Pengacara Senior Jhon SE Panggabean.,SH.,MH Mengapresiasi Aksi Peduli Perwamki Ke Panti Asuhan Immaculata Bekasi

Pengacara Senior Jhon SE Panggabean.,SH.,MH Mengapresiasi Aksi Peduli Perwamki Ke Panti Asuhan Immaculata Bekasi

Bekasi,Victoriousnews.com,- Bertepatan dengan hari libur Waisak (Kamis, 7/5/2020), Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (DPP PERWAMKI) menggelar aksi peduli kasih ke Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PERWAMKI, Stevano Margianto mengatakan, aksi peduli ini selain sebagai wujud membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19, juga wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. “Kita (PERWAMKI) sudah lama membicarakan akan melakukan aksi sosial ini, namun kita maping dahulu kepada siapa bantuan ini nanti kita salurkan, makannya baru sekarang bisa terlaksana. Kita berusaha ‘Menjangkau yang Tak Terjangkau’, itu kita lakukan karena kita ingin bantuan yang kita salurkan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Margianto.

Ketum DPP Perwamki, Stevano Margianto menyerahkan bantuan

Menurut Margianto selanjutnya, aksi peduli ini murni hasil swadaya para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI tanpa bantuan dari pihak mana pun. “Semua orang tahulah keterbatasan wartawan, apalagi wartawan media kristiani. Tetapi kita masih mau memberi dari keterbatasan pendapatan kita karena dilandasi Kasih Kristus. Kami memberi dengan tulus,” terang Margianto.

Sementara, koordinator Aksi Peduli Covid-19 PERWAMKI, Deddy Poltak Tambunan menjelaskan, Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculatta, dipilih karena informasi yang diterima Perwamki, panti asuhan tersebut belum mendapat bansos.

Panti asuhan tersebut saat ini mengurus 53 orang, ada yang masih bayi, remaja, hingga ada yang usia 18 tahun. Panti dikelola oleh 12 orang pengurus. “Yang kita lihat, mereka ini sangat membutuhkan dukungan kita di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Deddy yang juga Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP PERWAMKI ini.

Menurut Deddy, bantuan yang diberikan Perwamki ke panti, berupa beras 100 kg, 4 botol handsanitizer, @500 ml, 12 lusin masker kain, 10 minyak telon @50 ml, 3 botol sirup jeruk, dan 6 kaleng susu bubuk,” tambah Deddy dari gerejani.com.

Penasihat Perwamki Jhon Panggabean menyerahkan bantuan

Turut hadir dalam aksi peduli Perwamki, Penasehat Bapak John S.E Panggabean, SH,MH bersama 2 orang putrinya Clara dan Grace yang juga menjadi pengacara muda. Serta hadir Bendum DPP Perwamki Nuel Wicaksono (Tabloid Mitra Indonesia), Victor Ambarita (Majalah Suara HKBP), DPD Perwamki Jabar Jack Rusto (bekasipedia.com), dan DPD Perwamki DKI Jakarta David Pasaribu (majalahtransformasi.com)

Ketum Margianto menyampaikan kata sambutan DPP, dan simbolik penyerahan bantuan beras, setelah itu Bapak John Panggabean kata sambutan mewakili Penasehat, dan menyampaikan simbolik bantuan masker, minyak telon, dan handsanitizer, berikutnya Bendum Nuel menyerahkan bantuan sirop dan susu kaleng.

Pendiri sekaligus pembina Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI), Yuliana E.T. Rahail, dalam kata sambutannya, menyampaikan terima kasih untuk bantuan yang disampaikan, dan berdoa agar Perwamki semakin diberkati Tuhan Yesus. Yuliana yang kerap disapa Yeti, mengaku mendirikan panti sebagai pemenuhan janjinya kepada Tuhan atas mujizat padanya. Lanjut Yeti,pada 11 Februari 1994, ia mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas tol Cibubur–Jagorawi yang menyebabkan tangan kirinya putus di tempat. Kecelakaan itu nyaris merenggut nyawanya. Penderitaannya tidak selesai hanya dengan kehilangan tangan. Tulang ekor dan tulang punggungnya ternyata patah, kedua kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Dokter ahli syaraf dan tulang yang menanganinya memvonis bahwa dia akan  lumpuh total. Atas pertolongan Tuhan, Yulia kemudian bisa sembuh. Dia pun menggenapi janjinya mendirikan dan mengelola panti tersebut hingga hari ini. “Pertolongan Tuhan selalu ada. Tuhan tidak akan membiarkan kami mati. Tuhan selalu menolong,” ujar Yeti yang dulunya pernah bekerja di Aspac Bank cabang Cibinong.

Yuliana-pendiri Panti Asuhan KAMI

Lanjut Yeti, setelah dinyatakan sembuh, Yeti memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memenuhi janjinya kepada Tuhan. “Dalam doa saya,saya berjanji sama Tuhan, jika disembuhkan dari kelumpuhan, saya akan melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Akhirnya saya memutuskan merawat anak-anak yang terlantar, mulai dari bayi hingga kuliah. Sampai saat ini sudah ada 4 orang yang menjadi Sarjana,” tutur Yeti sembari menambahkan bahwa Panti ini didirikan sejak 17 Mei 1996.

Menurut Yeti, banyaknya anak-anak Papua yang diasuh dalam pantinya merupakan permintaan almarhum ayahnya sebelum dipanggil Tuhan April 2019. “Sebelum dipanggil Tuhan ayah saya berpesan, agar banyak merawat anak-anak yang berasal dari tanah kelahirannya. Saya berharap anak-anak saya memiliki masa depan. Kenapa? Karena mereka sebelumnya sudah terlantar, dan saya harus merawatnya dengan baik. Kami mohon doanya, agar kami tidak patah arang. Karena menghadapi hidup ini sudah semakin sulit,” ujar Yeti

Usai aksi peduli Covid-19, Sekum PERWAMKI, Agus R Panjaitan (majalahspektrum.com), menyampaikan terima kasih kepada setiap wartawan yang berpartisipasi hingga terlaksana aksi sosial peduli Covid-19 ini. “Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang mau bergotongroyong (urunan) dana, dan naturanya untuk aksi peduli ini. Terima kasih yang tak terhingga karena saya tahu anda memberi bukan dari kelebihan anda tetapi dari keterbatasan anda,” ungkap Agus.

Agus meyakini, apa yang dilakukan para wartawan di Perwamki murni dilandaskan kasih ingin berbagi. Pasalnya, guna terlaksana aksi peduli ini, tanpa bantuan materiil atau kerja sama dari pihak mana pun. “Sengaja kita tidak minta bantuan (proposal) dari pihak luar, apalagi ada agenda kepentingan pribadi atau media tertentu, karena kita sedang menguji ketulusan dan kasih kita kepada sesama di tengah keterbatasan kita sebagai wartawan,” pungkas Agus.

Sementara itu, Jhon SE Panggabean, SH.MH selaku penasehat Perwamki sekaligus pengacara senior sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ketum Perwamki, Sekjen, Bendum serta teman-teman pengurus dalam melakukan aksi peduli kepada Panti Asuhan. “Makanya ketika saya dengar kemarin, bahwa akan dilakukan aksi peduli ke Panti Asuhan ini, saya langsung ikut. Walaupun saat ini masih masa PSBB karena pandemi corona,” Ujar Jhon.

Ki-ka: David Pasaribu, Victor Ambarita, Deddy Poltak, Jhon Panggabean (Penasihat Perwamki), Agus Panjaitan, Stevano Margianto & Nuel Wicaksono

Lanjut Jhon, ke depan, hal-hal semacam ini mesti tetap dilanjutkan. “Bukan hanya sekali ini saja, tetapi harus tetap ada kegiatan. Makanya kita akan bergotong royong, bahu membahu untuk melakukan sesuatu kepedulian kita terhadap sesama dan orang-orang yang membutuhkan. Biarlah Perwamki ke depan semakin solid. Khususnya pengurus maupun anggotanya. Dan selalu berbuat hal-hal untuk kepentingan umum. Termasuk bakti sosial seperti ini,” pungkas Jhon usai acara bakti sosial. Ant

Wajah Gembira Ratusan Karyawan Perkantoran Graha Mandiri Ketika Menerima Bansos, Hendry Parulian (Chief Security): Kami Doakan Pak John Senantiasa Sehat & Usahannya Diberikan Keberkahan

Jakarta, Victoriousnews.com,- Ratusan karyawan yang bertugas sebagai security, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi di gedung perkantoran Graha Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, tampak senang ketika menerima bantuan 10 kg beras dan uang tunai dari Dr. John Palinggi ( Jumat, 1/5 2020) pagi.

Para petugas keamanan, petugas kebersihan, teknisi, dan juru parkir perkantoran Graha Mandiri berbaris rapi sebelum menerima bansos dari Dr. John Palinggi (Jumat, 1/5/2020)

Pagi itu tepat pukul 08.00 Wib, Dr. John N. Palinggi yang juga berkantor di Graha Mandiri lantai 25, dengan rendah hati dan peduli menemui seluruh karyawan yang setiap hari bergelut di bidang keamanan, kebersihan, maupun teknisi gedung.

Aksi peduli Dr. John Palinggi membagikan 10 kg beras dan uang tunai kepada karyawan perkantoran Graha Mandiri

Dr.John Palinggi dalam kata sambutannya, mengungkapkan, bahwa, pemberian bantuan ini merupakan wujud kasih persaudaraan yang telah terjalin indah selama berkantor di Graha Mandiri ini. Ia juga sangat memahami kesulitan yang terjadi sekarang ini. Apalagi Ibadah puasa dilaksanakan ditengah pandemi corona. “Oleh karenanya,sebagai bentuk kepedulian saya memberikan bantuan ini. Saya berharap bantuan ini bisa meringankan sedikit beban hidup saudara-saudaraku semua. Kita sama-sama berharap, pandemi ini bisa segera berlalu,”ujar Dr. John Palinggi di hadapan ratusan petugas keamanan, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi gedung Graha Mandiri.

Dr. John Palinggi menganggap mereka semua adalah saudaranya

Lanjut Dr. John, tugas sebagai keamanan (security), petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi tidaklah mudah. “Setidaknya, harus memastikan mereka yang berkantor di gedung tersebut aman, bersih, dan tidak ada masalah baik listrik maupun AC. Karena itu, sudah sepatutnya kita memberi apresiasi terhadap mereka yang bergelut di bidang-bidang ini,” Papar John.

 

 

Usai Menyalurkan bantuan, Dr. John Palinggi berpose bersama dengan karyawan perkantoran Graha Mandiri

Pada kesempatan tersebut Dr. John juga menyampaikan bahwa, dirinya merasa semua mereka yang bertugas mengelola gedung itu sudah seperti saudara. “Saya bersyukur bisa memberikan bantuan ini dan berharap mereka sabar dan tekun dalam menjalani pekerjaannya. Yakinlah dengan bekerja tekun, maka Tuhan akan membukakan pintu berkah,” tandas Dr. John Palinggi yang juga salah satu pendiri Asosiasi Badan Usaha Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bersama Jendral Awaludin sejak tahun 2000.


Chief Security Perkantoran Graha Mandiri, Hendry Parulian, mengungkapkan, bahwa selama ini perhatian John Palinggi demikian besar, utamanya kepada para pekerja. “Kami sangat berterimakasih kepada Pak John Palinggi yang sangat luar biasa perhatiannya kepada kami sebagai karyawan yang bekerja di Graha Mandiri ini. Kami mengenal beliau sebagai orang yang sangat baik di lingkungan kami. Dan sangat dekat dengan kami semua,terutama karyawan yang berada di lapangan, seperti: security, teknisi, juru parkir,maupun petugas kebersihan,” papar Hendry sembari menambahkan yang menerima bantuan berjumlah 140 orang, 62 orang diantaranya adalah petugas keamanan.
Hendry menilai, figur Pak John sangat berdedikasi tinggi dan sangat kepada setiap orang terutama di lingkungan perkantoran Graha Mandiri.

“Melalui bantuan ini memang sangat membantu rekan-rekan pekerja, apalagi di tengah situasi pandemi corona saat ini. Oleh karenanya kami selalu doakan Pak John dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran usaha, serta keberkahan,” pungkas Hendry mewakili puluhan karyawan yang mendapatkan bantuan. Ant

Enam Arahan Presiden Jokowi Terkait Dampak Covid19 Terhadap Sektor Ketenagakerjaan

Read More

Aksi Peduli Sambut Bulan Suci Ramadhan & Meringankan Beban Warga Yang Terdampak Wabah Corona

Jakarta, Victoriousnews.com,- Badai virus corona atau yang populer dengan sebutan corona virus disease (covid-19) telah menjangkiti manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampak dari virus corona ini bukan hanya membunuh ribuan jiwa saja, melainkan juga melumpuhkan tatanan kehidupan manusia di berbagai bidang. Baik di bidang sosial, hukum, perdagangan,politik, budaya, agama, wisata, ekonomi dan lain sebagainya. Bayangkan saja, sejak awal Maret 2020, pandemi virus corona yang menerpa Indonesia, telah banyak perusahaan yang gulung tikar, akibatnya angka pengangguran pun meningkat tajam.
Bahkan dampak ekonomi yang sangat mencolok juga menerpa masyarakat yang berpenghasilan rendah atau masyarakat yang tidak punya penghasilan tetap.


Melihat kondisi bangsa terkini, mendorong tokoh kerukunan umat beragama, Dr. John N Palinggi,MBA, menggelar aksi peduli kepada warga sekitar di tempat tinggalnya yang berada di kawasan RW.04 Perumahan Taman Kedoya Baru, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Mantan ketua RW. 04 Taman Kedoya Baru selama dua periode ini tergerak untuk meringankan beban warga dengan membagikan masker dan uang tunai kepada warga RW.04, khususnya di lingkungan RT. 01 dan RT.019 “Yang saya berikan tidak seberapa. Saya rindu dapat membantu warga yang kesusahan akibat wabah Corona, apalagi yang akan menjalankan ibadah puasa bulan ramadhan,” kata Dr. John Palinggi ketika menyampaikan kata sambutan di Balai Warga RW 04, Komplek Perumahan Taman Kedoya Baru, Rabu (22/4/2020) pagi.

Ki-ka: Dr. John Palinggi, Marwan Saari (Lurah Kedoya Selatan), Agus (Ketua RT.019/RW.04), dan salah satu tokoh masyarakat setempat, Rabu (22/4).

Menurut John, aksi peduli yang dilakukannya merupakan bagian dari kehidupan kita sebagai manusia dengan manusia. “Saya sadar bahwa, dengan masyarakat di sekeliling rumah saya, rata-rata mereka orang Betawi, yang juga saya anggap sebagai keluarga saya. Dalam situasi sulit ini, kita harus saling menguatkan dan saling mendukung, walaupun sangat kecil yang saya berikan harus ikhlas dan tulus. Ikhlas tulus tidak usah melihat siapa, yang kita lihat keadaannya yang susah perlu dibantu. Mereka sudah saya anggap saudara saya, ” tukas John Palinggi yang telah tinggal di Perumahan Taman Kedoya Baru selama 27 tahun.


Lanjut Dr. John Palinggi, di lingkungan RW.04 Kelurahan Kedoya Selatan, ini ada 19 RT. 3 RT di antaranya berada di luar lingkungan komplek perumahan Taman Kedoya Baru. ”Total keluarga di RW.04 ini ada 1.600 KK. Warga 3 RT di luar kompleks perumahan umumnya adalah orang Betawi yang kemarin tidak kebagian bantuan paket sembako dari Pemprov DKI Jakarta karena PSBB wabah Corona,” tukas Dr. John Palinggi yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat Badan Interaksi Sosial Masyarakat (DPP BISMA).
Selain dalam rangka mendukung program pemerintah memerangi pandemi Covid-19, aksi sosial John Palinggi juga dilakukan karena akan memasuki Bulan Suci Ramadhan.
“Aksi sosial saya tadi, juga karena saudara-saudara saya itu akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, berpuasa di bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Saya pun meminta maaf lahir dan bathin, karena selama 27 tahun terus berinteraksi bersama. Kesempatan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan,” tutur pengusaha sukses ini bersemangat.

Ki-ka: Agus (Ketua RT.019, Pimpinan Ponpes Al-Khairiyah, Ustad H Munadi dan Dr. John Palinggi usai aksi sosial.

Aksi peduli kasih Dr. John Palinggi ini digelar di dua tempat. Pertama dilakukan di lapangan (Balai RW.04) lingkungan RT.019 tak jauh dari rumahnya. Kedua, adalah di pesantren Al-Khairiyah (lingkungan RT.01).Hubungan John dengan Ustadz H. Munadi (pendiri pesantren) sangat dekat. Saking dekatnya, John kerap menyebut Ustad Munadi sebagai ayahnya.

Dr. John Palinggi, MBA setelah menggelar aksi sosial, Rabu (22/4)

Aksi peduli ini meliputi 3 wilayah Rukun Tetangga, yang banyak dihuni oleh warga Betawi, yakni sekitar 200an warga, termasuk diantaranya warga lanjut usia (Lansia), dan yang terdampak langsung kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19, jumlah tersebut belum termasuk anak-anak yang juga turut mendapat bantuan.
Turut hadir dalam aksi peduli tersebut adalah Marwan Saari, SH (Lurah Kedoya Selatan), Soeroso (Babinsa), Satpol PP, dan disaksikan langsung oleh ketiga Ketua RT, dua diantaranya hadir, yakni Ketua RT 01 H. Syamsuri, dan Ketua RT 19 Agus, serta dibantu sejumlah security kompleks perumahan taman kedoya baru. Meski melibatkan banyak orang, aksi sosial ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan protokol pencegahan pandemi Covid-19.
Lurah Kedoya Selatan Marwan Saari,SH, menyambut baik aksi sosial yang dilakukan John Palinggi, dan berharap bantuan yang diberikan dapat berguna membantu kehidupan warga.
Ustadz H. Munadi, juga menyampaikan terima kasih atas aksi sosial yang dilakukan John Palinggi. Ia berharap bantuan tersebut dapat menolong warga dan hubungan akrab serta penuh persaudaraan tetap terjalin indah.
Sementara itu, Bapak Dana, yang juga security kompleks perumahan Taman Kedoya Baru, menilai, bahwa aksi sosial tersebut sangat baik untuk meringankan beban warga yang terdampak corona. “Saya melihat Pak John itu orang yang sangat baik dan peduli terhadap orang kecil. Beliau itu orangnya tidak tegaan, apalagi melihat warga yang kurang mampu,” tutur Dana kepada wartawan. SM

Upaya Ketat Cegah Covid-19, 5 Negara Tetangga Indonesia Ini Belum Ada Kasus Kematian Corona!

Jakarta, Victoriousnews.com,-Secara global di seluruh dunia (213 negara), jumlah kasus positif terinfeksi covid-19 terus mengalami peningkatan. Sesuai data yang dikutip dari website resmi pemerintah (covid19.go.id) per 14 April pkl. 21.00 Wib, jumlah kasus terkonfirmasi adalah 1.848.439 jiwa, dan kasus kematian berjumlah 117.217 jiwa. Sementara di Indonesia, jumlah kasus positif 4839 jiwa, yang sembuh berjumlah 426 jiwa, dan yang meninggal 459 jiwa.

Angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia itu bahkan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. NamunNamun demikian, ternyata ada beberapa negara di tetangga Indonesia yang justru tidak mencatatkan kasus kematian akibat COVID-19 sama sekali. Selain itu, mereka juga hanya melaporkan sedikit kasus. Seperti dilansir detik.com, salah satu negara itu adalah Vietnam. Negara yang juga masuk kawasan Asia Tenggara ini disebut berhasil menekan angka kasus dan kematian akibat upaya ketat yang dilakukan pemerintahnya, seperti pembatasan transportasi dan jarak fisik (physical distancing), karantina sebagian wilayah dan penanganan kesehatan yang baik.
Berikut daftar lima negara tetangga RI yang belum memiliki kasus kematian COVID-19 sama sekali:
1. Vietnam. Kasus: 262. Sembuh: 144. Meninggal: 0
2. Kamboja. Kasus: 122. Sembuh: 77. Meninggal: 0
3. Laos. Kasus: 19. Sembuh: 0. Meninggal: 0
4. Papua New Guinea.Kasus: 2. Sembuh: 0.Meninggal: 0
5. Timor-Leste. Kasus: 2.Sembuh: 1. Meninggal: 0
(SM)

Usai Putusan Hakim PN Makassar Tolak Gugatan Pra Peradilan, Dr. John N Palinggi, MBA: Sebenarnya Saya Sedih, Saya Berharap Yang Bersangkutan Berubah Perilaku

 

 

Makassar, Victoriousnews.com, Seusai mengikuti jalannya sidang pembacaan putusan gugatan pra peradilan Marthen Napang terhadap Kapolrestabes Makassar di PN Negeri Makassar (Senin, 13/4), Ketua Umum Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N. Palinggi,MBA, mengungkapkan kepada wartawan, mengapa namanya disebut dalam persidangan gugatan pra peradilan tersebut.


Pria yang sukses menjadi pengusaha selama 44 tahun ini, menjelaskan, bahwa sebetulnya dirinya tidak harus hadir dalam sidang pra peradilan mengenai gugatan Saudara Marthen Napang. “Karena yang digugat pra peradilan itu adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia, melalui Polrestabes dan Polda sendiri, terkait dengan keputusan surat penghentian penyidikan atas pelaporan dia (Marthen Napang) terhadap saya, bahwa saya dinilai mencemarkan nama baiknya. Tetapi saya diminta hadir mendengar putusan hakim. Dalam sidang pembacaan putusan hakim, disebutkan nama saya,” Ujar Dr. John Palinggi kepada wartawan.
Ketua Umum BPP Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN INDONESIA) ini, mengungkapkan keterkaitan dirinya dalam sidang gugatan pra peradilan Marthen Napang. “Saya telah mendengar dari pengacara saya, di dalam sidang-sidang sebelumnya telah disebutkan bahwa, akar persoalan yang sampai adanya pelaporan tersebut, sebetulnya penipuan Saudara Marthen Napang sebesar 950 juta rupiah. Dia tipu saya dengan memalsukan surat Mahkamah Agung. Itu sebetulnya. Dan proses ini sebenarnya masih berlangsung di Polda Metro Jaya. Tetapi saya tidak tahu, jadi saya sudah ditipu, terus masih ditersangkakan pencemaran nama baik. Saya menghargai pihak Polri bahwa mereka betul-betul menegakan keadilan. Tidak ada dasar apapun, saya menulis surat ke Rektor Unhas, kemudian saya ditersangkakan seperti itu. Surat penghentian penyidikan (SP3) pun digugat lagi pra peradilan kepolisian. Hari ini saya dengar, putusannya menolak pra peradilan itu,” papar Dr.John Palinggi.
Sebagai tokoh yang rendah hati, sebenarnya Dr. John Palinggi sangat menyayangkan adanya gugatan pra peradilan tersebut. “Saya sebetulnya sedih melihat perilaku demikian. Ya, mudah-mudahan ada perubahan perilaku yang bersangkutan,” tandas Dr. John Palinggi yang masih energik dan sehat.
Mencuatnya gugatan pra peradilan terhadap Kapolrestabes Makassar, yang diajukan oleh salah satu Dosen Unhas, Marthen Napang, pada 13 Maret 2020, adalah untuk menguji sah atau tidaknya keputusan Kapolrestabes mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), atas laporan Marthen Napang terhadap Dr. John N. Palinggi yang dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik. SM

Dr. John Palinggi (Pengamat Sosial): Tangkal Virus Corona Dengan Bertobat & Mendekatkan Diri Pada Tuhan!

Dr. John N Palinggi, MBA ketika ditemui di ruang kerjanya.

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Pengamat sosial & masyarakat, Dr. John N Palinggi ini selain dikenal sebagai pengusaha yang sukses, juga sangat rendah hati dan religius dalam menyikapi persoalan hidup. Bahkan ketika ditanya mengenai virus corona dari sisi rohani, ia mengungkapkan bahwa, wabah corona ini adalah salah satu pesan Tuhan bagaimana kita manusia melihat ketidakberdayaan kita sesungguhnya. ”Perlindungan dan pertolongan kita adalah kepada Tuhan. Jangan lupa, orang yang menjaga kesehatannya jangan meninggalkan Tuhan. Dalam kehidupannya. Bersandarlah kepada Tuhan sebagai batu karang yang teguh,” ungkapnya saat ditemui di kantornya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Dr. John Palinggi, MBA: Pemerintah Sangat Serius & Telaten Antisipasi Masuknya Virus Corona!

John mengajak kita untuk sadar diri dan berusaha untuk hidup lebih baik lagi dalam menyikapi dan bertindak terhadap suatu hal dan persoalan hidup. Menurutnya, kita harus hidup semakin baik, dan bertobatlah. Jadikan Tuhan sebagai batu karang yang teguh’ dalam menghadapi persoalan hidup dan teruslah berbuat baik sesuai ajaranNya,” ajak John yang sangat dekat dengan Presiden dari masa ke masa, terbukti terpampang foto bareng dengan Presiden Soeharto hingga Jokowi di ruang kerjanya. SM

Dr. John Palinggi, MBA: Pemerintah Sangat Serius & Telaten Antisipasi Masuknya Virus Corona!

Dr. John N Palinggi., MBA (Pengamat Sosial)

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Mewabahnya Virus Corona yang awalnya ditemukan di kota Wuhan, China terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di seluruh belahan dunia. Virus baru yang menyebabkan penyakit “mendunia” ini secara resmi dikenal sebagai Corona Virus Disease (COVID)-19. Di Indonesia sendiri, semenjak Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi bahwa telah ada 2 warga negara Indonesia di Depok yang positif terjangkit virus corona, spontan masyarakat menjadi panik dan takut. Dalam pantauan, sejumlah pusat perbelanjaan (Mal) di kota metropolitan, Jakarta, ramai dikunjungi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok, sarung tangan, masker, vitamin, dan sebagainya untuk mengantisipasi menularnya virus tersebut.

Ironisnya, banyak masyarakat yang justru menyalahkan pemerintah, mengapa virus tersebut tidak bisa dicegah masuk ke Indonesia. “Saya harap, masyarakat jangan selalu menyalahkan pemerintah. Lebih baik kita menjaga kewaspadaan diri dan keluarga. Sejauh yang saya lihat, pemerintah kita sudah sangat bagus dan telaten dalam upaya mengantisipasi wabah virus ini yang telah melanda negara negara di dunia masuk ke Indonesia,” tutur Sekretaris Jenderal Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N Palinggi, MBA saat ditemui ruang kerjanya di Menara Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Dr. John Palinggi (Pengamat Sosial): Tangkal Virus Corona Dengan Bertobat & Mendekatkan Diri Pada Tuhan!

Pengamat sosial kemasyarakatan, John Palinggi ini memberikan contoh praktis untuk mengantisipasi penularan virus corona. Misalnya, menjaga kebugaran dan imun tubuh, yakni berolah raga secara rutin. Selain itu, makanlah ikan dan sayur yang segar, minum air yang dimasak, cuci tangan sebelum makan dan sehabis beraktivitas di luar rumah dan hindari bersalaman dan cium pipi yang merupakan kebiasaan kita,” papar John yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini bersemangat.

Menurut John, tindakan antisipatif pemerintah seperti kepada WNI dari Wuhan yang ditransitkan di Natuna dan dari kapal pesiar ke pulau Seribu, Jakarta adalah contoh konkrit betapa telaten dan seriusnya pemerintah menangani upaya pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia. Berharap upaya itu juga diterapkan di Bali, bahkan lebih ditingkatkan,” tandasnya. SM

 

Sosok Sang Mama Di Mata Anak-Anak Pdt.Pengky Andu: Teladan Mama Yang Patut Dicontoh Adalah Ketegasan Mendidik Anak-anaknya Agar Tidak Terlambat Ibadah & Pelayanan!

Pdt. Pengky Andu bersama ketiga anaknya, saat penghormatan terakhir di hadapan jenasah sang istri (Almh. Ibu Endang). Ki-ka: Vicky Daud Natanael (Putra ketiga), Lucky Ratna Yuanita (Putri Pertama) & Dessy Ratna Natalia (Putri kedua)

Surabaya,-Victoriousnews.com,– Alkitab dengan gamblang menuliskan, bahwa, “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya…” (Amsal 13:22a). Tentu saja warisan yang dimaksud disini bukanlah sekedar tentang harta benda saja, melainkan warisan iman orang tua kepada anak-anaknya sebagai generasi penerus.

Baca Juga : Setelah 52 Tahun Pernikahan, Pdt. Pengky Andu: ‘Kembang Desa’ Itu Telah Pergi, Hidupku Terasa Kosong & Janji Tidak Menikah Lagi!

Sebagai orangtua Kristiani, tentu mendoakan serta mendidik anak-anaknya ketika dewasa kelak menjadi pewaris kerajaan Sorga, sukses, bahagia dan diberkati dalam segala hal. Hal itulah yang dirasakan oleh Dessy Ratna Natalia (Putri kedua) dari pasangan Pdt. Pengky Andu & Almh. Ibu Endang Satini ketika dihubungi melalui jejaring media sosial Whatsapp (Sabtu,8/2) siang.

Cinta Seorang Suami kepada Istri. Pdt. Pengky Andu tiba di RS. Senin siang 20/1. Mendoakan sang istri yang dalam keaadan koma, detik-detik sebelum dipanggil Tuhan.

Sebagai seorang anak, Dessy memiliki hubungan batin dan banyak kenangan indah yang sulit untuk dilupakan dan membekas dalam hati bersama sang Mama yang telah dipanggil Tuhan pada 20 Januari 2020 lalu. Salah satu didikan yang baik dan patut diteladani, menurut Dessy, adalah ketegasan sang Mama yang selalu to the point dalam berbicara, selalu on time dalam segala hal dan tidak boleh terlambat dalam ibadah serta pelayanan. “Kalo buat saya pribadi sih Mama itu orang yang ‘keras’ dalam arti positif. Yang selalu to the point kalo ngomong, meskipun kadang nggak enak di telinga. Yang selalu on-time dalam segala hal, terutama dalam hal ibadah & pelayanan, nggak boleh terlambat,” tukas Dessy.

Senada dengan Dessy,  Putri pertama Pdt. Pengky Andu (Lucky Ratna Yuanita) juga merasakan banyak teladan baik yang patut diteruskan oleh anak-anaknya. “Dimata saya, mama wanita yang hebat. Sosok yang kuat dan sangat tegar dalam menghadapi segala keadaan. Bagi saya, bisa tumbuh menjadi wanita yang kuat dalam segala proses kehidupan saya pribadi. Ini karena mama. Saya banyak belajar dari mama,” tutur Lucky. SM

Setelah 52 Tahun Pernikahan, Pdt. Pengky Andu: ‘Kembang Desa’ Itu Telah Pergi, Hidupku Terasa Kosong & Janji Tidak Menikah Lagi!

Foto Pdt. Pengky Andu & Almarhumah Istri semasa hidup

Surabaya,Victoriousnews.com,-Kunci sebuah pernikahan yang langgeng atau sukses dalam merajut bahtera rumah tangga itu tidak bisa ditentukan dengan banyaknya materi atau cantik/gantengnya paras pasangan. Setiap pasangan harus memiliki cinta yang kuat dan tulus kepada pasangannya. Sebab jika dasar yang dibangun tidak kuat, maka persoalan silih berganti akan terus menerpa. Perlahan tapi pasti, hubungan rumah tangga akan retak dan tidak bisa bertahan lama.

Foto keluarga Pdt. Pengky Andu dalam pernikahan anaknya

Ketika setiap pasangan mengucapkan janji suci ketika melangsungkan pernikahan kudus di hadapan Tuhan dan jemaatnya, pasti terlontar kalimat sakral yaitu “Hanya maut yang dapat memisahkan”. Janji nikah kudus inilah yang diucapkan oleh pasangan Pdt. Pengky Andu & Ibu Endang Satini yang diberkati dalam pernikahan kudus 52 tahun yang lalu (1968) pun tergenapi. Kabar duka mengejutkan ketika Ibu Endang (75 tahun), sang istri yang setia mendampingi Pdt. Pengky Andu dalam suka maupun duka telah dipanggil Tuhan terlebih dahulu pada tanggal 20 Januari 2020 pukul 16.30 Wib di Surabaya.

Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Paulus Supit mendoakan Pdt, Pengky Andu ketika berkunjung ke rumahnya di Surabaya (Jumat,31/1)

Meski tampak tegar dan kuat, namun guratan wajah Pdt. Pengky tampak sangat kehilangan terhadap sosok istri yang telah dikaruniai 3 anak dan 4 cucu. Bahkan sehari sebelum Ibu Endang dipanggil Tuhan, Pdt. Pengky dalam pertemuan pengerja di GBI REM Daan Mogot (Sabtu, 18/1) maupun pelayanan kotbah Minggu (19 Januari) di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol Jakarta Barat sempat menyampaikan kesaksian singkat. “Mohon dukungan doa, karena saya merasakan beban yang sangat berat pada hari ini. Bukan soal uang atau ekonomi. Tetapi karena istri saya sedang dirawat di ruang ICU RS di Surabaya akibat sakit,” ujar Pdt. Pengky tampak menutupi kesedihannya dan melanjutkan kotbahnya di hadapan jemaat.

Ki-ka: Bapak Johan Cramer, Pdt.Pengky Andu, Bapak Yusuf, Ibu Yani, Pdt. Paulus Supit dan Bapak Margianto di depan rumah Pdt, Andu (Jumat 31/1)

     Beberapa menit setelah menyampaikan firman Tuhan dan turun dari mimbar, handphone Pdt. Pengky berdering. Dari ujung telpon itu, suara anaknya mengabarkan bahwa Mama kondisinya semakin memburuk. Sebagai bentuk tanggungjawab seorang ayah dan suami, Pdt. Pengky pun bergegas untuk kembali ke Surabaya. Namun sayangnya, keberangkatan tiket pesawat (Minggu, 19/1) malam itu, Pdt. Pengky terlambat tiba di Bandara Soetta. Sehingga, terpaksa harus pesan tiket Senin (20/1) penerbangan pagi Soekarno Hatta menuju Juanda Surabaya. Setibanya di Surabaya, Pdt. Pengky langsung menuju Rumah Sakit, sempat bertemu dengan istri, anak, menantu dan cucu yang telah berkumpul di sana. “Saya sempat mendoakan istri yang dalam keadaan koma saat itu. Saya katakan kepada istri dengan sedikit berteriak, bahwa saya akan menjaga anak-anak dan berjanji tidak menikah lagi. Kemudian saya katakan, jika mau pergi, pergilah dengan damai. Sekali lagi, saya janji akan tetap bertanggungjawab kepada anak cucu,” papar Pdt. Pengky.

Cinta Seorang Suami kepada Istri. Pdt. Pengky Andu tiba di RS. Senin siang (20/1). Mendoakan sang istri yang dalam keaadan koma, detik-detik sebelum dipanggil Tuhan

Dengan wajah sedih, seluruh keluarga yang telah berkumpul di Ruang ICU rela melepas kepergian Ibu Endang yang dipanggil Tuhan pada hari Senin (20/1) tepat pukul 16.30 Wib dan dimakamkan hari Kamis (23/1). Kehilangan pasangan hidup, entah suami ataupun istri pasti menjadi kenyataan hidup yang sangat berat bagi semua orang. Jika mau berkata jujur, pasti semua orang tidak mau ada perpisahan dengan pasangan yang disebabkan oleh kematian. “Setelah istri dipanggil Tuhan, ternyata tidak bisa dibohongi, bahwa hidup saya terasa kosong. Ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya. Biasanya kalau saya pulang ke Surabaya setelah pelayanan dari Jakarta, istri saya ada di rumah. Kini istri sudah tiada. Rumah terasa sepi. Karena anak-anak saya sudah punya tempat tinggal sendiri,” tutur Pdt. Pengky Andu yang sangat setia melayani di GBI REM hingga saat ini (28 tahun).

Suasana kebersamaaan dengan  Pdt. Pengky Andu selama di Surabaya

Menurut Pdt.Pengky, sejatinya setiap orang yang ditinggalkan pasangannya, pastilah hal-hal baik yang terkenang. “Selama saya menikah 52 tahun, belum pernah ribut besar. Tapi kalau kecil-kecil ya sering, namanya juga rumah tangga. Kan keinginan saya belum tentu sama dengan istri. Apapun kekurangan/kelemahan pasangan saya selama hidup, tetapi ketika sudah meninggal, yang terlihat hanyalah kebaikannya. Dan ternyata memang kalau dipikir, manusia itu tidak ada yang jahat, semuanya baik. Saya dan istri itu banyak sekali persamaannya. Contoh kecilnya, selama berumahtangga, istri tidak pernah periksa isi dompet saya, begitupun sebaliknya. Almh istri juga tidak pernah bertanya uang kita ada berapa atau hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi. Karena dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti memenuhi kebutuhan rumahtangga,” ungkap Pdt. Pengky tertawa sembari mengenang sang istri yang dulunya terkenal “kembang desa” karena kecantikannya semasa muda.

TIM Pastoral GBI REM Mengunjungi Pdt. Pengky Andu di Surabaya

Tim Pastoral GBI REM

Kabar duka berpulangnya Ibu Endang ke rumah Bapa di Sorga sangat mengejutkan keluarga besar GBI REM di Jakarta.Mulai dari Gembala Sidang, Pdt. Paulus Supit, pengerja hingga jemaat juga turut merasakan kesedihan yang mendalam. Namun sayangnya, kabar tersebut diterima oleh GBI REM sehari setelah Ibu Endang dimakamkan, yakni Jumat (24/1) malam. Seketika itu, grup Whatsapp keluarga besar GBI REM dipenuhi dengan ucapan duka untuk memberikan penghiburan kepada Pdt. Pengky.

Baca Juga :Sosok Sang Mama Di Mata Anak-Anak Pdt.Pengky Andu: Teladan Mama Yang Patut Dicontoh Adalah Ketegasan Mendidik Anak-anaknya Agar Tidak Terlambat Ibadah & Pelayanan!

Beberapa hari kemudian (30 s/d 31 Januari) sebagai bentuk simpati kepada Pdt. Pengky Andu yang tengah berduka, para hamba Tuhan yang terdiri dari: Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM), Ibu Yani (Ibu Gembala), Bapak Johan Cramer, Bapak Yusuf dan Bapak Margianto berkunjung ke kediaman Pdt. Pengky Andu di perumahan Ciputra di kawasan di Trosobo, Sidoarjo-Surabaya. Tim pelayanan GBI REM berangkat naik KA Argo Bromo dari stasiun Gambir Pukul.08.15 wib dan tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya Pukul. 18.30 Wib.Setibanya di sana tim GBI REM dijemput oleh Pdt. Pengky Andu. Suasana kekeluargaan pun sangat terasa, ketika Pdt. Pengky Andu menyambut hangat serta dengan rendah hati berkenan menjadi driver untuk mengantar tim GBI REM menuju hotel tempat menginap. “Mewakili keluarga besar GBI REM, kami menyampaikan turut berduka sedalam-dalamnya kepada Pak Pengky dan keluarga besar. Kami terus berdoa, kiranya Pak Pengky terus diberikan kesehatan, sukacita, dan damai sejahtera. Biarlah Pak Pengky terus bersemangat dan menjadi tetap kuat di dalam Tuhan serta tetap setia melayani Tuhan,” ujar Gembala Sidang GBI REM Pdt. Paulut T Supit menyampaikan kata-kata penghiburan mewakili Tim Pastoral yang berkunjung saat itu.

Pdt. Pengky pun membalas dengan rasa haru karena tim pastoral GBI REM mau mengunjunginya ke Surabaya meskipun informasi dukanya terlambat. “Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman yang berkenan mengunjungi saya ke Surabaya. Saya senang sekali dikunjungi dan sangat terhibur, karena teman-teman sangat peduli,” tukas Pdt. Pengky.

Pada hari kedua tepatnya pukul 9.00 Wib, Tim GBI REM yang menginap di hotel Ibis Jemur Sari, Surabaya dijemput oleh Pak Khusnul (driver langganan Pdt. Pengky) untuk diantar ke kediaman Pdt. Pengky Andu di perumahan Ciputra di kawasan Trosobo, Sidoarjo. Setibanya di rumah Pdt. Pengky tampak sumringah menyambut tim dan mempersilakan untuk masuk ke dalam rumah yang saat itu sedang dilakukan renovasi ruangan tengah akibat plafon yang ambrol. “Selamat datang di rumah saya. Inilah rumah yang saya tinggali bersama istri. Banyak sekali kenangan di rumah ini. Mohon maaf jadi kurang nyaman, karena sedang ada renovasi plafon ruang tengah. Beberapa hari setelah nyonya dipanggil Tuhan, plafonnya ambrol, jadi sekarang saya juga nungguin tukang,” papar Pdt. Pengky sembari mengajak tim berkeliling ruangan dan menunjukkan foto keluarga bersama almh istri tercinta.

Di rumah tersebut, tim GBI REM yang dipimpin oleh Pdt. Paulus Supit mendoakan Pdt. Pengky agar Tuhan senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan serta kesehatan yang luar biasa. Beberapa jam sebelum kembali ke Jakarta, tim diajak berkeliling kota Surabaya dan menikmati kuliner khas Surabaya.SM