Viral! Anak SMA, Josepha Alexandra (OCHA) Berani Pertahankan Kebenaran Dalam LCC 4 Pilar MPR

VictoriousNews.com-“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” ucap Josepha Alexandra Roxa Potifera (Ocha), Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pontianak (Kalimantan Barat) mewakili rekan-rekannya yang tergabung di Regu C pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Jawaban itu terlontar atas pertanyaan, “DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?“ yang diajukan pada perhelatan LCC Empat Pilar MPR-RI pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Kalimantan Barat.

Jawaban Regu C dari SMAN 1 Pontianak yang disampaikan Josepha Alexandra diberikan nilai -5 (dikurangi 5), sementara jawaban yang sama dari regu berbeda (Regu B) diberikan nilai 10 (alias ditambah 10). Tentu itu bukan aksi komedi televisi yang menggembirakan penonton. Itu adalah ajang pembelajaran generasi penerus bangsa demi menata negara di masa mendatang.

Josepha Alexandra sempat menyatakan agar ditanyakan kepada audiens tetapi tidak diakomodir. Sehingga menimbulkan polemik di masyarakat. Puncaknya, MPR-RI sebagai lembaga tertinggi negara menyatakan meminta maaf dan menggelar kembali. Demi menghormati pemenang, pihak SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak mengikuti event berikutnya.

Josepha Alexandra melayangkan protes terhadap keputusan juri LCC Empat Pilar MPR-RII karena jawaban diberikan nilai -5 (nilainya dikurangi) sedang jawaban lawan diberikan nilai 10 (artinya terdapat penambahan nilai 10, sehingga ada selisih nilai 15). Dengan perhitungan ini maka Regu C akan sulit mengejar perolehan nilai yang diraih Regu B.

Semula, Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026 pada Sabtu, 9 Mei 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat berlangsung biasa saja. Peserta diikuti 3 sekolah. Sebetulnya, ada 9 sekolah yang berpartisipasi, namun hanya tiga yang masuk final yaitu SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Jalannya Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat menuai kontroversi ketika para peserta memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan seputar pemilihan dan pengangkatan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dewan juri menyatakan jawaban Regu C salah dan langsung memberikan nilai -5 (Minus 5), sehingga dikurangi 5 poin.

Kesempatan di tim Regu B dari SMAN 1 Sambas dan menjawab persis dengan jawaban Regu C. Ternyata jawaban Regu B sama persis dengan jawaban Regu C. Anehnya, jawaban tersebut disahkan juri dan diberikan nilai 10.

Keputusan tersebut langsung diprotes Regu C karena merasa telah memberikan jawaban yang sama sebelum diucapkan peserta dari Regu B. “Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” intrupsi peserta Regu C.

Josepha Alexandra bahkan berani meminta kesaksian dari para audiens yang hadir di tempat lomba. Namun, semuanya tidak berubah dan perlombaan tetap berlanjut.

Josepha Alexandra merupakan siswi kelas 11 di SMAN 1 Pontianak. Ia masuk sekolah tersebut pada tahun ajaran 2024/2025 setelah lulus dari SMPN 10 Pontianak. Ketika dihubungi oleh anggota DPR RI Komisi II Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, dia mengaku bahwa dirinya anak bungsu dari dua bersaudara.

Lomba cerdas cermat bukan sebuah hal yang baru untuknya. Sejak duduk di bangku SMP, sederet perlombaan telah dia ikuti mewakili sekolahnya. @epa_phm

Related posts