Pesan Mendagri Tito Karnavian Dalam Penutupan GA WEA: Pancasila Merupakan Nationality Blessing, Pemersatu Bangsa Indonesia

Pesan Mendagri Tito Karnavian Dalam Penutupan GA WEA: Pancasila Merupakan Nationality Blessing, Pemersatu Bangsa Indonesia

Ki-ka: Pdt. Anton Tarigan (Ketua Panitia GA WEA), Mendagri Tito Karnavian, Bishop Efraim Tendero (Sekjen WEA), dan Pdt. Ronny Mandang (Ketum PGLII)

SENTUL,Victoriousnews.com,- General Assembly World Evangelical Alliance yang ditutup pada hari Selasa (12/11) malam, dikejutkan dengan kehadiran Menteri Dalam Negeri Indonesia Jenderal (Pol) Tito Karnavian dalam acara tersebut. Sebenarnya Mendagri Tito Karnavian, datang untuk persiapan fmal pertemuan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 yang dilaksanakan di tempat yang sama, yakni di SICC Rabu (13/11/2019). Namun, ketika bertemu di Hotel Harris, Pdt. Lipiyus Biniluk mengajaknya bergabung di acara GA WEA. “Tiba-tiba Pdt. Lipiyus Biniluk mene|pon saya dan mengatakan Menteri Dalam Negeri telah ada di hotel Harris dan sudah siap bergabung ke gedung SICC di acara WEA GA. Hanya dalam waktu 3 menit PGLII dan WEA diwakilkan Bishop Efraim Tendero menerima kedatangan Pak Tito dan Iangsung bercakap di ruang VVIP. Setelah sedikit memperkenalkan WEA dan PGLII, Pak Tito Karnavian yang juga akrab dengan PGLII, hadir di tengah acara GA dari 92 negara anggota WEA dan memberikan suatu refleksi keagamaan dalam konteks ke-lndonesiaan yang sangat memberkati seluruh peserta GA WEA,” tutur Deddy A. Madong, Wakil Ketua Panitia GA WEA.

Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Bishop Efraim Tendero

Dalam Pidato sekaligus refleksi dalam konteks Ke-Indonesiaan, Mendagri Tito mengatakan bahwa Pancasila merupakan nationality blessing atau berkat dari Tuhan bagi bangsa Indonesia yang menjadi perekat bagi keberagaman Indonesia. “Indonesia adalah sebuah Negara dengan beragam agama, etnis dan budaya. Kita juga memiliki wilayah geografls yang sangat luas. Tapi para pendiri bangsa telah memilh pemersatu yang sangat kuat yaitu Pancasila. ltulah yang menentukan nasionalisme kita dan persaudaraan kebangsaan kita,” ujar Tito ketika menyampaikan pidatonya dalam bahasa Inggris di hadapan peserta WEA.

Mendagri Tito menyerahkan peta Indonesia kepada Bishop Efraim Tendero

Selain menjelaskan tentang Pancasila sebagai pilar kebangsaan, kebhinekaan, dan toleransi umat beragama,Mantan Kapolri ini juga banyak bicara tentang pemberantasan paham radikal, terorisme di Indonesia dan internasional serta upaya-upaya yang bisa ditempuh untuk mewujudkan perdamaian dunia.
Usai berpidato Mendagri Tito didaulat oleh PGLII untuk menyerahkan peta Indonesia kepada Bishop Efraim Tendero selaku General Secretary WEA. Peta Indonesia ini terbuat dari kain batik dalam bingkai kayu berwarna emas. SM

Bishop Efraim Tendero: Ini Adalah Sidang WEA Terbaik Yang Pernah Saya Ikuti

Pose bersama seluruh pengurus PGLII dengan Bishop Efraim Tendero di depan gedung SICC, 8 Nov 2019

SENTUL,Victoriousnews.com,- Persidangan lanjutan General Assembly World Evangelical Alliance (GA-WEA) yang berlangsung di Sentul International Convention Centre (SICC), sejak tanggal 7 sd 13 November 2019 membahas 3 isu besar, yakni Global, Generation dan Gender. Nah, pada hari ketiga persidangan, Sekjen WEA, Bishop Efraim Tendero tiba-tiba mengatakan ingin bertemu seluruh pengurus serta anggota Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII). Pembicaraan akhirnya dilakukan di VVIP Lounge usai makan siang.
Dalam pembicaran itu, Bishop Efraim Tendero kembali menegaskan bahwa terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Sidang Umum WEA 2019 merupakan hal yang tidak terduga. “Sebenarnyaa sudah ada beberapa tawaran yang masuk. Di antaranya dari Korea Selatan dan Ethiopia. Secara fasilitas dan pendanaan, Korea Selatan sangat siap. Sementara Ethiopia menjadi kandidat karena faktor sejarah. Kita tahu bahwa Alkitab menyebutkan kekristenan masuk ke Afrika melalui seorang sida-sida Ethiopia yang ditemui Filipus di jalan sunyi (Kis. 8:27-38). Jadi akan sangat luar biasa jika Sidang Umum WEA 2019 diadakan di tempat yang sangat bersejarah bagi kekristenan.
Namun saat saya berdoa, rupanya Tuhan justru menginginkan Indonesia menjadi tuan rumah. Saat saya sampaikan hal ini kepada Pdt. Nus Reimas, Ketua Majelis Pertimbangan PGLII, ia bilang akan mendoakannya dulu. Menyelenggarakan acara bertaraf internasional seperti ini pasti memerlukan persiapan matang dan biaya yang tidak sedikit. Jadi kalau nantinya Indonesia menyatakan tidak siap, saya bisa memakluminya.Beberapa pekan kemudian, Pdt. Nus Reimas minta saya segera meneleponnya. Sambil menangis, ia mengatakan bahwa setelah berdoa mendapat peneguhan untuk mengambil tawaran menjadi tuan rumah Sidang Umum WEA 2019. Saya terkejut. Lantas bagaimana dengan dananya? Pdt. Ronny Mandang yang kemudian saya hubungi mengatakan Tuhan akan menyediakannya.Hari ini saya melihat bagaimana Sidang Umum WEA 2019 berlangsung dengan baik. Meski acara belum selesai, saya terkesan dengan cara panitia bekerja. Salah satu peserta Sidang Umum WEA 2019 yang sudah bergabung di WEA selama lebih dari 50 tahun, dan pernah mengikuti Sidang Umum WEA di berbagai negara, mengatakan bahwa ini merupakan salah satu Sidang Umum WEA terbaik yang pernah diikutinya. Oleh karena itu, saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat,” tukas Tendero, selanjutnya ditutup dengan doa dan foto bersama. SM

Ini Dia 5 Berkat Profetik Yang Disampaikan Oleh Dr. Morris Kepada Umat Kristiani Indonesia

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Pada hari kedua, acara Indonesia Conference of The Holy Spirit yang diselenggarakan di Integrity Convention Center lantai 10, Mal Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat (Jumat, 27/9), tampak para peserta yang hadir dipenuhi kuasa Roh Kudus dan merasakan hadirat Allah luar biasa.


Setiap pujian dan penyembahan yang dinaikkan kepada Tuhan, membawa para peserta masuk ke lorong hadirat Tuhan yang sangat dalam. Sehingga ketika penginjil lintas bangsa, Rev. Dr.Morris Cerullo menyampaikan kotbahnya, hampir seluruh peserta yang memadati ruangan berkapasitas ribuan itu dipenuhi kuasa Roh Kudus dengan karunia-karunia berbahasa lidah.

Five Prophetic Blessings yang dilepaskan oleh Rev. Dr.Morris Cerullo pada hari kedua (Jumat, 27/9) di MGK Kemayoran Jakarta.

Sebelumnya, para peserta dibagikan selembar kertas yang berisi tentang Five prophetic blessings (5 pesan berkat profetik/kenabian) bagi umat Kristiani Indonesia yang ditulis oleh Pastor Morris Cerullo. 5 pesan profetik yang ditulis dalam bahasa Inggris itu kemudian dibacakan dan dilepaskan secara langsung oleh Morris ketika menyampaikan kotbahnya dan doa pengurapan.


Seluruh isi 5 pesan berkat profetik tersebut semuanya tertulis dalam Alkitab, diantaranya: Pertama, God will be an enemy to your enemies/ Tuhan akan memusuhi lawan-lawanmu (Exodus/Keluaran 23:22). Kedua, God will be bless your daily provision/ Tuhan akan memberkati makanan atau perbekalan seharimu (Exodus/ Keluaran 23: 25). Ketiga, God will take sickness from you/ Tuhan akan mengambil atau menyembuhkan penyakitmu (Exodus/Keluaran 23: 25). Keempat, God will prolong your days upon earth/ Tuhan akan memberikan umur panjang di bumi (Deuteronomy/Ulangan 4:40). Dan kelima, God will love, bless and multiply you/Tuhan akan mengasihi, memberkatimu berlimpah-limpah (Deuteronomy/Ulangan 7: 13).

Para peserta membawa kertas berisi 5 pesan profetik ke depan panggung dan didoakan secara khusus oleh Dr. Morris Cerrulo

“Tuhan akan menggenapi destiny atau tujuan hidup saudara semua. Kata destiny itu sebenarnya seperti tertulis dalam alkitab yang saya sampaikan tadi malam yakni dalam kitab Amos 3:7. Tuhan tidak akan melakukan apa-apa kecuali menyatakan rahasia-rahasianya melalui hamba-hambaNya yaitu para nabi. Saudara saat ini berada dalam pengurapan kenabian. Saat ini Tuhan sedang membuka mata rohani saudara. Saudara sedang melihat kepada masa depan. Saudara akan melihat apa yang akan terjadi di Indonesia. Karena Tuhan telah melepaskan destiny, bahwa Indonesia akan menyembah Tuhan. Saudara akan berjalan dalam roh dan kebenaran,” papar Pastor Morris dalam kotbahnya selama hampir 1,5 jam sekaligus mengimpartasikan pengurapan kepada ribuan peserta. SM

88 Tahun Masih Berapi-Api Melayani Tuhan, Dr.Morris Cerullo: Saya Diutus Tuhan Ke Indonesia Untuk Melepaskan Pesan Profetik

Penginjil Lintas Bangsa, Rev.Dr. Morris Cerullo saat berkotbah hari pertama di ICC- MGK, Kemayoran Jakpus (Kamis,26/9)

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Seminar dan Kebaktian Kebangunan rohani bertajuk “Indonesia Conference of The Holy Spirit” (ICHS) yang digelar selama dua hari berturut-turut (26-27 September) di Integrity Convention Center Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat, menampilkan sejumlah pembicara, diantaranya adalah: Pastor Gary Whetstone, Pastor Tony Mulia, Pastor Raymond Moi, Pastor Jose Carol serta pembicara utama Pastor Morris Cerullo.

Ps. Dr. Tony Mulia saat menyampaikan firman Tuhan di ICC-MGK (Kamis, 26/9)

Pada hari pertama, Kamis (26/9), Ketua Panitia ICHS, Pastor Tony Mulia menyaksikan kedahsyatan Tuhan bekerja ketika dirinya bersama tim berkunjung dan meyampaikan seminar tentang ‘Memutuskan Kutuk Generasi’ di Kota Ambon serta pulau Seram (Waipia dan Masohi), Maluku. “Luar biasa dahsyat Tuhan bekerja di Ambon dan Pulau Seram. Di sana kami bersama tim menggelar seminar, memutuskan kutuk generasi. Kami juga melakukan doa-doa profetik untuk kota Ambon dan Maluku. Sebelum terjadi gempa di Ambon kemarin, awal September saya sudah sampaikan kepada Bapak Walikota Ambon saat itu, bahwa umat Kristen harus banyak berdoa. Karena Tuhan akan menggoncangkan orang-orang benar yang sungguh-sungguh berserah dan berdoa kepada Tuhan. Kami juga melakukan pelayanan KKR penyembahan memutuskan kutuk generasi, serta doa-doa profetik di Pulau Seram,” tukas Ps Tony Mulia dalam kotbahnya.
Pastor Tony juga kerap dikenal dengan sebagai hamba Tuhan yang kerap menggunakan angka dalam setiap pelayanannya. Misalnya, dalam kepercayaan kepercayaan orang China, angka 4 dianggap angka mati (Sie) atau sial. “Sebenarnya N angka 4 adalah angka malaikat seperti yang tertulis dalam kitab Wahyu 4:7-8. Ironis memang, di Hongkong dan Taiwan tidak ada gedung lantai 4, 14, 24 atau 40-an karena dianggap angka kematian. Tetapi bagi anak-anak Tuhan, orang percaya angka 4 adalah angka malaikat,” tegas Tony sembari menambahkan bahwa ketika malaikat datang merupakan keuntungan bagi setiap umat manusia.Seperti kata Paulus dalam Injil Filipi 1:21 “Karena bagiku, Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Pastor Gary Whetstone

Ps.Gary Whetstone asal San Diego, USA, Dalam khotbahnya, menegaskan bahwa kita sebagai umat tebusanNya diberikan kuasa atau ‘power of God’ untuk mengalahkan iblis. Oleh karenanya, kita harus memakai kuasa Tuhan itu dengan benar. “Tuhan Yesus yang membela dan menyelesaikan masalah terhadap musuh kita. Dia meletakan musuh kita sebagai pijakan kakiNya,” tukas Pastor Gary.
Pastor Gary mencontohkan melalui kisah dalam Alkitab, yakni runtuhnya tembok Yerikho dan pertarungan antara Daud melawan Goliat.

 Baca juga

Ini Dia 5 Berkat Profetik Yang Disampaikan Oleh Dr. Morris Kepada Umat Kristiani Indonesia

“Musuh menaruh perlindungannya kepada tembok Yerikho. Berkat doa-doa yang dinaikkan, akhirnya kuasa Tuhan bekerja meruntuhkan tembok Yerikho itu. Begitupula dengan orang filistin yang mempercayakan kekuatannya kepada Goliat dikalahkan Daud atas nama nama kuasa Tuhan,” tandas Gary.


Sementara itu, pembicara utama Pastor Dr. Morris Cerullo mengatakan dalam kotbahnya, bahwa dirinya itu diutus Tuhan untuk datang kembali ke Indonesia. Dr. Morris pun mengaku, bahwa dirinya membuat pernyataan bukan dengan iman, melainkan sifatnya profetik. “Ada orang-orang di dalam ruangan malam hari ini, yang akan menerima karunia-karunia luar biasa dari Tuhan. Tuhan akan pakai saudara. Kita akan melihat dalam Roh, Indonesia akan berbalik kepada Tuhan. Apakah disini ada yang percaya kepada nubuatan-nubuatan? Jujur, saya tidak pernah mengharapkan untuk datang kembali ke Indonesia. Karena Saya sudah sering ke Indonesia selama bertahun-tahun. Waktu itu saya masih muda sekali. Ketika pertama kalinya saya datang ke Menado. Itu kota pertama kali saya datang. Saya melakukan KKR terbuka yang besar. Kemudian kota demi kota. Sampai akhirnya saya mendarat di Jakarta. Sudah lebih dari 50 tahun yang lalu. Bahkan ada sebagian saudara yang belum lahir saat ini. 50 tahun yang lalu, saya dengan tim datang ke Jakarta. Waktu itu saya baru berusia 30 tahunan,” ujar Ps Morris di hadapan ribuan peserta yang hadir di ICC MGK Kemayoran, Jakarta Pusat.


Pastor Morris juga sangat bersyukur masih dapat melayani Tuhan Yesus meski usianya sudah menginjak 88 tahun. “Dalam beberapa hari lagi, saya akan berulang tahun yang ke 88 tahun. Tuhan masih memberikan kesempatan untuk melayani sampai saat ini. Saudara tahu saya harus naik pesawat lebih dari 20 jam untuk sampai di tempat ini. Padahal usia saya sudah 88 tahun. Harusnya saya sudah tidak naik pesawat lebih dari 2 jam,” papar Morris.


Lanjut Morris, ketika Ia datang ke Indonesia pertama kali di Jakarta, justru disangka orang gila karena melakukan KKR di stadion yang bisa menampung 300 ribu orang. “Waktu itu jumlah gereja di Indonesia masih sedikit. Banyak orang yang bilang, siapa anak muda gila ini? Mau melakukan KKR Kristen di stadion terbesar di Indonesia. Mereka bilang ini pasti orang gila. Baru kemudian, satu hari dihadiri beberapa orang, hari kedua beberapa orang lagi datang. Hari ketiga, beberapa orang lagi datang. Saudara tanya pada saya Brother Cerullo apa yang terjadi saat itu? Saya kasih tahu, yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh melompat dan bersukacita dan hadirat Tuhan memenuhi stadion tersebut dengan 300 ribu orang.Itu adalah pengalaman pertama saya pelayanan di Jakarta,” ungkap Pastor Cerullo.


Pastor Morris menegaskan bahwa kehadirannya di Jakarta ini merupakan penugasan khusus dari Tuhan. “Saya berpikir tak akan datang lagi ke Indonesia. Sekitar setahun yang lalu, Roh Kudus datang ke dalam rumah saya. Saudara percaya bahwa Roh Kudus masih dapat berbicara kepada kita sampai hari ini? Dan saat itu Roh Kudus berbicara kepada saya, tujuan dari Roh Kudus adalah untuk berkomunikasi kepada kita. Untuk berbicara kepada kita, untuk menuntun kita. Dan Roh Kudus membawa kepada saya suara Tuhan. Kata Tuhan, “Aku mau kamu pergi ke Indonesia satu kali lagi”. Saya Tuhan?, kenapa Engkau mau aku datang lagi ke Indonesia? Hanya untuk 2 hari? Harus terbang jauh-jauh dari Amerika. Saya bilang Tuhan, kenapa bukan tempat yang belum pernah saya datangi? Kenapa harus kembali lagi ke Indonesia? Tuhan berkata anakku, Aku mau pakai kamu untuk melepaskan nubuatan. Engkau akan melepaskan nubuatan dari Roh Kudus yang akan memutarbalikkan Indonesia. Saudara percaya? Yang saya tidak sadar bahwa ketika saya tiba di Indonesia kali ini akan ada masalah, ada kekacauan, di jalan-jalan. Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengutus saya ke sini. Untuk melepaskan 5 nubuatan profetik. Bahkan hari ini Roh Kudus, berbicara di kamar hotel yang kecil. Agar saya menuliskan dan dicetak, agar besok pagi saya akan minta dari gembala maupun panitia untuk dapatkan nubuatan-nubuatan itu dan diprint. Sehingga besok malam ketika saudara datang, saya mau nubuatan ini dibagikan kepada saudara.Karena saya tidak mau melepaskannya secara verbal. Seringkali saudara lupa. Tuhan bilang, tuliskan…tuliskan…Jadi besok malam harus datang. Saya minta besok malam besok datang. Kita akan akan datang ke tempat ini dan kita akan menerima nubuatan. Saudara akan diurapi.Ada satu ayat kecil di Alkitab, ditemukan dalam kitab Amos 3: 7, “Tuhan Allah tidak berbuat apa-apa……….”
Dia tidak akan melakukan apa-apa, bukannya Cuma 50 persennya. Dia tidak akan melakukan apa-apa. Tuhan tidak akan melakukan apa-apa kecuali Dia terlebih dahulu menyatakan rahasia-rahasianya malam hari ini. Roh pewahyuan sedang dilepaskan malam ini. Tuhan melepaskan rahasia-rahasianya kepada para nabi. Saudara percaya ini? Kalau Moris diutus kembali datang ke Indonesia, itu diutus oleh Tuhan. Bukan karena diundang gembala. Tetapi diutus Tuhan. Maukah saudara berkata berkata “Tujuan”, Allah yang saudara layani, adalah Allah yang memiliki tujuan. Sekarang apa yang kita perlukan adalah Roh pewahyuan. Tuhan membawa kehendak saudara dan tujuan saudara,khususnya di Jakarta. Tuhan akan menyatakan dirinya di Indonesia,” pungkas Pastor Morris disusul dengan doa pengurapan yang dahsyat bagi umatNya dan hamba-hamba Tuhan yang hadir. SM

Sekilas Profil PENGINJIL MORRIS CERULLO

 

Morris Cerullo dikenal sebagai nabi dan rasul bagi bangsa-bangsa. Selama lebih dari 50 tahun, Tuhan telah memakai Morris untuk menyampaikan pesan-pesan profetik kepada Tubuh Kristus di seluruh dunia. Selama lebih dari 1/2 abad pelayanannya kepada bangsa-bangsa di dunia, Morris mengatakan bahwa Tuhan telah menempatkan dirinya di garis depan dalam perang doa. Dalam salah satu bukunya, Urapan Dahsyat di Akhir Zaman, Morris mengajarkan umat Tuhan untuk berjalan dalam pewahyuan baru, iman dan keberanian untuk memanjatkan doa-doa profetik, dan bergerak dalam dimensi kuasa dan otoritas yang baru untuk penuaian di akhir zaman dan hidup berkemenangan.“Allah sedang membawa kita ke dalam suatu dimensi otoritas yang baru dalam doa kita sehingga kata-kata kita, yang diucapkan dengan otoritas dan didasarkan atas janji-janji Allah, akan memampukan kita untuk menghadapi setiap benteng musuh. Anda akan menghancurkan kubu-kubu dalam keluarga Anda, rumah tangga Anda, masyarakat Anda, dan bangsa Anda,” tandasnya.

Pesan utama pelayanan Morris adalah Yesus Kristus tetap sama kemarin, hari ini, dan selama-lamanya (Ibr. 13:8). Morris mendirikan Morris Cerullo World Evangelism (MCWE) pada 1961 dengan pusatnya di San Diego, Amerika Serikat. Ia mengawali pelayanan ini dari garasi rumahnya. Pelayanannya berkembang pesat dan mendunia. MCWE dikenal sebagai pelayanan di mana matahari tidak pernah terbenam. Setiap waktu, setiap hari di seluruh dunia pelayanannya terus berlangsung. Kantor MCWE ada di sejumlah negara seperti Inggris, Belanda Kanada, Rusia, Afrika, Amerika Selatan, Filipina, dll.  Tahun 1962 di Porte Alegro, Bazil, Tuhan memberi Morris visi, mandat untuk membangun orang-orang percaya yang terlatih menjadi pasukan Tuhan yang besar dan aktif untuk mengatasi kegelapan dan menyebarkan terang Injil Kristus. Pasukan ini diberi nama God Victorious Army, terdiri dari berbagai bangsa yang terlatih untuk membawa Injil ke desa- desa, kota-kota, dan suku-suku bangsa dengan urapan yang sama dengannya. Dr. Cerullo telah melakukan perjalanan pelayanan ke banyak negara di dunia untuk membangkitkan orang-orang di setiap negara yang dikunjunginya. Tujuannya agar mereka dapat menjangkau jiwa-jiwa di negara mereka sendiri bagi Kristus. Pelayanan MCWE meliputi KKR massal disertai mukjizat dan kesembuhan ilahi, Sekolah-sekolah Pelayanan (School of Ministry/SOM), Penjangkauan Dunia Orang Yahudi (Worldwide Jewish Outreach), dan siaran radio dan televisi selama 24 jam setiap hari melalui Inspirational Satellite Christian TV Network. Pengajaran SOM atau yang serupa dengan itu juga populer dan banyak diadopsi oleh sejumlah gereja di Indonesia. Morris menyadari bahwa kunci untuk penginjilan dunia adalah melatih pelayan-pelayan yang akan membawa pesan Injil kepada bangsanya. Orang Afrika menjangkau sesama orang Afrika, orang Asia menjangkau Asia, dst. Melalui SOM, Dr. Cerullo berhasrat untuk melatih, melengkapi, dan membagikan (impartasi) urapan dari hidupnya kepada orang-orang percaya sehingga mereka dipakai Tuhan melakukan pekerjaan-Nya (Yoh. 6:28).  Sementara itu, Morris yang berdarah Yahudi memiliki beban besar untuk menjangkau sesama orang Yahudi melalui Worldwide Jewish Out-reach. Sejak awal, salah satu pernyataan misi pelayanannya adalah ”Menjadi saksi bagi setiap orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias”. Untuk itu, tahun 1963-1964, buklet Jeshua Hamashiah didistribusikan ke Israel disertai dengan kupon permintaan Alkitab gratis bagi pembaca yang berminat.

Program ini mendapat respons sekitar 5.000 permintaan Alkitab. Tahun 1994, mulai dibuka kantor pelayanan di Yerusalem untuk menjawab pertanyaan seputar Mesias. Pada 23-25 Januari 1996, berhasil digelar Konferensi Internasional Israel MCWE yang perdana. Misi terakhir yang tengah disiapkan adalah The “Big Coat” Outreach, sebuah pelayanan menjangkau 10 kali lipat jiwa-jiwa dalam agenda 5 tahun yang mencapai puncaknya pada 2010.

Morris Cerullo lahir di New York, 1932. Pada usia 2 tahun, Morris kehilangan kedua orangtuanya dan diasuh di panti asuhan Yahudi Ortodoks Daughters of Miriam. Ketika 14 tahun, ia menemukan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias (Juruselamat). Ia menerima panggilan ilahi, supernatural dari Tuhan untuk berkhotbah pada usia 15 tahun ketika Tuhan membawanya ke surga dan menyatakan diri-Nya dengan visi supernatural. Sejak itu hingga kini Morris tidak pernah ragu dengan komitmennya dan bersemangat untuk menggenapi Amanat Agung untuk membawa tuaian jiwa-jiwa dari seluruh dunia. Perjumpaannya dengan Kristus telah melahirkan pelayanan global yang terus berlanjut menjangkau dunia dengan kuasa ilahi bagi orang-orang yang terluka. Morris menikahi Theresa pada 1951. Pernikahan mereka dianugerahi tiga anak, David, Mark, dan Susan. Theresa Cerullo menjadi bagian yang efektif dan energik dalam pelayanan MCWE. Dia senang dengan julukan ”Mama” oleh jutaan orang di dunia.Tuhan telah memakai Dr. Cerullo untuk merintis pelayanan luar negeri dan membuka banyak negara yang dianggap tertutup bagi Injil. Pelayanannya disertai dengan manifestasi kuasa mukjizat Tuhan. Ia pun dikenal sebagai penginjil kesembuhan.

Dr. Cerullo juga dikenal dengan kata-kata nubuatnya. Tuhan memakai Morris dengan kata nubuat untuk menyiapkan umat-Nya atas apa yang akan terjadi. Sejak 1970 hingga 14 tahun berturut-turut ia bernubuat bahwa Tirai Besi akan runtuh. Pada 9 November 1989, Tembok Berlin runtuh. Tahun 1990, saat Rusia terbuka bagi Injil, Tuhan mengirimnya ke Moskow. Sekitar 10.000 orang hadir di Izmyloski Sports Hall untuk KKR penginjilan dan kesembuhan yang pertama kali sejak Revolusi Bolshevik.Pada awal 1998, Morris mendapat pesan Tuhan untuk bersiap ke Indonesia guna menggelar seminar dan KKR. Ia pun mengadakan KKR di Surabaya dan Jakarta pada 30 April – 1 Mei 1998 yang dihadiri ribuan orang. Selama KKR ini Tuhan memberikan kata-kata nubuat bagi gereja di Indonesia. Ia berkata, ”Tuhan pegang kendali, bukan pemerintah ataupun setan, tetapi Tuhan. Engkau tidak perlu takut. Tuhan pegang ken dali atas umat-Nya.” Dua minggu setelah acara itu, Indonesia mengalami bencana ekonomi dan politik. Bank-bank kolaps. Pecah tragedy kerusuhan Mei 1998. Rumah-rumah dijarah dan dibakar. Situasi pun menjadi anarki total dan ribuan orang terbunuh.

Sejak 1999, Morris memulai wilayah spiritual baru di banyak bangsa yang dianggap tertutup bagi Injil dan membuat sejarah spiritual di Timur Tengah. Sekitar 22.000 orang dari 11 negara Timur Tengah menerima terobosan spiritual. Dalam sebuah pertemuan bersejarah pada 6 Februari 2000, ia bertemu dengan Raja Abdullah dari Yordania. Raja Abdullah memberikan dukungannya bagi Konferensi Internasional Timur Tengah di Amman, Yordania yang diselenggarakan pada 19-22 September 2000. Acara ini dihadiri sekitar 2.200 utusan dari 17 negara di Timur Tengah.Banyak penghargaan telah dianugerahkan pada Morris Cerullo termasuk Doctor Divinity dan kemanusiaan oleh pemimpin-pemimpin akademik, spiritual, dan presiden sejumlah bangsa sebagai pengakuan atas pencapaian dan kontribusinya bagi penginjilan dunia.  Morris telah menulis lebih dari 50 buku, di antaranya: Two Men From Eden, The New Anointing, You Can Know How To Defeat Satan, Son, Build Me an Army, Journey into the Promised Land: Daily Devotions for the New Millennium, God’s Victorious Army Bible, Spiritual Warfare Financial Bible, Healing Bible, The Prophecy Bible and Financial Classic. Dalam sebuah wawancara de ngan majalah profetik-apostolik The Voice, Morris menyebutkan 3 hal terbesar yang dipelajari selama 57 tahun pelayanan nya. “Pertama, kerjakanlah pekerjaan Tuhan. Artinya, prioritas Tuhan men-jadi prioritas kita secara total dan menyeluruh. Kedua, bekerja sesuai dengan waktu Tuhan. Ketiga, hadapi kekuatan negatif dari orang tidak percaya,” ungkapnya.Selama bertahun-tahun, Morris Cerullo terus menjaga hubungan dengan ”putra dan putrinya dalam Injil”. Pengajarannya, khotbah, pelatihan, pelayanan profetik dan konselingnya terus berkembang di seluruh dunia. SM/berbagai sumber

STEPHEN CURRY : “AKU BISA SEMUA HAL KARENA YESUS”

Nama lengkapnya adalah Wardell Stephen Curry. Ia adalah seorang pemain basket professional asal Amerika untuk Golden State Warriors dari National Basketball Association (NBA). Pemuda kelahiran  Akron, Ohio, 14 Maret 1988 (dibesarkan di Charlotte, North Carolina) ini adalah seorang penganut Kristen yang taat. Ia senantiasa memuliakan nama Tuhan setelah Warriors meraih kemenangan bersejarah kejuaraan NBA.

Pada 16 Juni, 2015 lalu, tim basket ball “Warriors” dari Golden State, California, memenangkan Juara NBA tahun 2015, setelah mengalahkan tim “Cavaliers” dari Cleveland, Ohio. Stephen Curry yang dipercaya sebagai kapten tim memenangkan memimpin Warriors untuk kejuaraan pertama mereka sejak 1975.

Stephen Curry sering mengacungkan jari telunjuk tangan kanannya setiap kali dia berhasil membuat tiga poin—melempar bola masuk dalam jaring basket. Menurutnya, itu adalah sebuah caranya untuk mengisyaratkan kasih dan imannya terhadap Yesus Kristus. “Saya berusaha menggunakan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk bersaksi. Saya mencoba membuat sesuatu isyarat ringkas setiap kali membuat gol basket sebagai cara untuk mengirim pesan itu dengan cara-cara kecil yang saya dapat. Setiap pertandingan adalah kesempatan berada di atas pentas yang besar dan untuk menjadi saksi bagi Kristus. Apabila saya  memasuki gelanggang, orang seharusnya dapat tahu siapakah yang saya wakili, dan kepada siapakah saya percaya,” ujar Stephen.

Stephen Curry, juga menerima penghargaan MVP (Most Valuable Player) 2014-1015, sebuah penghargaan tertinggi–Pemain Yang Paling Bernilai. Tentunya keberhasilan ini boleh membuatnya merasa amat terhormat, paling berharga, dan patut dibanggakan, bukan saja di Amerika, tetapi juga di seantero dunia. Tetapi ternyata Stephen Curry, menerima kemenangan dan penghargaan itu dengan rendah hati, dan penuh ucapan syukur.

Terlepas dari segala pergaulan buruk di Amerika, ternyata ada seorang Stephen Curry yang sangat berani secara terbuka menyaksikan nilai keluarga yang sejati, dan iman Kristen yang kuat. Dalam pidatonya yang disiarkan ke seluruh dunia, dia berkata: “Yang pertama-tama dan terpenting, saya berterima kasih kepada Tuhan dan Juru-Selamatku, Yesus Kristus, yang telah memberkatiku dengan talenta untuk bermain di pertandingan ini. Juga untuk keluargaku yang sudah mendukungku, setiap hari. Saya hanyalah hamba-Nya yang rendah saat ini, dan saya tidak dapat ungkapkan dengan kata-kata betapa penting dan berharganya iman saya, dan hanya kepada Dia [Jesus], dan bagaimana saya harus bermain dalam pertandingan in,” ujar putra dari mantan pemain NBA Dell ini bersemangat.

Luar biasa! Sebuah ungkapan iman yang setia dan kuat kepada Kristus, dan sekaligus sebuah kesaksian yang mengembalikan semua kemuliaan, kehormatan, kebanggaan, dan jasa hanya kepada Tuhan. Di awal tahun 2015, Stephen Curry juga dengan bangga meluncurkan produk sepatu bersama “Under Armor” yang memproklamirkan ayat Firman Tuhan favoritnya, Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Kristus yang memberikan kekuatan kepadaku”.

Nilai keluarga di Amerika tergolong semakin bobrok, terutama ketika keluar keputusan Supreme Court, yang mengesahkan pernikahan sejenis. Ajaran Liberal semakin liar dan moral semakin tidak karuan. Tetapi ada seorang Stephen Curry yang setia dan taat kepada Tuhan. Mirip Jeremy Lin, juga seorang pemain NBA, dia pun memiliki keberanian menyaksikan imannya.

Sebagai orang Kristen, siapkah Saudara menyaksikan imanmu di tengah ‘badai’ di dunia ini? Siapkah Saudara meninggikan Nama Kristus dalam semua aspek hidupmu? Dan, mengatakan: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36). SM/tabloid victorious edisi 835 (berbagai sumber)

Career highlights and awards:
NBA scoring champion (2016)
NBA steals leader (2016)
50–40–90 club (2016)
3x NBA All-Star (2014–2016)
All-NBA First Team (2015)
All-NBA Second Team (2014)
NBA Champion (2015)
NBA Most Valuable Player (2015)
NBA Three-Point Contest champion (2015)
AP Athlete of the Year (2015)
NBA Sportsmanship Award (2011)
NBA All-Rookie First Team (2010)
Consensus first-team All-American (2009)
NCAA Division I scoring leader (2009)
2× SoCon Player of the Year (2008, 2009)
Consensus second-team All-American (2008)

Tony Melendez; GITARIS TANPA LENGAN, YANG MEMULIAKAN TUHAN DARI KEKURANGANNYA!

 

Tony Melendez adalah sang Misionaris yang mewartakan musik dengan kaki, inilah julukan yang pantas untuk seorang Tony Melendez yang memiliki kekuatan Iman, yang mungkin tidak kita miliki. Tony dilahirkan tanpa tangan karena ibunya mengkonsumsi obat anti mual Thalidomide selama masa hamil Tony. Dia kemudian dibawa ke Los Angeles dari Nikaragua untuk dipasang tangan palsu. Tony memakai tangan palsu sampai berumur 10 tahun, setelah itu dia tidak mau memakainya lagi. Dia mengatakan : “Aku merasa tidak nyaman memakai tangan palsu, aku bisa memakai kakiku untuk sesuatu yang lebih banyak lagi. Kecakapannya menggunakan kakinya semakin meluas pada semua hal. Kata Tony ; “Aku ingat hal pertama yang kupelajari adalah memainkan organ. Kemudian di sekolah menengah atas aku mulai bermain gitar dan harmonika”. Dia juga mulai menulis lagu sendiri. Sekalipun Tony berkecimpung di dunia musik dan belajar di sekolah normal, Tony tidak menjadikan ketidaksempurnaannya menjadi hambatan buat dia. “Aku sangat menikmati hal-hal apapun yang bisa kukerjakan,” katanya.

Tanggal 15 September 1987 adalah saat saat yang tak terlupakan, ketika Tony Melendez bermain gitar untuk Paus Paulus Yohanes II di Los Angeles.  Dilahirkan tanpa lengan, Tony menampilkan sebuah lagu yang sangat menyentuh berjudul “Never Be The Same”. Ketika Paus mendekati dan menciumnya dengan penuh perasaan, saat itu paus seperti mewakili perasaan semua orang di seluruh negeri.

“Never Be The Same” adalah lagu yang tepat yang menggambarkan momen-momen yang merubah kehidupan Tony Melendez dan menjadikannya seorang gitaris yang menarik perhatian negerinya. Lagu itu sangat cocok menceritakan seorang laki laki yang menghabiskan hidupnya dengan yakin di atas ketidaksempurnaannya. “Di hari kelahiranku, ibuku tak sadar kalau aku tak punya tangan. Saudara-saudaraku segera menjauhkanku dari ibuku. Dokter yang menangani adalah adik nenekku. Saat itu aku diperlihatkan pada ibuku dengan masih tetap diselimuti tapi ibuku tak boleh lama-lama memelukku. Sampai akhirnya ibu memaksa. ‘Berikan putraku, aku ingin melihatnya, ada apa? Ada apa?’ suara ibu setengah berteriak. Mereka membawaku ke kamar dalam keadaan masih terbungkus selimut. Dan untuk pertama kalinya ibu melihatku, tanpa tangan,” kisah Tony

“Apa yang terjadi? Air mata mengalir dari matanya. Saat itu, nenekku masuk ke kamar memegang dan mengguncang pundak ibuku, ‘Ini putramu. Kasihi dan ajari dia. Biarkan ia tumbuh dewasa,”‘ kenang Tony penuh haru.

Ketika Tony mulai tumbuh besar, ibunya mengatakan kalimat sederhana namun penuh makna, “Tuhan menciptakanmu seperti ini, kau harus menerimanya.” Tony sadar betul, ia memang berbeda. Tak punya tangan, jari dan lengan. Penyebab kecacatan Tony adalah obat polithemaid, pereda mual yang diminum ibunya saat sedang mengandung. Mereka tak tahu kalau obat ini akan berdampak buruk. Dari keadaan yang dialaminya terciptalah lagu berjudul You Are His Miracle.

Diperlakukan seperti orang normal

Meski terlahir tak sempurna, kedua orangtua Tony memperlakukannya seperti anak yang lain. “Kulakukan semua dengan kakiku. Aku bisa menulis, memegang pisau dan memotong tomat. Ayahku biasanya bilang, ‘Biarkan Tony melakukannya saat ibu ingin membantuku,”‘ jelas Tony yang memoles bakat musiknya di gereja dan sebuah SMA di Chino, 64 km di timur Los Angeles.

Saat Tony masih sangat kecil, ayahnya, kelahiran El Savador, kerap menyuruhnya menyanyi dan menari dengan diiringi gitar sang ayah. Nampaknya di situlah ketertarikan Tony terhadap gitar mulai muncul. “Latihan musikku adalah melihat ayah main gitar gaya klasik Spanyol. Aku lalu berlatih. Umur 16 tahun akhirnya aku bisa main gitar, ayah pun bangga,”‘ tutur Tony.

Dua saudaranya, Jose dan Mary, mengakui Tony sangat mandiri, seperti orang normal. Ia tak banyak butuh bantuan kecuali hal yang sangat memerlukan ‘tangan orang lain’ seperti mengancingkan baju atau menutup resleting. Keluarga Tony tiba di Los Angeles 1963 setelah menempuh perjalanan bermobil dari Nikaragua, negara asal ibu Tony. Mereka mengurus perawatan medis bagi Tony di RS Ortopedi, LA, karena Tony tak bisa jalan.

Menjadi Suami  & Ayah

Tak terbayang oleh Tony, ia menikah dengan seorang wanita yang amat mencintai dan menghormatinya, Lynn. Ketika janji nikah diucapkan, mata Tony berkaca-kaca. Ia menatap dalam-dalam mata Lynn. Karena tanpa tangan, Lynn memakaikan kalung di leher Tony dengan ‘liontin’ cincin pernikahan. Mereka sepakat menjadi satu dalam berkat Allah.

Satu setengah tahun menikah, mereka belum juga dikaruniai anak. Mereka pergi ke rumah yatim piatu di El Savador. Banyak perjuangan, kepedihan dan tangisan dan juga memeriksakan diri, kami melihat apakah ada anak yang terabaikan. Satu tahun kemudian kami mengadopsi Marissa,” tutur Tony. Menjadi ayah sangat menyenangkan, tambah Tony. Meski Tony tak dapat memeluk Marissa, ia dapat mengungkapkan kasih seorang ayah terhadap anaknya. Ia masih bisa menggendongnya! Marisa pun seolah mengerti betul keadaan Tony, dengan tangan mungilnya ia bergelayut di punggung ayahnya. Setahun setelah konser, Tony dan Lynn mengadopsi anak kedua, Andreas dari Nikaragua.

Berkat Tuhan mengalir dalam diri Tony sehingga bisa berkeliling dunia, memberi harapan pada banyak orang. Ia tampil di berbagai acara TV di Amerika, termasuk Good Morning America. Tony memang pantas mendapat penghargaan Inspirational Hero Award dari NFL Alumni Association di Miami dan Branson untuk kategori Best New Artist 1999. Ia misionaris yang mewartakan dengan musik di kakinya memberi pengharapan. ‘Ulurkan tangan, sentuh dengan tanganmu …. Jadikan dunia ini tempat yang lebih baik’.

Kebaktian Kesembuhan GBI Tabgha Penang: Banyak orang sakit dikuatkan & disembuhkan Tuhan!

Ps. Tomson Lumbangaol ketika menyampaikan firman Tuhan

Penang, Malaysia,Victoriousnews.com, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tabgha, George Town, Penang yang digembalakan oleh Ps. Tomson Lumbangaol ini memiliki visi “Menjadi Sahabat Bagi Orang Sakit” di Penang, Malaysia.
Gereja yang rutin menggelar ibadah setiap hari Minggu, pukul 14.00 di Hotel Berjaya, ini cukup populer bagi orang Indonesia, terutama yang sedang melakukan pengobatan di berbagai Rumah Sakit di Penang. Lawatan dan hadirat Tuhan luar biasa ketika pujian dan penyembahan dilantunkan.


Isma Sihombing sang Worship Leader pun mengajak jemaat yang hadir dalam ibadah tersebut sungguh-sungguh berserah penuh kepada Tuhan.

“Hampir setiap hari saya mengunjungi beberapa Rumah Sakit di Penang. Kebanyakan yang sakit adalah orang Indonesia. Ada yang sakit kanker, jantung, diabetes, dan sebagainya. Saya juga heran, kenapa orang Indonesia, banyak yang sakit? Ternyata setelah diselidiki dalam pelayanan saya, orang yang sakit, kebanyakan (tetapi tidak semua) memiliki masalah dalam dirinya. Entah kepahitan, iri, dengki, dendam, dan lain sebagainya,” ujar Ps Tomson yang diberikan Tuhan karunia kesembuhan saat memulai kotbahnya.

Bapak David ketika menyampaikan kesaksian

Ps. Tomson mengutip kitab Ayub 7: 1,”Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?”. Serta memberikan tema kotbahnya “Menang Atas Pergumulan Hidup”. Menurutnya, pengertian bergumul, itu bukanlah yang sedang menderita kanker, juga bukan saat kita tidak punya uang. Tetapi saat kita mampu meng-entertainer diri, orang lain dan meng-entertainer Tuhan. Maksudnya meng-entertain dalam pengertian positif, kita mampu menghibur/menyenangkan dan melayani diri sendiri, orang lain dan secara khusus menyenangkan hati Tuhan,” tutur Ps. Tomson bersemangat.


Lanjut Ps. Tomson, pergumulan atau masalah yang kita alami itu ada 3 macam. Pertama, Ada masalah yang datang tak terduga (9 %). Kedua, Masalah yang datang karena akibat dari perbuatan diri kita sendiri (90 %). Dan ketiga, Masalah yang datang dari interaksi dengan orang lain (1 %). “Bergumul/Masalah yang datang tak terduga, merupakan bagian yang tidak kita mengerti tetapi terjadinya tiba-tiba atas hidup kita. Contoh dalam Alkitab adalah: kisah Ayub. Nah, bagaimana sikap kita jika persoalan itu datang tiba-tiba? Tentu kita harus meneladani sikap Ayub, yakni bersyukur kepada Tuhan, bukan mengeluh. Disinilah kita diajar untuk naik kelas dalam keimanan lebih tinggi. Kemudian masalah yang datang karena perbuatan kita sendiri. Jika hal itu yang terjadi, maka respons kita harus bertobat. Jangan mengejar hawa nafsu duniawi. Karena pasti ada sebab dan akibat atas perbuatan kita sendiri (hukum tabur tuai). Lalu bagaimana dengan masalah yang datang karena interaksi sosial? Tentu saja kita tidak bisa menghindari interaksi dengan orang lain. Jika kita sudah berbuat baik, kemudian disakiti, difitnah, dikecewakan, dan lain sebagainya, maka sikap kita adalah harus melepaskan pengampunan. Jangan pernah berhenti melayani orang lain sekalipun ada masalah. Maksudnya, sekalipun kita bergumul,jangan pernah lari dari pergumulan,” pungkas Ps.Tomson sembari mengutip kitab Amsal 14: 30 dan Mazmur 118: 14.


Selain dikuatkan dengan firman Tuhan, dalam ibadah tersebut jemaat merasa sangat diberkati oleh kesaksian Bapak David. “Saya dulu hidup sangat susah, bahkan untuk makan pun saya sering diberi oleh tetangga. Namun saya tetap mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Pernah suatu ketika dalam ibadah minggu,saya tidak punya uang untuk persembahan, tetapi saya pura-pura memberi dengan mengulurkan tangan ke kantong persembahan. Disitulah saya memdengar suara, ‘kamu tidak boleh bohong’. Mulai saat itu saya minta ampun dan berdoa kepada Tuhan. Kemudian, saya mendengar suara agar memberikan perpuluhan dibalik kekurangan. Kemudian saya lakukan, awalnya agak berat. Tapi ternyata Tuhan itu dahsyat. Keuangan saya mulai diberkati.Hingga akhirnya Tuhan berikan pekerjaan yang luar biasa, dan saya pernah berikan perpuluhan hingga 10 juta dan terus naik. Disitulah saya terus berserah dan berdoa kepada Tuhan, agar diberikan karunia memberi. Singkat cerita, ketika saya sudah dalam posisi diberkati, diajar agar memuliakan nama Tuhan dengan harta, tidak boleh sombong dan harus tetap mengandalkan Tuhan. Disini, bukannya kita tidak ada pergumulan, tetapi justru untuk menaikkan keimanan kepada Tuhan, saya sempat divonis dokter memderita tumor otak. Awalnya kepala saya sering pusing-pusing. Setelah dicek, ternyata saya positif menderita tumor di otak. Dengan berbagai pengobatan, hingga membuat keuangan saya drop lagi. Tetapi anehnya, ketika saya butuh dana pengobatan yang nilainya ratusan juta, ada saja orang yang Tuhan kirim untuk menstransfer senilai uang pengobatan tersebut. Kini, saya beriman dengan teguh, bahwa saya sudah sembuh. Segala macam sakit penyakit ini saya imani telah sembuh. Saya datang ke Penang ini, hanya butuh rekam medis bahwa saya sudah sembuh,agar ketika kesaksian itu benar-benar didukung dengan fakta,” papar David.

Ps. Tomson Lumbangaol ( Gembala GBI Tabgha Penang) Bersama Margianto, Wartawan Victoriousnews.com/Ketua Perwamki

Di akhir ibadah kebaktian kesembuhan ilahi para jemaat yang sakit dan mau didoakan secara khusus didaulat maju ke depan mimbar. Momen inilah jemaat merasakan jamahan Tuhan dan disembuhkan luar biasa. Margianto

Indonesia Rebut 4 Penghargaan Dalam Forum WSIS 2019 di Jenewa

Victoriousnews.com,-Keunggulan ekonomi digital Indonesia menjadi perhatian peserta Forum Tahunan World Summit on the Information Society (WSIS). Dalam sesi High-Level Policy Panel WSIS 2019 bertajuk Ekonomi Digital dan Perdagangan, Direktur Jenderal Pos dan Pemberdayaan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli menyatakan Indonesia terus membangun eksositem digital dan mengukuhkan posisi sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

“Sebagai negara dengan target kontribusi GDP senilai USD 130 billion dari sektor ekonomi pada 2020 nanti, Indonesia terus membangun ekosistem digitalnya. Salah satunya adalah penyelesaian pembangunan Jaringan Tulang Punggung Berkapasitas Tinggi Nasional, Palapa Ring,” papar Ahmad Ramli, di Centre International de Conférences Genève, Jenewa, Rabu (10/04/2019) seperti dilansir dalam siaran Pers yang dikirim oleh Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu.

Menurut Dirjen Ahmad M. Ramli, ketersediaan jaringan infrastruktur Palapa Ring dapat melayani Internet berkecepatan tinggi di lebih dari 440 kota dan kabupaten. “Ditambah dengan jumlah pengguna Internet Indonesia yang kini telah berjumlah 150 juta orang, juga dapat mendorong inklusifitas dan adopsi sektor finansial dan pembayaran digital di Indonesia,” jelasnya.

Dalam membangun ekosistem digital, Ahmad M. Ramli menjelaskan pendekatan multistakeholder dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, Program Nasional 1000 Startup, Next Indonesia Unicorn (Nexticorn), Go Online Program dan Digital Talent Scholarship.

Rebut Penghargaan WSIS 2019

Sehari sebelumnya, Selasa (9/4/2019) di lokasi yang sama, Indonesia merebut empat penghargaan Champion dari PBB. Setelah melalui kompetisi yang ketat, melibatkan 1062 inisiatif yang didaftarkan dari seluruh dunia melalui ajang WSIS Prizes, empat inisiatf Indonesia yaitu Data Bojonegoro (Relawan TIK Indonesia); Baktiku Pada Petani (Telkomsel); Baktiku Negeriku (Telkomsel) dan Saintif (Mahasiswa Universitas Diponegoro) memenangkan penghargaan.

“Data Bojonegoro” merupakan layanan data, informasi, jurnal kepustakaan online bagi masyarakat dan pengampu kebijakan di Bojonegoro. Sementara “Baktiku Pada Petani” adalah program peningkatan kapasitas petani dan pertanian dengan menggunakan platform digital.

Adapun “Baktiku Negeriku” adalah program yang mendorong pemberdayaan komunitas rural dengan pendekatan berbasis teknologi informasi. Sedangkan “Saintif” adalah media online edukasi dan pengetahuan karya mahasiswa Universitas Diponegoro yang dibangun secara swadaya.

Anugerah bagi pemenang berlangsung pada hari Selasa (9/4/2019) dan diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Houlin Zhao. Kali ini terdapat 72 insiatif/karya pilihan dari berbagai negara dunia.

Penerima Champion WSIS Prizes dari Indonesia didamping khusus oleh Dirjen PPI Ahmad M. Ramli bersama dengan Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib beserta Delegasi RI.

Kompetisi WSIS Prizes adalah ajang tahunan yang mengundang seluruh pemangku kepentingan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari berbagai negara di dunia untuk menyampaikan inisiatif karya yang terbagi atas 18 kategori. Penghargaan tersebut mengumpulkan dan mengevaluasi usulan dari seluruh dunia mengenai aktivitas industri TIK, baik perangkat keras, jaringan, dan aplikasi melalui proses seleksi yang sangat ketat oleh ITU yang merupakan badan tertinggi PBB pada bidang teknologi dan informasi. GT

BELAJAR TELADAN & INTEGRITAS DARI PEMIMPIN UMAT, REV.BILLY GRAHAM

William Franklin Graham atau dikenal dengan nama Billy Graham  memang menjadi pemimpin umat dan tokoh Kristiani Amerika yang sangat berpengaruh pada abad ini.  Billy Graham patut menjadi teladan berkat kejujuran serta integritasnya sebagai hamba Tuhan. Ia pernah menjadi penasihat bagi 12 Presiden Amerika. Sepanjang hidupnya, ia juga pernah berkotbah di hadapan 215 juta orang, di 185 negara di dunia. Jumlah ini belum termasuk orang-orang yang dijangkau oleh siaran televisi dan radionya.  Bahkan Billy Graham pernah masuk dalam daftar survey Gallup sebagai orang yang paling dikagumi selama 60 tahun berturut-turut! Read More