Setelah 392 Hari Beristirahat, Akhirnya Pdt Pengky Andu Kembali Melayani di GBI REM

Pdt. Pengky Andu (Penggagas Seminar HIM)

Jakarta,Victoriousnews.com-“Hitam kulit keriting rambut, aku Papua. Biar nanti langit terbelah, aku Papua….” Petikan lagu ‘Aku Papua’ yang dikaryakan Franky Sahilatua dan pernah dinyanyikan Edo Kondologit ini menggaung di akhir ibadah raya Minggu sekitar Juni atau Juli 2024 pimpinan Ps Pengky Andu. Beberapa waktu kemudian, Ps Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI-REM) menyampaikan kabar bahwa sejak Minggu, 7 Juli 2024, Ps Pengky Andu tidak lagi melayani di GBI-REM atas permintaan keluarga yang tinggal di Surabaya (Jawa Timur).

Satu tahun plus 27 hari (392 hari) kemudian lagu yang bercerita tentang kebanggaan menjadi seseorang berdarah Papua tersebut kembali menggema dalam ibadah raya pertama GBI-REM pukul 08.00 WIB, Minggu, 3 Agustus 2025 pimpinan Ps Pengky Andu. Pada moment, Ps Pengky Andu mengungkap situasi dan kondisi selama dalam ‘pelarian’ itu. Lagu “Aku Papua” digaungkan kembali mengingat suatu moment. “Saya tinggalkan begitu saja. Ketika Ps Paulus T Supit mendatangi rumah saya di Surabaya bersama rekan kerja gereja, saya tahu. Tapi saya memang sudah meninggalkan rumah dan berada di Bali. Sedang, mobil saya parkir di tempat lain,” ungkapnya.

Yang tidak diketahui adalah moment setelah itu. Kepergian yang diam-diam menjadi topik berita online. “Selain moment, hidup itu menyangkut personal. Dua hal itulah yang saya temukan selama ‘pelarian’ sekitar satu tahun lebih meninggalkan pelayanan di GBI-REM. Populer hanya sebuah label. Tetapi, sebagai manusia sebenarnya rapuh. Saat memutuskan untuk menghilang itu banyak juga yang terhilang,” ujarnya.

Ditambahkan, keinginan kembali hampir tidak ada. “Saya benar-benar melupakan Ps Paulus T Supit. Tetapi wajah dua putrinya, yaitu Vella (Gavella Supit) dan Debby yang masih teringat. Ketika saya mencoba mengontak kawan yang bernama Paulus, yang tersambung justru nomornya Gembala Sidang GBI-REM. Perbincangan lewat telepon seluler (hand-phone) terjadi dan endingnya saya ada di GBI-REM kembali,” urainya.

Firman Tuhan yang dipetik dari Yohanes 20:10-18 dibacakannya sendiri bagi jemaat. Dari ayat-ayat tersebut diuraikan bahwa seorang wanita terpergok melakukan dosa dan diseret keluar dari tempatnya serta dilempari batu. Di tengah keriuhan tersebut muncul seorang laki-laki yang bijaksana dan berkata, “Siapa yang tidak berdosa, silahkan lempari!’ Satu demi satu, sejumlah laki-laki pergi tanpa melempari. Dan yang terakhir juga tidak melempari tetapi mengampuni, memberikan kasih yang penuh.

Seperti domba-domba kembali menemukan penggembala begitulah gambaran keakraban yang terpancar usai menjalankan ibadah Minggu, 3 Agustus 2025 di GBI-REM wilayah Jakarta Barat yang mengambil tempat ibadah di Lantai 2 Hotel Aston Kartika (Grogol, Jakarta Barat). “Terima kasih, Ps Pengky Andu. Bersama jemaat selalu mendoakan agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan. Kita bersyukur bahwa doa yang disampaikan dengan yakin dan sungguh-sungguh terjadi mukjizat,” ucap Ps Paulus T Supit. @epa_phm

Related posts