Sidang Sinode GKSI ke 5, Willem Frans Anasanay, SH.,M.Pd: Agenda Persidangan Adalah Rekomendasi Tentang Rekonsiliasi Serta Pemilihan Ketua Sinode Baru

Sidang Sinode GKSI ke 5, Willem Frans Anasanay, SH.,M.Pd: Agenda Persidangan Adalah Rekomendasi Tentang Rekonsiliasi Serta Pemilihan Ketua Sinode Baru

Jakarta,Victoriousnews.com,-Perhelatan sidang sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) ke-5 digelar selama 2 hari Rabu sampai Kamis (18 sd 19 November 2020) dengan mengusung tema: “Akulah Alfa & Omega” (Wahyu 21:6) dan sub tema:’Menjadi jemaat GKSI yang mandiri, peduli, berintegritas dalam kesederhanaan pelayanan untuk mewujudkan jemaat otonom yang dewasa dalam daya & dana’.

Ketua Sinode GKSI Pdt. Marjio (ketiga dari kanan), Willem Frans Ansanay, SH.,M.Pd (Kedua dari kanan) saat memimpin persidangan sinode GKSI ke 5 (Rabu, 18/11/20).

Sehubungan masih berlakunya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi untuk menekan penularan corona di Jakarta, persidangan yang diselenggarakan di Kantor pusat sinode GKSI, Jalan Kerja Bakti, Kec.Makasar, Jakarta Timur ini diadakan dengan dua cara, yakni secara offline (tatap muka) dan online (aplikasi zoom). Secara keseluruhan Sidang Sinode ini diikuti 200 orang utusan GKSI se-Indonesia dan 25 orang utusan yang hadir hadir langsung secara offline.Dalam persidangan ini juga mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni: 3 M Mencuci tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak.

Willem Frans Ansanay, SH.,M.Pd (Ketua Majelis Tinggi GKSI)

“Agenda yang dibahas dalam sidang sinode GKSI ke 5 ini adalah AD/ART GKSI, rekomendasi sidang sinode, pemilihan yang baru, evaluasi program dan penyusunan program kerja ke depan berdasarkan program sebelumnya,” tukas Ketua Majelis Tinggi GKSI, Willem Frans Ansanay,S.H,M.Pd kepada wartawan. .

Menurut Willem Frans Ansanay yang juga pimpinan sidang, terkait rekomendasi sidang sinode kali ini sama seperti rekomendasi saat Sidang sinode sebelumnya yang diadakan tahun 2015 dan saat Rakernas tahun 2017 terdahulu yakni; mengusung adanya Rekonsiliasi di GKSI. Karena beberapa tahun ini telah terjadi dualisme kepemimpinan GKSI dibawah kepemimpinan Pdt. Marjio dan Pdt. Matheus Mangentang.

Lanjut Frans, selama ini kita selalu mengupayakan perdamaian dengan menempuh jalan rekonsiliasi di tubuh GKSI. Yang penting kita semua ada keinginan untuk berdamai. Gereja seharusnya cinta damai, kalau ada pihak yang tidak mau berdamai pasti ada yang tidak beres dengannya. “Sulitnya GKSI bersatu hingga saat ini karena ada satu pihak yang ingin mempertahankan jabatannya. Pasalnya, pihak tersebut, sejak berdirinya GKSI 32 tahun yang lalu (1988-2020), tidak pernah tergantikan sebagai ketua sinode,” ujar Frans.

Suasana persidangan sinode GKSI ke 5

Ketua Sinode GKSI sekaligus pimpinan sidang, Pdt. Marjio sangat bersyukur bahwa persidangan sinode ke 5 ini bisa berjalan lancar. Marjio juga mengucapkan terimakasih kepada pimpinan senior seperti Pak Frans Ansanay yang terus mendukung dan memberikan perhatian sehingga sinode GKSI bisa berkembang pesat sampai saat ini.SM

Dukung HUT Perwamki ke-17, Frans Ansanay, SH,M.Th, M.Pd: Saya Berharap Perwamki Memberitakan Kebenaran & Membawa Terang Kristus

Perayaan HUT ke 17 Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, didahului dengan diskusi webinar dengan mengusung tema “Persekusi Terhadap Umat Kristen, Mengiba atau Melawan”. Diskusi yang digelar pada hari Rabu, 28 Oktober 2020, pukul 15.30 Wib ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni: Bonar Tigor Naipospos (Setara Institute), Antonius Natan (Pengamat Sosial), Celestino Reda (Pengamat Media), Agus Panjaitan (Wartawan Spektrum), serta dimoderatori oleh Uya Pinta Panjaitan dan Paul Maku Goru.

Selanjutnya, pada puncak HUT ke 17 PERWAMKI, akan digelar pada hari Selasa, 10 November 2020 di Hotel Aviary, Bintaro, Tangerang Selatan pukul 17.00 Wib, Boulevard Bintaro, Jl. Raya Pd. Aren No.3A, Pd. Jaya, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Pagelaran puncak HUT yang mengusung tema besar “Bergeming Walau Diimpit Pandemi” diisi beragam acara menarik bakal tersaji dalam momen tersebut. Diantaranya adalah: Perwamki akan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki prestasi bagi masyarakat, gereja, bangsa dan Negara. Selain itu Perwamki juga akan meluncurkan Buku berjudul “Jurnalisme dan Makna kehadirannya”; meluncurkan Mars Perwamki; Potong Tumpeng HUT, Pagelaran Tarian Etnik Indonesia dan Musikalis Puisi.

Majelis Tinggi Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI), Willem Frans Ansanay, SH, M.Th, M.Pd, berharap kehadiran PERWAMKI dapat menjadi garam dan terang ditengah-tengah umat Kristiani di Indonesia, dalam membangun bangsa dan negara serta Gerakan Oikumenis. Seiring bertambahnya usia, lewat kiprah para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI, dapat terus membawa terang Kristus dalam setiap pemberitaan. Semoga dengan bertambahnya usia PERWAMKI, saudara-saudara wartawan yang tergabung di PERWAMKI dapat terus membawa terang Kristus dalam setiap pemberitaan lewat media-media yang dipimpinnya,” tutur Frans yang juga Ketua Sekolah Tinggi Teologia Injili Jakarta (STTJA).

 

Frans juga mengatakan agar para wartawan di PERWAMKI dapat memuat dan menerbitkan berita-berita secara berimbang. Menurutnya, sebagai wartawan, sudah selayaknya memberikan berita yang berimbang kepada para pembaca. Sebaliknya, kalau ada wartawan yang sampai berpihak, itu sama saja mengerdilkan medianya sendiri. “Saya mendorong para wartawan di PERWAMKI terus menjadi alat kontrol, tidak hanya di dalam lingkungan kekristenan, tetapi dalam berbangsa dan bernegara. “Saya pribadi berharap banyak supaya PERWAMKI berada dalam gerakan Oikumenis, memberitakan yang benar, kritis dan tegas serta dalam koridor keseimbangan berita. Begitupun dalam berbangsa dan bernegara, wartawan PERWAMKI harus berani memberitakan kebenaran, mengkritisi dengan tegas tetapi dalam koridor keseimbangan berita,” tukasnya. SM

Penuhi Aduan Warga, Satpol PP Jakarta Barat Bongkar Tembok Rumah Di Kedoya Selatan

Ini dia bangunan atas bangunan yang dibongkar Satpol PP

Berdasarkan surat yang dilayangkan oleh Kepala Sudis Cipta Karya, Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat Nomor 3123/-1.758.1 tertanggal 8 Oktober 2020 perihal rekomendasi bongkar paksa terhadap bangunan yang berlokasi di komplek Kedoya Baru Blok F2 Persil No.11 RT.018/ RW.10 Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, akhirnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota administrasi Jakarta Barat cepat merespons dan melakukan eksekusi pada tanggal 15 Oktober 2020 pukul 9.30 Wib.

Tembok atas bangunan yang menyalahi aturan dibongkar paksa oleh Satpol PP Jakbar, Kamis, 15/10/20 pagi

Eksekusi bongkar paksa bangunan milik Wali Gunawan yang dilakukan oleh Satpol PP kota Administrasi Jakarta Barat ini disaksikan anggota Polres Jakbar, Koramil, Babinsa Kelurahan Kedoya Selatan, serta Pengurus RW setempat. Dalam pantauan wartawan, Kamis (15/10/2020), Satpol PP Kecamatan Kebon Jeruk dan Walikota Jakarta Barat diberikan wewenang untuk membongkar bangunan rumah bagian atas yang dinilai telah menyalahi aturan dan diprotes warga sekitarnya.

Gala Sitinjak (paling kiri) usai pimpin eksekusi bongkar bangunan

Pada saat itu,bagian penindakan Kantor Kota Administrasi Jakbar, Gala Sitinjak memimpin langsung pembongkaran tembok bagian atas rumah mewah milik warga yang masih dalam proses pembangunan. Sejak awal pembongkaran, tidak ada keberatan dari pemilik rumah tersebut. “Kami melakukan eksekusi karena adanya protes dari warga sekitar yang menganggap tembok tersebut mengganggu. Persoalan ini, sebelumnya sudah dirapatkan di Kecamatan Kebon Jeruk. Bangunan bagian atas rumah yang dibongkar sekitar 14 meter. Eksekusi pembongkaran dilakukan hati-hati agar puing-puing tidak masuk ke rumah warga sekitar rumah tersebut,” ujar Gala yang ditemui Wartawan usai pembongkaran.

Lanjut Sitinjak, pemilik rumah sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak meneruskan pembangunan. Dia menyarankan, agar saat membangun rumah disesuaikan dengan izin mendirikan bangunan (IMB). Jangan sampai melanggar, karena pasti akan dilakukan penindakan.

“Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk rumah tinggal, tetapi kenapa harus menjulang sampai 4 lantai, sudah seperti ruko saja,” ungkap Dr. John Palinggi yang rumahnya persis di sebelah bangunan yang bermasalah tersebut. Ketika dihubungi secara terpisah, Dr. John Palinggi, mengakui bahwa, sejumlah tetangga di sekitar rumah juga telah protes karena bangunan yang ada tidak sesuai dengan IMB. Salah satunya, di IMB bangunan hanya 3 lantai, tapi kenyataannya ada 4 lantai. “Selama proses pembangunan sangat mengganggu tetangga samping dan belakang. Akhirnya setelah protes dilayangkan warga, langsung direspon cepat oleh pemerintah setempat,” tukas Dr.John.

Tampak depan, rumah milik warga yang dinilai menyalahi aturan

Seperti surat yang beredar sebelumnya, sudah ada laporan pengaduan terkait ketidaksesuaian bangunan berupa penambahan lantai. Dan, sudah diambil tindakan Surat Peringatan No. 95/-1.758.1/SP/JB/2019 tanggal 13 Februari 2019. Kemudian dilanjutkan dengan Surat Segel dan Pemasangan Papan Segel No 92/-1.758.1/SS/JB/2019 tanggal 20 Februari 2019. Pada hari yang sama, keluar Surat Perintah Bongkar Sendiri No. 97/-1.758.1/SPB/JB/2019 tanggal 20 Februari 2019. Lalu, pemilik bangunan telah membongkar sendiri ketidaksesuaian bangunan pada tanggal 21 Maret 2019. Ant

Resensi Buku Karya Emanuel Dapa Loka: Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi

Buku setebal 214 halaman berjudul “Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi” ini ditulis oleh Emanuel Dapaloka, wartawan senior alumni Akademi Komunikasi Yogyakarta, Jurusan Jurnalistik. Buku ini terdiri dari 9 Bab dan diterbitkan pertamakali dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Altheras Publishing. Melalui buku ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca, khususnya kaum milenial zaman now agar terbeban menjadi garda terdepan dalam pencegahan tindak pidana korupsi.

Menurut Emanuel, buku ini berisi kumpulan tulisannya yang telah tersebar di beberapa media. Bukan reportase, tapi merupakan permenungan pribadi atau soliloqui atas berbagai hal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, yang kadang mendatangkan keprihatinan, perasaan jengah, marah, sedih, cemas, namun ada juga yang menyulut kegembiraan dan harapan. “Yang paling memprihatinkan adalah berbiaknya perilaku korup, maling, rakus, fitnah, jegal-menjegal di tengah-tengah para elit dan kaum terpelajar. Diantara mereka terasa kuat prinsip: senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Sesungguhnya, inilah tipe manusia pengkhianat kelas dewa, Namun, hebatnya, orang semacam ini panda mengolah kata-kata untuk memanipulasi fakta atau setidaknya mengaburkan daya kritis orang, lalu tetap memujanya sebagai orang paling baik nan suci sedunia,” tukas Eman yang juga mantan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) periode 2008 s/d 2010.

Pertanyaannya yang mengemuka di benak pembaca, adalah mengapa judulnya ‘Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi’? Pertama, judul tersebut saya ambil dari salah satu tulisan dalam buku ini. Dan tulisan tersebut tentang korupsi. Dan patut segera dicatat bahwa melalui tulisan-tulisan pada bab korupsi saya tidak sedang mengupas ikhwal korupsi dari sudut hukum. Tulisan tersebut sekedar entakan-entakan kecil dari sisi moral untuk mengingatkan kita bahwa perilaku korup adalah tindakan keji yang bisa membunuh manusia, melumpuhkan nurani, daya nalar dan membangkrutkan negara. Kedua, perilaku korup sudah sampai pada stadium parah. Bahkan merwka yang ditangkap lalu divonis, karwena apes saja. Banyak pelaku lain yang masih selamat karena lincah bermain-main di atas gelombang korupsi. Tapi yakinlah, ibarat tupai yang sangat pandai melompat kesana kemari, suatu saat bisa jatuh juga. Atau kalaupun para koruptor itu tidak tertangkap di dunia ini, di dunia lain yang jaraknya hanya seutas nafas manusia itu, mereka pasti akan mendapatkan bayaran yang setimpal. Mengapa? Karena mereka menari-nari di atas penderitaan rakyat yang sepanjang tahun berjuang habis-habisan bahkan menyabung nyawa,” tandas suami dari Suryani Gultom & Ayah dari Theresia Loise Dapaloka yang juga sukses merilis 9 judul buku sebelumnya, yakni: In Providentia Dei, Narasi Rahmat Allah, Orang-Orang Hebat; Dari Mata Kaki ke Mata Hati; Ikhlas Adalah Kekuatanku; Entrepreneurship Seorang Purnawirawan; For The Glory of God; Menyeberangi Ngarai Berbagi Kasih; Iman Mereka Hidup.

Peluncuran Buku di kantor Majalah Narwastu, Selasa, 25/8/2020 Siang. Ki-ka: Jonro Munthe (Pemimpin UmumMajalah Narwastu-Pembina Perwamki), Pdt. Sapta Siagian (Kabid Rohani Perwamki), Agus Panjaitan (Sekum Perwamki), Roy Agusta (Pemred Chronos Daily.com ), Stevano Margianto (Ketum Perwamki), Emanuel Dapaloka (Pembina Perwamki/Penulis Buku Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi) & David Pasaribu (Pengurus Perwamki DKI Jakarta)

Pada bab pertama, penulis mengentak kesadaran tentang nistanya korupsi dan sang koruptor. Pada bab pertamalah tulisan berjudul Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi tersua bersama empat buah artikel lain yang juga berbicara tentang korupsi: Imajinasi adalah Sayap, Agar Manusia Tidak jadi Kera, Habitus Non Facit Monachum dan Hidupkan Imajinasimu.

Seperti dikatakan Yustinus Prastowo dalam kata pengantarnya, melalui buku ini, penulis tidak sedang menguliti korupsi dan bagaimana mengatasinya. “Emanuel membidik korupsi bukan sebagai persoalan hukum atau birokrasi, melainkan persoalan moral,” tulis Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu.

Yustinus pun menjabarkan kata “moral” di negeri ini yang telah terlanjur menjadi istilah klise. Kata Yustinus, kata moral itu terlalu sering dikhotbahkan secara mubazir sampai kita bosan mendengarnya, bahkan muak. “Dalam buku ini Emanuel memang banyak menulis tentang moral, tetapi bukan dengan gaya kotbah melainkan kisah. Tanpa terlalu banyak konsep, kisah dan kesaksian punya daya lebih kuat daripada kotbah sama seperti teladan punya daya lebih kuat untuk menggerakkan orang daripada nasihat-nasihat yang nyaris tak mungkin disanggah,” papar Yustinus yang juga pendiri dan Ketua FoRGES (Forum Gaudium et Spes). Bagi Anda yang ingin mendapatkan buku ini silakan menghubungi No HP. 0812.1347.1015. SM

PASTI! BULAN SEPTEMBER 2020, PERWAMKI & STT LETS GELAR PELATIHAN JURNALISTIK MELALUI APLIKASI ZOOM

Jakarta, Victoriousnews.com,-Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki) pastikan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik kepada kaum milenial dan masyarakat umum, pada hari Selasa, 1 September 2020, pukul 19.30 melalui zoom. Pelatihan Jurnalistik Perwamki yang rencananya digelar 5 kali pertemuan (setiap Selasa) ini bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teologia Lighthouse Equipping Theologia School (STT LETS). “Sebagai Ketua umum DPP Perwamki, saya melihat pelatihan jurnalistik ini sangat baik dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat umum, terutama mahasiswa ketika melakukan penulisan skripsi atau tesis, “ jelas Ketua Umum DPP Perwamki, Stevano Margianto.

Menurut Margianto, melalui pelatihan jurnalistik ini juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk dapat melahirkan karya-karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang. Serta dapat diperkaya oleh para narasumber yang kompeten dan berpengalaman dalam dunia jurnalistik. “Apalagi di Era teknologi canggih ini, kita semua dituntut untuk cerdas mengikuti perkembangan zaman, terutama di media sosial yang kerap viral. Nah, jika Kita sudah dibekali ilmu jurnalistik, maka kita bisa membedakan mana berita hoax, berita yang tendensius bernuansa SARA, dan berita2 lainnya,” papar Margianto.

Sementara itu, Kordinator Pelaksana Emanuel Dapa Loka mengatakan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan kaidah-kaidah jurnalistik kepada siapa saja yang tertarik di bidang kewartawanan, khususnya di media Kristiani.

Lanjut wartawan tempusdei.id ini, pelatihan tersebut akan diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom, setiap Selasa malam selama September mulai 19.30 WIB. Ada beberapa nama yakni Jonro I. Munthe, Agus R. Panjaitan, Paul Maku Goru, Roy Agusta, Antonius Natan dan Emanuel Dapa Loka sendiri yang akan menjadi narasumber.

Sedangkan Roy Agusta selaku sekretaris panitia pelaksana, menyampaikan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan secara berkesinambungan selama 5 kali atau total selama 7.5 jam, akan mendapatkan E-Sertifikat. “Untuk paket Dasar Jurnalistik ini kami kenakan kontribusi Rp100 ribu untuk 5 kali pertemuan daring,” tambah Roy.

Penasihat PERWAMKI Dr. Antonius Natan, MTh menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik ini sangat penting mengingat profesi jurnalis sekarang ini tidak bisa lagi dianggap sebagai profesi “mainan” yang siapa saja boleh punya kartu pers selama dia kenal seseorang yang bekerja di media. “Citizen Journalism boleh saja berkembang sesuai eranya, tetapi jurnalis Wartawan Kristen Berbagi Ilmu Melalui Pelatihan Jurnalistik kristiani harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip jurnalistik secara profesional,” kata Antonius.

Perwamki adalah organisasi wartawan yang mewadahi para wartawan kristiani. Para wartawan yang bergabung dalam organisasi ini mendapat kesempatan untuk saling memperkaya dalam wawasan dan keterampilan jurnalistik. “Kini waktunya kita ikut berbagi. Kalau kita tak punya sembako untuk berbagi, ya kita bagi ilmu dan pengalaman,” pungkas Emanuel Dapa Loka.

Emanuel Dapaloka pernah jadi juara III penulisan artikel yang diadakan “Kompas” pada 2013 dan Jonro I. Munthe pernah terpilih jadi “Jurnalis Muda Motivator 2009 Pilihan Majelis Pers Indonesia”

Jonro I. Munthe, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi majalah NARWASTU menyebutkan, PERWAMKI hadir sebagai lembaga para jurnalis dan media Kristiani diawali pada September 2003 dibicarakan pendiriannya di kantor tabloid Victorious dan saat itu tuan rumah pertemuan Suratinoyo dan Margianto, lalu di kantor NARWASTU pada Oktober 2003 dibentuk pengurus dengan tuan rumah Jonro Munthe, dan pengurus terpilih saat itu Suratinoyo jadi ketua dan Emanuel Dapaloka jadi sekretaris.

Sejak berdiri PERWAMKI pada Oktober 2003 sudah diadakan Munas I pada 2005 di Puncak (Bogor), Munas II di Ciawi (Bogor) pada 2008, Munas III di Cipanas, Jawa Barat, pada 2010, Munas IV di Denpasar (Bali) pada 2013, Munas V di Singapura pada 2016 dan Munas VI di Bogor pada 2019.

PERWAMKI memiliki kader-kader berprestasi hingga jadi pemimpin media massa, penulis buku dan mendapat penghargaan dari organisasi atau lembaga pers serta sering diundang jadi pembicara soal jurnalistik dan fenomena media sosial. Silakan segera mendaftarkan diri melalui no WA: 0812.1353.8181. SM

Pengacara Senior Jhon SE Panggabean.,SH.,MH Mengapresiasi Aksi Peduli Perwamki Ke Panti Asuhan Immaculata Bekasi

Bekasi,Victoriousnews.com,- Bertepatan dengan hari libur Waisak (Kamis, 7/5/2020), Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (DPP PERWAMKI) menggelar aksi peduli kasih ke Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PERWAMKI, Stevano Margianto mengatakan, aksi peduli ini selain sebagai wujud membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19, juga wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. “Kita (PERWAMKI) sudah lama membicarakan akan melakukan aksi sosial ini, namun kita maping dahulu kepada siapa bantuan ini nanti kita salurkan, makannya baru sekarang bisa terlaksana. Kita berusaha ‘Menjangkau yang Tak Terjangkau’, itu kita lakukan karena kita ingin bantuan yang kita salurkan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Margianto.

Ketum DPP Perwamki, Stevano Margianto menyerahkan bantuan

Menurut Margianto selanjutnya, aksi peduli ini murni hasil swadaya para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI tanpa bantuan dari pihak mana pun. “Semua orang tahulah keterbatasan wartawan, apalagi wartawan media kristiani. Tetapi kita masih mau memberi dari keterbatasan pendapatan kita karena dilandasi Kasih Kristus. Kami memberi dengan tulus,” terang Margianto.

Sementara, koordinator Aksi Peduli Covid-19 PERWAMKI, Deddy Poltak Tambunan menjelaskan, Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculatta, dipilih karena informasi yang diterima Perwamki, panti asuhan tersebut belum mendapat bansos.

Panti asuhan tersebut saat ini mengurus 53 orang, ada yang masih bayi, remaja, hingga ada yang usia 18 tahun. Panti dikelola oleh 12 orang pengurus. “Yang kita lihat, mereka ini sangat membutuhkan dukungan kita di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Deddy yang juga Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP PERWAMKI ini.

Menurut Deddy, bantuan yang diberikan Perwamki ke panti, berupa beras 100 kg, 4 botol handsanitizer, @500 ml, 12 lusin masker kain, 10 minyak telon @50 ml, 3 botol sirup jeruk, dan 6 kaleng susu bubuk,” tambah Deddy dari gerejani.com.

Penasihat Perwamki Jhon Panggabean menyerahkan bantuan

Turut hadir dalam aksi peduli Perwamki, Penasehat Bapak John S.E Panggabean, SH,MH bersama 2 orang putrinya Clara dan Grace yang juga menjadi pengacara muda. Serta hadir Bendum DPP Perwamki Nuel Wicaksono (Tabloid Mitra Indonesia), Victor Ambarita (Majalah Suara HKBP), DPD Perwamki Jabar Jack Rusto (bekasipedia.com), dan DPD Perwamki DKI Jakarta David Pasaribu (majalahtransformasi.com)

Ketum Margianto menyampaikan kata sambutan DPP, dan simbolik penyerahan bantuan beras, setelah itu Bapak John Panggabean kata sambutan mewakili Penasehat, dan menyampaikan simbolik bantuan masker, minyak telon, dan handsanitizer, berikutnya Bendum Nuel menyerahkan bantuan sirop dan susu kaleng.

Pendiri sekaligus pembina Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI), Yuliana E.T. Rahail, dalam kata sambutannya, menyampaikan terima kasih untuk bantuan yang disampaikan, dan berdoa agar Perwamki semakin diberkati Tuhan Yesus. Yuliana yang kerap disapa Yeti, mengaku mendirikan panti sebagai pemenuhan janjinya kepada Tuhan atas mujizat padanya. Lanjut Yeti,pada 11 Februari 1994, ia mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas tol Cibubur–Jagorawi yang menyebabkan tangan kirinya putus di tempat. Kecelakaan itu nyaris merenggut nyawanya. Penderitaannya tidak selesai hanya dengan kehilangan tangan. Tulang ekor dan tulang punggungnya ternyata patah, kedua kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Dokter ahli syaraf dan tulang yang menanganinya memvonis bahwa dia akan  lumpuh total. Atas pertolongan Tuhan, Yulia kemudian bisa sembuh. Dia pun menggenapi janjinya mendirikan dan mengelola panti tersebut hingga hari ini. “Pertolongan Tuhan selalu ada. Tuhan tidak akan membiarkan kami mati. Tuhan selalu menolong,” ujar Yeti yang dulunya pernah bekerja di Aspac Bank cabang Cibinong.

Yuliana-pendiri Panti Asuhan KAMI

Lanjut Yeti, setelah dinyatakan sembuh, Yeti memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memenuhi janjinya kepada Tuhan. “Dalam doa saya,saya berjanji sama Tuhan, jika disembuhkan dari kelumpuhan, saya akan melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Akhirnya saya memutuskan merawat anak-anak yang terlantar, mulai dari bayi hingga kuliah. Sampai saat ini sudah ada 4 orang yang menjadi Sarjana,” tutur Yeti sembari menambahkan bahwa Panti ini didirikan sejak 17 Mei 1996.

Menurut Yeti, banyaknya anak-anak Papua yang diasuh dalam pantinya merupakan permintaan almarhum ayahnya sebelum dipanggil Tuhan April 2019. “Sebelum dipanggil Tuhan ayah saya berpesan, agar banyak merawat anak-anak yang berasal dari tanah kelahirannya. Saya berharap anak-anak saya memiliki masa depan. Kenapa? Karena mereka sebelumnya sudah terlantar, dan saya harus merawatnya dengan baik. Kami mohon doanya, agar kami tidak patah arang. Karena menghadapi hidup ini sudah semakin sulit,” ujar Yeti

Usai aksi peduli Covid-19, Sekum PERWAMKI, Agus R Panjaitan (majalahspektrum.com), menyampaikan terima kasih kepada setiap wartawan yang berpartisipasi hingga terlaksana aksi sosial peduli Covid-19 ini. “Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang mau bergotongroyong (urunan) dana, dan naturanya untuk aksi peduli ini. Terima kasih yang tak terhingga karena saya tahu anda memberi bukan dari kelebihan anda tetapi dari keterbatasan anda,” ungkap Agus.

Agus meyakini, apa yang dilakukan para wartawan di Perwamki murni dilandaskan kasih ingin berbagi. Pasalnya, guna terlaksana aksi peduli ini, tanpa bantuan materiil atau kerja sama dari pihak mana pun. “Sengaja kita tidak minta bantuan (proposal) dari pihak luar, apalagi ada agenda kepentingan pribadi atau media tertentu, karena kita sedang menguji ketulusan dan kasih kita kepada sesama di tengah keterbatasan kita sebagai wartawan,” pungkas Agus.

Sementara itu, Jhon SE Panggabean, SH.MH selaku penasehat Perwamki sekaligus pengacara senior sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ketum Perwamki, Sekjen, Bendum serta teman-teman pengurus dalam melakukan aksi peduli kepada Panti Asuhan. “Makanya ketika saya dengar kemarin, bahwa akan dilakukan aksi peduli ke Panti Asuhan ini, saya langsung ikut. Walaupun saat ini masih masa PSBB karena pandemi corona,” Ujar Jhon.

Ki-ka: David Pasaribu, Victor Ambarita, Deddy Poltak, Jhon Panggabean (Penasihat Perwamki), Agus Panjaitan, Stevano Margianto & Nuel Wicaksono

Lanjut Jhon, ke depan, hal-hal semacam ini mesti tetap dilanjutkan. “Bukan hanya sekali ini saja, tetapi harus tetap ada kegiatan. Makanya kita akan bergotong royong, bahu membahu untuk melakukan sesuatu kepedulian kita terhadap sesama dan orang-orang yang membutuhkan. Biarlah Perwamki ke depan semakin solid. Khususnya pengurus maupun anggotanya. Dan selalu berbuat hal-hal untuk kepentingan umum. Termasuk bakti sosial seperti ini,” pungkas Jhon usai acara bakti sosial. Ant

Wajah Gembira Ratusan Karyawan Perkantoran Graha Mandiri Ketika Menerima Bansos, Hendry Parulian (Chief Security): Kami Doakan Pak John Senantiasa Sehat & Usahannya Diberikan Keberkahan

Jakarta, Victoriousnews.com,- Ratusan karyawan yang bertugas sebagai security, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi di gedung perkantoran Graha Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, tampak senang ketika menerima bantuan 10 kg beras dan uang tunai dari Dr. John Palinggi ( Jumat, 1/5 2020) pagi.

Para petugas keamanan, petugas kebersihan, teknisi, dan juru parkir perkantoran Graha Mandiri berbaris rapi sebelum menerima bansos dari Dr. John Palinggi (Jumat, 1/5/2020)

Pagi itu tepat pukul 08.00 Wib, Dr. John N. Palinggi yang juga berkantor di Graha Mandiri lantai 25, dengan rendah hati dan peduli menemui seluruh karyawan yang setiap hari bergelut di bidang keamanan, kebersihan, maupun teknisi gedung.

Aksi peduli Dr. John Palinggi membagikan 10 kg beras dan uang tunai kepada karyawan perkantoran Graha Mandiri

Dr.John Palinggi dalam kata sambutannya, mengungkapkan, bahwa, pemberian bantuan ini merupakan wujud kasih persaudaraan yang telah terjalin indah selama berkantor di Graha Mandiri ini. Ia juga sangat memahami kesulitan yang terjadi sekarang ini. Apalagi Ibadah puasa dilaksanakan ditengah pandemi corona. “Oleh karenanya,sebagai bentuk kepedulian saya memberikan bantuan ini. Saya berharap bantuan ini bisa meringankan sedikit beban hidup saudara-saudaraku semua. Kita sama-sama berharap, pandemi ini bisa segera berlalu,”ujar Dr. John Palinggi di hadapan ratusan petugas keamanan, petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi gedung Graha Mandiri.

Dr. John Palinggi menganggap mereka semua adalah saudaranya

Lanjut Dr. John, tugas sebagai keamanan (security), petugas kebersihan, juru parkir, dan teknisi tidaklah mudah. “Setidaknya, harus memastikan mereka yang berkantor di gedung tersebut aman, bersih, dan tidak ada masalah baik listrik maupun AC. Karena itu, sudah sepatutnya kita memberi apresiasi terhadap mereka yang bergelut di bidang-bidang ini,” Papar John.

 

 

Usai Menyalurkan bantuan, Dr. John Palinggi berpose bersama dengan karyawan perkantoran Graha Mandiri

Pada kesempatan tersebut Dr. John juga menyampaikan bahwa, dirinya merasa semua mereka yang bertugas mengelola gedung itu sudah seperti saudara. “Saya bersyukur bisa memberikan bantuan ini dan berharap mereka sabar dan tekun dalam menjalani pekerjaannya. Yakinlah dengan bekerja tekun, maka Tuhan akan membukakan pintu berkah,” tandas Dr. John Palinggi yang juga salah satu pendiri Asosiasi Badan Usaha Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bersama Jendral Awaludin sejak tahun 2000.


Chief Security Perkantoran Graha Mandiri, Hendry Parulian, mengungkapkan, bahwa selama ini perhatian John Palinggi demikian besar, utamanya kepada para pekerja. “Kami sangat berterimakasih kepada Pak John Palinggi yang sangat luar biasa perhatiannya kepada kami sebagai karyawan yang bekerja di Graha Mandiri ini. Kami mengenal beliau sebagai orang yang sangat baik di lingkungan kami. Dan sangat dekat dengan kami semua,terutama karyawan yang berada di lapangan, seperti: security, teknisi, juru parkir,maupun petugas kebersihan,” papar Hendry sembari menambahkan yang menerima bantuan berjumlah 140 orang, 62 orang diantaranya adalah petugas keamanan.
Hendry menilai, figur Pak John sangat berdedikasi tinggi dan sangat kepada setiap orang terutama di lingkungan perkantoran Graha Mandiri.

“Melalui bantuan ini memang sangat membantu rekan-rekan pekerja, apalagi di tengah situasi pandemi corona saat ini. Oleh karenanya kami selalu doakan Pak John dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran usaha, serta keberkahan,” pungkas Hendry mewakili puluhan karyawan yang mendapatkan bantuan. Ant

Enam Arahan Presiden Jokowi Terkait Dampak Covid19 Terhadap Sektor Ketenagakerjaan

Read More

Aksi Peduli Sambut Bulan Suci Ramadhan & Meringankan Beban Warga Yang Terdampak Wabah Corona

Jakarta, Victoriousnews.com,- Badai virus corona atau yang populer dengan sebutan corona virus disease (covid-19) telah menjangkiti manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampak dari virus corona ini bukan hanya membunuh ribuan jiwa saja, melainkan juga melumpuhkan tatanan kehidupan manusia di berbagai bidang. Baik di bidang sosial, hukum, perdagangan,politik, budaya, agama, wisata, ekonomi dan lain sebagainya. Bayangkan saja, sejak awal Maret 2020, pandemi virus corona yang menerpa Indonesia, telah banyak perusahaan yang gulung tikar, akibatnya angka pengangguran pun meningkat tajam.
Bahkan dampak ekonomi yang sangat mencolok juga menerpa masyarakat yang berpenghasilan rendah atau masyarakat yang tidak punya penghasilan tetap.


Melihat kondisi bangsa terkini, mendorong tokoh kerukunan umat beragama, Dr. John N Palinggi,MBA, menggelar aksi peduli kepada warga sekitar di tempat tinggalnya yang berada di kawasan RW.04 Perumahan Taman Kedoya Baru, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Mantan ketua RW. 04 Taman Kedoya Baru selama dua periode ini tergerak untuk meringankan beban warga dengan membagikan masker dan uang tunai kepada warga RW.04, khususnya di lingkungan RT. 01 dan RT.019 “Yang saya berikan tidak seberapa. Saya rindu dapat membantu warga yang kesusahan akibat wabah Corona, apalagi yang akan menjalankan ibadah puasa bulan ramadhan,” kata Dr. John Palinggi ketika menyampaikan kata sambutan di Balai Warga RW 04, Komplek Perumahan Taman Kedoya Baru, Rabu (22/4/2020) pagi.

Ki-ka: Dr. John Palinggi, Marwan Saari (Lurah Kedoya Selatan), Agus (Ketua RT.019/RW.04), dan salah satu tokoh masyarakat setempat, Rabu (22/4).

Menurut John, aksi peduli yang dilakukannya merupakan bagian dari kehidupan kita sebagai manusia dengan manusia. “Saya sadar bahwa, dengan masyarakat di sekeliling rumah saya, rata-rata mereka orang Betawi, yang juga saya anggap sebagai keluarga saya. Dalam situasi sulit ini, kita harus saling menguatkan dan saling mendukung, walaupun sangat kecil yang saya berikan harus ikhlas dan tulus. Ikhlas tulus tidak usah melihat siapa, yang kita lihat keadaannya yang susah perlu dibantu. Mereka sudah saya anggap saudara saya, ” tukas John Palinggi yang telah tinggal di Perumahan Taman Kedoya Baru selama 27 tahun.


Lanjut Dr. John Palinggi, di lingkungan RW.04 Kelurahan Kedoya Selatan, ini ada 19 RT. 3 RT di antaranya berada di luar lingkungan komplek perumahan Taman Kedoya Baru. ”Total keluarga di RW.04 ini ada 1.600 KK. Warga 3 RT di luar kompleks perumahan umumnya adalah orang Betawi yang kemarin tidak kebagian bantuan paket sembako dari Pemprov DKI Jakarta karena PSBB wabah Corona,” tukas Dr. John Palinggi yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat Badan Interaksi Sosial Masyarakat (DPP BISMA).
Selain dalam rangka mendukung program pemerintah memerangi pandemi Covid-19, aksi sosial John Palinggi juga dilakukan karena akan memasuki Bulan Suci Ramadhan.
“Aksi sosial saya tadi, juga karena saudara-saudara saya itu akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, berpuasa di bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Saya pun meminta maaf lahir dan bathin, karena selama 27 tahun terus berinteraksi bersama. Kesempatan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan,” tutur pengusaha sukses ini bersemangat.

Ki-ka: Agus (Ketua RT.019, Pimpinan Ponpes Al-Khairiyah, Ustad H Munadi dan Dr. John Palinggi usai aksi sosial.

Aksi peduli kasih Dr. John Palinggi ini digelar di dua tempat. Pertama dilakukan di lapangan (Balai RW.04) lingkungan RT.019 tak jauh dari rumahnya. Kedua, adalah di pesantren Al-Khairiyah (lingkungan RT.01).Hubungan John dengan Ustadz H. Munadi (pendiri pesantren) sangat dekat. Saking dekatnya, John kerap menyebut Ustad Munadi sebagai ayahnya.

Dr. John Palinggi, MBA setelah menggelar aksi sosial, Rabu (22/4)

Aksi peduli ini meliputi 3 wilayah Rukun Tetangga, yang banyak dihuni oleh warga Betawi, yakni sekitar 200an warga, termasuk diantaranya warga lanjut usia (Lansia), dan yang terdampak langsung kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19, jumlah tersebut belum termasuk anak-anak yang juga turut mendapat bantuan.
Turut hadir dalam aksi peduli tersebut adalah Marwan Saari, SH (Lurah Kedoya Selatan), Soeroso (Babinsa), Satpol PP, dan disaksikan langsung oleh ketiga Ketua RT, dua diantaranya hadir, yakni Ketua RT 01 H. Syamsuri, dan Ketua RT 19 Agus, serta dibantu sejumlah security kompleks perumahan taman kedoya baru. Meski melibatkan banyak orang, aksi sosial ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan protokol pencegahan pandemi Covid-19.
Lurah Kedoya Selatan Marwan Saari,SH, menyambut baik aksi sosial yang dilakukan John Palinggi, dan berharap bantuan yang diberikan dapat berguna membantu kehidupan warga.
Ustadz H. Munadi, juga menyampaikan terima kasih atas aksi sosial yang dilakukan John Palinggi. Ia berharap bantuan tersebut dapat menolong warga dan hubungan akrab serta penuh persaudaraan tetap terjalin indah.
Sementara itu, Bapak Dana, yang juga security kompleks perumahan Taman Kedoya Baru, menilai, bahwa aksi sosial tersebut sangat baik untuk meringankan beban warga yang terdampak corona. “Saya melihat Pak John itu orang yang sangat baik dan peduli terhadap orang kecil. Beliau itu orangnya tidak tegaan, apalagi melihat warga yang kurang mampu,” tutur Dana kepada wartawan. SM

Upaya Ketat Cegah Covid-19, 5 Negara Tetangga Indonesia Ini Belum Ada Kasus Kematian Corona!

Jakarta, Victoriousnews.com,-Secara global di seluruh dunia (213 negara), jumlah kasus positif terinfeksi covid-19 terus mengalami peningkatan. Sesuai data yang dikutip dari website resmi pemerintah (covid19.go.id) per 14 April pkl. 21.00 Wib, jumlah kasus terkonfirmasi adalah 1.848.439 jiwa, dan kasus kematian berjumlah 117.217 jiwa. Sementara di Indonesia, jumlah kasus positif 4839 jiwa, yang sembuh berjumlah 426 jiwa, dan yang meninggal 459 jiwa.

Angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia itu bahkan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. NamunNamun demikian, ternyata ada beberapa negara di tetangga Indonesia yang justru tidak mencatatkan kasus kematian akibat COVID-19 sama sekali. Selain itu, mereka juga hanya melaporkan sedikit kasus. Seperti dilansir detik.com, salah satu negara itu adalah Vietnam. Negara yang juga masuk kawasan Asia Tenggara ini disebut berhasil menekan angka kasus dan kematian akibat upaya ketat yang dilakukan pemerintahnya, seperti pembatasan transportasi dan jarak fisik (physical distancing), karantina sebagian wilayah dan penanganan kesehatan yang baik.
Berikut daftar lima negara tetangga RI yang belum memiliki kasus kematian COVID-19 sama sekali:
1. Vietnam. Kasus: 262. Sembuh: 144. Meninggal: 0
2. Kamboja. Kasus: 122. Sembuh: 77. Meninggal: 0
3. Laos. Kasus: 19. Sembuh: 0. Meninggal: 0
4. Papua New Guinea.Kasus: 2. Sembuh: 0.Meninggal: 0
5. Timor-Leste. Kasus: 2.Sembuh: 1. Meninggal: 0
(SM)