Victoriousnews com- “Sekitar tiga tahun terakhir ini, saya tinggal di Manado. Sambil mengisi kegiatan stand-up comedy juga menggeluti peternakan khususnya ternak yang menjadi hobby masyarakat Sulawesi Utara yaitu Babi. Ada tujuh ekor Babi betina. Kurangnya modal menjadi hambatan utama dalam usaha itu,” ujar Sion Gideon di sela-sela Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua 2025 di Balai Sarbini (Semanggi, Jakarta) pada Jumat, 1 Agustus 2025.
Kehadiran Sion Gideon sebagai pengisi acara bersama sejumlah figur termasuk Ermy Kulit, Vonny Sumlang, Jeniffer Jill Armand Supit (artis dan influencer) serta beberapa figur lainnya.
Nama Sion Gideon melejit lewat serial televisi swasta berjudul “Gara-gara” dan “Gara-gara Plus” sepanjang 210 episode sejak sekitar tahun 1992 hingga beberapa tahun kemudian. Berakting bersama Lydia Kandou dan Jimmy Gideon, Sion menjadi icon tersendiri bagi sitkom pertama produksi Multivision Plus tersebut.
Namanya seakan menghilang semenjak ‘pensiun’ dari “Gara-gara’. Sesekali muncul ketika tampil pada event-event religius Kristen atau event terkait Minahasa atau Sulawesi Utara.
“Bagaimana pun kita harus taat dan tunduk pada Tuhan Yesus, karena memang saya tidak punya apa-apa. Terlebih ketika awal-awal datang di Jakarta, dimana ketika itu susah mendapatkan pekerjaan. Kemudian bisa bergabung di “Gara-gara’ adalah anugerah dari Tuhan Yesus. Tanpa Tuhan Yesus, saya tidak berarti,'” ucap Sion Gideon mengenang.
Lewat sitkom tersebut, Sion Gideon dapat membangun rumah di kawasan Perum Karawaci (Tangerang, Banten). Selain tempat tinggal juga diadakan ibadah gereja setiap Minggu.
Tahun 2025 ini menjadi tahun perjalanan Sion Gideon menapaki usia ke-62. Mengingat usia tersebut, dia pilih kembali ke tanah kelahiran di bumi Minahasa. “Selain itu juga ada kebun Kelapa. Ampas Kelapa tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk makanan Babi-babi tersebut,” ujarnya. @epa_phm
