Pdt. Gomar Gultom,M.Th (Ketum PGI) Imbau Gereja Agar Dukung Pemerintah Dalam Menangani Covid19

Pdt. Gomar Gultom,M.Th (Ketum PGI) Imbau Gereja Agar Dukung Pemerintah Dalam Menangani Covid19

(kiri): Pdt. Gomar Gultom (Ketum PGI)

JAKARTA,-VICTORIOUSNEWS.COM,-Saya menyambut positif dan mendukung himbauan Presiden agar membatasi mobilitas penduduk, terutama untuk kumpul-kumpul, termasuk ibadah.

Sejak kemarin saya sudah mengedarkan himbauan kepada warga gereja untuk membatasi perjalanan dan perjumpaan yang tidak terlalu penting. Saya juga sudah menyarankan untuk mempertimbangkan alternatif persekutuan dan ibadah dengan memanfaatkan media sosial dan teknologi digital dengan mengenbabgkan e-church. Hari ini ada beberapa gereja yang sudah menerapkannya. GKI Pondok Indah dan JPCC tidak menyelenggarakan ibadah di gereja, tetapi tetap ada kotbah dan renungan yang disampaikan lewat radio dan/atau video streaming. Dan warga dapat bergabung dengan e-church tersebut.

Memang belum banyak gereja yang siap karena masalah infrastruktur. Tapi saya kira ke depan akan lebih siap, sehingga umat dapat beribadah dari rumah.

Baca juga: Mewabahnya COVID19 Ketum PGI, Pdt. Gomar Gultom Ajak Untuk Menularkan Cinta Kasih & Kepedulian Pada Sesama!

Gereja yang masih menyelenggarakan ibadah hari ini, kemarin telah saya himbau untuk menyediakan fasilitas cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh umat di pintu masuk dan agar melakukan disinfektan ruang ibadah sebelum ibadah dimulai.

Dalam kondisi berat yang kita hadapi, kita semua harus dapat menahan diri dan ikut serta dalam upaya menanggulangi masalah ini. Kerjasama dan kesetiakawanan kita diuji kini sebagai bangsa.

Mewabahnya COVID19 Ketum PGI, Pdt. Gomar Gultom Ajak Untuk Menularkan Cinta Kasih & Kepedulian Pada Sesama!

Pdt. Gomar Gultom (Ketum PGI)

JAKATA,-VICTORIOUSNEWS.COM,- “Saya hendak menyapa Sahabat sekalian di tengah merebaknya COVID19, salah satu varian virus corona, yang telah menjadi pandemi dunia saat ini.

Penyebaran virus yang begitu cepat ini semakin meyakinkan saya betapa ringkihnya ternyata kehidupan kita. Dan olehnya kita ditantang untuk menghargai kehidupan yang Tuhan berikan bagi kita.

Tubuh kita yang fana ini ternyata juga sangat rapuh terhadap serangan ragam penyakit, termasuk virus corona ini. Tetapi kita harus bersyukur bahwa Tuhan, sesungguhnya, mengaruniai tubuh kita dengan sistem kekebalan tubuh, yang bekerja melalui metabolisme tubuh kita. Sayangnya kita sering abai memelihara apalagi meningkatkan karunia pertahanan tubuh kita itu. Olehnya, saya mengajak Saudara untuk mengembangkan habitus baru berupa POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT.

Baca juga: Pdt. Gomar Gultom,M.Th (Ketum PGI) Imbau Gereja Agar Dukung Pemerintah Dalam Menangani Covid19

Pandemi ini juga sedang menguji kepedulian kita akan kehidupan bersama. Penularan dan penyebaran virus ini terjadi lewat perjumpaan antar manusia. Sebagai persekutuan orang percaya, di satu sisi kita terpanggil untuk memperbanyak dan mempersering perjumpaan antar manusia. Tetapi di sisi lain, kita juga memiliki tanggung-jawab untuk ikut menghentikan penyebaran virus corona ini. Dalam terang ini, saya menghimbau Saudara untuk mengurangi perjalanan dan pertemuan-pertemuan yang tidak terlalu diperlukan. Terutama kepada Saudara yang memiliki gejala-gejala flu, batuk dan sesak napas agar menahan diri untuk sementara membatasi perjumpaan dengan sesama.

Di tengah beban berat yang sedang kita pikul bersama, saya mengajak para pelayan gereja untuk tetap menjalankan tugasnya melayani umat, terutama yang membutuhkan topangan doa dan pendampingan. Tidak usah panik mendampingi umat yang terpapar penyakit, tetapi tetaplah waspada dan hati-hati. Baik juga dipertimbangkan ragam bentuk persekutuan dan ibadah dengan memanfaatkan media sosial dan kemajuan teknologi digital sebagai kemungkinan alternatif perjumpaan langsung.

Kepada Saudara-saudaraku dokter dan para medis, Saya berdoa untuk pelayanan Saudara. Masyarakat kita kini membutuhkan pengabdian Saudara. Tetaplah semangat dalam menjalankan tugas dengan tidak mengabaikan kesehatan diri sendiri, dan tetap waspada.

Dampak virus corona ini akan meluas ke aspek kehidupan lainnya, seperti perlambatan ekonomi dll. Saya berharap kita semua dapat bahu membahu, bekerja bersama pemerintah agar kita semua dapat segera keluar dari masalah ini. Mari kita hentikan segala bentuk perilaku saling menyalahkan dan mencurigai satu sama lain. Mari kita kedepankan penyelamatan kehidupan bersama dan mengesampingkan kepentingan-kepentingan sesaat dan kelompok.

Sekali lagi, peristiwa ini merupakan ujian bagi bangsa kita, sejauh mana rasa kepedulian kita akan kehidupan bersama dapat kita wujudkan.

Akhirnya, saya mengajak Saudara untuk menularkan cinta kasih dan kepedulian pada sesama, pun melalui peristiwa yang memprihatinkan saat ini”.

Dr. John Palinggi (Pengamat Sosial): Tangkal Virus Corona Dengan Bertobat & Mendekatkan Diri Pada Tuhan!

Dr. John N Palinggi, MBA ketika ditemui di ruang kerjanya.

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Pengamat sosial & masyarakat, Dr. John N Palinggi ini selain dikenal sebagai pengusaha yang sukses, juga sangat rendah hati dan religius dalam menyikapi persoalan hidup. Bahkan ketika ditanya mengenai virus corona dari sisi rohani, ia mengungkapkan bahwa, wabah corona ini adalah salah satu pesan Tuhan bagaimana kita manusia melihat ketidakberdayaan kita sesungguhnya. ”Perlindungan dan pertolongan kita adalah kepada Tuhan. Jangan lupa, orang yang menjaga kesehatannya jangan meninggalkan Tuhan. Dalam kehidupannya. Bersandarlah kepada Tuhan sebagai batu karang yang teguh,” ungkapnya saat ditemui di kantornya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Dr. John Palinggi, MBA: Pemerintah Sangat Serius & Telaten Antisipasi Masuknya Virus Corona!

John mengajak kita untuk sadar diri dan berusaha untuk hidup lebih baik lagi dalam menyikapi dan bertindak terhadap suatu hal dan persoalan hidup. Menurutnya, kita harus hidup semakin baik, dan bertobatlah. Jadikan Tuhan sebagai batu karang yang teguh’ dalam menghadapi persoalan hidup dan teruslah berbuat baik sesuai ajaranNya,” ajak John yang sangat dekat dengan Presiden dari masa ke masa, terbukti terpampang foto bareng dengan Presiden Soeharto hingga Jokowi di ruang kerjanya. SM

Dr. John Palinggi, MBA: Pemerintah Sangat Serius & Telaten Antisipasi Masuknya Virus Corona!

Dr. John N Palinggi., MBA (Pengamat Sosial)

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Mewabahnya Virus Corona yang awalnya ditemukan di kota Wuhan, China terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di seluruh belahan dunia. Virus baru yang menyebabkan penyakit “mendunia” ini secara resmi dikenal sebagai Corona Virus Disease (COVID)-19. Di Indonesia sendiri, semenjak Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi bahwa telah ada 2 warga negara Indonesia di Depok yang positif terjangkit virus corona, spontan masyarakat menjadi panik dan takut. Dalam pantauan, sejumlah pusat perbelanjaan (Mal) di kota metropolitan, Jakarta, ramai dikunjungi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok, sarung tangan, masker, vitamin, dan sebagainya untuk mengantisipasi menularnya virus tersebut.

Ironisnya, banyak masyarakat yang justru menyalahkan pemerintah, mengapa virus tersebut tidak bisa dicegah masuk ke Indonesia. “Saya harap, masyarakat jangan selalu menyalahkan pemerintah. Lebih baik kita menjaga kewaspadaan diri dan keluarga. Sejauh yang saya lihat, pemerintah kita sudah sangat bagus dan telaten dalam upaya mengantisipasi wabah virus ini yang telah melanda negara negara di dunia masuk ke Indonesia,” tutur Sekretaris Jenderal Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N Palinggi, MBA saat ditemui ruang kerjanya di Menara Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Dr. John Palinggi (Pengamat Sosial): Tangkal Virus Corona Dengan Bertobat & Mendekatkan Diri Pada Tuhan!

Pengamat sosial kemasyarakatan, John Palinggi ini memberikan contoh praktis untuk mengantisipasi penularan virus corona. Misalnya, menjaga kebugaran dan imun tubuh, yakni berolah raga secara rutin. Selain itu, makanlah ikan dan sayur yang segar, minum air yang dimasak, cuci tangan sebelum makan dan sehabis beraktivitas di luar rumah dan hindari bersalaman dan cium pipi yang merupakan kebiasaan kita,” papar John yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini bersemangat.

Menurut John, tindakan antisipatif pemerintah seperti kepada WNI dari Wuhan yang ditransitkan di Natuna dan dari kapal pesiar ke pulau Seribu, Jakarta adalah contoh konkrit betapa telaten dan seriusnya pemerintah menangani upaya pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia. Berharap upaya itu juga diterapkan di Bali, bahkan lebih ditingkatkan,” tandasnya. SM

 

Menteri Kesehatan RI, Dr. Terawan: Kekuatan Doa Bisa Tangkal Virus Corona

Jakarta,-Victoriousnews.com,-Menyikapi dampak dari virus Corona yang telah menewaskan ribuan jiwa dan telah mewabah ke berbagai negara, maka pemerintah terus bekerja keras dan selalu berdoa dalam mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. Demikian dikatakan Menteri Kesehatan RI, Dr.Terawan Agus Putranto saat menanggapi pertanyaan wartawan, apakah belum ditemukannya virus corona yang menginfeksi masyarakat Indonesia.

Terawan lalu menjawab, pemerintah senantiasa bekerja keras dan berdoa serta mengandalkan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk mencegah masnya virus tersebut. “Kita ini negara yang berketuhanan Yang Maha Esa, apapun agamanya selama kita berpegang teguh pada Pancasila, doa itu menjadi hal yang harus utama. Maka namanya ora et labora (berdoa dan berusaha),” ujar Terawan di Gedung Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). “Saya kira itu tetap ada bekerja sambil berdoa. Dan itu sebuah hal yang sangat mulia. Negara lain boleh protes biarin aja. Ini hak negara kita bahwa kita mengandalkan Yang Maha kuasa,” lanjut dia.

Selain itu, kata Terawan, diperlukan langkah rasional untuk terus mengawasi penyebaran virus berbahaya tersebut. Ia mengatakan, pemerintah terus menjaga 135 pintu masuk arus penumpang yang berasal dari sejumlah negara yang terdapat kasus virus corona. “Itu yang ingin saya tajamkan. Satu, efisiensi harus dilakukan berdasarkan rasional ilmu kesehatan pada standar WHO. Yang kedua, ya berdoa. Kalau tidak berdoa, jangan coba-coba andalkan kekuatan sendiri,” lanjut mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto. SM/kompas

 

Ibadah Tahun Baru dan Rapat BPH Punguan Ompu Parsanti Ulubalang Munthe, Boru, Bere dan Ibebere Se-Jabodetabek

Para pengurus BPH Punguan Parsanti Ulubalang Munthe Se-Jabodetabek.

Jakarta, Victoriousnews.com,-Pada Sabtu siang, 8 Februari 2020 kemarin, BPH (Badan Pengurus Harian) Keluarga Besar Punguan Ompu Parsanti Ulubalang Munthe, Boru, Bere dan Ibebere Se-Jabodetabek, yang asal Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, menggelar acara kebaktian tahun baru dan rapat di Aula Rumah Makan Rapolo, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Kali ini menghadirkan Pdt. R.T. Munthe, M.Th, pendeta senior di Sinode HKBP dan mantan Kepala Biro Informasi HKBP untuk menyampaikan khotbah. Khotbahnya mengenai kasih antarsesama, seperti Kristus yang mengasihi umatNya.

Pemred Narwastu,Jonro Munthe, S.Sos (Batik Merah) berpose bersama dengan pengurus

Setelah kebaktian dirangkai dengan makan siang bersama dan rapat yang dipimpin Ketua Umum Punguan Parsanti Ulubalang Munthe Se-Jabodetabek, Pandapotan Munthe/Boru Purba dan sekretaris umum Luther Munthe/Boru Pangaribuan.
Acara ini, kata ketua umum organisasi paguyuban Batak Toba ini, merupakan acara doa bersama, pemantapan organisasi dan penyusunan program kerja punguan (organisasi marga) agar semakin baik ke depan. “Kita berharap dan berdoa supaya Punguan Parsanti Ulubalang ini terus diberkati Tuhan, dan keluarga kita yang di perantauan dan Bona Pasogit (Sumatera Utara) senantiasa diberi Tuhan Yesus kesehatan, sukacita dan berkat di Tahun Baru 2020 ini,” ujar Pandapotan Munthe, yang juga pengurus Forum Komunikasi Parna Se-Indonesia. SM

Ibadah Syukur “Menghadapi Tantangan 2020 & Menjaga Benteng II” : Dunia Maya Saat ini Dipakai Iblis Untuk Menyamakan Persepsi Manusia di Seluruh Dunia

Komjen Pol.Drs. Dharma Pongrekun, SH., MH., MM ketika memaparkan materi di Premier Hall KTC HYpermall Kelapa Gading, Selasa (14/1/20)

JAKARTA,Victoriousnews.com,- “Menghadapi Tantangan 2020, Menjaga Benteng II” (Nahum 2:1). Demikian tema yang diusung dalam Ibadah Syukur Awal Tahun yang diselenggarakan oleh Generasi Muda SATU TUBUH bersama dengan JDS (Jaringan Doa Sekota), Selasa, 14 Januari 2020. Acara yang digelar di Premier Hall Lantai 2 Blok E, Gedung Hypermall KTC, Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading-Jakarta Utara ini dihadiri oleh para hamba Tuhan seperti; Pdt. Tony Mulia, Pdt. Budi Setiawan, Pdt. Ronny Daud Simeon, Pdt. Daniel Henubau, Pdt. Wahjono Aripin, Pdt. Aristarkus Tarigan, Pdt. Harsanto Adi, dan masih banyak lagi.

Foto bersama para hamba Tuhan

Dalam ibadah yang dikemas dengan format seminar tersebut menampilkan pembicara Komisaris Jendral Polisi Drs. Dharma Pongrekun.,S.H. M.H., M.M (Wakil Kepala Badan Siber & Sandi Negara RI). Dalam pemaparannya, Komjen Pongrekun mengungkapkan bahwa ada agenda tersembunyi yang dimainkan oleh gerakan kelompok antikris untuk menguasai dunia melalui kemajuan teknologi dan penguasaan ekonomi global. “Siber dunia maya saat ini dipakai iblis untuk memanipulasi dan menyamakan persepsi manusia di seluruh dunia yang digerakkan oleh kelompok antikris. Manusia zaman sekarang sangat tergantung dengan kecanggihan Smartphone. Gadget membuat orang menjadi ingin serba instan, addict (kecanduan), hingga menciptakan pertengkaran antar teman dan keluarga yang ujungnya dapat melemahkan sel-sel dalam tubuh,” papar Komjen Dharma Pongrekun.

Komjen Pol Dharma didoakan para hamba Tuhan

Saat ini, lanjut Komjen Dharma, banyak orang merasa lebih nyaman dan aman bila membawa gadget atau smartphone. Padahal kondisi tersebut justru dapat membuat manusia tidak lagi fokus, bahkan meninggalkan ajaran Tuhan. “Salah satu bentuk upaya penyeragaman dunia adalah penggunaan uang elektronik (digital money) melalui QR Code, yang nantinya semua transaksi jual-beli dan transaksi keuangan di dunia dilakukan secara digital. Dan barang siapa yang tidak ikut akan ditinggalkan bahkan bisa jadi akan dibunuh. ”Strategi kelompok anti kris adalah mendisain sebuah Chip yang akan ditanam di dahi atau tangan. Namun semua ini sudah tertulis dalam Kitab Wahyu 13:16-18,” tukas Pria kelahiran Sulawesi Tengah, 12 Januari 1966.

Komjen Dharma juga mengungkapkan bahwa sebelum hal itu terjadi, setiap orang di seluruh dunia akan digiring menjadi hamba uang (cinta uang). “Inilah tanda-tanda akhir zaman seperti yang tertulis dalam kitab 1 Timotius 6:10 dan 2 Timotius 3:2,  Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan menyombongkan diri. Mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orangtua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama. Biang dosa, perkara kehidupan saat ini adalah uang. Gara-gara uang orang tega korupsi, membunuh dan kejahatan lainnya tidak perduli terhadap saudara atau teman. Coba kita perhatikan kekacauan yang terjadi selama ini ujung-ujungnya adalah uang. Uang berkaitan dengan angka-angka, besaran angka membuat uang cinta uang karena dapat disombongkan,” tandasnya.

Memperdalam pemaparannya, Komjen Dharma, menjelaskan mengenai terjadinya revolusi industri 4.0 dan isu globalisasi yang juga menjadi bagian dari agenda antikris. “Nanti manusia digantikan dengan mesin, transportasi dan belanja online. Ini semua terekam oleh mereka. Dan mereka jadi tahu identitas, kebiasaan dan kemauan kita. Cara kerja mereka awalnya adalah dengan menciptakan ketakutan dan kecemasan. Lalu mereka datang sebagai solusi atau penolong. Nah saat itulah kita akan digiring ke dalam tujuan mereka yakni penyeragaman persepsi dunia,” urainya.

Untuk memperkuat pemaparannya, Komjen Dharma juga mempraktekkan kinerja smartphone yang dapat melemahkan tubuh karena merusak seI-sel yang ada dalam tubuh. Menurutnya, smartphone mengandung energi atau gelombang elektromagnetik yang dapat mempengaruhi sel-sel tubuh manusia. “Kalau kita berbicara/menuliskan kebohongan di Whatsapp atau SMS, bisa diuji kebenarannya. Dengan cara kita menunjuk tulisan tersebut dan salah satu tangan kita terangkat setengah. Kemudian tangan kita dorong ke bawah, jika tangan kita lemah berarti bohong. Tetapi jika tetap kuat berarti benar. Sebaliknya, jika kita memperkatakan firman Tuhan sembari memegang smartphone, kata-kata yang positif, maka tangan kita akan menjadi kuat walaupun sudah didorong ke bawah,” ungkap Komjen mensimulasikan kinerja Smartphone atau Ponsel pintar di hadapan jemaat.

Di akhir ibadah, Komjen Pol Dharma didoakan secara khusus oleh para hamba Tuhan yang hadir pada saat itu. SM

Jonro I Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum Narwastu): Kriteria 21 Tokoh Kristiani Harus Berjiwa Nasionalis, Pancasilais, Serta Mampu Menginspirasi Banyak Orang

Tokoh Kristiani yang menerima penghargaan dari Majalah Narwastu, Jumat (10/1) di Graha Bethel Jakarta Pusat

JAKARTA,Victoriousnews.com,– Keluarga besar Majalah Narwastu yang dipimpin oleh Jonro I Munthe.,S.Sos menggelar Ibadah Syukur Natal & Tahun Baru 2020 sekaligus memberikan penghargaan (Award) kepada 21 tokoh Kristiani pilihan Majalah Narwastu. Acara yang mengusung tema “Mari Membantu Memperbaharui Dunia Dengan Kabar Baik” (Lukas 2:10-11) ini digelar di Graha Bethel, Jalan Achmad Yani No 65, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Stevano Margianto, Ketum Perkumpulan Wartawan Media Kristiani/PERWAMKI (paling kiri) ketika menerima Award dari Majalah Narwastu

Pdt. Dr. Nus Reimas dalam kotbahnya, menekankan nats Alkitab yang terambil dalam 1 Korintus 15: 57- 58. Menurut Pdt. Nus yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PGLII, yang terjadi belakangan ini merupakan tantangan bagi Gereja dan bagi umatNya, apakah kita tenggelam di dalam arus ketidakpastian dunia atau sebaliknya. “Media Kristen harus tampil beda dengan sekuler. Saya berharap media Kristen itu harus lebih menekankan tentang kesaksian bahwa Tuhan yang mengkontrol seluruh alam semesta,” ujar Nus dalam kotbahnya.

Jonro I Munthe, S.Sos (Paling kiri) bersama Pdt. Dr. Nus Reimas (ketiga dari kiri) para tokoh Kristiani

Lebih lanjut, Pdt Nus Reimas juga mengatakan bahwa kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali ke bumi ini sudah sangat dekat. Menurutnya, Firman Tuhan mengatakan bahwa kedatangan Yesus Kristus kedua kali itu seperti pencuri di tengah malam. “Tanda-tanda akhir zaman pun sudah dituliskan, beragam bencana, peperangan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi dalam hidup ini, mari kita siap sedia menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kalinya,” ungkap Pdt. Nus.

Dalam acara tersebut, Bung Tema Adiputra & Clara didaulat sebagai MC untuk memimpin memimpin jalannya acara sekaligus memanggil 21 tokoh Kristiani pilihan Narwastu maju ke depan untuk menerima penghargaan. 21 tokoh Kristiani versi majalah Narwastu yang memperoleh Award adalah sebagai berikut: Herman Yosef Loli Wutun (Tokoh Koperasi Nasional), Grace Natalia Louisa (Ketum PSI), Sugeng Teguh Santoso, SH (Advokat Senior), Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, M.Si (Ephorus Sinode BNKP), Susana Suryani Sarumaha (Mantan calon DP RI & pengurus Vox Point indonesia), Dr.Ir. Asye Berti Siregar, M.A (Pelayanan lewat media film), Ida Tobing Boru Simbolon, S.Sos (Anggota jemaat HKBP yang melayani di Lembaga Permasyarakatan), Ani Natalia Pinem (Humas perpajakan Kementerian Keuangan RI), Pdt. Oniwati Nurhaidah Turnip, S.Th (Pelayan Tuhan Hingga Pedalaman), Ronald Simanjuntak, SH,.MH (Pengacara Senior), Fredrik J Pinakunary (Advokat), Mangasi Sihombing (Mantan Duta Besar), David Maruhum Lumban Tobing, S.H (Pengacara), Ir. Lintong Manurung, M.M (Ketua Umum Jaringan Pemerhati Industru dan Perdagangan), Kamillus Elu, S.H ( Pengacara), August H Pasaribu, S.H. M.H (Advokat), Dr. Lasmaida S Gultom, S.E., MBA (Analisis Eksekutif Senior di Departemen Pengendalian Kualitas Pengawasan Perbankan OJK), Pdt. Dr. Ir. Douglas Manurung, MBA., M.Si (Direktur), Eloy Zalukhu (Motivator), Stevano R Margianto (Ketum Perwamki), dan Yosua M. Tampubolon,SH. M.H (Pengacara).

Usai acara Ketum Perwamki, Stevano Margianto pose bersama Jonro I Munthe (Pemimpin Umum Majalah Narwastu)

Pemimpin Umum Majalah Narwastu, Jonro Munthe, S.Sos dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa acara ini adalah bentuk apresiasi Majalah Narwastu terhadap seseorang yang dianggap telah memberikan kontribusi bagi banyak orang. “Memang kita punya kriteria tersendiri untuk ini, misalnya berjiwa Pancasilais, Nasionalis, mencintai NKRI, menghargai Kebhinekaan, serta peduli terhadap pelayanan di tengah gereja, masyarakat dan bangsa. Selain itu, yang pasti para tokoh ini juga pernah muncul atau ditampilkan dalam majalah Narwastu.” ujarnya.

Menurut Jonro, para tokoh pilihan Majalah Narwastu tersebut adalah para tokoh yang bisa menginspirasi, memotivasi banyak orang melalui kiprahnya di berbagai bidang. Mulai dari pelayanan gereja, hukum, politik, ekonomi, pendidikan, media, organisasi dan profesionalisme. “Puji Tuhan, sesuai pengalaman Majalah Narwastu ketika memberikan penghargaan kepada para tokoh Kristiani, terbukti beberapa kali telah mengangkat seseorang ke level yang lebih baik seperti: Nikson Nababan (Saat ini menjadi Bupati Tapanuli Utara) dan Basuki Tjahaya Purnama (Mantan Gubernur DKI) yang kini telah menjadi Komisaris Utama di Pertamina,” pungkas Jonro.

Jonro I Munthe ketika menyampaikan kata sambutan dalam acara Apresiasi 21 Tokoh Kristiani

Sejumlah tokoh Kristiani yang tampak hadir dalam acara tersebut adalah Dr. Marthen Napang, John Panggabean, SH, HP Panggabean, Jimmy Lumintang, sejumlah wartawan Perwamki, Rizma Simbolon dan kru Film Horas Amang. SM

IRONIS, JEMAAT KRISTEN MAU BERIBADAH DILARANG OLEH SEKELOMPOK WARGA!

Situasi penghadangan jemaat ketika mau beribadah di kompleks Perum Griya Cileungsi Dua Blok D2 No. 16, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020)

Bogor,Victoriousnews.com, Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri dari beragam suku, agama, dan ras–tersebar lebih dari 17 ribu pulau di seluruh penjuru tanah air. Karakteristik yang menonjol inilah menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang istimewa, bangsa yang berbeda dengan bangsa lainnya di dunia.

Kemajemukan masyarakat yang dilandaskan dengan Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika, juga membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang rukun, damai, dan toleran terhadap suku maupun agama lain dalam menjalankan kebebasan ibadah dan kepercayaannya masing-masing. Kemerdekaan beribadah ini merupakan kebebasan asasi setiap manusia yang dilindungi oleh undang-undang, yakni UUD 45 pasal 2. Namun sayangnya masih banyak oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum dengan cara menghalang-halangi, melarang atau bahkan mengintimidasi umat beragama yang akan beribadah.

Kasus pelarangan dalam menjalankan ibadah yang paling baru menerpa sebuah gereja GPdI yang berada di Perum Griya Cileungsi Dua Blok D2 No. 16, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020) yang lalu. Gereja ini dipimpin oleh seorang rohaniwan bernama Pdt. Sumarto Topurundeng. Sumarto dipercayakan oleh umat Kristen GPdI di Perumahan Griya Cileungsi Dua dan sekitarnya, sebagai perpanjangan tangan gereja dan pemerintah, untuk menjalankan tugas  sebagai seorang rohaniawan serta melaksanakan pembinaan mental dan spiritual untuk kegiatan-kegiatan ibadah raya minggu dan hari lainnya.

Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Sumarto ini bertujuan untuk membantu dan menyukseskan program pemerintah di bidang pembinaan mental dan spiritual yang di jamin oleh UUD 45 Pasal 29 ayat 2 Undang –Undang Dasar 1945: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya dan Pancasila menjalankan sesuai agama masing-masing yang merupakan salah satu nilai khususnya sila pertama. Tugas Pembinaan tersebut diperkuat dengan; Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL), Nomor;B-1582/Kw.10/VIII/BA.01.1/03/2017, dikeluarkan di Bandung, tertanggal 10 Maret 2017 ditanda tangani oleh; Kepala Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, Surya Minda Sirait , SH, NIP. 196405101999042001 dan Surat Keputusan Majelis Daerah Jawa Barat, GPdI bernomor 082/MD-JABAR/II-11 Tentang Pengangkatan  Sdr Pdt. Sumarto Topurundeng sebagai rohaniawan untuk membina umat Kristen GPdI. SK tersebut dikeluarkan di Cianjur pada tanggal 14 Pebruari 2011 dan ditanda tangani oleh Pimpinan GPdI; Pdt. JE Awondatu (Ketua) dan Pdt. Thomas Rungkat (Sekretaris).

KiKa : Nimrot (Kanit Intel), Pdt. Chemuel W , Kompol Endang Kusnandar (Kapolsek Cileungsi), Pdt Sumarto Topurundeng, Pdt Hanny Rompis usai pertemuan membahas kasus pelarangan ibadah,

 Atas dasar permintaan umat dan SK GPdI serta SKTL Kementrian Agama tersebut, maka inilah yang menjadi pegangan Pdt. Sumarto Topurundeng untuk menjalankan tugas membina umat yang berjumlah 60 hingga 70 jiwa sampai sekarang, dan sudah dijalani selama 10 Tahun lebih, di rumah tempat tinggalnya, kompleks perumahan Griya Cileungsi Dua, Desa Mampir Cileungsi. Kegiatan-kegiatan pembinaan mental dan spiritual  kepada umat Kristen tersebut tidak pernah mendapat gangguan  dari masyarakat  setempat. “Namun pada hari minggu 5 Januari 2020, pukul  09 pagi WIB tiba-tiba muncul sekelompok masyarakat yang tinggal di kompleks Griya Cileungsi Dua, yang dipimpin koordinator keamanannya berinisial K, mereka berdiri di depan gerbang pintu masuk kompleks kemudian menghadang dan melarang dengan paksa para umat masuk kompleks perumahan menuju rumah pendeta untuk mengikuti ibadah minggu pagi. Penghadangan dan pelarangan umat Kristen yang datang dari luar kompleks tidak membuat umat mundur atau putus asa menuju tempat ibadah namum para umat tetap menerobos dan memaksa masuk dan pada akhirnya diperbolehkan dan para umat diberi kesempatan masuk untuk ibadah dengan persyaratan untuk terakhir kali dan sesudah selesai ibadah permintaan para warga kompleks perumahan kepada  Pendeta dan umatnya bahwa rumah yang dijadikan tempat ibadah harus ditutup dan dikembalikan kepada fungsingya sebagai rumah tinggal,” ujar Pdt. Sumarto seperti dilansir oleh pantekostapos.com.

Lanjut Sumarto, diduga penghadangan dan pelarangan menuju rumah ibadah didalangi oleh warga berinisial K yang masih aktif sebagai aparatur negara. Terjadinya penghadangan tersebut, Sumarto berinisiatif melaporkan ke kantor kepolisian setempat yaitu Polsek Cileungsi, dan langsung di tangani oleh Komisaris Polisi (Kompol) Endang Kusnandar (Kapolsek Cileungsi Bogor Jawa Barat). Pada keesokan harinya senin 6/01, Pdt Sumarto bertemu dengan Kapolsek di ruang kerjanya disambut dan diterima dengan baik kemudian berdialog prihal kronologis kejadiannya dan mencari solusi yang terbaik guna menentramkan situasi dan menjadi kondusif.

Menyikapi kejadian tersebut Komisaris Polisi (Kompol) Endang Kusnandar didampingi Kanit Intel Nimrot, dalam dialognya dengan Sumarto mengatakan bahwa mengenai kejadian pada hari minggu 5 Januari 2020 sudah diketahui dan sedang ditangani untuk itu Kapolsek mengajak kepada Sumarto dan jemaat yang dipimpinnya untuk sementara waktu menanggapi apa yang menjadi keinginan warga, karena menurut Kapolsek melihat sisi mudaratnya. Petugas kepolisian sudah ada yang menangani melalui pendekatan-pendekatan persuasif di masyarakat. Terkait keberadaan Pdt Sumarto dan Jemaat yang dipimpinnya serta ibadah ke depan Kapolsek Cileungsi akan memberikan jaminan pengamanan.Usai pertemuan dengan Kapolsek Cileungsi, baru keesokan harinya Pdt Jantje Manorek, salah satu pimpinan GPdI Jabar mengunjungi Pdt Sumarto dan Keluarganya dalam rangka memberikan penguatan dan semangat untuk tetap melayani Tuhan dan jemaat. SM

Letjen TNI (Purn) T. B Silalahi: Pemuda Gereja Harus Memiliki Visi Sebagai Agen Perubahan Untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0

 

Foto bersama para peserta dengan Letjen Purn TB Silalahi usai diskusi Peran Pemuda Gereja Dalam Kepemimpinan dan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Artha Graha SCBD (13/12)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Peran Pemuda Gereja Dalam Kepemimpinan dan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0”. Demikian tema diskusi publik yang diangkat oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) yang digelar di Gedung Artha Graha Lantai dasar, SCBD, Jakarta Selatan, (Kamis 13/12). Diskusi yang menghadirkan Letjen TNI (Purn) T.B Silalahi sebagai narasumber ini digagas oleh DPP GAMKI Bidang Diplomasi & Hubungan Internasional serta Bidang Ketahanan Nasional, Pertahanan & Keamanan. “Atas nama DPP GAMKI, kami menyambut gembira dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak/Ibu dalam acara seminar ini. Terutama Opung TB Silalahi yang berkenan menjadi pembicara pada saat ini. Saya berharap acara ini bisa bermanfaat bagi kader-kader GAMKI, terutama kaum milenial  dalam menyikapi revolusi industri 4.0. Saya juga berterimakasih atas kehadiran beberapa perwakilan kaum muda lintas gereja. Oleh karenanya, bila nantinya mendapat respons yang baik, saya berjanji akan ada diskusi lanjutan dengan mengangkat tema-tema terkini,” urai Sahat Sinurat selaku Sekjen DPP GAMKI dalam kata sambutannya mewakili Ketua Umum GAMKI yang berhalangan hadir.

Sekjen GAMKI, Sahat Sinurat menyerahkan Plakat sebagai kenang-kenangan kepada Letjend Purn TB Silalahi

Sebagai pembicara tunggal, Letjend TNI (Purn) T.B. Silalahi memaparkan situasi dunia terkini terkait tentang Revolusi industri yang makin mengalami kemajuan dalam beberapa dasawarsa sebelumnya. “Dulu masyarakat dunia merupakan masyarakat agraris. Hidup dengan mengandalkan lahan dan hasil bercocok tanam. Sampai kemudian beberapa kali revolusi industri. Revolusi industri 1.0 ditandai dengan penggunaan mesin sebagai pengganti tenaga manusia dan hewan. Revolusi industri 2.0 terjadi beberapa tahun setelahnya. Pada saat inilah manusia mulai mengenal listrik dan menggunakannya untuk mendukung kehidupan. Kemudian terjadilah revolusi industri 3.0 yang membuat manusia mengenal systemcomputer dan penggunaan robot dalam berbagai industri. Sedangkan yang paling akhir adalah revolusi industry 4.0. Inilah era di mana teknologi otomatisasi berkolaborasi dengan teknologi cyber,” tukas pemilik nama lengkap Letjen TNI Pur Tiopan Bernhard Silalahi .

                Menyikapi hal tersebut, Letjen Purn T.B. Silalahi menyerukan agar gereja mampu menjawab tantangan zaman. Orang-orang muda harus diperlengkapi sejak dini dengan berbagai ketrampilan agar menjadi pribadi yang kompetitif. Pelatihan ketrampilan juga harus diimbangi dengan bimbingan tentang bagaimana kecerdasan emosi (emotionalqoutient) dan kecerdasan spiritual (spiritual quotient). “Setelah ketiga hal tersebut (intelligencequotient, emotionalquotient, dan spiritual quotient), saya ingin menambahkan satu syarat lagi. Yaitu kita harus memiliki standar yang berbeda. Bukan standar yang sama atau sedikit lebih tinggi, tetapi standar yang jauh lebih tinggi dari orang lain. Jadi kalau orang lain standarnya 10, kita harus punya standar minimal 30. Hanya dengan demikianlah kita akan menjadi orang yang kompetitif,” paparnya.

                Menurut Opung T.B. Silalahi setiap pemuda gereja harus memiliki visi menjadi agent of change (agen perubahan). Orang yang memiliki kesadaran seperti itu akan lebih bertanggungjawab dalam menjalani hidup. “Kita minoritas (dari segi jumlah). Sebab itu posisi kita sebagai pemuda gereja adalah dimanapun kamu berada harus menjadi yang terbaik. Dimanapun ladang tugas dan panggilanmu berada. Kalian pemuda gereja jangan pernah berhenti untuk belajar dan belajar sampai akhir hayatmu,” tegas TB Silalahi dalam diskusi yang dipandu oleh Hendrik Sinaga SH, MH.

Lebih lanjut TB Silalahi memaparkan revolusi Industri merupakan perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Sebagai senior, Letjend TNI (Purn) T.B. Silalahi merespons postif kegiatan ini. Bahkan beliau secara khusus menyatakan siap memberikan dukungan pada GAMKI bilamana diperlukan. SM