Dr. John Palinggi (Pengamat Sosial): Tangkal Virus Corona Dengan Bertobat & Mendekatkan Diri Pada Tuhan!

Dr. John Palinggi (Pengamat Sosial): Tangkal Virus Corona Dengan Bertobat & Mendekatkan Diri Pada Tuhan!

Dr. John N Palinggi, MBA ketika ditemui di ruang kerjanya.

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Pengamat sosial & masyarakat, Dr. John N Palinggi ini selain dikenal sebagai pengusaha yang sukses, juga sangat rendah hati dan religius dalam menyikapi persoalan hidup. Bahkan ketika ditanya mengenai virus corona dari sisi rohani, ia mengungkapkan bahwa, wabah corona ini adalah salah satu pesan Tuhan bagaimana kita manusia melihat ketidakberdayaan kita sesungguhnya. ”Perlindungan dan pertolongan kita adalah kepada Tuhan. Jangan lupa, orang yang menjaga kesehatannya jangan meninggalkan Tuhan. Dalam kehidupannya. Bersandarlah kepada Tuhan sebagai batu karang yang teguh,” ungkapnya saat ditemui di kantornya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Dr. John Palinggi, MBA: Pemerintah Sangat Serius & Telaten Antisipasi Masuknya Virus Corona!

John mengajak kita untuk sadar diri dan berusaha untuk hidup lebih baik lagi dalam menyikapi dan bertindak terhadap suatu hal dan persoalan hidup. Menurutnya, kita harus hidup semakin baik, dan bertobatlah. Jadikan Tuhan sebagai batu karang yang teguh’ dalam menghadapi persoalan hidup dan teruslah berbuat baik sesuai ajaranNya,” ajak John yang sangat dekat dengan Presiden dari masa ke masa, terbukti terpampang foto bareng dengan Presiden Soeharto hingga Jokowi di ruang kerjanya. SM

Dr. John Palinggi, MBA: Pemerintah Sangat Serius & Telaten Antisipasi Masuknya Virus Corona!

Dr. John N Palinggi., MBA (Pengamat Sosial)

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Mewabahnya Virus Corona yang awalnya ditemukan di kota Wuhan, China terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di seluruh belahan dunia. Virus baru yang menyebabkan penyakit “mendunia” ini secara resmi dikenal sebagai Corona Virus Disease (COVID)-19. Di Indonesia sendiri, semenjak Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi bahwa telah ada 2 warga negara Indonesia di Depok yang positif terjangkit virus corona, spontan masyarakat menjadi panik dan takut. Dalam pantauan, sejumlah pusat perbelanjaan (Mal) di kota metropolitan, Jakarta, ramai dikunjungi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok, sarung tangan, masker, vitamin, dan sebagainya untuk mengantisipasi menularnya virus tersebut.

Ironisnya, banyak masyarakat yang justru menyalahkan pemerintah, mengapa virus tersebut tidak bisa dicegah masuk ke Indonesia. “Saya harap, masyarakat jangan selalu menyalahkan pemerintah. Lebih baik kita menjaga kewaspadaan diri dan keluarga. Sejauh yang saya lihat, pemerintah kita sudah sangat bagus dan telaten dalam upaya mengantisipasi wabah virus ini yang telah melanda negara negara di dunia masuk ke Indonesia,” tutur Sekretaris Jenderal Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N Palinggi, MBA saat ditemui ruang kerjanya di Menara Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Dr. John Palinggi (Pengamat Sosial): Tangkal Virus Corona Dengan Bertobat & Mendekatkan Diri Pada Tuhan!

Pengamat sosial kemasyarakatan, John Palinggi ini memberikan contoh praktis untuk mengantisipasi penularan virus corona. Misalnya, menjaga kebugaran dan imun tubuh, yakni berolah raga secara rutin. Selain itu, makanlah ikan dan sayur yang segar, minum air yang dimasak, cuci tangan sebelum makan dan sehabis beraktivitas di luar rumah dan hindari bersalaman dan cium pipi yang merupakan kebiasaan kita,” papar John yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini bersemangat.

Menurut John, tindakan antisipatif pemerintah seperti kepada WNI dari Wuhan yang ditransitkan di Natuna dan dari kapal pesiar ke pulau Seribu, Jakarta adalah contoh konkrit betapa telaten dan seriusnya pemerintah menangani upaya pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia. Berharap upaya itu juga diterapkan di Bali, bahkan lebih ditingkatkan,” tandasnya. SM

 

Sosok Sang Mama Di Mata Anak-Anak Pdt.Pengky Andu: Teladan Mama Yang Patut Dicontoh Adalah Ketegasan Mendidik Anak-anaknya Agar Tidak Terlambat Ibadah & Pelayanan!

Pdt. Pengky Andu bersama ketiga anaknya, saat penghormatan terakhir di hadapan jenasah sang istri (Almh. Ibu Endang). Ki-ka: Vicky Daud Natanael (Putra ketiga), Lucky Ratna Yuanita (Putri Pertama) & Dessy Ratna Natalia (Putri kedua)

Surabaya,-Victoriousnews.com,– Alkitab dengan gamblang menuliskan, bahwa, “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya…” (Amsal 13:22a). Tentu saja warisan yang dimaksud disini bukanlah sekedar tentang harta benda saja, melainkan warisan iman orang tua kepada anak-anaknya sebagai generasi penerus.

Baca Juga : Setelah 52 Tahun Pernikahan, Pdt. Pengky Andu: ‘Kembang Desa’ Itu Telah Pergi, Hidupku Terasa Kosong & Janji Tidak Menikah Lagi!

Sebagai orangtua Kristiani, tentu mendoakan serta mendidik anak-anaknya ketika dewasa kelak menjadi pewaris kerajaan Sorga, sukses, bahagia dan diberkati dalam segala hal. Hal itulah yang dirasakan oleh Dessy Ratna Natalia (Putri kedua) dari pasangan Pdt. Pengky Andu & Almh. Ibu Endang Satini ketika dihubungi melalui jejaring media sosial Whatsapp (Sabtu,8/2) siang.

Cinta Seorang Suami kepada Istri. Pdt. Pengky Andu tiba di RS. Senin siang 20/1. Mendoakan sang istri yang dalam keaadan koma, detik-detik sebelum dipanggil Tuhan.

Sebagai seorang anak, Dessy memiliki hubungan batin dan banyak kenangan indah yang sulit untuk dilupakan dan membekas dalam hati bersama sang Mama yang telah dipanggil Tuhan pada 20 Januari 2020 lalu. Salah satu didikan yang baik dan patut diteladani, menurut Dessy, adalah ketegasan sang Mama yang selalu to the point dalam berbicara, selalu on time dalam segala hal dan tidak boleh terlambat dalam ibadah serta pelayanan. “Kalo buat saya pribadi sih Mama itu orang yang ‘keras’ dalam arti positif. Yang selalu to the point kalo ngomong, meskipun kadang nggak enak di telinga. Yang selalu on-time dalam segala hal, terutama dalam hal ibadah & pelayanan, nggak boleh terlambat,” tukas Dessy.

Senada dengan Dessy,  Putri pertama Pdt. Pengky Andu (Lucky Ratna Yuanita) juga merasakan banyak teladan baik yang patut diteruskan oleh anak-anaknya. “Dimata saya, mama wanita yang hebat. Sosok yang kuat dan sangat tegar dalam menghadapi segala keadaan. Bagi saya, bisa tumbuh menjadi wanita yang kuat dalam segala proses kehidupan saya pribadi. Ini karena mama. Saya banyak belajar dari mama,” tutur Lucky. SM

Setelah 52 Tahun Pernikahan, Pdt. Pengky Andu: ‘Kembang Desa’ Itu Telah Pergi, Hidupku Terasa Kosong & Janji Tidak Menikah Lagi!

Foto Pdt. Pengky Andu & Almarhumah Istri semasa hidup

Surabaya,Victoriousnews.com,-Kunci sebuah pernikahan yang langgeng atau sukses dalam merajut bahtera rumah tangga itu tidak bisa ditentukan dengan banyaknya materi atau cantik/gantengnya paras pasangan. Setiap pasangan harus memiliki cinta yang kuat dan tulus kepada pasangannya. Sebab jika dasar yang dibangun tidak kuat, maka persoalan silih berganti akan terus menerpa. Perlahan tapi pasti, hubungan rumah tangga akan retak dan tidak bisa bertahan lama.

Foto keluarga Pdt. Pengky Andu dalam pernikahan anaknya

Ketika setiap pasangan mengucapkan janji suci ketika melangsungkan pernikahan kudus di hadapan Tuhan dan jemaatnya, pasti terlontar kalimat sakral yaitu “Hanya maut yang dapat memisahkan”. Janji nikah kudus inilah yang diucapkan oleh pasangan Pdt. Pengky Andu & Ibu Endang Satini yang diberkati dalam pernikahan kudus 52 tahun yang lalu (1968) pun tergenapi. Kabar duka mengejutkan ketika Ibu Endang (75 tahun), sang istri yang setia mendampingi Pdt. Pengky Andu dalam suka maupun duka telah dipanggil Tuhan terlebih dahulu pada tanggal 20 Januari 2020 pukul 16.30 Wib di Surabaya.

Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Paulus Supit mendoakan Pdt, Pengky Andu ketika berkunjung ke rumahnya di Surabaya (Jumat,31/1)

Meski tampak tegar dan kuat, namun guratan wajah Pdt. Pengky tampak sangat kehilangan terhadap sosok istri yang telah dikaruniai 3 anak dan 4 cucu. Bahkan sehari sebelum Ibu Endang dipanggil Tuhan, Pdt. Pengky dalam pertemuan pengerja di GBI REM Daan Mogot (Sabtu, 18/1) maupun pelayanan kotbah Minggu (19 Januari) di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol Jakarta Barat sempat menyampaikan kesaksian singkat. “Mohon dukungan doa, karena saya merasakan beban yang sangat berat pada hari ini. Bukan soal uang atau ekonomi. Tetapi karena istri saya sedang dirawat di ruang ICU RS di Surabaya akibat sakit,” ujar Pdt. Pengky tampak menutupi kesedihannya dan melanjutkan kotbahnya di hadapan jemaat.

Ki-ka: Bapak Johan Cramer, Pdt.Pengky Andu, Bapak Yusuf, Ibu Yani, Pdt. Paulus Supit dan Bapak Margianto di depan rumah Pdt, Andu (Jumat 31/1)

     Beberapa menit setelah menyampaikan firman Tuhan dan turun dari mimbar, handphone Pdt. Pengky berdering. Dari ujung telpon itu, suara anaknya mengabarkan bahwa Mama kondisinya semakin memburuk. Sebagai bentuk tanggungjawab seorang ayah dan suami, Pdt. Pengky pun bergegas untuk kembali ke Surabaya. Namun sayangnya, keberangkatan tiket pesawat (Minggu, 19/1) malam itu, Pdt. Pengky terlambat tiba di Bandara Soetta. Sehingga, terpaksa harus pesan tiket Senin (20/1) penerbangan pagi Soekarno Hatta menuju Juanda Surabaya. Setibanya di Surabaya, Pdt. Pengky langsung menuju Rumah Sakit, sempat bertemu dengan istri, anak, menantu dan cucu yang telah berkumpul di sana. “Saya sempat mendoakan istri yang dalam keadaan koma saat itu. Saya katakan kepada istri dengan sedikit berteriak, bahwa saya akan menjaga anak-anak dan berjanji tidak menikah lagi. Kemudian saya katakan, jika mau pergi, pergilah dengan damai. Sekali lagi, saya janji akan tetap bertanggungjawab kepada anak cucu,” papar Pdt. Pengky.

Cinta Seorang Suami kepada Istri. Pdt. Pengky Andu tiba di RS. Senin siang (20/1). Mendoakan sang istri yang dalam keaadan koma, detik-detik sebelum dipanggil Tuhan

Dengan wajah sedih, seluruh keluarga yang telah berkumpul di Ruang ICU rela melepas kepergian Ibu Endang yang dipanggil Tuhan pada hari Senin (20/1) tepat pukul 16.30 Wib dan dimakamkan hari Kamis (23/1). Kehilangan pasangan hidup, entah suami ataupun istri pasti menjadi kenyataan hidup yang sangat berat bagi semua orang. Jika mau berkata jujur, pasti semua orang tidak mau ada perpisahan dengan pasangan yang disebabkan oleh kematian. “Setelah istri dipanggil Tuhan, ternyata tidak bisa dibohongi, bahwa hidup saya terasa kosong. Ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya. Biasanya kalau saya pulang ke Surabaya setelah pelayanan dari Jakarta, istri saya ada di rumah. Kini istri sudah tiada. Rumah terasa sepi. Karena anak-anak saya sudah punya tempat tinggal sendiri,” tutur Pdt. Pengky Andu yang sangat setia melayani di GBI REM hingga saat ini (28 tahun).

Suasana kebersamaaan dengan  Pdt. Pengky Andu selama di Surabaya

Menurut Pdt.Pengky, sejatinya setiap orang yang ditinggalkan pasangannya, pastilah hal-hal baik yang terkenang. “Selama saya menikah 52 tahun, belum pernah ribut besar. Tapi kalau kecil-kecil ya sering, namanya juga rumah tangga. Kan keinginan saya belum tentu sama dengan istri. Apapun kekurangan/kelemahan pasangan saya selama hidup, tetapi ketika sudah meninggal, yang terlihat hanyalah kebaikannya. Dan ternyata memang kalau dipikir, manusia itu tidak ada yang jahat, semuanya baik. Saya dan istri itu banyak sekali persamaannya. Contoh kecilnya, selama berumahtangga, istri tidak pernah periksa isi dompet saya, begitupun sebaliknya. Almh istri juga tidak pernah bertanya uang kita ada berapa atau hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi. Karena dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti memenuhi kebutuhan rumahtangga,” ungkap Pdt. Pengky tertawa sembari mengenang sang istri yang dulunya terkenal “kembang desa” karena kecantikannya semasa muda.

TIM Pastoral GBI REM Mengunjungi Pdt. Pengky Andu di Surabaya

Tim Pastoral GBI REM

Kabar duka berpulangnya Ibu Endang ke rumah Bapa di Sorga sangat mengejutkan keluarga besar GBI REM di Jakarta.Mulai dari Gembala Sidang, Pdt. Paulus Supit, pengerja hingga jemaat juga turut merasakan kesedihan yang mendalam. Namun sayangnya, kabar tersebut diterima oleh GBI REM sehari setelah Ibu Endang dimakamkan, yakni Jumat (24/1) malam. Seketika itu, grup Whatsapp keluarga besar GBI REM dipenuhi dengan ucapan duka untuk memberikan penghiburan kepada Pdt. Pengky.

Baca Juga :Sosok Sang Mama Di Mata Anak-Anak Pdt.Pengky Andu: Teladan Mama Yang Patut Dicontoh Adalah Ketegasan Mendidik Anak-anaknya Agar Tidak Terlambat Ibadah & Pelayanan!

Beberapa hari kemudian (30 s/d 31 Januari) sebagai bentuk simpati kepada Pdt. Pengky Andu yang tengah berduka, para hamba Tuhan yang terdiri dari: Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM), Ibu Yani (Ibu Gembala), Bapak Johan Cramer, Bapak Yusuf dan Bapak Margianto berkunjung ke kediaman Pdt. Pengky Andu di perumahan Ciputra di kawasan di Trosobo, Sidoarjo-Surabaya. Tim pelayanan GBI REM berangkat naik KA Argo Bromo dari stasiun Gambir Pukul.08.15 wib dan tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya Pukul. 18.30 Wib.Setibanya di sana tim GBI REM dijemput oleh Pdt. Pengky Andu. Suasana kekeluargaan pun sangat terasa, ketika Pdt. Pengky Andu menyambut hangat serta dengan rendah hati berkenan menjadi driver untuk mengantar tim GBI REM menuju hotel tempat menginap. “Mewakili keluarga besar GBI REM, kami menyampaikan turut berduka sedalam-dalamnya kepada Pak Pengky dan keluarga besar. Kami terus berdoa, kiranya Pak Pengky terus diberikan kesehatan, sukacita, dan damai sejahtera. Biarlah Pak Pengky terus bersemangat dan menjadi tetap kuat di dalam Tuhan serta tetap setia melayani Tuhan,” ujar Gembala Sidang GBI REM Pdt. Paulut T Supit menyampaikan kata-kata penghiburan mewakili Tim Pastoral yang berkunjung saat itu.

Pdt. Pengky pun membalas dengan rasa haru karena tim pastoral GBI REM mau mengunjunginya ke Surabaya meskipun informasi dukanya terlambat. “Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman yang berkenan mengunjungi saya ke Surabaya. Saya senang sekali dikunjungi dan sangat terhibur, karena teman-teman sangat peduli,” tukas Pdt. Pengky.

Pada hari kedua tepatnya pukul 9.00 Wib, Tim GBI REM yang menginap di hotel Ibis Jemur Sari, Surabaya dijemput oleh Pak Khusnul (driver langganan Pdt. Pengky) untuk diantar ke kediaman Pdt. Pengky Andu di perumahan Ciputra di kawasan Trosobo, Sidoarjo. Setibanya di rumah Pdt. Pengky tampak sumringah menyambut tim dan mempersilakan untuk masuk ke dalam rumah yang saat itu sedang dilakukan renovasi ruangan tengah akibat plafon yang ambrol. “Selamat datang di rumah saya. Inilah rumah yang saya tinggali bersama istri. Banyak sekali kenangan di rumah ini. Mohon maaf jadi kurang nyaman, karena sedang ada renovasi plafon ruang tengah. Beberapa hari setelah nyonya dipanggil Tuhan, plafonnya ambrol, jadi sekarang saya juga nungguin tukang,” papar Pdt. Pengky sembari mengajak tim berkeliling ruangan dan menunjukkan foto keluarga bersama almh istri tercinta.

Di rumah tersebut, tim GBI REM yang dipimpin oleh Pdt. Paulus Supit mendoakan Pdt. Pengky agar Tuhan senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan serta kesehatan yang luar biasa. Beberapa jam sebelum kembali ke Jakarta, tim diajak berkeliling kota Surabaya dan menikmati kuliner khas Surabaya.SM

Pesan Komjen Pol.Dharma Pongrekun Dalam Kotbahnya di GBI REM Ciputra Lantai Dasar: Mumpung Masih Ada Kesempatan, Kabarkan Injil & Menangkan Banyak Jiwa!

Ratusan Jemaat GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Tampak Antusias mendengarkan firman Tuhan, Minggu (19/1)

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Wakil Kepala Badan Siber & Sandi Negara RI, Komjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun.,SH.,M.H.,MM menjadi pembicara dalam ibadah minggu raya di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol- Jakarta Barat. Dalam ibadah tersebut Komjen Dharma mengupas ayat Kitab 1 Timotius 6:10 a, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang”. Menurutnya, di era digital seperti saat ini, setiap orang di seluruh dunia akan digiring menjadi hamba uang (cinta uang).“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan menyombongkan diri. Mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orangtua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama. Biang dosa, perkara kehidupan saat ini adalah uang. Bahkan gara-gara uang, orang bisa melakukan korupsi, tega membunuh, tidak peduli terhadap keluarga/ teman dan melakukan kejahatan lainnya. Coba kita perhatikan kekacauan yang terjadi selama ini ujung-ujungnya adalah uang. Uang berkaitan dengan angka-angka, besaran angka membuat orang menjadi diperhamba oleh uang. Sebab dengan uang banyak, manusia bisa menyombongkan dirinya. Inilah tanda-tanda akhir zaman,” tutur Komjen Dharma.

Komjen Dharma mengungkapkan, bahwa, di akhir zaman ini, tidak ada gunanya memiliki uang banyak, apartemen mewah, punya mobil mewah dan sebagainya. Jika hidup kita tidak berkenan kepada Tuhan. “Kita harus siap untuk tidak memiliki apa-apa, asal hidup kita benar-benar memuliakan nama Tuhan. Meskipun ada yang berpendapat bahwa apa yang kita miliki semua adalah titipan yang berasal dari Tuhan; itu pemahaman yang keliru. Yang benar adalah apa yang diperoleh dari Tuhan itu adalah anugerah dan kasihNya Tuhan kepada kita. Sehingga kita dapat mengembalikan untuk kemuliaan nama Tuhan. Artinya, kita diberikan mandat dari Tuhan untuk mengelolanya dengan baik dan benar. Tidak boleh menyimpang dari iman. Pertanyaannya sekarang, saudara mau masuk warga negara kerajaan Surga atau warga kerajaan neraka? Disini hanya ada dua pilihan. Jika kelakuan saudara tidak mencerminkan Kristus, ya bisa dipastikan akan menjadi penghuni neraka. Saatnya saudara menyiapkan diri, supaya hidupnya tahu akan dibawa kemana dan tidak menyesal. Sebab, ketika saudara mati, semua akan ditinggalkan. Kekayaan dan kemewahan hanyalah ilusi saja,” paparnya.

Ki-ka: Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM), Komjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun., SH (Wakil Kepala BSSN RI), Ps. Pengky Andu dan Bapak Johan Cramer berpose bersama usai ibadah.

 Lanjut Komjen Dharma, kini saatnya mengoreksi diri kita masing-masing. “Apakah saudara sudah menjalankan perintah Amanat Agung seperti yang tertulis dalam kitab Markus 28:19? Minimal bawa satu jiwa saja. Misalnya, kalau saudara memiliki keluarga yang belum mengenal Tuhan, sampaikan Injil kepada mereka. Jangan takut. Jika mereka tidak mau mendengar kabar Injil, ya tidak masalah, nanti kuasa Roh Kudus yang akan bekerja. Yang terpenting saudara telah menggenapi Amanat Agung tersebut. Sebab setelah saudara menerima keselamatan, maka tugas dan tanggungjawab kita adalah menyampaikan dan membagikan keselamatan itu kepada orang yang belum menerima Tuhan Yesus. Mumpung masih ada kesempatan, mari kita kabarkan Injil. Sebenarnya miris juga jika melihat kondisi manusia zaman di era kecanggihan teknologi saat ini. Kebanyakan mereka sangat tergantung dengan kecanggihan Smartphone/Gadget. Padahal disadari atau tidak, smartphone/gadget membuat orang menjadi ingin serba instan, addict (kecanduan), hingga menciptakan pertengkaran antar teman dan keluarga yang ujungnya dapat melemahkan sel-sel dalam tubuh. Banyak orang merasa lebih nyaman dan aman bila membawa gadget atau smartphone. Padahal kondisi tersebut justru dapat membuat manusia tidak lagi fokus, bahkan meninggalkan ajaran Tuhan,” tukasnya.

Masih kata Komjen, kitab Wahyu 13:16-18 mulai digenapi, bahwa saat ini ada agenda tersembunyi yang dimainkan oleh gerakan kelompok antikris untuk menguasai dunia melalui kemajuan teknologi dan penguasaan ekonomi global. Siber dunia maya saat ini dipakai iblis untuk memanipulasi dan menyamakan persepsi manusia di seluruh dunia yang digerakkan oleh kelompok antikris. Salah satu bentuk upaya penyeragaman dunia adalah penggunaan uang elektronik (digital money) melalui QR Code, yang nantinya semua transaksi jual-beli dan transaksi keuangan di dunia dilakukan secara digital. Strategi ke depan kelompok antikris adalah mendisain sebuah Chip yang akan ditanam di dahi atau tangan. Sekali lagi, saudara yang dikasihi Tuhan, mumpung masih ada kesempatan mari kita mengabarkan Injil dan memenangkan banyak jiwa di akhir zaman,” ungkap Komjen Pongrekun saat didampingi oleh Ps.Pengky Andu.

Di akhir pemaparannya, Komjen Pongrekun didampingi oleh Ps. Pengky Andu mempraktikkan simulasi mengenai gelombang positif atau negatif yang dipancarkan melalui smartphone/gadget. Pada saat itu, Ps, Pengky Andu memanggil Gembala Sidang GBI REM, Ps. Paulus Supit untuk memperagakan kinerja smartphone yang dapat melemahkan tubuh karena merusak seI-sel yang ada dalam tubuh. Menurutnya, smartphone mengandung energi atau gelombang elektromagnetik yang dapat mempengaruhi sel-sel tubuh manusia. “Kalau kita berbicara/menuliskan kebohongan di Whatspp atau SMS, bisa diuji kebenarannya. Dengan cara kita menunjuk tulisan tersebut dan salah satu tangan kita terangkat setengah/mendatar. Kemudian kita dorong ke bawah, jika tangan kita lemah berarti bohong. Tetapi jika tetap kuat berarti benar. Sebaliknya, jika kita memperkatakan firman Tuhan sembari memegang smartphone, kata-kata yang positif, maka tangan kita akan menjadi kuat walaupun sudah ditekan ke bawah,” ungkap Komjen mensimulasikan kinerja Smartphone atau Ponsel pintar di hadapan jemaat.

“Coba Pak gembala bilang kata-kata positif/memberkati,” kata Komjen Dharma meminta Ps Paulus Supit untuk menyampaikan hal positif. “Haleluya!,” tukas Ps Paulus. Dan pada saat itu tangan kanan Ps Paulus menjadi kuat. “Sebaliknya, ketika memperkatakan hal yang negatif, maka tangan kita  akan menjadi lemah. Oleh karenanya, kita harus conecting spirit dengan Surga, dengan cara memikirkan hal-hal yang positif dan memberkati seperti: haleluya, Tuhan memberkati, dan lain sebagainya. Dan di Alkitab pun sudah dituliskan dalam kitab  Fil 4:8; Kolose 3:2; pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang di bumi,” pungkas Komjen Dharma. SM

PERAYAAN IMLEK DAN TAHUN BARU DI ALKITAB

Jikau engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaah Allah (I Korintus 10:31).

1

       Apa yang berkesan atau yang paling Anda inginkan pada saat menyambut Tahun Baru Tionghoa (Imlek)? Makanan yang enak? Angpao? Atau bahkan kesempatan emas bisa berkumpul dengan sanak keluarga besar? Tahun Baru Tionghoa kali ini jatuh pada tanggal 25  Januari 2020 atau berdasarkan pengukuran kalender bulan adalah 2571. Kebanyakan orang-orang Tionghoa akan berkumpul atau pulang ke kampung orang tuanya (seperti lebaran kalau di Indonesia).

       Tahun baru imlek ditandai dengan warna merah sebagai lambang gembira, sukacita dan harapan yang baik di tahun yang baru yang dijelang. Perayaan di musim semi ini dilengkapkan dengan makan bersama dan tidak ketinggalan angpao atau amplop merah berisi uang dari orang tua kepada anak-anak. Sebagian orang percaya dengan menyapu rumah dan menyalahkan kembang api atau petasan pada saat menyambut tahun baru adalah untuk mengusir sial dan menyambut untung.

       Bagaimana dengan Tahun Baru di Alkitab? Imamat 23:23-25 & Bilangan 29:1-6 yang disebut sebagai tahun baru memiliki latar belakang yang berakar dari budaya Ibrani, yakni perayaan tahun baru dari kalender Israel yang dirayakan pada 1 & 2 Tishri 5776 (14 September 2015). Tahun baru Israel disebut Rosh Hashanah dan dirayakan dengan makanan yang manis-manis sama dengan Imlek, hanya saja maknanya adalah lambang janji Tuhan yang manis di tahun yang baru. Mereka biasa meniupkan shofar (sangkakala) sebagai lambang pertobatan dan komitmen total ikut Tuhan. Kebiasaan sebagian orang merayakan Tahun Baru Rosh Hashanah adalah dengan makan madu, apel dan roti seperti halnya perayaan Imlek dengan kue keranjangnya.

       Kedua budaya Israel dan tionghoa memiliki kesamaan dalam hal menyambut tahun baru, yakni mengharapkan hal yang sejahtera di masa pengkalenderan baru. Terlepas dari kepercayaan sial dan untung atau berkat dan kutuk; setiap orang yang menyambut tahun baru haruslah menyadari bahwa itupun adalah kasih karunia Tuhan. Prinsip Alkitab tidak mengajarkan “kebetulan” dan “takhayul”, namun mengajak setiap orang percaya Tuhan untuk ingat dan melibatkan Tuhan di tahun yang baru. Selamat  tahun baru Imlek 2020! *Berbagai sumber

ORANG YANG MELIBATKAN TUHAN DALAM HIDUPNYA, TIDAK AKAN KEKURANGAN PENYERTAAN TUHAN

3

Jonro I Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum Narwastu): Kriteria 21 Tokoh Kristiani Harus Berjiwa Nasionalis, Pancasilais, Serta Mampu Menginspirasi Banyak Orang

Tokoh Kristiani yang menerima penghargaan dari Majalah Narwastu, Jumat (10/1) di Graha Bethel Jakarta Pusat

JAKARTA,Victoriousnews.com,– Keluarga besar Majalah Narwastu yang dipimpin oleh Jonro I Munthe.,S.Sos menggelar Ibadah Syukur Natal & Tahun Baru 2020 sekaligus memberikan penghargaan (Award) kepada 21 tokoh Kristiani pilihan Majalah Narwastu. Acara yang mengusung tema “Mari Membantu Memperbaharui Dunia Dengan Kabar Baik” (Lukas 2:10-11) ini digelar di Graha Bethel, Jalan Achmad Yani No 65, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Stevano Margianto, Ketum Perkumpulan Wartawan Media Kristiani/PERWAMKI (paling kiri) ketika menerima Award dari Majalah Narwastu

Pdt. Dr. Nus Reimas dalam kotbahnya, menekankan nats Alkitab yang terambil dalam 1 Korintus 15: 57- 58. Menurut Pdt. Nus yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PGLII, yang terjadi belakangan ini merupakan tantangan bagi Gereja dan bagi umatNya, apakah kita tenggelam di dalam arus ketidakpastian dunia atau sebaliknya. “Media Kristen harus tampil beda dengan sekuler. Saya berharap media Kristen itu harus lebih menekankan tentang kesaksian bahwa Tuhan yang mengkontrol seluruh alam semesta,” ujar Nus dalam kotbahnya.

Jonro I Munthe, S.Sos (Paling kiri) bersama Pdt. Dr. Nus Reimas (ketiga dari kiri) para tokoh Kristiani

Lebih lanjut, Pdt Nus Reimas juga mengatakan bahwa kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali ke bumi ini sudah sangat dekat. Menurutnya, Firman Tuhan mengatakan bahwa kedatangan Yesus Kristus kedua kali itu seperti pencuri di tengah malam. “Tanda-tanda akhir zaman pun sudah dituliskan, beragam bencana, peperangan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi dalam hidup ini, mari kita siap sedia menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kalinya,” ungkap Pdt. Nus.

Dalam acara tersebut, Bung Tema Adiputra & Clara didaulat sebagai MC untuk memimpin memimpin jalannya acara sekaligus memanggil 21 tokoh Kristiani pilihan Narwastu maju ke depan untuk menerima penghargaan. 21 tokoh Kristiani versi majalah Narwastu yang memperoleh Award adalah sebagai berikut: Herman Yosef Loli Wutun (Tokoh Koperasi Nasional), Grace Natalia Louisa (Ketum PSI), Sugeng Teguh Santoso, SH (Advokat Senior), Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, M.Si (Ephorus Sinode BNKP), Susana Suryani Sarumaha (Mantan calon DP RI & pengurus Vox Point indonesia), Dr.Ir. Asye Berti Siregar, M.A (Pelayanan lewat media film), Ida Tobing Boru Simbolon, S.Sos (Anggota jemaat HKBP yang melayani di Lembaga Permasyarakatan), Ani Natalia Pinem (Humas perpajakan Kementerian Keuangan RI), Pdt. Oniwati Nurhaidah Turnip, S.Th (Pelayan Tuhan Hingga Pedalaman), Ronald Simanjuntak, SH,.MH (Pengacara Senior), Fredrik J Pinakunary (Advokat), Mangasi Sihombing (Mantan Duta Besar), David Maruhum Lumban Tobing, S.H (Pengacara), Ir. Lintong Manurung, M.M (Ketua Umum Jaringan Pemerhati Industru dan Perdagangan), Kamillus Elu, S.H ( Pengacara), August H Pasaribu, S.H. M.H (Advokat), Dr. Lasmaida S Gultom, S.E., MBA (Analisis Eksekutif Senior di Departemen Pengendalian Kualitas Pengawasan Perbankan OJK), Pdt. Dr. Ir. Douglas Manurung, MBA., M.Si (Direktur), Eloy Zalukhu (Motivator), Stevano R Margianto (Ketum Perwamki), dan Yosua M. Tampubolon,SH. M.H (Pengacara).

Usai acara Ketum Perwamki, Stevano Margianto pose bersama Jonro I Munthe (Pemimpin Umum Majalah Narwastu)

Pemimpin Umum Majalah Narwastu, Jonro Munthe, S.Sos dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa acara ini adalah bentuk apresiasi Majalah Narwastu terhadap seseorang yang dianggap telah memberikan kontribusi bagi banyak orang. “Memang kita punya kriteria tersendiri untuk ini, misalnya berjiwa Pancasilais, Nasionalis, mencintai NKRI, menghargai Kebhinekaan, serta peduli terhadap pelayanan di tengah gereja, masyarakat dan bangsa. Selain itu, yang pasti para tokoh ini juga pernah muncul atau ditampilkan dalam majalah Narwastu.” ujarnya.

Menurut Jonro, para tokoh pilihan Majalah Narwastu tersebut adalah para tokoh yang bisa menginspirasi, memotivasi banyak orang melalui kiprahnya di berbagai bidang. Mulai dari pelayanan gereja, hukum, politik, ekonomi, pendidikan, media, organisasi dan profesionalisme. “Puji Tuhan, sesuai pengalaman Majalah Narwastu ketika memberikan penghargaan kepada para tokoh Kristiani, terbukti beberapa kali telah mengangkat seseorang ke level yang lebih baik seperti: Nikson Nababan (Saat ini menjadi Bupati Tapanuli Utara) dan Basuki Tjahaya Purnama (Mantan Gubernur DKI) yang kini telah menjadi Komisaris Utama di Pertamina,” pungkas Jonro.

Jonro I Munthe ketika menyampaikan kata sambutan dalam acara Apresiasi 21 Tokoh Kristiani

Sejumlah tokoh Kristiani yang tampak hadir dalam acara tersebut adalah Dr. Marthen Napang, John Panggabean, SH, HP Panggabean, Jimmy Lumintang, sejumlah wartawan Perwamki, Rizma Simbolon dan kru Film Horas Amang. SM

Letjen TNI (Purn) T. B Silalahi: Pemuda Gereja Harus Memiliki Visi Sebagai Agen Perubahan Untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0

 

Foto bersama para peserta dengan Letjen Purn TB Silalahi usai diskusi Peran Pemuda Gereja Dalam Kepemimpinan dan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Artha Graha SCBD (13/12)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Peran Pemuda Gereja Dalam Kepemimpinan dan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0”. Demikian tema diskusi publik yang diangkat oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) yang digelar di Gedung Artha Graha Lantai dasar, SCBD, Jakarta Selatan, (Kamis 13/12). Diskusi yang menghadirkan Letjen TNI (Purn) T.B Silalahi sebagai narasumber ini digagas oleh DPP GAMKI Bidang Diplomasi & Hubungan Internasional serta Bidang Ketahanan Nasional, Pertahanan & Keamanan. “Atas nama DPP GAMKI, kami menyambut gembira dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak/Ibu dalam acara seminar ini. Terutama Opung TB Silalahi yang berkenan menjadi pembicara pada saat ini. Saya berharap acara ini bisa bermanfaat bagi kader-kader GAMKI, terutama kaum milenial  dalam menyikapi revolusi industri 4.0. Saya juga berterimakasih atas kehadiran beberapa perwakilan kaum muda lintas gereja. Oleh karenanya, bila nantinya mendapat respons yang baik, saya berjanji akan ada diskusi lanjutan dengan mengangkat tema-tema terkini,” urai Sahat Sinurat selaku Sekjen DPP GAMKI dalam kata sambutannya mewakili Ketua Umum GAMKI yang berhalangan hadir.

Sekjen GAMKI, Sahat Sinurat menyerahkan Plakat sebagai kenang-kenangan kepada Letjend Purn TB Silalahi

Sebagai pembicara tunggal, Letjend TNI (Purn) T.B. Silalahi memaparkan situasi dunia terkini terkait tentang Revolusi industri yang makin mengalami kemajuan dalam beberapa dasawarsa sebelumnya. “Dulu masyarakat dunia merupakan masyarakat agraris. Hidup dengan mengandalkan lahan dan hasil bercocok tanam. Sampai kemudian beberapa kali revolusi industri. Revolusi industri 1.0 ditandai dengan penggunaan mesin sebagai pengganti tenaga manusia dan hewan. Revolusi industri 2.0 terjadi beberapa tahun setelahnya. Pada saat inilah manusia mulai mengenal listrik dan menggunakannya untuk mendukung kehidupan. Kemudian terjadilah revolusi industri 3.0 yang membuat manusia mengenal systemcomputer dan penggunaan robot dalam berbagai industri. Sedangkan yang paling akhir adalah revolusi industry 4.0. Inilah era di mana teknologi otomatisasi berkolaborasi dengan teknologi cyber,” tukas pemilik nama lengkap Letjen TNI Pur Tiopan Bernhard Silalahi .

                Menyikapi hal tersebut, Letjen Purn T.B. Silalahi menyerukan agar gereja mampu menjawab tantangan zaman. Orang-orang muda harus diperlengkapi sejak dini dengan berbagai ketrampilan agar menjadi pribadi yang kompetitif. Pelatihan ketrampilan juga harus diimbangi dengan bimbingan tentang bagaimana kecerdasan emosi (emotionalqoutient) dan kecerdasan spiritual (spiritual quotient). “Setelah ketiga hal tersebut (intelligencequotient, emotionalquotient, dan spiritual quotient), saya ingin menambahkan satu syarat lagi. Yaitu kita harus memiliki standar yang berbeda. Bukan standar yang sama atau sedikit lebih tinggi, tetapi standar yang jauh lebih tinggi dari orang lain. Jadi kalau orang lain standarnya 10, kita harus punya standar minimal 30. Hanya dengan demikianlah kita akan menjadi orang yang kompetitif,” paparnya.

                Menurut Opung T.B. Silalahi setiap pemuda gereja harus memiliki visi menjadi agent of change (agen perubahan). Orang yang memiliki kesadaran seperti itu akan lebih bertanggungjawab dalam menjalani hidup. “Kita minoritas (dari segi jumlah). Sebab itu posisi kita sebagai pemuda gereja adalah dimanapun kamu berada harus menjadi yang terbaik. Dimanapun ladang tugas dan panggilanmu berada. Kalian pemuda gereja jangan pernah berhenti untuk belajar dan belajar sampai akhir hayatmu,” tegas TB Silalahi dalam diskusi yang dipandu oleh Hendrik Sinaga SH, MH.

Lebih lanjut TB Silalahi memaparkan revolusi Industri merupakan perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Sebagai senior, Letjend TNI (Purn) T.B. Silalahi merespons postif kegiatan ini. Bahkan beliau secara khusus menyatakan siap memberikan dukungan pada GAMKI bilamana diperlukan. SM

Hadir Dalam Jakarta Christmas Festival, Gubernur DKI Anies Baswedan Berharap Agar Melalui Natal Dapat Memperkuat Persaudaraan Sesama Anak Bangsa

Ki-ka: Angelica Tengker (Ketum KKK), Pdt. Shephard Supit (Penggagas JCF), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, KH Lutfi Hakim (Imam Besar FBR),dan KH Ali Rahmat (Ketua FKUB Jakarta Pusat) ketika menyalakan lilin dalam perayaan Jakarta Christmas Festival (Rabu, 11/12) di Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Pagelaran rohani akbar Jakarta Christmas Festival (JCF) yang digelar di Lapangan Banteng (Rabu,11/12) telah berlangsung lancar dan sukses. Acara yang mengusung tema “Love Jakarta” ini diisi dengan beragam kegiatan sosial seperti; pasar murah, pemeriksaan mata gratis, berbagai macam lomba, paduan suara, dan puncaknya adalah pagelaran natal Papua, natal kaum marjinal, natal milenial dan diakhiri dengan perayaan natal nusantara yang menampilkan berbagai budaya di Indonesia.

Tampak hadir dalam acara tersebut adalah: Anies Bawedan (Gubernur DKI Jakarta), KH. Lutfi Hakim (Imam Besar FBR), KH.Ali Rahmat (Ketua FKUB Jakarta Pusat), Angelica Tengker (Ketua KKK), Pdt. Shephard Supit (Penggagas JCF), Lisa Muljati (Bimas Kanwil DKI Jakarta), Bayu Meganthara (Walikota Jakarta Pusat), Pdt. Daniel Henubau, Mayjen Ivan Pelealu, Brigjen Pol Frangky Mamahit, James Kandou, Hamba-hamba Tuhan dari denominasi gereja serta masyarakat lintas agama.

Dalam kata sambutanya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai, bahwa kegiatan Jakarta Christmas Festival yang diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat tersebut merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman. “Pemprov DKI mengapresiasi dan mendukung dilaksanakannya kegiatan ini, karena ini baru yang pertama kali dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman,” papar Anies.

Gubernur Anies mendorong agar festival seperti ini mampu memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa. “Di sini ada interaksi antarwarga, dari interaksi muncul pengalaman, pengalaman tentang saudara sebangsa, tentang hidup bersama dengan warga satu kota. Pengalaman membentuk pemahaman, pengertian, dan penghormatan atas satu sama lain. Terima kasih atas inisiasi yang luar biasa, suasana kemeriahan dan kedamaian bisa dirasakan bukan hanya umat Kristen tapi juga warga Jakarta,” pungkas Anies.

Pdt. Yohanes Stefanus Tompudung (Ketua Panitia JCF)

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia, Pdt. Yohanes Stefanus Tompudung, merasa bersyukur karena acara telah berjalan dengan baik. “Puji Tuhan seluruh rangkaian acara telah berjalan dengan baik. Ada acara natal Papua. Nah, ketika pasar murah, yang hadir membludak ada ribuan. Karena ada stan madu gratis, kaca mata gratis, periksa mata gratis, sembako murah, mie sedap gratis, es krim gratis, biskuit gratis. Tapi stan tersebut melayani kaum termarjinal,” tutur Pdt. Yohanes ketika ditemui wartawan disela-sela acara.

Menurut Pdt. Yohanes, jumlah peserta yang ditargetkan oleh panitia ternyata tercapai, yakni sekitar 10.000 orang yang hadir dalam meramaikan acara tersebut. “Apa yang ditargetkan panitia tercapai. Setidaknya sekitar 10 ribu orang dari lintas agama dapat hadir dan mengunjungi Lapangan Banteng ini,” papar Yohanes. SM

Dr. John N Palinggi, MBA : Esensi Penting Makna Natal Adalah Perubahan Ke Arah Lebih Baik

Dr. John Palinggi bersama KH Said Agil
Siradj (Ketum PBNU)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Setiap tahun umat Kristiani di seluruh penjuru dunia merayakan kelahiran sang Juru selamat. Beragam pernak-pernik maupun ornamen Natal pun mulai menghiasi sejumlah perkantoran, gereja, maupun pusat perbelanjaan di berbagai kota besar di Indonesia.
Memaknai Natal tahun 2019, Dr. John N Palinggi, MBA ketika dijumpai di ruang kerjanya Graha Mandiri, Menteng Jakarta Pusat (Rabu, 4 Desember 2019) mengatakan bahwa, dalam merayakan Natal itu harus dibarengi dengan perubahan karakter atau tingkah laku yang lebih baik. “Sebenarnya apa yang mendorong sehingga umat Kristiani merayakan Natal secara terus menerus? Banyak yang mengatakan rayakan Natal itu untuk menyenangkan keluarga. Tetapi sebetulnya kalau menurut saya adalah mau enggak kita merayakan natal ke arah yang lebih baik? Sebab selama ini pasti kita sudah tercemar dengan kesalahan, baik sadar maupun tidak. Apakah kita mau berubah ke arah yang lebih baik? Yang bahagia dalam merayakan natal adalah ketika damai sejahtera itu datang. Tetapi kalau kita tidak tercemar dalam berbuat jahat pada sesama manusia, apalagi mencederai Tuhan, ya jangan berharap sesudah Natal kita ada perkembangan. Itulah sebabnya banyak orang gagal dalam hidupnya. Dia selalu menyelimuti dirinya percaya kepada Tuhan. Tetapi sesungguhnya dia selalu berada dalam dosa. Sekalipun merayakan Natal, dia selalu berlimang dalam dosa terus.Dan merasa kebencian terhadap sesama itu berlangsung terus. Merendahkan orang, mencaci maki, tidak menghormati pemerintah, inilah esensi perayaan Natal,” tutur Dr. John Palinggi yang juga Ketua Umum Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) penuh semangat.
Menurut Dr. John, dalam keyakinan Kristiani,menghormati pemerintah itu wajib hukumnya. Kenapa? Karena tidak ada pemimpin di dunia ini yang tidak ditetapkan oleh Allah. Maka wajib kita menghormati. “Jadi kesadaran untuk berbuat lebih baik dari perbuatan- perbuatan dosa maupun perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Itulah esensi, bahwa kita harus berubah ke arah yang lebih baik. Termasuk saya, harus berubah ke arah yang lebih baik.
Kedua, jika kita mau berubah ke arah yang lebih baik, artinya kita memiliki semangat yang kuat dan pengharapan yang tinggi untuk meningkatkan produktivitas kita. Jangan justru merayakan natal, besoknya jadi menganggur, malas, atau tidak mau bikin apa-apa, mencari rejeki buat diri sendiri. Itu sebenarnya adalah kekalahan iman. Tuhan sediakan semua isi bumi ini, mari kita berjuang untuk memperolehnya. Jadi sekali lagi esensi natal adalah pertama, berubah ke arah yang lebih baik. Kedua harus produktif dan menghasilkan,” papar John.
Lanjut John, jika kita generasi muda yang tidak menghasilkan/produktif, maka seharusnya malu kepada Tuhan. “Yang penting harus dijaga, menghasilkan dengan cara yang baik atau berkenan di mata Tuhan. Jangan justru merayakan natal kemana-mana tetapi perbuatannya mencuri dimana-mana. Entah mencuri di kantornya atau di lingkungannya,” papar Dr. Palinggi. SM