Ernawaty Tampubolon,S.T.,M.Th (Calon DPD Jawa Barat): Siap Memperjuangkan Pergub Toleransi & Merawat  Keberagaman Di Jawa Barat

Mempersiapkan 3 program unggulan: Jabar Lebih Toleran, Kondusif & Sejahtera

News, Profil1227 Views

Victoriousnews.com,-Nama lengkapnya adalah Ernawaty Tampubolon. Ia dikenal sebagai sosok wanita yang religius dan nasionalis. “Saya dulu pernah aktif di partai politik, yaitu Partai Damai Sejahtera (PDS) tahun 2004. Saya menjadi pengurus LPP Negep yang giat mempersiapkan kader PDS yang akan maju menjadi politisi,”tutur wanita kelahiran Sibolga, Sumatra Utara, 5 Januari 1972 ini mengawali perbincangan.

Berbekal ilmu politik di PDS itulah, kemudian pada pemilu tahun 2019 lalu, wanita berdarah Batak ini pun berniat maju  sebagai Caleg DPRD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat. “Nah pada tahun 2019 lalu, saya tertarik dengan tagline  partai PSI yaitu ‘Anti Korupsi & Anti Intoleransi’. Kemudian saya melamar  menjadi caleg DPRD Propinsi. Setelah lolos menjadi Caleg, saya sempat blusukan ke 23 kecamatan se Kabupaten Bekasi.  Hasil pemilu pada saat itu saya memperoleh hampir 11 ribu suara. Tapi sayangnya saya tidak lolos. Ya, walaupun tidak lolos menjadi anggota, tapi saya telah bekerja maksimal dan semua saya serahkan kepada Tuhan saja,” ungkap Erna ketika dijumpai di kediamannya di kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat.

Ernawaty ketika dijumpai di kediamannya, di kawasan Jababeka Cikarang, Selasa (12/12/23)

Selang beberapa tahun, pasca pandemi covid 19, Erna pun didorong oleh rekan-rekan sejawatnya agar maju sebagai calon senator (DPD-RI) dari Provinsi Jawa Barat. “Awalnya saya masih belum yakin, tetapi karena banyaknya desakan dari teman-teman dan hamba Tuhan, akhirnya saya pun maju melalui jalur independen, yakni, DPD Provinsi Jawa Barat,” tandas wanita yang juga pendiri Yayasan Vena Harapan dan Sekolah KB-TK Yemima di Bekasi, Jawa Barat.

Dalam hal berorganisasi, Erna terbilang cukup matang. Ia adalah  alumni Jambore Nasional pramuka 86 yang diadakan di Cibubur, Jakarta. Bahkan sederetan jabatan  strategis pernah diembannya. Diantaranya: Bendahara DPD Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kabupaten Bekasi, Sekretaris Yayasan Pencerahan Bangsa (Yapensa),  pernah menjadi Kepala Kantor GPI Pusat,  pernah pula bergabung di Relawan Presidium Rakyat Menggugat (PRM), serta pernah menjadi pengurus DPP Partai Damai Sejahtera yang didirikan Pdt. Dr. Ruyandi Hutasoit.

Berjuang Agar Jawa Barat Lebih Toleran

Sebagai seorang konselor yang kerap bersentuhan dengan masyarakat, menjadi salah satu dorongan bagi  Ernawaty untuk maju sebagai calon anggota DPD-RI Provinsi Jawa Barat. Wanita yang dikaruniai 2 anak ini telah menyusun tiga program unggulan yang akan dikerjakan jika terpilih. Diantaranya adalah; pertama, Jabar lebih Toleran, yang artinya kebebasan beribadah bagi seluruh masyarakat Jawa Barat  berdasarkan  Pancasila dan UUD The Pasal 29 ayat 2, agar  terbit Peraturan Gubernur (Pergub) tentang toleransi, Izin pendirian rumah ibadat seluruh agama dan kepercayaan, ketersediaan guru agama, ada penyelenggara Bimas setiap agama di setiap kabupaten/ kota. Kedua, Jabar Kondusif, yang berarti menolak persekusi agama dan menolak persekusi perempuan (melindungi pekerja perempuan). Ketiga, Jabar Sejahtera, yang artinya generasi unggul dan tangguh melalui pendidikan dan gerakan pramuka, serta peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM.

Untuk menjalankan programnya, Ernawaty mengusung visi Merawat keberagaman menuju Jabar yang lebih toleran, kondusif, dan sejahtera”. Dengan misi “Memperjuangkan keadilan/kesetaraan hak dan kewajiban setiap warga Jabar tanpa memandang suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). “Saya berharap Indonesia pulih secara ekonominya lebih baik. Apalagi menghadapi Pemilu 2024, mari kita bersatu.  Jangan menjelek-jelekan capres yang lain, fokuslah hanya memberitahukan kebaikan atau nilai positif dari capres yang didukung. Jadi kalau mendukung Si A katakan yang bagus tentang si A, tapi jangan singgung Si B.  Itu jadi kita memberikan pembelajaran politik kita agar negara kita damai dan aman,”kata Alumni Sarjana Teknik Universitas Sumatra Utara (USU) Medan  dan lulusan  S2 di  STT Kharisma, Bandung. SM