Pesan Ketum PGI Jelang Perayaan Natal Nasional 2025: Terang Kristus Menjawab Pergumulan Keluarga

Jakarta, Victoriousnews.com — Ibadah bersama lembaga-lembaga gereja menjelang perayaan Natal Nasional 2025 berlangsung khidmat di Grha Oikumene PGI, Jalan Salemba 10 lantai 5, pada Minggu (16/11/25). Ibadah ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, atau yang akrab disapa Pdt. Jacky. Atmosfer ibadah  menjelang Natal ini menjadi waktu refleksi bagi seluruh umat Kristen di Indonesia.

Terang sebagai Identitas Kristen

Dalam kotbahnya, Pdt. Jacky mengutip Efesus 5:7–9, menegaskan bahwa “menjadi terang” bukan sekadar ajakan moral, tetapi identitas yang melekat pada setiap orang percaya. “Kita adalah terang. Kita tidak menyalakan terang. Terang itu sendiri memiliki atribut dan karakter yang mencirikan kekhasan kekristenan,” ujarnya. Pesan ini mengingatkan jemaat bahwa kehadiran umat Kristen di tengah masyarakat harus membawa dampak, menghadirkan kejujuran, ketulusan, dan kebenaran.

Pdt. Jacky kemudian menyoroti tema Natal KWI & PGI tahun 2025, yakni “Tuhan Yesus Hadir di Tengah Keluarga.” Tema ini dianggap sangat relevan dengan pergumulan keluarga masa kini.

“Banyak keluarga hancur oleh perceraian, anak-anak terjerat judi online, narkoba, pinjol, dan berbagai tekanan zaman. Melalui perayaan Natal tahun ini, kita berharap terang Kristus menjawab pergumulan keluarga tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Kristus dalam keluarga harus diwujudkan melalui perubahan nyata, bukan sekadar simbol perayaan.

Pdt. Jacky mengajak seluruh umat untuk melihat Natal bukan hanya sebagai seremoni tahunan. “Merayakan Natal adalah merayakan hadirnya terang Kristus. Hendaknya terang kita bercahaya di depan orang,” ujarnya dengan nada penuh penekanan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Kristen hidup dalam persekutuan yang semakin majemuk, sehingga kehadiran Natal Nasional menjadi kesempatan emas untuk menyatakan terang Kristus kepada sesama.

Dalam pesannya yang tajam, Pdt. Jacky membagi makna Natal dalam porsi yang jelas: 30% perayaan, 70% aksi sosial.

Pernyataan ini meneguhkan bahwa merayakan kelahiran Kristus harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menghadirkan damai, kepedulian, dan kasih kepada keluarga, gereja, serta masyarakat luas.

Family Altar Harus Dihidupkan

Di bagian akhir kotbahnya, Pdt. Jacky mengajak seluruh jemaat untuk kembali menghidupkan family altar, yaitu mezbah doa dalam keluarga.

“Terang yang sesungguhnya sedang bercahaya. Mari kita menyatukan tekad untuk menyalakan terang Kristus di tengah keluarga, gereja, dan bangsa,” tutupnya.

Ibadah bersama lembaga-lembaga gereja dengan panitia natal nasional 2025 ini tampak dihadiri oleh Ketum Panitia sekaligus  Menteri Perumahan & Kawasan Pemukiman (PKP).Maruarar Sirait,  Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M.Qodari,Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Dirjen Bimas Kristen  Jeane Marie  Tulung, Dirjen Bimas Katolik Suparman, Ketum PGI Pdt. Jacky Manuputty, Sekum PGI Pdt. Darwin Darmawan, Ketua panitia pelaksana natal sekaligus Ketum PGPI Pdt Jason Balompapueng, Pimpinan Lippo Group James Riady, Pengacara senior Juniver Girsang, Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan, pimpinan PGLII, KWI, Baptis, serta sejumlah ormas Kristen yang tergabung dalam kepanitiaan nasional 2025. SM

Related posts