Salurkan 250 paket Sembako, Pdt.Nuah Ginting (Gembala GBI Bumi Bekasi Baru): Gereja Harus Hadir Untuk Menolong Sesama Yang Terdampak Pandemi

Salurkan 250 paket Sembako, Pdt.Nuah Ginting (Gembala GBI Bumi Bekasi Baru): Gereja Harus Hadir Untuk Menolong Sesama Yang Terdampak Pandemi

Jakarta, Victoriousnews.com,-Di tengah pandemi corona yang berkepanjangan saat ini, mendorong banyak pihak untuk berlomba berbagi kasih kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid 19. Hal itulah yang juga dilakukan oleh GBI Bumi Bekasi Baru (GBI BBB) Rayon V Rawalumbu Bekasi yang digembalakan oleh Pdt. Nuah Ginting. GBI BBB terpanggil untuk memberikan bantuan berupa bahan pokok kepada para hamba Tuhan khususnya yang melayani di daerah Bekasi. Selain para hamba Tuhan, GBI BBB juga menyalurkan bantuan kepada jurnalis Kristen yang tergabung dalam organisasi PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia) pada hari Selasa (26/05) siang.

Pdt. Nuah Ginting (Kanan) Memberikan Simbolis paket sembako kepada stevano, Steano Margianto (ketua Perwamki), Selasa, 26 Mei Siang.

Penyaluran paket bantuan bahan pokok berupa: beras 10 kg, Minyak goreng, Indomie dan sarden ini dilakukan di Aula Gereja GBI Bumi Bekasi Baru lantai 2, Jalan Jambrud Rawalumbu, Bekasi.
Gembala GBI Bumi Bekasi Baru, Pdt. Nuah Ginting mengungkapkan, bahwa aksi peduli kasih yang telah dilakukan sudah 8 kali selama pandemi corona (2 bulan). “Kami telah melakukan aksi peduli kepada warga di sekitar lingkungan Gereja, kepada para OJOL dan terakhir sebelum baksos ini Gereja juga membagi paket sembako kepada 250 pemulung dan orang yang tidak mampu di daerah Bantar Gebang, dan hampir setiap sore kita juga membagi makanan di sekitar Gereja,” tutur Pdt. Nuah yang saat itu menyalurkan bansos 250 paket kepada hamba Tuhan di wilayah Bekasi.


Lanjut Pdt. Nuah, aksi berbagi kasih itu dilakukan karena merasa terpanggil saat melihat langsung kondisi jemaatnya dan warga yang terkena imbas dari pandemi ini, dimana mereka kewalahan untuk sekedar bertahan hidup saja, beras tidak ada, sementara anaknya lebih dari satu, belum lagi kewajiban membayar kontrakan. “Saya kira Gereja harus hadir dan berperan disini, saya mengajak teman-teman lainnya untuk ikut membantu jangan berdiam diri saja,” tukas hamba Tuhan yang mempunyai 500 jemaat ini.
Pdt. Nuah berdoa, seluruh jemaat dan seluruh masyarakat Indonesia diluputkan Tuhan dari covid- 19 dan pandemi ini dapat segera berlalu agar situasi normal kembali termasuk kegiatan ibadah dapat dilakukan di Gereja kembali. “ Ke depan kami masih terus melakukan aksi peduli hingga pandemi ini berakhir,” paparnya. SM

Pengacara Senior Jhon SE Panggabean.,SH.,MH Mengapresiasi Aksi Peduli Perwamki Ke Panti Asuhan Immaculata Bekasi

Bekasi,Victoriousnews.com,- Bertepatan dengan hari libur Waisak (Kamis, 7/5/2020), Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (DPP PERWAMKI) menggelar aksi peduli kasih ke Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PERWAMKI, Stevano Margianto mengatakan, aksi peduli ini selain sebagai wujud membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19, juga wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. “Kita (PERWAMKI) sudah lama membicarakan akan melakukan aksi sosial ini, namun kita maping dahulu kepada siapa bantuan ini nanti kita salurkan, makannya baru sekarang bisa terlaksana. Kita berusaha ‘Menjangkau yang Tak Terjangkau’, itu kita lakukan karena kita ingin bantuan yang kita salurkan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Margianto.

Ketum DPP Perwamki, Stevano Margianto menyerahkan bantuan

Menurut Margianto selanjutnya, aksi peduli ini murni hasil swadaya para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI tanpa bantuan dari pihak mana pun. “Semua orang tahulah keterbatasan wartawan, apalagi wartawan media kristiani. Tetapi kita masih mau memberi dari keterbatasan pendapatan kita karena dilandasi Kasih Kristus. Kami memberi dengan tulus,” terang Margianto.

Sementara, koordinator Aksi Peduli Covid-19 PERWAMKI, Deddy Poltak Tambunan menjelaskan, Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculatta, dipilih karena informasi yang diterima Perwamki, panti asuhan tersebut belum mendapat bansos.

Panti asuhan tersebut saat ini mengurus 53 orang, ada yang masih bayi, remaja, hingga ada yang usia 18 tahun. Panti dikelola oleh 12 orang pengurus. “Yang kita lihat, mereka ini sangat membutuhkan dukungan kita di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Deddy yang juga Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP PERWAMKI ini.

Menurut Deddy, bantuan yang diberikan Perwamki ke panti, berupa beras 100 kg, 4 botol handsanitizer, @500 ml, 12 lusin masker kain, 10 minyak telon @50 ml, 3 botol sirup jeruk, dan 6 kaleng susu bubuk,” tambah Deddy dari gerejani.com.

Penasihat Perwamki Jhon Panggabean menyerahkan bantuan

Turut hadir dalam aksi peduli Perwamki, Penasehat Bapak John S.E Panggabean, SH,MH bersama 2 orang putrinya Clara dan Grace yang juga menjadi pengacara muda. Serta hadir Bendum DPP Perwamki Nuel Wicaksono (Tabloid Mitra Indonesia), Victor Ambarita (Majalah Suara HKBP), DPD Perwamki Jabar Jack Rusto (bekasipedia.com), dan DPD Perwamki DKI Jakarta David Pasaribu (majalahtransformasi.com)

Ketum Margianto menyampaikan kata sambutan DPP, dan simbolik penyerahan bantuan beras, setelah itu Bapak John Panggabean kata sambutan mewakili Penasehat, dan menyampaikan simbolik bantuan masker, minyak telon, dan handsanitizer, berikutnya Bendum Nuel menyerahkan bantuan sirop dan susu kaleng.

Pendiri sekaligus pembina Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI), Yuliana E.T. Rahail, dalam kata sambutannya, menyampaikan terima kasih untuk bantuan yang disampaikan, dan berdoa agar Perwamki semakin diberkati Tuhan Yesus. Yuliana yang kerap disapa Yeti, mengaku mendirikan panti sebagai pemenuhan janjinya kepada Tuhan atas mujizat padanya. Lanjut Yeti,pada 11 Februari 1994, ia mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas tol Cibubur–Jagorawi yang menyebabkan tangan kirinya putus di tempat. Kecelakaan itu nyaris merenggut nyawanya. Penderitaannya tidak selesai hanya dengan kehilangan tangan. Tulang ekor dan tulang punggungnya ternyata patah, kedua kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Dokter ahli syaraf dan tulang yang menanganinya memvonis bahwa dia akan  lumpuh total. Atas pertolongan Tuhan, Yulia kemudian bisa sembuh. Dia pun menggenapi janjinya mendirikan dan mengelola panti tersebut hingga hari ini. “Pertolongan Tuhan selalu ada. Tuhan tidak akan membiarkan kami mati. Tuhan selalu menolong,” ujar Yeti yang dulunya pernah bekerja di Aspac Bank cabang Cibinong.

Yuliana-pendiri Panti Asuhan KAMI

Lanjut Yeti, setelah dinyatakan sembuh, Yeti memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memenuhi janjinya kepada Tuhan. “Dalam doa saya,saya berjanji sama Tuhan, jika disembuhkan dari kelumpuhan, saya akan melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Akhirnya saya memutuskan merawat anak-anak yang terlantar, mulai dari bayi hingga kuliah. Sampai saat ini sudah ada 4 orang yang menjadi Sarjana,” tutur Yeti sembari menambahkan bahwa Panti ini didirikan sejak 17 Mei 1996.

Menurut Yeti, banyaknya anak-anak Papua yang diasuh dalam pantinya merupakan permintaan almarhum ayahnya sebelum dipanggil Tuhan April 2019. “Sebelum dipanggil Tuhan ayah saya berpesan, agar banyak merawat anak-anak yang berasal dari tanah kelahirannya. Saya berharap anak-anak saya memiliki masa depan. Kenapa? Karena mereka sebelumnya sudah terlantar, dan saya harus merawatnya dengan baik. Kami mohon doanya, agar kami tidak patah arang. Karena menghadapi hidup ini sudah semakin sulit,” ujar Yeti

Usai aksi peduli Covid-19, Sekum PERWAMKI, Agus R Panjaitan (majalahspektrum.com), menyampaikan terima kasih kepada setiap wartawan yang berpartisipasi hingga terlaksana aksi sosial peduli Covid-19 ini. “Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang mau bergotongroyong (urunan) dana, dan naturanya untuk aksi peduli ini. Terima kasih yang tak terhingga karena saya tahu anda memberi bukan dari kelebihan anda tetapi dari keterbatasan anda,” ungkap Agus.

Agus meyakini, apa yang dilakukan para wartawan di Perwamki murni dilandaskan kasih ingin berbagi. Pasalnya, guna terlaksana aksi peduli ini, tanpa bantuan materiil atau kerja sama dari pihak mana pun. “Sengaja kita tidak minta bantuan (proposal) dari pihak luar, apalagi ada agenda kepentingan pribadi atau media tertentu, karena kita sedang menguji ketulusan dan kasih kita kepada sesama di tengah keterbatasan kita sebagai wartawan,” pungkas Agus.

Sementara itu, Jhon SE Panggabean, SH.MH selaku penasehat Perwamki sekaligus pengacara senior sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ketum Perwamki, Sekjen, Bendum serta teman-teman pengurus dalam melakukan aksi peduli kepada Panti Asuhan. “Makanya ketika saya dengar kemarin, bahwa akan dilakukan aksi peduli ke Panti Asuhan ini, saya langsung ikut. Walaupun saat ini masih masa PSBB karena pandemi corona,” Ujar Jhon.

Ki-ka: David Pasaribu, Victor Ambarita, Deddy Poltak, Jhon Panggabean (Penasihat Perwamki), Agus Panjaitan, Stevano Margianto & Nuel Wicaksono

Lanjut Jhon, ke depan, hal-hal semacam ini mesti tetap dilanjutkan. “Bukan hanya sekali ini saja, tetapi harus tetap ada kegiatan. Makanya kita akan bergotong royong, bahu membahu untuk melakukan sesuatu kepedulian kita terhadap sesama dan orang-orang yang membutuhkan. Biarlah Perwamki ke depan semakin solid. Khususnya pengurus maupun anggotanya. Dan selalu berbuat hal-hal untuk kepentingan umum. Termasuk bakti sosial seperti ini,” pungkas Jhon usai acara bakti sosial. Ant

Tangkal Informasi Tak Benar Tentang Mahasiswa Yang Terpapar Covid, Humas Seminari Bethel Sampaikan Surat Terbuka

Jakarta, Victoriousnews.com, Menjawab pertanyaan publik dan maraknya informasi tidak benar yang beredar di kalangan masyarakat, redaksi menerima rilis via Whatsapp dari Humas Seminari Bethel Jakarta-Pusat (Pdm. Yada Putra Gratia) pada hari Kamis, 23 April 2020, perihal perkembangan status sebagian mahasiswa/mahasiswi di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 sebagai berikut :
Setelah menunggu hasil swab test lanjutan yang dilakukan oleh tim dokter Puskesmas pada Jumat, 17 April 2020 kepada anak Asrama yang pada rapid test sebelumnya menunjukkan hasil negatif, maka pada hari Rabu tanggal 22 April 2020, tim dokter Puskemas telah menginformasikan hasil pemeriksaan tersebut. Adapun hasil pemeriksaan swab test tersebut 27 anak dinyatakan positif dan pada malam hari sekitar pk. 20.20 WIB telah dievakuasi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet (Kemayoran, Jakarta-Pusat).

Pdm Yada Putra (Humas Seminari Bethel)

“Puji Tuhan, proses evakuasi tersebut didampingi dan dikawal langsung oleh Lurah Petamburan, Camat Tanah Abang, Dandim 0501/BS-JP dan Kapolres Jakarta Pusat, berjalan dengan lancar. PenghuniPenghuni Asrama yang saat ini dirawat di RSUD Cengkareng berjumlah 5 orang, dengan rincian 4 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi semakin baik dan sehat serta sedang menunggu hasil Swab test akhir.

Lingkungan Kampus Seminari Bethel, Petamburan Jakarta Pusat

Penghuni Asrama yang saat ini dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet berjumlah 66 orang, dengan rincian 28 orang laki-laki dan 38 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi baik dan sehat.
Penghuni Asrama yang saat ini masih melakukan isolasi mandiri di Asrama Seminari berjumlah 71 orang, dengan rincian 38 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Hasil pemeriksaan semua menyatakan bahwa mereka negatif. Sesuai dengan permintaan kami dan jika diijinkan oleh Camat cq dokter puskesmas, mereka semua akan mengikuti isolasi mandiri di luar asrama Seminari,” tutur Yada dalam rilisnya.

Surat Terbuka Kedua 22 April 2020

Lanjut Yada, sampai saat ini Seminari Bethel Jakarta tetap mengikuti arahan dari tim dokter Puskesmas dan menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara ketat di lingkungan Seminari demi kepentingan dan kesehatan bersama. SM

Sosok Sang Mama Di Mata Anak-Anak Pdt.Pengky Andu: Teladan Mama Yang Patut Dicontoh Adalah Ketegasan Mendidik Anak-anaknya Agar Tidak Terlambat Ibadah & Pelayanan!

Pdt. Pengky Andu bersama ketiga anaknya, saat penghormatan terakhir di hadapan jenasah sang istri (Almh. Ibu Endang). Ki-ka: Vicky Daud Natanael (Putra ketiga), Lucky Ratna Yuanita (Putri Pertama) & Dessy Ratna Natalia (Putri kedua)

Surabaya,-Victoriousnews.com,– Alkitab dengan gamblang menuliskan, bahwa, “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya…” (Amsal 13:22a). Tentu saja warisan yang dimaksud disini bukanlah sekedar tentang harta benda saja, melainkan warisan iman orang tua kepada anak-anaknya sebagai generasi penerus.

Baca Juga : Setelah 52 Tahun Pernikahan, Pdt. Pengky Andu: ‘Kembang Desa’ Itu Telah Pergi, Hidupku Terasa Kosong & Janji Tidak Menikah Lagi!

Sebagai orangtua Kristiani, tentu mendoakan serta mendidik anak-anaknya ketika dewasa kelak menjadi pewaris kerajaan Sorga, sukses, bahagia dan diberkati dalam segala hal. Hal itulah yang dirasakan oleh Dessy Ratna Natalia (Putri kedua) dari pasangan Pdt. Pengky Andu & Almh. Ibu Endang Satini ketika dihubungi melalui jejaring media sosial Whatsapp (Sabtu,8/2) siang.

Cinta Seorang Suami kepada Istri. Pdt. Pengky Andu tiba di RS. Senin siang 20/1. Mendoakan sang istri yang dalam keaadan koma, detik-detik sebelum dipanggil Tuhan.

Sebagai seorang anak, Dessy memiliki hubungan batin dan banyak kenangan indah yang sulit untuk dilupakan dan membekas dalam hati bersama sang Mama yang telah dipanggil Tuhan pada 20 Januari 2020 lalu. Salah satu didikan yang baik dan patut diteladani, menurut Dessy, adalah ketegasan sang Mama yang selalu to the point dalam berbicara, selalu on time dalam segala hal dan tidak boleh terlambat dalam ibadah serta pelayanan. “Kalo buat saya pribadi sih Mama itu orang yang ‘keras’ dalam arti positif. Yang selalu to the point kalo ngomong, meskipun kadang nggak enak di telinga. Yang selalu on-time dalam segala hal, terutama dalam hal ibadah & pelayanan, nggak boleh terlambat,” tukas Dessy.

Senada dengan Dessy,  Putri pertama Pdt. Pengky Andu (Lucky Ratna Yuanita) juga merasakan banyak teladan baik yang patut diteruskan oleh anak-anaknya. “Dimata saya, mama wanita yang hebat. Sosok yang kuat dan sangat tegar dalam menghadapi segala keadaan. Bagi saya, bisa tumbuh menjadi wanita yang kuat dalam segala proses kehidupan saya pribadi. Ini karena mama. Saya banyak belajar dari mama,” tutur Lucky. SM

Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM): Saatnya Kita Alami Perubahan & Menjadi Penjala Manusia!

Saudara yang dikasihi Tuhan. Belakangan ini penyakit yang disebabkan oleh virus Corona di kota Wuhan, China telah menyebar ke berbagai negara. Bahkan kabarnya, akibat virus itu telah menewaskan ratusan orang.

Saudara, mungkin ketika mendengar dan membaca berita virus Corona, pasti membuat kita takut dan kuatir. Percayalah bahwa setiap persoalan apapun itu, Tuhan pasti menolong dan meluputkan kita dari segala macam sakit penyakit, bencana dan lain sebagainya. Oleh karenanya melalui renungan pada saat ini Tuhan mau mengingatkan saja (just remind) kepada setiap anak-anakNya agar kita harus peduli dan menjadi penjala-penjala manusia.

Saudara, ada 2 hal penting yang Tuhan ingatkan dalam kehidupan kita, yaitu:

  1. Manusia harus mengalami perubahan.
  2. Tuhan Yesus Tidak pernah berubah (Yak 1:17 ; Maleakhi 3: 6).

Manusia harus mengalami perubahan itu bukan berarti yang semula jahat kemudian menjadi baik atau sebaliknya.Namun yang Tuhan mau adalah kita harus menjadi penjala manusia! Mengabarkan Injil kepada setiap orang yang belum mengenal Tuhan Yesus. Umur manusia itu ibarat es batu. Dipakai atau tidak dipakai es itu akan terus mencair. Begitu pula umur kita. Digunakan atau tidak, akan terus berkurang. Ingat! Air yang mengalir itu tidak akan pernah berbalik arah. Begitu pula dengan umur kita tidak akan berkurang.

Saudara, dalam kitab Efesus 2:12-14, digambarkan bahwa pada zaman dulu hanya umat Israel saja yang bisa melayani Tuhan. Tetapi sekarang, lewat anugerahNya, segenap umat Tuhan diberikan kesempatan untuk mengabarkan sukacita Injil kepada semua orang.

Ingat bahwa perbuatan saudara akan menghasilkan upah yang besar. Perubahan yang harus saudara lakukan adalah dapat mengubah pribadi seseorang. Seringkali kita berpikir kalau melakukan Amanat Agung pasti makin sibuk. Don’t worry! jangan pernah hitung-hitungan dengan Tuhan.

Saudara, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah berubah. Dalam kitab Ibrani 13:8, dikatakan bahwa, ‘ Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya’. Sekalipun penyakit sampar dan menular menyerang kepada kita, jangan pernah takut. Jika kemarin Tuhan menolong saudara, maka hari ini dan esok, Tuhan yang sama juga pasti menolong kita. Yang penting saudara tetap fokus mencari kerajaanNya dan kebenaranNya (Matius 6:33) serta menjadi pelaku firman, maka Tuhan pasti menggenapi dalam kehidupan kita. Tahun 2020 adalah waktunya kita berubah untuk Tuhan. Dan waktunya kita melihat keajaiban yang Tuhan nyatakan untuk kita. Mulai saat ini, marilah kita menjadi penjala-penjala manusia dan ingatlah Visi GBI REM Tahun 2020, satu jemaat membawa tiga orang!. Tuhan Yesus Memberkati.

PERAYAAN IMLEK DAN TAHUN BARU DI ALKITAB

Jikau engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaah Allah (I Korintus 10:31).

1

       Apa yang berkesan atau yang paling Anda inginkan pada saat menyambut Tahun Baru Tionghoa (Imlek)? Makanan yang enak? Angpao? Atau bahkan kesempatan emas bisa berkumpul dengan sanak keluarga besar? Tahun Baru Tionghoa kali ini jatuh pada tanggal 25  Januari 2020 atau berdasarkan pengukuran kalender bulan adalah 2571. Kebanyakan orang-orang Tionghoa akan berkumpul atau pulang ke kampung orang tuanya (seperti lebaran kalau di Indonesia).

       Tahun baru imlek ditandai dengan warna merah sebagai lambang gembira, sukacita dan harapan yang baik di tahun yang baru yang dijelang. Perayaan di musim semi ini dilengkapkan dengan makan bersama dan tidak ketinggalan angpao atau amplop merah berisi uang dari orang tua kepada anak-anak. Sebagian orang percaya dengan menyapu rumah dan menyalahkan kembang api atau petasan pada saat menyambut tahun baru adalah untuk mengusir sial dan menyambut untung.

       Bagaimana dengan Tahun Baru di Alkitab? Imamat 23:23-25 & Bilangan 29:1-6 yang disebut sebagai tahun baru memiliki latar belakang yang berakar dari budaya Ibrani, yakni perayaan tahun baru dari kalender Israel yang dirayakan pada 1 & 2 Tishri 5776 (14 September 2015). Tahun baru Israel disebut Rosh Hashanah dan dirayakan dengan makanan yang manis-manis sama dengan Imlek, hanya saja maknanya adalah lambang janji Tuhan yang manis di tahun yang baru. Mereka biasa meniupkan shofar (sangkakala) sebagai lambang pertobatan dan komitmen total ikut Tuhan. Kebiasaan sebagian orang merayakan Tahun Baru Rosh Hashanah adalah dengan makan madu, apel dan roti seperti halnya perayaan Imlek dengan kue keranjangnya.

       Kedua budaya Israel dan tionghoa memiliki kesamaan dalam hal menyambut tahun baru, yakni mengharapkan hal yang sejahtera di masa pengkalenderan baru. Terlepas dari kepercayaan sial dan untung atau berkat dan kutuk; setiap orang yang menyambut tahun baru haruslah menyadari bahwa itupun adalah kasih karunia Tuhan. Prinsip Alkitab tidak mengajarkan “kebetulan” dan “takhayul”, namun mengajak setiap orang percaya Tuhan untuk ingat dan melibatkan Tuhan di tahun yang baru. Selamat  tahun baru Imlek 2020! *Berbagai sumber

ORANG YANG MELIBATKAN TUHAN DALAM HIDUPNYA, TIDAK AKAN KEKURANGAN PENYERTAAN TUHAN

3

Pandangan Iman Kristen Terhadap Imlek

Pdt. Dr. Berthy L Momor, M.Th

Banyak orang memanfaatkan momen untuk berkumpul bersama dan sebagai orang Kristen turut menyambut Imlek sukacita dan ada lagi yang memilih tidak merayakannya. Bagi kelompok lain merayakan perayaan Imlek dianggap kafir dan bertentangan dengan firman Tuhan.

Harus diakui bahwa asal usul perayaan Imlek dari kisah mitologis yang kurang tepat secara perspektif Kristiani. Tradisi pengusiran roh jahat melalui lampu lampion; petasan berwarna-warni jelas bertentangan dengan Alkitab. Motivasi pemberian angpao juga tidak selaras dengan prinsip memberi menurut iman Kristen. Apakah orang Kristen menolak hari raya Imlek? Sama sekali tidak. Kita perlu menyadari bahwa orang-orang Kristen dipanggil untuk mentransformasikan budaya (Kejadian 1:26-27; Yohanes 17:15-19);  tidak ada budaya yang bebas dari distorsi dosa dan tiap budaya memiliki elemen tertentu yang rusak oleh dosa.

Tugas orang Kristen bukan menghapus atau meniadakan elemen-elemen budaya melainkan mengubah elemen-elemen yang berdosa dengan kebenaran firman Allah. Kita terpanggil untuk menunjukkan keunggulan nilai-nilai Kristiani dengan memasukkan dalam praktek budaya tertentu dan memberi landasan filosofi Kristiani pada masing-masing elemen budaya. Di samping itu orang-orang Kristen terpanggil untuk menjadi saksi Kristus di dunia.

Makan bersama keluarga dan membagi-bagikan angpao, dua praktek ini pada dirinya sendiri tidak keliru. Kita harus menyediakan waktu untuk kumpul bersama keluarga dan berbagi kasih. Tanpa perayaan Imlek pun kita harus mengupayakannya, apalagi momen yang baik saat Imlek. Orang Kristen bisa memanfaatkan dan memodifikasi dua praktek ini supaya lebih Kristiani. Prinsip tentang berbagi kepada orang lain (pembagian angpao) perlu diwarnai dengan prinsip kasih kristiani. Kita mengasihi karena Allah lebih dulu mengasih kita (1 Yoh 4: 19).

Momen berkumpul bersama bisa diisi dengan persekutuan rohani yang menguatkan hal-hal yang bersifat netral; seperti pohon angpao; lampion serta atraksi lain, tidak mempunyai mitos-mitos di baliknya. Yang menjadi batu sandungan bagi sesama orang kristen sebaiknya dihindari, misalnya; gambar naga walaupun pada dirinya sendiri itu hanyalah sebuah seni lukis. Kita juga memikirkan situasi sebaliknya apabila kita memilih untuk tidak merayakan Imlek. Jika berada di lingkungan keluarga besar yang masih merayakan Imlek dan kita tidak mau berkumpul bersama mereka, hal itu akan menjadi syok atau keadaan juga tidak baik bagi mereka. Sikap apatis dan ofensif mereka terhadap kekristenan akan lebih mengkristal jika ada pilihan yang lebih bijaksana. Bila kita merayakannya, tetapi dengan konsep yang Kristiani dan memanfaatkannya sebagai kesaksian memberitakan iman kita. ***

Saat Kotbah Di GBI REM Hotel Ciputra, Pdt. Kiky Tjahjadi., M.Th Sempat Mendoakan Pdt. Paulus Supit (Gembala Sidang), Pengerja & Jemaat!

 

Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th (Ketua BPD GBI DKI Jakarta) ketika menyampaikan firman Tuhan di GBI REM Hotel Ciputra Lt. Dasar Ruang Puri 5-6, Minggu, (12/1) malam

JAKARTA,Victoriousnews,com,-Ketua Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) DKI Jakarta, Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th tampak sangat antusias dan bersemangat ketika menyampaikan firman Tuhan di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol, Jakarta Barat (Minggu, 12/1) malam. Pdt. Kiky mengajak ratusan jemaat yang hadir untuk membaca firman Tuhan yang terambil dalam kitab Yesaya 45: 5-7, dengan tema “Nasib Mujur Atau Malang Seseorang Ditentukan Oleh Hubungannya Dengan Tuhan”. “Kata nasib dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna ‘sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang’. Demikian pula Alkitab yang tertulis dalam Yesaya 45: 7 b, Yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang. Jelas bahwa Nasib seseorang itu berada di tangan Tuhan,” ujar Pdt. Kiky Tjahjadi memulai kotbahnya.

Pdt. Kiky melontarkan pertanyaan, apakah saudara ingin bernasib mujur atau malang? Semua itu tergantung dari pilihan hidup kita. “Setidaknya ada 3 faktor yang dapat mempengaruhi nasib hidup kita menjadi baik (mujur) atau buruk (malang). Pertama, Akibat Ulah (Tingkah Laku Hidup) Kita ( Yeremia 4:18). Ulah atau tingkah laku ini sangat berpengaruh terhadap nasib seseorang menjadi baik atau tidak.Tetapi yang jelas, menurut survei, apabila seseorang itu ingin bernasib baik dan diberkati Tuhan, maka kita harus sungguh-sungguh mengikuti perintah firman Tuhan. Sebab hukum tabur tuai, seperti yang tertulis dalam kitab Galatia 6:7, itu sampai sekarang masih berlaku. Jika kita menabur kebaikan, pasti menuai kebaikan. Jika kita menabur kejahatan, suatu saat kita akan menuai apa yang kita lakukan di masa lampau.

  Kedua, akibat serangan kuasa kegelapan. Iblis dan antek-anteknya itu paling suka melakukan intimidasi pikiran dan hati kita. Oleh karenanya, kita harus menjaga hati dan pikiran kita agar serangan kuasa gelap dari si Iblis itu dapat ditolak. Kitab Amsal 4:23, berkata, “ Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Firman Tuhan ini sangat tegas bahwa setiap orang yang rindu kehidupannya cerah atau dengan kata lain masa depannya cerah, maka harus menjaga hati.

Saudara yang dikasihi Tuhan, lalu bagaimana solusi atau jalan keluar agar nasib mujur dan diberkati menjadi bagian dalam hidup kita? Jawaban yang ketiga adalah membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Dampak dari membangun hubungan yang intim (dekat) atau mencari Tuhan itu sangat luar biasa dan segala usaha kita pasti berhasil (2 Tawarikh 31:21). Dan lakukan yang terbaik serta perbuatlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan (Kolose 3:23).

Sekali lagi, jika saudara ingin memiliki nasib yang baik dan diberkati Tuhan, maka jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri, tetapi fokuslah kepada Tuhan saja (Yos 1:7), serta buanglah segala sifat irihati atau suka menghakimi, sirik, dengki terhadap orang-orang yang berdosa (Amsal 23:17-18),” papar Pdt.Kiky.

Usai mengakhiri kotbahnya, Pdt. Kiky juga mendoakan Gembala Sidang GBI REM Pdt.Paulus T Supit beserta seluruh pengerja serta segenap jemaat yang sangat antusias menghadiri ibadah setiap Minggu Raya. “Saya berdoa untuk GBI REM dan Gembala Sidang Pdt. Paulus Supit, agar terus diberikan hikmat, kesehatan, dan diberkati Tuhan dalam memimpin jemaat Tuhan di Hotel Ciputra ini. HambaMu berdoa, GBI REM makin maju, diberkati dan dipakai secara dahsyat dalam ladang pelayanan. Juga berdoa untuk seluruh jajaran pengerja GBI REM di tempat ini, kiranya Tuhan Yesus juga memberkati setiap pelayanan dan jerih lelah mereka diperhitungkan oleh Tuhan. Tak lupa jemaat Tuhan yang sangat antusias untuk mengikuti ibadah di tempat ini, kiranya berkat kesehatan, pekerjaan dan apapun yang mereka lakukan senantiasa diberi keberhasilan,” pungkas Pdt. Kiky. SM  

Ps.Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM): SATU JEMAAT MEMBAWA TIGA JIWA DI TAHUN 2020

Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI Rahmat Emmanuel Ministries)

Saudara yang dikasihi Tuhan, Tahun baru 2020 telah kita lewati bersama. Meski banyak orang berkata, tahun ini penuh dengan tantangan, bencana alam, persoalan silih berganti,tetapi kita tidak perlu takut dan kuatir. Persoalan maupun tantangan bisa menerpa kapan saja, tetapi percayalah bahwa Tuhan pasti menyertai, melindungi, menyembuhkan bahkan memberkati dalam segala aspek kehidupan saudara.

Jika saudara merasakan kebaikan Tuhan yang telah menyelamatkan dan menebus dosa-dosa kita, maka tugas selanjutnya adalah mentaati perintah Amanat Agung, yakni memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang. Amanat Agung yang tertulis dalam kitab Matius 28:19, adalah perintah untuk memberitakan Injil merupakan perintah Yesus yang terakhir. Perintah ini diberikan setelah kebangkitan Yesus dan kesebelas murid Yesus berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Tuhan menghendaki agar setiap orang berbalik serta bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Kita merindukan gereja kita selalu ada pertumbuhan baik secara kuantitas maupun kualitas. Semua dapat tercapai ketika jemaat memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Jadi domba harus melahirkan domba.

Dalam kitab Injil Lukas dikatakan,“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang,” (Luk. 19:10). Jelas tampak dari sini bahwa tujuan kedatangan Yesus ke dunia adalah mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang. Dalam bahasa “nelayan”, misi ini disebut menjadi penjala manusia. Ini adalah misi kedatangan Sang Mesias, Anak Allah yang Hidup. Ketika Yesus memanggil murid-muridNya, yakni menjadi penjala manusia atau pemenang jiwa, seperti diriNya sendiri.

Firman Tuhan yang tertulis dalam 1 Korintus 9:21-23, dikatakan, bahwa “bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

︎ “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh.14:15). Penegasan dari ayat ini memastikan saudara memperoleh berkat dari Tuhan yang luar biasa.

Pertama, MENDAPAT TEMPAT YANG BAIK DI SURGA. Daniel 12:2-3 “Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya”.

2 Korintus 5:9-10, “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Kedua, TUHAN MENYERTAI KITA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN. Matius 28:19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

MARI KITA MENANGKAN JIWA-JIWA DI TAHUN 2020 UNTUK TUHAN, MAKA TUHAN AKAN MENYERTAI JALAN HIDUP KITA DI TAHUN YANG BARU DAN TUHAN JUGA MENYIAPKAN TEMPAT TERINDAH/TERBAIK DI DALAM KERAJAANNYA#SATU JEMAAT MEMBAWA TIGA JIWA DI TAHUN 2020#