SURABAYA,VictoriousNews.com– Kepengurusan baru Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Jawa Timur (MPH PGIW Jatim) periode 2026–2031 siap melanjutkan program-program baik dari periode sebelumnya sekaligus menghadirkan semangat baru dalam pelayanan gereja di Jawa Timur. Demikian dikatakan Ketua Umum MPH PGIW Jatim, Pdt. Natael Hermawan, ketika dijumpai di kantor PGIW Jawa Timur di Plaza Ambengan, Jalan Ngemplak No. 30 Blok B- 38, Ketabang-Genteng Surabaya. “Secara prinsip, apa yang sudah dilakukan dengan baik oleh pengurus periode sebelumnya akan kita lanjutkan. Jika ada semangat baru, tentu itu akan melengkapi apa yang menjadi doa dan harapan pada periode sebelumnya yang belum terlaksana,” ujar Pdt. Natael yang juga Ketua Majelis Agung GKJW.
Menurutnya, PGIW Jawa Timur merupakan bagian dari rumah besar ekumene, tempat umat Kristen dari berbagai denominasi dan latar belakang historis berkumpul dalam semangat persatuan. Meski berbeda tradisi gereja, semua berada dalam konteks yang sama sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
Ia menilai tantangan pelayanan gereja di Jawa Timur tidaklah kecil. Selain wilayah yang sangat luas—membentang dari Ngawi hingga Banyuwangi—provinsi ini juga memiliki jumlah penduduk yang besar sehingga menghadirkan dinamika sosial yang kompleks bagi kehidupan umat Kristen.
Karena itu, PGIW Jatim akan terus menguatkan semangat ekumene, mempererat persatuan gereja, serta melakukan advokasi terkait isu kemanusiaan dan kebebasan beribadah.
“Masih ada gereja yang mengalami resistensi di tengah masyarakat maupun kesulitan dalam proses perizinan. Hal-hal seperti ini menjadi perhatian dan bagian dari pelayanan kami,” katanya.
Selain isu kebebasan beragama, PGIW Jatim juga menaruh perhatian serius pada pelayanan kemanusiaan, terutama dalam menghadapi bencana alam. Wilayah selatan Jawa Timur dikenal rawan bencana, mulai dari banjir, tanah longsor hingga erupsi Gunung Semeru.
“Daerah-daerah di selatan Jawa Timur bisa dikatakan sebagai wilayah ‘seribu bencana’. Karena itu kepedulian terhadap kebencanaan juga menjadi fokus pelayanan PGIW Jatim,” jelasnya.
Di sisi lain, organisasi ini juga berkomitmen memperkuat moderasi beragama, tidak hanya di internal gereja tetapi juga dalam relasi lintas agama.
“Sesama kita bukan hanya sesama umat Kristen, tetapi juga sesama manusia, sesama anak bangsa Indonesia,” tegas Natael.
Hingga saat ini, PGIW Jatim telah membentuk 13 PGI Setempat (PGIS) yang tersebar di berbagai daerah, yaitu Madiun (kota dan kabupaten), Bojonegoro, Nganjuk, Jombang, Mojokerto (kota dan kabupaten), Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Jember, dan Banyuwangi.
Kepengurusan baru dilantik di GKT Nazaret Surabaya
Kepengurusan baru periode 2026–2030 merupakan hasil Sidang Wilayah PGIW Jatim yang berlangsung pada akhir Januari 2026. Dalam sidang tersebut, pengurus dipilih secara demokratis oleh majelis anggota. Sejumlah pengurus lama tetap dilibatkan demi menjaga kesinambungan organisasi, termasuk dalam Majelis Pertimbangan dan Badan Pengawas Perbendaharaan.
Pelantikan pengurus baru berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, di Gereja Kristus Tuhan (GKT) Nasaret Surabaya. Acara ini rencananya dihadiri oleh Ketua Umum PGI pusat serta berbagai unsur pemerintah dan tokoh lintas agama.
Panitia juga mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, perwakilan pemerintah provinsi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Bimas Kristen, serta berbagai organisasi mitra seperti GMKI, GAMKI, lembaga pelayanan gereja, dan jaringan lintas agama.
Sekretaris Umum PGIW Jatim Pdt. Yafet Geta yang segera mengakhiri masa jabatannya, berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan pelayanan secara lebih maksimal.
“Kami berharap kepengurusan yang baru semakin maksimal dalam melayani. Jawa Timur wilayahnya luas dan tantangannya besar, sehingga diperlukan kerja sama yang kuat untuk terus menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Pdt. Natael Hermawan menambahkan, PGIW Jatim akan tetap menjadi “rumah bersama” bagi gereja-gereja di Jawa Timur.
“Harapan kami, PGIW Jatim terus menjadi rumah ekumene—tempat berkumpul, bekerja sama, dan melayani bersama—sehingga kehadiran gereja benar-benar menjadi berkat bagi masyarakat Jawa Timur dan bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya. SM
