Tangerang, Victoriousnews.com — Dari gelapnya dunia perdukunan menuju terang Kristus, perjalanan hidup Ps. Daud Tony selalu mengundang perhatian. Mantan dukun sakti yang kini menjadi penginjil ini kembali menegaskan pesan profetiknya dalam Persekutuan Doa (PD) Immanuel PT Kevin Persada Mandiri (KPM), Tangerang, Jumat (12/9/25) siang.
Dengan gaya kotbah yang lugas dan bernas, Daud tidak hanya mengupas soal peperangan rohani melawan Iblis, tetapi juga menyinggung resesi ekonomi yang sedang dan akan melanda Indonesia. “Saudaraku, jauh-jauh hari saya sudah katakan di berbagai media sosial, akan ada gejolak sosial yang berujung resesi. Dan terbukti. Saya prediksikan, tahun depan, 2026, adalah puncak inflasi. Tapi jangan kuatir, perusahaan di sini, PT KPM, tetap aman karena anugerah Tuhan,” ujar Daud mengawali kotbahnya di mimbar ibadah Gedung Kerin lantai 2.
Iblis, Lucifer, dan Pertarungan Kosmik
Dengan tema “IBLIS”, Ps Daud Tony mengajak karyawan PT KPM membuka Yesaya 14:12–15. Ia mengurai akar kejatuhan Lucifer, yang dulu dikenal sebagai “bintang timur”—helel ben-shachar dalam bahasa Ibrani, atau Lucifer dalam Vulgata Latin.
“Lucifer adalah malaikat yang dulunya sangat dekat dengan Tuhan, bahkan pemimpin pujian di sorga. Tapi kesombongan membuatnya jatuh, menyeret sepertiga malaikat lain ke bumi,” ungkapnya, sembari merujuk Wahyu 12:7–9 tentang peperangan malaikat Mikael melawan naga besar.
Tidak berhenti di sana, Daud juga menyoroti fenomena lokal: “Kenapa di Indonesia setan muncul dalam rupa genderuwo, kuntilanak, tuyul, dan lain-lain? Itu bukan arwah orang mati. Itu setan yang menyamar untuk menipu manusia,” ujarnya tegas.
Menurutnya, sejak Taman Eden, iblis digambarkan sebagai ular karena kecerdikannya. “Manusia tidak pernah berniat melawan Tuhan, tapi digoda untuk melawan. Bedanya, manusia mendapat kesempatan pengampunan, sedangkan iblis tidak,” jelasnya.
Daud menegaskan, bahwa,peperangan rohani bukanlah mitos, melainkan realitas yang harus dihadapi setiap orang percaya. Dengan nada penuh penekanan, Daud menguraikan tiga pribadi yang sanggup mengalahkan Lucifer atau Iblis.
“Pertama, Tuhan Yesus sendiri, Sang Pencipta. Kedua, malaikat Mikael bersama bala sorga. Ketiga, manusia yang setia berdoa dengan kuasa darah Kristus. Karena itu penting setiap doa peperangan, agar kita meminta bantuan malaikat Tuhan,” ungkapnya.
Jangan Suka Flexing!
Selain menyingkap strategi rohani, Daud juga menutup kotbahnya dengan peringatan praktis menghadapi krisis moneter yang menurutnya puncaknya akan tiba tahun 2026.
“Saya imbau saudara semua jangan pamer kekayaan atau flexing. Mulai sekarang simpan emas, beli tanah di desa, dan pertimbangkan investasi tembaga-perak. Lima tahun ke depan nilainya akan melonjak,” katanya memberi arahan yang jarang terdengar dari mimbar gereja.
Peperangan Rohani Hadapi Badai Ekonomi Dunia
Sementara itu, Esther Sukma, selaku Owner PT Kevin Persada Mandiri yang turut hadir dalam ibadah tersebut, merasa sangat diberkati dan dikuatkan usai mendengar kotbah Ps. Daud Tony. Dengan nada penuh keyakinan, Esther menegaskan bahwa pesan yang disampaikan sang hamba Tuhan bukan hanya menyentuh sisi rohani, tetapi juga relevan dengan kondisi sosial-ekonomi saat ini.
“Firman yang dibagikan begitu menguatkan saya pribadi. Ps. Daud berhasil mengaitkan dua hal yang sangat penting: bagaimana kita harus beriman dan melawan tipu daya Iblis, sekaligus bagaimana bersikap bijak menghadapi goncangan ekonomi. Itu sangat tepat,” ujar Esther dengan penuh syukur.
Ia pun menekankan betapa pentingnya pesan agar setiap orang percaya tidak mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan bersandar pada kuasa doa dan pertolongan Tuhan Yesus. “Apa yang dikatakan Ps. Daud, betul. Untuk bisa mengalahkan Iblis kita harus setia berdoa, bukan dengan kemampuan kita. Kita hanya bisa menang karena Yesus,” tambahnya.
Tak hanya soal peperangan rohani, Esther juga menyoroti pesan praktis Ps. Daud agar jemaat tidak hidup dengan sikap pamer kekayaan atau flexing. “Saya sangat setuju. Di tengah situasi ekonomi yang belum stabil, kita harus rendah hati. Jangan sampai kesombongan justru melukai orang lain dan menambah kesenjangan sosial,” pungkasnya.
Acara Persekutuan Doa di PT KPM hari itu pun meninggalkan kesan mendalam.Ps Daud Tony mengingatkan jemaat bahwa kuasa Yesus Kristus adalah satu-satunya sumber kemenangan, baik dalam peperangan rohani maupun menghadapi badai ekonomi dunia. SM
