Christmas Celebration  GBI Maple Park: Ps. Johan Lumoindong Ajak Jemaat Mensyukuri Kasih Setia Tuhan

Jakarta—Victoriousnews.com — Gereja Bethel Indonesia (GBI) Maple Park di bawah penggembalaan Ps. Ferry Iskandar menggelar Christmas Celebration bertema “Bersyukur Atas Kasih Setia Tuhan” yang diangkat dari 1 Tawarikh 16:34. Ibadah penuh sukacita ini berlangsung di Balai Warga Lantai 2 Apartemen Maple Park, Sunter Agung, Jakarta Utara, Kamis (11/12/25) malam.

Acara ini dihadiri oleh sejumlakh  tamu undangan, di antaranya Sekretaris 1 BPD GBI DKI Jakarta Ps. Agus Irawan, Ps. Hosea Budi, Ps. Suryadi, Mayjen TNI (Purn) Johanis Payung, Ely Salat (istri mendiang Junaedi Salat) beserta tim penyanyi rohani Betawi, musisi Frans “Sisir”, serta Ps. Johan Lumoindong sebagai pembicara utama.

Perayaan natal dimeriahkan persembahan  pujian rohani Betawi yang dibawakan oleh Ely Salat dan tim, disusul dengan persembahan tarian anak-anak Sekolah Minggu GBI Maple Park yang membuat suasana semakin meriah dan hangat. Sementara Frans Sisir tampil diakhir acara.

Dalam kotbahnya dengan  gaya humor khasnya, Ps. Johan Lumoindong menegaskan esensi syukur sejati. Merujuk 1 Tawarikh 16:34, ia menjelaskan bahwa dalam bahasa Ibrani, syukur mengandung dua dimensi penting: Hoda — ucapan syukur lewat mulut, dan Todah — syukur yang dibuktikan melalui persembahan. “Ibadah ini pasti ada biayanya. Syukur bukan hanya diucapkan, tetapi juga dibuktikan lewat persembahan. Ketika firman berkata persembahkanlah tubuhmu dan hartamu, itu bukan beban—itu kehormatan,” tegasnya.

Ki-ka: Ps Johan Lumoindong,Sekretaris 1 BPD GBI Jakarta, Ps Agus Irawan, Gembala GBI Maple Park Ps Ferry Iskandar dan saudara Ps Johan. lumoindong berpose bersama di Cafe Lucre sebelum acara Natal, Kamis (11/12/25). 

Kasih Setia Tuhan yang Nyata dan Tak Pernah Gagal

Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun pelayanan, Ps. Johan menekankan pentingnya “bukti iman”—kehidupan yang menunjukkan bahwa Kristus benar-benar hidup dalam orang percaya. “Kekristenan macam apa kalau tidak ada bukti bahwa Kristus hidup dalam kita?” ujarnya.

Ia bercerita tentang berbagai pengalaman yang menunjukkan penyertaan Tuhan, bahkan di tempat-tempat tak terduga ketika banyak orang yang meminta foto dan menunjukkan rasa hormat. “Immanuel itu nyata. Tuhan menyertai kita bukan hanya di gereja, tetapi dalam seluruh aktivitas kita.”

Pelajaran Natal dari Palungan: Kerendahan Hati yang Menyentuh

Merenungkan Lukas 2:6–7, Ps. Johan mengingatkan bahwa Allah dengan sengaja memilih palungan—tempat sederhana dan tidak layak. “Kalau Tuhan mau, Yesus bisa lahir di istana. Tapi Ia memilih palungan. Berbeda dengan kita, kalau hadir dalam sebuah acara, tidak disuruh di kursi depan, langsung tersinggung,” ujarnya. Karakter orang percaya, maupun pendeta  diuji bukan hanya ketika pelayanan  di mimbar, tetapi dalam keseharian—terutama di rumah. “Apa gunanya pelayanan hebat di gereja, tapi gagal jadi teladan bagi istri dan anak?” tambahnya.

Tuhan Hadir dalam Setiap Kesulitan

Ps. Johan juga menyinggung Matius 28:20, bahwa penyertaan Tuhan tidak hanya nyata dalam sukacita, tetapi juga dalam tekanan dan pergumulan. Ia bahkan membagikan pengalaman melewati dua masa kritis akibat Covid-19. “Kalau Tuhan tarik kasih karunia-Nya satu hari saja, habislah kita. Tapi hari ini kita masih bernapas—itu bukti kasih setia-Nya.”

Perjalanan 11 Tahun GBI Maple Park: Dari Persekutuan Doa  hingga Gereja yang Bertumbuh

Gembala GBI Maple Park, Ps Ferry Iskandar

Dalam momen Natal tersebut, Gembala GBI Maple Park, Ps. Ferry Iskandar, menceritakan kembali perjalanan penuh mujizat sejak gereja ini berdiri pada 19 April 2014.

Menurutnya, cikal bakal GBI Maple Park dimulai dengan Persekutuan Doa yang diadakan di Balai Warga lantai 2 Apartemen Maple Park. Ibadah perdana saat itu dilayani oleh Ps. Johan Lumoindong sebagai pembicara. Dari tempat inilah kesetiaan Tuhan mulai nyata.

Namun perjalanan tidak selalu mulus. Tempat ibadah tersebut sempat terganggu. Ps. Ferry harus mengambil keputusan besar untuk pindah. Tuhan membuka jalan ketika ia memakai rumah townhouse miliknya sebagai tempat ibadah selama dua tahun—dari lantai dasar hingga lantai tiga dipenuhi jemaat.

Tidak berhenti di situ, Tuhan kembali menuntun. Sebuah ruko di depan kompleks Apartemen Maple Park  yang dijual oleh saudara seiman akhirnya dipakai sebagai tempat ibadah. Satu unit digunakan untuk ibadah, lalu Tuhan tambahkan satu unit lagi sebagai area stage dan musik. “Bukan karena saya, tetapi Tuhan Yesus—Gembala Agung yang memimpin gereja ini,” tegasnya.

Ps. Ferry juga menyampaikan terima kasih kepada Ps. Agus Irawan yang setia mendampingi sejak awal, dan kepada istri tercinta, Bu Ting Ting, bersama seluruh tim yang bekerja keras untuk perayaan Natal tahun ini. “Tuhan tetap pelihara gereja-Nya. Tahun ini adalah Natal ke-10 yang kami adakan di tempat ini, meski tahun lalu sempat pindah ke Restoran LUC UP dan hujan sampai bocor,” ujarnya sambil tersenyum.

Mengakhiri pesannya, Ps. Ferry menyampaikan harapan besar untuk tahun mendatang. “Tahun depan kita masuk Tahun Amanat Agung. Saya percaya visi 2033 akan terjadi—banyak jiwa dimenangkan dan mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Gereja ini akan terus dipakai Tuhan untuk memenangkan jiwa,” pungkas Ps Ferry.

Perayaan Natal GBI Maple Park malam itu  bukan hanya sebuah acara, tetapi momen refleksi mendalam bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah, dari awal perintisan hingga hari ini. SM

Related posts