Kristus dalam setiap pemberitaan lewat media-media yang dipimpinnya,” tutur Frans yang juga Ketua Sekolah Tinggi Teologia Injili Jakarta (STTJA).

 

Frans juga mengatakan agar para wartawan di PERWAMKI dapat memuat dan menerbitkan berita-berita secara berimbang. Menurutnya, sebagai wartawan, sudah selayaknya memberikan berita yang berimbang kepada para pembaca. Sebaliknya, kalau ada wartawan yang sampai berpihak, itu sama saja mengerdilkan medianya sendiri. “Saya mendorong para wartawan di PERWAMKI terus menjadi alat kontrol, tidak hanya di dalam lingkungan kekristenan, tetapi dalam berbangsa dan bernegara. “Saya pribadi berharap banyak supaya PERWAMKI berada dalam gerakan Oikumenis, memberitakan yang benar, kritis dan tegas serta dalam koridor keseimbangan berita. Begitupun dalam berbangsa dan bernegara, wartawan PERWAMKI harus berani memberitakan kebenaran, mengkritisi dengan tegas tetapi dalam koridor keseimbangan berita,” tukasnya. SM

Penuhi Aduan Warga, Satpol PP Jakarta Barat Bongkar Tembok Rumah Di Kedoya Selatan

Ini dia bangunan atas bangunan yang dibongkar Satpol PP

Berdasarkan surat yang dilayangkan oleh Kepala Sudis Cipta Karya, Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat Nomor 3123/-1.758.1 tertanggal 8 Oktober 2020 perihal rekomendasi bongkar paksa terhadap bangunan yang berlokasi di komplek Kedoya Baru Blok F2 Persil No.11 RT.018/ RW.10 Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, akhirnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota administrasi Jakarta Barat cepat merespons dan melakukan eksekusi pada tanggal 15 Oktober 2020 pukul 9.30 Wib.

Tembok atas bangunan yang menyalahi aturan dibongkar paksa oleh Satpol PP Jakbar, Kamis, 15/10/20 pagi

Eksekusi bongkar paksa bangunan milik Wali Gunawan yang dilakukan oleh Satpol PP kota Administrasi Jakarta Barat ini disaksikan anggota Polres Jakbar, Koramil, Babinsa Kelurahan Kedoya Selatan, serta Pengurus RW setempat. Dalam pantauan wartawan, Kamis (15/10/2020), Satpol PP Kecamatan Kebon Jeruk dan Walikota Jakarta Barat diberikan wewenang untuk membongkar bangunan rumah bagian atas yang dinilai telah menyalahi aturan dan diprotes warga sekitarnya.

Gala Sitinjak (paling kiri) usai pimpin eksekusi bongkar bangunan

Pada saat itu,bagian penindakan Kantor Kota Administrasi Jakbar, Gala Sitinjak memimpin langsung pembongkaran tembok bagian atas rumah mewah milik warga yang masih dalam proses pembangunan. Sejak awal pembongkaran, tidak ada keberatan dari pemilik rumah tersebut. “Kami melakukan eksekusi karena adanya protes dari warga sekitar yang menganggap tembok tersebut mengganggu. Persoalan ini, sebelumnya sudah dirapatkan di Kecamatan Kebon Jeruk. Bangunan bagian atas rumah yang dibongkar sekitar 14 meter. Eksekusi pembongkaran dilakukan hati-hati agar puing-puing tidak masuk ke rumah warga sekitar rumah tersebut,” ujar Gala yang ditemui Wartawan usai pembongkaran.

Lanjut Sitinjak, pemilik rumah sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak meneruskan pembangunan. Dia menyarankan, agar saat membangun rumah disesuaikan dengan izin mendirikan bangunan (IMB). Jangan sampai melanggar, karena pasti akan dilakukan penindakan.

“Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk rumah tinggal, tetapi kenapa harus menjulang sampai 4 lantai, sudah seperti ruko saja,” ungkap Dr. John Palinggi yang rumahnya persis di sebelah bangunan yang bermasalah tersebut. Ketika dihubungi secara terpisah, Dr. John Palinggi, mengakui bahwa, sejumlah tetangga di sekitar rumah juga telah protes karena bangunan yang ada tidak sesuai dengan IMB. Salah satunya, di IMB bangunan hanya 3 lantai, tapi kenyataannya ada 4 lantai. “Selama proses pembangunan sangat mengganggu tetangga samping dan belakang. Akhirnya setelah protes dilayangkan warga, langsung direspon cepat oleh pemerintah setempat,” tukas Dr.John.

Tampak depan, rumah milik warga yang dinilai menyalahi aturan

Seperti surat yang beredar sebelumnya, sudah ada laporan pengaduan terkait ketidaksesuaian bangunan berupa penambahan lantai. Dan, sudah diambil tindakan Surat Peringatan No. 95/-1.758.1/SP/JB/2019 tanggal 13 Februari 2019. Kemudian dilanjutkan dengan Surat Segel dan Pemasangan Papan Segel No 92/-1.758.1/SS/JB/2019 tanggal 20 Februari 2019. Pada hari yang sama, keluar Surat Perintah Bongkar Sendiri No. 97/-1.758.1/SPB/JB/2019 tanggal 20 Februari 2019. Lalu, pemilik bangunan telah membongkar sendiri ketidaksesuaian bangunan pada tanggal 21 Maret 2019. Ant

Resensi Buku Karya Emanuel Dapa Loka: Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi

Buku setebal 214 halaman berjudul “Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi” ini ditulis oleh Emanuel Dapaloka, wartawan senior alumni Akademi Komunikasi Yogyakarta, Jurusan Jurnalistik. Buku ini terdiri dari 9 Bab dan diterbitkan pertamakali dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Altheras Publishing. Melalui buku ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca, khususnya kaum milenial zaman now agar terbeban menjadi garda terdepan dalam pencegahan tindak pidana korupsi.

Menurut Emanuel, buku ini berisi kumpulan tulisannya yang telah tersebar di beberapa media. Bukan reportase, tapi merupakan permenungan pribadi atau soliloqui atas berbagai hal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, yang kadang mendatangkan keprihatinan, perasaan jengah, marah, sedih, cemas, namun ada juga yang menyulut kegembiraan dan harapan. “Yang paling memprihatinkan adalah berbiaknya perilaku korup, maling, rakus, fitnah, jegal-menjegal di tengah-tengah para elit dan kaum terpelajar. Diantara mereka terasa kuat prinsip: senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Sesungguhnya, inilah tipe manusia pengkhianat kelas dewa, Namun, hebatnya, orang semacam ini panda mengolah kata-kata untuk memanipulasi fakta atau setidaknya mengaburkan daya kritis orang, lalu tetap memujanya sebagai orang paling baik nan suci sedunia,” tukas Eman yang juga mantan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) periode 2008 s/d 2010.

Pertanyaannya yang mengemuka di benak pembaca, adalah mengapa judulnya ‘Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi’? Pertama, judul tersebut saya ambil dari salah satu tulisan dalam buku ini. Dan tulisan tersebut tentang korupsi. Dan patut segera dicatat bahwa melalui tulisan-tulisan pada bab korupsi saya tidak sedang mengupas ikhwal korupsi dari sudut hukum. Tulisan tersebut sekedar entakan-entakan kecil dari sisi moral untuk mengingatkan kita bahwa perilaku korup adalah tindakan keji yang bisa membunuh manusia, melumpuhkan nurani, daya nalar dan membangkrutkan negara. Kedua, perilaku korup sudah sampai pada stadium parah. Bahkan merwka yang ditangkap lalu divonis, karwena apes saja. Banyak pelaku lain yang masih selamat karena lincah bermain-main di atas gelombang korupsi. Tapi yakinlah, ibarat tupai yang sangat pandai melompat kesana kemari, suatu saat bisa jatuh juga. Atau kalaupun para koruptor itu tidak tertangkap di dunia ini, di dunia lain yang jaraknya hanya seutas nafas manusia itu, mereka pasti akan mendapatkan bayaran yang setimpal. Mengapa? Karena mereka menari-nari di atas penderitaan rakyat yang sepanjang tahun berjuang habis-habisan bahkan menyabung nyawa,” tandas suami dari Suryani Gultom & Ayah dari Theresia Loise Dapaloka yang juga sukses merilis 9 judul buku sebelumnya, yakni: In Providentia Dei, Narasi Rahmat Allah, Orang-Orang Hebat; Dari Mata Kaki ke Mata Hati; Ikhlas Adalah Kekuatanku; Entrepreneurship Seorang Purnawirawan; For The Glory of God; Menyeberangi Ngarai Berbagi Kasih; Iman Mereka Hidup.

Peluncuran Buku di kantor Majalah Narwastu, Selasa, 25/8/2020 Siang. Ki-ka: Jonro Munthe (Pemimpin UmumMajalah Narwastu-Pembina Perwamki), Pdt. Sapta Siagian (Kabid Rohani Perwamki), Agus Panjaitan (Sekum Perwamki), Roy Agusta (Pemred Chronos Daily.com ), Stevano Margianto (Ketum Perwamki), Emanuel Dapaloka (Pembina Perwamki/Penulis Buku Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi) & David Pasaribu (Pengurus Perwamki DKI Jakarta)

Pada bab pertama, penulis mengentak kesadaran tentang nistanya korupsi dan sang koruptor. Pada bab pertamalah tulisan berjudul Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi tersua bersama empat buah artikel lain yang juga berbicara tentang korupsi: Imajinasi adalah Sayap, Agar Manusia Tidak jadi Kera, Habitus Non Facit Monachum dan Hidupkan Imajinasimu.

Seperti dikatakan Yustinus Prastowo dalam kata pengantarnya, melalui buku ini, penulis tidak sedang menguliti korupsi dan bagaimana mengatasinya. “Emanuel membidik korupsi bukan sebagai persoalan hukum atau birokrasi, melainkan persoalan moral,” tulis Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu.

Yustinus pun menjabarkan kata “moral” di negeri ini yang telah terlanjur menjadi istilah klise. Kata Yustinus, kata moral itu terlalu sering dikhotbahkan secara mubazir sampai kita bosan mendengarnya, bahkan muak. “Dalam buku ini Emanuel memang banyak menulis tentang moral, tetapi bukan dengan gaya kotbah melainkan kisah. Tanpa terlalu banyak konsep, kisah dan kesaksian punya daya lebih kuat daripada kotbah sama seperti teladan punya daya lebih kuat untuk menggerakkan orang daripada nasihat-nasihat yang nyaris tak mungkin disanggah,” papar Yustinus yang juga pendiri dan Ketua FoRGES (Forum Gaudium et Spes). Bagi Anda yang ingin mendapatkan buku ini silakan menghubungi No HP. 0812.1347.1015. SM

PASTI! BULAN SEPTEMBER 2020, PERWAMKI & STT LETS GELAR PELATIHAN JURNALISTIK MELALUI APLIKASI ZOOM

Jakarta, Victoriousnews.com,-Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki) pastikan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik kepada kaum milenial dan masyarakat umum, pada hari Selasa, 1 September 2020, pukul 19.30 melalui zoom. Pelatihan Jurnalistik Perwamki yang rencananya digelar 5 kali pertemuan (setiap Selasa) ini bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teologia Lighthouse Equipping Theologia School (STT LETS). “Sebagai Ketua umum DPP Perwamki, saya melihat pelatihan jurnalistik ini sangat baik dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat umum, terutama mahasiswa ketika melakukan penulisan skripsi atau tesis, “ jelas Ketua Umum DPP Perwamki, Stevano Margianto.

Menurut Margianto, melalui pelatihan jurnalistik ini juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk dapat melahirkan karya-karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang. Serta dapat diperkaya oleh para narasumber yang kompeten dan berpengalaman dalam dunia jurnalistik. “Apalagi di Era teknologi canggih ini, kita semua dituntut untuk cerdas mengikuti perkembangan zaman, terutama di media sosial yang kerap viral. Nah, jika Kita sudah dibekali ilmu jurnalistik, maka kita bisa membedakan mana berita hoax, berita yang tendensius bernuansa SARA, dan berita2 lainnya,” papar Margianto.

Sementara itu, Kordinator Pelaksana Emanuel Dapa Loka mengatakan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan kaidah-kaidah jurnalistik kepada siapa saja yang tertarik di bidang kewartawanan, khususnya di media Kristiani.

Lanjut wartawan tempusdei.id ini, pelatihan tersebut akan diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom, setiap Selasa malam selama September mulai 19.30 WIB. Ada beberapa nama yakni Jonro I. Munthe, Agus R. Panjaitan, Paul Maku Goru, Roy Agusta, Antonius Natan dan Emanuel Dapa Loka sendiri yang akan menjadi narasumber.

Sedangkan Roy Agusta selaku sekretaris panitia pelaksana, menyampaikan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan secara berkesinambungan selama 5 kali atau total selama 7.5 jam, akan mendapatkan E-Sertifikat. “Untuk paket Dasar Jurnalistik ini kami kenakan kontribusi Rp100 ribu untuk 5 kali pertemuan daring,” tambah Roy.

Penasihat PERWAMKI Dr. Antonius Natan, MTh menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik ini sangat penting mengingat profesi jurnalis sekarang ini tidak bisa lagi dianggap sebagai profesi “mainan” yang siapa saja boleh punya kartu pers selama dia kenal seseorang yang bekerja di media. “Citizen Journalism boleh saja berkembang sesuai eranya, tetapi jurnalis Wartawan Kristen Berbagi Ilmu Melalui Pelatihan Jurnalistik kristiani harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip jurnalistik secara profesional,” kata Antonius.

Perwamki adalah organisasi wartawan yang mewadahi para wartawan kristiani. Para wartawan yang bergabung dalam organisasi ini mendapat kesempatan untuk saling memperkaya dalam wawasan dan keterampilan jurnalistik. “Kini waktunya kita ikut berbagi. Kalau kita tak punya sembako untuk berbagi, ya kita bagi ilmu dan pengalaman,” pungkas Emanuel Dapa Loka.

Emanuel Dapaloka pernah jadi juara III penulisan artikel yang diadakan “Kompas” pada 2013 dan Jonro I. Munthe pernah terpilih jadi “Jurnalis Muda Motivator 2009 Pilihan Majelis Pers Indonesia”

Jonro I. Munthe, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi majalah NARWASTU menyebutkan, PERWAMKI hadir sebagai lembaga para jurnalis dan media Kristiani diawali pada September 2003 dibicarakan pendiriannya di kantor tabloid Victorious dan saat itu tuan rumah pertemuan Suratinoyo dan Margianto, lalu di kantor NARWASTU pada Oktober 2003 dibentuk pengurus dengan tuan rumah Jonro Munthe, dan pengurus terpilih saat itu Suratinoyo jadi ketua dan Emanuel Dapaloka jadi sekretaris.

Sejak berdiri PERWAMKI pada Oktober 2003 sudah diadakan Munas I pada 2005 di Puncak (Bogor), Munas II di Ciawi (Bogor) pada 2008, Munas III di Cipanas, Jawa Barat, pada 2010, Munas IV di Denpasar (Bali) pada 2013, Munas V di Singapura pada 2016 dan Munas VI di Bogor pada 2019.

PERWAMKI memiliki kader-kader berprestasi hingga jadi pemimpin media massa, penulis buku dan mendapat penghargaan dari organisasi atau lembaga pers serta sering diundang jadi pembicara soal jurnalistik dan fenomena media sosial. Silakan segera mendaftarkan diri melalui no WA: 0812.1353.8181. SM

Salurkan 250 paket Sembako, Pdt.Nuah Ginting (Gembala GBI Bumi Bekasi Baru): Gereja Harus Hadir Untuk Menolong Sesama Yang Terdampak Pandemi

Jakarta, Victoriousnews.com,-Di tengah pandemi corona yang berkepanjangan saat ini, mendorong banyak pihak untuk berlomba berbagi kasih kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid 19. Hal itulah yang juga dilakukan oleh GBI Bumi Bekasi Baru (GBI BBB) Rayon V Rawalumbu Bekasi yang digembalakan oleh Pdt. Nuah Ginting. GBI BBB terpanggil untuk memberikan bantuan berupa bahan pokok kepada para hamba Tuhan khususnya yang melayani di daerah Bekasi. Selain para hamba Tuhan, GBI BBB juga menyalurkan bantuan kepada jurnalis Kristen yang tergabung dalam organisasi PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia) pada hari Selasa (26/05) siang.

Pdt. Nuah Ginting (Kanan) Memberikan Simbolis paket sembako kepada stevano, Steano Margianto (ketua Perwamki), Selasa, 26 Mei Siang.

Penyaluran paket bantuan bahan pokok berupa: beras 10 kg, Minyak goreng, Indomie dan sarden ini dilakukan di Aula Gereja GBI Bumi Bekasi Baru lantai 2, Jalan Jambrud Rawalumbu, Bekasi.
Gembala GBI Bumi Bekasi Baru, Pdt. Nuah Ginting mengungkapkan, bahwa aksi peduli kasih yang telah dilakukan sudah 8 kali selama pandemi corona (2 bulan). “Kami telah melakukan aksi peduli kepada warga di sekitar lingkungan Gereja, kepada para OJOL dan terakhir sebelum baksos ini Gereja juga membagi paket sembako kepada 250 pemulung dan orang yang tidak mampu di daerah Bantar Gebang, dan hampir setiap sore kita juga membagi makanan di sekitar Gereja,” tutur Pdt. Nuah yang saat itu menyalurkan bansos 250 paket kepada hamba Tuhan di wilayah Bekasi.


Lanjut Pdt. Nuah, aksi berbagi kasih itu dilakukan karena merasa terpanggil saat melihat langsung kondisi jemaatnya dan warga yang terkena imbas dari pandemi ini, dimana mereka kewalahan untuk sekedar bertahan hidup saja, beras tidak ada, sementara anaknya lebih dari satu, belum lagi kewajiban membayar kontrakan. “Saya kira Gereja harus hadir dan berperan disini, saya mengajak teman-teman lainnya untuk ikut membantu jangan berdiam diri saja,” tukas hamba Tuhan yang mempunyai 500 jemaat ini.
Pdt. Nuah berdoa, seluruh jemaat dan seluruh masyarakat Indonesia diluputkan Tuhan dari covid- 19 dan pandemi ini dapat segera berlalu agar situasi normal kembali termasuk kegiatan ibadah dapat dilakukan di Gereja kembali. “ Ke depan kami masih terus melakukan aksi peduli hingga pandemi ini berakhir,” paparnya. SM