Resensi Buku Karya Emanuel Dapa Loka: Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi

Resensi Buku Karya Emanuel Dapa Loka: Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi

Buku setebal 214 halaman berjudul “Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi” ini ditulis oleh Emanuel Dapaloka, wartawan senior alumni Akademi Komunikasi Yogyakarta, Jurusan Jurnalistik. Buku ini terdiri dari 9 Bab dan diterbitkan pertamakali dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Altheras Publishing. Melalui buku ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca, khususnya kaum milenial zaman now agar terbeban menjadi garda terdepan dalam pencegahan tindak pidana korupsi.

Menurut Emanuel, buku ini berisi kumpulan tulisannya yang telah tersebar di beberapa media. Bukan reportase, tapi merupakan permenungan pribadi atau soliloqui atas berbagai hal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, yang kadang mendatangkan keprihatinan, perasaan jengah, marah, sedih, cemas, namun ada juga yang menyulut kegembiraan dan harapan. “Yang paling memprihatinkan adalah berbiaknya perilaku korup, maling, rakus, fitnah, jegal-menjegal di tengah-tengah para elit dan kaum terpelajar. Diantara mereka terasa kuat prinsip: senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Sesungguhnya, inilah tipe manusia pengkhianat kelas dewa, Namun, hebatnya, orang semacam ini panda mengolah kata-kata untuk memanipulasi fakta atau setidaknya mengaburkan daya kritis orang, lalu tetap memujanya sebagai orang paling baik nan suci sedunia,” tukas Eman yang juga mantan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) periode 2008 s/d 2010.

Pertanyaannya yang mengemuka di benak pembaca, adalah mengapa judulnya ‘Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi’? Pertama, judul tersebut saya ambil dari salah satu tulisan dalam buku ini. Dan tulisan tersebut tentang korupsi. Dan patut segera dicatat bahwa melalui tulisan-tulisan pada bab korupsi saya tidak sedang mengupas ikhwal korupsi dari sudut hukum. Tulisan tersebut sekedar entakan-entakan kecil dari sisi moral untuk mengingatkan kita bahwa perilaku korup adalah tindakan keji yang bisa membunuh manusia, melumpuhkan nurani, daya nalar dan membangkrutkan negara. Kedua, perilaku korup sudah sampai pada stadium parah. Bahkan merwka yang ditangkap lalu divonis, karwena apes saja. Banyak pelaku lain yang masih selamat karena lincah bermain-main di atas gelombang korupsi. Tapi yakinlah, ibarat tupai yang sangat pandai melompat kesana kemari, suatu saat bisa jatuh juga. Atau kalaupun para koruptor itu tidak tertangkap di dunia ini, di dunia lain yang jaraknya hanya seutas nafas manusia itu, mereka pasti akan mendapatkan bayaran yang setimpal. Mengapa? Karena mereka menari-nari di atas penderitaan rakyat yang sepanjang tahun berjuang habis-habisan bahkan menyabung nyawa,” tandas suami dari Suryani Gultom & Ayah dari Theresia Loise Dapaloka yang juga sukses merilis 9 judul buku sebelumnya, yakni: In Providentia Dei, Narasi Rahmat Allah, Orang-Orang Hebat; Dari Mata Kaki ke Mata Hati; Ikhlas Adalah Kekuatanku; Entrepreneurship Seorang Purnawirawan; For The Glory of God; Menyeberangi Ngarai Berbagi Kasih; Iman Mereka Hidup.

Peluncuran Buku di kantor Majalah Narwastu, Selasa, 25/8/2020 Siang. Ki-ka: Jonro Munthe (Pemimpin UmumMajalah Narwastu-Pembina Perwamki), Pdt. Sapta Siagian (Kabid Rohani Perwamki), Agus Panjaitan (Sekum Perwamki), Roy Agusta (Pemred Chronos Daily.com ), Stevano Margianto (Ketum Perwamki), Emanuel Dapaloka (Pembina Perwamki/Penulis Buku Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi) & David Pasaribu (Pengurus Perwamki DKI Jakarta)

Pada bab pertama, penulis mengentak kesadaran tentang nistanya korupsi dan sang koruptor. Pada bab pertamalah tulisan berjudul Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi tersua bersama empat buah artikel lain yang juga berbicara tentang korupsi: Imajinasi adalah Sayap, Agar Manusia Tidak jadi Kera, Habitus Non Facit Monachum dan Hidupkan Imajinasimu.

Seperti dikatakan Yustinus Prastowo dalam kata pengantarnya, melalui buku ini, penulis tidak sedang menguliti korupsi dan bagaimana mengatasinya. “Emanuel membidik korupsi bukan sebagai persoalan hukum atau birokrasi, melainkan persoalan moral,” tulis Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu.

Yustinus pun menjabarkan kata “moral” di negeri ini yang telah terlanjur menjadi istilah klise. Kata Yustinus, kata moral itu terlalu sering dikhotbahkan secara mubazir sampai kita bosan mendengarnya, bahkan muak. “Dalam buku ini Emanuel memang banyak menulis tentang moral, tetapi bukan dengan gaya kotbah melainkan kisah. Tanpa terlalu banyak konsep, kisah dan kesaksian punya daya lebih kuat daripada kotbah sama seperti teladan punya daya lebih kuat untuk menggerakkan orang daripada nasihat-nasihat yang nyaris tak mungkin disanggah,” papar Yustinus yang juga pendiri dan Ketua FoRGES (Forum Gaudium et Spes). Bagi Anda yang ingin mendapatkan buku ini silakan menghubungi No HP. 0812.1347.1015. SM

PASTI! BULAN SEPTEMBER 2020, PERWAMKI & STT LETS GELAR PELATIHAN JURNALISTIK MELALUI APLIKASI ZOOM

Jakarta, Victoriousnews.com,-Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki) pastikan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik kepada kaum milenial dan masyarakat umum, pada hari Selasa, 1 September 2020, pukul 19.30 melalui zoom. Pelatihan Jurnalistik Perwamki yang rencananya digelar 5 kali pertemuan (setiap Selasa) ini bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teologia Lighthouse Equipping Theologia School (STT LETS). “Sebagai Ketua umum DPP Perwamki, saya melihat pelatihan jurnalistik ini sangat baik dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat umum, terutama mahasiswa ketika melakukan penulisan skripsi atau tesis, “ jelas Ketua Umum DPP Perwamki, Stevano Margianto.

Menurut Margianto, melalui pelatihan jurnalistik ini juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk dapat melahirkan karya-karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang. Serta dapat diperkaya oleh para narasumber yang kompeten dan berpengalaman dalam dunia jurnalistik. “Apalagi di Era teknologi canggih ini, kita semua dituntut untuk cerdas mengikuti perkembangan zaman, terutama di media sosial yang kerap viral. Nah, jika Kita sudah dibekali ilmu jurnalistik, maka kita bisa membedakan mana berita hoax, berita yang tendensius bernuansa SARA, dan berita2 lainnya,” papar Margianto.

Sementara itu, Kordinator Pelaksana Emanuel Dapa Loka mengatakan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan kaidah-kaidah jurnalistik kepada siapa saja yang tertarik di bidang kewartawanan, khususnya di media Kristiani.

Lanjut wartawan tempusdei.id ini, pelatihan tersebut akan diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom, setiap Selasa malam selama September mulai 19.30 WIB. Ada beberapa nama yakni Jonro I. Munthe, Agus R. Panjaitan, Paul Maku Goru, Roy Agusta, Antonius Natan dan Emanuel Dapa Loka sendiri yang akan menjadi narasumber.

Sedangkan Roy Agusta selaku sekretaris panitia pelaksana, menyampaikan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan secara berkesinambungan selama 5 kali atau total selama 7.5 jam, akan mendapatkan E-Sertifikat. “Untuk paket Dasar Jurnalistik ini kami kenakan kontribusi Rp100 ribu untuk 5 kali pertemuan daring,” tambah Roy.

Penasihat PERWAMKI Dr. Antonius Natan, MTh menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik ini sangat penting mengingat profesi jurnalis sekarang ini tidak bisa lagi dianggap sebagai profesi “mainan” yang siapa saja boleh punya kartu pers selama dia kenal seseorang yang bekerja di media. “Citizen Journalism boleh saja berkembang sesuai eranya, tetapi jurnalis Wartawan Kristen Berbagi Ilmu Melalui Pelatihan Jurnalistik kristiani harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip jurnalistik secara profesional,” kata Antonius.

Perwamki adalah organisasi wartawan yang mewadahi para wartawan kristiani. Para wartawan yang bergabung dalam organisasi ini mendapat kesempatan untuk saling memperkaya dalam wawasan dan keterampilan jurnalistik. “Kini waktunya kita ikut berbagi. Kalau kita tak punya sembako untuk berbagi, ya kita bagi ilmu dan pengalaman,” pungkas Emanuel Dapa Loka.

Emanuel Dapaloka pernah jadi juara III penulisan artikel yang diadakan “Kompas” pada 2013 dan Jonro I. Munthe pernah terpilih jadi “Jurnalis Muda Motivator 2009 Pilihan Majelis Pers Indonesia”

Jonro I. Munthe, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi majalah NARWASTU menyebutkan, PERWAMKI hadir sebagai lembaga para jurnalis dan media Kristiani diawali pada September 2003 dibicarakan pendiriannya di kantor tabloid Victorious dan saat itu tuan rumah pertemuan Suratinoyo dan Margianto, lalu di kantor NARWASTU pada Oktober 2003 dibentuk pengurus dengan tuan rumah Jonro Munthe, dan pengurus terpilih saat itu Suratinoyo jadi ketua dan Emanuel Dapaloka jadi sekretaris.

Sejak berdiri PERWAMKI pada Oktober 2003 sudah diadakan Munas I pada 2005 di Puncak (Bogor), Munas II di Ciawi (Bogor) pada 2008, Munas III di Cipanas, Jawa Barat, pada 2010, Munas IV di Denpasar (Bali) pada 2013, Munas V di Singapura pada 2016 dan Munas VI di Bogor pada 2019.

PERWAMKI memiliki kader-kader berprestasi hingga jadi pemimpin media massa, penulis buku dan mendapat penghargaan dari organisasi atau lembaga pers serta sering diundang jadi pembicara soal jurnalistik dan fenomena media sosial. Silakan segera mendaftarkan diri melalui no WA: 0812.1353.8181. SM

Pengacara Senior Jhon SE Panggabean.,SH.,MH Mengapresiasi Aksi Peduli Perwamki Ke Panti Asuhan Immaculata Bekasi

Bekasi,Victoriousnews.com,- Bertepatan dengan hari libur Waisak (Kamis, 7/5/2020), Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (DPP PERWAMKI) menggelar aksi peduli kasih ke Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PERWAMKI, Stevano Margianto mengatakan, aksi peduli ini selain sebagai wujud membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19, juga wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. “Kita (PERWAMKI) sudah lama membicarakan akan melakukan aksi sosial ini, namun kita maping dahulu kepada siapa bantuan ini nanti kita salurkan, makannya baru sekarang bisa terlaksana. Kita berusaha ‘Menjangkau yang Tak Terjangkau’, itu kita lakukan karena kita ingin bantuan yang kita salurkan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Margianto.

Ketum DPP Perwamki, Stevano Margianto menyerahkan bantuan

Menurut Margianto selanjutnya, aksi peduli ini murni hasil swadaya para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI tanpa bantuan dari pihak mana pun. “Semua orang tahulah keterbatasan wartawan, apalagi wartawan media kristiani. Tetapi kita masih mau memberi dari keterbatasan pendapatan kita karena dilandasi Kasih Kristus. Kami memberi dengan tulus,” terang Margianto.

Sementara, koordinator Aksi Peduli Covid-19 PERWAMKI, Deddy Poltak Tambunan menjelaskan, Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculatta, dipilih karena informasi yang diterima Perwamki, panti asuhan tersebut belum mendapat bansos.

Panti asuhan tersebut saat ini mengurus 53 orang, ada yang masih bayi, remaja, hingga ada yang usia 18 tahun. Panti dikelola oleh 12 orang pengurus. “Yang kita lihat, mereka ini sangat membutuhkan dukungan kita di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Deddy yang juga Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP PERWAMKI ini.

Menurut Deddy, bantuan yang diberikan Perwamki ke panti, berupa beras 100 kg, 4 botol handsanitizer, @500 ml, 12 lusin masker kain, 10 minyak telon @50 ml, 3 botol sirup jeruk, dan 6 kaleng susu bubuk,” tambah Deddy dari gerejani.com.

Penasihat Perwamki Jhon Panggabean menyerahkan bantuan

Turut hadir dalam aksi peduli Perwamki, Penasehat Bapak John S.E Panggabean, SH,MH bersama 2 orang putrinya Clara dan Grace yang juga menjadi pengacara muda. Serta hadir Bendum DPP Perwamki Nuel Wicaksono (Tabloid Mitra Indonesia), Victor Ambarita (Majalah Suara HKBP), DPD Perwamki Jabar Jack Rusto (bekasipedia.com), dan DPD Perwamki DKI Jakarta David Pasaribu (majalahtransformasi.com)

Ketum Margianto menyampaikan kata sambutan DPP, dan simbolik penyerahan bantuan beras, setelah itu Bapak John Panggabean kata sambutan mewakili Penasehat, dan menyampaikan simbolik bantuan masker, minyak telon, dan handsanitizer, berikutnya Bendum Nuel menyerahkan bantuan sirop dan susu kaleng.

Pendiri sekaligus pembina Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI), Yuliana E.T. Rahail, dalam kata sambutannya, menyampaikan terima kasih untuk bantuan yang disampaikan, dan berdoa agar Perwamki semakin diberkati Tuhan Yesus. Yuliana yang kerap disapa Yeti, mengaku mendirikan panti sebagai pemenuhan janjinya kepada Tuhan atas mujizat padanya. Lanjut Yeti,pada 11 Februari 1994, ia mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas tol Cibubur–Jagorawi yang menyebabkan tangan kirinya putus di tempat. Kecelakaan itu nyaris merenggut nyawanya. Penderitaannya tidak selesai hanya dengan kehilangan tangan. Tulang ekor dan tulang punggungnya ternyata patah, kedua kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Dokter ahli syaraf dan tulang yang menanganinya memvonis bahwa dia akan  lumpuh total. Atas pertolongan Tuhan, Yulia kemudian bisa sembuh. Dia pun menggenapi janjinya mendirikan dan mengelola panti tersebut hingga hari ini. “Pertolongan Tuhan selalu ada. Tuhan tidak akan membiarkan kami mati. Tuhan selalu menolong,” ujar Yeti yang dulunya pernah bekerja di Aspac Bank cabang Cibinong.

Yuliana-pendiri Panti Asuhan KAMI

Lanjut Yeti, setelah dinyatakan sembuh, Yeti memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memenuhi janjinya kepada Tuhan. “Dalam doa saya,saya berjanji sama Tuhan, jika disembuhkan dari kelumpuhan, saya akan melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Akhirnya saya memutuskan merawat anak-anak yang terlantar, mulai dari bayi hingga kuliah. Sampai saat ini sudah ada 4 orang yang menjadi Sarjana,” tutur Yeti sembari menambahkan bahwa Panti ini didirikan sejak 17 Mei 1996.

Menurut Yeti, banyaknya anak-anak Papua yang diasuh dalam pantinya merupakan permintaan almarhum ayahnya sebelum dipanggil Tuhan April 2019. “Sebelum dipanggil Tuhan ayah saya berpesan, agar banyak merawat anak-anak yang berasal dari tanah kelahirannya. Saya berharap anak-anak saya memiliki masa depan. Kenapa? Karena mereka sebelumnya sudah terlantar, dan saya harus merawatnya dengan baik. Kami mohon doanya, agar kami tidak patah arang. Karena menghadapi hidup ini sudah semakin sulit,” ujar Yeti

Usai aksi peduli Covid-19, Sekum PERWAMKI, Agus R Panjaitan (majalahspektrum.com), menyampaikan terima kasih kepada setiap wartawan yang berpartisipasi hingga terlaksana aksi sosial peduli Covid-19 ini. “Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang mau bergotongroyong (urunan) dana, dan naturanya untuk aksi peduli ini. Terima kasih yang tak terhingga karena saya tahu anda memberi bukan dari kelebihan anda tetapi dari keterbatasan anda,” ungkap Agus.

Agus meyakini, apa yang dilakukan para wartawan di Perwamki murni dilandaskan kasih ingin berbagi. Pasalnya, guna terlaksana aksi peduli ini, tanpa bantuan materiil atau kerja sama dari pihak mana pun. “Sengaja kita tidak minta bantuan (proposal) dari pihak luar, apalagi ada agenda kepentingan pribadi atau media tertentu, karena kita sedang menguji ketulusan dan kasih kita kepada sesama di tengah keterbatasan kita sebagai wartawan,” pungkas Agus.

Sementara itu, Jhon SE Panggabean, SH.MH selaku penasehat Perwamki sekaligus pengacara senior sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ketum Perwamki, Sekjen, Bendum serta teman-teman pengurus dalam melakukan aksi peduli kepada Panti Asuhan. “Makanya ketika saya dengar kemarin, bahwa akan dilakukan aksi peduli ke Panti Asuhan ini, saya langsung ikut. Walaupun saat ini masih masa PSBB karena pandemi corona,” Ujar Jhon.

Ki-ka: David Pasaribu, Victor Ambarita, Deddy Poltak, Jhon Panggabean (Penasihat Perwamki), Agus Panjaitan, Stevano Margianto & Nuel Wicaksono

Lanjut Jhon, ke depan, hal-hal semacam ini mesti tetap dilanjutkan. “Bukan hanya sekali ini saja, tetapi harus tetap ada kegiatan. Makanya kita akan bergotong royong, bahu membahu untuk melakukan sesuatu kepedulian kita terhadap sesama dan orang-orang yang membutuhkan. Biarlah Perwamki ke depan semakin solid. Khususnya pengurus maupun anggotanya. Dan selalu berbuat hal-hal untuk kepentingan umum. Termasuk bakti sosial seperti ini,” pungkas Jhon usai acara bakti sosial. Ant

Wajah Gembira Ratusan Karyawan Perkantoran Graha Mandiri Ketika Menerima Bansos, Hendry Parulian (Chief Security): Kami Doakan Pak John Senantiasa Sehat & Usahannya Diberikan Keberkahan

Jakarta, Victoriousnews.com,- Ratusan karyawan yang bertugas sebagai security, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi di gedung perkantoran Graha Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, tampak senang ketika menerima bantuan 10 kg beras dan uang tunai dari Dr. John Palinggi ( Jumat, 1/5 2020) pagi.

Para petugas keamanan, petugas kebersihan, teknisi, dan juru parkir perkantoran Graha Mandiri berbaris rapi sebelum menerima bansos dari Dr. John Palinggi (Jumat, 1/5/2020)

Pagi itu tepat pukul 08.00 Wib, Dr. John N. Palinggi yang juga berkantor di Graha Mandiri lantai 25, dengan rendah hati dan peduli menemui seluruh karyawan yang setiap hari bergelut di bidang keamanan, kebersihan, maupun teknisi gedung.

Aksi peduli Dr. John Palinggi membagikan 10 kg beras dan uang tunai kepada karyawan perkantoran Graha Mandiri

Dr.John Palinggi dalam kata sambutannya, mengungkapkan, bahwa, pemberian bantuan ini merupakan wujud kasih persaudaraan yang telah terjalin indah selama berkantor di Graha Mandiri ini. Ia juga sangat memahami kesulitan yang terjadi sekarang ini. Apalagi Ibadah puasa dilaksanakan ditengah pandemi corona. “Oleh karenanya,sebagai bentuk kepedulian saya memberikan bantuan ini. Saya berharap bantuan ini bisa meringankan sedikit beban hidup saudara-saudaraku semua. Kita sama-sama berharap, pandemi ini bisa segera berlalu,”ujar Dr. John Palinggi di hadapan ratusan petugas keamanan, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi gedung Graha Mandiri.

Dr. John Palinggi menganggap mereka semua adalah saudaranya

Lanjut Dr. John, tugas sebagai keamanan (security), petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi tidaklah mudah. “Setidaknya, harus memastikan mereka yang berkantor di gedung tersebut aman, bersih, dan tidak ada masalah baik listrik maupun AC. Karena itu, sudah sepatutnya kita memberi apresiasi terhadap mereka yang bergelut di bidang-bidang ini,” Papar John.

 

 

Usai Menyalurkan bantuan, Dr. John Palinggi berpose bersama dengan karyawan perkantoran Graha Mandiri

Pada kesempatan tersebut Dr. John juga menyampaikan bahwa, dirinya merasa semua mereka yang bertugas mengelola gedung itu sudah seperti saudara. “Saya bersyukur bisa memberikan bantuan ini dan berharap mereka sabar dan tekun dalam menjalani pekerjaannya. Yakinlah dengan bekerja tekun, maka Tuhan akan membukakan pintu berkah,” tandas Dr. John Palinggi yang juga salah satu pendiri Asosiasi Badan Usaha Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bersama Jendral Awaludin sejak tahun 2000.


Chief Security Perkantoran Graha Mandiri, Hendry Parulian, mengungkapkan, bahwa selama ini perhatian John Palinggi demikian besar, utamanya kepada para pekerja. “Kami sangat berterimakasih kepada Pak John Palinggi yang sangat luar biasa perhatiannya kepada kami sebagai karyawan yang bekerja di Graha Mandiri ini. Kami mengenal beliau sebagai orang yang sangat baik di lingkungan kami. Dan sangat dekat dengan kami semua,terutama karyawan yang berada di lapangan, seperti: security, teknisi, juru parkir,maupun petugas kebersihan,” papar Hendry sembari menambahkan yang menerima bantuan berjumlah 140 orang, 62 orang diantaranya adalah petugas keamanan.
Hendry menilai, figur Pak John sangat berdedikasi tinggi dan sangat kepada setiap orang terutama di lingkungan perkantoran Graha Mandiri.

“Melalui bantuan ini memang sangat membantu rekan-rekan pekerja, apalagi di tengah situasi pandemi corona saat ini. Oleh karenanya kami selalu doakan Pak John dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran usaha, serta keberkahan,” pungkas Hendry mewakili puluhan karyawan yang mendapatkan bantuan. Ant

Enam Arahan Presiden Jokowi Terkait Dampak Covid19 Terhadap Sektor Ketenagakerjaan

Read More

Aksi Peduli Sambut Bulan Suci Ramadhan & Meringankan Beban Warga Yang Terdampak Wabah Corona

Jakarta, Victoriousnews.com,- Badai virus corona atau yang populer dengan sebutan corona virus disease (covid-19) telah menjangkiti manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampak dari virus corona ini bukan hanya membunuh ribuan jiwa saja, melainkan juga melumpuhkan tatanan kehidupan manusia di berbagai bidang. Baik di bidang sosial, hukum, perdagangan,politik, budaya, agama, wisata, ekonomi dan lain sebagainya. Bayangkan saja, sejak awal Maret 2020, pandemi virus corona yang menerpa Indonesia, telah banyak perusahaan yang gulung tikar, akibatnya angka pengangguran pun meningkat tajam.
Bahkan dampak ekonomi yang sangat mencolok juga menerpa masyarakat yang berpenghasilan rendah atau masyarakat yang tidak punya penghasilan tetap.


Melihat kondisi bangsa terkini, mendorong tokoh kerukunan umat beragama, Dr. John N Palinggi,MBA, menggelar aksi peduli kepada warga sekitar di tempat tinggalnya yang berada di kawasan RW.04 Perumahan Taman Kedoya Baru, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Mantan ketua RW. 04 Taman Kedoya Baru selama dua periode ini tergerak untuk meringankan beban warga dengan membagikan masker dan uang tunai kepada warga RW.04, khususnya di lingkungan RT. 01 dan RT.019 “Yang saya berikan tidak seberapa. Saya rindu dapat membantu warga yang kesusahan akibat wabah Corona, apalagi yang akan menjalankan ibadah puasa bulan ramadhan,” kata Dr. John Palinggi ketika menyampaikan kata sambutan di Balai Warga RW 04, Komplek Perumahan Taman Kedoya Baru, Rabu (22/4/2020) pagi.

Ki-ka: Dr. John Palinggi, Marwan Saari (Lurah Kedoya Selatan), Agus (Ketua RT.019/RW.04), dan salah satu tokoh masyarakat setempat, Rabu (22/4).

Menurut John, aksi peduli yang dilakukannya merupakan bagian dari kehidupan kita sebagai manusia dengan manusia. “Saya sadar bahwa, dengan masyarakat di sekeliling rumah saya, rata-rata mereka orang Betawi, yang juga saya anggap sebagai keluarga saya. Dalam situasi sulit ini, kita harus saling menguatkan dan saling mendukung, walaupun sangat kecil yang saya berikan harus ikhlas dan tulus. Ikhlas tulus tidak usah melihat siapa, yang kita lihat keadaannya yang susah perlu dibantu. Mereka sudah saya anggap saudara saya, ” tukas John Palinggi yang telah tinggal di Perumahan Taman Kedoya Baru selama 27 tahun.


Lanjut Dr. John Palinggi, di lingkungan RW.04 Kelurahan Kedoya Selatan, ini ada 19 RT. 3 RT di antaranya berada di luar lingkungan komplek perumahan Taman Kedoya Baru. ”Total keluarga di RW.04 ini ada 1.600 KK. Warga 3 RT di luar kompleks perumahan umumnya adalah orang Betawi yang kemarin tidak kebagian bantuan paket sembako dari Pemprov DKI Jakarta karena PSBB wabah Corona,” tukas Dr. John Palinggi yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat Badan Interaksi Sosial Masyarakat (DPP BISMA).
Selain dalam rangka mendukung program pemerintah memerangi pandemi Covid-19, aksi sosial John Palinggi juga dilakukan karena akan memasuki Bulan Suci Ramadhan.
“Aksi sosial saya tadi, juga karena saudara-saudara saya itu akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, berpuasa di bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Saya pun meminta maaf lahir dan bathin, karena selama 27 tahun terus berinteraksi bersama. Kesempatan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan,” tutur pengusaha sukses ini bersemangat.

Ki-ka: Agus (Ketua RT.019, Pimpinan Ponpes Al-Khairiyah, Ustad H Munadi dan Dr. John Palinggi usai aksi sosial.

Aksi peduli kasih Dr. John Palinggi ini digelar di dua tempat. Pertama dilakukan di lapangan (Balai RW.04) lingkungan RT.019 tak jauh dari rumahnya. Kedua, adalah di pesantren Al-Khairiyah (lingkungan RT.01).Hubungan John dengan Ustadz H. Munadi (pendiri pesantren) sangat dekat. Saking dekatnya, John kerap menyebut Ustad Munadi sebagai ayahnya.

Dr. John Palinggi, MBA setelah menggelar aksi sosial, Rabu (22/4)

Aksi peduli ini meliputi 3 wilayah Rukun Tetangga, yang banyak dihuni oleh warga Betawi, yakni sekitar 200an warga, termasuk diantaranya warga lanjut usia (Lansia), dan yang terdampak langsung kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19, jumlah tersebut belum termasuk anak-anak yang juga turut mendapat bantuan.
Turut hadir dalam aksi peduli tersebut adalah Marwan Saari, SH (Lurah Kedoya Selatan), Soeroso (Babinsa), Satpol PP, dan disaksikan langsung oleh ketiga Ketua RT, dua diantaranya hadir, yakni Ketua RT 01 H. Syamsuri, dan Ketua RT 19 Agus, serta dibantu sejumlah security kompleks perumahan taman kedoya baru. Meski melibatkan banyak orang, aksi sosial ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan protokol pencegahan pandemi Covid-19.
Lurah Kedoya Selatan Marwan Saari,SH, menyambut baik aksi sosial yang dilakukan John Palinggi, dan berharap bantuan yang diberikan dapat berguna membantu kehidupan warga.
Ustadz H. Munadi, juga menyampaikan terima kasih atas aksi sosial yang dilakukan John Palinggi. Ia berharap bantuan tersebut dapat menolong warga dan hubungan akrab serta penuh persaudaraan tetap terjalin indah.
Sementara itu, Bapak Dana, yang juga security kompleks perumahan Taman Kedoya Baru, menilai, bahwa aksi sosial tersebut sangat baik untuk meringankan beban warga yang terdampak corona. “Saya melihat Pak John itu orang yang sangat baik dan peduli terhadap orang kecil. Beliau itu orangnya tidak tegaan, apalagi melihat warga yang kurang mampu,” tutur Dana kepada wartawan. SM

Upaya Ketat Cegah Covid-19, 5 Negara Tetangga Indonesia Ini Belum Ada Kasus Kematian Corona!

Jakarta, Victoriousnews.com,-Secara global di seluruh dunia (213 negara), jumlah kasus positif terinfeksi covid-19 terus mengalami peningkatan. Sesuai data yang dikutip dari website resmi pemerintah (covid19.go.id) per 14 April pkl. 21.00 Wib, jumlah kasus terkonfirmasi adalah 1.848.439 jiwa, dan kasus kematian berjumlah 117.217 jiwa. Sementara di Indonesia, jumlah kasus positif 4839 jiwa, yang sembuh berjumlah 426 jiwa, dan yang meninggal 459 jiwa.

Angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia itu bahkan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. NamunNamun demikian, ternyata ada beberapa negara di tetangga Indonesia yang justru tidak mencatatkan kasus kematian akibat COVID-19 sama sekali. Selain itu, mereka juga hanya melaporkan sedikit kasus. Seperti dilansir detik.com, salah satu negara itu adalah Vietnam. Negara yang juga masuk kawasan Asia Tenggara ini disebut berhasil menekan angka kasus dan kematian akibat upaya ketat yang dilakukan pemerintahnya, seperti pembatasan transportasi dan jarak fisik (physical distancing), karantina sebagian wilayah dan penanganan kesehatan yang baik.
Berikut daftar lima negara tetangga RI yang belum memiliki kasus kematian COVID-19 sama sekali:
1. Vietnam. Kasus: 262. Sembuh: 144. Meninggal: 0
2. Kamboja. Kasus: 122. Sembuh: 77. Meninggal: 0
3. Laos. Kasus: 19. Sembuh: 0. Meninggal: 0
4. Papua New Guinea.Kasus: 2. Sembuh: 0.Meninggal: 0
5. Timor-Leste. Kasus: 2.Sembuh: 1. Meninggal: 0
(SM)

Usai Putusan Hakim PN Makassar Tolak Gugatan Pra Peradilan, Dr. John N Palinggi, MBA: Sebenarnya Saya Sedih, Saya Berharap Yang Bersangkutan Berubah Perilaku

 

 

Makassar, Victoriousnews.com, Seusai mengikuti jalannya sidang pembacaan putusan gugatan pra peradilan Marthen Napang terhadap Kapolrestabes Makassar di PN Negeri Makassar (Senin, 13/4), Ketua Umum Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N. Palinggi,MBA, mengungkapkan kepada wartawan, mengapa namanya disebut dalam persidangan gugatan pra peradilan tersebut.


Pria yang sukses menjadi pengusaha selama 44 tahun ini, menjelaskan, bahwa sebetulnya dirinya tidak harus hadir dalam sidang pra peradilan mengenai gugatan Saudara Marthen Napang. “Karena yang digugat pra peradilan itu adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia, melalui Polrestabes dan Polda sendiri, terkait dengan keputusan surat penghentian penyidikan atas pelaporan dia (Marthen Napang) terhadap saya, bahwa saya dinilai mencemarkan nama baiknya. Tetapi saya diminta hadir mendengar putusan hakim. Dalam sidang pembacaan putusan hakim, disebutkan nama saya,” Ujar Dr. John Palinggi kepada wartawan.
Ketua Umum BPP Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN INDONESIA) ini, mengungkapkan keterkaitan dirinya dalam sidang gugatan pra peradilan Marthen Napang. “Saya telah mendengar dari pengacara saya, di dalam sidang-sidang sebelumnya telah disebutkan bahwa, akar persoalan yang sampai adanya pelaporan tersebut, sebetulnya penipuan Saudara Marthen Napang sebesar 950 juta rupiah. Dia tipu saya dengan memalsukan surat Mahkamah Agung. Itu sebetulnya. Dan proses ini sebenarnya masih berlangsung di Polda Metro Jaya. Tetapi saya tidak tahu, jadi saya sudah ditipu, terus masih ditersangkakan pencemaran nama baik. Saya menghargai pihak Polri bahwa mereka betul-betul menegakan keadilan. Tidak ada dasar apapun, saya menulis surat ke Rektor Unhas, kemudian saya ditersangkakan seperti itu. Surat penghentian penyidikan (SP3) pun digugat lagi pra peradilan kepolisian. Hari ini saya dengar, putusannya menolak pra peradilan itu,” papar Dr.John Palinggi.
Sebagai tokoh yang rendah hati, sebenarnya Dr. John Palinggi sangat menyayangkan adanya gugatan pra peradilan tersebut. “Saya sebetulnya sedih melihat perilaku demikian. Ya, mudah-mudahan ada perubahan perilaku yang bersangkutan,” tandas Dr. John Palinggi yang masih energik dan sehat.
Mencuatnya gugatan pra peradilan terhadap Kapolrestabes Makassar, yang diajukan oleh salah satu Dosen Unhas, Marthen Napang, pada 13 Maret 2020, adalah untuk menguji sah atau tidaknya keputusan Kapolrestabes mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), atas laporan Marthen Napang terhadap Dr. John N. Palinggi yang dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik. SM

Dr. John Palinggi (Pengamat Sosial): Tangkal Virus Corona Dengan Bertobat & Mendekatkan Diri Pada Tuhan!

Dr. John N Palinggi, MBA ketika ditemui di ruang kerjanya.

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Pengamat sosial & masyarakat, Dr. John N Palinggi ini selain dikenal sebagai pengusaha yang sukses, juga sangat rendah hati dan religius dalam menyikapi persoalan hidup. Bahkan ketika ditanya mengenai virus corona dari sisi rohani, ia mengungkapkan bahwa, wabah corona ini adalah salah satu pesan Tuhan bagaimana kita manusia melihat ketidakberdayaan kita sesungguhnya. ”Perlindungan dan pertolongan kita adalah kepada Tuhan. Jangan lupa, orang yang menjaga kesehatannya jangan meninggalkan Tuhan. Dalam kehidupannya. Bersandarlah kepada Tuhan sebagai batu karang yang teguh,” ungkapnya saat ditemui di kantornya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Dr. John Palinggi, MBA: Pemerintah Sangat Serius & Telaten Antisipasi Masuknya Virus Corona!

John mengajak kita untuk sadar diri dan berusaha untuk hidup lebih baik lagi dalam menyikapi dan bertindak terhadap suatu hal dan persoalan hidup. Menurutnya, kita harus hidup semakin baik, dan bertobatlah. Jadikan Tuhan sebagai batu karang yang teguh’ dalam menghadapi persoalan hidup dan teruslah berbuat baik sesuai ajaranNya,” ajak John yang sangat dekat dengan Presiden dari masa ke masa, terbukti terpampang foto bareng dengan Presiden Soeharto hingga Jokowi di ruang kerjanya. SM

Dr. John Palinggi, MBA: Pemerintah Sangat Serius & Telaten Antisipasi Masuknya Virus Corona!

Dr. John N Palinggi., MBA (Pengamat Sosial)

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Mewabahnya Virus Corona yang awalnya ditemukan di kota Wuhan, China terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di seluruh belahan dunia. Virus baru yang menyebabkan penyakit “mendunia” ini secara resmi dikenal sebagai Corona Virus Disease (COVID)-19. Di Indonesia sendiri, semenjak Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi bahwa telah ada 2 warga negara Indonesia di Depok yang positif terjangkit virus corona, spontan masyarakat menjadi panik dan takut. Dalam pantauan, sejumlah pusat perbelanjaan (Mal) di kota metropolitan, Jakarta, ramai dikunjungi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok, sarung tangan, masker, vitamin, dan sebagainya untuk mengantisipasi menularnya virus tersebut.

Ironisnya, banyak masyarakat yang justru menyalahkan pemerintah, mengapa virus tersebut tidak bisa dicegah masuk ke Indonesia. “Saya harap, masyarakat jangan selalu menyalahkan pemerintah. Lebih baik kita menjaga kewaspadaan diri dan keluarga. Sejauh yang saya lihat, pemerintah kita sudah sangat bagus dan telaten dalam upaya mengantisipasi wabah virus ini yang telah melanda negara negara di dunia masuk ke Indonesia,” tutur Sekretaris Jenderal Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N Palinggi, MBA saat ditemui ruang kerjanya di Menara Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Dr. John Palinggi (Pengamat Sosial): Tangkal Virus Corona Dengan Bertobat & Mendekatkan Diri Pada Tuhan!

Pengamat sosial kemasyarakatan, John Palinggi ini memberikan contoh praktis untuk mengantisipasi penularan virus corona. Misalnya, menjaga kebugaran dan imun tubuh, yakni berolah raga secara rutin. Selain itu, makanlah ikan dan sayur yang segar, minum air yang dimasak, cuci tangan sebelum makan dan sehabis beraktivitas di luar rumah dan hindari bersalaman dan cium pipi yang merupakan kebiasaan kita,” papar John yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini bersemangat.

Menurut John, tindakan antisipatif pemerintah seperti kepada WNI dari Wuhan yang ditransitkan di Natuna dan dari kapal pesiar ke pulau Seribu, Jakarta adalah contoh konkrit betapa telaten dan seriusnya pemerintah menangani upaya pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia. Berharap upaya itu juga diterapkan di Bali, bahkan lebih ditingkatkan,” tandasnya. SM