*VictorioiusNews.com-Kompetisi baking lintas negara biasanya identik dengan teka∧nan waktu, teknik rumit, dan presentasi dessert yang memukau. Namun Bite Me Sweet, variety show terbaru di Viu menghadirkan sesuatu yang berbeda: dessert yang lahir dari emosi, nostalgia, dan cerita personal.
Salah satu peserta yang sukses mencuri perhatian adalah chef pastry asal Indonesia, Luvita Ho, yang tampil konsisten menunjukkan kreativitas unik di kompetisi ini. Bukan sekadar membuat hidangan penutup yang lezat, Luvita justru membawa pendekatan yang lebih personal—mengubah kenangan menjadi dessert.
Dalam kompetisi ini, para peserta tidak hanya ditantang menguasai teknik baking, tetapi juga memahami karakter dari muse mereka, yakni rising star Korea yang dipasangkan untuk menjadi inspirasi dalam menciptakan dessert. Luvita dipasangkan dengan aktor Korea Lee Saeon, yang menggambarkannya sebagai sosok chef pastry yang benar-benar hidup untuk dessert. Chemistry keduanya pun menjadi salah satu daya tarik tersendiri sepanjang program.
Di episode keenam, pasangan ini menghadapi tantangan bertema “You & Me in Season”, sebuah misi yang meminta peserta menerjemahkan perasaan menjadi sajian manis.
Untuk menemukan inspirasi, Lee Saeon membawa Luvita ke pengalaman yang sangat personal: menikmati musim dingin di tepi laut dan menyusuri pasar tradisional Korea.
Di sanalah Luvita menemukan cerita yang jauh lebih dalam daripada sekadar bahan makanan Lee Saeon memperkenalkan berbagai camilan khas Korea yang melekat dengan masa kecilnya, termasuk yeot, permen tradisional berbahan biji-bijian yang dikenal sebagai simbol keberuntungan karena teksturnya yang lengket—diyakini membuat keberuntungan “menempel”.
Mereka juga mencicipi yugwa, camilan manis berbahan beras ketan, hingga hotteok dan jeon, makanan yang identik dengan momen kebersamaan keluarga Korea.
Namun bagi Luvita, pengalaman ini bukan sekadar wisata kuliner.
Ia melihat sesuatu yang lebih personal. Kenangan Lee Saeon tentang sang nenek yang sering mengajaknya ke pasar tradisional menjadi detail emosional yang kemudian diterjemahkan Luvita ke dalam dessert buatannya.
Di sinilah Luvita tampil berbeda dari peserta lain. Alih-alih hanya fokus pada teknik dan plating, chef asal Indonesia ini membangun dessert dari storytelling.”Aku tipe yang kalau mentok akan melakukan hobi yang lain, seperti berolahraga, karena kalau dipaksa berpikir malah makin mentok. Jadi, aku biasa berolahraga untuk melepas beban di kepala terlebih dahulu, agar pikiran lebih ringan dan biasanya ide lebih mudah masuk,” ungkap Luvita.
Bagi Luvita, inspirasi juga datang dari pengalaman melihat dunia. “Sering bepergian juga membantu melihat dunia lebih luas lagi. Aku dapat banyak ide saat jalan-jalan ke luar negeri dan mencoba banyak pastry baru,” lanjutnya.
Pendekatan inilah yang membuat penampilan Luvita terasa segar. Di tengah kompetisi yang penuh tekanan, ia menunjukkan bahwa inovasi kuliner tidak harus selalu datang dari teknik paling kompleks atau bahan paling mewah. Terkadang, cerita yang paling sederhana justru meninggalkan kesan paling kuat.
Partisipasinya di Bite Me Sweet juga menjadi pencapaian personal. “Aku dari dulu ingin mencoba bekerja di luar negeri, jadi ini kesempatan yang sangat bagus untuk pengalaman dan memuaskan rasa ingin tahu,” katanya.
Kehadiran Luvita di panggung internasional menjadi momen membanggakan tersendiri, sekaligus menunjukkan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing lewat kreativitas yang tidak hanya enak dilihat, tetapi juga punya emosi.
Lewat Bite Me Sweet, Luvita Ho membuktikan satu hal: dessert terbaik bukan hanya soal rasa—tetapi soal cerita yang bisa membuat orang ikut merasa. Bite Me Sweet tayang setiap Jumat di Viu. @epa_phm
