Victoriousnews.com,-Lama tak terdengar, nama Karmila Warouw terpampang dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) pada sistem online Komisi Pemilihan Umum (KPU). Wanita 49 tahun ini menempati nomor urut 6 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah. Praktis, kehadirannya di blantika politik nasional tak akan mudah dalam meraih suara. Selain bersaing dengan calon satu partai yang berpengalaman dan bermodal, dia juga berusaha menarik simpati masyarakat agar mampu unggul suara dengan kandidat-kandidat lain.
Pada laman suarautara.com dan alasannews.com dituliskan, Karmila Warouw adalah Srikandi Sulawesi Tengah dan merupakan putri daerah Kabupaten Buol. Ia merupakan cucu H Rajawali M Pusadan (tokoh legenda Sulawesi Tengah), pemrakarsa pembentukan Provinsi Sulawesi Tengah pada keluarga kakeknya dan keluarga nenek sebagai cucu Bayo Djulunau yang diketahui merupakan juru kemudi di masa Raja Buol. Keluarga Djulunau menurut sejarah adalah darah Buol dan Kaili.
Karmila Warouw awalnya dikenal sebagai penyanyi. Ia lahir di Palu (Sulawesi Tengah), 5 Juli 1974 dan merupakan putri kedua atau anak ketiga (bungsu) dari pasangan M Pusadan (alm) asal Palu dan Deice Warouw (alm) dari Manado (Sulawesi Utara). Karier menyanyinya diawali dari bar ke bar dan pub ke pub di kota Manado, sehingga namanya akrab di telinga pengunjung tempat hiburan malam kala itu.
Pada tahun 1990, ia tampil di ajang festival Pop Singer Remaja se-Jakarta, festival Karaoke Matahari, dan festival Karaoke Restoran Torigin. Selain tampil dalam festival Karaoke Taipan pada tahun 1991.
Pada tahun 1992, ia tampil dalam ajang festival Penyanyi Yunior Internasional Asia Bagus periode pertama, festival lagu-lagu pariwisata, dan tampil bersama Krisdayanti dalam Grandfinal lomba Cipta Pesona Bintang RCTI. Ia juga tampil di festival Pop Singer Pariwisata se-Jakarta, festival Pop Singer Peonner se-Asia, festival Asia Bagus di Singapura bersama Krisdayanti dan Dewi Gita, festival Song of Asia di Vietnam.
Ia berkeliling Eropa dalam paket Istidarysophia menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang ke-50. Di Sydney (Australia), ia tampil dalam acara Gala Night dan tampil dalam acara jalinan nada di Brunei Darussalam. Ini hasil kerjasama televisi Brunei RTB dan TVRI.
Beberapa album yang sudah dirilisnya, seperti; Selamat Pagi Cinta (Samy Paitam dan Fariz RM), Hapuslah Prasangka, Kuingin Ada yang Mau (Ryan Kyoto), dan Biasanya (Rudi Loho). Ia juga merilis album daerah Sulawesi Utara dengan judul Jalan Ba Pisah dan album religius Kristen yang berjudul Iman. Juga ada beberapa judul album yang lain.
Setelah jarang tampil bernyanyi, dia aktif dan bidang organisasi sembari meniti pendidikan di bidang hukum. Keputusannya maju sebagai anggota legislatif didasari keinginan mengemban amanat rakyat demi mewujudkan aspirasi warga Sulawesi Tengah, khususnya warga Kabupaten Buol dan Tolitoli. @epa_phm