Jakarta,VictoriousNews.com-“Saya percaya yang datang ke sini (red: Konser Akbar Monas 2026) adalah mereka yang menyukai musik. Karena itu berinvestasilah di musik,” tegas Pdt Dr (HC) Stephen Tong (aslinya; Stephen Tong Tjong Eng, 86 tahun) dalam Konser Akbar Monas 2026.
Pimpinan Gereja Reformed Injili Indonesia yang juga seorang konduktor tersebut menjelaskan bahwa musik terus hidup meskipun pencetusnya telah lkembali kepada Sang Pencipta. Teolog ini pun menjelaskan sejumlah komposer musik dari sejumlah negara seperti Rusia, Italia, dan Austria. Seluruhnya tersaji dari kawasan Monumen Nasional Jakarta.
Bersama Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan Jakarta Oratorio Society (JOS), serta Aula Simfonia Jakarta, konduktor Stephen Tong menggelar konser musik orkestra gratis bertajuk Konser Akbar Monas 2026.
Tampil bergantian dengan putrinya, Rebecca dan Eunice, Stephen Tong memimpin untuk lagu-lagu dari sejumlah negara termasuk Fruhlingsstimmen (Strauss), Waltz no 2 (Shostakovich), La scala di seta (Rossini), Serenade for Strings: Waltz (Tchaikovsky), Sabre Dance (Khachaturian), Sogno di Volare (Tin), Brindisi/La Traviata ( Verdi), Cat Song (Rossini), Spring (Vivaldi), La gazza ladra (Rossini), dan ditutup dengan Symphoni nomor 9 (Beethoven). Kedua putrinya masing-masing sebagai konduktor pun tampil memukau pengunjung kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk lagu andalannya sendiri-sendiri.
Konser Akbar Monas 2026 dibuka dengan musik live serta lagi “Indonesia Raya”.Perhelatan di pusat kota ibukota negara Republik Indonesia ini disambung dengan lagu “Garuda Pancasila” (Sudharnoto), “Rayuan Pulau Kelapa” (Marzuki), “Kebyar-kebyar” (Gombloh), “Dari Sabang Sampai Merauke” (Soerarjo), dan “Indonesia Pusaka” (Marzuki).
Dimulai tepat pukul 18.30 WIB, Sabtu, 18 Juli 2026, Konser Akbar Monas 2026 berakhir pukul 21.00 WIB. Pada event tersebut juga diperkenalkan Liam Gunawan sebagai musisi berusia 8 tahun yang telah menyabet sejumlah penghargaan musik di sejumlah negara. Bersama sekitar 200 personal dan anggota paduan suara, Giam menunjukkan kemampuan bermusiknya selayaknya pemusik profesional. Semua menyajikan instrumen musik kelas dunia yang dapat dinikmati puluhan ribu pengunjung kawasan Monumen Nasional dan masyakarat dunia melalui tayangan-tayangan berbagai media sosial. @epa_phm
