Putra Pasuruan, Misbakhun Jabat Ketum SOKSI

Jakarta,Victoriousnews.com-“Mengangkat, menetapkan, dan mengesahkan Saudara Dr H Mukhamad Misbakhun SE MH sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) masa bakti 2025-2030,” tegas Kamarudin, pimpinan sidang dalam Musyawarah Nasional XII SOKSI pada Selasa, 20 Mei 2025 di Jakarta. Musyawarah Nasional XII SOKSI diselenggarakan pada 19-20 Mei 2025 di sebuah hotel Jakarta Selatan.

Terpilihnya politikus Partai Golkar yang juga Ketua Komisi XI DPR-RI tersebut merupakan keberlanjutan kepemimpinan SOKSI setelah dipimpin Dr Ir H Ahmadi Noor Supit MM CSFA CGRE. Sebagai simbol kepemimpinan, Misbakhun menerima petaka atau panji kebesaran SOKSI. “Saya terima dan berharap kepada Allah. Dengan dukungan kader seluruh Indonesia, saya kibarkan di seluruh wilayah Republik Indonesia,” tegas Misbakhun.

Keterpilihan Misbakhun telah diprediksi Journalist Epaphroditus Ph M (Journalist sejak sekitar tahun 2003 di lingkungan DPR-RI dan familiar dengan Ir H Ahmadi Noor Supit semasa di Komisi IX DPR-RI, –kini menjadi Komisi XI DPR-RI– atau akrab disebut Komisi Keuangan) mengingat posisinya sebagai Sekretaris Jenderal SOKSI ketika mendampingi Ahmadi Noor Supit sebagai Ketua Umum periode sebelumnya.

Tanda-tanda keterpilihannya semakin kuat ketika Ahmadi Noor Supit menyampaikan bahwa SOKSI membutuhkan sosok muda untuk menghadapi tantangan zaman. “Saya mohon diri karena pimpinan SOKSI periode 2025-2030 harus dipimpin sosok yang muda,” ucap Ahmadi Noor Supit. “Kelihatannya bapak Sekjen yang menjadi ketua umum,” ujar Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia yang membuka Munas pada Selasa malam, 19 Mei 2025.

Pada Rapat perdana tim formatur ditetapkan Ahmadi Noor Supit sebagai Ketua Dewan Pembina, Oetoyo Oesman (Ketua Dewan Kehormatan), Thomas Suyatno (Ketua Dewan Pertimbangan), dan Bomer Pasaribu sebagai Ketua Dewan Pakar.

Mukhamad Misbakhun lahir di Pasuruan (Jawa Timur), 29 Juli 1970. Dia tumbuh dalam liku-liku kehidupan masyarakat pedesaan yang sederhana. Atas saran sang ayah, ia melakukan puasa sunnah Senin dan Kamis semenjak kecil. Setamat pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Pasuruan pada 1988, dia melanjutkan kuliah pada program Diploma III Perpajakan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Bintaro (Jakarta Selatan, DKIJakarta dan/atau Kota Tangerang Selatan, Banten).

Setamat dari STAN, dia bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Direktorat Perpajakan Kementerian Keuangan. Setelah 15 tahun bekerja sebagai PNS, dia mundur dan memilih menjadi pengusaha (2005). Pada 2009, ia memutuskan menjadi politisi dan bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan terpilih dengan 27.500 suara pada Pemilihan Umum Anggota DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi/Kota (dapat disebut Pemilihan Umum Legislatif) tanggal 9 April 2009.

Ketika menjadi Anggota DPR-RI, dia menjadi salah seorang inisiator Hak Angket Bank Century DPR-RI. Di tengah bergulirnya pengusutan Bailout Bank Century oleh DPR-RI, namanya tersangkut permasalahan hukum. Perusahaannya, PT Selalang Prima Internasional (SPI) disebut menerima L/C dari Bank Century. Ia sempat divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 2010. Akibatnya, ia digantikan (PAW: Pergantian Antar Waktu) dari keanggotaan di DPR-RI oleh PKS yang mengusungnya.

Atas vonis tersebut, dia mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pada tahun 2012, Mahkamah Agung mengabulkan seluruh permohonan PK dan memutuskan bebas atas perkara L/C Bank Century. Lewat PK, Mahkamah Agung memutuskan memulihkan nama baik serta harkat dan martabatnya.

Pada Pemilihan Umum Legislatif tanggal 9 April 2014, dia kembali maju menjadi Anggota DPR-RI dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan Pasuruan dan Probolinggo (Jawa Timur). Ia kembali terpilih dan bertugas di Komisi Keuangan hingga akhir periode 2024. Bahkan, dia menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR-RI setelah kembali terpilih pada Pemilihan Umum Legislatif tanggal 14 Februari 2024. Komisi XI DPR-RI membidangi Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Moneter, dan Sektor Jasa Keuangan.

Seiring keterpilihannya sebagai Anggota DPR-RI dari Partai Golkar, dia memilih bergabung dengan SOKSI ketika dipimpin Dr H Ade Komarudin MH dan menjabat Ketua Bidang Koperasi dan UMKM. Pada kepemimpinan Ahmadi Noor Supit (Ketua Umum Depinas SOKSI), dia didapuk sebagai Sekretaris Jenderal SOKSI hingga kemudian menduduki posisi puncak Ketua Umum Depinas SOKSI pada Musyawarah Nasional XII tanggal 20 Mei 2025 di Jakarta.

Menikah dengan Eny Sulistijowati, dia dikaruniai empat orang anak. WIKI@epa_phm

Related posts