KISAH HURUF “T” DI TENGAH NAMA PAULUS T SUPIT

JAKARTA,VictoriousNews.com-Bagi jemaat, khususnya GBI-REM, huruf “T’ di tengah nama Ps Paulus T Supit tak ada yang tahu pasti sejauh ini. Singkatan “T’ terungkap ketika Gembala Sidang GBI-REM ini menyampaikan arti itu di tengah khotbah berjudul “Iblis Takut Mendengar Lima Nama Ini”di GBI-REM HOTEL CIPUTRA GROGOL (Jakarta Barat) pada Minggu, 19 April 2026 pukul 17.00 WIB. Kelima nama ini menunjuk pada satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, Sang Penyelamat seluruh manusia  di dunia.

“Apa arti sebuah nama? Jangan anggap sepele soal ini! Nama itu penting. Ketika mama, Pdm Elsye Cramer Supit (meninggal tahun 2006) akan melahirkan saya tak sempat memikirkan nama anak yang segera dilahirkannya. Waktu itu papa pergi entah ke mana. Sehingga muncul atau terbersit nama Troy,” tegasnya.

Mesin pencarian Google mengkonfirmasi bahwa Troy menunjuk seorang aktor film asal Amerika. Dijelaskan Google, Troy Michael Kotsur dikenal karena perannya dalam film CODA (2021). Lewat film ini, Troy mendapatkan sejumlah penghargaan, termasuk Academy Award, British Academy Film Award, Screen Actors Guild Award dan Critics’ Choice Movie Award. Troy adalah aktor tunarungu pertama yang memenangkan tiga penghargaan terakhir, dan pria tuli pertama dan pemeran tuli kedua secara keseluruhan yang memenangkan penghargaan Oscar. Ia juga menyutradarai film panjang No Ordinary Hero: The SuperDeafy Movie (2013).Troy menikahi aktris tunarungu, Deanne Bray. Mereka memiliki satu anak perempuan.

Di sisi lain, Troy merujuk pada satu judul film nominator Oscar yang ditayangkan pertama kali pada 14 Mei 2004. Film ini mengisahkan tentang Perang Troya, seperti dikisahkan dalam kisah Homer oleh Iliad, kisah Virgil oleh Aeneid dan mitologi lain. Tetapi, jalan ceritanya sangat berbeda dengan kisah dari Homer. Film ini dibintangi aktor dan aktris terkenal pada masanya yaitu Brad Pitt sebagai Achilles, Eric Bana sebagai Hector, Orlando Bloom sebagai Paris, Diane Kruger sebagai Helen, Brian Cox sebagai Agamemnon, Sean Bean sebagai Odysseus, Rose Byrne sebagai Briseis, Garrett Hedlund sebagai Patroclus, Peter O’Toole sebagai Priam, Brendan Gleeson sebagai Menelaus dan Tyler Mane sebagai Ajax. Troy disutradarai Wolfgang Petersen dan skenarionya ditulis David Benioff. Film ini dinominasikan pada Oscar dalam kategori desain kostum.

“Maka dari di masa lalu saya, …. hanya saya, Tuhan, dan Setan yang tahu pasti, kata Ps Pengky Andu. Orangtua saya tahu jauh lebih sedikit dibanding ketiganya, tapi jauh lebih banyak dibandingkan jemaat. Nama itu penting. Sehingga oleh papa, nama saya diubah atau ditambahkan Paulus di depan huruf “T”,” tegas Paulus Supit.

Menurut Paulus Supit, kelima nama yang membuat Iblis ketakutan adalah Jeshua, Immanuel, El Shadai, Adonai, dan Jehova Raphaa.

Matius 1:21 menegaskan, “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Yeshua adalah panggilan umum dari nama Yehoshua dari Alkitab berbahasa Ibrani dan di antara orang-orang Yahudi pada periode Bait Suci Kedua . Nama ini sesuai dengan ejaan Yunani Iesous. Dari bahasa ini kemudian muncul bahasa Latin IESVS. Iesus muncullah ejaan bahasa Inggris Jesus.

“Immanuel…., Immanuel….Namanya disebut Immanuel. Allah serta dengan kita, namanya disebut Immanuel…” mmanuel atau Imanuel berasal dari bahasa Ibrani, berarti “Allah beserta kita”. Nama ini merupakan sebutan atau gelar nubuatan yang merujuk pada kehadiran Tuhan dalam menyertai umat-Nya dan sering dikaitkan sebagai salah satu nama Yesus Kristus. “Entah alasannya apa, nama ini kemudian dijadikan label untuk gereja ini, GBI Rahmat Emmanuel Ministry (REM). Yang pasti, gereja ini ada karena ada Tuhan di sini,” tegas Paulus Supit.

Yesaya 7:14 menjelaskan, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”

Matius 1:23 pun menegaskan, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita.”

“El Shadai, El Shadai
Allah Maha Kuasa
Dia besar, Dia besar
El Shadai, Mulia
El Shadai, El Shadai
Allah Maha Kuasa
BerkatNya melimpah, El Shadai…”

Nama Shaddai menempati urutan ketiga dalam frekuensi kemunculannya di antara nama-nama ilahi. Nama Shaddai muncul sebanyak 48 kali dalam Alkitab , tujuh kali sebagai El Shaddai (lima kali dalam Kejadian, sekali dalam Keluaran, dan sekali dalam Yehezkiel ).

Kemunculan pertama nama ini terdapat dalam Kejadian 17:1, “Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berkata kepadanya: ‘Akulah El Shaddai; hiduplah di hadapan-Ku dan hiduplah tanpa cela.’

Nama Shaddai sering digunakan sejajar dengan El di kemudian hari. Septuaginta menerjemahkan Shaddai atau El Shaddai hanya sebagai “Allah” atau “Allahku”, dan setidaknya dalam satu bagian (Yehezkiel 10:5). Shaddai adalah salah satu nama Tuhan dalam Yudaisme . El Shaddai secara konvensional diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa.

Nama keempat adalah Adonai. Adonai adalah istilah Ibrani yang berarti “Tuhan”, “Tuan”, atau “Penguasa”, yang digunakan dalam Perjanjian Lama untuk menyebut Allah dengan makna kekuasaan, otoritas, dan pemeliharaan. Istilah ini sering digunakan sebagai pengganti nama sakral YHWH (Yahweh) untuk menunjukkan penghormatan dan kedaulatan Tuhan sebagai Master atas hidup.

Ulangan 6:4 menyatakan, “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” Yesaya 10:4 menegaskan, ‘Tak dapat kamu lakukan apa-apa selain dari meringkuk di antara orang-orang yang terkurung, dan tewas di antara orang-orang yang terbunuh! Sekalipun semuanya ini terjadi, murka TUHAN belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.” Mazmur 8:1 dan 9 pun menjelaskan.

Iblis ketakutan ketika nama kelima ini didengarnya. Jehovah Rapha (atau Yahweh-Rapha) adalah salah satu nama Allah dalam Perjanjian Lama yang berarti “Tuhan yang Menyembuhkan”. Nama ini berakar dari dua kata Ibrani: Jehovah (TUHAN/Yang Maha Ada) dan Rapha (menyembuhkan, memulihkan, menyempurnakan). Jehovah Rapha menegaskan karakter Allah sebagai Tabib Agung yang menyembuhkan fisik, emosional, mental, dan spiritual.

Keluaran 15:26 menyatakan, firman-Nya: ”Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.”

Filipi 2:9-11 menekan, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Begitu luhurnya nama Tuhan Yesus Kristus sehingga Iblis pun ketakutan ketika nama-Nya di dengar. Perlindungan dan penyertaan kepada Tuhan membuat Iblis gemetar dan lari terbirit-birit. Salam damai sejahtera. @epa_phm

Related posts