Perkuat Tali Silahturahmi & Persaudaraan Dalam Bulan Suci Ramadhan, Ketua Harian BISMA Berkunjung Ke Kantor PBNU

Perkuat Tali Silahturahmi & Persaudaraan Dalam Bulan Suci Ramadhan, Ketua Harian BISMA Berkunjung Ke Kantor PBNU

Dr. John Palinggi,MM,MBA (ketiga dari kiri) berpose bersama dengan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A, (Ketum PBNU) didampingi oleh sejumlah pengurus PBNU usai memberikan bantuan di kantor PBNU lantai 3 (Rabu,13/5)

Jakarta,Victoriousnews.com,-Dalam rangka memperkuat tali silahturahmi serta persaudaraan antar sesama di bulan suci Ramadhan, tokoh kerukunan umat beragama, Dr. John N Palinggi., MM, MBA melakukan kunjungan ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya No.164, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, (Rabu,13/5/2020) siang. Kunjungan Ketua Harian BISMA (Badan Interaksi Sosial Masyarakat), ini juga dilandasi untuk memberikan dukungan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.“Kunjungan ke PBNU ini adalah dalam rangka memperkuat silaturahmi, persaudaraan, dengan ketulusan. Walaupun sedikit, memberikan bingkisan kasih sayang, terhadap seluruh karyawan di PBNU,” jelas Dr. John kepada wartawan di kantornya, Graha Mandiri, Jl. Imam Bonjol 61, Menteng-Jakarta Pusat sebelum berangkat ke kantor PBNU.

Ki-ka: Dr. H. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), Dr. John Palinggi & Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A (Ketum PBNU)

Dr. John mengungkapkan bahwa dirinya sangat menghormati para ulama, baik yang berada di lingkungan NU maupun ulama lain di Indonesia. “Saya sangat menghormati ulama-ulama, baik yang ada di NU, maupun lainnya. Khususnya di kalangan di NU, saya sangat menghormati. Karena saya lama berada dan bersama-sama dengan tokoh-tokoh NU, sejak tahun 1999. Di Muktamar NU di Lirboyo, sebelumnya, saya sudah kenal dengan Kyai Said Aqil Siradj, sebagai Ketua Panitia saat itu. Bahkan saya sempat turut melatih Banser di Rindam Malang, bersama Pak Sudirman, dan Pak Hidayat Kapolda. Sejarah itu panjang, dan sudah 21 tahun saya bersama-sama dengan NU,” tutur pengusaha yang sangat rendah hati dan supel terhadap siapa saja.

Dr. John Palinggi menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada salah satu pegawai Pria PBNU, Rabu (13/5) siang

Bagi Dr. John Palinggi, kedekatan dirinya dengan para tokoh di kalangan NU sudah terjalin sejak lama. Bahkan saking dekatnya dengan ulama, Dr. John diangkat sebagai anak oleh KH. Sahal Mahfudz yang pernah menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia periode 2000-2014) serta Rais Aam Syuriah PBNU selama dua periode (1999-2014). “Ada nasehat almarhum Kyai Sahal yang sangat berkesan dan sampai sekarang terus saya jalankan, yaitu: Jangan pernah jauh dari NU, usahakan agar selalu bisa bersilaturahmi dengan orang-orang NU, khususnya kepada Ulama-ulama NU,” tandas Dr. John. Bingkisan tanda kasih sayang berupa 126 karung beras (masing-masing 10 kg), 200 makser dan sejumlah dana tersebut diserahkan secara langsung kepada seluruh staff dan karyawan PBNU.

Dr. John Palinggi menyerahkan secara simbolis bantuan kepada salah satu karyawan wanita PBNU

Acara serah terima bantuan dilakukan di kantor PBNU lantai 3 dan disaksikan oleh Ketua Umum Tanfidziah Pengurus Besar Nadhlatul Ulama, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A, serta didampingi oleh Dr. H. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Robikin Emhas (Ketua PBNU/Stafsus Wapres RI), KH. Aizzudin Abdurrahman (Ketua PBNU/Sepupu Gus Dur), KH. Abdul Manan Ghani (Ketua PBNU), dan H. Isfah Abidal Aziz (Wasekjen PBNU). “Kunjungan saya di Bulan Suci Ramadhan, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan, saya mengucapkan selamat menjalankan Ibadah Puasa, menyampaikan mohon maaf lahir dan bathin, dan semoga mendapat ridho dari Allah SWT, Tuhan YME. Saya mendoakan juga supaya semua berlangsung dengan baik, dan saudara-saudara saya di NU, dijauhkan dari bahaya wabah virus Covid-19,” tukas Dr. John Palinggi .

Dr. John Palinggi tampak berbincang santai bersama K.H. Said Aqil Siraj (Ketum PBNU) usai menyerahkan bantuan.

Saat menerima kunjungan, Kyai Haji Said Aqil Siradj, mengemukakan bahwa pentingnya antara masyarakat dan pemerintah, bekerjasama dalam menekan penyebaran bahaya virus Covid-19. Kyai Haji Said Aqil Siradj juga mengapresiasi kunjungan silaturahmi Dr. John Palinggi ke PBNU, sebagai wujud kebersamaan, secara khusus dalam Bulan Ramadhan. “Hari ini beliau (Dr.John Palinggi) dalam rangka peduli korban Covid-19, beliau akan menyumbangkan untuk teman-teman karyawan yang ada di PBNU seluruhnya,” tutur Kyai Said Aqil Siradj sekaligus mengucapkan terimakasih kepada Dr. John Palinggi. Ant 

 

Dengar Keluh-Kesah Mahasiswa Perantauan Di Masa Pandemi Covid-19, Bareskrim Polri Salurkan Bantuan Sembako

Jakarta,Victoriousnews.com,-Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali memberikan bantuan sosial untuk membantu mahasiswa dan pemuda perantauan yang terdampak pandemi Covid-19. Ratusan paket bantuan sembako dari Bareskrim Mabes Polri disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 melalui Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) dan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI).

Proses serah terima bantuan dari Bareskrim Polri ke PP GMKI & DPP GAMKI (Jumat, 8/5)

Sekretaris Umum Pengurus Pusat GMKI David Sitorus menyampaikan apresiasi atas kepedulian Mabes Polri untuk membantu teman-teman mahasiswa yang sedang merantau dan terdampak Covid-19.

“Setelah mendapatkan sembako pada hari Jumat lalu (8/5), kami langsung menginventarisir beberapa kelompok mahasiswa yang sangat membutuhkan bantuan ini dan selama beberapa hari ini telah kami salurkan kepada mereka,” kata David Sitorus di Jakarta pada hari Rabu (13/5/2020).

David menyampaikan bahwa para mahasiswa perantauan yang mendapatkan sembako membutuhkan bantuan dikarenakan orangtua mereka di daerah turut terdampak pandemi, dimana pekerjaan sehari-hari orangtua mereka terganggu akibat wabah Covid-19.

Sejumlah mahasiswa di perantuan tampak gembira setelah menerima bansos.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit Prabowo yang telah mendengar keluh-kesah kami. Para mahasiswa dan pemuda perantauan kesulitan mengakses bantuan karena kebanyakan masih ber-KTP daerah. Mereka terlihat sangat senang saat mendapatkan bantuan sembako ini,” ujar David.

Bantuan disalurkan pengurus GAMKI dan GMKI kepada mahasiswa dan pemuda perantauan selama seminggu, sejak hari Jumat, 8 Mei 2020 hingga hari Jumat, 15 Mei 2020.

Bantuan sembako berisikan beras, gula, dan minyak diserahkan Bareskrim Polri kepada DPP GAMKI yang diwakilkan Sekretaris Umum, Sahat Martin Philip Sinurat dan PP GMKI yang diwakilkan Sekretaris Umum, David Sitorus pada hari Jumat lalu (8/5) di Graha Oikumene, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Selain sembako, juga diberikan bantuan berupa puluhan botol cairan desinfektan beserta alat penyemprot dan juga masker untuk membendung rantai penyebaran covid 19.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menyampaikan bahwa bantuan sosial ini disalurkan kepada mahasiswa, pemuda, dan masyarakat kurang mampu di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.

“Bantuan dari Bareskrim Polri telah disalurkan melalui Satgas Barisan Serba Guna (Brisena) Krisis Covid-19 GAMKI sejak hari Jumat lalu. Rencananya hari Kamis besok kami masih bergerak membagikan sembako, yaitu kepada mahasiswa dan pemuda perantauan asal Papua,” jelas Sahat.

Sahat mengatakan di tengah situasi pandemi ini, semua pihak harus saling bergotong-royong untuk meringankan beban masyarakat. Langkah-langkah pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 harus didukung, agar kita bisa bersama-sama bisa sehat dari pandemi covid-19 ini.

“Kami mengapresiasi Kepolisian melalui Bareskrim Polri yang telah ikut bergotong-royong bersama kami untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, khususnya para mahasiswa dan pemuda perantauan. Di masa keadaan darurat kesehatan masyarakat ini, jangan sampai ada satu orang pun yang ketinggalan. Semua harus mendapat perhatian sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” pungkas Sahat.

Bareskrim Mabes Polri yang dipimpin Kabareskrim Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo bekerjasama dengan sejumlah organisasi kepemudaan dalam penyaluran bantuan sosial kepada mahasiswa, pemuda, dan masyarakat terdampak Covid-19. Selain bekerjasama dengan DPP GAMKI dan PP GMKI, Bareskrim Polri juga bekerjasama menyalurkan bantuan sembako dengan PB SEMMI, Leppami PB HMI, dan organisasi lainnya selama masa pandemi Covid-19 ini. *SM

Pengacara Senior Jhon SE Panggabean.,SH.,MH Mengapresiasi Aksi Peduli Perwamki Ke Panti Asuhan Immaculata Bekasi

Bekasi,Victoriousnews.com,- Bertepatan dengan hari libur Waisak (Kamis, 7/5/2020), Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (DPP PERWAMKI) menggelar aksi peduli kasih ke Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PERWAMKI, Stevano Margianto mengatakan, aksi peduli ini selain sebagai wujud membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19, juga wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. “Kita (PERWAMKI) sudah lama membicarakan akan melakukan aksi sosial ini, namun kita maping dahulu kepada siapa bantuan ini nanti kita salurkan, makannya baru sekarang bisa terlaksana. Kita berusaha ‘Menjangkau yang Tak Terjangkau’, itu kita lakukan karena kita ingin bantuan yang kita salurkan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Margianto.

Ketum DPP Perwamki, Stevano Margianto menyerahkan bantuan

Menurut Margianto selanjutnya, aksi peduli ini murni hasil swadaya para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI tanpa bantuan dari pihak mana pun. “Semua orang tahulah keterbatasan wartawan, apalagi wartawan media kristiani. Tetapi kita masih mau memberi dari keterbatasan pendapatan kita karena dilandasi Kasih Kristus. Kami memberi dengan tulus,” terang Margianto.

Sementara, koordinator Aksi Peduli Covid-19 PERWAMKI, Deddy Poltak Tambunan menjelaskan, Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculatta, dipilih karena informasi yang diterima Perwamki, panti asuhan tersebut belum mendapat bansos.

Panti asuhan tersebut saat ini mengurus 53 orang, ada yang masih bayi, remaja, hingga ada yang usia 18 tahun. Panti dikelola oleh 12 orang pengurus. “Yang kita lihat, mereka ini sangat membutuhkan dukungan kita di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Deddy yang juga Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP PERWAMKI ini.

Menurut Deddy, bantuan yang diberikan Perwamki ke panti, berupa beras 100 kg, 4 botol handsanitizer, @500 ml, 12 lusin masker kain, 10 minyak telon @50 ml, 3 botol sirup jeruk, dan 6 kaleng susu bubuk,” tambah Deddy dari gerejani.com.

Penasihat Perwamki Jhon Panggabean menyerahkan bantuan

Turut hadir dalam aksi peduli Perwamki, Penasehat Bapak John S.E Panggabean, SH,MH bersama 2 orang putrinya Clara dan Grace yang juga menjadi pengacara muda. Serta hadir Bendum DPP Perwamki Nuel Wicaksono (Tabloid Mitra Indonesia), Victor Ambarita (Majalah Suara HKBP), DPD Perwamki Jabar Jack Rusto (bekasipedia.com), dan DPD Perwamki DKI Jakarta David Pasaribu (majalahtransformasi.com)

Ketum Margianto menyampaikan kata sambutan DPP, dan simbolik penyerahan bantuan beras, setelah itu Bapak John Panggabean kata sambutan mewakili Penasehat, dan menyampaikan simbolik bantuan masker, minyak telon, dan handsanitizer, berikutnya Bendum Nuel menyerahkan bantuan sirop dan susu kaleng.

Pendiri sekaligus pembina Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI), Yuliana E.T. Rahail, dalam kata sambutannya, menyampaikan terima kasih untuk bantuan yang disampaikan, dan berdoa agar Perwamki semakin diberkati Tuhan Yesus. Yuliana yang kerap disapa Yeti, mengaku mendirikan panti sebagai pemenuhan janjinya kepada Tuhan atas mujizat padanya. Lanjut Yeti,pada 11 Februari 1994, ia mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas tol Cibubur–Jagorawi yang menyebabkan tangan kirinya putus di tempat. Kecelakaan itu nyaris merenggut nyawanya. Penderitaannya tidak selesai hanya dengan kehilangan tangan. Tulang ekor dan tulang punggungnya ternyata patah, kedua kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Dokter ahli syaraf dan tulang yang menanganinya memvonis bahwa dia akan  lumpuh total. Atas pertolongan Tuhan, Yulia kemudian bisa sembuh. Dia pun menggenapi janjinya mendirikan dan mengelola panti tersebut hingga hari ini. “Pertolongan Tuhan selalu ada. Tuhan tidak akan membiarkan kami mati. Tuhan selalu menolong,” ujar Yeti yang dulunya pernah bekerja di Aspac Bank cabang Cibinong.

Yuliana-pendiri Panti Asuhan KAMI

Lanjut Yeti, setelah dinyatakan sembuh, Yeti memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memenuhi janjinya kepada Tuhan. “Dalam doa saya,saya berjanji sama Tuhan, jika disembuhkan dari kelumpuhan, saya akan melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Akhirnya saya memutuskan merawat anak-anak yang terlantar, mulai dari bayi hingga kuliah. Sampai saat ini sudah ada 4 orang yang menjadi Sarjana,” tutur Yeti sembari menambahkan bahwa Panti ini didirikan sejak 17 Mei 1996.

Menurut Yeti, banyaknya anak-anak Papua yang diasuh dalam pantinya merupakan permintaan almarhum ayahnya sebelum dipanggil Tuhan April 2019. “Sebelum dipanggil Tuhan ayah saya berpesan, agar banyak merawat anak-anak yang berasal dari tanah kelahirannya. Saya berharap anak-anak saya memiliki masa depan. Kenapa? Karena mereka sebelumnya sudah terlantar, dan saya harus merawatnya dengan baik. Kami mohon doanya, agar kami tidak patah arang. Karena menghadapi hidup ini sudah semakin sulit,” ujar Yeti

Usai aksi peduli Covid-19, Sekum PERWAMKI, Agus R Panjaitan (majalahspektrum.com), menyampaikan terima kasih kepada setiap wartawan yang berpartisipasi hingga terlaksana aksi sosial peduli Covid-19 ini. “Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang mau bergotongroyong (urunan) dana, dan naturanya untuk aksi peduli ini. Terima kasih yang tak terhingga karena saya tahu anda memberi bukan dari kelebihan anda tetapi dari keterbatasan anda,” ungkap Agus.

Agus meyakini, apa yang dilakukan para wartawan di Perwamki murni dilandaskan kasih ingin berbagi. Pasalnya, guna terlaksana aksi peduli ini, tanpa bantuan materiil atau kerja sama dari pihak mana pun. “Sengaja kita tidak minta bantuan (proposal) dari pihak luar, apalagi ada agenda kepentingan pribadi atau media tertentu, karena kita sedang menguji ketulusan dan kasih kita kepada sesama di tengah keterbatasan kita sebagai wartawan,” pungkas Agus.

Sementara itu, Jhon SE Panggabean, SH.MH selaku penasehat Perwamki sekaligus pengacara senior sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ketum Perwamki, Sekjen, Bendum serta teman-teman pengurus dalam melakukan aksi peduli kepada Panti Asuhan. “Makanya ketika saya dengar kemarin, bahwa akan dilakukan aksi peduli ke Panti Asuhan ini, saya langsung ikut. Walaupun saat ini masih masa PSBB karena pandemi corona,” Ujar Jhon.

Ki-ka: David Pasaribu, Victor Ambarita, Deddy Poltak, Jhon Panggabean (Penasihat Perwamki), Agus Panjaitan, Stevano Margianto & Nuel Wicaksono

Lanjut Jhon, ke depan, hal-hal semacam ini mesti tetap dilanjutkan. “Bukan hanya sekali ini saja, tetapi harus tetap ada kegiatan. Makanya kita akan bergotong royong, bahu membahu untuk melakukan sesuatu kepedulian kita terhadap sesama dan orang-orang yang membutuhkan. Biarlah Perwamki ke depan semakin solid. Khususnya pengurus maupun anggotanya. Dan selalu berbuat hal-hal untuk kepentingan umum. Termasuk bakti sosial seperti ini,” pungkas Jhon usai acara bakti sosial. Ant

Pekerja Terkena PHK dan Dirumahkan Akan Masuk Program Kartu Prakerja Secara Bertahap

 

Jakarta,Victoriousnews.com,-Para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akan dimasukkan ke dalam program kartupra kerja secara bertahap dan bergelombang dalam 4-5 Minggu ke depan. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Kamis (30/4). Lebih lanjut, Menko Perekonomian sampaikan bahwa saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), Presiden Joko Widodo di depan para gubernur menegaskan perhatian pada sektor-sektor usaha yang terdampak dalam oleh Covid-19 ini. “Sektor utama yang terdampak tentunya sektor yang terkait dengan pariwisata, restoran, sarana umum, transportasi dan sektor retail. Dimana dampaknya itu lebih dari 40 persen bahkan kalau sektor pariwisata itu sekitar 70 persen,” ujar Menko Perekonomian.

Namun, Menko Perekonomian juga menyampaikan bahwa selain sektor-sektor tersebut, ada juga sektor-sektor yang masih mampu bertahan yaitu antara lain industri karet kulit masih tumbuh year on year-nya 20 persen terkait dengan industri makanan pokok itu 17 persen, farmasi alat kesehatan sebesar 13 persen dan terkait dengan minyak nabati 14 persen. “Inilah sektor-sektor yang memungkinkan untuk revitalisasi di awal karena mereka secara year on year masih tumbuh sebesar 16 persen,” terang Airlangga. Menurut Menko Perekonomian, seperti diprediksi beberapa daerah utama terdampak Covid-19 yang terkait dengan pariwisata seperti Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara itu pertumbuhannya memang terdampak cukup dalam demikian halnya DKI Jakarta yang melaksanakan PSBB itu juga cukup dalam. “Selanjutnya tadi direkonsiliasi data mengenai Ketenagakerjaan, nanti di detailkan oleh Ibu Menteri Tenaga Kerja, jumlah tenaga kerja yang dirumahkan mencapai 1 juta lebih,” tandas Airlangga. Ia juga menambahkan bahwa pekerja yang terkena PHK 375.000, total yang dirumahkan sebanyak 1,4 juta, dan pekerja informal terdampak sebesar 314.833 dan juga 1,7 juta secara total. “Nah data ini adalah data yang telah dipusatkan oleh Kementerian Tenaga Kerja, diverifikasi dan ini berbasis kepada selain daripada Kementerian Tenaga Kerja juga terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya seraya menyebut kompensasi Kartu Prakerja bagi yang dirumahkan dan PHK. Secara sekilas disampaikan terkait dengan kartu prakerja, lanjut Menko Perekonomian, yang sudah mendaftar, registrasi 9 juta dan yang telah mendapatkan saldo itu adalah gelombang pertama dan kedua sebanyak 456.000 user terbanyak di Jakarta, kemudian Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, dan hampir seluruh wilayah di Indonesia ada yang sudah menggunakan kartu prakerja. “Dari pengguna kartu itu 18 persen memilih mengambil fasilitasnya dalam bentuk cash melalui perbankan, yaitu BNI, sisanya 72 persen melalui e-wallet atau e-money,” imbuhnya. Kemudian, Menko Perekonomian sampaikan juga dibahas terkait dengan relaksasi pembayaran iuran Jamsostek, nanti ada 116.705 perusahaan yang terdampak Covid-19 meminta relaksasi, nanti secara detail disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan. “Namun di sini relaksasi yang diberikan adalah pemotongan iuran sebesar 90% untuk 3 bulan dan ini bisa diperpanjang 3 bulan lagi, yaitu terkait dengan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” terangnya. Fasilitas yang diberikan untuk jaminan kecelakaan kerja itu, lanjut Menko Pereko sebanyak 2,6 triliun, jaminan kematian sebanyak 1,3 triliun, dan juga penundaan iuran jaminan pensiun sebesar 3 bulan, selama 3 bulan dan besarnya juga sekitar 8,74 triliun. Jadi dengan relaksasi Jamsostek ini melalui RPP ataupun Rancangan Peraturan Pemerintah ini jumlahnya sebesar 12,36 triliun.

Sumber: setkab.go.id

Enam Arahan Presiden Jokowi Terkait Dampak Covid19 Terhadap Sektor Ketenagakerjaan

Read More

Ketua Tim Nasional Gerakan Kasih PGLII, Deddy A Madong., SH.,MA: Peduli Pandemi Covid19, PGLII Berikan Bantuan 15.000 Masker dan 1600 Liter Sanitizer Kepada Sejumlah Ponpes, Asrama Mahasiswa serta Masyarakat Luas

Jakarta,victoriousnews.com,-Sampai berita ini diturunkan, sesuai data resmi pemerintah (covid19.go.id) per 28 April pukul 13.00 Wib, kasus positif virus corona tingkat nasional berjumlah 9096 orang. Dengan perincian 7180 orang masih dalam perawatan, 1181 orang sembuh dan 765 meninggal dunia. Sedangkan khusus di Jakarta, data terkonfirmasi positif berjumlah 3950 orang; dengan perincian 341 orang mengalami kesembuhan, 379 orang meninggal dunia, dan 1206 isolasi mandiri. Pandemi corona yang terjadi sejak  awal bulan Maret 2020 ini sangat berdampak di berbagai bidang, baik secara sosial, politik, agama, budaya termasuk ekonomi di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Melihat hal itu, Pengurus Pusat Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili (PGLII) melakukan aksi peduli dan turut mendukung langkah pemerintah menghadapi bencana Covid19. Kepedulian tersebut berupa bantuan Alat Pelindung Diri (APD), Sembako dan nasi bungkus yang didistribuskan ke Rumah Sakit dan masyarakat yang membutuhkan.

 Ketua Umum PGLII Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th, mengatakan, kepedulian tersebut merupakan bentuk nyata bahwa PGLII merupakan mitra pemerintah dalam mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara. “PGLII sebagai lembaga gereja aras nasional sejak berdirinya telah menegaskan tujuannya yang antara lain bermitra dengan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Kebersamaan dengan pemerintah bukan hal yang baru tetapi senantiasa dibaharui sesuai perkembangan terkini dan dalam hal ini menghadapi Pandemi Covid-19,” tukas Ronny Mandang yang tertulis dalam Pers Rilis, (Selasa,28/4).

Lanjut Ronny, PGLII yang beranggotakan 93 sinode dan 65 lembaga juga telah mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi Covid-19, antara lain: menyerukan agar umat Kristen mematuhi anjuran dari Pemerintah dalam menghadapi Covid 19. Bukan itu saja, dalam berbagai kesempatan dan dalam perayaan Paskah, PGLII kembali dalam surat penggembalaannya menyerukan gereja-gereja untuk beribadah di rumah dan membuka gereja gereja dan aset gereja dipakai Pemerintah sebagai tempat menampung pasien pendemi covid19, “PGLII mendorong semua komponen bangsa bersinergi untuk menghadapi Covid-19,” papar Pdt. Ronny yang terpilih sebagai Ketua Umum dalam Munas PGLII di Medan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua Tim Nasional Gerakan Kasih PGLII Peduli Pandemi Covid-19, Deddy A.Madong., SH., MA, mengatakan, bahwa, bantuan PGLII berupa kurang lebih 15.000 masker dan 1600 liter sanitizer sudah disalurkan ke sejumlah komunitas di seluruh Indonesia antara lain: Pondok Pesantren-Pondok Pesantren, Asrama asrama Mahasiswa dan masyarakat. Bahkan bantuan sembako dan beras sebanyak 650 kg, 1000 makanan siap saji dibagikan kepada beberapa asrama mahasiswa di Jabodetabek, termasuk asrama mahasiswa Papua. Sebagai contoh mahasiswa papua yang hendak magang tetapi batal karena Covid-19 dan terkendala kembali karena dikarantina. “Mereka sekarang tertahan di Bekasi. Kami memberikan bantuan berupa kebutuhan pribadi dan Sembako,” Ujar Deddy Madong.

Ketua Timnas Gerakan Kasih PGLII, Deddy A Madong, SH memberikan bantuan kepada Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Jakarta

Masih kata Deddy, bantuan lain berupa Sembako diberikan ke sejumlah Asrama Mahasiswa di Jakarta dan sekitarnya. “Mereka datang ke Jakarta untuk bersekolah, akibat Covid-19 terpaksa bertahan di asrama. Mereka ini tidak terdata di Pemprov sehingga belum mendapat bantuan. Kami salurkan bantuan berupa kebutuhan dasar mereka karena mereka tidak kembali ke daerah asalnya untuk mengikuti seruan pemerintah tidak pulang kampung atau mudik”. Bantuan berupa sembako, beras,teko pemanas air,hand sanitizer, masker,dll sudah disalurkan ke sejumlah Asrama Mahasiswa di Jabodetabek,Pontianak, Tanjung Enim, Semarang dan daerah lainnya. Sedangkan nasi bungkus yang diadakan setiap hari di Posko TIMNAS di Graha Kabar Baik, Jelambar, Jakarta Barat berlangsung setiap hari.

Pada kesempatan sekarang TIMNAS Gerakan kasih PGLII PEDULI PANDEMI COVID-19 membantu mahasiswa di Asrama UKI Jakarta berupa Sembako dan perlengkapan APD. “Ke Rumah Sakit UKI kami salurkan APD dan peralatan medis untuk mendeteksi Covid-19. “Kami masih akan tetap menyalurkan bantuan karena kepedulian kami sebagai komponen bangsa dan mengikuti anjuran Presiden RI agar kita menularkan kebaikan dan gotong royong sesama anak bangsa, semoga apa yang dilakukan PGLII menjadi gaya hidup gereja Tuhan dan umat Kristen di Indonesia,” tandas Deddy Madong yang merupakan juga salah satu Ketua Pengurus Pusat PGLII Bidang Hubungan Antar Agama.

TIMNAS juga mengkordinir sejumlah aksi sosial masif dan terkordinir yang dilakukan di Palu, Sulsel,Jawa Barat, Medan,Depok, DKI Jakarta, Bekasi, Banten dan berbagai tempat di Indonesia. Aksi tersebut dilakukan melalui Pengurus Wilayah/Daerah PGLII di setiap provinsi dan Gereja Gereja serta Lembaga Lembaga anggota PGLII.

Tangkal Informasi Tak Benar Tentang Mahasiswa Yang Terpapar Covid, Humas Seminari Bethel Sampaikan Surat Terbuka

Jakarta, Victoriousnews.com, Menjawab pertanyaan publik dan maraknya informasi tidak benar yang beredar di kalangan masyarakat, redaksi menerima rilis via Whatsapp dari Humas Seminari Bethel Jakarta-Pusat (Pdm. Yada Putra Gratia) pada hari Kamis, 23 April 2020, perihal perkembangan status sebagian mahasiswa/mahasiswi di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 sebagai berikut :
Setelah menunggu hasil swab test lanjutan yang dilakukan oleh tim dokter Puskesmas pada Jumat, 17 April 2020 kepada anak Asrama yang pada rapid test sebelumnya menunjukkan hasil negatif, maka pada hari Rabu tanggal 22 April 2020, tim dokter Puskemas telah menginformasikan hasil pemeriksaan tersebut. Adapun hasil pemeriksaan swab test tersebut 27 anak dinyatakan positif dan pada malam hari sekitar pk. 20.20 WIB telah dievakuasi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet (Kemayoran, Jakarta-Pusat).

Pdm Yada Putra (Humas Seminari Bethel)

“Puji Tuhan, proses evakuasi tersebut didampingi dan dikawal langsung oleh Lurah Petamburan, Camat Tanah Abang, Dandim 0501/BS-JP dan Kapolres Jakarta Pusat, berjalan dengan lancar. PenghuniPenghuni Asrama yang saat ini dirawat di RSUD Cengkareng berjumlah 5 orang, dengan rincian 4 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi semakin baik dan sehat serta sedang menunggu hasil Swab test akhir.

Lingkungan Kampus Seminari Bethel, Petamburan Jakarta Pusat

Penghuni Asrama yang saat ini dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet berjumlah 66 orang, dengan rincian 28 orang laki-laki dan 38 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi baik dan sehat.
Penghuni Asrama yang saat ini masih melakukan isolasi mandiri di Asrama Seminari berjumlah 71 orang, dengan rincian 38 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Hasil pemeriksaan semua menyatakan bahwa mereka negatif. Sesuai dengan permintaan kami dan jika diijinkan oleh Camat cq dokter puskesmas, mereka semua akan mengikuti isolasi mandiri di luar asrama Seminari,” tutur Yada dalam rilisnya.

Surat Terbuka Kedua 22 April 2020

Lanjut Yada, sampai saat ini Seminari Bethel Jakarta tetap mengikuti arahan dari tim dokter Puskesmas dan menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara ketat di lingkungan Seminari demi kepentingan dan kesehatan bersama. SM

Ini Dia Klarifikasi Seminari Bethel Tentang Covid19 Yang Beredar

Jakarta, Victoriousnews.com,- Memgklarifikasi mengenai penyebaran covid19 di Seminari Bethel, redaksi telah menerima salinan dalam format PDF yang berisi Surat Terbuka Seminari Bethel Jakarta dengan nomor surat : 57/SEK/SBJ/IV/2020, pada hari Jumat, 17 April 2020, dari Ketua Umum BPH GBI [Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia], Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh melalui WA sebagai berikut :
Shalom,Kiranya damai sejahtera Kristus selalu berlimpah buat saudara-saudara dan kita semua.Seminari Bethel Jakarta termasuk unit-unit pendidikan: STT,SP dan SMTK serta asrama selalu mendukung program Pemerintah baik dari sisi pendidikan maupun hal lainnya termasuk dalam penanganan dan pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 yang menjadi Bencana Nasional di Negara kita saat ini.
Menyikapi perkembangan dan juga menjawab pertanyaan beberapa orang terkait dengan situasi dan keadaan Seminari khususnya di asrama, maka melalui surat ini kami menyampaikan beberapa hal mulai dari kronologi sampai pada perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam menghadapi dan mencegah penyebaran pandemi virus Covid-19. Kami berharap semua pihak dapat menjadi jelas dan memahami dengan tepat setelah mendapat informasi dari kami berikut ini:
1.Terhitung sejak tanggal 16 Maret 2020 sampai saat ini, kami telah memberlakukan program Kelas Belajar Mengajar (KBM) secara online dengan tujuan turut mencegah penyebaran virus covid-19 dengan menghindari pertemuan tatap muka dalam jumlah besar.
Tidak ada pertemuan ataupun kegiatan belajar secara tatap muka yang dilakukan di Seminari Bethel Jakarta.
Di lingkungan Seminari (termasuk di asrama) juga sudah memberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran Kemenkes dan dokter Puskesmas Tanah Abang dengan: selalu menggunakan masker, sering cuci tangan baik dengan sabun maupun dengan hand sanitizer, menjaga jarak satu dengan yang lain minimal 1 m, melepas jaket dan helm serta menaruhnya di luar dengan dibungkus plastik masing- masing, dan membangun imunitas kesehatan yang baik dengan tetap berolahraga, makan makanan sehat ditambah vitamin, buah-buahan, air jahe dan lainnya.
2. Pada tanggal 11 Maret, ada 1 orang mahasiswa yang mengalami gejala demam, tetapi setelah di rawat di RS Mintoharjo selama 4 hari dia sembuh dan diijinkan pulang tanpa ada berita tambahan apa-apa dari Rumah Sakit lalu dia dijemput orang tuanya dan dibawa pulang.
3. Keesokan harinya tanggal 12 Maret, ada 1 orang mahasiswa juga demam dan dibawa ke RS Mintoharjo kembali untuk dirawat.

Benar bahwa pihak Rumah Sakit sudah melaksanakan pemeriksaan Covid-19 dan mengharuskan yang bersangkutan untuk mengikuti pemeriksaan Covid-19 sesuai anjuran Pemerintah dan harus dirawat di sana sampai selesai seluruh pemeriksaan Covid-19 selesai dan yang hasilnya ternyata semua negatif dan diijinkan keluar dari Rumah Sakit pada tanggal 27 Maret.
4.Pada tanggal 16 Maret, sesuai dengan anjuran pemerintah yang diumumkan oleh Bapak Presiden RI maka Seminari memutuskan dan mengeluarkan surat keputusan untuk memulai KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara online mulai tanggal 17 Maret.
Mahasiswa yang tinggal di asrama Seminari yang jumlah awalnya sekitar 250 orang, sebagian pulang ke rumahnya masing-masing sehingga hanya tinggal 140 orang.
Kemudian, tanggal 24 Maret kepala asrama menerima pesan Whats App dari Bapak Ari Juliano, anggota Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 yang isinya meminta anak-anak di Asrama harus tinggal di asrama dan jangan ada yang pulang lagi. Atas pesan dari Gugus Tugas ini, maka diputuskan anak-anak untuk tetap tinggal di Seminari.
5.Pada tanggal 26 Maret 2020, ada beberapa orang yang tinggal di Asrama dengan gejala batuk, pilek disertai demam, setelah di bawa ke Puskesmas Tanah Abang serta dilakukan test Covid-19 pertama dan hasilnya negatif, meski demikian mereka semua diwajibkan isolasi mandiri sebagai ODP di asrama Seminari (di kamar khusus) dan harus menunggu test Covid-19 ke-2 sesuai arahan dokter Puskesmas Tanah Abang.
6.Pada tanggal 1 April 2020, kepala asrama menunjukkan gejala sesak dan dibawa ke RSUD Cengkareng sesuai rujukan dan arahan dari dokter Puskesmas dan di rawat sampai hari ini dengan kondisi sudah membaik. Keluarganya kemudian di isolasi mandiri sambil menunggu pemeriksaan dan arahan dari Puskesmas Tanah Abang.
Ibu asrama yang juga mengalami gejala demam dan sesak nafas, akhirnya juga dirawat pada tanggal 9 April di RSUD Cengkareng sampai hari ini dengan keadaan semakin membaik. 6 (enam) orang mahasiswa yang ikut di test saat itu di Puskesmas Tanah Abang karena demam tetap dilakukan isolasi mandiri di ruang khusus selama beberapa hari sambil menunggu hasil pemeriksaan test Covid-19 ke-2 sesuai arahan dari dokter Puskesmas Tanah Abang dan prosedur yang berlaku.
7.Pada hari Senin, 6 April 2020, setelah di lakukan test Covid-19 ke-2 dengan rapid test di Puskesmas Tanah Abang ternyata keenam (6) orang mahasiswa tersebut hasilnya positif dan menjadi PDP dengan gejala ringan. Kemudian dengan arahan dari Gugus Tugas Covid-19, mereka yang PDP dengan gejala ringan tetap diminta isolasi mandiri di ruang khusus di asrama.
8. Pada hari Selasa, 7 April 2020 dilakukan swab test Covid-19 yang hasilnya diperoleh tanggal 9 April 2020, didapati bahwa ada 6 orang mahasiswa tersebut hasil swab test-nya positif dan kemudian pada hari yang sama 3 orang di antar ke RSUD Cengkareng untuk dirawat, salah satunya adalah anak dari Kepala Asrama sendiri dan 3 orang lagi sisanya di rawat di RS Wisma Atlet Kemayoran.
9.Terkait dengan hal ini, sesuai dengan arahan Kemenkes cq Puskesmas, maka kami meminta supaya mahasiswa maupun staf yang melakukan kontak fisik dengan ODP dan PDP di atas selama 14 hari mundur dari tanggal gejala awal ODP, dapat diperiksa oleh tim dokter Puskesmas Tanah Abang sesuai dengan surat permohonan yang kami kirimkan.
10. Kemudian pada tanggal 12 April 2020, tim dokter beranggotakan 8 (delapan) orang melakukan pemeriksaan rapid test dan swab test terhadap 134 orang mahasiswa dan beberapa staf di Seminari Bethel Jakarta. Dalam hal ini, kami tetap melakukan isolasi mandiri bagi para penghuni asrama sesuai dengan protocol kesehatan Covid-19.
Pada tanggal 16 April 2020, hasil rapid test dan swab test tersebut baru diinformasikan kepada kami. Sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang hasil swab test-nya dinyatakan positif oleh dokter Puskesmas Tanah Abang, sehingga mereka harus di rawat (isolasi mandiri) di Wisma Atlet, dan malam itu juga diberangkatkan dengan diantar oleh tim dari Puskesmas Tanah Abang. Dan 98 orang mahasiswa dan staf di Asrama dinyatakan hasil testnya negative oleh dokter Puskesmas Tanah Abang.
11. Menurut informasi terakhir dari tim dokter Puskesmas, tertanggal 16 April 2020, bahwa untuk 98 mahasiswa dan staf yang ada di lingkungan Seminari Bethel Jakarta termasuk asrama, diarahkan untuk tidak diijinkan kemana-mana tetapi mereka harus mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah: memakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun, jaga kebersihan barang dan baju, penyemprotan desinfektan terhadap barang dan ruangan, dan jaga makanan sehat. Saat ini mereka menerima asupan makanan yang sehat dan bergizi ditambah dengan vitamin dan olah raga yang cukup.
12. Sabtu, 18 April 2020 pukul 09.00 WIB di Seminari Bethel Jakarta, tim dokter Puskesmas akan kembali melakukan rapid test kepada semua karyawan yang dalam 2 minggu terakhir berada di lingkungan seminari dan juga kepada siswa dan mahasiswa yang tinggal di kost di lingkungan sekitar Seminari Bethel Jakarta.
13. Kami selalu mengingatkan, menegaskan dan meminta kembali agar semua penghuni asrama selalu setiap saat menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan dengan ketat seperti tertulis di atas sambil menunggu arahan dari tim Kemenkes cq Puskesmas Tanah Abang.
Dan bila ada yang memiliki gejala batuk, pilek, demam dan sesak nafas, kami akan segera menghubungi puskesmas Tanah Abang atau RS rujukan terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menerima arahan tindakan-tindakan yang diharuskan sesuai prosedur yang ditetapkan Kemenkes.
14. Kami dan kita semua sudah mengetahui secara bersama sama bahwa wabah yang tidak terduga ini dapat menimpa siapa pun; bahkan WHO sudah menyatakan wabah ini sebagai pandemic global yang telah menjangkiti seluruh dunia.
Dan sebagai warga Negara yang baik sekaligus sebagai pengelola, pendidik serta anak didik di Seminari Bethel Jakarta, wajib mendukung gerakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan protokol kesehatan dan mengikuti arahan Gugus Tugas Covid-19.
Dan bagi yang terkena atau terpapar Covid-19, kita dukung dalam doa, kekuatan dorongan rohani dan firman serta makanan yang sehat supaya jamahan Tuhan mengalir, imunitas mereka terbangun dan cepat sembuh serta berdoa bagi para dokter, perawat, karyawan rumah sakit, dan semua orang yang sedang berjuang membantu para pasien Covid-19, kiranya kasih Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan Kesehatan.
Demikian informasi kami sampaikan sesuai kronologi dan perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam mendukung program pemerintah untuk pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 dan penyembuhan mereka yang sakit.

Tuhan Yesus Memberkati.
Jakarta, 17 April 2020,
Pdt. Kiki Sadrach, M.Th [Ketua Seminari Bethel Jakarta] dan Pdp.Oktaria Inkiriwang, S.Th [HRD/GA].
Tembusan :
1.Ketum BPH.
2.Sekum BPH.
3.Ketum YBI.
4.Departemen Hukum dan Advokasi BPH GBI.

Upaya Ketat Cegah Covid-19, 5 Negara Tetangga Indonesia Ini Belum Ada Kasus Kematian Corona!

Jakarta, Victoriousnews.com,-Secara global di seluruh dunia (213 negara), jumlah kasus positif terinfeksi covid-19 terus mengalami peningkatan. Sesuai data yang dikutip dari website resmi pemerintah (covid19.go.id) per 14 April pkl. 21.00 Wib, jumlah kasus terkonfirmasi adalah 1.848.439 jiwa, dan kasus kematian berjumlah 117.217 jiwa. Sementara di Indonesia, jumlah kasus positif 4839 jiwa, yang sembuh berjumlah 426 jiwa, dan yang meninggal 459 jiwa.

Angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia itu bahkan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. NamunNamun demikian, ternyata ada beberapa negara di tetangga Indonesia yang justru tidak mencatatkan kasus kematian akibat COVID-19 sama sekali. Selain itu, mereka juga hanya melaporkan sedikit kasus. Seperti dilansir detik.com, salah satu negara itu adalah Vietnam. Negara yang juga masuk kawasan Asia Tenggara ini disebut berhasil menekan angka kasus dan kematian akibat upaya ketat yang dilakukan pemerintahnya, seperti pembatasan transportasi dan jarak fisik (physical distancing), karantina sebagian wilayah dan penanganan kesehatan yang baik.
Berikut daftar lima negara tetangga RI yang belum memiliki kasus kematian COVID-19 sama sekali:
1. Vietnam. Kasus: 262. Sembuh: 144. Meninggal: 0
2. Kamboja. Kasus: 122. Sembuh: 77. Meninggal: 0
3. Laos. Kasus: 19. Sembuh: 0. Meninggal: 0
4. Papua New Guinea.Kasus: 2. Sembuh: 0.Meninggal: 0
5. Timor-Leste. Kasus: 2.Sembuh: 1. Meninggal: 0
(SM)

Usai Putusan Hakim PN Makassar Tolak Gugatan Pra Peradilan, Dr. John N Palinggi, MBA: Sebenarnya Saya Sedih, Saya Berharap Yang Bersangkutan Berubah Perilaku

 

 

Makassar, Victoriousnews.com, Seusai mengikuti jalannya sidang pembacaan putusan gugatan pra peradilan Marthen Napang terhadap Kapolrestabes Makassar di PN Negeri Makassar (Senin, 13/4), Ketua Umum Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N. Palinggi,MBA, mengungkapkan kepada wartawan, mengapa namanya disebut dalam persidangan gugatan pra peradilan tersebut.


Pria yang sukses menjadi pengusaha selama 44 tahun ini, menjelaskan, bahwa sebetulnya dirinya tidak harus hadir dalam sidang pra peradilan mengenai gugatan Saudara Marthen Napang. “Karena yang digugat pra peradilan itu adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia, melalui Polrestabes dan Polda sendiri, terkait dengan keputusan surat penghentian penyidikan atas pelaporan dia (Marthen Napang) terhadap saya, bahwa saya dinilai mencemarkan nama baiknya. Tetapi saya diminta hadir mendengar putusan hakim. Dalam sidang pembacaan putusan hakim, disebutkan nama saya,” Ujar Dr. John Palinggi kepada wartawan.
Ketua Umum BPP Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN INDONESIA) ini, mengungkapkan keterkaitan dirinya dalam sidang gugatan pra peradilan Marthen Napang. “Saya telah mendengar dari pengacara saya, di dalam sidang-sidang sebelumnya telah disebutkan bahwa, akar persoalan yang sampai adanya pelaporan tersebut, sebetulnya penipuan Saudara Marthen Napang sebesar 950 juta rupiah. Dia tipu saya dengan memalsukan surat Mahkamah Agung. Itu sebetulnya. Dan proses ini sebenarnya masih berlangsung di Polda Metro Jaya. Tetapi saya tidak tahu, jadi saya sudah ditipu, terus masih ditersangkakan pencemaran nama baik. Saya menghargai pihak Polri bahwa mereka betul-betul menegakan keadilan. Tidak ada dasar apapun, saya menulis surat ke Rektor Unhas, kemudian saya ditersangkakan seperti itu. Surat penghentian penyidikan (SP3) pun digugat lagi pra peradilan kepolisian. Hari ini saya dengar, putusannya menolak pra peradilan itu,” papar Dr.John Palinggi.
Sebagai tokoh yang rendah hati, sebenarnya Dr. John Palinggi sangat menyayangkan adanya gugatan pra peradilan tersebut. “Saya sebetulnya sedih melihat perilaku demikian. Ya, mudah-mudahan ada perubahan perilaku yang bersangkutan,” tandas Dr. John Palinggi yang masih energik dan sehat.
Mencuatnya gugatan pra peradilan terhadap Kapolrestabes Makassar, yang diajukan oleh salah satu Dosen Unhas, Marthen Napang, pada 13 Maret 2020, adalah untuk menguji sah atau tidaknya keputusan Kapolrestabes mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), atas laporan Marthen Napang terhadap Dr. John N. Palinggi yang dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik. SM