Pengamat Politik, John Palinggi Apresiasi Langkah Strategis Presiden Prabowo Tangani Hutang  Kereta Cepat Whoosh

Jakarta,Victoriousnews.com– Pengamat politik dan ekonomi, Dr. John N. Palinggi, MM, MBA, mengapresiasi langkah-langkah strategis yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto selama satu tahun kepemimpinannya telah menunjukkan arah jelas dalam menegakkan kedaulatan bangsa dan martabat nasional di tengah kompleksitas persoalan ekonomi dan politik global.

Menurutnya, Presiden Prabowo tidak hanya fokus pada penyelesaian teknis pemerintahan, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya kedaulatan negara—baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun hubungan luar negeri.

“Kedaulatan negara diukur dari kemampuan kita untuk bersatu, menggunakan pinjaman luar negeri secara efisien, dan menjaga harga diri di mata internasional,” ujar pengusaha nasional yang memperoleh gelar bangsawan dari berbagai kerajaan nusantara.

Tegas dalam Menjaga Kedaulatan dan Martabat Nasional

Menurut John, Presiden Prabowo menunjukkan ketegasan dalam menata ulang tata kelola keuangan negara. Ia menyoroti sikap tegas pemerintah terhadap kebocoran anggaran yang masih marak ditemukan di berbagai lembaga. “Keberanian Presiden dan Menteri Keuangan untuk membuka data kebocoran dana negara, termasuk dana mengendap hingga ratusan triliun rupiah, adalah langkah penting dalam menegakkan integritas,” tegasnya.

Lanjut John, Presiden Prabowo memahami bahwa penyelesaian masalah bangsa tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. “Presiden mengerti bahwa dalam memimpin negara, tidak bisa bertindak seperti di lingkungan RT atau kelurahan. Semua harus dihitung dengan hati-hati,” tandasnya.

Sikap Bijak terhadap Pemerintahan Sebelumnya

Menariknya, John juga menyoroti sikap arif Presiden Prabowo terhadap para pemimpin sebelumnya. “Banyak pihak berharap beliau langsung ‘menghukum’ Presiden sebelumnya. Namun Prabowo menunjukkan kebesaran hati dengan menghargai jasa-jasa pemimpin terdahulu,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberlanjutan pembangunan infrastruktur nasional, termasuk kerja sama dengan Tiongkok sejak 2014, tidak bisa diabaikan. “Peran Tiongkok sangat besar dalam membantu pembangunan nasional. Presiden Prabowo memahami itu dan tidak berpikir sempit. Ia memilih berpikir besar untuk masa depan bangsa,” kata pebisnis yang memperoleh   APEC Bussiness Travel Card, bebas Visa di 19 negara Asia Pasifik sejak 2001.

Dalam konteks hubungan luar negeri, John mengungkapkan, bahwa Presiden Prabowo menunjukkan keseimbangan antara kepentingan nasional dan nilai kemanusiaan. “Presiden memahami dinamika fora internasional, baik bilateral maupun multilateral. Sikapnya terhadap isu Palestina menunjukkan empati kemanusiaan tanpa mengabaikan realitas politik global,” jelasnya.

Ia menambahkan, Prabowo memiliki pandangan luas karena pengalaman internasional dan pendidikan di luar negeri. “Beliau tahu kapan harus tegas dan kapan harus diplomatis. Itulah ciri pemimpin berkelas dunia,” tambah Dr. John.

Restrukturisasi Utang dan Ketegasan Memberantas Korupsi

Terkait langkah Presiden dalam menangani utang proyek Kereta Cepat Whoosh,  John mengatakan, i restrukturisasi utang dengan Tiongkok adalah keputusan yang bijak.

“Presiden tidak gegabah. Beliau memilih negosiasi ulang agar beban utang tidak menekan APBN. Ini langkah strategis yang menunjukkan keberanian dan kecerdasan politik ekonomi,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa hampir semua negara mengalami kerugian dalam sektor BUMN, namun yang terpenting adalah adanya niat memberantas korupsi dan memperbaiki sistem keuangan negara. “Bapak Prabowo sudah menegaskan sejak kampanye: ia akan memberantas korupsi. Dan kini ia membangun fondasi itu secara bertahap dan sistematis,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan,  John menegaskan bahwa langkah-langkah Presiden Prabowo menandai babak baru pemerintahan yang menempatkan kedaulatan, efisiensi, dan kehormatan bangsa sebagai prioritas utama.

“Beliau tidak hanya bicara keras, tapi bekerja nyata. Menyentuh hal-hal mendasar seperti moralitas, tata kelola anggaran, dan relasi internasional,” ungkapnya..

Dengan demikian, pemerintahan Prabowo dinilai tidak sekadar melanjutkan estafet pembangunan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan rakyat dan dunia bahwa Indonesia mampu berdiri tegak dengan martabatnya sendiri. SM

Related posts