Tangerang, Victoriousnews.com – Pada hari Senin pagi (15/9/25) suasana hangat memenuhi Resto Kopi Johny, Komplek Ruko Graha Boulevard, Gading Serpong. Puluhan wanita dengan kostum biru dari berbagai usia dan latar belakang datang untuk mengikuti Ibadah Fellowship Ladies of the Fellowship (LOF) BSD 1, komunitas wanita di bawah naungan Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI).
LOF menjadi “rumah rohani” bagi istri, ibu rumah tangga, wanita karier, single parent, hingga oma-oma yang rindu dikuatkan dalam iman. “Moto LOF adalah Be Strong in the Lord. Kami ingin setiap wanita menjadi pribadi yang tangguh di dalam Tuhan untuk mengatasi berbagai persoalan hidup,” jelas Ketua LOF BSD 1, Sis Maria Veronica Mardjuki Tjong atau akrab disapa Sis Lovisa.
Karena jumlah anggota kini menembus 200 orang, ibadah dibagi tiga sesi: Senin pukul 10.00–12.00 dan 14.00–16.00, serta Selasa (16/9) pukul 10.00–12.00. “Pembagian ini supaya setiap sister yang hadir benar-benar terlayani,” tambah Sis Lovisa. Ia juga mengumumkan peluncuran kartu anggota agar para “sister” kian terhubung dan saling menguatkan.
Wanita Cakap dan Tiang Doa
Dalam sesi pertama, Sis Tina membawakan renungan Amsal 31:10–31. Ia menegaskan nilai seorang wanita cakap diukur dari karakter yang takut akan Tuhan, bukan penampilan atau harta. Tina menyoroti pentingnya kepercayaan dan integritas, mendorong setiap wanita menjadi “tiang doa” bagi keluarga.
“Bangun lebih pagi, cari hadirat Tuhan, meski suami dan anak masih terlelap. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” ujarnya penuh semangat. Ia juga mengingatkan pentingnya ketekunan, pengelolaan rumah tangga, dan kepedulian sosial.
Kesaksian Mujizat Kesembuhan yang Menguatkan
Momen yang paling menyentuh hati hadir lewat kesaksian Sis Cing Cing. Ia menuturkan perjalanan imannya melawan kanker ganas yang didiagnosis sejak 2014. Setelah melewati proses pengobatan melalui operasi, di tengah rasa sakit dan keterbatasan keluarga, ia terus berdoa agar Tuhan Yesus menyatakan mujizatNya.
“Dalam kondisi setengah sadar, saya merasakan seseorang memegang tangan saya—lembut, bukan seperti manusia. Saat terbangun, tidak ada siapa-siapa. Saya tahu itu tangan Tuhan Yesus,” kenangnya. Sejak pengalaman rohani tersebut, pemulihan demi pemulihan terjadi hingga kesehatannya benar-benar pulih. “Puji Tuhan, mujizat itu nyata,”pungkasnya.
Misi Menjangkau Jiwa
Menutup rangkaian ibadah, Sis Susanti mengingatkan kembali misi LOF: memaksimalkan peran wanita sebagai penolong sepadan sesuai firman Tuhan sekaligus menjangkau jiwa melalui jaringan marketplace.
Ibadah ditutup dengan doa syukur sekaligus mendoakan anggota LOF BSD 1 yang berulangtahun sepanjang bulan Agustus-September, dilanjutkan makan siang bersama. SM
