Sosok Sang Mama Di Mata Anak-Anak Pdt.Pengky Andu: Teladan Mama Yang Patut Dicontoh Adalah Ketegasan Mendidik Anak-anaknya Agar Tidak Terlambat Ibadah & Pelayanan!

Sosok Sang Mama Di Mata Anak-Anak Pdt.Pengky Andu: Teladan Mama Yang Patut Dicontoh Adalah Ketegasan Mendidik Anak-anaknya Agar Tidak Terlambat Ibadah & Pelayanan!

Pdt. Pengky Andu bersama ketiga anaknya, saat penghormatan terakhir di hadapan jenasah sang istri (Almh. Ibu Endang). Ki-ka: Vicky Daud Natanael (Putra ketiga), Lucky Ratna Yuanita (Putri Pertama) & Dessy Ratna Natalia (Putri kedua)

Surabaya,-Victoriousnews.com,– Alkitab dengan gamblang menuliskan, bahwa, “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya…” (Amsal 13:22a). Tentu saja warisan yang dimaksud disini bukanlah sekedar tentang harta benda saja, melainkan warisan iman orang tua kepada anak-anaknya sebagai generasi penerus.

Baca Juga : Setelah 52 Tahun Pernikahan, Pdt. Pengky Andu: ‘Kembang Desa’ Itu Telah Pergi, Hidupku Terasa Kosong & Janji Tidak Menikah Lagi!

Sebagai orangtua Kristiani, tentu mendoakan serta mendidik anak-anaknya ketika dewasa kelak menjadi pewaris kerajaan Sorga, sukses, bahagia dan diberkati dalam segala hal. Hal itulah yang dirasakan oleh Dessy Ratna Natalia (Putri kedua) dari pasangan Pdt. Pengky Andu & Almh. Ibu Endang Satini ketika dihubungi melalui jejaring media sosial Whatsapp (Sabtu,8/2) siang.

Cinta Seorang Suami kepada Istri. Pdt. Pengky Andu tiba di RS. Senin siang 20/1. Mendoakan sang istri yang dalam keaadan koma, detik-detik sebelum dipanggil Tuhan.

Sebagai seorang anak, Dessy memiliki hubungan batin dan banyak kenangan indah yang sulit untuk dilupakan dan membekas dalam hati bersama sang Mama yang telah dipanggil Tuhan pada 20 Januari 2020 lalu. Salah satu didikan yang baik dan patut diteladani, menurut Dessy, adalah ketegasan sang Mama yang selalu to the point dalam berbicara, selalu on time dalam segala hal dan tidak boleh terlambat dalam ibadah serta pelayanan. “Kalo buat saya pribadi sih Mama itu orang yang ‘keras’ dalam arti positif. Yang selalu to the point kalo ngomong, meskipun kadang nggak enak di telinga. Yang selalu on-time dalam segala hal, terutama dalam hal ibadah & pelayanan, nggak boleh terlambat,” tukas Dessy.

Senada dengan Dessy,  Putri pertama Pdt. Pengky Andu (Lucky Ratna Yuanita) juga merasakan banyak teladan baik yang patut diteruskan oleh anak-anaknya. “Dimata saya, mama wanita yang hebat. Sosok yang kuat dan sangat tegar dalam menghadapi segala keadaan. Bagi saya, bisa tumbuh menjadi wanita yang kuat dalam segala proses kehidupan saya pribadi. Ini karena mama. Saya banyak belajar dari mama,” tutur Lucky. SM

Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM): Saatnya Kita Alami Perubahan & Menjadi Penjala Manusia!

Saudara yang dikasihi Tuhan. Belakangan ini penyakit yang disebabkan oleh virus Corona di kota Wuhan, China telah menyebar ke berbagai negara. Bahkan kabarnya, akibat virus itu telah menewaskan ratusan orang.

Saudara, mungkin ketika mendengar dan membaca berita virus Corona, pasti membuat kita takut dan kuatir. Percayalah bahwa setiap persoalan apapun itu, Tuhan pasti menolong dan meluputkan kita dari segala macam sakit penyakit, bencana dan lain sebagainya. Oleh karenanya melalui renungan pada saat ini Tuhan mau mengingatkan saja (just remind) kepada setiap anak-anakNya agar kita harus peduli dan menjadi penjala-penjala manusia.

Saudara, ada 2 hal penting yang Tuhan ingatkan dalam kehidupan kita, yaitu:

  1. Manusia harus mengalami perubahan.
  2. Tuhan Yesus Tidak pernah berubah (Yak 1:17 ; Maleakhi 3: 6).

Manusia harus mengalami perubahan itu bukan berarti yang semula jahat kemudian menjadi baik atau sebaliknya.Namun yang Tuhan mau adalah kita harus menjadi penjala manusia! Mengabarkan Injil kepada setiap orang yang belum mengenal Tuhan Yesus. Umur manusia itu ibarat es batu. Dipakai atau tidak dipakai es itu akan terus mencair. Begitu pula umur kita. Digunakan atau tidak, akan terus berkurang. Ingat! Air yang mengalir itu tidak akan pernah berbalik arah. Begitu pula dengan umur kita tidak akan berkurang.

Saudara, dalam kitab Efesus 2:12-14, digambarkan bahwa pada zaman dulu hanya umat Israel saja yang bisa melayani Tuhan. Tetapi sekarang, lewat anugerahNya, segenap umat Tuhan diberikan kesempatan untuk mengabarkan sukacita Injil kepada semua orang.

Ingat bahwa perbuatan saudara akan menghasilkan upah yang besar. Perubahan yang harus saudara lakukan adalah dapat mengubah pribadi seseorang. Seringkali kita berpikir kalau melakukan Amanat Agung pasti makin sibuk. Don’t worry! jangan pernah hitung-hitungan dengan Tuhan.

Saudara, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah berubah. Dalam kitab Ibrani 13:8, dikatakan bahwa, ‘ Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya’. Sekalipun penyakit sampar dan menular menyerang kepada kita, jangan pernah takut. Jika kemarin Tuhan menolong saudara, maka hari ini dan esok, Tuhan yang sama juga pasti menolong kita. Yang penting saudara tetap fokus mencari kerajaanNya dan kebenaranNya (Matius 6:33) serta menjadi pelaku firman, maka Tuhan pasti menggenapi dalam kehidupan kita. Tahun 2020 adalah waktunya kita berubah untuk Tuhan. Dan waktunya kita melihat keajaiban yang Tuhan nyatakan untuk kita. Mulai saat ini, marilah kita menjadi penjala-penjala manusia dan ingatlah Visi GBI REM Tahun 2020, satu jemaat membawa tiga orang!. Tuhan Yesus Memberkati.

PERAYAAN IMLEK DAN TAHUN BARU DI ALKITAB

Jikau engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaah Allah (I Korintus 10:31).

1

       Apa yang berkesan atau yang paling Anda inginkan pada saat menyambut Tahun Baru Tionghoa (Imlek)? Makanan yang enak? Angpao? Atau bahkan kesempatan emas bisa berkumpul dengan sanak keluarga besar? Tahun Baru Tionghoa kali ini jatuh pada tanggal 25  Januari 2020 atau berdasarkan pengukuran kalender bulan adalah 2571. Kebanyakan orang-orang Tionghoa akan berkumpul atau pulang ke kampung orang tuanya (seperti lebaran kalau di Indonesia).

       Tahun baru imlek ditandai dengan warna merah sebagai lambang gembira, sukacita dan harapan yang baik di tahun yang baru yang dijelang. Perayaan di musim semi ini dilengkapkan dengan makan bersama dan tidak ketinggalan angpao atau amplop merah berisi uang dari orang tua kepada anak-anak. Sebagian orang percaya dengan menyapu rumah dan menyalahkan kembang api atau petasan pada saat menyambut tahun baru adalah untuk mengusir sial dan menyambut untung.

       Bagaimana dengan Tahun Baru di Alkitab? Imamat 23:23-25 & Bilangan 29:1-6 yang disebut sebagai tahun baru memiliki latar belakang yang berakar dari budaya Ibrani, yakni perayaan tahun baru dari kalender Israel yang dirayakan pada 1 & 2 Tishri 5776 (14 September 2015). Tahun baru Israel disebut Rosh Hashanah dan dirayakan dengan makanan yang manis-manis sama dengan Imlek, hanya saja maknanya adalah lambang janji Tuhan yang manis di tahun yang baru. Mereka biasa meniupkan shofar (sangkakala) sebagai lambang pertobatan dan komitmen total ikut Tuhan. Kebiasaan sebagian orang merayakan Tahun Baru Rosh Hashanah adalah dengan makan madu, apel dan roti seperti halnya perayaan Imlek dengan kue keranjangnya.

       Kedua budaya Israel dan tionghoa memiliki kesamaan dalam hal menyambut tahun baru, yakni mengharapkan hal yang sejahtera di masa pengkalenderan baru. Terlepas dari kepercayaan sial dan untung atau berkat dan kutuk; setiap orang yang menyambut tahun baru haruslah menyadari bahwa itupun adalah kasih karunia Tuhan. Prinsip Alkitab tidak mengajarkan “kebetulan” dan “takhayul”, namun mengajak setiap orang percaya Tuhan untuk ingat dan melibatkan Tuhan di tahun yang baru. Selamat  tahun baru Imlek 2020! *Berbagai sumber

ORANG YANG MELIBATKAN TUHAN DALAM HIDUPNYA, TIDAK AKAN KEKURANGAN PENYERTAAN TUHAN

3

Pandangan Iman Kristen Terhadap Imlek

Pdt. Dr. Berthy L Momor, M.Th

Banyak orang memanfaatkan momen untuk berkumpul bersama dan sebagai orang Kristen turut menyambut Imlek sukacita dan ada lagi yang memilih tidak merayakannya. Bagi kelompok lain merayakan perayaan Imlek dianggap kafir dan bertentangan dengan firman Tuhan.

Harus diakui bahwa asal usul perayaan Imlek dari kisah mitologis yang kurang tepat secara perspektif Kristiani. Tradisi pengusiran roh jahat melalui lampu lampion; petasan berwarna-warni jelas bertentangan dengan Alkitab. Motivasi pemberian angpao juga tidak selaras dengan prinsip memberi menurut iman Kristen. Apakah orang Kristen menolak hari raya Imlek? Sama sekali tidak. Kita perlu menyadari bahwa orang-orang Kristen dipanggil untuk mentransformasikan budaya (Kejadian 1:26-27; Yohanes 17:15-19);  tidak ada budaya yang bebas dari distorsi dosa dan tiap budaya memiliki elemen tertentu yang rusak oleh dosa.

Tugas orang Kristen bukan menghapus atau meniadakan elemen-elemen budaya melainkan mengubah elemen-elemen yang berdosa dengan kebenaran firman Allah. Kita terpanggil untuk menunjukkan keunggulan nilai-nilai Kristiani dengan memasukkan dalam praktek budaya tertentu dan memberi landasan filosofi Kristiani pada masing-masing elemen budaya. Di samping itu orang-orang Kristen terpanggil untuk menjadi saksi Kristus di dunia.

Makan bersama keluarga dan membagi-bagikan angpao, dua praktek ini pada dirinya sendiri tidak keliru. Kita harus menyediakan waktu untuk kumpul bersama keluarga dan berbagi kasih. Tanpa perayaan Imlek pun kita harus mengupayakannya, apalagi momen yang baik saat Imlek. Orang Kristen bisa memanfaatkan dan memodifikasi dua praktek ini supaya lebih Kristiani. Prinsip tentang berbagi kepada orang lain (pembagian angpao) perlu diwarnai dengan prinsip kasih kristiani. Kita mengasihi karena Allah lebih dulu mengasih kita (1 Yoh 4: 19).

Momen berkumpul bersama bisa diisi dengan persekutuan rohani yang menguatkan hal-hal yang bersifat netral; seperti pohon angpao; lampion serta atraksi lain, tidak mempunyai mitos-mitos di baliknya. Yang menjadi batu sandungan bagi sesama orang kristen sebaiknya dihindari, misalnya; gambar naga walaupun pada dirinya sendiri itu hanyalah sebuah seni lukis. Kita juga memikirkan situasi sebaliknya apabila kita memilih untuk tidak merayakan Imlek. Jika berada di lingkungan keluarga besar yang masih merayakan Imlek dan kita tidak mau berkumpul bersama mereka, hal itu akan menjadi syok atau keadaan juga tidak baik bagi mereka. Sikap apatis dan ofensif mereka terhadap kekristenan akan lebih mengkristal jika ada pilihan yang lebih bijaksana. Bila kita merayakannya, tetapi dengan konsep yang Kristiani dan memanfaatkannya sebagai kesaksian memberitakan iman kita. ***

Saat Kotbah Di GBI REM Hotel Ciputra, Pdt. Kiky Tjahjadi., M.Th Sempat Mendoakan Pdt. Paulus Supit (Gembala Sidang), Pengerja & Jemaat!

 

Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th (Ketua BPD GBI DKI Jakarta) ketika menyampaikan firman Tuhan di GBI REM Hotel Ciputra Lt. Dasar Ruang Puri 5-6, Minggu, (12/1) malam

JAKARTA,Victoriousnews,com,-Ketua Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) DKI Jakarta, Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th tampak sangat antusias dan bersemangat ketika menyampaikan firman Tuhan di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol, Jakarta Barat (Minggu, 12/1) malam. Pdt. Kiky mengajak ratusan jemaat yang hadir untuk membaca firman Tuhan yang terambil dalam kitab Yesaya 45: 5-7, dengan tema “Nasib Mujur Atau Malang Seseorang Ditentukan Oleh Hubungannya Dengan Tuhan”. “Kata nasib dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna ‘sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang’. Demikian pula Alkitab yang tertulis dalam Yesaya 45: 7 b, Yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang. Jelas bahwa Nasib seseorang itu berada di tangan Tuhan,” ujar Pdt. Kiky Tjahjadi memulai kotbahnya.

Pdt. Kiky melontarkan pertanyaan, apakah saudara ingin bernasib mujur atau malang? Semua itu tergantung dari pilihan hidup kita. “Setidaknya ada 3 faktor yang dapat mempengaruhi nasib hidup kita menjadi baik (mujur) atau buruk (malang). Pertama, Akibat Ulah (Tingkah Laku Hidup) Kita ( Yeremia 4:18). Ulah atau tingkah laku ini sangat berpengaruh terhadap nasib seseorang menjadi baik atau tidak.Tetapi yang jelas, menurut survei, apabila seseorang itu ingin bernasib baik dan diberkati Tuhan, maka kita harus sungguh-sungguh mengikuti perintah firman Tuhan. Sebab hukum tabur tuai, seperti yang tertulis dalam kitab Galatia 6:7, itu sampai sekarang masih berlaku. Jika kita menabur kebaikan, pasti menuai kebaikan. Jika kita menabur kejahatan, suatu saat kita akan menuai apa yang kita lakukan di masa lampau.

  Kedua, akibat serangan kuasa kegelapan. Iblis dan antek-anteknya itu paling suka melakukan intimidasi pikiran dan hati kita. Oleh karenanya, kita harus menjaga hati dan pikiran kita agar serangan kuasa gelap dari si Iblis itu dapat ditolak. Kitab Amsal 4:23, berkata, “ Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Firman Tuhan ini sangat tegas bahwa setiap orang yang rindu kehidupannya cerah atau dengan kata lain masa depannya cerah, maka harus menjaga hati.

Saudara yang dikasihi Tuhan, lalu bagaimana solusi atau jalan keluar agar nasib mujur dan diberkati menjadi bagian dalam hidup kita? Jawaban yang ketiga adalah membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Dampak dari membangun hubungan yang intim (dekat) atau mencari Tuhan itu sangat luar biasa dan segala usaha kita pasti berhasil (2 Tawarikh 31:21). Dan lakukan yang terbaik serta perbuatlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan (Kolose 3:23).

Sekali lagi, jika saudara ingin memiliki nasib yang baik dan diberkati Tuhan, maka jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri, tetapi fokuslah kepada Tuhan saja (Yos 1:7), serta buanglah segala sifat irihati atau suka menghakimi, sirik, dengki terhadap orang-orang yang berdosa (Amsal 23:17-18),” papar Pdt.Kiky.

Usai mengakhiri kotbahnya, Pdt. Kiky juga mendoakan Gembala Sidang GBI REM Pdt.Paulus T Supit beserta seluruh pengerja serta segenap jemaat yang sangat antusias menghadiri ibadah setiap Minggu Raya. “Saya berdoa untuk GBI REM dan Gembala Sidang Pdt. Paulus Supit, agar terus diberikan hikmat, kesehatan, dan diberkati Tuhan dalam memimpin jemaat Tuhan di Hotel Ciputra ini. HambaMu berdoa, GBI REM makin maju, diberkati dan dipakai secara dahsyat dalam ladang pelayanan. Juga berdoa untuk seluruh jajaran pengerja GBI REM di tempat ini, kiranya Tuhan Yesus juga memberkati setiap pelayanan dan jerih lelah mereka diperhitungkan oleh Tuhan. Tak lupa jemaat Tuhan yang sangat antusias untuk mengikuti ibadah di tempat ini, kiranya berkat kesehatan, pekerjaan dan apapun yang mereka lakukan senantiasa diberi keberhasilan,” pungkas Pdt. Kiky. SM  

Ps.Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM): SATU JEMAAT MEMBAWA TIGA JIWA DI TAHUN 2020

Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI Rahmat Emmanuel Ministries)

Saudara yang dikasihi Tuhan, Tahun baru 2020 telah kita lewati bersama. Meski banyak orang berkata, tahun ini penuh dengan tantangan, bencana alam, persoalan silih berganti,tetapi kita tidak perlu takut dan kuatir. Persoalan maupun tantangan bisa menerpa kapan saja, tetapi percayalah bahwa Tuhan pasti menyertai, melindungi, menyembuhkan bahkan memberkati dalam segala aspek kehidupan saudara.

Jika saudara merasakan kebaikan Tuhan yang telah menyelamatkan dan menebus dosa-dosa kita, maka tugas selanjutnya adalah mentaati perintah Amanat Agung, yakni memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang. Amanat Agung yang tertulis dalam kitab Matius 28:19, adalah perintah untuk memberitakan Injil merupakan perintah Yesus yang terakhir. Perintah ini diberikan setelah kebangkitan Yesus dan kesebelas murid Yesus berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Tuhan menghendaki agar setiap orang berbalik serta bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Kita merindukan gereja kita selalu ada pertumbuhan baik secara kuantitas maupun kualitas. Semua dapat tercapai ketika jemaat memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Jadi domba harus melahirkan domba.

Dalam kitab Injil Lukas dikatakan,“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang,” (Luk. 19:10). Jelas tampak dari sini bahwa tujuan kedatangan Yesus ke dunia adalah mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang. Dalam bahasa “nelayan”, misi ini disebut menjadi penjala manusia. Ini adalah misi kedatangan Sang Mesias, Anak Allah yang Hidup. Ketika Yesus memanggil murid-muridNya, yakni menjadi penjala manusia atau pemenang jiwa, seperti diriNya sendiri.

Firman Tuhan yang tertulis dalam 1 Korintus 9:21-23, dikatakan, bahwa “bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

︎ “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh.14:15). Penegasan dari ayat ini memastikan saudara memperoleh berkat dari Tuhan yang luar biasa.

Pertama, MENDAPAT TEMPAT YANG BAIK DI SURGA. Daniel 12:2-3 “Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya”.

2 Korintus 5:9-10, “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Kedua, TUHAN MENYERTAI KITA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN. Matius 28:19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

MARI KITA MENANGKAN JIWA-JIWA DI TAHUN 2020 UNTUK TUHAN, MAKA TUHAN AKAN MENYERTAI JALAN HIDUP KITA DI TAHUN YANG BARU DAN TUHAN JUGA MENYIAPKAN TEMPAT TERINDAH/TERBAIK DI DALAM KERAJAANNYA#SATU JEMAAT MEMBAWA TIGA JIWA DI TAHUN 2020#

Ps Pengky Andu: Sukses Tahun 2020 Bersama Tuhan Dengan Kegigihan, Pengorbanan,Ketekunan & Kejujuran

Tahun 2020 ini penuh dengan tantangan. Setidaknya ada 4 tantangan besar yang akan kita hadapi pada tahun 2020 yaitu: Pertama, Kita akan menghadapi perubahan cepat, dinamis, besar dan global. Kedua, kita akan menghadapi ketidakmampuan atau sulit dalam memprediksi situasi. Ketiga, Kita akan menghadapi berita yang simpang-siur (tumpang tindih). Keempat, Kita akan menghadapi realitas atau kenyataan terlihat kabur (samar) dan sulit dibeberkan.

Melihat tantangan yang begitu besar pada tahun ini, tentu saja kita harus mempersiapkan masa depan (prepare the future) dengan cara yang efisien dan efektif. Apa yang dimaksud dengan efisien dan efektif? Efisien adalah melakukan sesuatu dengan benar. Sedangkan efektif adalah melakukan sesuatu yang benar. Melakukan secara efisien & efektif itu berarti melakukan sesuatu dengan benar dan dengan cara yang benar. Yakni: benar secara spiritual; benar secara emosional dan tepat secara relasional.

Saudara yang dikasihi Tuhan, jika membaca kitab Keluaran 13:17-22, mengisahkan tentang penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel di padang gurun dalam bentuk tiang awan dan tiang api, maka kita dapat memetik pelajaran yang sangat berharga. Tiang api melambangkan kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya (Kel. 13:21). Sedangkan tiang awan melambangkan kemuliaan Tuhan yang selalu menutupi kemah pertemuan. Kedua lambang kehadiran Tuhan tersebut terus terlihat dan menuntun bangsa Israel memasuki tanah perjanjian di bawah kepemimpinan Yosua. Tuhan bertindak sebagai seorang Gembala (Pemimpin yang luar biasa). Di tengah perjalanan padang gurun yang berbahaya itu, Tuhan tidak mengutus para malaikat-Nya, tetapi Tuhan sendirilah yang hadir dan memimpin perjalanan mereka.

Serupa dengan perjalanan bangsa Israel di padang gurun, maka hidup kita di dunia adalah sebuah proses mempersiapkan masa depan. Meskipun terkadang menakutkan tetapi juga sekaligus menyenangkan. Bagaimana kita dapat melewati semua tantangan dalam mempersiapkan masa depan kita? Tentu saja kita harus memiliki kegigihan (tujuan yang jelas,rencana yang jelas, persekutuan yang bersahabat). Kegigihan yang disertai keuletan, pengorbanan, ketekunan, dan kejujuran pasti melahirkan sebuah kesuksesan luar biasa. Kuncinya adalah persiapkan masa depan saudara dengan belajar dari kisah bangsa Israel yang mau berjalan dan dituntun oleh Tuhan. Jangan pernah takut gagal. Seseorang yang merasa gagal itu bukan berarti ditolak. Tetapi gagal karena merasa tidak mampu menindaklanjuti penolakan. Percayalah bahwa masa depan kita pasti sukses, jika menjadikan Tuhan sebagai pemimpin, pelindung, penuntun, dan penyertaanNya di tengah dunia yang penuh dengan tantangan. SM

Ps Johan Lumoindong: 2020 Tahun Double Blessing!

Saat ini kita telah memasuki tahun baru 2020. Tahun kembar 2020 (menurut kalender Cina Shio, tahun tikus logam) adalah tahun kompetisi yang serba digitalisasi. Sehingga perlu disikapi dengan bijak karena pasti akan berdampak positif dan juga negatif. Tetapi bagi anak-anak Tuhan, angka gandeng atau kembar 2020 ini adalah tahun rahmat Tuhan dan tahun dobel berkat (double blessing) bagi kita semua. Tahun kembar itu langka. Karena tidak semua orang dapat menikmati tahun angka kembar seperti saat ini. Apakah saudara ada yang lahir di tahun kembar 1818 atau 1919? Pasti zaman sekarang jarang sekali yang memiliki umur lebih dari 100 tahun. Makanya kita patut bersyukur, bisa menikmati tahun kembar 2020 ini.

Saudara yang dikasihi Tuhan, untuk menikmati tahun dobel berkat, kita dapat belajar dari ketaatan Maria yang terambil dalam kitab Lukas 1:37-38. Dalam kisah tersebut, Maria mampu memuaskan hati Tuhan dan memiliki respons positif bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Walaupun kita mengalami berbagai problema hidup yang seolah-olah tidak ada harapan, tetapi percayalah dan miliki respons positif bahwa Tuhan Yesus sanggup memulihkan seluruh kehidupan kita. Respons positif ini juga harus dibarengi dengan sikap yang taat dalam mempraktikkan firman Tuhan.

Saudara rindu memperoleh dobel berkat? Tentu harus mampu melewati masalah. Contohnya, bagaimana kita bisa tahu arti menjaga kesehatan, jika tidak pernah mengalami sakit. Bagaimana kita bisa mengerti dan tahu artinya kekayaan, jika tidak pernah mengalami kemiskinan. Inilah yang namanya sebuah proses. Proses ini pun membutuhkan sebuah kesetiaan dalam mengiring Tuhan. Seperti tertulis dalam Lukas 1:38-39, Maria menunjukkan sikap yang rendah hati, setia, jujur dan berjalan sesuai dengan rencana Tuhan.

Sudah siapkah saudara menerima dobel berkat 2020? Mari kita teladani dan belajar dari sikap Maria yang taat, berintegritas (jujur), loyal dan rendah hati.

Ps. Yonathan: Memberi Bukan Sekedar Materi, Tetapi Seluruh Hidup Kita Kepada Tuhan

Ps. Yonathan

“…Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” (Kis.20:35 b). Ayat Alkitab ini menegaskan bahwa Tuhan itu rindu agar setiap umatNya itu dapat melakukan perintahNya, yakni memberi. Yang dimaksud memberi dengan benar adalah; bukan sekedar uang atau materi (harta), tetapi seluruh hidup kita harus dipersembahkan kepada Tuhan (Roma 12:1-2).

Anda tahu ikan Salmon? Uniknya ikan Salmon adalah hidupnya di air asin (laut) tetapi ketika menetaskan telurnya selalu berada di air tawar. Ikan Salmon tahu persis kapan harus berada di air asin dan kapan berada di air tawar. Bahkan ketika Salmon selesai menetaskan telurnya di air tawar, dirinya rela mati dan membiarkan dagingnya dimakan oleh anak-anaknya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita rela memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan? Ketika kita mampu mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan, bisa dipastikan hari lepas hari akan mengalami sebuah “keajaiban memberi” atau mujizat dalam memberi. Apa itu keajaiban/mujizat dalam memberi? Alkitab menulis bahwa ‘siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan,….’ (Amsal 28:27; Amsal 19:17). Disini jelas, keajaiban yang dimaksud adalah Tuhan pasti memberkati secara luar biasa dan tidak akan membiarkan berkekurangan dalam segala aspek kehidupan kita.

Lalu bagaimana cara memberi yang terbaik kepada Tuhan maupun sesama? Setidaknya ada 8 (delapan) cara yang dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, Memberi dengan rela dan sukacita (2 Kor. 9:6-7). Kedua, Memberi dengan motivasi yang benar (Mat. 6: 3). Ketiga, Memberi dengan kepekaan atas kehendak Tuhan. Keempat, Memberi yang dimulai dari hal sederhana. Kelima, Memberi senyuman yang tulus. Keenam, Memberi perhatian & pelukan kepada keluarga. Ketujuh, Memberi kebaikan kepada orang lain. Kedelapan, Memberi pengampunan.

Hal yang paling penting adalah bukan terletak seberapa banyak/besar kita dalam MEMBERI, melainkan seberapa banyak KASIH yang dapat kita berikan. Mari kita belajar memberi yang terbaik, dan persiapkan diri kita untuk menerima keajaiban atau mujizat yang luar biasa dari Tuhan! SM