MAKASSAR,Victoriousnews.com,-Ratusan Mahasiswa Utusan GMIT PM STFT INTIM Makassar menggelar ibadah syukur HUT Gereja Masehi Injili di Timor ke-77 Tahun dan HUT Reformasi gereja ke-507 Tahun di Kapel kebangkitan STFT INTIM di Makassar, Jumat (15/11/24).
Acara tersebut menjadi momen penuh makna dan kebersamaan bagi 266 mahasiswa GMIT di Makassar serta 9 orang pengurus sinode GMIT yang turut hadir dalam perayaan tersebut, diantaranya adalah: Sekretaris Majelis Sinode GMIT Pdt. Lay Abdi K. Wenyi M. S, Bendahara Majelis Sinode GMIT Pnt. Yefta Sanam, S.E, M. M, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah, Pdt. Alfred Waangsir, S.Th, M.Pd, Ketua Majelis Klasis Soe, Pdt. Ketlyn Biaf-Radja, M. Si, Ketua Majelis Klasis Soe Timur, Pdt. Yunius Betty, M.Th, Ketua Majelis Klasis Rote barat laut Pdt. Yohanis Nehemia Lolok, S. Th, Ketua Majelis Klasis Teluk Kabola Pdt. Octaviana M. Appah, S. Si-Teol, ketua Majelis Klasis Belu Pdt. Para Mengi Uly, M. Th, serta Ketua UPP Teologi Sinode GMIT Pdt. Melki Joni Ullu, M. Th.
Ibadah syukur ini bertujuan untuk memperingati hari pembentukan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor dan hari Reformasi protestan. Sehingga dekorasi ruangan didominasi dengan nuansa budaya dan dresscode daerah NTT, serta ciri khas GMIT sangat kuat dihadirkan melalui Liturgi ibadah dengan mengusung tema “Merawat Kasih, Merayakan Kebersamaan Sebagai Keluarga Allah ” (Ibrani 13: 8). Tema ini dimaknai untuk mengarahkan pada upaya untuk mensyukuri keberadaan diri sendiri dan orang lain sebagai bagian dari keluarga Allah yang akan terus berbagi kasih.
Pdt. Melki Joni Ullu, M. Th,dalam kotbahnya mengutip kitab Amsal 15: 33, sangat menguatkan seluruh mahasiswa GMIT di INTIM untuk selalu setia dalam kerendahan hati dan takut akan Tuhan. Terutama dalam rutinitas akdemik di kampus sehingga dapat melahirkan hikmat yang terimplementasi dalam kehidupan pelayanan.
Pada kesempatan itu, melaui suara gembalanya, sekretaris umum Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi M. Si, menekankan pentingnya berorganisasi sebagai salah satu bagian dari trisukses mahasiswa,yaitu, sukses studi, sukses organisasi dan sukses cinta. Ia juga menyoroti loncatan kepemimpinan lintas, etika komunikasi, dan teknologi komunikasi yang menjadi tantangan gereja di masa kini. Terdapat juga progres-progres yang sedang di kerjakan GMIT seperti revitalisasi pendidikan, revitalisasi Aset, pemberdayaan ekonomi dan penguatan ajaran. “Ada waktu untuk belajar, ada waktu untuk pelayanan”, menjadi penutup dari suara gembalanya.
Editor : Henry Andreas Bria