Pesan Ps.Moses Christianto Dalam HUT ke-8 GBI Maple Park: Janganlah Gelisah Hatimu!

Jakarta, VictoriousNews.com – Momen ungkapan syukur terasa begitu kental dalam ibadah raya GBI Maple Park pada Minggu, 22 Maret 2026. Bertempat di Apartemen Maple Park lantai dasar, Jalan HBR Motik No.2, Sunter Agung, Jakarta Utara, jemaat hadir dengan hati penuh syukur atas penyertaan Tuhan yang tak pernah berhenti.

Gembala GBI Maple Ps.Ferry Iskandar (ke-5 dari kiri) didampingi Ibu Gembala dan para hamba Tuhan yang hadir dalam momen ucapan syukur HUT ke-8 GBI Maple Park, Minggu (22/3/26).

Ibadah yang dimulai pukul 10.30 WIB itu tidak sekadar menjadi rutinitas mingguan, tetapi menjelma sebagai perayaan iman dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-8 gereja yang digembalakan oleh Ps. Ferry Iskandar sejak 19 Maret 2018. Delapan tahun perjalanan yang tidak selalu mudah, namun penuh dengan kasih dan kesetiaan Tuhan.

Gembala GBI Maple Park Ps.Ferry Iskandar & Ibu Gembala (Ibu Tinting) mengucap syukur atas penyertaan Tuhan, bahwa GBI Maple Park telah melewati 8 tahun pelayanan.

Suasana sukacita semakin terasa saat lagu “Happy Birthday to You” dinyanyikan bersama. Kue ulang tahun dan lilin menjadi simbol sederhana yang sarat makna—tentang perjalanan pelayanan, kebersamaan dalam suka dan duka, serta iman yang tetap menyala di setiap musim kehidupan.

Di tengah perayaan tersebut, Ps. Ferry Iskandar didampingi Ibu Tinting, Ps. Moses Christianto, Ps. Jimmy Jackson, Opa Ricky, serta para hamba Tuhan lainnya maju ke altar. Dengan suara bergetar, Ps. Ferry menyampaikan kesaksian tentang kebaikan Tuhan sepanjang delapan tahun perjalanan pelayanan.

Ia mengenang masa awal perintisan, ketika gereja belum seperti sekarang. Pelayanan dimulai dari persekutuan doa kecil bernama PD Shalom, yang menjadi cikal bakal GBI Maple Park.

“Semuanya dimulai dari kerinduan untuk melayani. Saya datang kepada Pak Moses dan meminta bimbingan. Dari situlah perjalanan ini dimulai,” ungkapnya.

Pelayanan yang awalnya berlangsung sederhana di balai warga itu terus bertumbuh. Selama empat tahun, PD Shalom berdiri dengan berpegang pada janji firman Tuhan dalam Yohanes 14:27 tentang damai sejahtera yang tidak sama seperti yang diberikan dunia.

Tahun 2018 menjadi titik balik ketika PD Shalom resmi bertransformasi menjadi GBI Maple Park. Momen tersebut bukan hanya peresmian, tetapi peneguhan panggilan untuk menjangkau lebih banyak jiwa.

Kini, memasuki tahun kedelapan, Ps. Ferry menegaskan bahwa semua yang terjadi adalah karena penyertaan Tuhan. “Bukan karena kuat dan gagah kita, tetapi oleh Roh Tuhan,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa perjalanan pelayanan tidak lepas dari tantangan. Namun, ia percaya bahwa setiap proses adalah bagian dari pembentukan Tuhan, dan gereja akan terus bertumbuh sesuai kehendak-Nya.

Visi yang dipegang tetap sederhana namun kuat: menjadi garam dan terang bagi dunia, membawa dampak nyata bagi banyak orang.”Semua ini hanya untuk kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus,” tutupnya.

Jangan Gelisah Hatimu di Tengah Dunia yang Tidak Pasti

Dalam ibadah tersebut,  Ps. Moses Christianto dalam kotbahnya menyampaikan pesan yang sederhana, namun mengena tepat di hati: “Jangan gelisah hatimu” (Markus 13:7).

Ps. Moses Christianto ketika menyampaikan kotbah dengan tema “Janganlah Gelisah” di GBI Maple Park, Apartemen Maple Park lantai dasar, jalan HBR Motik No. 2 Sunter Agung Jakarta Utara, Minggu (22/3/26).

Di hadapan jemaat, Moses tidak menutup mata terhadap realitas global. Ia menyinggung konflik di Timur Tengah yang melibatkan kekuatan besar dunia, yang dampaknya menjalar ke berbagai aspek kehidupan manusia. Ketidakpastian ekonomi, rasa takut, hingga kecemasan kolektif menjadi bayang-bayang yang nyata.

“Tidak semua orang sedang baik-baik saja,” ujarnya lugas. “Banyak yang diliputi kekuatiran, kecemasan, bahkan ketakutan. Tapi di tengah semua itu, Tuhan mengingatkan: jangan gelisah.”

Menurutnya, kabar tentang perang bukanlah hal baru. Sejarah mencatat deretan panjang konflik—dari perang dunia hingga konflik regional—dan semuanya telah dinubuatkan dalam Alkitab. Karena itu, orang percaya seharusnya tidak lagi hidup dalam ketakutan.

“Yesus sudah mengingatkan ribuan tahun lalu: apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya,” tegasnya.

Pesan ini menjadi pengingat keras: kegelisahan tidak mengubah keadaan, justru merusak kehidupan dari dalam.

Moses bahkan menguraikan dampak nyata dari kegelisahan—bukan hanya secara rohani, tetapi juga secara fisik dan mental. Hati yang tidak tenang dapat merusak kesehatan, mengganggu pikiran, bahkan menghancurkan kualitas hidup seseorang.

Ps Moses Christianto berpose bersama dengan tim praise & worship

Ia membagikan kisah nyata tentang seseorang yang kehilangan penglihatan akibat gangguan kesehatan mental yang berlarut-larut. Sebuah gambaran pahit bahwa kegelisahan yang dibiarkan bisa berujung pada kehancuran.

Tiga Cara Mengalahkan Kegelisahan

Dalam khotbahnya, Ps. Moses membagikan tiga langkah praktis untuk mengatasi kegelisahan:

Pertama, tetap percaya kepada Tuhan (Yoh 14:1) .  Dalam dunia yang mudah menggoyahkan iman, konsistensi percaya menjadi kunci. Dari kepercayaan itulah lahir sikap berserah dan berharap. “Kalau kita benar-benar percaya, kita tidak akan memikul beban sendirian,” katanya.

Kedua,Menyadari bahwa damai sejahtera Tuhan sudah ada dalam hati. (Yoh 14:27). Damai yang Tuhan berikan bukan seperti damai dunia yang sementara. Ia menetap, tidak tergoyahkan oleh keadaan. “Apa pun yang terjadi di luar, kalau damai Tuhan ada di dalam, kita tetap tenang,” ujarnya.

Ketiga, Belajar Bersyukur (Mazmur 42:5). Sebuah hal yang terdengar sederhana, namun sulit dipraktikkan. Bersyukur bukan hanya saat keadaan baik, tetapi justru saat hidup terasa berat. “Mulai dari hal kecil—bangun pagi, masih bisa bernafas, masih bisa makan—itu semua alasan untuk bersyukur,” pungkasnya..

Perayaan HUT ke-8 GBI Maple Park bukan hanya menjadi momen mengenang perjalanan, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, jemaat diingatkan untuk tetap percaya, hidup dalam damai, dan tidak dikuasai oleh kegelisahan. SM

Related posts