Depok, VictoriousNews.com “Toleransi dimulai dari keteladanan pemimpin. Kebebasan beribadah masih menjadi persoalan yang patut diselesaikan, termasuk sulitnya pendirian rumah ibadah di sejumlah wilayah di Kota Depok. Hal tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Depok demi terwujudnya toleransi yang sejati,” tegas Mangaranap M Sinaga SE MH, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Setempat Kota Depok (Jawa Barat) kepada pers usai mengikuti Ibadah dan Perayaan Natal PGI-S Depok 2025.
Didampingi Ketua Panitia Perayaan Natal PGI-S Depok, Jisman Hutasoit, Ranap Sinaga menyatakan kecewa dengan ketidakhadiran Walikota Depok pada Perayaan Natal PGI-S Depok. “Kita sangat kecewa. Mengapa? PGI-S sebagai organisasi terbesar menyelenggarakan event setahun sekali, tapi yang disuruh mewakili atau menghadiri seorang staf untuk menyampaikan sambutan. Kesempatan tidak diberikan jika tidak mau memberikan kesempatan pada PGI-S. “Pemimpin itu contoh. Toleransi itu dimulai dari pemimpin. Rekam jejak digital tidak bisa berbohong. Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang dalam sambutannya menyatakan toleransi. Saya katakan, itu tidak benar. Sejumlah wilayah suit mendirikan tempat ibadah meski ada umat-Nya. Sekitar 7.000 umat Kristen di Sawangan belum atau tidak ada tempat ibadah. Apakah itu toleransi,” tegas Ranap Sinaga terheran.
Anggota DPRD Kota Depok, St Binton Nadapdap SSos MM menyoroti bahwa pelaksanaan Perayaan Natal PGI-S Depok tahun 2025 memberikan dampak positif tentang keberagaman. “Antusiasme masyarakat yang datang termasuk berbagai tokoh keagamaan mencerminkan sebuah keberagaman. Semoga makna Natal menjadi berkat. Kita doakan agar Depok menjadi kota yang bangkit dan (penuh) toleransi. Pesan saya, agar Walikota dan Wakil Walikota mengkoordinir tokoh-tokoh, organisasi kemasyarakatan, masyarakat dan agama saling bergandengan tangan untuk satu tujuan menuju Depok yang maju. Ketidakhadiran mereka pada pelaksanaan Natal PGI-S Depok tahun 2025 karena kesibukan patut kita toleransi. Kita harus menerima perbedaan. Kesibukan itu bagian dari toleransi,” ularnya.
Ibadah dan Perayaan Natal PGI-S Kota Depok tahun 2026 digelar di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja pada Jumat, 15 Januari 2026. Perayaan Natal tahun 2025 dihadiri sekitar 2.000 jemaat Se-kota Depok dengan 99 Gereja. Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21-24) dan sub tema ‘Keluarga Kristen dan Gereja di Kota Depok dipanggil untuk mewujudkan Damai Sejahtera, Keadilan, Keutuhan Ciptaan dan Terang Tuhan untuk Kesejahteraan Kota Depok’.
Perayaan Natal dimeriahkan Joy Tobing (juara Indonesian Idol 2004) dan Jesselyn Tambunan beserta Paduan Suara, PS Gabungan Komisi Perempuan, PS Gabungan Komisi Lansia, Orkes Keroncong GKI Cinere, Angklung GPIB se-Kota Depok, Paduan Suara Anak Depok, Koor Perkumpulan Seniman Batak.
Perayaan dihadiri Dandim 0508, Dirjen Bimas Kristen Kemenag Pusat (diwakili Bimas Kristen Kemenag Kota Depok Kanton Gultom), Ketua MP PGIW Jawa Barat (Pdt Jahenos Saragih), Perwakilan FKUB , Tokoh Agama (Habib Reza), Kasat Intel Polresta Depok (Kompol Bintang Sirait), Camat Sukmajaya (Christine Desima Arthauli Tobing), Perwakilan Kesbangpol Arson, Anggota DPRD Depok (Binton Nadapdap, Samuel Situmorang, Frans Samosir), Mewakili Pemuda Kristiani Depok Vanny serta para pendeta denominasi setiap gereja yang ada.
Pdt Ridoi Batubara dari Preases HKBP Deboskab pada pesan Natalnya menyampaikan, Tuhan yang membentuk keluarga, sehingga Tuhan selalu hadir dalam setiap problema, persoalan keluarga dan memperbaiki , agar keluarga layak di mata Tuhan, masyarakat serta pemerintah. “Tetaplah setia, Tuhan penolong keluarga,” tuturnya. @epa_phm
